Renungan

( AKHIR ZAMAN ) SEMAKIN BANYAK HADIST TANDA KIAMAT TELAH TERBUKTI – ( Ulama yang haq tidak dihiraukan ) Dari Sahl bin Saad as-Sa ‘idi Ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ya Allah! Jangan Engkau pertemukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu zaman dikala para ulama sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak dihiraukan lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiqnya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya).” (HR. Ahmad).

( Islam tinggal nama dan tulisannya saja )

Dari Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.: “Sudah hampir tiba suatu zaman, kala itu tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada dari Al-Qur’an keeuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong langit. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali .” (HR. al-Baihaqi).

( Kemaksiatan Bertambah )

Dari Ali bin Abi Thalib Ra. dikatakannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila umatku telah melakukan limabelas perkara, maka bala’ pasti akan turun kepada mereka, yaitu:
1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang orang tertentu
2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan
3. Zakat dijadikan hutang
4. Suami memperturutkan kemauan isteri
5. Anak durhaka terhadap ibunya
6. Sedangkan ia berbuat baik dengan temannya
7. Dia menjauhkan diri dari ayahnya
8. Suara-suara ditinggikan di dalam masjid
9. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka
10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya
11. Khamar (arak) sudah diminum di segenap tempat
12. Kain sutera banyak dipakai ( oleh kaum lelaki )
13. Para biduanita disanjung-sanjung
14. Musik banyak dimainkan
15. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat) Maka ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi ataupun mereka akan diubah menjadi makhluk lain.” (HR.Tirmizi)

( Berbangga dengan kemegahan Masjid saja )

Dari Anas bin Malik Ra. bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak terjadi hari qiamat sehingga umatku bermegah -megahan dengan bangunan masjid.” (HR. Abu Daud).

Keterangan Di antara tanda dekatnya hari qiamat ialah Umat Islam bangga dan bermegah-megahan dengan bangunan masjidnya. Di antara mereka bangga dan merasa megah dengan keistimewaan bangunannya. Perhatian mereka hanya kepada keindahan masjid saja, tidak kepada pengisian masjid dengan ibadah dan shalat berjamaah.

( Banyaknya Ujian keimanan )

Dari Abu Hurairah Ra. bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian di waktu sore dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu sore, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia “, (HR. Muslim).

Keterangan Hadits ini menerangkan kepada kita betapa dahsyat dan hebatnya ujian terhadap iman seseorang di akhir zaman. Seseorang yang beriman di waktu pagi, tiba-tiba dia menjadi kafir di waktu sore. Begitu pula dengan seseorang yang masih beriman di waktu sore. Tiba-tiba besok paginya telah menjadi kafir. Begitu cepat perubahan yang berlaku. Iman yang begitu mahal boleh gugur di dalam godaan satu malam atau satu hari saja, sehingga banyak orang yang menggadaikan imannya karena hanya hendak mendapatkan sedikit harta benda dunia.

( Orang Beragama yang Benar terkucilkan )

Dari Anas Ra. berkata RasuJullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ”Akan datang pada manusia suatu zaman saat itu orang yang berpegang teguh (sabar) di an tara mereka kepada agamanya laksana orang yang memegang bara api. (HR. Tirmidzi).

Keterangan Yang dimaksudkan di sini ialah zaman yang sang at menggugat iman sehingga siapa saja yang hendak mengamalkan ajaran agamanya dia pasti menghadapi kesulitan dan tantangan yang sangat hebat. Kalau dia tidak bersungguh-sungguh, pasti agamanya akan terlepas dari genggamannya. Ini disebabkan keadaan sekelilingnya tidak mendorong untuk menunaikan kewajiban agamanya, bahkan apa yang ada di sekelilingnya mendorong untuk berbuat kemaksiatan yang dapat meruntuhkan aqidah dan keimanan atau paling kurang menyebabkan kefasikan.

( Menamakan indah pada barang2 maksiat )

Dari Abu Malik Al-Asy’ari Ra. katanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Sesungguhnya akan ada sebagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. (Mereka meminum) sambi! diiringi dengan alunan musik dan suara biduanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengubah mereka menjadi kera atau babi.” (HR. Ibnu Majah). 

( Waktu terasa pendek )

Dari Anas bin Malik Ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan terjadi qiamat sehingga waktu terasa pendek, maka setahun dirasakan seperti sebulan, sebulan dirasakan seperti seminggu, seminggu dirasakan seperti sehari, sehari dirasakan seperti satu jam serta satu jam dirasakan seperti satu kilatan api. ” ( sebentar saja, hanya seperti kilatan api sekejap). (HR. Tirmizi).

( Aurat Dibuka massal, keharaman menjadi mode dan gaya )

Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,. ”Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka, keduanya belum pemah aku lihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cambuk bagaikan ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, lenggang-lenggok waktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan bonggol (ponok unta yang condong). Kedua golongan ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan dapat mencium bau harumnya. Sesungguhnya bau harum sorga itu sudah tercium dari jarak perjalanan yang sangat jauh, (HR. Muslim).

( Islam yang benar malah menjadi asing )

Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim).

