Beranda » Uncategorized » SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

OM Swastiastu,

——————————————–

Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.

Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang didaerah Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan iInternasional-nya waktu itu adalah Gresik.

Agama resmi Negara adalah Hindhu aliran Shiwa dan Buddha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama kebesaran dari sebuah Emperor di Jawa. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta. Vilva: Pohon Maja, Tikta : Pahit ). Sehingga, selain Majapahit ( baca : Mojopait) orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta (Wilwotikto).

Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang!

Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. ( Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo = Bangsawan, Marcuet = Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka = Perjaka, Umbaran = Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak = Bangsawan, Jingga = Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri.)

Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, Malahan Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah. Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. (Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana = Mutiara, Wungu = Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar = Pelita, Wulan = Sang Rembulan).

Kondisi Majapahit stabil lagi. Hingga pada tahun 1453 Masehi, tahta Majapahit dipegang oleh Raden Kertabhumi yang lantas terkenal dengan gelar Prabhu Brawijaya ( Bhre Wijaya). Pada jaman pemerintahan beliau inilah, Islamisasi mulai merambah wilayah kekuasaan Majapahit, dimulai dari Malaka. Dan kemudian, mulai masuk menuju ke pusat kerajaan, ke pulau Jawa.

Dan kisahnya adalah sebagai berikut :

Diwilayah Kamboja selatan, dulu terdapat Kerajaan kecil yang masuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Champa namanya. ( Sekarang hanya menjadi perkampungan Champa ). Kerajaan ini berubah menjadi Kerajaan Islam semenjak Raja Champa memeluk agama baru itu. Keputusan ini diambil setelah seorang ulama Islam datang dari Samarqand, Bukhara. ( Sekarang didaerah Rusia Selatan). Ulama ini bernama Syeh Ibrahim As-Samarqand. Selain berpindah agama, Raja Champa bahkan mengambil Syeh Ibrahim As-Samarqand sebagai menantu.

Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati. Dari hasil pernikahan ini, lahirlah dua orang putra, yang sulung bernama Sayyid ‘Ali Murtadlo, dan yang bungsu bernama Sayyid ‘Ali Rahmad. Karena berkebangsaan Champa ( Indo-china ), Sayyid ‘Ali Rahmad juga dikenal dengan nama Bong Swie Hoo. (Nama Champa dari Sayyid ‘Ali Murtadlo, Raja Champa, Dewi Candrawulan dan Dewi Anarawati, saya belum mengetahuinya : Damar Shashangka).

Kerajaan Champa dibawah kekuasaan Kerajaan Besar Majapahit yang berpusat di Jawa. Pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Raden Kertabhumi atau Prabhu Brawijaya semenjak tahun 1453 Masehi. Beliau didampingi oleh adiknya Raden Purwawisesha sebagai Mahapatih. Pada tahun 1466, Raden Purwawisesha mengundurkan diri dari jabatannya, dan sebagai penggantinya diangkatlah Bhre Pandhansalas. Namun dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1468 Masehi, Bhre Pandhansalas juga mengundurkan diri.

Praktis semenjak tahun 1468 Masehi, Prabhu Brawijaya memerintah Majapahit tanpa didampingi oleh seorang Mahapatih. Apakah gerangan dalam masa pemerintahan Prabhu Brawijaya terjadi dua kali pengunduran diri dari seorang Mahapatih? Sebabnya tak lain dan tak bukan karena Prabhu Brawijaya terlalu lunak dengan etnis China dan orang-orang muslim.

Diceritakan, begitu Prabhu Brawijaya naik tahta, Kekaisaran Tiongkok mengirimkan seorang putri China yang sangat cantik sebagai persembahan kepada Prabhu Brawijaya untuk dinikahi. Ini dimaksudkan sebagai tali penyambung kekerabatan dengan Kekaisaran Tiongkok. Putri ini bernama Tan Eng Kian. Sangat cantik. Tiada bercacat. Karena kecantikannya, setelah Prabhu Brawijaya menikahi putri ini, praktis beliau hampi-hampir melupakan istri-istrinya yang lain. (Prabhu Brawijaya banyak memiliki istri, dari berbagai istri beliau, lahirlah tokoh-tokoh besar. Pada kesempatan lain, saya akan menceritakannya : Damar Shashangka).

Ketika putri Tan Eng Kian tengah hamil tua, rombongan dari Kerajaan Champa datang menghadap. Raja Champa sendiri yang datang. Diiringi oleh para pembesar Kerajaan dan ikut juga dalam rombongan, Dewi Anarawati. Raja Champa banyak membawa upeti sebagai tanda takluk. Dan salah satu upeti yang sangat berharga adalah, Dewi Anarawati sendiri.

Melihat kecantikan putri berdarah indo-china ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan begitu Dewi Anarawati telah beliau peristri, Tan Eng Kian, putri China yang tengah hamil tua itu, seakan-akan sudah tidak ada lagi di istana. Perhatian Prabhu Brawijaya kini beralih kepada Dewi Anarawati.

Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta agar Tan Eng Kian disingkirkan dari istana, Prabhu Brawijaya menurutinya. Tan Eng Kian diceraikan. Lantas putri China yang malang ini diserahkan kepada Adipati Palembang Arya Damar untuk diperistri. Adipati Arya Damar sesungguhnya juga peranakan China. Dia adalah putra selir Prabhu Wikramawardhana, Raja Majapahit yang sudah wafat yang memerintah pada tahun 1389-1429 Masehi, dengan seorang putri China pula.

Nama China Adipati Arya Damar adalah Swan Liong. Menerima pemberian seorang janda dari Raja adalah suatu kehormatan besar. Perlu dicatat, Swan Liong adalah China muslim. Dia masuk Islam setelah berinteraksi dengan etnis China di Palembang, keturunan pengikut Laksamana Cheng Ho yang sudah tinggal lebih dahulu di Palembang. Oleh karena itulah, Palembang waktu itu adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Majapahit yang bercorak Islam.

Arya Damar menunggu kelahiran putra yang dikandung Tan Eng Kian sebelum ia menikahinya. Begitu putri China ini selesai melahirkan, dinikahilah dia oleh Arya Damar.

Anak yang lahir dari rahim Tan Eng Kian, hasil dari pernikahannya dengan Prabhu Brawijaya, adalah seorang anak lelaki. Diberi nama Tan Eng Hwat. Karena ayah tirinya muslim, dia juga diberi nama Hassan. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Raden Patah!

Dari hasil perkawinan Arya Damar dengan Tan Eng Kian, lahirlah juga seorang putra. Diberinama Kin Shan. Nama muslimnya adalah Hussein. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Adipati Pecattandha, atau Adipati Terung yang terkenal itu!

Kembali ke Jawa. Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana selanjutnya setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya, Tan Eng Kian. Dewi Anarawati meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha.

Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Namun yang menjadi masalah, siapakah yang akan mengisi jabatan sebagai seorang Guru layaknya padepokan Shiva atau Mahawiku layaknya padepokan Buddha? Pucuk dicinta ulam tiba, Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.

Para Pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah melihat gelagat yang tidak baik. Mereka dengan halus memperingatkan Prabhu Brawijaya, agar selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan penting.

Tak kurang-kurang, Sabdo Palon dan Nayagenggong, punakawan terdekat Prabhu Brawijaya juga sudah memperingatkan agar momongan mereka ini berhati-hati, tidak gegabah. Namun, Prabhu Brawijaya, bagaikan orang mabuk, tak satupun nasehat orang-orang terdekatnya beliau dengarkan.

Perekonomian Majapahit sudah hamper didominasi oleh etnis China semenjak putri Tan Eng Kian di peristri oleh Prabhu Brawijaya, dan memang itulah misi dari Kekaisaran Tiongkok. Kini, dengan masuknya Dewi Anarawati, orang-orang muslim-pun mendepat kesempatan besar. Apalagi, pada waktu itu, banyak juga orang China yang muslim. Semua masukan bagi Prabhu Brawijaya tersebut, tidak satupun yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Para Pejabat daerah mengirimkan surat khusus kepada Sang Prabhu yang isinya mengeluhkan tingkah laku para pendatang baru ini. Namun, tetap saja, ditanggapi acuh tak acuh.

Hingga pada suatu ketika, manakala ada acara rutin tahunan dimana para pejabat daerah harus menghadap ke ibukota Majapahit sebagai tanda kesetiaan, Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker ( Ponorogo sekarang), mempersembahkan tarian khusus buat Sang Prabhu. Tarian ini masih baru. Belum pernah ditampilkan dimanapun. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piranti tari bernama Dhadhak Merak. Yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak diatasnya. Dhadhak Merak ini dimainkan oleh satu orang pemain, dengan diiringi oleh para prajurid yang bertingkah polah seperti banci. ( Sekarang dimainkan oleh wanita tulen). Ditambah satu tokoh yang bernama Pujangganom dan satu orang Jathilan. Sang Pujangganom tampak menari-nari acuh tak acuh, sedangkan Jathilan, melompat-lompat seperti orang gila.

Sang Prabhu takjub melihat tarian baru ini. Manakala beliau menanyakan makna dari suguhan tarian tersebut, Ki Ageng Kutu, Adipati dari Wengker yang terkenal berani itu, tanpa sungkan-sungkan lagi menjelaskan, bahwa Dhadhak Merak adalah symbol dari Kerajaan Majapahit sendiri. Kepala Harimau adalah symbol dari Sang Prabhu. Bulu-bulu merak yang indah adalah symbol permaisuri sang Prabhu yang terkenal sangat cantik, yaitu Dewi Anarawati. Pasukan banci adalah pasukan Majapahit. Pujangganom adalah symbol dari Pejabat teras, dan Jathilan adalah symbol dari Pejabat daerah.

Arti sesungguhnya adalah, Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung Merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya dibawah selangkangan sang burung Merak. Para Prajurid Majapahit sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci, sangat memalukan! Para pejabat teras acuh tak acuh dan pejabat daerah dibuat kebingungan menghadapi invasi halus, imperialisasi halus yang kini tengah terjadi. Dan terang-terangan Ki Ageng Kutu memperingatkan agar Prabhu Brawijaya berhati-hati dengan orang-orang Islam!

Kesenian sindiran ini kemudian hari dikenal dengan nama REOG PONOROGO!

Mendengar kelancangan Ki Ageng Kutu, Prabhu Brawijaya murka! Dan Ki Ageng Kutu, bersama para pengikutnya segera meninggalkan Majapahit. Sesampainya di Wengker, beliau mamaklumatkan perang dengan Majapahit!

Prabhu Brawijaya mengutus putra selirnya, Raden Bathara Katong untuk memimpin pasukan Majapahit, menggempur Kadipaten Wengker! (Akan saya ceritakan pada bagian kedua : Damar Shashangka).

Prabhu Brawijaya, menjanjikan daerah ‘perdikan’. Daerah perdikan adalah daerah otonom. Beliau menjanjikannya kepada Dewi Anarawati. Dan Dewi Anarawati meminta daerah Ampeldhenta ( didaerah Surabaya sekarang ) agar dijadikan daerah otonom bagi orang-orang Islam. Dan disana, rencananya akan dibangun sebuah Ashrama besar, pusat pendidikan bagi kaum muslim.

Begitu Prabhu Brawijaya menyetujui hal ini, maka Dewi Anarawati, atas nama Negara, mengirim utusan ke Champa. Meminta kesediaan Syeh Ibrahim As-Samarqand untuk tinggal di Majapahit dan menjadi Guru dari Padepokan yang hendak dibangun.

Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad.

Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.

Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha (Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.: Damar Shashangka).

Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.

Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan.

Bahkan, Sayyid ‘Ali Rahmad dan Sayyid ‘Ali Murtadlo mendapat gelar kebangsawanan Majapahit, yaitu Rahadyan atau Raden. Jadilah mereka dikenal dengan nama Raden Rahmad dan Raden Murtolo ( Orang Jawa tidak bisa mengucapkan huruf ‘dlo’. Huruf ‘dlo’ berubah menjadi ‘lo’. Seperti Ridlo, jadi Rilo, Ramadlan jadi Ramelan, Riyadloh jadi Riyalat, dll). Namun lama kelamaan, Raden Murtolo dikenal dengan nama Raden Santri, makamnya juga ada di Gresik sekarang.

Raden Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Raden Santri, mengembara ke Bima, menyebarkan Islam disana, hingga ketika sudah tua, ia kembali ke Jawa dan meniggal di Gresik.

Para pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah memperingatkan Prabhu Brawijaya. Sebab sudah terdengar kabar dimana-mana, kaum baru ini adalah kaum missioner. Kaum yang punya misi tertentu. Malaka sudah berubah menjadi Kadipaten Islam, Pasai juga, Palembang juga, dan kini gerakan itu sudah semakin dekat dengan pusat kerajaan.

Semua telah memperingatkan Sang Prabhu. Tak ketinggalan pula Sabdo Palon dan Naya Genggong. Namun, bagaikan berlalunya angin, Prabhu Brawijaya tetap tidak mendengarkannya.Raja Majapahit yang ditakuti ini, kini bagaikan harimau yang takluk dibawah kangkangan burung Merak, Dewi Anarawati.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Ki Ageng Kutu dari Wengker dulu.

R U N T U H N Y A   M A J A P A H I T

Berdirinya Giri Kedhaton

Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara.

Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, Dewi Sekardhadhu, jatuh sakit. Ditengah wabah yang melanda, datanglah seorang ulama dari Samudera Pasai ( Aceh sekarang ), yang masih berkerabat dekat dengan Syeh Ibrahim As-Samarqand, bernama Syeh Maulana Ishaq. Dia ahli pengobatan. Mendengar Sang Adipati mengadakan sayembara, dia serta merta mengikutinya. Dan berkat keahlian pengobatan yang dia dapat dari Champa, sang putri berangsur-angsur sembuh.

Adipati Menak Sembuyu menepati janji. Sesuai isi sayembara, barangsiapa yang mampu menyembuhkan sang putri, jika lelaki akan dinikahkan jika perempuan akan diangkat sebagai saudara, maka, Syeh Maulana Ishaq dinikahkan dengan Dewi Sekardhadhu.

Namun pada perjalanan waktu selanjutnya, ketegangan mulai timbul. Ini disebabkan, Syeh Maulana Ishaq, mengajak Adipati beserta seluruh keluarga untuk memeluk agama Islam.

Ketegangan ini lama-lama berbuntut pengusiran Syeh Maulana Ishaq dari Blambangan. Perceraian terjadi. Dan waktu itu, Dewi Sekardhadhu tengah hamil tua. Keputusan untuk menceraikan Dewi Sekardhadhu dengan Syeh Maulana Ishaq ini diambil oleh Sang Adipati karena melihat stabilitas Kadipaten Blambangan yang semula tenang, lama-lama terpecah menjadi dua kubu. Kubu yang mengidolakan Syeh Maulana Ishaq dan kubu yang tetap menolak infiltrasi asing ke wilayah mereka. Kubu pertama tertarik pada ajaran Islam, sedangkan kubu kedua tetap tidak menyetujui masuknya Islam karena terlalu diskriminatif menurut mereka. Antar kerabat jadi terpecah belah, saling curiga dan tegang. Ini yang tidak mereka sukai.

Sepeninggal Syeh Maulana Ishaq, ternyata masalah belum usai. Kubu yang pro ulama Pasai ini, kini menantikan kelahiran putra sang Syeh yang tengah dikandung Dewi Sekardhadhu. Sosok Syeh Maulana Ishaq, kini menjadi laten bagi stabilitas Blambangan. Mendapati situasi ketegangan belum juga bisa diredakan, maka mau tak mau, Adipati Blambangan, dengan sangat terpaksa, memberikan anak Syeh Maulana Ishaq, cucunya sendiri kepada saudagar muslim dari Gresik. Anak itu terlahir laki-laki.

Dalam cerita rakyat dari sumber Islam, konon dikisahkan anak itu dilarung ketengah laut (meniru cerita Nabi Musa) dengan menggunakan peti. Konon ada saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar. Kapal dagangnya tiba-tiba tidak bisa bergerak karena menabrak peti itu. Dan peti itu akhirnya dibawa naik ke geladak oleh anak buah sang saudagar. Isinya ternyata seorang bayi.

Sesungguhnya itu hanya cerita kiasan. Yang terjadi, saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar di Blambangan diperintahkan untuk menghadap ke Kadipaten menjelang mereka hendak balik ke Gresik. Inilah maksudnya kapal tidak bisa bergerak. Para saudagar bertanya-tanya, ada kesalahan apa yang mereka buat sehingga mereka disuruh menghadap ke Kadipaten? Ternyata, di Kadipaten, Adipati Menak Sembuyu, dengan diam-diam telah mengatur pertemuan itu. Sang Adipati memberikan seorang anak bayi, cucunya sendiri, yang lahir dari ayah seorang muslim. Anak itu dititipkan kepada para saudagar anak buah saudagar kaya di Gresik yang bernama Nyi Ageng Pinatih, yang seorang muslim. Adipati Menak Sembuyu tahu telah menitipkan cucunya kepada siapa. Beliau yakin, cucunya akan aman bersama Nyi Ageng Pinatih. Hanya dengan jalan inilah, Blambangan dapat kembali tenang.

Putra Syeh Maulana Ishaq ini, lahir pada tahun 1452 Masehi.

Sekembalinya dari Blambangan, para saudagar ini menghadap kepada majikan mereka, Nyi Ageng Pinatih sembari memberikan oleh-oleh yang sangat berharga. Seorang anak bayi keturunan bangsawan Blambangan. Bahkan dia adalah putra Syeh Maulana Ishaq, sosok yang disegani oleh orang-orang muslim. Nyi Ageng Pinatih tidak berani menolak sebuah anugerah itu. Diambillah bayi itu, dianggap anak sendiri. Karena bayi itu hadir seiring kapal selesai berlayar dari samudera, maka bayi itu dinamakan Jaka Samudera oleh Nyi Ageng Pinatih.

Jaka Samudera dibawa menghadap ke Ampeldhenta menjelang usia tujuh tahun. Dia tinggal disana. Belajar agama dari Sunan Ampel.

Sunan Ampel yang tahu siapa Jaka Samudera yang sebenarnya dari Nyi Ageng Pinatih, maka sosok anak ini sangat dia perhatikan dan diistimewakan. Sunan Ampel menganggapnya anak sendiri.

Sunan Ampel, dari hasil perkawinannya dengan kakak kandung Adipati Tuban Arya Teja, memiliki delapan putra dan putri. Yang penting untuk diketahui adalah Makdum Ibrahim ( Nama Champa-nya : Bong- Ang : kelak terkenal dengan sebutan Sunan Benang. Lama-lama pengucapannya berubah menjadi Sunan Bonang). Yang kedua Abdul Qasim, terkenal kemudian dengan nama Sunan Derajat. Yang ketiga Maulana Ahmad, yang terkenal dengan nama Sunan Lamongan, yang keempat bernama Siti Murtasi’ah, kelak dijodohkan dengan Jaka Samudera, yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton (Sunan Giri), yang kelima putri bernama Siti Asyiqah, kelak dijodohkan dengan Raden Patah ( Tan Eng Hwat ), putra Tan Eng Kian, janda Prabhu Brawijaya yang ada di Palembang itu.

Kekuatan Islam dibangun melalui tali pernikahan. Jaka Samudera, diberi nama lain oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Paku. Kelak dia dikenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton. Dia adalah santri senior. Sunan Ampel bahkan telah mencalonkan, mengkaderkan dia sebagai penggantinya kelak bila sudah meninggal.

Sunan Giri sangat radikal dalam pemahaman keagamannya. Setamat berguru dari Ampeldhenta, dia pulang ke Gresik. Di Gresik, dia menyatukan komunitas muslim disana. Dia mendirikan Pesantren. Terkenal dengan nama Pesantren Giri.

Namun dalam perkembangannya, Pesantren Giri memaklumatkan lepas dari kekuasaan Majapahit yang dia pandang Negara kafir. Pesantren Giri berubah menjadi pusat pemerintahan. Maka dikenal dengan nama Giri Kedhaton ( Kerajaan Giri ). Sunan Giri, mengangkat dirinya sebagi khalifah Islam dengan gelar Prabhu Satmata ( Penguasa Bermata Enam. Gelar sindiran kepada Deva Shiva yang cuma bermata tiga ).

Mendengar Gresik melepaskan diri dari pusat kekuasan, Prabhu Brawijaya, sebagai Raja Diraja Nusantara yang sah, segera mengirimkan pasukan tempur untuk menjebol Giri Kedhaton. Darah tertumpah. Darah mengalir. Dan akhirnya, Giri Kedhaton bisa ditaklukkan. Kekhalifahan Islam bertama itu tidak berumur lama. Namun kelak, setelah Majapahit hancur oleh serangan Demak Bintara, Giri Kedhaton eksis lagi mulai tahun 1487 Masehi. (Sembilan tahun setelah Majapahit hancur pada tahun 1478 Masehi).

Dari sumber Islam, banyak cerita yang memojokkan pasukan Majapahit. Konon Sunan Giri berhasil mengusir pasukan Majapahit hanya dengan melemparkan sebuah kalam atau penanya. Kalam miliknya ini katanya berubah menjadi lebah-lebah yang menyengat. Sehingga membuat puyeng atau munyeng para prajurid Majapahit. Maka dikatakan, ‘kalam’ yang bisa membuat ‘munyeng’ inilah senjata andalan Sunan Giri. Maka dikenal dengan nama ‘Kalamunyeng’. Sesungguhnya, ini hanya kiasan belaka. Sunan Giri, melalui tulisan-tulisannya yang mengobarkan semangat ke-Islam-an, mampu mengadakan pemberontakan yang sempat ‘memusingkan’ Majapahit.

Namun, karena Sunan Ampel meminta pengampunan kepada Prabhu Brawijaya, Sunan Giri tidak mendapat hukuman. Tapi gerak-geriknya, selalu diawasi oleh Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit. Inilah kelemahan Prabhu Brawijaya. Terlalu meremehkan bara api kecil yang sebenarnya bisa membahayakan.

Sabdo Palon dan Naya Genggong sudah mengingatkan agar seorang yang bersalah harus mendapatkan sangsi hukuman. Karena itulah kewajiban yang merupakan sebuah janji seorang Raja. Salah satu kewajiban menjalankan janji suci sebagai AGNI atau API, yang harus mengadili siapa saja yang bersalah. Janji ini adalah satu bagian integral dari tujuh janji yang lain, yaitu ANGKASHA (Ruang), Raja harus memberikan ruang untuk mendengarkan suara rakyatnya, VAYU (Angin), Raja harus mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan kepada rakyatnya bagai angin, AGNI (Api), Raja harus memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada yang bersalah tanpa pandang bulu bagai api yang membakar, TIRTA (Air), Raja harus mampu menumbuhkan kesejahteraan perekonomian bagi rakyatnya bagaikan air yang mampu menumbuhkan biji-bijian, PRTIVI (Tanah), Raja harus mampu memberikan tempat yang aman bagi rakyatnya, menampung semuanya, tanpa ada diskriminasi, bagaikan tanah yang mau menampung semua manusia, SURYA (Matahari), Raja harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu seperti Matahari yang memberikan kehidupan kepada mayapada, CHANDRA (Bulan ), Raja harus mampu mengangkat rakyatnya dari keterbelakangan, dari kebodohan, dari kegelapan, bagaikan sang rembulan yang menyinari kegelapan dimalam hari, dan yang terakhir adalah KARTIKA (Bintang), Raja harus mampu memberikan aturan-aturan hukum yang jelas, kepastian hukum bagi rakyat demi kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan, bagaikan bintang gemintang yang mampu menunjukkan arah mata angin dengan pasti dikala malam menjalang. Inilah DELAPAN JANJI RAJA yang disebut ASTHAVRATA (Astobroto ; Jawa ). Dan menurut Sabdo Palon dan Naya Genggong, Prabhu Brawijaya telah lalai menjalankan janji sucinya sebagai AGNI.

Mendapati kondisi memanas seperti itu, Sunan Ampel mengeluarkan sebuah fatwa, Haram hukumnya menyerang Majapahit, karena bagaimanapun juga Prabhu Brawijaya adalah Imam yang wajib dipatuhi. Setelah keluar fatwa dari pemimpin Islam se-Jawa, konflik mulai mereda.

Namun bagaimanapun juga, dikalangan orang-orang Islam diam-diam terbagi menjadi dua kubu. Yaitu kubu yang mencita-citakan berdirinya Kekhalifahan Islam Jawa, dan kubu yang tidak menginginkan berdirinya Kekhalifahan itu. Kubu kedua ini berpendapat, dalam naungan Kerajaan Majapahit, yang notabene Shiva Buddha, ummat Islam diberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadah agamanya. Bahkan, syari’at Islam pun boleh dijalankan didaerah-daerah tertentu.

Kubu pertama dipelopori oleh Sunan Giri, sedangkan kubu kedua dipelopori oleh Sunan Kalijaga, putra Adipati Tuban Arya Teja, keponakan Sunan Ampel. Kubu Sunan Giri mengklaim, bahwa golongan mereka memeluk Islam secara kaffah, secara bulat-bulat, maka pantas disebut PUTIHAN (Kaum Putih). Dan mereka menyebut kubu yang dipimpin Sunan Kalijaga sebagai ABANGAN (Kaum Merah).

Bibit perpecahan didalam orang-orang Islam sendiri mulai muncul. Hal ini hanya bagaikan api dalam sekam ketika Sunan Ampel masih hidup. Kelak, ketika Majapahit berhasil dijebol oleh para militant Islam dan ketika Sunan Ampel sudah wafat, kedua kubu ini terlibat pertikaian frontal yang berdarah-darah ( Yang paling parah dan memakan banyak korban, sampai-sampai para investor dari Portugis melarikan diri ke Malaka dan menceritakan di Jawa tengah terjadi situasi chaos dan anarkhis yang mengerikan, adalah pertikaian antara Arya Penangsang, santri Sunan Kudus, penguasa Jipang Panolan dari kubu Putihan dengan Jaka Tingkir atau Mas Karebet, santri dari Sunan Kalijaga, penguasa Pajang dari kubu Abangan. Nanti akan saya ceritakan : Damar Shashangka ).

Berdirinya Ponorogo.

Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, sebenarnya masih keturunan bangsawan Majapahit. Beliau masih keturunan Raden Kudha Merta, ksatria dari Pajajaran yang melarikan diri bersama Raden Cakradhara. Raden Kudha Merta berhasil menikah dengan Shri Gitarja, putri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Sedangkan Raden Cakradhara berhasil menikahi Tribhuwanatunggadewi, kakak kandung Shri Gitarja.

Dari perkawinan antara Raden Cakradhara dengan Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Prabhu Hayam Wuruk yang terkenal itu. Sedangkan Raden Kudha Merta, menjadi penguasa daerah Wengker, yang sekarang dikenal dengan nama Ponorogo.

Ki Ageng Kutu adalah keturunan dari Raden Kudha Merta dan Shri Gitarja.

Melihat Majapahit, dibawah pemerintahan Prabhu Brawijaya bagaikan harimau yang kehilangan taringnya, Ki Ageng Kutu, memaklumatkan perang dengan Majapahit.

Prabhu Brawijaya atau Prabhu Kertabhumi menjawab tantangan Ki Ageng Kutu dengan mengirimkan sejumlah pasukan tempur Majapahit dibawah pimpinan Raden Bathara Katong, putra selir beliau.

Peperangan terjadi. Pasukan Majapahit terpukul mundur. Hal ini disebabkan, banyak para prajurid Majapahit yang membelot dari kesatuannya dan memperkuat barisan Wengker. Pasukan yang dipimpin Raden Bathara Katong kocar-kacir.

Raden Bathara Katong yang merasa malu karena telah gagal menjalankan tugas Negara, konon tidak mau pulang ke Majapahit. Dia bertekad, bagaimanapun juga, Wengker harus ditundukkan. Inilah sikap seorang Ksatria sejati.

Ada seorang ulama Islam yang tinggal di Wengker yang mengamati gejolak politik itu. Dia bernama Ki Ageng Mirah. Situasi yang tak menentu seperti itu, dimanfaatkan olehnya. Dia mendengar Raden Bathara Katong tidak pulang ke Majapahit, dia berusaha mencari kebenaran berita itu. Dan usahanya menuai hasil. Dia berhasil menemukan tempat persembunyian Raden Bathara Katong.

Dia menawarkan diri bisa memberikan solusi untuk menundukkan Wengker karena dia sudah lama tinggal disana. Raden Bathara Katong tertarik. Namun diam-diam, Ki Ageng Mirah, menanamkan doktrin ke-Islam-an dibenak Raden Bathara Katong. Jika ini berhasil, setidaknya peng-Islam-an Wengker akan semakin mudah, karena Raden Bathara Katong mempunyai akses langsung dengan militer Majapahit. Jika-pun tidak berhasil membuat Raden Bathara Katong memeluk Islam, setidaknya, kelak dia tidak akan melupakan jasanya telah membantu memberitahukan titik kelemahan Wengker. Dan bila itu terjadi, Ki Ageng Mirah pasti akan menduduki kedudukan yang mempunyai akses luas menyebarkan Islam di Wengker.

Dan ternyata, Raden Bathara Katong tertarik dengan agama baru itu.

Selanjutnya, Ki Ageng Mirah mengatur rencana. Raden Bathara Katong harus pura-pura meminta suaka politik di Wengker. Raden Bathara Katong harus mengatakan untuk memohon perlindungan kepada Ki Ageng Kutu. Dia harus pura-pura membelot dari pihak Majapahit.

Ki Ageng Kutu pasti akan menerima pengabdian Raden Bathara Katong. Ki Ageng Kutu pasti akan senang melihat Raden Bathara Katong telah membelot dan kini berada di fihaknya. Manakala rencana itu sudah berhasil, Raden Bathara Katong harus mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, putri sulung Ki Ageng Kutu sebagai istri. Mengingat status Raden Bathara Katong sebagai seorang putra Raja Majapahit, lamaran itu pasti akan disambut gembira oleh Ki Ageng Kutu..

Dan bila semua rencana berjalan mulus, Raden Bathara Katong harus mampu menebarkan pengaruhnya kepada kerabat Wengker. Dia harus jeli dan teliti mengamati titik kelemahan Wengker. Ni Ken Gendhini, putri Ki Ageng Kutu bisa dimanfaatkan untuk tujuan itu.

Bila semua sudah mulus berjalan, dan bila waktunya sudah tepat, maka Raden Bathara Katong harus sesegera mungkin mengirimkan utusan ke Majapahit untuk meminta pasukan tempur tambahan.

Bila semua berjalan lancar, Wengker pasti jatuh!

Raden Bathara Katong melaksanakan semua rencana yang disusun Ki Ageng Mirah. Dan atas kelihaian Raden Bathara Katong, semua berjalan lancar.

Ki Ageng Kutu, yang merasa masih mempunyai hubungan kekerabatan jauh dengan Raden Bathara Katong, dengan suka rela berkenan memberikan suaka politik kepadanya. Ditambah, ketika Raden Bathara Katong mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, Ki Ageng Kutu serta merta menyetujuinya.

Rencana bergulir. Umpan sudah dimakan. Tinggal menunggu waktu.

Ni Ken Gendhini mempunyai dua orang adik laki-laki, Sura Menggala dan Sura Handaka. (Sura Menggala = baca Suromenggolo, sampai sekarang menjadi tokoh kebanggaan masyarakat Ponorogo. Dikenal dengan nama Warok Suromenggolo : Damar Shashangka).

Ni Ken Gendhini dan Sura Menggala berhasil masuk pengaruh Raden Bathara Katong, sedangkan Sura Handaka tidak.

Raden Bathara Katong berhasil mengungkap segala seluk-beluk kelemahan Wengker dari Ni Ken Gendhini. Inilah yang diceritakan secara simbolik dengan dicurinya Keris Pusaka Ki Ageng Kutu, yang bernama Keris Kyai Condhong Rawe oleh Ni Ken Gendhini dan kemudian diserahkan kepada Raden Bathara Katong.

Condhong Rawe hanya metafora. Condhong berarti Melintang (Vertikal) dan Rawe berarti Tegak (Horisontal). Arti sesungguhnya adalah, kekuatan yang tegak dan melintang dari seluruh pasukan Wengker, telah berhasil diketahui secara cermat oleh Raden Bathara Katong atas bantuan Ni Ken Gendhini. Struktur kekuatan militer ini sudah bisa dibaca dan diketahui semuanya.

Dan manakala waktu sudah dirasa tepat, dengan diam-diam, dikirimkannya utusan kepada Ki Ageng Mirah. Utusan ini menyuruh Ki Ageng Mirah, atas nama Raden Bathara Katong, memohon tambahan pasukan tempur ke Majapahit.

Mendapati kabar Raden Bathara Katong masih hidup, Prabhu Brawijaya segera memenuhi permintaan pengiriman pasukan baru.

Majapahit dan Wengker diadu! Majapahit dan Wengker tidak menyadari, ada pihak ketiga bermain disana! Ironis sekali.

Peperangan kembali pecah. Ki Ageng Kutu yang benar-benar merasa kecolongan, dengan marah mengamuk dimedan laga bagai bantheng ketaton, bagai banteng yang terluka. Demi Dharma, dia rela menumpahkan darahnya diatas bumi pertiwi. Walau harus lebur menjadi abu, Ki Ageng Kutu, beserta segenap pasukan Wengker, maju terus pantang mundur!

Namun bagaimanapun, seluruh struktur kekuatan Wengker telah diketahui oleh Raden Bathara Katong. Pasukan Wengker, yang terkenal dengan nama Pasukan Warok itu terdesak hebat! Namun, Ki Ageng Kutu beserta seluruh pasukannya telah siap untuk mati. Siap mati habis-habisan! Siap menumpahkan darahnya diatas hamparan pangkuan ibu pertiwi! Dengan gagh berani, pasukan ksatria ini terus merangsak maju, melawan pasukan Majapahit.

Banyak kepala pasukan Majapahit yang menangis melihat mereka harus bertempur dengan saudara sendiri. Banyak yang meneteskan air mata, melihat mayat-mayat prajurid Wengker bergelimpangan bermandikan darah. Dan pada akhirnya, Wengker berhasil dijebol. Wengker berhasil dihancurkan!

Darah menetes! Darah membasahi ibu pertiwi. Darah harum para ksatria sejati yang benar-benar tulus menegakkan Dharma! Alam telah mencatatnya! Alam telah merekamnya!

Kabar kemenangan itu sampai di Majapahit. Namun, Prabhu Brawijaya berkabung mendengar kegagahan pasukan Wengker. Mendengar kegagahan Ki Ageng Kutu. Seluruh Pejabat Majapahit berkabung. Sabdo Palon dan Naya Genggong berkabung. Kabar kemenangan itu membuat Majapahit bersedih, bukannya bersuka cita.

Para pejabat Majapahit menagis sedih melihat sesama saudara harus saling menumpahkan darah karena campur tangan pihak ketiga, karena disebabkan adanya pihak ketiga. Ki Ageng Kutu adalah seorang Ksatria yang gagah berani. Ki Ageng Kutu adalah salah satu sendi kekuatan militer Majapahit. Kini, Ki Ageng Kutu harus gugur ditangan pasukan Majapahit sendiri. Betapa tidak memilukan!

Kadipaten Wengker kini dikuasai oleh Raden Bathara Katong. Surat pengukuhan telah diterima dari pusat. Dan Wengker lantas dirubah namanya menjadi Kadipaten Ponorogo. Wengker yang Shiva Buddha, kini telah berhasil menjadi Kadipaten Islam.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Kubu Abangan

Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam.

Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Teja. Adipati Arya Teja adalah keturunan Senopati Agung Majapahit masa lampau, Adipati Arya Ranggalawe yang berhasil memimpin pasukan Majapahit mengalahkan pasukan Tiongkok Mongolia yang hendak menguasai Jawa ( Adipati Arya Ranggalawe adalah salah satu tangan kanan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.)

Adipati Arya Teja berhasil di Islamkan oleh Sunan Ampel. Bahkan kakak kandung beliau dinikahi Sunan Ampel. Dari pernikahan Sunan Ampel dengan kakak kandung Adipati Arya Teja, lahirlah Sunan Bonang, Sunan Derajat, Sunan Lamongan, dan lima putri yang lain (seperti yang telah saya tulis pada bagian pertama : Damar Shashangka).

Para pengikut Sunan Giri yang tidak sepaham dengan para pengikut Sunan Kalijaga, sering terlibat konflik-konflik terselubung. Di pihak Sunan Giri, banyak ulama yang bergabung, seperti Sunan Derajat, Sunan Lamongan, Sunan Majagung ( sekarang dikenal dengan Sunan Bejagung), Sunan Ngundung dan putranya Sunan Kudus, dll.

Dipihak Sunan Kalijaga, ada Sunan Murya (sekarang dikenal dengan nama Sunan Muria), Syeh Jangkung, Syeh Siti Jenar, dll.

Khusus mengenai Syeh Siti Jenar atau juga disebut Sunan Kajenar, beliau adalah ulama murni yang menekuni spiritualitas. Beliau sangat-sangat tidak menyetujui gerakan kaum Putih yang merencanakan berdirinya Negara Islam Jawa.

Pertikaian ini mencapai puncaknya ketika Syeh Siti Jenar, menyatakan keluar dari Dewan Wali Sangha. Syeh Siti Jenar menyatakan terpisah dari Majelis Ulama Jawa itu. Beliau tidak mengakui lagi Sunan Ampel sebagai seorang Mufti.

Didaerah Cirebon, Syeh Siti Jenar banyak memiliki pengikut.

Manakala menjelang awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat dan kedudukan Mufti digantikan oleh Sunan Giri, keberadaan Syeh Siti Jenar dianggap sangat membahayakan Islam.

Semua dinamika ini, terus diamati oleh intelejen Majapahit. Gerakan-gerakan militansi Islam mulai merebak dipesisir utara Jawa. Mulai Gresik, Tuban, Demak, Cirebon dan Banten. Para pejabat daerah telah mengirimkan laporan kepada Prabhu Brawijaya. Tapi Prabhu Brawijaya tetap yakin, semua masih dibawah kontrol beliau.

Keturunan di Pengging

Pernikahan Dewi Anarawati dengan Prabhu Brawijaya semakin dikukuhkan dengan diangkatnya putri Champa ini sebagai permaisuri. Keputusan yang sangat luar biasa ini menuai protes. Kesuksesan besar bagi Dewi Anarawati membuat para pejabat Majapahit resah. Bisa dilihat jelas disini, bila kelak Prabhu Brawijaya wafat, maka yang akan menggantikannya sudah pasti putra dari seorang permaisuri. Dan sang permaisuri beragama Islam. Dapat dipastikan, Majapahit akan berubah menjadi Negara Islam.

Dari luar Istana, Sunan Giri menyusun strategi memperkuat barisan militansi Islam. Dari dalam Istana, Dewi Anarawati mempersiapkan rencana yang brilian. Jika Sunan Giri gagal merebut Majapahit dengan cara pemberontakan, dari dalam istana, Majapahit sudah pasti bisa dikuasai oleh Dewi Anarawati. Bila rencana pertama gagal, rencana kedua masih bisa berjalan.

Tapi ternyata, apa yang diharapkan Dewi Anarawati menuai hambatan. Dari hasil perkawinannya dengan Prabhu Brawijaya, lahirlah tiga orang anak. Yang sulung seorang putri, dinikahkan dengan Adipati Handayaningrat IV, penguasa Kadipaten Pengging ( sekitar daerah Solo, Jawa Tengah sekarang), putra kedua bernama Raden Lembu Peteng, berkuasa di Madura, dan yang ketiga Raden Gugur, masih kecil dan tinggal di Istana. (Kelak, Raden Gugur inilah yang terkenal dengan julukan Sunan Lawu, dipercaya sebagai penguasa mistik Gunung Lawu, yang terletak didaerah Magetan, hingga sekarang : Damar Shashangka).

Hambatan yang dituai Dewi Anarawati adalah, putri sulungnya tidak tertarik memeluk Islam, begitu juga dengan Raden Gugur. Hanya Raden Lembu Peteng yang mau memeluk Islam.

Dari pernikahan putri sulung Dewi Anarawati dengan Adipati Handayaningrat IV, lahirlah dua orang putra, Kebo Kanigara dan Kebo Kenanga. Keduanya juga tidak tertarik memeluk Islam. Si sulung bahkan pergi meninggalkan kemewahan Kadipaten dan menjadi seorang pertapa di Gunung Merapi ( didaerah Jogjakarta sekarang). Sampai sekarang, petilasan bekas pertapaan beliau masih ada dan berubah menjadi sebuah makam yang seringkali diziarahi.

Otomatis, yang kelak menggantikan Adipati Handayaningrat IV sebagai Adipati Pengging, bahkan juga jika Prabhu Brawijaya mangkat, tak lain adalah adik Kebo Kanigara, yaitu Kebo Kenanga. Kelak, dia akan mendapat limpahan tahta Pengging maupun Majapahit! Inilah pewaris sah tahta Majapahit.

Kebo Kenanga lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Pengging.

Ki Ageng Pengging sangat akrab dengan Syeh Siti Jenar. Keduanya, yang satu beragama Shiva Buddha dan yang satu beragama Islam, sama-sama tertarik mendalami spiritual murni. Mereka berdua seringkali berdiskusi tentang ‘Kebenaran Sejati’. Dan hasilnya, tidak ada perbedaan diantara Shiva Buddha dan Islam.

Namun kedekatan mereka ini disalah artikan oleh ulama-ulama radikal yang masih melihat kulit, masih melihat perbedaan. Syeh Siti Jenar dituduh mendekati Ki Ageng Pengging untuk mencari dukungan kekuatan. Dan konyolnya, Ki Ageng Pengging dikatakan sebagai murid Syeh Siti Jenar yang hendak melakukan pemberontakan ke Demak Bintara. Padahal Ki Ageng Pengging tidak tertarik dengan tahta. Walaupun sesungguhnya, memang benar bahwa beliau lah yang lebih berhak menjadi Raja Majapahit kelak ketika Majapahit berhasil dihancurkan oleh Raden Patah Dan juga, Ki Ageng Pengging bukanlah seorang muslim. Beliau dengan Syeh Siti Jenar hanyalah seorang ‘sahabat spiritual’. Hubungan seperti ini, tidak akan bisa dimengerti oleh mereka yang berpandangan dangkal. Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar adalah seorang spiritualis sejati. Kelak, setalah Majapahit berhasil dihancurkan para militant Islam, dua orang sahabat ini menjadi target utama untuk dimusnahkan. Baik Syeh Siti Jenar maupun Ki Ageng Pengging gugur karena korban kepicikan.

Dan, nama Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar dibuat hitam. Sampai sekarang, nama keduanya masih terus dihakimi sebagai dua orang yang sesat dikalangan Islam. Namun bagaimanapun juga, keharuman nama keduanya tetap terjaga dikisi-kisi hati tersembunyi masyarakat Jawa, walaupun tidak ada yang berani menyatakan kekagumannya secara terang-terangan. Ironis.

Dari Ki Ageng Pengging inilah, lahir seorang tokoh terkenal di Jawa. Yaitu Mas Karebat atau Jaka Tngkir. Dan kelak menjadi Sultan Pajang setelah Demak hancur dengan gelar Sultan Adiwijaya.

Keturunan di Tarub

Dikisahkan secara vulgar, suatu ketika Prabhu Brawijaya terserang penyakit Rajasinga atau syphilis. Para Tabib Istana sudah bekerja keras berusaha menyembuhkan beliau, tapi penyakit beliau tetap membandel.

Atas inisiatif beliau sendiri, setiap malam beliau tidur diarel Pura Keraton. Memohon kepada Mahadewa agar diberi kesembuhan. Dan konon, setelah beberapa malam beliau memohon, suatu malam, beliau mendapat petunjuk sangat jelas.

Dalam keheningan meditasinya, lamat-lamat beliau ‘mendengar’ suara.

“Jika engkau ingin sembuh, nikahilah seorang pelayan wanita berdarah Wandhan. Dan, inilah kali terakhir engkau boleh menikah lagi.”

Mendapat ‘wisik’ yang sangat jelas seperti itu, Prabhu Brawijaya termangu-mangu. Dan beliau teringat, di Istana ada beberapa pelayan Istana yang berasal dari daerah Wandhan (Bandha Niera, didaerah Sulawesi).

Keesokan harinya, beliau memanggil para pelayan istana dari daerah Wandhan. Beliau memilih yang paling cantik. Ada seorang pelayan dari Wandhan, bernama Dewi Bondrit Cemara, sangat cantik. Diambillah dia sebagai istri selir. Dikemudian hari, Dewi Bondrit Cemara dikenal dengan nama Dewi Wandhan Kuning.

Begitu menikahi Dewi Wandhan Kuning, dan setelah melakukan senggama beberapa kali, penyakit Sang Prabhu berangsur-angsur sembuh.