Keterangan Islam mulai tersebar di Mekkah dalam keadaan sangat asing. Sangat sedikit penganut dan pendukungnya kalau dibandingkan dengan penentangnya. Kemudian setelah itu Islam tersebar ke seluruh pelosok dunia sehingga dianut oleh dua pertiga penduduk dunia. Kemudian Islam kembali asing dan dirasa ganjil dari pandangan dunia, bahkan dari pandangan orang Islam sendiri. Sebagian dari orang Islam merasa ganjil dan aneh bila melihat orang Islam yang iltizam (komitmen) dengan Islam dan mengamalkan tuntutan Islam yang sebenamya

( Meniru Yahudi dan Nasrani )

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Ra. ia berkata: Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lobang biawakpun kamu akan mengikuti mereka”. Sahabat bertanya. “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang Tuan maksudkan?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Siapa lagi?” (kalau bukan mereka). (HR. Muslim).

Keterangan Umat Islam akan mengikuti jejak langkah atau “cara hidup” orang-orang Yahudi dan Nashrani, hingga dalam urusan yang kecil dan yang remeh sekalipun. Contohnya, jikalau orang Yahudi dan Nashrani masuk ke lobang biawak yang kotor dan sempit sekali pun, orang Islam akan terus mengikuti mereka.

( Islam dikerubungi musuh-musuhnya ) 

Dari Tsauban Ra. berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati”. (HR. Abu Daud).

Dari Bosnia, Suriah, Palestina, bila mau dicatat seluruh Umat Islam diperangi secara fisik, kemudian ada lagi perang pemikiran yang melanda umat Islam tanpa disadari pemeluknya.

“Just Give Me A Reason” (Pink feat. Nate Ruess)

Right from the start
You were a thief
You stole my heart
And I your willing victim
I let you see the parts of me
That weren’t all that pretty
And with every touch you fixed them

Now you’ve been talking in your sleep, oh, oh
Things you never say to me, oh, oh
Tell me that you’ve had enough
Of our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
It’s in the stars
It’s been written in the scars on our hearts
We’re not broken just bent
And we can learn to love again

I’m sorry I don’t understand
Where all of this is coming from
I thought that we were fine
(Oh, we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin’
And it’s all in your mind
(Yeah but this is happenin’)

You’ve been havin’ real bad dreams, oh, oh
You used to lie so close to me, oh, oh
There’s nothing more than empty sheets
Between our love, our love
Oh, our love, our love

Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
I never stopped
You’re still written in the scars on my heart
You’re not broken just bent
And we can learn to love again

Oh, tear ducts and rust
I’ll fix it for us
We’re collecting dust
But our love’s enough
You’re holding it in
You’re pouring a drink
No nothing is as bad as it seems
We’ll come clean

Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
It’s in the stars
It’s been written in the scars on our hearts
That we’re not broken just bent
And we can learn to love again

Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
It’s in the stars
It’s been written in the scars on our hearts
That we’re not broken just bent
And we can learn to love again

Oh, we can learn to love again
Oh, we can learn to love again
Oh, oh, that we’re not broken just bent
And we can learn to love again

Tentang meninggalnya Uje

ada teman yang nulis status begini :
“Kenapa kita pilih kasih pada satu kematian? Padahal sama-sama manusia? Beratus kemalangan kita saksikan setiap hari. Para kere yang kelaparan, anak jalanan yang mati kedinginan, seorang yang ditabrak dan terkapar di jalan raya. Tak masuk dalam pundi2 kemanusiaan kita. Namun sekali seorang “publik figur” menarik napas akhir, kita menangis tersedu. Media massa memajang gambar dan huruf besar-besar. Adilkah kita…? Demokratis…?”

***rasa simpati masyarakat.. itu justru yg adil..
mereka adalah orang yg “berhutang budi” pada sosok yg meninggal tsb.. sama sekali tidak ada unsur politis.. itu pencerminan jiwa yg kehilangan dan ke ikhlasan..

kenapa harus cemburu?
sosok yg meninggal itu bukan orang biasa.. dia punya andil dalam jutaan jiwa.. dia inspirator bagi kelompoknya.. kini orang yg merasa terinspirasi merasa perlu memberikan penghormatan terakhir untuk almarhum, apa salahnya? itu alasan yg cukup..

ketika masyarakat dipaksa harus berbuat yg sama pada orang-orang entah siapa yg setiap hari mati kelaparan dst.. jasanya apa? alasannya apa? karena kita butuh alasan untuk menghormati dan membenci seseorang..

kita tidak bisa “menyuruh” jutaan orang untuk membenci atau mencintai seseorang.. jadi bila ada jutaan orang yg berduka atas kematian seseorang.. itu pasti atas “ikut campurnya” Tuhan.. Tuhan yg memberi demikian hebat derajat seseorang itu.. sehingga kematiannya membuat berjuta orang merasa berduka.. itu bukan rekayasa manusia..

juga ketika kita tidak merasa berempati pada kematian seseorang, padahal selama ini kiprahnya sangat besar (walau cuma dikoran dan televisi) tapi kita tidak merasa berduka sama sekali.. itu juga rahasia Tuhan.. jadi kenapa kita “iri” pada seseorang yg disayangi Tuhan?