Namun Sang Prabhu merasa perkawinannya dengan Dewi Wandhan Kuning harus dirahasiakan. Karena apabila kabar ini terdengar sampai ke daerah Wandhan, pasti para bangsawan Sulawesi merasa terhina oleh sebab Sang Prabhu bukannya mengambil salah seorang putri bangsawan Wandhan, tapi malah mengambil seorang pelayan.

Dewi Wandhan Kuning mengandung, hingga akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki, putra ini lantas dititipkan kepada Kepala Urusan Sawah Istana, Ki Juru Tani. ( Waktu itu, Istana memiliki areal pesawahan khusus yang hasilnya untuk dikonsumsi oleh seluruh kerabat Istana.)

Anak ini diberi nama Raden Bondhan Kejawen (Bondhan perubahan dari kata Wandhan. Kejawen berarti yang telah berdarah Jawa).

Raden Bondhan Kejawen dibesarkan oleh Ki Juru Tani. Dan manakala sudah berangsur dewasa, atas perintah Sang Prabhu, Raden Bondhan Kejawen dikirimkan kepada Ki Ageng Tarub, seorang Pandhita Shiva yang memiliki Ashrama di daerah Tarub ( sekitar Purwodadi, Jawa Tengah sekarang.)

Jika anda pernah mendengar legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan, maka inilah dia. Jaka Tarub yang konon mencuri selendang bidadari Dewi Nawangwulan dan lantas ditinggal oleh sang bidadari setelah sekian lama menjadi istri beliau karena ketahuan bahwa yang menyembunyikan selendang itu adalah Jaka Tarub sendiri. ( Saya tidak akan membedah simbolisasi legenda ini disini, karena tidak sesuai dengan topic yang saya bahas : Damar Shashangka).

Jaka Tarub inilah yang lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Tarub. Menginjak dewasa, Raden Bondhan Kejawen dinikahkan dengan Dewi Nawangsih, putri tunggal Ki Ageng Tarub. Dan kelak Raden Bondhan Kejawen bergelar Ki Ageng Tarub II.

Dari hasil perkawinan Raden Bondhan Kejawen dengan Dewi Nawangsih, lahirlah Raden Getas Pandhawa. Dari Raden Getas Pandhawa, lahirlah Ki Ageng Sela yang hidup sejaman dengan Sultan Trenggana, Sultan Demak ketiga. Ki Ageng Sela inilah tokoh yang konon bisa memegang petir sehingga menggegerkan seluruh Kesultanan Demak (simbolisasi lagi, kapan-kapan saya ulas : Damar Shashangka).

Sampai sekarang nama Ki Ageng Sela terkenal di tengah masyarakat Jawa. Ki Ageng Sela inilah keturunan Tarub yang mulai beralih memeluk Islam. Beliau berguru kepada Sunan Kalijaga. Perpindahan agama ini berjalan dengan damai. Nama Islam beliau adalah Ki Ageng Abdul Rahman.

Dari Ki Ageng Sela, lahirlah Ki Ageng Mangenis Sela. Dari Ki Ageng Mangenis Sela, lahirlah Ki Ageng Pamanahan. Dan dari Ki Ageng Pamanahan lahirlah Panembahan Senopati Ing Ngalaga, tokoh terkenal pendiri dinasti Mataram Islam dikemudian hari. [Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mataram inilah leluhur Para Sultan Kasultanan Jogjakarta, Para Sunan Kasunanan Surakarta (Solo), Pakualaman dan Mangkunegaran sekarang].

Peng-Islam-an keturunan Raden Bondhan Kejawen, berlangsung dengan damai.

Raden Patah.

Ingat putri China Tan Eng Kian yang dinikahi Adipati Arya Damar di Palembang?

Dari hasil pernikahan dengan Prabhu Brawijaya, Tan Eng Kian memiliki seorang putra bernama Tan Eng Hwat. Dikenal juga dengan nama muslim Raden Hassan. Dari perkawinan Tan Eng Kian dengan Arya Damar sendiri, lahirlah seorang putra bernama Kin Shan, dikenal dengan nama muslim Raden Hussein.

Sejak kecil, Raden Hassan dan Raden Hussein dididik secara Islam oleh ayahnya Arya Damar. Menjelang dewasa, Raden Hassan memohon ijin kepada ibunya untuk pergi ke Jawa. Dia berkeinginan untuk bertemu dengan ayah kandungnya, Prabhu Brawijaya.

Tan Eng Kian tidak bisa menghalangi keinginan putranya. Dari Palembang, Raden Hassan bertolak ke Jawa. Sampailah ia di pelabuhan Gresik yang ramai. Melihat keadaan Gresik yang hiruk-pikuk, Raden Hassan kagum. Dia bisa membayangkan bagaimana besarnya kekuasaan Majapahit. Menilik di Gresik banyak orang muslim, Raden Hassan tertarik.

Dan dengar-dengar, ada Pesantren besar disana. Pesantren Giri. Raden Hassan memutuskan untuk bertandang ke Giri. Bertemulah dia dengan Sunan Giri. Sunan Giri senang melihat kedatangan Raden Hassan setelah mengetahui dia adalah putra Prabhu Brawijaya yang lahir di Palembang. Sunan Giri seketika melihat sebuah peluang besar.

Di Giri, Raden Hassan memperdalam ke-Islaman-nya. Disana, Raden Hassan mulai tertarik dengan ide-ide ke-Khalifah-an Islam. Dan militansi Raden Hassan mulai terbentuk.Ada kesepakatan pemahaman antara Raden Hassan dengan Sunan Giri.

Dari Sunan Giri, Raden Hassan memperoleh ide untuk meminta daerah otonomi khusus kepada ayahnya, Prabhu Brawijaya. Bila disetujui, hendaknya Raden Patah memilih daerah di pesisir Jawa bagian tengah. Jika itu terwujud, keberadaan daerah otonomi didaerah pesisir utara Jawa bagian tengah, akan menjadi penghubung pergerakan militant Islam dari Jawa Timur dan Jawa Barat di Cirebon.

Cirebon, kini tumbuh pesat sebagai pusat kegiatan Islam dibawah pimpinan Pangeran Cakrabhuwana, putra kandung Prabhu Siliwangi, Raja Pajajaran. (Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah belum datang dari Mesir ke Cirebon. Dia datang pada tahun 1475 Masehi. Pada bagian selanjutnya akan saya ceritakan : Damar Shashangka).

Setelah dirasa cukup, Raden Hassan melanjutkan perjalanan ke Pesantren Ampel dengan diiringi beberapa santri Sunan Giri. Disana dia disambut suka cita oleh Sunan Ampel. Disana, dia diberi nama baru oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Abdul Fattah yang lantas dikenal masyarakat Jawa dengan nama Raden Patah.

Selesai bertandang di Ampel, Raden Hassan yang kini dikenal dengan nama Raden Patah melanjutkan perjalanan ke ibu kota Negara Majapahit. Dia yang semula hanya berniat untuk bertemu dengan ayahnya, sekarang dia telah membawa misi tertentu.

Betapa suka cita Prabhu Brawijaya mendapati putra kandungnya telah tumbuh dewasa. Dan manakala, Raden Patah memohon anugerah untuk diberikan daerah otonom, Prabhu Brawijaya mengabulkannya. Raden Patah meminta daerah pesisir utara Jawa bagian tengah. Dia memilih daerah yang dikenal dengan nama Glagah Wangi.

Prabhu Brawijaya menyetujui permintaan Raden Patah. Dia mendanai segala keperluan untuk membangun daerah baru. Raden Patah, dengan disokong tenaga dan dana dari Majapahit, berangkat ke Jawa Tengah. Di daerah pesisir utara, didaerah yang dipenuhi tumbuhan pohon Glagah, dia membentuk pusat pemerintahan Kadipaten baru. Begitu pusat Kadipaten dibentuk, dinamailah tempat itu Demak Bintara. Dan Raden Patah, dikukuhkan oleh Sang Prabhu Brawijaya sebagai penguasa wilayah otonom Islam baru disana.

Demak Bintara berkembang pesat. Selain menjadi pusat kegiatan politik, Demak Bintara juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Demak Bintara menjadi jembatan penghubung antara barat dan timur pesisir utara Jawa.

Dipesisir utara Jawa, gerakan-gerakan militant Islam mulai menguat. Sayang, fenomena itu tetap dipandang sepele oleh Prabhu Brawijaya. Beliau tetap yakin, dominasi Majapahit masih mampu mengontrol semuanya. Padahal para pejabat daerah yang dekat dengan pesisir utara sudah melaporkan adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Pasukan Telik Sandhibaya telah memberikan laporan serius tentang adanya kegiatan yang patut dicurigai akan mengancam kedaulatan Majapahit.

Tak lama berselang, Raden Hussein, putra Tan Eng Kian dengan Arya Damar, menyusul ke Majapahit. Dia mengabdikan diri sebagai tentara di Majapahit. Raden Hussein tidak terpengaruh ide-ide pendirian ke-Khalifah-an Islam. Dia diangkat sebagai Adipati didaerah Terung ( Sidoarjo, sekarang ) dengan gelar, Adipati Pecattandha.

Kebaikan Prabhu Brawijaya sangat besar sebenarnya. Tapi kebaikan yang tidak disertai kebijaksanaan bukanlah kebaikan. Dan hal ini pasti akan menuai masalah dikemudian hari. Bibit-bibit itu mulai muncul, tinggal menunggu waktu untuk pecah kepermukaan.

Dan Prabhu Brawijaya tidak akan pernah menyangkanya.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Mendekati detik-detik pemberontakan

Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali.

Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah. Dia datang bersama ibunya Syarifah Muda’im. Syarifah Muda’im adalah putri Pajajaran. Putri dari Prabhu Silihwangi penguasa Kerajaan Pejajaran. (Hanya Kerajaan ini yang tidak masuk wilayah Majapahit. Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat. Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah keadaan Majapahit dan Pajajaran. : Damar Shashangka).

Nama asli Syarifah Muda’im adalah Dewi Rara Santang. Dia bersama kakaknya Pangeran Walangsungsang, tertarik mempelajari Islam. Ketika berada di Makkah, Dewi Rara Santang dipinang oleh bangsawan Mesir, Syarif Abdullah. Menikahlah Dewi Rara Santang dengan bangsawan ini. Dan namanya berganti Syarifah Muda’im. Dari pernikahan ini, lahirlah Syarif Hidayatullah.

Pangeran Walang Sungsang, mendirikan daerah hunian baru di pesisir utara Jawa barat. Dikenal kemudian dengan nama Tegal Alang-Alang. Lantas berubah menjadi Caruban. Berubah lagi menjadi Caruban Larang. Pada akhirnya, dikenal dengan nama Cirebon sampai sekarang.

Pangeran Walang Sungsang, dikenal kemudian dengan nama Pangeran Cakrabhuwana. Oleh ayahandanya, Prabhu Silihwangi diberikan gelar kehormatan Shri Manggana.

Syarif Hidayatullah, keponakan Pangeran Cakrabhuwana lantas dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat. Sunan Giri terpilih sebagai penggantinya. Pusat Majelis Ulama Jawa kini berpindah ke Giri Kedhaton. Dan, pada waktu inilah tragedi Syeh Siti Jenar terjadi. Syeh Siti Jenar dipanggil ke Giri Kedhaton dan disidang oleh Dewan Wali Sangha dibawah pimpinan Sunan Giri. Walau tidak mengakui keberadaan Majelis Ulama Jawa, beliau tetap hadir. Beliau dituduh telah menyebarkan aliran sesat. Adapula yang menuduh sebagai antek-antek Syi’ah. Ada juga yang mengatakan beliau ahli sihir, dan lain sebagainya. (Akan saya buat catatan tersendiri tentang beliau : Damar Shashangka).

Pada sidang pertama para ulama yang tergabung dalam Dewan Wali Sangha tidak bisa menemukan kesalahan Syeh Siti Jenar. Sehingga, beliau lantas dibebaskan dari segala tuduhan. Namun bagaimanapun juga, Syeh Siti Jenar adalah duri didalam daging bagi mereka. Maka sejak saat itu, kesalahan-kesalahan beliau senantiasa dicari-cari.

Konsentrasi Dewan Wali Sangha terpecah pada rencana perebutan kekuasaan. Melalui serangkaian musyawarah yang pelik, maka disimpulkan, kekuatan militansi Islam sudah cukup siap untuk mengadakan perebutan kekuasaan. Raden Patah, Adipati Demak Bintara, terpilih secara mutlak sebagai pemimpin gerakan.

Kubu Abangan, tidak menghadiri musyawarah ini. Apalagi semenjak Dewan Wali Sangha atau Majelis Ulama Jawa dipegang Sunan Giri, hubungan kubu Putihan dan kubu Abangan kian meruncing.

Sunan Kalijaga dan para pengikutnya hanya mau membantu Dewan Wali Sangha merampungkan pembangunan Masjid Demak. Selebihnya, mereka tidak ikut campur.

Persiapan sudah matang. Tinggal memilih hari yang ditentukan. Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit mengendus rencana ini. Prabhu Brawijaya mendapat laporan para pasukan Intelejen yang ada disekitar Demak Bintara. Sayangnya, beliau tidak begitu mempercayainya. Beliau berkeyakinan, tidak mungkin Raden Patah, putra kandungnya sendiri akan nekad berbuat seperti itu. Prabhu Brawijaya tidak memahami betapa militant-nya orang yang sudah terdoktrin!

Dan manakala pergerakan pasukan besar-besaran terdengar, yaitu pasukan orang-orang Islam Putihan, gabungan dari seluruh lasykar yang ada di wilayah pesisir utara Jawa timur sampai Jawa barat mulai bergerak. Keadaan menjadi gempar! Para Pejabat daerah kalang kabut. Mereka tidak menyangka orang-orang Islam sedemikian banyaknya.

Setiap daerah yang dilalui pasukan ini, tidak ada yang bisa membendung. Kekuatan mereka cukup besar. Persiapan mereka cukup tertata. Sedangkan daerah-daerah yang dilalui, tidak mempunyai persiapan sama sekali. Daerah perdaerah yang dilewati, harus melawan sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan pasukan dari daerah satu dengan daerah lain. Semua serba mendadak. Dan tak ada pilihan lain kecuali melawan atau mundur teratur.

Gerakan pasukan ini cukup kuat. Para Adipati yang berhasil mundur segera melarikan diri ke ibu kota Negara. Mereka melaporkan agresi mendadak pasukan pesisir yang terdiri dari orang-orang Islam itu.

Dan dari mereka, Prabhu Brawijaya mendapat laporan yang mencengangkan, yaitu telah terjadi pergerakan pasukan dari Demak Bintara. Pasukan berpakaian putih-putih. Berbendera tulisan asing! Berteriak-teriak dengan bahasa yang tidak dimengerti! Pasukan ini dapat dipastikan adalah pasukan orang-orang Islam. Dan kini, tengah bergerak menuju ibu kota Negara Majapahit.

Percaya tidak percaya Prabhu Brawijaya mendengarnya. Laporan pasukan Telik Sandhibaya selama ini telah menjadi kenyataan.. Namun, Prabhu Brawijaya tetap tidak bisa mengerti, mana mungkin Raden Patah berbuat seperti itu. Mana mungkin orang-orang Islam berani dan tega mengadalan pemberontakan. Selama ini, Majapahit telah memberikan bantuan material yang tidak sedikit bagi mereka. Sesak! Dada Prabhu Brawijaya seketika serasa sesak bagai dihantam palu! Bergemuruh mendidih! Beliau menyebut Nama Mahadeva berkali-kali.

Seluruh pembesar Majapahit tegang. Mereka menantikan komando Sang Prabhu. Waktu berjalan cepat. Sang Prabhu masih belum mengeluarkan titah apapun. Pergerakan pasukan sudah memasuki Madiun, sebentar lagi mencapai wilayah Kadhiri, sudah teramat dekat dengan ibu kota Negara. Pertempuran-pertempuran penghadangan telah terjadi secara otomatis. Dan semua telah masuk menjadi laporan bagi Sang Prabhu.

Bahkan ada laporan yang menyatakan, beberapa daerah yang terpengaruh Islam, malah ikut bergabung dengan pasukan ini.

Adipati Kertosono ( wilayah Kediri sekarang ) mengirinkan utusan khusus kepada Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah perang!

Sang Prabhu masih termangu-mangu. Dan manakala terdengar Adipati Kertosono melakukan perlawanan mati-matian tanpa menunggu komando beliau, barulah Sang Prabhu tersadar! Segera beliau memerintahkan seluruh pasukan Majapahit untuk mempersiapkan sebuah perang besar!

Para Panglima yang telah menanti-nantikan perintah ini menyambut dengan suka cita! Inilah yang mereka nanti-nantikan! Tanpa menunggu waktu lama, seluruh kekuatan Majapahit segera dipersiapkan.

Pasukan Majapahit telah siap sedia menyambut kedatangan pasukan Demak Bintara. Dan sekali lagi, mereka tinggal menunggu perintah untuk MENYERANG!

Dan komando terakhir inipun tidak segera keluar. Pasukan Majapahit resah. Para Panglima cemas. Para kepala pasukan tempur digaris depan terus mendesak kepada Para Panglima masing-masing agar segera mengeluarkan perintah penyerangan!

Para Panglima juga mendesak Sang Senopati Agung, meminta kepada Prabhu Brawijaya untuk segera memberikan komando terakhir. Perlu dicatat, salah satu panglima yang memperkuat barisan Majapahit adalah Adipati Terung, adik tiri Raden Patah.

Dalam hatinya bertanya-tanya, ada apakah dengan kakak tirinya sehingga mengadakan gerakan makar sedemikian rupa? Selama ini, dia tidak melihat ada yang salah dengan pemerintahan Prabhu Brawijaya. Tidak ada diskriminasi dalam hal keagamaan. Dirinya yang muslim-pun, bisa bebas menjalankan ibadah agamanya. Bahkan, bisa dipercaya menjabat sebagai seorang Adipati, yang notabene bukan jabatan main-main.

Adipati Terung tidak bisa memahami pola pikir kakak tirinya.

Dan perintah penyerangan tidak juga segera turun. Seluruh pasukan yang sudah bersiap sedia dibarak masing-masing, dilanda ketegangan yang luar biasa!

Di Istana, Para Mantri resah. Melihat situasi ini, Sabdo Palon dan Naya Genggong meminta Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah. Namun apa jawaban Sang Prabhu? Beliau masih tidak yakin pasukan Demak akan tega menyerang ibu kota Negara Majapahit. Sabdo Palon dan Naga Genggong menandaskan, cara berfikir Raden Patah dan para pasukan ini sudah lain. Sang Prabhu tidak akan bisa memahaminya. Jalan satu-satunya sekarang adalah, menghadapi mereka secara frontal. Pada saat ini, tidak ada cara lain.

Dan manakala kabar terdengar pasukan Demak telah merangsak maju dan memasuki pinggiran ibu kota Majapahit, dan disana mereka mengadakan perusakan hebat. Dengan sangat terpaksa, Sang Prabhu mengeluarkan perintah penyerangan! Tapi, perintah itu sebenarnya telah terlambat!

Begitu keluar perintah penyerangan, ada hal yang tidak terduga, pasukan Ponorogo dan beberapa daerah yang lain membelot! Diketahui kemudian ternyata mereka adalah pasukan dari daerah-daerah yang sudah muslim.

Dan, peperangan pecah sudah!

Peperangan yang besar. Darah tertumpah lagi! Senopati Demak dipimpin oleh Sunan Ngundung. Dan dipihak Majapahit, Senopati dipegang oleh Arya Lembu Pangarsa. Prajurid Majapahit mengamuk dimedan laga. Para prajurid yang sudah berpengalaman tempur ini dan disegani diseluruh Nusantara, sekarang tidak main-main lagi! Adipati Sengguruh, Raden Bondhan Kejawen yang masih belia, Adipati Terung, Adipati Singosari dan yang lain ikut mengamuk dimedan laga!

Sayang, banyak kesatuan-kesatuan Majapahit yang berasal dari daerah muslim, membelot. Namun, pada hari pertama, pasukan Demak Bintara terpukul mundur!

Pada hari kedua, pasukan Demak terpukul lebih telak. Senopati Demak, Sunan Ngundung tewas! (Makamnya masih ada di Trowulan, Mojokerto sampai sekarang.) Pasukan Demak mengundurkan diri. Pasukan cadangan masuk dipimpin oleh putra Sunan Ngundung, Sunan Kudus. Pertempuran kembali pecah!

Namun bagaimanapun juga, pasukan Demak harus mengakui kekuatan pasukan Majapahit. Mereka terpukul mundur keluar dari ibu kota Negara. Kehebatan pasukan Majapahit yang terkenal itu, ternyata terbukti!

Pasukan Demak bertahan. Beberapa minggu kemudian, datang pasukan dari Palembang bergabung dengan pasukan Majapahit. Pasukan Majapahit seolah mendapat suntikan darah segar. Namun ternyata, bergabungnya pasukan Palembang ini hanyalah bagian dari siasat dari orang-orang Demak.

Pasukan Palembang, diam-diam memusnahkan seluruh persediaan bahan makanan tentara Majapahit. Lumbung-lumbung besar dibakar! Semua persediaan bahan pangan ludes! ( Inilah simbolisasi dari didatangkannya peti ajaib milik Adipati Arya Damar dari Palembang yang apabila dibuka, mampu mengeluarkan beribu-ribu tikus dan memakan seluruh beras dan bahan pangan tentara Majapahit. : Damar Shashangka).

Majapahit kebobolan luar dalam. Majapahit benar-benar tidak pernah menyangka akan hal itu. Begitu persediaan bahan pangan menipis, dari hari kehari, pelan namun pasti, pasukan Majapahit terpukul mundur!

Mendengar pasukan Majapahit terdesak, Kepala Pasukan Bhayangkara, yaitu Pasukan Khusus Pengawal Raja, segera mengamankan Prabhu Brawijaya. Keadaan sudah sedemikian genting dan Sang Prabhu, mau tidak mau, harus segera meloloskan diri. Ini harus dilakukan secepatnya, karena untuk menyatukan kembali kekuatan tentara Majapahit kelak, sosok Prabhu Brawijaya, masih dibutuhkan!

Dengan dikawal Pasukan Bhayangkara, Prabhu Brawijaya segera keluar dari Istana. Pasukan Bhayangkara memutuskan agar Sang Prabhu menyelamatkan diri ke Pulau Bali. Pulau yang kondusif untuk saat ini.

Ditengah kekacauan itu, Dewi Anarawati, diam-diam dibawa oleh pasukan Islam ke Gresik. Putra bungsu Dewi Anarawati, Raden Gugur yang masih kecil, diselamatkan oleh pasukan Ponorogo dan dibawa ke Kadipaten Ponorogo.

Dan pada akhirnya, Majapahit bisa dijebol. Seluruh Istana dirusak dan dibakar!. Perusakan terjadi dimana-mana. (Maka jangan heran, sampai sekarang bekas Istana Majapahit yang terkenal di Nusantara itu, musnah tak berbekas. : Damar Shashangka).

Dan pada akhirnya, terjadilah tragedi kemanusiaan yang sampai sekarang ‘ditutupi’. Perang yang semula melibatkan dua kekuatan militer Majapahit dan Demak, kini merembet menjadi perang sipil. Mereka yang merasa diatas angin, kini menjadi sosok malaikat maut. Pertumpahan darah terjadi. Masyarakat Majapahit yang masih memegang keyakinan lama, berhadapan secara frontal dengan mereka yang telah berpindah keyakinan.

Dimana-mana, situasi anarkhis terjadi. Dimana-mana dua kubu ini bentrok. Dimana-mana kekacauan merajalela. Jawa dalam situasi chaos! Ibu pertiwi menangis. Ibu pertiwi terluka. Putra-putranya kini tengah saling menumpahkan darah hanya karena disalah satu pihak tengah dilanda ‘ketidak sadaran’.

Akibat tragedi yang mencerabut segala sendi-sendi masyarakat Majapahit ini, bangunan-bangunan indah dari Kerajaan Agung Majapahit, musnah tak berbekas! Majapahit yang terkenal sebagai Macan Asia, ludes dibabat habis. Di Jawa Timur, Majapahit seolah-olah hanya sebuah mitos belaka, karena banyak peninggalan dari jaman keemasan Nusantara ini, hancur karena kepicikan.

Hanya sedikit yang tersisa. Dan yang sedikit itulah yang masih bisa kita saksikan hingga sekarang.

Eksodus besar-besaran terjadi. Para Agamawan, Para Bangsawan dan rakyat yang tetap memegang teguh keyakinannya, menyingkir ketempat-tempat yang dirasa aman. Kebanyakan menyeberang ke Bali, Kalimantan dan Lombok.

Ada seorang putri selir Prabhu Brawijaya yang melarikan diri bersama sisa-sisa prajurid Majapahit dan beberapa penduduk. Dia bernama Dewi Rara Anteng. Bersama suaminya Raden Jaka Seger, dia menyingkir ke pegunungan Bromo. Sampai sekarang keturunan mereka masih ada disana, dikenal dengan nama suku Tengger. Diambil dari nama Dewi Rara An-TENG dan Raden Jaka Se-GER. Diwilayah pegunungan Bromo, pasukan Demak memang tidak bisa menjangkau. Medannya cukup sulit dan terisolir. (Suku Tengger baru membuka diri pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno. Ketika disensus dan ditanyakan apa agama mereka, mereka menyatakan beragama Budo. Padahal ritual yang mereka jalankan lebih dekat ke agama Hindhu dari pada agama Buddha. Para petugas sensus tidak tahu, istilah Hindhu memang tidak dikenal pada jaman Majapahit. Yang terkenal adalah agomo Siwo Budo atau hanya disebut wong Budo saja. : Damar Shashangka).

Dengan dikawal oleh Pasukan Bhayangkara dan beberapa kesatuan pasukan yang tersisa, Prabhu Brawijaya menyingkir ke arah timur. Dan untuk sementara, beliau tinggal di Blambangan. Adipati Blambangan, memperkuat barisan pasukan ini. Dan tak hanya itu, para penduduk Blambangan-pun dengan suka rela ikut menggabungkan diri. Mereka benar-benar melindungi Prabhu Brawijaya ekstra ketat. Mereka siap tempur di Blambangan. Keadaan darurat diberlakukan.

Selama ada di Blambangan, Prabhu Brawijaya terus terusik batinnya. Raden Patah, yang biasa beliau banggil dengan nama Patah itu, ternyata telah tega melakukan ini semua. Kebaikan beliau selama ini dibalas dengan racun. Sabdo Palon dan Naya Genggong menabahkan hati Sang Prabhu. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak patut disesali lagi.

Kini, saatnya untuk menata kembali yang tersisa. Dan untuk tujuan itu, Prabhu Brawijaya harus menyeberang ke Pulau Bali.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Sirna Ilang Kerthaning Bhumi

Atas perintah Raden Patah, Senopati Demak Bintara Sunan Kudus menemui Adipati Terung, adik kandung Raden Patah dengan membawa pasukan Demak Bintara. Adipati Terung di ultimatum agar menyerah, atau dihancurkan. Adipati Terung dalam dilema. Pada akhirnya, dia menyatakan ‘menyerah’ kepada Demak Bintara.

Beberapa minggu kemudian, Raden Patah datang dari Demak untuk melihat langsung kemenangan pasukannya. Raden Patah meminta semua laporan dari kepala pasukan Demak. Diketahui kemudian, Prabhu Brawijaya berhasil meloloskan diri. Pasukan Bhayangkara Majapahit atau Pasukan Khusus Pengawal Raja, memang terkenal lihai melindungi junjungan mereka. Tak ada satupun kepala pasukan Demak yang mengetahui bagaimana Pasukan Bhayangkara bisa menerobos kepungan rapat Pasukan Islam dan kearah mana mereka membawa Sang Prabhu pergi.

Raden Patah segera menyebar pasukan mata-mata untuk melacak keberadaan Sang Prabhu. Dan Raden Patah sendiri segera melanjutkan perjalanan untuk bertandang ke Pesantren Ampel di Surabaya. Dia hendak mengabarkan kemenangan besar ini kepada janda Sunan Ampel.

Di Surabaya situasi anarkhis-pun merajalela. Nyi Ageng Ampel, begitu mendengar laporan Raden Patah, marah! Dengan tegas beliau menyatakan, apa yang dilakukan Raden Patah adalah sebuah kesalahan besar. Dia telah berani melanggar wasiat gurunya sendiri, Sunan Ampel, yang mewasiatkan sebelum beliau wafat, melarang orang-orang Islam merebut tahta Majapahit. Dan juga, Raden Patah telah berani melawan seorang Imam yang sah, seorang Umaro’ tidak seharusnya dilawan tanpa ada alasan yang jelas. Dan yang ketiga, Raden Patah telah berani durhaka kepada ayah kandungnya sendiri yang telah melimpahkan segala kebaikan bagi dirinya serta orang-orang Islam.

Nyi Ageng Ampel menangis. Raden Patah terketuk hati nuraninya, dia ikut mencucurkan air mata. Didepan Nyi Ageng Ampel, Raden Patah mencium kaki beliau, menangis, menyesali perbuatannya.

Dengan berurai air mata, Raden Patah meminta solusi kepada Nyi Ageng Ampel. Dan Nyi Ageng Ampel memerintahkan kepadanya untuk segera mencari keberadaan Prabhu Brawijaya. Dan apabila sudah diketemukan, seyogyanya, Prabhu Brawijaya dikukuhkan kembali sebagai seorang Raja.

Mendengar perintah itu, secara emosional Raden Patah berniat mencari ayahandanya sendiri bersama beberapa orang prajurid Demak. Tapi Nyi Ageng Ampel mencegahnya. Dalam situasi anarkhis seperti ini, tidak memungkinkan bagi dia untuk mencari beliau sendiri. Dikhawatirkan, akan terjadi kesalah pahaman. Dan sekarang, dimata Prabhu Brawijaya, dirinya dan seluruh umat Islam yang menyokong pergerakan pasukan Demak, tidak mungkin dipercaya lagi.

Jalan keluar yang terbaik adalah, meminta bantuan Sunan Kalijaga atau Syeh Siti Jenar untuk mewakili dirinya, mencari Prabhu Brawijaya dan apabila sudah bisa ditemukan, memohon kepada Prabhu Brawijaya agar kembali ke Majapahit. Sudah bukan rahasia lagi dikalangan Istana, dua ulama besar ini tidak terlibat dalam penyerangan Majapahit.

Karena Syeh Siti Jenar, baru saja disidang oleh Dewan Wali Sangha yang mengakibatkan hubungan beliau dengan Para Wali sekaligus dengan Raden Patah dalam situasi yang tidak mengenakkan, maka Raden Patah memutuskan untuk mengirim pasukan khusus menemui Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga, dimohon menghadap ke Pesantren Ampel atas permintaan Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah.

Beberapa hari kemudian, Sunan Kalijaga datang ke Surabaya. Beliau waktu itu berada di Demak Bintara, memfokuskan diri memimpin pembangunan Masjid Demak.

Sunan Kalijaga, Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah, terlibat perundingan yang serius. Dan pada akhirnya, Sunan Kalijaga menyetujui untuk mengemban tugas mulia itu.

Beberapa hari kemudian, laporan dari pasukan mata-mata Demak Bintara diterima Raden Patah. Diketahui, ada konsentrasi besar pasukan Majapahit diwilayah Blambangan. Diketahui pula, Prabhu Brawijaya ada disana. Ada kabar terpetik, Prabhu Brawijaya hendak menyeberang ke pulau Bali.

Mendapati informasi yang dapat dipercaya seperti itu, Sunan Kalijaga, diiringi beberapa santrinya, segera berangkat ke Blambangan. Dia siap mengambil segala resiko yang bakal terjadi. Dengan memakai pakaian rakyat sipil yang tidak mencolok mata, demi untuk menghindari kesalah pahaman, dia berangkat. Disetiap daerah yang dilalui, Sunan Kalijaga beserta rombongan melihat pemandangan yang memilukan. Kekacauaan ada dimana-mana. Penduduk yang masih memegang keyakinan lama, bentrok dengan penduduk yang sudah mengganti keyakinannya.Korban berjatuhan. Nyawa melayang karena kepicikan.

Rombongan ini harus pandai-pandai memilih jalan. Kadangkala memutar kalau dirasa perlu. Mereka sengaja menghindari tempat keramaian. Mereka lebih memilih menerobos hutan belantara demi menjaga keamanan.

Dan, manakala mereka sudah tiba di Blambangan, Sunan Kalijaga, menunjukkan statusnya. Dengan mengibarkan bendera putih tanda gencatan senjata, dia memasuki kota Blambangan yang mencekam.

Para prajurid Majapahit terkejut melihat ada serombongan kecil orang-orang muslim memasuki kota Blambangan. Mereka mengibarkan bendera putih. Mereka bukan tentara. Mereka tidak bersenjata. Serta merta, kedatangan mereka dihadang oleh pasukan Majapahit. Dan mereka tidak diperkenankan memasuki kota. Prajurid Majapahit, siap tempur.

Namun, Sunan Kalijaga menunjukkan siapa dirinya. Dia meminta kepada kepala prajurid agar menyampaikan pesan kepada Prabhu Brawijaya, bahwasanya dia, Raden Sahid atau Sunan Kalijaga, datang sebagai duta dan memohon menghadap.

Ketegangan terjadi. Rombongan kecil ini diujung tanduk. Nyawa mereka terancam. Namun mereka yakin, prajurid Majapahit bisa membedakan, mana musuh dalam medan laga dan mana musuh dalam status duta. Mereka tidak akan berani mencelakai seorang duta.

Ketegangan sedikit mencair manakala ada pesan dari Sang Prabhu yang mengabulkan permohonan Sunan Kalijaga untuk menghadap kepada beliau. Prabhu Brawijaya tahu bagaimana menghormati seorang duta. Prabhu Brawijaya-pun tahu dari laporan para pasukan Sandhi (Intelejen) bahwa Sunan Kalijaga bersama para pengikutnya, tidak ikut melakukan penyerangan ke Majapahit.

Sunan Kalijaga beserta rombongan bisa bernafas lega. Mereka segera menghadap Prabhu Brawijaya dengan pengawalan yang sangat ketat sekali. Sembari memegang persenjataan lengkap dan siap digunakan, para prajurid Bhayangkara menyambut kedatangan Sunan Kalijaga. Mereka mengapitnya. Sunan Kalijaga diperkenankan masuk. Beberapa santrinya disuruh menunggu diluar.

Prabhu Brawijaya, didampingi para penasehat beliau yang terdiri dari para Pandhita Shiva dan Wiku Buddha, juga Sabdo Palon dan Naya Genggong, nampak telah menunggu kedatangan Sunan Kalijaga. Begitu ada dihadapan Sang Prabhu, Sunan Kalijaga menghaturkan hormat.

Prabhu Brawijaya menanyakan maksud kedatangan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengatakan bahwa dia adalah duta Raden Patah sekaligus Nyi Ageng Ampel. Sunan Kalijaga menceritakan segalanya dari awal hingga akhir. Bahkan dia menceritakan pula kondisi Majapahit. Prabhu Brawijaya meneteskan air mata mendengar banyak penduduk yang harus meregang nyawa karena kepicikan, mendengar Keraton megah kebanggaan Nusantara dibumi hanguskan, mendengar tempat-tempat suci hancur rata dengan tanah.

Seluruh yang hadir merasa sedih, marah, geram, semua bercampur aduk menjadi satu.

Dan manakala Sunan Kalijaga mengahturkan tujuan sebenarnya dia menjadi duta, yaitu agar Prabhu Brawijaya berkenan kembali memegang tampuk pemerintahan di Majapahit, seketika ssemua yang hadir memincingkan mata.Seolah mendengarkan kalimat yang tidak bisa dicerna.

Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau meminta nasehat. Beberapa penasehat mengusulkan agar hal itu tidak dilakukan, karena sama saja menerima suatu penghinaan. Dinasti Majapahit, bisa kembali berkuasa hanya karena kebaikan hati orang-orang Islam. Tidak hanya itu saja, wibawa Sang Prabhu akan jatuh dimata para pendukungnya. Tidak ada artinya tahta yang diperoleh dari belas kasihan musuh. Masyarakat Majapahit akan memandang rendah pemimpin mereka yang mau menerima tahta seperti itu. Selama ini, Raja-Raja Majapahit, tidak pernah melakukan itu. Bila wibawa Sang Prabhu telah jatuh, dengan sendirinya, para pengikut Sang Prabhu akan berani juga bermain-main dengan Sang Prabhu kelak. Hukum tidak akan dipatuhi. Para pembangkang akan muncul dimana-mana bak jamur tumbuh dimusim penghujan. Dan lagi, apakah Sang Prabhu tidak malu menerima tahta dari anaknya sendiri?

Sebaiknya Sang Prabhu tidak menerima tawaran itu.

Sang Prabhu menghela nafas.

Sunan Kalijaga mohon bicara. Apabila memang Sang Prabhu tidak mau menerima tahta Majapahit dari tangan Raden Patah, maka seyogyanya Sang Prabhu mempertimbangkan kembali jika hendak mendapatkannya dengan jalan merebut. Sebab, bila hal itu sampai terjadi, tidak bisa dibayangkan, tanah Jawa akan banjir darah. Dukungan kekuatan militer bagi Sang Prabhu akan datang dari segenap pelosok Nusantara, tidak bakalan tanggung-tanggung lagi. Jawa akan semakin membara bila seluruh Nusantara akan bangkit. Pembunuhan yang lebih besar dan mengerikan akan terjadi.

Sang Prabhu Brawijaya bagaikan disodori buah simalakama, dimakan mati tidak dimakan pun mati.

Sejenak, Sang Prabhu berunding dengan para penasehat beliau yang terdiri dari para ahli hukum dan agamawan. Sejurus kemudian, beliau menyatakan kepada Sunan Kalijaga hendak merundingkan hal ini dengan para penasehat lebih dalam lagi. Dan Sunan Kalijaga diperbolehkan menghadap esok hari lagi. Sunan Kalijaga dan seluruh rombongannya diberikan tempat bermalam, dengan pengawalan ketat.

Keesokan harinya, Sunan Kalijaga dipanggil menghadap. Prabhu Brawijaya memutuskan, untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih besar lagi, beliau tidak akan mengadakan gerakan perebutan tahta kembali. Lega Sunan Kalijaga mendengarnya.

Namun apa yang akan dilakukan Sang Prabhu agar seluruh putra-putra beliau mau merelakan tahta diduduki Raden Patah? Begitu Sunan Kalijaga meminta kejelasan langkah selanjutnya. Sang Prabhu mengatakan, beliau akan mengeluarkan maklumat kepada seluruh putra-putra beliau untuk bersikap sama seperti dirinya. Untuk berjiwa besar memberikan kesempatan bagi Raden Patah memegang tampuk kekuasaan. Terutama kepada keturunan beliau di Pengging, maklumat ini benar-benar harus dipatuhi. Semua sudah paham, yang berhak mewarisi tahta Majapahit sebenarnya adalah keturunan di Pengging.

Kini, Sang Prabhu yang mempertanyakan jaminan kebebasan beragama kepada Sunan Kalijaga, apakah Demak Bintara bisa memberikan wilayah-wilayah otonomi khusus bagi para penguasa daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak beragama Islam? Bisakah Demak Bintara sebijak Majapahit dulu? Bukankah keyakinan yang dianut Raden Patah menganggap semua yang diluar keyakinan mereka adalah musuh?

Sunan Kalijaga terdiam. Dan setelah berfikir barang sejenak, Sunan Kalijaga betjanji akan ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintahan Demak Bintara. Dan itu berarti, mulai saat ini, dia harus ikut terjun kedunia politik. Dunia yang dihindarinya selama ini ( Tahta Kadipaten Tuban yang diserahkan kepadanya, dia berikan kepada Raden Jaka Supa, suami adiknya Dewi Rasa Wulan : Damar Shashangka).

Prabhu Brawijaya bernafas lega. Dia percaya pada sosok Raden Sahid atau Sunan Kalijaga ini.

Sunan Kalijaga menambahkan, Sang Prabhu seyogyanya kembali ke Trowulan. Tidak usah meneruskan menyeberang ke pulau Bali. Sebab dengan adanya Sang Prabhu di Trowulan, para putra dan masyarakat tahu kondisi beliau. Tahu bahwasanya beliau baik-baik saja. Sehingga seluruh pendukung beliau akan merasa tenang.

Kembali Sang Prabhu berunding dengan para penasehat sejenak Kemudian beliau memeberikan jawaban.

Ada beliau di Trowulan ataupun tidak, stabilitas negara sepeninggal beliau tergulingkan dari tahta, mau tidak mau, tetap akan terganggu. Karena para pendukung beliau pasti juga banyak yang belum bisa menerima pemberontakan Raden Patah ini. Namun, jika tidak ada komando khusus dari beliau, hal itu tidak akan menjadi sebuah kekacauan yang besar. Pembangkangan daerah per daerah pasti terjadi. Tapi, Sang Prabhu menjamin, tanpa komando beliau, penyatuan kekuatan Majapahit dari daerah per daerah tidak bakalan terjadi. Dan, beliau tidak perlu pulang ke Trowulan.

Sunan Kalijaga resah. Bila Sang Prabhu ke Bali, Sunan Kalijaga takut beliau akan berubah pikiran begitu melihat betapa militan-nya para pendukung beliau disana. Mau tidak mau, Prabhu Brawijaya harus bisa diusahakan pulang ke Trowulan. Sunan Kalijaga memutar otak.

Sunan Kalijaga tahu, hati Prabhu Brawijaya sangat lembut. Dan kini, Sunan Kalijaga akan berusaha mengetuk kelembutan hati beliau. Sunan Kalijaga memberikan gambaran betapa mengerikannya jika para pendukung beliau benar-benar siap melakukan gerakan besar. Tidak ada jaminan bagi Sang Prabhu sendiri bahwa beliau tidak akan berubah pikiran bila tetap meneruskan perjalanan ke Bali. Sunan Kalijaga memohon, Prabhu Brawijaya harus mengambil jarak dengan para pendukung beliau. Nasib rakyat kecil dalam hal ini dipertaruhkan. Mereka harus lebih diutamakan.

Sunan Kalijaga memberikan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi jika Sang Prabhu tetap hendak ke Bali

Diam-diam, Prabhu Brawijaya berfikir. Diam-diam hati beliau terketuk. Kata-kata Sunan Kalijaga memang ada benarnya. Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau memutuskan pertemuan untuk sementara disudahi. Sunan Kalijaga diminta kembali ketempatnya untuk sementara waktu.

Dan, Prabhu Brawijaya ingin menyendiri. Ingin merenung tanpa mau diganggu oleh siapapun. Ketika malam menjelang, Sang Prabhu memanggil Sabdo Palon dan Naya Genggong. Bertiga bersama-sama membahas langkah selanjutnya.

Dan, ketika malam menjelang puncak, Sabdo Palon dan Naya Genggong berterus terang, Mereka berdua menunjukkan siapa sebenarnya jati dirinya. Diiringi semburat cahaya lembut, Sabdo Palon dan Naya Genggong ‘menampakkan wujudnya yang asli’ kepada Prabhu Brawijaya.

Prabhu Brawijaya terperanjat. Serta merta beliau menghaturkan hormat, bersembah. Kini, malam ini, untuk pertama kalinya, Sang Prabhu Brawijaya bersimpuh. ( Siapa mereka? Masih rahasia : Damar Shashangka).

Sabdo Palon dan Naya Genggong memberikan gambaran apa yang bakal terjadi kelak di Nusantara. Semenjak hari kehancuran Majapahit, ‘kesadaran’ masyarakat Nusantara akan jatuh ketitik yang paling rendah. ‘Kulit’ lebih diagung-agungkan dari pada ‘Isi’. ‘Kebenaran Yang Mutlak’ dianggap sebagai milik golongan tertentu. Dharma diputar balikkan. Sampah-sampah seperti ini akan terus tertumpuk sampai lima ratus tahun kedepan. Dan bila sudah saatnya, Alam akan memuntahkannya. Alam akan membersihkannya.

Nusantara akan terguncang. Gempa Bumi, banjir bandang, angin puting beliung, ombak samudera naik ke daratan, gunung berapi memuntahkan laharnya berganti-gantian, musibah silih berganti, datang dan pergi. Bila waktu itu tiba, Alam telah melakukan penyeleksian. Alam akan memilih mereka-mereka yang ‘berkesadaran tinggi’. Yang ‘kesadarannya masih rendah’, untuk sementara waktu disisihkan dahulu atau akan dilahirkan ditempat lain diluar Nusantara. Bila saat itu sudah terjadi, Sabdo Palon dan Naya Genggong akan muncul lagi, kembali ke Nusantara. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan ‘merawat tumbuhan kesadaran’ dari mereka-mereka yang terpilih. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan menjaga ‘tumbuhan Buddhi’ yang mulai bersemi itu. Itulah saatnya, agama Buddhi, agama Kesadaran akan berkembang biak di Nusantara. Dan Nusantara, pelan tapi pasti, akan dapat meraih kejayaannya kembali.