 

Iblis jujur kepada Rasulullah SAW

Iblis Jujur kepada Rasulullãh (1)

Dalam sebuah literatur diriwayatkan bahwa, Allãh SWT telahmemerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar dia menghadap kepadaRasulullãh saw. untuk memberitahu segala rahsianya dengan berkata jujur. 
Mendengar perintah Allãh yang disampaikan Malaikat dengandahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah ia menghadap Rasulullãhsaw. dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya danberjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis memberi salamhingga tiga kali tapi tidak juga dijawab oleh Rasulullãh. Maka sembah Iblis(alaihi laknat),”Ya Rasulullãh! Mengapa Tuan tidak mejawab salam hamba?Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allãh?” 
Nabi menjawab: “Hai aduwullãh seteru Allãh! Kepadakuengkau menyebut kebaikan? Jangan coba menipuku seperti kau tipu Nabi Adamhingga keluar dari Surga. Habil mati dibunuh Qabil karena hasutanmu. Nabi Ayubkau tiup asap racun hingga badannya busuk beberapa tahun. Nabi Daud kau perdayadengan perempuan Urya. Nabi Sulaiman pergi dari kerajaannya kerena kau menyamarsebagai istrinya. Begitu juga beberapa nabi dan waliullãh. Hai Iblis! Salam itusangat mulia di sisi Allãh azza wajalla, tapi diharamkan Allãh aku menjawabmu.Aku sangat mengenalmu, engkaulah Iblis, syetan dan jin yang menyamar. Sekarang,katakan apa maksud kedatanganmu berjumpa denganku?” Sembah Iblis: “YaNabi Allãh! Janganlah Tuan marah. Tuan adalah Khatamul Anbiya, maka dapatmengenal hamba. Hamba diperintah Allãh untuk memberitahu Tuan segala tipu dayaterhadap Nabi Adam dan keturunannya hingga akhir zaman. Hamba diperintah Allãhuntuk menjawab Tuan dengan sejujurnya. Sekiranya hamba berdusta sepatah punniscaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu.” 

Mendengar sumpah Iblis itu, Nabi saw. tersenyum. Berikutringkasan beberapa jawaban Iblis atas pertanyaan Rasulullãh, untuk dijadikanpelajaran bagi umat Islam.
Nabi saw.: “Hai Iblis! Siapa musuh terbesarmu danbagaimana kedudukanku bagimu?” Iblis menjawab: “Ya Nabi Allãh! Tuanlahmusuh terbesar hamba di muka bumi.” Nabi memandang muka Iblis hingga Iblisgemeletar ketakutan. “Ya Khatamul Anbiya! Hamba dapat menyerupai apa saja,manusia, binatang, atau pepohonan, kecuali diri Tuan karena dicegah Allãh. Bilahamba menyerupai Tuan, maka terbakarlah hamba menjadi abu. Hamba diberi tangguhdi dunia untuk mengubah iktikad anak-cucu Adam menjadi kafir, murtad, ataumunafik agar menjadi bahan bakar neraka di tempat hamba.” “Hai Iblis!Bagaimana caramu menyesatkan makhluk Allãh?” Jawab Iblis: “Dengandalil kemajuan zaman, kaum perempuan dibuat senang memamerkan aurat di tempatumum dan kepada lelaki yang bukan suaminya, hingga keturunannya memilikisifat-sifat yang salah. Hamba goda manusia agar meninggalkan Allãh YME, lalaidari salat, suka makan-minum berlebihan, durhaka kepada orangtua dan guru,hamba lalaikan manusia dengan kedudukan dan kekayaan emas-permata, rumahnya,tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Dalampesta-pesta bercampur lelaki dan perempuan, di situ hamba lepas sebesar-besargodaan supaya hilang rasa malu dan takutnya kepada Allãh dengan miras dannarkoba. Sehingga, hilanglah akal sehat dan agamanya. Lalu hamba ulurkantali-tali cinta hawa nafsu duniawi dan terbukalah beberapa pintu maksiat yangbesar, datang perasaan hasad-hasud, iri-dengki hingga kepada perzinahan. Bilaterjalin kasih di antara mereka, mereka akan memburu uang, menghalalkanberbagai cara untuk kenikmatan sesaat tipuan hamba. Bila mereka menyesali diridan akan bertobat atau amal ibadat, hamba akan galang mereka dengan dalih masihmuda dan masih banyak waktu untuk menangguhkannya. Bertambah keraslah hambamenjerumuskan mereka supaya menambahkan berbagai kemaksiatan dengan mengambilhak-hak orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takbur, sombong, danmeremehkan amal saleh. Lidah, darah, dan tubuhnya yang berlumur dosa menjadikanmereka gemar berdusta, mengumpat, dan perbuatan busuk lainnya. Demikianlahhamba goda mereka setiap saat.” “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payahmengerjakan perbuatan yang menambah laknat dan kutuk Allãh bagimu!? Bukankahsegala yang ada padamu anugerah Allãh?” Jawab Iblis: “Sekalian yang dilangit, di bumi, dan yang di antara keduanya adalah milik Allãh Rabbil ‘Alamin.Tetapi hawa nafsu dan takbur menjadikan sombong. Tuan lebih tahu bahwa, hambatelah beribu-ribu tahun menjadi makhluk Allãh yang paling taat dari sekalianhamba-Nya dan pangkat hamba dinaikkan dari satu langit ke langit lebih tinggihingga menjadi pemikul ‘Arsy. Kemudian Allãh SWT berfirman hendak menjadikanseorang Khalifah di muka bumi, maka hamba pun membantah. Namun, segala kehendakAllãh pasti adanya, maka terciptalah Adam, lalu dititahkan sekalian Malaikatbersujud, semua tunduk patuh kecuali hamba. Allãh pun murka dan mengutuk hambayang tadinya gagah perkasa dan bercahaya menjadi keji dan hodoh. Hamba semakinsakit hati ketika Allãh menjadikan Adam raja di surga dengan Hawa sebagaipermaisuri yang memerintah sekalian bidadari. Kebencian hamba melahirkan banyaktipu muslihat, sampai berhasil membujuk Hawa dan Adam tak hanya mendekat pohonlarangan Allãh, bahkan memakan buahnya hingga keduanya diusir dari surga kedunia. Mereka dipisahkan puluhan tahun sampai tobat mereka diterima dandipertemukan Allãh di Padang Arafah, hingga mereka mendapat beberapa orang anakkembar laki-perempuan. Kami tanamkan sifat-sifat buruk dan kami hasut Qabilagar membunuh saudaranya Habil yang saleh. Tapi, hamba belum puas, maka hambabersumpah di hadapan Allãh akan terus melakukan berbagai tipu daya untukmenyesatkan anak-cucu Adam sampai Hari Kiamat.” (Bersambung