Memang sudah menjadi garis karma, kehendak Hyang Widdhi Wasa, mereka-mereka saat ini berkuasa di Nusantara. Prabhu Brawijaya tidak ada gunanya mempertahankan Shiva Buddha. Prabhu Brawijaya lebih baik menuruti kehendak mereka-mereka yang tengah berkuasa. Kelak, Prabhu Brawijaya juga akan lahir lagi, lima ratus tahun kemudian, untuk ikut menyaksikan berseminya agama Buddhi.

Menangislah Prabhu Brawijaya. Semalaman beliau menangis. Semua rahasia masa depan Nusantara, dijabarkan oleh Sabdo Palon dan Naya Genggong.

Keesokan harinya, beliau memanggil Sunan Kalijaga. Dihadapan seluruh yang hadir, beliau menyatakan hendak kembali ke Trowulan. Dan yang lebih mengagetkan, beliau menyatakan masuk Islam demi menjaga stabilitas negara.

Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir terperangah mendengar keputusan Sang Prabhu. Beberapa penasehat, pejabat dan kepala pasukan Bhayangkara, bersujud sambil menangis haru. Mereka memohon agar Sang Prabhu mencabut kembali sabda yang telah beliau keluarkan. Situasi tegang, sedih, bingung…

Sabdo Palon dan Naya Genggong angkat bicara. Dihadapan Prabhu Brawijaya, Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir, mereka mengucapkan sebuah sumpah, bahwasanya lima ratus tahun kemudian, mereka berdua akan kembali. ( Inilah yang lantas dikenal dengan JANGKA SABDO PALON NAYA GENGGONG oleh masyarakat Jawa sampai sekarang. Baca catatan saya tentang SERAT SABDO PALON. : Damar Shashangka).

Selesai mengucapkan sumpah mereka, Sabdo Palon dan Naya Genggong mencium tangan Sang Prabhu Brawijaya. Sabdo Palon berbisik :

“Lima ratus tahun lagi, ananda akan bertemu dengan kami kembali. Sekarang sudah saatnya kita berpisah. Selamat tinggal ananda.”

Sabdo Palon dan Naya Genggong menyembah hormat, lalu bergegas keluar dari ruang pertemuan. Semua yang hadir masih bingung melihat peristiwa ini. Diantara mereka, ada beberapa yang ikut menyembah, melepas lencana mereka dan memohon maaf kepada Sang Prabhu untuk undur diri.

Bagaikan tugu dari batu, Sang Prabhu Brawijaya diam tak bergerak. Tinggal beberapa orang yang ada didepan beliau. Beberapa pasukan Bhayangkara yang memutuskan untuk setia mengiringi Sang Prabhu. Juga ada Sunan Kalijaga, yang masih pula ada di sana.

Setelah kediaman beliau yang lama, Sunan Kalijaga memberanikan diri menanyakan keputusan Sang Prabhu tersebut. Sang Prabhu menjawab, semua memang harus terjadi. Mendengar sabda Sang Prabhu, Sunan Kalijaga segera mendekat kepada beliau.

Sunan Kalijaga memohon dengan segala hormat, apabila Sang Prabhu benar-benar ikhlas menyerahkan tahta kepada Raden Patah, maka beliau harus rela melepaskan mahkota beserta pakaian kebesaran beliau sebagai Raja Diraja. Sejenak Sang Prabhu masih ragu, namun ketika sekali lagi Sunan Kalijaga memohon keikhlasan beliau, maka Sang Prabhu menyetujuinya. ( Inilah simbolisasi rambut beliau dipotong oleh Sunan Kalijaga. Pada kali pertama, rambut beliau tidak bisa putus. Dan pada kali kedua, barulah bisa putus : Damar Shashangka.)

Tidak menunggu waktu lama, berangkatlah rombongan Prabhu Brawijaya yang terdiri dari sedikit pasukan Bhayangkara dan Sunan Kalijaga beserta para santri menuju Trowulan. Sesampainya di Trowulan, masyarakat Majapahit menyambut dengan penuh suka cita. Keadaan mulai berangsur membaik ketika Sang Prabhu Brawijaya mengeluarkan maklumat agar semua pertikaian dihentikan. Disusul kemudian, keluar maklumat serupa dari Demak Bintara yang memfatwakan, peperangan sudah berhenti, diharamkan membunuh mereka yang telah kalah perang. Kondisi anarkhisme, berangsur-angsur menjadi kondusif. Stabilitas untuk sementara waktu kembali normal. Stabilitas yang dibawa dari Blambangan ini, membuat Sunan Kalijaga, sebagai suatu kenangan keberhasilan mendamaikan kedua belah pihak, memberikan nama baru kepada Blambangan, yaitu Banyuwangi. ( Disimbolkan, Sunan Kalijaga membawa sepotong bambu kemudian dia mengisinya dengan air kotor waktu masih di Blambangan. Begitu sesampainya di Trowulan, air dalam bambu itu berubah menjadi jernih dan wangi. Bambu adalah lambang dari sebuah negara, air kotor yang diambil Sunan Kalijaga adalah masalah yang dibuat oleh orang-orang yang sekeyakinan dengan Sunan Kalijaga sendiri. Air yang berubah jernih setibanya di Trowulan melambangkan kembalinya stabilitas negara.: Damar Shashangka).

Bergiliran, para putra Prabhu Brawijaya datang ke Trowulan. Adipati Handayaningrat dari Pengging beserta Ki Ageng Pengging putranya. Raden Bondhan Kejawen dari Tarub. Raden Bathara Katong dari Ponorogo. Raden Lembu Peteng dari Madura, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan Raden Patah sendiri.

Dihadapan seluruh putra-putra beliau, Sunan Kalijaga menyampaikan amanat Sang Prabhu agar pertikaian dihentikan. Dan agar Raden Patah, diikhlaskan menduduki tahta Demak Bintara. Seluruh putra-putra beliau, wajib menerima dan mentaati keputusan ini.

Kepada Sunan Kalijaga, Sang Prabhu Brawijaya memberikan amanat untuk mendampingi keturunan beliau yang ada di Tarub yaitu Raden Bondhan Kejawen dan keturunan beliau yang ada di Pengging. Terutama kepada Raden Bondhan Kejawen, Prabhu Brawijaya telah mengetahuinya dari Sabdo Palon dan Naya Genggong, bahwa kelak, dari keturunannya, akan lahir Raja-Raja besar di Jawa. Dinasti Raden Patah dan dinasti dari Pengging, tidak akan bertahan lama.

Prabhu Brawijaya bahkan membisikkan kepada Sunan Kalijaga, bahwa Demak hanya akan dipimpin oleh tiga orang Raja. Setelah itu akan digantikan oleh keturunan dari Pengging, cuma satu orang Raja. Lantas digantikan oleh keturunan dari Tarub. Banyak Raja akan terlahir dari keturunan dari Tarub.

(Ramalan ini terbukti, Demak hanya diperintah oleh tiga orang Sultan. Yaitu Raden Patah, Sultan Yunus lalu Sultan Trenggana. Setelah itu terjadi pertumpahan darah antara Kubu Abangan dengan Kubu Putihan. Dan Jaka Tingkir tampil kemuka. Jaka Tingkir adalah keturunan dari Pengging. Tapi tidak lama, keturunan dari Tarub, yaitu Danang Sutawijaya, yang kelak dikenal dengan gelar Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mentaram, akan tampil kemuka menggantikan keturunan Pengging. Panembahan Senopati inilah pendiri Kesultanan Mataram Islam, yang sekarang terpecah menjadi Jogjakarta, Surakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman :Damar Shashangka).

Tidak berapa lama kemudian, Prabhu Brawijaya jatuh sakit. Dalam kondisi akhir hidupnya, Sunan Kalijaga dengan setia mendampingi beliau. Kepada Sunan Kalijaga, Prabhu Brawijaya berwasiat agar dipusara makam beliau kelak apabila beliau wafat, jangan dituliskan nama beliau atau gelar beliau sebagai Raja terakhir Majapahit. Melainkan beliau meminta agar dituliskan nama Putri Champa saja. Ini sebagai penanda kisah akhir hidup beliau, juga kisah akhir Kerajaan Majapahit yang terkenal dipelosok Nusantara. Bahwasanya, beliau telah ditikam dari belakang oleh permaisurinya sendiri Dewi Anarawati atau Putri Champa dan beliau diperlakukan dan tidak dihargai lagi sebagai seorang laki-laki oleh Raden Patah, putranya sendiri.

Sunan Kalijaga sedih mendapat wasiat seperti itu. Namun begitu beliau wafat, wasiat itu-pun dijalankan.

Seluruh masyarakat berkabung. Seluruh putra dan putri beliau berkabung.

Dan kehancuran Majapahit. Kehancuran Kerajaan Besar ini dikenang oleh masyarakat Jawa dengan kalimat sandhi yang menyiratkan angka-angka tahun sebuah kejadian (Surya Sengkala), yaitu SIRNA ILANG KERTANING BHUMI. SIRNA berarti angka ‘0’. ILANG berarti angka ‘0’. KERTA berarti angka ‘4’ dan BHUMI berarti angka ‘1’. Dan apabila dibalik, akan terbaca 1400 Saka atau 1478 Masehi. Kalimat KERTAning BHUMI diambil dari nama asli Prabhu Brawijaya, yaitu Raden Kertabhumi. Inilah kebiasaan masyarakat Jawa yang sangat indah dalam mengenang sebuah kejadian penting.

Dan Raden Patah, memindahkan pusat pemerintahan ke Demak Bintara. Dia dikukuhkan oleh Dewan Wali Sangha sebagai Sultan dengan gelar Sultan Syah ‘Alam Akbar Jim-Bun-ningrat.

Keinginan orang-orang Islam terwujud. Demak Bintara menjadi ke-Khalifah-an Islam pertama di Jawa. Tapi, pemberontakan dari berbagai daerah, tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan Demak. Wilayah Majapahit yang dulu luas, kini terkikis habis. Praktis, wilayah Demak Bintara hanya sebatas Jawa Tengah saja. Kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian seolah menjauh dari Demak Bintara. Darah terus tertumpah tiada habisnya. Perebutan kekuasaan silih berganti. Nusantara semakin terpuruk. Semakin tenggelam dipeta perpolitikan dunia.

Disusul kemudian, pada tahun 1596 Masehi, Belanda datang ke Jawa. Nusantara semakin menjadi bangsa tempe! Semenjak Majapahit hancur, hingga sekarang, kemakmuran hanya menjadi mimpi belaka.

Kapan Majapahit bangkit lagi? Kapan Nusantara akan disegani sebagai Macan lagi?

Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.

—————————

OM Shanti, Shanti, Shanti OM

by Hindu Bali (Notes) on Thursday, July 12, 2012 at 10:43am

Iklan

1.161 thoughts on “SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

  1. Saya membacanya dari awal, cukup menarik.
    saya masih menunggu “Damar Shashangka” yang akan anda critakan.

    thank
    DQ

  2. belajar tentang sejarah dan peninggalan budaya leluhur,,akan membangkitkan jati diri negara kita,,,so janganlah anda bangga akan budaya import yang selalu di gembar-gemborkan di media…jayalah tanah airku….saya bangga jadi anak negeri yang menjung2 tinggi budaya dan adat leluhur negeri tercinta

  3. cerita yg menarik,
    apakah ada referensi ilmiah yg digunakan dalam proses penyusunan naskah di atas?
    boleh di share?
    terima kasih sebelumnya

  4. LUAR BIASA LELUHUR KITA YA, TETAPI SEKARANG BANYAK YANG MELUPAKAN DAN MALAH FAKTANYA DIBALIKKAN

  5. Ping-balik: andrekrishna's Blog

  6. Menarik sekali, saya sendiri seorang peminat sejarah dan sangat tertarik dengan sejarah klasik peradaban Nusantara. Dari blusukan mengunjungi candi-candi ada pertanyaan yang mengusik saya mengapa peradaban yang begitu jaya kok bisa lenyap nyaris tanpa jejak. Setelah cukup lama mempelajari memang cukup mengejutkan bagaimana sebenarnya sejarah dunia dirubah oleh sebuah ideologi yang cukup menakutkan bagi saya pribadi. Abad ke 7-9 serangan besar-besar kekalifahan Arabia ke Eropa, Afrika Utara, Persia, Byzantine, dan India menghancurkan perekonomian dunia klasik saat itu bahkan beberapa di antaranya musnah hanya menyisakan puing-puing di gurun saja. Situasi kelam di sana ternyata memberi ruang dan waktu bagi peradaban klasik kita untuk mencuat dan menemukan kejayaannya. Ketika India berada di bawah serangan secara brutal dan menerus selama ratusan tahun Nusantara dan wilayah Asia Tenggara menjadi tempat berkembangnya agama Hindu Buddha yang berbaur dengan tradisi Nusantara. Namun mulai abad ke 13-14 hal yang sama secara perlahan juga datang ke tanah Nusantara hingga berpuncak pada keruntuhan Majapahit dan setelah Sunda Pajajaran juga dihancurkan pada awal abad ke 16 berakhirlah sudah peradaban klasik Nusantara. Bagaimana para pendukung ideologi kekalifahan ini membangun basis kekuatan dengan memanfaatkan toleransi dan dukungan finansial tuan rumah namun sekaligus membangun kekuatan untuk menyerang dan merebut negeri yang menerima mereka dengan terbuka bisa kita lihat saat ini di Eropa dan AS, sejarah tidak sedang berulang namun masih berlangsung sejak 1400 tahun yang lalu, masih berjalan dan tampaknya jauh dari selesai. Tidak ada kemakmuran dan kejayaan sebuah peradaban tanpa adanya hukum negara yang mengatur hak dan kewajiban semua warganya, yang adil dan melindungi. Semua peradaban akan runtuh tanpa hukumini dan menggantikan dengan hukum yang yang bersifat diskriminatif namun disucikan yang bisa digunakan oleh siapa saja yang memegangnya adalah sebuah awal dari kehancuran bangsa. Kekacauan yang kita alami di sini saat ini juga dialami oleh peradaban-peradaban yang takluk oleh ideologi ini. Semoga kita bisa melihat ini dan bertindak sebelum terlambat. Salam!

    Yudistira

  7. Ya saya menangis, menangis bahagia telah menjadi bagian dr agama yg benar, agama nya walisongo, agama yg haq. Alhamdulillah.
    Terima kasih para wali, terima kasih para ulama yg telah berdakwah di nusantara, hingga sekarang negri ini menjadi pemeluk muslim terbesar di dunia

  8. Luar biasa sekali tulisan anda. Semoga banyak orang yang membaca tulisan anda dan mendapatkan inspirasi dari tulisan anda yg panjang dan memiliki arti yang dalam ini.

  9. Courtesy or source’nya ngga dicantumin min? Apa hp’ku yg ngga support utk liatnya.
    Bacaan bagus, tp bukannya ideologi nusantara jg bukan hindu (india) atau budha (china) ya?
    Tp kalo mbahas meedekanya Indonesia, maka tdk akan bs melepaskan peran islam, dan mungkin ini bentuk karma yg lain.

  10. ini hy cerita rakyat bukan data resmi dr kerajaan majapahit, agama hindu – budha hy dipeluk sang raja.ratu dan org2 di kawasan istana, sedangkan rakyatnya memeluk agama lain ….
    majapahit itu kerajaan besar mesti py catatan perjalanan kerajaan ….
    sabdopalon dan noyogenggong itu hy rekaan seakan2 kedua org itu ada hingga presiden suharto percaya ….

  11. Koreksi sedikit saja: anda harus membedakan penggunaan istilah “Emperor” = kaisar, dengan “EMPIRE” = kekaisaran, kerajaan agung. Mengapa tidak menggunakan istilah bahasa Indonesia saja seperti “kemaharajaan” atau “kekaisaran”, daripada menggunakan istilah inggris tetapi salah?

  12. Mengenai penjelasan sejarah majapahit banyak terdapat versi dan berbagai literatur dengan berbagai macam variasi ceritanya….

    seyogyanya kita bijak menyikapinya dengan tidak mendiskreditkan satu golongan dan agama tertentu…
    info yg dishare juga masih ada yg tidak valid, seperti makam syeh ibrahim asmarakandi yg di tuban disebutkannya di gresik..

    pertikaian pengikut kaum putihan arya penangsang (murid sunan kudus) dan kaum abangan joko tingkir (murid sunan kalijogo) yg sebetulnya bukan karena masalah idiologis. tapi merupakan masalah dendam pribadi dan bermotif kekuasaan.
    dan masih banyak lainnya….

    bukan hanya islam yg datang dari luar, hindu budha pun juga datang dari luar, kristen, katolik juga dari luar nusantara…

    jadi bijaksanalah dalam menyampaikan informasi..
    peradaban akan terus berputar dan berjalan berdasarkan ketetapan dan kehendak Gusti Kang Moho Agung…

    ini semua adalah rencana besarNYA yang mengandung hikmah dan pembelajaran yang luar biasa, bagi kita semua generasi pewaris nusantara…

  13. Selamat siang pak
    Saya cukup tertarik membaca artiket anda..
    Bapak apakah saya bisa mendapat penjelasan mengenai hubungan kerajaan majapahit dan kerajaan luwu, yang kemudian memghasilkan kerajaan toraja dan tolaki?
    Terimakasih
    Salam

  14. Kesimpulan: nusantara hancur karena china dan islam dan akan bangkit lagi oleh hindu dan budha. Dongeng panjang yang seakan-akan paling benar, sarat muatan politis dan SARA.

  15. silahkan anda bermimpi untuk itu, jika hindu yg masih menguasai negri ini sampai sekarang, yakinlah negri ini akan jadi negri terkutuk, tak bermoral, ingat bro, segala sesuatu itu mempunyai dua sisi, jika anda ingin yang enak saja, damai saja, bahagia melulu hidup ini, tak ada perpecahan dan keributan, yaa, jangan hidup di sini. silahkan anda mati dulu lalu masuk sorga, di sorga tak ada yg namanya perselisihan, keliatannya anda amat bangga sekali dengan hindu tsb apa anda sudah mengkajinya, membandingkannya antara hindu dan islam secara mendalam?…..silahkan belajar kembali!

  16. Keruntuhan republik ini akan terjadi jika spirit persaudaraan dan keyakinan kesemestaan tidak dihormati lagi (Pancasila) yang telah menjadi jiwa NKRI.

  17. ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH…

    Ceritanya Indah sekali…

    Raden Patah… sangat berjasa dalam mengembangkan negara Islam, dan men syiar kan Kalimatullah, dan karena itu lah, memang takdir Allah SWT negara Nusantara harus menjadi Negara Mayoritas Islam…agama yang hanya menyembah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa… bayangkan bila tidak, yang ada kita semua menjadi Non Muslim Yang notabene merupakan kaum Kafirun…
    Islam adalah Agama Tauhid, agama yang menyembah hanya 1 Tuhan Allah SWT… tidak ada sekutu bagi Nya, dan pengorbanan2 yang terjadi adalah demi Keturunan Nusantara memeluk Islam sangatlah WORTH… Pertumpahan darah tersebut akan dinilai oleh Allah SWT… wallahuala bhisawhab…
    Bagi yang Non Muslim… cobalah untuk mengerti… Bacalah AL QURAN yang merupakan Kalimatullah, Kalimat2 dari Allah SWT, sebelum nyawa meregang anda…
    BACALAH !!!
    Jangan mengambil kesimpulan sebelum membaca…
    Jangan sampai anda menyesal… karena apabila nyawa meregang… jiwa anda di pertaruhkan kemudian hari… ( hari kemudian )

    Raden Patah menyelamatkan jutaan manusia dengan merebut majapahit…
    RADEN PATAH BERJASA SANGAT BESAR DALAM MENGISLAMKAN SELURUH MAYORITAS RAKYAT NUSANTARA ATAU RAKYAT INDONESIA…

    Dalam islam, DOSA TAK TERAMPUNI ADALAH KAFIR ATAU MENDUAKAN ALLAH SWT, ATAU NOTABENE TIDAK MENGAKUI ISLAM SEBAGAI AGAMA YG SHAHIH, YANG SEBENAR2NYA AGAMA…
    Dalam agama Islam apabila seseorang meninggal tidak dalam keadaan Islam, maka orang tersebut sama sekali tidak akan mendapat kesempatan mencium harumnya Syurga Jannah…

    Dengan perbuatan Raden Patah yang serta merta akhirnya membuat seluruh nusantara hampir 95% memeluk Islam, adalah perbuatan sangat sangat TERPUJI…
    dan banyak menyelamatkan umat manusia untuk menghadapi hari kemudian, sesudah kematian…

    ALLAHU AKBAR… ALLAH MAHA BESAR
    LA ILLAHA ILLALAH … TIADA TUHAN SELAIN ALLAH

    anda, mohon membaca dulu AlQuran sebelum mendiskreditkan kaum Islam sebagai Kaum yg Picik atau penuh Kepicikan…

    Wallahualam Bhishawab…

    WAALAIKUM SALAM WARAHMATULLAHI WABWARAKATUH

  18. luar biasa ternyata …. saya yakin ini patut dipublikasikan lewat media pendidikan sejarah bangsa Indonesia …. (satu ideologi memang tidak selayaknya memusnahkan ideologi lainnya) …. BANGGA MENJADI WARGA NEGARA MAJAPAHIT

  19. Bro ini lebih menjurus penjelasan islamisasi… Bro apa lupa agama Hindu dan Budha berasal dari India. Sedangkan agama atau kepercayaan nenek moyang kita adalah animisme…. Saya rasa agama muslim bs berkembang karena dalam muslim tidak ada sistem kasta seperti dalam agama Hindu. Karena itu kaum jelata (pedagang, rakyat biasa) lebih senang memeluk islam karena merasa bebas. Dalam setiap sejarah dinasti, di Cina, Mongolia, Romawi, Persia, dll, semuanya suatu saat pasti akan runtuh. Tidak ada yang berkuasa selamanya. banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Agama bs menjadi faktor, tapi masih banyak faktor lain nya… Salam damai

  20. islam adalah ajaran penghancur, semua perbedaan akan hilang setelah nih ajaran gurun pasir masuk, ajaran penuh dengan tangisan dan darah sejak awal berdiri.

  21. Karangan yg ngawur….cerita ini itu tp ga ada sumber nya…lucu banda naira dri sulawesi pula hahahaha….liat peta ntong bandanaira tuh dmn….

    Ini dah 500thn mana tuh palon ato nagonggong…ga muncul2, dah tewas?… Mana siwa ktanya klo marah sering turun ancurin alam

  22. banyak fakta yg sebagian besar telah d bolak balik d cerita ini. ah sudahlah ini kn artikel keturunan pelarian dr majapahit. kami org jawa n kami bangga mjd muslin

  23. sejarah telah membuktikan , bahwa kejayaan suatu negara akan hancur karena ambisi dari manusia yang haus akan kekuasaan yang termakan oleh doktrin dan edologi tanpa memandang budi siapa yang membesarkannya.