 

Riwayat:

Iblis Jujur kepada Rasulullãh (2)

Setelah menjelaskan kedurhakaannya kepada Allãh SWT sejakNabi Adam diciptakan, Iblis melanjutkan pengakuannya di hadapan bagindaRasulullãh Muhammad saw.

“Sebelum Tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hambadengan mudah dapat naik ke langit menyuri segala informasi rahasia dari Allãhagar manusia beribadat dan beramal saleh serta balasan pahala dan surga bagimereka. Kemudian hamba turun ke dunia, lalu memberitahu mereka yang laindaripada yang sebenarnya, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat denganberbagai kitab bid’ah yang dibuat-buat. Namun, setelah Tuan lahir ke dunia,hamba diharamkan Allãh naik ke langit. Para Malaikat menjaga setiap jengkallapisan langit. Jika hamba berusaha naik, maka para Malaikat perkasa akanmelontar anak panah api yang menyala berupa meteor. Sudah banyak bala tenterahamba yang terbakar menjadi abu. Kini hamba dan tentera hamba semakin sulitmenjalankan tugas hasutan.” “Hai Iblis! Apa yang pertama engkau tipudari manusia?” Jawab Iblis: “Pertama hamba palingkan niat imannyakepada kekafiran dalam perbuatan, perkataan, kelakuan, terutama hatinya. Jikagagal, hamba akan tarik lidahnya hingga mengurangi pahalanya. Lama-lama merekaakan terjerumus mengikut kemauan hamba.” “Hai Iblis! Jika umatkusalat karena Allãh, apa yang engkau lakukan?” Jawab Iblis: “Itusebesar-besarnya kesulitan bagi hamba. Gementarlah badan hamba dan lemah tulangsendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorangMuslim pada setiap anggota badannya supaya malas salat dan beramal saleh,was-was, lupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yangditinggalkannya, buru-buru dalam salat dan hidupnya, hilang khusyuknya—telinga,mata, hati, dan pikirannya risau. Setengah Iblis duduk di belakang badan orangyang salat itu agar dia tidak rukuk, sujud, dan duduk tahiyat lama dantumakninah, sehingga hanya menggugurkan kewajiban dan berkurang pahalanya. Jikatentara hamba gagal menggoda manusia itu, hamba sendiri yang akan menghukummereka dengan seberat-berat hukuman.” “Jika umatku membaca al-Qurankarena Allãh, apa yang engkau rasakan?” Jawab Iblis: “Makaterbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba, kemudian hamba larisecepat kilat dan sejauh-jauhnya darinya.” “Jika umatku mengerjakanhaji karena Allãh, bagaimana perasaan engkau?” Jawab Iblis:”Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba karena merekatelah menyukupkan rukun Islamnya.” “Jika umatku berpuasa karenaAllãh, apa yang terjadi pada engkau?” Jawab Iblis: “Ya Rasulullãh!Itulah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awalbulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekalianMalaikat menyambutnya dengan sukacita. Bagi orang yang berpuasa, Allãhmengampuni segala dosanya yang lalu dan melipatgandakan pahalanya yang besardan tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menhancurkan hati hambaialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung, danikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Orang berpuasajuga dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu nerakaditutup manakala semua pintu surga dibuka seluas-luasnya, serta diembuskanangin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalamsurga. Pada hari umat Tuan mulai berpuasa, dengan perintah Allãh datanglahsekelian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentera hamba; jin,setan dan ifrit, lalu kami dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dandirantai serta dimasukkan ke kawah bumi paling dalam. Di sana pula beberapaazab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umat Tuan berpuasa, barulahhamba dilepaskan dengan amanat agar tidak mengganggu umat Tuan. Umat Tuansendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahurseorang diri di tengah malam tanpa rasa takut berbanding bulan biasa.””Hai Iblis! Bagaimana para sahabatku di hapan engkau?” Jawab Iblis:”Sekalian sahabat Tuan juga adalah sebesar-besar musuh hamba. Tiada upayahamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat merusak mereka. KarenaTuan telah berkata bahwa, ‘Sekalian sahabatku adalah seperti bintang di langit,jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat penunjuk’. Sayidina AbuBakar as-Siddiq sebelum bersama Tuan saja, hamba tak dapat menggodanya apalagisetelah berdampingan dengan Tuan. Beliau begitu yakin atas kebenaran Tuanhingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan Tuan telah mengatakan, jika ditimbangsekalian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, akan lebih beratamalnya. Terlebih beliau sekarang jadi ayah-mertua Tuan dari Sayidatina Aisyahyang banyak menghapal hadits. Apalagi Sayidina Umar al-Khaththab, melihatbayangannya saja—apalagi memandang wajahnya yang amat keras menjalankan syariatIslam, tulang-tulang sendi hamba gementar. Itu karena imannya yang sangat kuat,apalagi Tuan telah mengatakan, ‘Jikalau ada Nabi sesudah aku maka Umarlahpenggantiku’. Karena dengan pedangnya beliau membedakan antara kafir dan Islamhingga digelari al-Faruq. Sayidina Usman al-Affan hamba bahkan tak dapatmampir, karena lidahnya senantiasa membaca al-Quran. Beliau penghulu orangsabar dan orang mati syahid, dan menantu dari dua putri Tuan. Kerana taatnya,banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya. Sayidina Ali AbiThalib pun, hamba takut karena hebatnya dan gagahnya beliau di medan perangtapi sopan, alim, dan akhlaknya mulia. Jika iblis, setan, dan jin memandangbeliau maka terbakarlah mata mereka, karena Ali sangat kuat beribadah sejakkecil masuk Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada berhala. Beliaudigelari Karamullãhu Wajhahu–wajahnya dimuliakan Allãh. Bahkan Tuan sendiriberkata, ‘Aku adalah gudang segala ilmu dan Ali adalah pintunya’. Beliau jugakeponakan dan menantu dari putri kesayangan Tuan.” (Bersambung)

 

Riwayat:

Iblis Jujur kepada Rasulullãh (3)

Setelah menjelaskan kedurhakaannya kepada Allãh SWT sejakNabi Adam diciptakan, dan menjelaskan kedudukan Empat Sahabat, Iblismelanjutkan pengakuannya kepada baginda Rasulullãh Muhammad saw.

“Bagaimana tipudaya engkau kepada umatku?” JawabIblis: “Umat Tuan itu ada tiga macam. Pertama, seperti hujan dari langityang menghidupkan segala tumbuhan, yaitu ulama yang memberi nasihat kepadamanusia supaya mengerjakan perintah Allãh serta meninggalkan larangan-Nya sepertikata Jibril a.s: ‘Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat’. Kedua,seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur, dan ridha dengan kurniaan Allãh,beramal soleh, tawakal, dan bijaksana. Yang ketiga, umat Tuan seperti Fir’aun;tamak kepada harta dunia dan dihilangkan amal akhiratnya. Hamba pun sukacitadan masuk dalam badannya, hamba putar haluan hatinya ke lautan durhaka, hambahela hawa-nafsu duniawinya ke mana sekehendak hamba. Dia jadi condong kepadadunia dan malas menuntut ilmu agama, kehilangan waktu untuk ibadah dan beramalsaleh, kikir membayar zakat dan miskin akhlak. Lalu hamba goda dia agarberjuang jadi kaya, kalau diizinkan Allãh menjadi kaya, hamba lupakan dia dariibadah, beramal-saleh, dan zakat seperti Qarun yang ditenggelamkan denganistananya. Bila umat Tuan terkena penyakit ‘tidak sabar dan tamak’, dia akanmemuja hartanya—setengahnya asyik hendak merebut dunia, berdusta atas namaIslam, benci dan menghina orang miskin, membelanjakan harta untuk maksiat,lacur, dan menghalalkan segala cara.” “Siapa yang serupa denganengkau?” Jawab Iblis: “Orang yang meringankan syariat Tuan sertamembenci orang yang belajar dan mengamalkan syariat agama Islam.””Siapa yang menyinari muka engkau?” Jawab Iblis: “Orang yangberdosa, munafikin, dan para pendusta, penipu, orang yang bersumpah danbersaksi palsu, pemungkir janji.” “Apakah rahsia engkau kepadaumatku?” Jawab Iblis: “Jika seorang Muslim pergi buang air besar-kecilserta tidak membaca doa pelindung setan dan menyiramnya, maka hamba gosok-gosokkannajisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.” “Jika umatku bersatudengan istrinya, bagaimana engkau?” Jawab Iblis: “Jika umat Tuanhendak bergaul dengan istrinya dan membaca doa pelindung setan, maka larilahhamba. Jika tidak berdoa, hamba yang bergaul dulu dengan istrinya, danbercampurlah benih hamba dengan benih istrinya. Jika menjadi anak maka anak ituakan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, dan durhaka. Itukarena kealpaan ibu-bapaknya. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillãh,hamba yang lebih dulu makan. Meski makan, mereka tidak akan merasa puas dankenyang.” “Dengan jalan apa umatku dapat menolak tipu dayaengkau?” Jawab Iblis: “Jika berbuat dosa, dia segera bertobat kepadaAllãh, menyesali perbuatannya, tidak mengulangi, dan mengembalikan hak kepadayang berhak. Apabila marah dia segera mengambil air wudu, maka padamlahamarahnya.” “Siapakah orang yang paling engkau sukai?” JawabIblis: “Lelaki dan perempuan yang tidak menyukur atau menyabut bulu-buludi tubuhnya selama 40 hari. Di situlah hamba mengecilkan diri, bersarang,bergantung, dan bersantai seperti pijat sauna pada bulu itu.” “HaiIblis! Siapakah saudara engkau?” Jawab Iblis: “Orang yang tidurmeniarap, orang yang bangun di waktu subuh tetapi tidak salat dan menyambungtidurnya. Lalu hamba ikat dia hingga terbit matahari. Demikian juga pada waktudzuhur, ashar, maghrib, dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk berdirisalat.” “Apakah yang membinasakan diri engkau?” Jawab Iblis:”Orang yang banyak menyebut nama Allãh, bersedekah diam-diam, banyakbertobat, banyak tadarus al-Quran, dan salat dua per tiga malam.””Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” Jawab Iblis:”Orang yang duduk di masjid dan beriktikaf di dalamnya. Orang yang taatkepada ibu-bapaknya, memeliharanya selama mereka hidup, kerana Tuan telahbersabda, ‘Surga itu di bawah telapak kaki Ibu’. “