  24. Artikel yang sangat bagus. Saya kebetulan menemukan artikel ini setelah saya merenungkan kebesaran kerajaan Hindhu di Nusantara, dan tdk habis pikir betapa kerajaan yg begitu besar tiba-tiba hancur tanpa bekas. Artikel ini sangat menjawab pertanyaan saya. Thanks.

  25. Om shanti, Shanti, Shanti OM. saya Wongo Al Karim. Muslim. Dalam kehidupan ada hidup ada mati. ada siang ada malam. Jangankan manusia yang hanya diberi jatah hidup oleh Tuhan (Allah) rata2 puluhan tahun. Peradaban pun demikian. umur sebuah peradaban minimal ratusan tahun. Paling lama 750 tahun (peradaban islam). Yang jelas setiap pergantian peradaban pasti ada perbaikan. Tuhan lebih tau. karena perubahan itu adalah keinginan Sang Pencipta.
    Jangan menangisi perubahan, sahabatku. syukurilah setiap perubahan baik secara individu maupun secara universal. jangan menilai islam itu ideologi impor dari timur tengah. Hindu dan Budha pun juga ideologi impor dari india . benar bukan?.
    Sebelum ada majapahit. di tanah nusantara ini pernah ada sebuah peradaban yang lebih dahsyat. dimana peradaban ini jauh lebih besar dari pada majapaht. yaitu peradaban negeri saba’. berpusat di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Kekuasaanya terbentang dari benua australia, asia tenggara, china, rusia, hingga amerika selatan. jaman keemasan negara saba’ diimpin seorang ratu bernama ratu bilqis. Negara saba’ berdiri kokoh menjadi negara super power saat itu. Hidup di tahun 1000 SM. (sebelum masehi).
    Toh peradaban negeri saba’ pun punah ditelan bumi. para ahli sejarah belum pernah menceritakan tentang negeri saba’
    Baru-baru ini seorang ahli sejarah telah menemukan jejak negeri saba’. itupun berdasarkan tuntunan dari kitab suci Al Qur’an. Beritanyapun jadi heboh. Ingin tahu tentang negeri saba’ silahkan buka goggle.
    Kesimpulan saya. Peradaban selalu berganti. pergantian itu pun sudah menjadi keinginan Tuhan. Kita tidak tahu seratus tahun lagi peradaban mana yang akan menjadi super power dimuka bumi ini.(Komunis, China dan Rusia), (Kapitalis liberalis, Amerika dan eropa), (Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha). atau nanti akan ada peradaban baru diluar itu semua dan akan menjadi peradaban yang mendominasi di muka bumi ini.????? (Tuhan lebih tau).

  26. Pengisahan sejarahnya sangat bagus meskipun masih ada sedikit rasa emosionalnya terhadap kelompok yg disebut agama… Sesungguhnya agama apapun yg melakukan tindakan di luar kesadaran luhur adalah suatu kesesatan tak terkecuali dilakukan oleh agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha atau yg lainnya.
    Perjalanan kekuasaan merupakan perkara politik dan agama seringkali dijadikan alat (dipelintir) untuk memperkuat kekuasaan. Padahal sesungguhnya agama itu terkait kesadaran… Kesadaran yg luhur itulah ajaran agama yg murni dari para orang sucinya.. Dan sesungguhnya spiritualitas yg murni itu selain mewujudkan cinta kasih dg Tuhan juga mewujudkan cinta kasih dengan semua makhluk. Ajaran agama Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha juga menekankan keagungan spiritualitas ini… Hanya saja di setiap agama juga selalu ada perusaknya… Tak hanya di Islam, di Kristen, Hindu, dan Buddha pun juga ada perusak2nya yg pada akhirnya melahirkam kekacauan dan pengaburan keluhuran agama itu sendiri…
    Kisah ini tak bisa dilepaskan pula dari kejadian di dunia akan keberadaan kekhalifahan di Turki waktu itu yg turut mempunyai kepentingan terhadap kekuasaan, dan hampir di semua belahan dunia, agama dijadikan alat penguat kekuasaan yg di agama Katholik di kemudian hari tercuat menjadi motto gold, gospel , and glory sedangkan di agama Islam penguatan kekuasaan diramu ke dalam semangat jihad fii sabilillah yg telah dipelintir… Di agama Hindu juga berlangsung kejadian yg mirip dg kisah runtuhnya Majapahit, yaitu di India pada saat penggulingan kekaisaran Mughal yg merupakan kekaisaran Islam yg menghargai pemeluk berbagai agama oleh pasukan kerajaan Hindu yg semula di bawah kekuasaan Mughal…
    Di abad ke-20 setelah perang dunia kedua, terbentuklah negara2 baru yg memproklamasikan kemerdekaannya…
    Kesadaran akan pemerintahan yg luhur yg bersifat universal menegakkan kebenaran dan kemuliaan mulai dibangun oleh para pemimpin yg mempunyai kesadaran akan hal itu…
    Sosok Soekarno dan Mahatma Gandhi adalah yg paling terkenal mengusung nilai2 ini keluhuran ini… Di Indonesia nilai2 kesadaran luhur yg merupakan cerminan keluhuran semua agama ini dituangkan menjadi yg kita sebut Pancasila beserta butir-butirnya… Di India dilakukan melalui ketetapan2 dan kebijakan2 Mahatma Gandhi…
    Namun di setiap munculnya ajaran luhur pasti juga muncul perusaknya… Lagi2 memanfaatkan nama agama utk memuluskan tujuan berbuat kerusakannya.
    Di Indonesia muncullah gerakan2 dan pemberontakan dari kelompok Islam seperti DI/TII dan keinginan pendirian negara Islam seperti halnya Demak tsb. Ada juga yg menggunakan agama Kristen utk memberontak seperti yg terjadi di wilayah Indonesia bagian Timur… Dan untungnya pemberontakan seperti ini dapat dikalahkan oleh pemerintah Indonesia yg memegang nilai2 luhur Budhi, rahmatan lil alamiin, dharma, kasih sayang atau apapun namanya, yg jelas kini disebut Pancasila…
    Di India pun upaya2 penegakan nilai2 luhur semacam Pancasila pun dilakukan oleh Mahatma Gandhi hingga merenggut nyawa beliau sendiri oleh kelompok militan Hindu…
    Kesimpulannya:
    1. Marilah kita perluas terus kesadaran kita akan spiritualitas yg luhur
    2. Tidak memandang agama tertentu mengajarkan keburukan karena setiap agama pada dasarnya mengajarkan kemuliaan dan di setiap agama juga terdapat perusak ajaran mulia agama itu sendiri yg juga selalu berkedok menjadi sosok pemuka agama
    3. Mari menjunjung nilai2 luhur Pancasila atau yg sejenisnya… Pancasila memang baru, namun nilai2 ini sudah ada sejak zaman sebelum masehi… Silakan dikaji dari sejarah kerajaan2 versi Yahudi, Islam, Hindu, Tao, Konghucu, dsb di masa2 sebelum masehi… Kata Pancasila hanyalah sebuah nama dimana nilai2nya pada zaman dulu bisa disebut Hindhu Dharma, Buddha, Nasrani, Tao, Islam, dsb… (baca peta peta penyebaran agama).. Jadi nilai2 luhur Pancasila adalah nilai2 agama itu sendiri… Hakikat agama itu sendiri, baik agama apapun adalah yg juga yg dituliskan di dalam Pancasila…
    4. Jangan terjebak pada nilai2 rendah yg diajarkan oleh tiap2 kelompok baik yg melalui bentuk agama, suku, ras, golongan, bahkan nasionalisme itu sendiri… Karena setiap ajaran agama baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan lainnya yg benar, adalah mengajarkan keluhuran hidup yg saling menyelamatkan setiap makhluk di manapun ia berada… Tidak terikat kelompok, negara, bangsa, keturunan, atau apapun juga… Yang diharapkan oleh kesadaran yg luhur setiap agama adalah kehidupan yg tercerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa yg mampu mewujudkan kedamaian, keselamatan, penuh cinta kasih di antara semua makhluk untuk keselamatan dan kebahagiaan semua penghuni alam dunia sambil masing2 individu secara damai dan tenang melakukan perjalanan dalam mengenal dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk, warna, dan nama apapun sesuai dengan keyakinannya…

    Demikian komentar saya… Mari kita bersama membangun Indonesia yg mampu mewujudkan kasih sayang, damai abadi, kebaikan (dharma) yg sejati, rahmat bagi seluruh alam semesta…

  27. Menceritakan sejarah tanpa mencantumkan sumber data itu didapat sama saja dengan mengarang cerita, Sejarah saat ini diceritakan tergantung dari siapa penulis sejarahnya, kepentingan apa yang dibawanya, dan dari kelompok mana dia berasal.

  28. Saya merasa bangga, masih ada certain Islam yg baik seperti sunan kalijaga untuk menunjukkan Islam yg di ajarkan Nabi Muhammad SAW. Raden patah dan pengikutnya haya menginginkan kekuasan melalui Islam Dan Islam tidak mengajarkan kekerasan. Semoga Kita sebagai manusia saling bijak menilai agama bukan untuk di deskriditkan. Saya Muslim dan saya berharap agama lain menilai dengan bijak agar Indonesia tidak mengalami seperti majapahit.

  29. Menarik artikel ttg runtuhnya Kerajaan Majapahit bgmn klo mau meng save, atau share ijin kah atau bisa langsung

  30. Saya sangat tertarik dengan artikel semacam ini. Jika ada lanjutan dari artikel ini. Dengan sangat senang hati jika saya bisa membacanya.

  31. Tulisan yang bagus…….tapi, apakah ajaran Hindu-Budha merupakan budaya asli Nusantara? Impor juga kan dari India sana?

  32. Menarik. Sbagai kajian perbandingan.
    – Agama hindu budhapun sbnarnya impor juga
    – kebijaksanaan n kearifan asli bangsa ini ikut mmberikan andil besar dlm menerima faham ‘impor’ tsb.
    – artikel di atas tentu juga subyektif, selain sbagai bahan perimbangan yg berusaha obyektif pula.
    – penerimaan agama islam o/ banyak masyarakat pd wktu itu, pmbelotan massif trhadap pemerintahan ‘kudeta’ adalah bahan penyelidikan juga. Mustahil islam cepat membumi klo raden patah berhaluan ekstrim.
    – missionaris islam yg bgitu berhasrt u/ pemerintahan islam bd jadi sbagai usaha sadar u/ antisipasi kolonialisme yg kmudian terjadi kmudian.
    – wallohu a’lam. Zaman sdh berlalu. Btw, toleransi dr nenek moyak kita dahulu mnjadi salahsatu sebab merembesnya islam hingga kini. Jadi, islam nusantara mmpunyai tugas besar u/ mmbalas kebaikan mereka, mnyebarkan rahmat di muka bumi

  33. Tulisan yang menginspirasi. Apa pun yang ada di dunia ini pasti hancur, namun satu hal yang dapat saya petik dari sini adalah betapa hebatnya kekuatan seorang wanita. Orang bisa menaklukkan dunia, namun jika dia takluk pada wanita, maka dari sanalah kehancurannya dimulai. Kitab-kitab Veda menyatakan hal ini dengan sangat gamblang. Barangsiapa yang kecanduan wanita pasti akan mengalami kehancuran.

  34. Saya kok mencium aroma mendiskreditkan agama islam dlm artikel ini. Disini digambarkan seolah-olah agama islam adalah penyebab utama keruntuhan majapahit yang dilakukan dengan sebuah konspirasi. selain itu ada kesan dari penulis bahwa ada dua ulama besar yang berseberangan sampai2 terjadi pertumpahan darah. dari salam pembuka dan penutup saya berkeyakinan bahwa penulis adl seorang hindu yg tentu saja akan berusaha membela agamanya. Semoga artikel ini benar2 disusun dgn didasari data & fakta sejarah secara objektif tanpa didasari rasa anti islam. Hanya penulis dan Allah saja yang tahu niat dibalik penulisan artikel ini. Wallahu ‘alam

    • Saya setuju. Saya berpikir seperti itu pula
      Penulis harus berhati-hati juga ketika menuliskan tentang itu
      suka atau tidak, setiap hal ada perannya.

      Menganjurkan kepada penulis utk lebi bertanggung jawab di dalam menulis dan kita sebagai pembaca untuk melihat dr sisi baik dr perjalanan sejarah dan adanya hal – hal yang kita bisa belajar maka kita tidak jatuh kepada kesalahan yang sama dari jaman dahulu hingga sekarang

      Pepatah mengatakan – kekalahan manusia adalah ketika manusia tidak pernah mau belajar dari sejarah. Dan sejarah adalah guru yang baik dan berhikmat. Maka dr itu belajar lah terus bersama sama, supaya kita makin bijaksana dimasa depan

      Salam

    • Toa keras keras..itu sdh bukti…betapa egoisnya ajaran ini…entah apa maksud pasang Toa keras keras..coba anda jelaskan. Saya sih paham..tapi saya gak mau bilang.nunggu anda yg jelaskan…

  35. Aduh sejarah kok dicampur baur begitu…..catut sana catut sini, saya yang sudah baca sejarah jadi mual…..betapa tulisan sejarah yang tidak berimbang. Melenceng. Bersifat menghakimi. Kebencian penulis pada Islam dan berharap bangkitnya kembali agama dominan zaman Majapahit terlihat di seluruh bagian (meski ditutupi kata nusantara). Banyak kok yang ditutupi atau dibelokkan. contoh kecil, kaitan atas munculnya Tengger dan Pajajaran pun tak ada. Justru ini lah militan sesungguhnya. Yang menciptakan benih-benih kebencian dan perpecahan berdasarkan dusta sejarah. Meski kayak penuh bukti-bukti kata-kata, peristiwa dan tempat. Apalagi dipenuhi mitos dan klenik-klenik yang berisi ramalan bak Jayabaya. Hadewww.

    Kesimpulan pribadi kayak ditonjolkan. Mungkin kebenarannya bisa jadi tinggi 50% karena mencatut dari buku-buku sejarah, cerita rakyat dan kitab-kitab kuno, tetapi bagaimana yang 50% sisanya yang bersifat adu domba. Yang kayak begini sudah berhasil di India, berakibat pembantaian terhadap Muslim yang nggak ngerti sejarah masa lalu. Mereka nggak tahu dendam sejarah macam tulisan begini. Kasihan!

    Jadi lah arif, betapa kita sadar sejak dulu bahwa sejarah Majapahit memang diselimuti awan yang sangat tebal. Bukan seperti tulisan ini yang jelas banget kayak bisa membaca pikiran orang per orang. Urut runut. Bukan pula pemerintah merahasiakan……ckkckk…kepo banget. Bahkan masalah kecil seklipun, katakan lah letak kerajaan Majapahit sesungguhnya pun masih terus menjadi perdebatan yang panjang. Dan semua tahu bagaimana akhir Majapahit sesungguhnya……yaitu perang saudara atau pembrotakan yang terus menerus Dimana-mana terjadi pembangkangan dan wilayah-wilayah yang melepaskan diri. Bukan terjadi justru setelah Islam berkuasa. Atau gara-gara kelicikan hanya ulah seorang putri aja. PARAH!. Apakah penulis lupa kedudukan istri di mata orang Jawa tempoe deoloe…..apalagi permaisuri. Manut pokoke. Surgo nunut, neroko katut.

    Dan mana mungkin pula Raden Patah begitu berani lancangnya kalau tidak karena Majapahit yang sudah sangat lemah. Wilayah memang tinggal Jawa yang tersisa. Penyerangan bersifat menyelamatkan Raja (bapak) atau ambil alih situasi yang sudah sangat kacau balau di Trowulan. Pertanyaan besarnya kan: kenapa Trowulan tidak diambil alih?……itu lah bijaksannya Raden patah sebagai anak yang berbakti bukan durhaka. Harga diri Raja tetap terjaga. Mendem jero. Bahkan banyak yang mengatakan, ini lah pengambil alihan kekuasaan yang berjalan mulus dalam sejarah.

    Bener-benerf MIRIS saya baca tulisan ini…..sejarah kok kayak novel saja….seperti novel sejarahnya (maaf sensor)…..hehhhee….penuh rekayasa.

  36. cangkemu su,,,”Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”

    maksudmu kamu mau mengatakan bahwa islam yg menghancurkan negeri ini???

  37. Oh,HYANG WIDHI,sadarkanlah semua mahluk.Perlihatkan kepada kami semua,jalan menuju KEBEBASAN SEJATI(MOKSA).

  38. Semoga kita bisa belajar dari sejarah khususnya untuk Bali, karena pengikut anak durhaka itu misinya terus berlanjut, waspadalah..

  39. Sayang paragraf terakhir tulisan ini tendensius… .. saya tidak membahas kebenaran dari sisi sejarah,… biar yg berkompeten yg menganalisa. Logikanya adalah :
    1. Sayang anda tidak membahas apa yg di berikan Islam utk nusantara,.. dari awal kedatangannya, perjuangan kemerdekaan sampai saat ini.
    2. Pertanyaannya kenapa tidak ada pembelaan terhadap kepercayaan nusantara sebelum hindu. Padahal lebih mewakili dan “asli” nusantara… toh Hindu dan india berhubungan.
    3. Kl yg dipermasalahkan agama import… pertanyaannya bgm dengan agama yg datang ke nusantara setelah Islam, spt Kristen..Yg tentunya juga datang dari luar nusantara.

    Berhati2lah saudara nusantara-ku, tulisan anda menyimpan potensi negatif terhadap nusantara ini.

  40. Seyogyanya jalan sejarah ini bagus namun terselip aroma benci terhadap satu aliran agama,,,,,baiknya anda sejarahwan yang baik,,,,hanya menceritakan agar kita tidak lupa dan mengambil hikmahnya,,,,,,bagaimanapun waktu terus bergulir dan kita udah hidup dijaman yang berberbeda,

  41. Mohon petunjuk mana yg benar… dalam buku babad tanah jawa yg pernah saya baca di kisah akhir sebelum runtuh Prabu Brawijaya melakukan meditasi dan akhirnya moksa beserta seluruh penghuni istana… sedang di sini kok jatuh sakit dan wafat….??? mohon petunjuk…

  42. lumayan seru juga ya geo politik-nya,,, kalo hemat saya ini bukan pertarungan ideologi/ keagamaan,,, tetapi lebih kepada murni berebut kekuasaan,,, bukan keruntuhan majapahit yang saya sayangkan,,, yang saya miris adalah keagamaan selalu dijadikan kambing hitam atas misi orang2 yang rakus kekuasaan,,, padahal kejayaan suatu bangsa bukan di ukur dari luas area kekuasaannya,,, maaf saya sebagai wong jowo kulon lebih bangga atas padjadjaran,,, karena ,,, padjadjaran jaya lantaran intelektualitas dan kualitas SDM nya,,, bukan karena kekuatan militer,,, namun begitu kenyataannya majapahit yg agung tak kuasa menaklukkan padjadjaran,,, saling asah- saling asih- saling asuh inilah semboyan untuk menjalin kekuatan suatu bangsa,,,

  43. Ceritanya begitu panjang untuk di ikuti, mungkin bisa ditambahkan untuk merangkum intisari dan makna sejarah itu..Btw, anda dapat sejarah ini dari mana sumbernya?

  44. ini sumber penilitian sejarahnya dari mana? kok tidak dilampirkan catatan kaki maupun kutipan dari sumber penelitian sejarah yang valid? selain itu ceritanya terkesan mendiskreditkan salah satu etnis dan agama tertentu.

  45. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”

    Takut salah tangkap, apa yang dimaksud dengan “ideologi bangsa lain” pada kalimat di atas itu adalah ajaran agama islam? mohon petunjuk. thx

  46. Salam,
    Terima kasih atas tulisannya yg sangat berharga melengkapi pengetahuan saya ttg Majapahit yg saya dapat dari buku2 lain.
    Seandainya mungkin, saya ingin sekali tulisan tersebut diterbitkan dalam bentuk buku; tentu saja Anda dapat memperluas/melengkapi dg bahasan lebih dalam lagi.
    Terakhir jangan lupa mencantumkan sumber2 yg membawa kita pada kesimpulan2 itu, seperti prasasti2 atau buku2 yg diterbitkan oleh para sejarahwan misalnya Prof. Slamet Muljono di bukunya “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara2 Islam di Nusantara” dan “Kuntala, Sriwijaya dan Suwarnabhumi”. Dll.
    Salam,

  47. om swastiastu..
    jadi terkenang dengan guru sejarah sejaman sma.. beliau menceritakan cerita yg persis sama.. dengan beberapa tambahan, guru sejarah saya dahulu adalah instruktur guru sejarah se Bali, ditambah petuah dari orang2 tua.. dan kenyataan yg ada saat ini, memang berbeda sekali..
    semoga saja nusantara bisa kembali jaya.. pemerintahan berwibawa dan disegani karena kebijaksanaan bukan karena politik uang dan kekuasaan.
    suksma artikelnya..

  48. Sevuah ulasan yang lengkap dan runut….cuma saya agak bingung yang disembunyikan pemerintah yang mana ya?

  49. Maaf klo blh tau drmn anda peroleh literatur atau fakta2 yg anda jabarkan diatas tsb??? Sejarah tanpa dokumentasi rawan utk diselewengkan seluas2nya. Bth riset yg akurat berhubung dokumentasi dr sejarah yg trbatas yg qta miliki. Trmksh.

  50. Semoga keselamatan dan kedamaian beserta anda penulis artikel di atas ….. Semoga Allah SWT memeberikan petujuk ke jalan yang lurus ….

    Sebagai seorang muslim, … perlu ketulusan dan kebijakan untuk dapat mengambil pelajaran dari “cerita” yang anda tulis, agar dapat diresapi pelajaran tentang kebaikan dan keburukan sebagai bagian dari tuntunan pengalaman, dan saya mencoba meyakinkan diri saya bahwa maksud itu yang ingin anda pesankan dalam artikel tersebut ……. apa adanya sebagai pelajaran hidup.

    Namun saudaraku, … sebagai sesama, saya merasa terpanggil untuk saling mengingatkan … menyampaikan kepada anda (semua), bahwa “cerita” itu menyebarkan “aroma kebencian” yang bertentangan dengan dharma yang notabene ingin anda junjung …. “cerita” ditulis diatas subyektivitas dan niat yang tidak tulus dalam menyapaikan “kebenaran hidup” …. Saya berdo’a semoga niat itu tak seburuk “pendatang muslim yg anda kisahkan” untuk mengadu domba dan menghancurkan nusantara …… Semoga ….