Demikianlah jawaban jujur Iblis laknatullãh, musuh yang nyatabagi Nabi Adam a.s. dan manusia, ketika diinterogasi oleh Rasulullãh Muhammadsaw. Semoga kita umatnya bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. InsyaAllãh. Amîn ya Allãh.@

Iblis bertanya kepada Allah SWT

Iblis Bertanya kepada Allâh

Sahabat Anas bin Malik r.a. berkata, Rasulullâh saw bersabda, Allâh SWT berfirman: “Iblis laknatullâh telah bertanya kepada Allâh SWT beberapa perkara. 

Di antaranya ialah, “Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak-cucu Adam tempat kediaman yang baik, yakni rumah untuk berzikir kepada-Mu. Tunjukkanlah kepadaku di mana tempat kediaman anak-cucuku?” 

Allâh SWT berfirman, “Wahai Iblis, tempat kediamanmu ialah kamar mandi, tempat buang kotoran.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak-cucu Adam masjid tempat mereka berkumpul untuk beribadah kepada-Mu. Di manakah tempat bagi anak-cucuku untuk berkumpul menyesatkan mereka dari-Mu?” 

“Wahai Iblis, tempat untuk kamu berkumpul ialah di pasar-pasar, di mal-mal, di pusat-pusat hiburan, dan di majelis-majelis maksiat.

“Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak-cucu Adam kitab al-Quran untuk mereka baca sebagai pedoman dan pembeda baik dan buruk. Tunjukkanlah kepadaku apakah kitab dan bahan bacaan bagi anak-cucuku?” 

“Wahai Iblis, kitab dan bahan bacaanmu ialah syair, mantra, dan tatto yang ditulis di kulit tubuh manusia, serta yang tersangkutan dengannya.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah berikan kepada mereka anak-cucu Adam kisah-kisah dan kata-kata yang benar. Apakah kisah-kisah dan kata-kata bagi anak-cucuku?” 

“Wahai Iblis, kisah-kisah bagimu ialah cerita-cerita dan kata-kata dusta serta yang tersangkutan denganya.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan azan tanda panggilan kepada anak-cucu Adam untuk mengajak orang berkumpul mendirikan salat berjamaah. Apakah azanku untuk mengumpulkan anak-cucuku dan manusia agar mengikutiku?” 

“Wahai Iblis, tanda panggilan untukmu ialah seruling.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah mengutus para utusanmu, para Nabi dan para Rasul kepada anak-cucu Adam. Siapakah yang akan menjadi utusan bagi anak-cucuku.” 

“Wahai Iblis, para utusanmu ialah para dukun, tukang sihir, tukang ramal, dan yang lebih kurang sama dengan itu.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak-cucu Adam berbagai perangkap dalam kehidupan di dunia.. Apakah perangkap bagi anak-cucuku?” 

“Wahai Iblis, perangkap untukmu ialah para wanita.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan kepada anak-cucu Adam makanan halal yang padanya disebutkan nama-Mu. Apakah makanan bagi anak-cucuku?” 

“Wahai Iblis, makanan untukmu ialah sesuatu yang tidak disebut nama Allâh.” 

“Ya Tuhanku, Engkau telah berikan berbagai macam minuman halal dan yang senantiasa dimulakan dengan bismillâh kepada anak-anak Adam. Apakah minuman bagiku?” 

“Wahai Iblis, minuman untukmu ialah sesuatu yang memabukkan dan yang tidak dimulakan dengan bismillâh.” 

Ibnu Mas’ud r.a. berkata, “Apabila seseorang makan tidak membaca bismillâh, setan akan makan bersamanya. Apabila dia makan dengan membaca bismillâh, setan tidak akan dapat makan bersamanya, bahkan akan memuntahkan kembali apa-apa yang sudah dimakannya.” 

Ibrahim Annakhâi r.a. berkata, “Kalau seseorang masuk rumahnya dan memberi salam, maka setan akan berkata, ‘Tidak ada tempat bagiku di sini!’ Dan bila seseorang hendak makan-minum lalu dimulai dengan bismillâh, setan akan berkata, ‘Tak ada tempat, tak ada makanan, dan tak ada minuman untukku di sini!’ Akan keluarlah setan dengan rasa kecewa dan kekalahan.” @ Abdi bin Abdillâh

Kartini

UNTUK DIPERHATIKAN: Catatan Goenawan Mohamad ini saya copas sepenuhnya dari blog yang mengklipingkan tulisan beliau.

kartini

 

Kartini tak dikenal. Sebuah lagu yang memujanya dan dinyanyikan tiap 21 April menyebutkan betapa ”harum namanya”. Ia memang telah jadi aikon sejak dasawarsa awal abad ke-20, sebelum Bung Karno dikenal di pelbagai mimbar. Tapi Kartini lebih merupakan ”pokok” ketimbang ”tokoh”.
Ia sendiri memilih untuk berlindung. ”…aku ingin [menulis di surat kabar] tapi tidak dengan namaku sendiri. Aku ingin tetap tidak dikenal… di Hindia ini”—begitulah tulisnya dalam surat bertanggal 14 Maret 1902.
Ia seakan-akan memakai cadar. Ayahnya, sang Bupati Jepara yang mencintainya dan dicintainya itu, menjaga agar hal itu seterusnya demikian. Bapak itu gagal, sebab akhirnya Kartini mau tak mau dikenal. Tapi itu tak menyebabkan ia terjangkau orang ramai. Dengan catatan: ”cadar” sebetulnya bukan kiasan yang tepat di sini. Lebih baik dikatakan, Kartini bertatarias.
Ia tak sepenuhnya tak terlihat. Ia memperkenalkan diri dan mengisahkan harapan dan kemurungannya kepada sejumlah orang lewat surat-menyurat. Praktis hanya dengan korespondensi itu kita tegakkan Kartini sebagai tokoh. Atau lebih tepat sebagai pokok. Sebab Kartini tetap mengelak untuk disimak siapa sebenarnya dia.
Danilyn Rutherford pernah menelaah hal ini dalam sebuah esai, ”Unpacking a National Heroine: Two Kartinis and Their People”, dalam jurnal Indonesia yang terbit di Cornell University; ia membandingkan buku S. Soeroto, penulis Kartini, Sebuah Biografi, dan Pramoedya Ananta Toer, yang menulis Panggil Aku Kartini Saja. Kesimpulannya: semua tulisan tentang ”pendekar kaumnya” ini hanya tafsir, dan tiap tafsir merupakan hasil ”penetrasi politik tertentu ke dalam teks tertentu”.
Yang tak dibahas adalah bahwa jarak antara ”Kartini-yang-sebenarnya” dan ”Kartini-dalam-tafsir” justru terjadi karena medium yang dipilih Kartini sendiri.
Seandainya ia menulis catatan harian, dan kita bisa menemukannya….
Di sebuah kesempatan lain pernah saya katakan catatan harian adalah curahan konfesional tanpa pastor. Dalam medium ini, sang penulis masuk dan diam di sebuah ruang komunikasi yang paling intim, tapi juga berada dalam ruang pikiran dan imajinasi yang hampir tanpa batas. Tak ada orang lain. Atau orang lain itu (seperti dalam catatan harian Anne Frank) diciptakannya sendiri dan berada di bawah ampuannya: teman bicara imajiner itu tak bisa menjawab.
Kecuali bila seseorang sadar bahwa catatan hariannya suatu ketika akan dibaca orang, ia praktis bebas dari tatapan orang lain. Ia tak berada di pentas.
Ia akan berada di pentas menghadapi orang banyak jika ia jadi sosok media massa. Tapi ada paradoks dalam teknologi Guttenberg dan kapitalisme cetak: media massa itu menjangkau sebuah audiens yang besar, ia bisa luas didengar, tapi ia juga membuat seseorang rentan. Sang penulis bisa merasa dalam kekuasaan. Tapi ia juga dalam sorotan yang tak bisa dikendalikannya.
Sebab ia tak mengenal audiensnya dengan akrab. Ia hanya menduga-duga, baik tingkat informasinya maupun potensinya menerima informasi baru, baik nilai-nilainya maupun kecemasannya.
Ketidakpastian inilah agaknya yang menyebabkan Kartini gentar dan mengelak. Ia memilih berkorespondensi antarteman.
Dalam korespondensi, ada seorang lain yang nyata, yang bisa bertanya dan bereaksi. Orang lain itu juga dapat diidentifikasikan, dan dari sini lebih mungkin terjalin keakraban.
Tapi apa boleh buat, keakraban itu mengandung ambivalensi.
Ini tampak dalam surat-menyurat Kartini dengan Stella Zeehandelaar. Perempuan muda dari Belanda ini ”sahabat pena”-nya. Persahabatan itu terjalin, tapi di antara kedua penulis surat terbentang jarak ribuan kilometer. Keduanya hanya dihubungkan dengan sebuah instrumen kecil untuk menyampaikan kata-kata: ”pena”.
Itu sebabnya Stella—yang surat-suratnya tak pernah diketemukan—tampil sebagaimana Kartini merautnya dengan pena itu. Juga sebaliknya: kepada Stella, Kartini merepresentasikan diri terbatas sebagai respons terhadap surat sahabatnya. Ia bernegosiasi, dengan menggunakan bahasa yang ia pelajari, untuk menyesuaikan dan mengubah persepsi, untuk merumuskan identitas atau memodulasi identitas itu, untuk memilih apa yang dikatakannya dan apa yang tak dikatakannya.
Itu sebabnya, dalam surat-surat Kartini, ungkapan ekspresif silih berganti dengan kalimat yang menjelas-jelaskan. Kehangatan dan keakraban silih berganti dengan rasa berjarak. Stella, yang disebutnya ”pasangan jiwa”, tetap seorang asing.
Dengan kata lain, ke arah Stella, Kartini memakai rias. ”Panggil aku Kartini saja,” tulisnya—sebuah kalimat yang mungkin lebih merupakan cara Kartini untuk memudahkan Stella memahami dan menerima dirinya, seraya memudahkan dirinya sendiri dalam memilih identitas. Apa arti ”Raden Ajeng” bagi seorang Belanda yang pengertiannya tentang aristokrasi berasal dari sejarah Eropa? Apa arti gelar itu bagi seorang gadis Jawa yang tahu dirinya tak 100% berdarah ningrat?
Kepada Stella Kartini mengatakan, ”Ibuku masih sangat terhubung dengan Kerajaan Madura.” Tapi Kartini tahu, dan Stella tidak, bahwa ”Ibu” di sini bukanlah ibunya sendiri, melainkan ibu tirinya, permaisuri Bupati Jepara. Status ibu kandung Kartini, seorang dari kelas bawah, hanyalah selir.
Tapi haruskah semua jelas tentang sebuah aikon? Bahkan sebagai aikon, orang dapat membacanya secara bertentangan. Dalam lagu karya W.R. Supratman itu ia disebut ”pendekar bangsa, pendekar kaumnya”, tapi yang bagi saya menyentuh dalam sosok Kartini justru dirinya yang terbelah: ia menjerit dan sebab itu didengar, ia korban dan sebab itu jadi lambang. Kita tahu akhirnya ia gagal: seorang penentang poligami yang mati muda sebagai seorang madu. Tapi kegagalan itulah yang menunjukkan betapa tak adilnya sistem tempat ia hidup—dan Indonesia pun berteriak, ”Jangan, jangan lagi!”
~Majalah Tempo Edisi. 09/XXXIIIIII/23 – 29 April 2007
April 23, 2007