  51. If the Majapahit Emporer be a muslim kingdom, I believe it can be a prosperous and super power kingdom like the Islamic Turk Ottoman Chaliph. Because they are not received Islam as their national religion, most of the muslims in the emporer preferred to separate the central government. You can see the history of Malaysia, the British Colonial unable to change the Malay-Muslims’ faith and we stick what we were inherating from our ancestors. Even the British such many policies in order to drop our motivation and spirit, we always to ensure that Islam still being the preference.

  52. Kak, saya ingin tahu buku referensi tentang asal usul nama Banyuwangi yg kakak tuliskan. saya tertarik untuk membaca versi2 legenda dari daerah yg indah itu.
    oia, sebelumnya terimakasih karena sudah memberikan pemahaman baru yang mencerahkan mengenai majapahit yang agung. 🙂

  53. “Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua.”

    Mohon Penulis mengoreksi lagi, menurut sejarah, Daerah Indonesia Timur (NTT-Maluku-Papua) bukan merupakan daerah kekuasaan Majapahit. Karena kami di daerah timur memiliki Kerajaan Sendiri-Sendiri.

    Coba Penulis cek saja, kenapa dulu bisa ada Irian Jaya dan Papua New Guinea ?
    Itu adalah ulah Indonesia agar bisa memecah belah, namun sekarang masyarakat sadar dan kembali menggabungkan daerahnya menjadi PAPUA.

    Nenek Moyang dan Pahlawan kami berjuang untuk negeri kami sendiri, BUKAN UNTUK MAJAPAHIT..

    Jadi mohon untuk kop tulisan diatas, bisa diperbaiki lagi.

  54. Saya adalah salah satu dari keturunan para pendahulu tersebut diatas, sungguh sangat pilu rasanya membaca kejadian waktu itu, semoga kejadian tersebut menjadi contoh untuk bangsa kita kedepan, saya malah berpikir bahwa bangsa ini akan terpecah bila para pemimpin negara kita tidak mendengar apa kata rakyatnya

  55. Salam kenal..
    Dari sudut pandang saya, cerita baru ini malah:
    1. Menghina prabu Brawaijaya, krn digambarkan lemah, manut, tak berdaya, masuk Islam terpaksa dll.
    2. Menyembunyikan perilaku ketidak patuhan para bawahan majapahit dan abdi dalemnya.

    Btw, saya kurang mengerti adat hindu dan kastanya di jaman itu apakah boleh TIDAK PATUH pada Raja yg akhirnya masuk Islam, dan para bawahan malah meninggalkannya.

    http://genghiskhun.com

  56. Author, artikel yg laen mana? Kan banyak yg author janjikan utk d bahas seperti siapakan sabda pengalon sbenarny

  57. cerita yang aneh, sangat tidak perlu dibaca sampai selesai. di pembukaan dan di penutupan pun sudah sangat aneh, apalagi di tengahnya …

    1). “Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati”
    siapa Dewi Candrawati ? …

    2) “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”
    memangnya agama Shiva/Buddha (Hindu/Budha) ideologi dari mana ? …
    apa yang harus ditangisi ? … yang harus nangis itu justru “kamu”, nulis berlama-lama tapi tidak bermutu

  58. Jika cerita benar,, maka pelajaran sejarah di sekolah2 sdh di belokkan,, dari cerita ini dpt disimpulkan bgm islam berkembang dg pesat di nusantara,, ternyata tdk jauh dari pertumpahan darah jg dan perebutan tahta kekuasaan atau haus akan kekuasaan dan “kacang lupa akan kulit nya” pdhal Kerajaan Majapahit sdh toleran thdp ideologi baru di daerah kekuasaan Majapahit

  59. sungguh ironis dan masih ada lagi yang perlu di publikasikan yaitu kisah perjuangan panglima prang “Gajah Mada” dari mana asalnya dan dimana beliau berakhir.

  60. Hahahha ga ada sumber terpercaya! Alias lu cuma mau nuebarin propaganda palsu lewat sejarang yang lu karang sendiri, melebih-lebihkan agar orang berfikir “wah ternyata islam ini begini-begono”. Hahaha kami para pembaca ga sebodoh yang lu kira, setiap agama menginginkan perdamaian. Jangan sok tau lu tong

  61. itu kan sejarah versi kalian tho, kalau versi kami ya malah seneng, syukur bis terlepas dari animisme dinamisme

  62. Ping-balik: SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH | Smaller World

  63. ceritanya keren juga, coba kerjasama dengan developer game jepang untuk di buat game seperti dynasty warrior atau samurai warrior, agar generasi muda lebih mudah mencerna sejarah indonesia

  64. Tulisan tanpa refferensi, hasil mengarang indah ya Om Om Om (alias FITNAH)

    Ingat memfitnah Islam itu seperti meludahi matahari di tengah hari bolong muka sendiri yg terkena air ludah.

    Lihat bagaimana sangat tdk dihormatinya george w bush jr oleh dunia di akhir masa jabatannya sbg presiden USA (pd sesi foto kepala negara G20 dia ditaro di barisan belakang di pinggir lagi). Itu krn karmanya yg menuduh negara2 Islam memiliki senjata pemusnah massal yg kemudian diketahui ternyata bohong belaka bahkan plagiat. Masih ingat kan!!!

  65. luar biasa menarik, perpaduan antara sejarah, dan legenda .
    Sebuah cermin untuk menatap negeri ini kedepan.
    Perkembangan agama2 selalu dilumuri darah, sebuah fitrah manusia …

  66. Cerita ini hanyalah sebuah legenda yg didukung artefak2 yg diterjemahkan oleh pikiran2 para ahli yg berkurang terjawab dng tuntas. Sebab apa ? Para ahli itu jarang memahami ilmu metafisika yg tertata dng pertolongan Allah swt. Saya memahami itulah kajian yg mungkin perlu dikembangkan lagi, tentunya dalam perkembangan ada hal2 yg perlu dihapus dan ditambah, tapi apapun juga saya menghormati kisah2 temuan yg saya baca sebagaimana tersebut diatas. Trimakasih – Wassalamu’alaikum wr wb (pewaris desa/dusun/tanah yg diberi oleh Sultan Bemak R.Fatah)

  67. Itulah fakta yang tercatat oleh sejarah. Perjalanan nasib bangsa kita. Benang merahnya, sejarah akan berulang. Sekarang kita sedang mengulangi sejarah

  68. Bkn perkara ideologi y mnjdi penyebab runtuhnya majapahit tetapi tuhan telah menghendaki negeri ini untuk di beri kebenaran kpd agama y sebenarnya u menyembah tuhan y satu yaitu alloh satu y tidak beranak d tidak diperankkan begitu juga TDK serupa DG mahluk ciptaannya seperti bintang,manusia matahari dll

  69. Cara anda mendeskripsikan sungguh bagus. Sayang, tanpa metode penelitian dan sumber yang jelas. Sehingga tulisan ini bercitra sebatas fiktif subjektif dalam perspektif Saudara.

  70. Ping-balik: Sejarah Runtuhnya Kerajaan Majapahit Yang Dirahasiakan (VIII) | Tabanantoday.com

  71. 3,5 Abad dimasuki lagi indeologi barat lewat VOC 3G GOLD GOSPEL & GLORY…!! ini malah lebih panjang lagi dn dampaknya lebih besar…! Daftar kejahatan kemanusiaannya terhadap Nusantara lebih besar…! Kerja Rodi..!, musnahnya Hak2 Pribumi..! Pribumi Dijadikan manusia kelas ke 3..!, pribumi dibuat buta dn bodoh…! … Disisi lain matilah kemanusiaan, nyawa seperti tak berharga saat masuknya GOLD GOSPEL & GLORY Hancur lah sudah dgn masuknya imperialisme barat, dn sekarang masuk sekularisme dn kapitalisme barat, nah saat itu bangkitlah kekuatan rakyat state nation ke 2 setelah majapahit..

  72. Bukan kah sebelum nusantara terbentuk, ada kerajaan sebelum maja pahit. Dan nusantara juga hasil taklukan majapahit

  73. Salam..menarik nih. Islam dipandang ideogi asing, sedangkan Hindu-Buddha diklaim sebagai asli nusantara. Bukankah kedua agama animisme-dinamisme termasuk aksara Sanskertanya berasal dari India (adaptasi dari paganisme Kabbalah Babilonia dan Mesir kuno)?

    Boleh tau kitab atau babad apa yang jadi landasan sejarah alternatif ini?

  74. Kalo boleh tau, riwayat ini berdasarkan sumber histori yang mana ya? apakah ada bukti konkritnya? atau tertulis di berita china atau prasasti atau sumber2 yang dapat dibuktikan kebenarannya? terima kasih

  75. iya ya… semua hancur setelah Islam masuk…. pantas aja di dunia ini ga ada negara Islam yg tergolong negara maju, semua negara maju dan cerdas adalah nonmuslim misalnya jepang korea, barat, tiongkok… ke depan ga akan maju deh selama masih Islam yg mendominasi…. negara islam semuanya adalah negara perang/terbelakang/konsumtif….

  76. Islam adalah rahmad buat segala umat. Islam agama damai, silahkan membuat artikel spt demikian tapi kami umat islam tidak serta merta marah. Sejarah sapa tahu sebenarnya sejarah.

    Jika kita menangis, orang lain disekitar kita mengira kita sedih kan. Padahal mungkin kita menangis karena bahagia. Seperti itulah opini. Itu opini orang, tak selalu benar. Seperti itulah sejarah. Semoga rahmad selalu tercurah kepadamu mbak gelis.

  77. Tanpa di sadari dan fakta ini tak pernah di ajarkan di pelajaran sekolah2 sekalipun! Bahwa kita pernah melalui konflik agama sejak dahulu kala hanya tdk pernah terekspos… menggambarkan juga betapa picik nya kaum muslim ketika masuk Nusantara… menggambarkan betapa bodohnya Prabu Wijaya.. sebagai penganut Buddha cukup miris membaca tulisan ini

  78. ngareepp banget mmajapahit pernah menaklukkan nusantara. tanah sunda saja mesti ditipu dulu baru dikalahkalahkan. sedari awal perebutan kekuasaan ditanah jawa selalu melalui pertumpahan darah. kok g dicerita sejarah berdirinya majapahit.?

    • ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama goblok, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam

    • Tulisannya bener2 super banget! Saya yakin si sangat cerdas bukan orang sembarang. Kalau saya menilai dari segi emosi yg disisipkan ketulisan misi tulisannya bukan mengungkap kebeneran tapi lebih memecah belah kerukunan umat beragama! Sayang sekali…

    • Sangat bagus sekali…saya senang membacanya, cuma sayang sekali banyak yg dipelintir fakta2 kehebatan luhur leluhur nusantRa ini melalui tulisan2 di buku2 sejarah ( pelajaran sd / smp / smu ) seolah olah jaman keemasan nusantara
      maupun kebudayaannya yg hebat semenjak adanya wali sangha….

    • Ini kisah masa lalu dari Bangsa kita, enak dibaca walau tanpa data dan sumber sejarah, sebuah tulisan yg baik haruslah memuat data dan sumber sejarah, akan tetapi kita patut menghargai karya penulisnya, karena tidak banyak dari kita meluangkan waktu untuk menggali perjalanan kisah hidup nenek moyang kita, budaya kita, dan perjalanan spiritual mereka, Kini Negara kita sudah merdeka dengan NKRI yang harus dipertahankan keutuhannya, karena NKRI sangat mahal harganya, dia harus ditebus dengan darah para syuhada dan pejuang, dengan pengorbanan yang tak terhitung banyaknya, dan dengan linangan air mata, kita harus berwawasan Nasional yang kukuh, tidak lagi berfikir tentang Raja – Raja lokal, karena dapat mengganggu keutuhan NKRI, dalam sejarah bangsa – bangsa sebuah revolusi bisa terjadi atas keinginan masyarakat untuk menjadi bangsa yang lebih maju baik dibidang sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan bahkan keagamaan, dan dalam tulisan ini telah digambarkan kesemuanya itu, tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik – baiknya demi menghormati perjuangan para Pahlawan kita, dan demi mempersiapkan generasi muda kita agar nantinya mereka mampu hidup Bahagia, sejahtera, dan mampu sebagai suatu bangsa yang hebat dan disegani Dunia dibawah Panji – panji bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Amin.

      • Maaf sebelumnya, penulis cuma menggambarkan. Alangkah baiknya bahwa kita mengetahui sejarah n belajar dari kesalahan yang terdahulu untuk jangan terulang lagi karna kekuasaan dan kepentingan orang. Semua sudah tahu bahwa sekarang NKRI. Karna dalam sebuah hal cerita raja maupun tokoh adalah hal yang kita ketahui sebagai bimbingan untuk pelajaran menuju arah yang lebih baik lagi.

      • Pokoknya runtuhnya Majapahit aiau kerajaan non Islam lainnya adalah akibat dari KOLONIAL SPIRITUAL ISLAM yg mempunyai DOKTRIN KOMUNIS untuk mengharuskan manusia dan dunia memeluk agama Islam.Simbul ke Islaman antara lain adalah PEDANG untuk membnunuh semua orang kafir yg bukan beragama Islam .Ada yg membantah dengah BUKTI? Bukan makian menghina agama Islam?

      • syukuri apa yang sudah ada,…sejarah adalah msa lalu yang maseh slalu qta pertanyakan,….ada TUHAN(Penguasa Alam ini) yang telah mengaturnya,…..

      • Cerita yang sangat menarik, tapi sangat mendramatisir, ISLAM ada di Nusantara, hingga terjadi peradaban kemanusiaan, dan ISLAM tidak pernah menumpahkan darah musuh yang menyerah, sangat disayangkan dengan drama Darma yang di khayalkan, mata Dunia telah melihat fakta kekejaman buddhis di myanmar, dan kekejaman pemeluk agama non muslim yang selalu berlaku zolim terhadap umat ISLAM Agama yang rahmatan lilalamin.

    • Saya bangga karena terlahir di bumi nusantara ini, yg pernah jadi sebuah negeri besar dan disegani didunia internasional dijamannya. Sekaligus ada juga rasa risi dg melihat perjalanan kesejarahannya yg penuh dg intrik karena ulah manusia manusia nya yg dipenuhi oleh nafsu keserakahan kefanatikan yg sempit. Achirnya kita harus merelakan perjalanan negeri nusantara tercinta ini yg dulunya begitu megah menjadi negeri yg seperti sekarang ?????? Jamanlah yg akan membuktikan semua kebenaran.

      • Kalau ini memang benar, ada prasastinya.. Girindrawardhana menganugerahkan hadiah kepada pihak2 yg membantu pada perang penaklukan Trowulan tahun 1478 M. Prasasti Petak dan Jiyu

  79. Kami tidak perlu merasa rendah diri karena tdk lg menjadi bangsa penjajah (majapahit),tp kami akan merasa bangga dunia akhirat karena kami punya Tuhan Yang Esa (Allah) dan tidak animisme

    • Kabah bukan batu ya boss? apapun penjelasanmu orang di luar islam melihat itu Batu. Kemudian lobang Ashwar …orang melihatnya seperti lobang….( jangan marah …kita hanya mencoba utk sadar bukan fanatik buta)

    • lu goblok dipiara yah .. sejak kapan Majapahit itu bangsa penjajah .. belajar baca lagi sono .. justru agama yg kamu anut itulah bawaan dan ideologi penjajah yg menghancurkan bumi nusantara hingga menyebabkan manusia2 di Indonesia jadi bersifat kerdil macam kamu.

    • Dari 360 dewa maka ia pilih satu dewa eang dianggap Tuhan yakni I-llah (durga), so bukan anemisme? eta dewa tah, so anemisme selalu identik dengan berkiblat ke patung or batu or rumah God? so anemisme selalu identik dengan tumbal hewan or kurban? so anemisme itu selalu berdoa (memohon/meminta)? kapan puja dan bhakti pada Tuhan seperti ajaran Hindu jika terus tak bersyukur meminta terus seolah Tuhan tidak Maha Tahu. Pahami kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa (Ia yang satu) bisa ada dimana saja menjadi apa saja eang dikehendaki. Situ sape mengkebiri Tuhan, jauh jauh mencari Tuhan yang dekat ada dalam tiap ciptaan-Nya (Tat Twam Asi/Manunggaling Kawula Gusti/Trinitas). Situ Bapaknya Tuhan, tau anaknya cuma I-llah (Durga)? Menganggap dia sebagai Tuhan yang satu beda dengan, Tuhan yang Maha Esa hakikatnya satu tapi ada banyak manifestasi bukti kemahakuasaan-Nya.

    • Pemahaman anda ttg agama sangatlah sempit bapak johan.. seandainya anda membuka wawasan anda, mungkin anda akan tercengang, bahwasanya ka’bah yg anda agung”kan itu adalah simbul dari Hindu, yg anda puja dan hormati selama ini adalah simbul MAHADEWA/ALLAHWUAKBAR/Tuhan yg tertinggi bagi Umat Hindu jg.. bukalah wawasan anda,apabila anda benar”ingin tahu tentang Agama dan Alam semesta ini.. semua ajaran Agama itu adalah mulia, namun banyak manusia yg terpedaya akan kelicikan”manusia,apalagi manusia dari negara ARAB.. suatu saat pasti anda memahami apa yg saya maksud.. (semoga semua mahluk ciptaan Beliau hidup rukun di bumu ini)..

  80. Itulah sifat asli orang Indonesia (Nusantara) dari dulu sampai hari ini, ‘kita’ lebih menerima hal-hal dari luar daripada dari dalam negeri sendiri

    • Apasih yang asli di Nusantara. Budha tidak Asli, HIndu juga tidak, kristen juga tidak, Kong Hu Chu juga tidak, Islam juga tidak, demokrasi juga tidak, republik apalagi. Yang asli hanya animisme, kemben, koteka, dll. Persoalannya bukan asli ato tidak asli, tetapi nilai kebenaran dan kemampuannya untuk mengayomi manusia

    • ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam

    • Maaf… mmg nya ada yg asli dr diri sendiri… krn hindu shiva n budha jg berasal dr luar nusantara yaitu dr India.
      Yg asli diri sendiri ya kepercayaan animisme dll… bukan berupa agama.

    • Bahkan keyakinan kerajaan majapahit pun (hindu dan budha) bukan berasal dari ajaran mereka sendiri. Melainkan dari India. Keyakinan dari masyarakat nusantara menurut sejarah, awalnya adalah dinamisme dan animisme.

  81. Yang namanya syahwat kekuasaan itu siapapun bisa terjangkit, apapun agamanya. Adalah akibat wajar negara itu hancur karena pemimpin yang lemah (dalam hal ini Prabu Brawijaya), Raden Fatah mengambil kekuasaan dengan jalan yang sah, dengan kekuatan.

    Merebut kekuasaan dengan kekuasaan adalah cara turun-temurun yang telah trend sejak zaman dulu kala, sebut saja Ken Arok, Raden Wijaya dan raja-raja perintis lain, selalu merebutnya dengan kekuatan.

    Jika misalnya NKRI merdeka dengan cara diberi oleh Belanda, masih adakah kebanggaan kita hari ini?

    Tidak usah mencari kambing hitam atas kelemahan diri sendiri, karena itu sudah maunya zaman.

    • OMONG KOSONG dng kbanggaan akan kmerdekaan krn merebut kekuasaan!! Apakah anda bangga dng kondisi negara anda ini sekarang?? Saya benci dng doktrin itu sekarang. Tidak ada relevansinya antara kebanggaan dng cara mendapatkan kemerdekaan. Anda bisa lihat sendiri kondisi negara Malaysia, Hongkong, atau Afrika Selatan sebagai contoh negara yg anda bilang ‘tidak membanggakan’ itu. Apakah Indonesia lebih hebat dari mereka??
      Sifat merebut kekuasaan yg ditunjukkan Raden Fatah itulah sekarang menjadi penyakit kronis bangsa ini, pemimpin yang haus kekuasaan, tak berempati, dan tak berpikir panjang. Merasa hidup hanya untuk saat ini, tak memikirkan hidup anak cucunya nanti. Dan itu semua bisa dirubah, sebab itu tergantung manusianya, dan BUKAN kesalahan zaman yg anda katakan tadi.

    • Iya betul, Brawijaya memang bodoh..
      Harusnya dibantai aja semua golongan (non SHIVA-BUDHA) yang akan menghancurkan peradaban sebuah bangsa, negara, dan pemerintahan. Hukumnya HALAL dalam Islam.
      Salam Tolol dan Bodoh..

      • Coba lihat perkembangan sekarang mas. Lihat yang terakhir di Perancis di pantai yang Indah…mengapa teman2 Muslim tdk protes dan menolak keras segala macam terrorisme yang dilakukan oleh Muslimin juga?

  82. Judulnya provocative, tp versi ini justru yg banyak beredar dn tdk ditutup2i. Versi yg rujukannya dari buku2 karya orientalis dn kitab “pesanan” voc, dharmogandul.

  83. Tulisan yang panjang, menyebut banyak nama, tempat, dan kejadian, tanpa mencantumkan referensi satupun.
    Sangat meyakinkan.

  84. Don’t you dare ever blaming my great great great great grandfather, he was the most generous person, most kind-hearted king that I had ever known! It’s not his fault that he was stabbed in the back by his own son and wife. He was just too generous that he believed everyone was a good person. I myself am Moeslim and I adore those who value unity in diversity and tolerate the differences. That story taught us that even people you called Sunan had bad side. Well, no human being is perfect, except Rasulullah, and however, they were not him. So suck it up and accept that they also play a big part of the horrendous, cunning, and disgusting civil war due to their own selfishness and fanatic thought. But what can I say? They were also just human after all. I just hope thay you people won’t be so easy to forget the Last King of Majapahit, who had die as Moeslim. I hope you would come here at his grave, Makam Putri Champa (pronounced Putri Cempo), ±7km from Dinoyo, Mojokerto, just to respect and pray for him. You should see, how sad and pathetic the condition of his grave is..

  85. Terlalu banyak fakta yang diabaikan, seperti bentuk pemerintahan majapahit, lemahnya sosok Prabu Brawijaya, menikahkan wanita muslimah dengan non muslim? Arti dari Gelar Raden? Kasta dalam sistem kerjaan, lemahnya perekonomian, kemiskinan dan penyakit yang menyebar pada waktu itu. Konflik internal, korupsi dan perebutan kekuasaan di dalam majapahit, konflik dengan etnis Cina. Di mana sebagian besar ahli sejarah merujuk kepada lemahnya pengetahuan, wibawa dan kemampuan memimpin sang Prabu.