Cara Menangkal Hipnotis

Bagaimana Caranya Menghindari Penipuan Melalui Ilmu Gendam ?

Berikut ini beberapa tips untuk menghindarikejahatan Hipnotis yang dilakukan melalui ilmu gendam :

1. Jangan membiarkan pikiran kosong ketika berada didaerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkangerbang telepathic terbuka, sehingga pihak lain dapatdengan mudah menyampaikan pesan secara telepathic.
2. Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yangtidak wajar, ada kemungkinan bahwa seseorang yangbermaksud negatif sedang melakukan “telepathicforcing”.

3. Bagi mereka yang memiliki kebiasaan “latah”,sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman.Mereka yang mempunyai kebiasaan “latah” cenderungmemiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa dengan bantuan kejutan (Shock Induction). Hal yangsama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.

4. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada beberapaorang yang tidak dikenal mengerumuni anda untuk suatualasan yang tidak jelas. Sekali lagi jangan mudah panik!
Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbangbawah sadar anda!

5. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorangyang menepuk bahu anda! Usahakan agar pikiran danpanca indera anda tetap aktif ke seluruh lingkungan!
Jangan terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepukanda! Segera berpindahlah ke daerah yang lebih ramai!

6. Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas,dada anda terasa sesak, dan diikuti dengan perut agakmual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah karenamungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam! Segera lakukan “grounding”, yaitu meniatkan membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi) .

7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran anda, agar tetap berada di frekwensi yang mengakibatkan efek Hipnotis tidak dapat bekerja! Antara lain dengan : berdoa dalam hati, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat!

8. Akhirnya, tanamkan terus menerus di dalam dirianda, bahwa Hipnotis tidak akan bekerja bagi mereka yang menolaknya! Hal ini juga berlaku untuk ilmu gendam!

Catatan :
Tips ini disampaikan oleh Ir. Yan Nurindra, seorang pakar Hypnotis yang sangat menguasai metode Western Hypnosis maupun Traditional Hypnosis