    Sehingga adipati-adipati yang menjabat menjadi rata-rata kecil di wilayah nya. Melihat sejarah dari satu sisi hanya akan menampakkan sebahagian muka nya. Tidaklah objektif melihat sejarah yang di dalamnya terdapat Hindu, Budha dan Islam tanpa mengenal dasar agama tersebut.

  86. Cerita yg menarik, apabila diberikan bukti otentik akan memberikan bukti pelurusan sejarah dan bisa belajar banyak dari sejarah. Contoh Di Negara inggris dimana disetiap Kota Ada museum yg menceritakan sejarah Kota tersebut yang menjadi bagian sejarah sebuah Negara.

  87. Islam menenggelamkan Majapahit lalu datang Belanda mempersatukan Nusantara, menjajah, mengasuh, memberi pendidikan, dan akhirnya Indonesia Merdeka dari Belanda tetapi tidak dan belum Merdeka dari Islam hingga sekarang.

    Hhmm.., diajarkan kasih saja masih ada yang jahat apalagi diajarkan JAHAT. Jadi yang harus DIBUANG ajaran JAHAT-nya baru prilaku jahatnya dikurangi.

    Terimakasih, salam damai..!

  88. Apakah ideologi Hindu Budha asli Ideologi Indonesia ??? Cobalah fikirkan dengan jernih.
    Apakah sidharta gautama orang jawa ??

  89. Artikel yang bermuatan SARA, Kebencian akan Islam.
    Bukankah semua agama sama mengisyaratkan kehati- hatian akan: Harta, Wanita & Tahta.
    Karena ketiga komponen itulah yangakan menjerembabkannya pada kenistaan/ kehancuran & mala petaka.
    Wakhuljaa’alhaqqo wajahaqolbaathil, innal baathila kaana zahuuqo.

  90. Sudah menjadi takdir dari kerajaan dan wilayahnya. Tuhan pasti mempunyai maksud, mengapa keruntuhan kerajaan majapahit harus terjadi..

  91. Bagi orang hindu dan Budha, keruntuhan mahatahu memang menyakitkan tapi bagor kami kaum Muslimin ini berkah yang dengan keruntuhan itu penghalang utama da’wah bisa di hilangkan dan perkembangan Islam bisa meliputi seluruh wilayah kekuasaan majapahit. Keruntuhan majapahit menjadi era kemunduran hindu Budha di nusantara dan menjadi bukti kelemahan kedua agama berhadapan dengan Islam. Kelak nusantara ini akan bersatu lagi dibawah Khilaf Islam global dan angan angan hindu Budha untuk kembali ke tampuk kekuasaan akan kembali pupus. Kini Nusantara ini dikuasai para jongos kapitalisme yang sebentar lagi juga akan musnah.

  92. Saya salut dengan usaha ini, walaupun saya tetap sarankan penulis agar lebih bisa bersikap rela saja. Hayati kebenaran dengan baik. Saya lihat anda tetap kekurangan tokoh untuk kembali menghidupkan idealisme dan romantisme masa lalu anda pada alur cerita, walau anda sepertinya berusaha keras untuk itu. Dan anda juga tidak kuasa untuk tidak menyebut ISLAM sebagai pemenang diakhir cerita. Itu wajar terjadi pada orang yang menyukai sejarah, walaupun sebenarnya anda tetap tidak menginginkannya. Itu terlihat pada SEGMEN HARAPAN ANDA pada dialog Prabhu Brawijaya dengan Sabdo Palon dan Naya Genggong tentang akan kembalinya mereka. Saudara penulis, sejarah manusia adalah sejarah konflik, antara kebenaran dan kebathilan. Saya yakin fitrah kemanusiaan nusantara cenderung pada kebenaran, walaupun anda kelihatannya belum rela. Saya ngerti keresahan anda sebagai orang yang masih memegang idealisme tertentu, tetapi sistem kehidupan yang anda pegang tidak lagi cukup untuk mengayomi manusia. Maka suka atau tidak suka, masyarakat nusantara tetap akan mendekat pada ISLAM, karena mereka butuh pada solusi yang sanggup mengayomi mereka sebagai manusia. Saya bertaruh dengan anda tentang masa depan yang diharapkan, bahwa apa yang anda impikan hadir di masa depan tak pernah kembali wujud, karena tahapan perkembangan manusia tidak akan kembali surut ke zaman yang mengagungkan animisme. Bahkan daerah TENGGER masa depan adalah daerah yang akan turut bersuara untuk meninggikan ISLAM, baik anda rela atau tidak rela. Anda hanya terjebak pada ketidakrelaan anda saat ini.

  93. Agama Buddhi, agama kesadaran, ketika agama memandang kebenaran sampai ke inti paling dalam. Selama ini yang kita lihat hanyalah kulitnya (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dll.). Cooool….!

  94. tulisan di atas sangat tidak tepat disebut sejarah, terlalu banyak unsur opini dan asumsi. Seolah yg menulis tau isi hati para pelaku sejarah. lebih anehnya lagi asumsi dan opini tsb dibuat untuk membuat gambaran buruk para Da’i Islam.

  95. Ceritanya menarik!.Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Buddha Maitreya memakmurkan orang yg menceritakan kembali sejarah majapahit.Sabbe satha bhavantu sukhithata semoga semua makhluk hidup berbahagia sadhu sadhu sadhu

  96. Tulisan yang cukup menarik,walaupun masih perlu kritisi dan koreksi disana-sini.
    Harus diakui penulis cukup subyektif dalam mendudukkan perkara sejarah dan sangat mendiskredit-kan penyebab runtuhnya Majapahit yang agung krn pahama agama baru yaitu Islam..
    pertanyaan-nya adalah kenapa paham baru dari timur tengah itu bs berkembang pesat di Jawa yg notabene beragama siwo-budo sejak nenek moyang nya dulu?
    Salah satunya adalah doktrin Islam yg mengatakan bahwa semua manusia sama nilainya di mata Tuhan,hanya keimanan dan ketaqwaan-nya saja yg membedakan mereka bukan tingkatan kasta-nya..
    doktrin ini lebih dinilai “fair” (adil) mengingat rakyat Jawa saat itu kebanyakan berkasta yg rendah,mereka merasa di dalam paham baru ini mereka mendapatkan kesempatan (oppurtunity) yg sama dgn siapa pun bahkan raja-nya! Tinggal mereka menggiatkan usaha-nya (effort)…terdengar lebih masuk akal dan dpt diterima bagi mereka yg selama ini tertindas dr sisi tingkatan spiritual

  97. Pengisahan sejarahnya sangat bagus meskipun masih ada sedikit rasa emosionalnya terhadap kelompok yg disebut agama… Sesungguhnya agama apapun yg melakukan tindakan di luar kesadaran luhur adalah suatu kesesatan tak terkecuali dilakukan oleh agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha atau yg lainnya.
    Perjalanan kekuasaan merupakan perkara politik dan agama seringkali dijadikan alat (dipelintir) untuk memperkuat kekuasaan. Padahal sesungguhnya agama itu terkait kesadaran… Kesadaran yg luhur itulah ajaran agama yg murni dari para orang sucinya.. Dan sesungguhnya spiritualitas yg murni itu selain mewujudkan cinta kasih dg Tuhan juga mewujudkan cinta kasih dengan semua makhluk. Ajaran agama Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha juga menekankan keagungan spiritualitas ini… Hanya saja di setiap agama juga selalu ada perusaknya… Tak hanya di Islam, di Kristen, Hindu, dan Buddha pun juga ada perusak2nya yg pada akhirnya melahirkam kekacauan dan pengaburan keluhuran agama itu sendiri…
    Kisah ini tak bisa dilepaskan pula dari kejadian di dunia akan keberadaan kekhalifahan di Turki waktu itu yg turut mempunyai kepentingan terhadap kekuasaan, dan hampir di semua belahan dunia, agama dijadikan alat penguat kekuasaan yg di agama Katholik di kemudian hari tercuat menjadi motto gold, gospel , and glory sedangkan di agama Islam penguatan kekuasaan diramu ke dalam semangat jihad fii sabilillah yg telah dipelintir… Di agama Hindu juga berlangsung kejadian yg mirip dg kisah runtuhnya Majapahit, yaitu di India pada saat penggulingan kekaisaran Mughal yg merupakan kekaisaran Islam yg menghargai pemeluk berbagai agama oleh pasukan kerajaan Hindu yg semula di bawah kekuasaan Mughal…
    Di abad ke-20 setelah perang dunia kedua, terbentuklah negara2 baru yg memproklamasikan kemerdekaannya…
    Kesadaran akan pemerintahan yg luhur yg bersifat universal menegakkan kebenaran dan kemuliaan mulai dibangun oleh para pemimpin yg mempunyai kesadaran akan hal itu…
    Sosok Soekarno dan Mahatma Gandhi adalah yg paling terkenal mengusung nilai2 ini keluhuran ini… Di Indonesia nilai2 kesadaran luhur yg merupakan cerminan keluhuran semua agama ini dituangkan menjadi yg kita sebut Pancasila beserta butir-butirnya… Di India dilakukan melalui ketetapan2 dan kebijakan2 Mahatma Gandhi…
    Namun di setiap munculnya ajaran luhur pasti juga muncul perusaknya… Lagi2 memanfaatkan nama agama utk memuluskan tujuan berbuat kerusakannya.
    Di Indonesia muncullah gerakan2 dan pemberontakan dari kelompok Islam seperti DI/TII dan keinginan pendirian negara Islam seperti halnya Demak tsb. Ada juga yg menggunakan agama Kristen utk memberontak seperti yg terjadi di wilayah Indonesia bagian Timur… Dan untungnya pemberontakan seperti ini dapat dikalahkan oleh pemerintah Indonesia yg memegang nilai2 luhur Budhi, rahmatan lil alamiin, dharma, kasih sayang atau apapun namanya, yg jelas kini disebut Pancasila…
    Di India pun upaya2 penegakan nilai2 luhur semacam Pancasila pun dilakukan oleh Mahatma Gandhi hingga merenggut nyawa beliau sendiri oleh kelompok militan Hindu…
    Kesimpulannya:
    1. Marilah kita perluas terus kesadaran kita akan spiritualitas yg luhur
    2. Tidak memandang agama tertentu mengajarkan keburukan karena setiap agama pada dasarnya mengajarkan kemuliaan dan di setiap agama juga terdapat perusak ajaran mulia agama itu sendiri yg juga selalu berkedok menjadi sosok pemuka agama
    3. Mari menjunjung nilai2 luhur Pancasila atau yg sejenisnya… Pancasila memang baru, namun nilai2 ini sudah ada sejak zaman sebelum masehi… Silakan dikaji dari sejarah kerajaan2 versi Yahudi, Islam, Hindu, Tao, Konghucu, dsb di masa2 sebelum masehi… Kata Pancasila hanyalah sebuah nama dimana nilai2nya pada zaman dulu bisa disebut Hindhu Dharma, Buddha, Nasrani, Tao, Islam, dsb… (baca peta peta penyebaran agama).. Jadi nilai2 luhur Pancasila adalah nilai2 agama itu sendiri… Hakikat agama itu sendiri, baik agama apapun adalah yg juga yg dituliskan di dalam Pancasila…
    4. Jangan terjebak pada nilai2 rendah yg diajarkan oleh tiap2 kelompok baik yg melalui bentuk agama, suku, ras, golongan, bahkan nasionalisme itu sendiri… Karena setiap ajaran agama baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan lainnya yg benar, adalah mengajarkan keluhuran hidup yg saling menyelamatkan setiap makhluk di manapun ia berada… Tidak terikat kelompok, negara, bangsa, keturunan, atau apapun juga… Yang diharapkan oleh kesadaran yg luhur setiap agama adalah kehidupan yg tercerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa yg mampu mewujudkan kedamaian, keselamatan, penuh cinta kasih di antara semua makhluk untuk keselamatan dan kebahagiaan semua penghuni alam dunia sambil masing2 individu secara damai dan tenang melakukan perjalanan dalam mengenal dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk, warna, dan nama apapun sesuai dengan keyakinannya…

    Demikian komentar saya… Mari kita bersama membangun Indonesia yg mampu mewujudkan kasih sayang, damai abadi, kebaikan (dharma) yg sejati, rahmat bagi seluruh alam semesta…

  98. Tulisan yang cukup menarik,walaupun masih perlu kritisi dan koreksi disana-sini.
    Harus diakui penulis cukup subyektif dalam mendudukkan perkara sejarah dan sangat mendiskredit-kan penyebab runtuhnya Majapahit yang agung krn pahama agama baru yaitu Islam..

    pertanyaan-nya adalah kenapa paham baru dari timur tengah itu bs berkembang pesat di Jawa yg notabene beragama siwo-budo sejak nenek moyang nya dulu?
    Salah satunya adalah doktrin Islam yg mengatakan bahwa semua manusia sama nilainya di mata Tuhan,hanya keimanan dan ketaqwaan-nya saja yg membedakan mereka bukan tingkatan kasta-nya..

    doktrin ini lebih dinilai “fair” (adil) mengingat rakyat Jawa saat itu kebanyakan berkasta yg rendah,mereka merasa di dalam paham baru ini mereka mendapatkan kesempatan (oppurtunity) yg sama dgn siapa pun bahkan raja-nya! Tinggal mereka menggiatkan usaha-nya (effort)…terdengar lebih masuk akal dan dpt diterima bagi mereka yg selama ini tertindas dr sisi tingkatan spiritual..makanya doktrin timur tengah tersebut cepat meyebar bak jamur di musim hujan 🙂

    Kalo agama dianggap penyebab peperangan?lalu bagaimana tanggapan penulis ttg Majapahit yang memyerbu Bali dalam rangka ekspansi mahapatih Gajah Mada utk menaklukkan seluruh wilayah nusantara dimana saat itu Bali ber-agama sama dgn Majapahit?? Saat Majapahit menyerbu Palembang (Sriwijaya –>mayoritas agama Budha) yg bergama saat itu sama dgn Majapahit (Siwa-Budha) ?? Perang itu sama seperti saat ini akan selalu dibungkus dgn kepentingan2 lainnya..entah agama atau apapun yg di-kambing hitam-kan..padahal motifnya ttp sama: profit!!(keuntungan)..entah itu komoditi alam di kerajaan trsebut,pajak,penguasaan jalur perdagangan,pelabuhan,dll

  99. Wow. Majapahit ternyata jauh lebih besar drpd Indonesia. Syng skl Nusantara yg rukun & kaya budaya runtuh karena perang saudara. Sejarah mana pun memang selalu membuktikan bahwa Hindu-Buddha cinta damai sementara Islam haus kekuasaan. Bagaimana nasib Indonesia skrg ya.

  100. Jangan merusak sejarah, ini artikel Sangat memojokkan agama islam.
    apa untungnya buat kamu.. agamamu paling benar gitu?

  101. ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama goblok, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam.

  102. benar tuh johan, yg penting Tuhan yg disembah bener, Tuhan Yang Maha Esa,.. bukan nyembah berhala, patung dan pohon,..klo cuma besar sovyet yg atheis jg jd bangsa besar

  103. Wow urutan sejarah yg bagus dan jelas, yg pasti bineka tunggal ika berbeda tapi tetap satu, saling menghargai perbedaan, saling mengasihi, saling menghormati, di islam pun di ajarkan toleransi beragama dan sudah diteladan kan oleh nabi muhammad. Buat saya Prabhu Brawijaya sosok yg penuh welas kasih… Mengayomi dan melundungi mempersatukan dari sabang sampai maroke bahkan lebih.., memang menghadapi perbedaan yg semikian rupa perlu adanya hal dan sistem diterapkan majapahit kalo indonesia mu jadi macan asia, sebenarnya sih udah ada jaman nya Pak Harto tapi nasip nya juga sama kaya majapahit dikhianati. Itulah tidak ada yg sempurna , kesempurnaan itu hanya milik”Allah SWT”. Wassalam.

  104. Ohh yg nulis hindu bali. Pentesan… Hehehe..
    Tp bagus koq buat belajar sejarah. Alangkah bagus bila dalam menulis tidak disertai dgn rasa dengki. Saya tinggal di bali.. dan saya masih merasakan kedengkian itu hingga kini di bali… wake up guys… ✌

  105. Begitulah sejarah…bagai pedang bermata dua….benar dan salah selalu tergantung dari penulisnya….tidak pernah ada yang benar2 menceritakan dari sudut pandang yang objektif…anda sebagai penganut hindu sudah tentu menceritakan dari sudut pandang ideologi anda yang tentunya bertentangan dengan sudut pandang ideologi muslim…sedang saya sebagai muslim membaca sejarah ini dilain sisi merasa sesak dengan banyaknya kalimat yang begitu menyudutkan umat muslim, yang seharusnya tidak perlu tertulis, tp di sisi lain saya merasa bangga dan bersyukur dengan adanya perjuangan dari umat muslim saat itu untuk mengIslamkan Nusantara. Dan perjuangan mereka tidak sia sia. Terbukti sampai hari ini setelah lebih dari 500 tahun sejak majapahit hindu runtuh, Islam tetap menjadi agama mayoritas di Nusantara. Saya bersyukur terlahir sebagai muslim dari keluarga muslim. Karena hanya Islamlah satu satunya agama yang diridhoi oleh Allah SWT. Kalau umat muslim saat itu tidak memperjuangkan tegaknya kepemimpinan umat Islam di nusantara,saya ragu apakah saya bs terlahir sbg seorang muslim.
    Selain itu banyak versi lain tentang sejarah runtuhnya majapahit. Dan semuanya merasa benar. Sedang untuk membuktikan versi mana yg benar sangatlah sulit.
    Jadi untuk apa kita membuka sejarah kelam yg telah tjd? Toh tidak akan merubah keadaan. Hanya akan menambah rasa sesak dan dendam di dada. Yg ujung2nya tjd pembalasan2 yg bersifat menang2an sendiri. Spt di bali yg mayoritas hindu,siswi islam yg minoritas di beberapa sekolah dilarang berjilbab. Dilarang menyembelih sapi di hari raya idul adha.dsb
    Jadi sudahlah,silahkan menceritakan sejarah masa lalu. Tp cobalah seobjektif mungkin.
    Terima kasih

  106. Niat penulis ini hanya untuk memburukkan agama Islam dan orang Islam sebagai pemecah belah masyarakat dan negara.

  107. tulisannya menyudutkan islam, emang yang nulis hidup di jaman itu? emang tau kebenarannya seperti apa? kalo dapet informasi atau cerita tolong di filter jangan asal jeplak ga pake otak

  108. sejarah bisa utarakan oleh penulis mengikuti latar belakang si penulis, sah sah saja sebagai penambah wawasan, tapi walau berdebat toh kita tidak tahu sebenarnya, wonyg sudah 500tahun yng lalu. kita aja bingung sejarah bung karno misalnya , ada yg bilang begini ada yg bilang begitu

  109. Wawasan baru buat saya, melihat cerita dr berbagai versi.
    Mungkin yg dibagian ramalan sabda palon dan naya genggong yg agak di “luar logika”

    Bagaimanapun smua sudah digariskan oleh Tuhan YME, seandainya Majapahit tidak runtuh, maka mungkin aj Indonesia tdk pernah ada.

  110. Nulis sejarah tujuannya mau menyalahkan Islam keseluruhan. Tidak memahami apa yang ditulis. Orang seperti anda yang berpotensi hancurkan negeri sendiri. Mau balas dendam ya ? Kalau tidak ada sosok Islam kubu Sunan Kalijogo, cerita Indonesia akan lain. Ramalan Sabdo Palon setelah 500 tahun juga omong kosong. Sudah lebih 500 tahun ternyata Indonesia baik2 saja. Soal ideologi lain, anda lupa cerita Ajisaka. Seorang Hindu dari India yang juga membantai Raja Dewacengkar dan pengikutnya di Keraton Boko, Prambaban, Yogyakarta dengan cerita legenda yang di buat mengerika. Bijaksanalah kepada sesama. Tidak perlu membawa dosa masa lalu.

  111. kisah versi orang hindu yang anti terhadap Islam, trus buktinya mana sabdo palon dan naya genggong bangkit, coz ini sudah 500 tahun setelah kejadian tersebut….! Islam disebarkan dengan jalan dakwah di pulau jawa, Majapahit runtuh karena moral pejabatnya yg sudah rusak….! akhirnya diambil alih oleh Islam!

  112. Sejarah Majapahit membuktikan latarbelakang bangsa Indonesia yang sesungguhnya bukan beragama Islam tapi Hindu dan Budha namun, keberadaan agama islam mendominsai bangsa indonesia melalui pengiriman putri kerajaan tiongkok, cina islam yang dinikahi pada sang prabu sebagai tali ikatan yang memperkokoh hubungan kedua kerajaan antara Majapahit dan Tingkok.

  113. Cara yang indah dalam menuturkan sejarah yang kompleks dan panjang. Terima kasih atas perspektif sejarah yang mengagumkan.

    Meskipun kisahnya sangat menarik, penulis takkan bisa menggoda pembaca hanya pada satu kesimpulan menurut perspektifnya. Majapahit juga negara yang didirikan diatas penghianatan, perang saudara, pertumpahan darah di Bumi Nusantara.

    Pernahkah membaca sejarah dari perspektif Raden Patah, perspektif Sunan Kalijaga atau perspektif Ampeldenta?. Jika sudah, pasti kesimpulannya tak sesederhana ini.

    Apapun intensi nya, latar belakangnya, gaya penuturannya, membaca sejarah dari berbagai perspektif dapat meningkatkan kearifan kita dlm menyikapi segala sesuatu.

  114. Kl memang benar, menyedihkan sekali prabu brawijaya. Warisan ratusan tahun hilang krn kesalahan/kelemahan dia seorang. (Dari cerita di atas sy lebih melihat brawijaya sbg raja lemah ketimbang bijak).

    Tp sy kira ga begitu. Sejak sepeninggal prabu rajasanagara (hayam wuruk) majapahit selalu dilanda perang saudara perebutan tahta. Satu per satu wilayah majapahit di luar jawa sudah melepaskan diri tanpa hukuman. Kekuasaan de facto raja majapahit di akhir era nya hanya tinggal meliputi daerah jawa tengah, jawa timur dan sekitarnya. Peta yg di atas sih wilayah majapahit di puncak keemasannya ya…

    Rise of demak “hanya” melakukan pukulan terakhir pada sisa2 kebesaran majapahit.

    Sy jg mempertanyakan statement “di abad 13 hanya ada 2 kerajaan besar di asia, tiongkok dan majapahit.”
    Asia itu luas bung. (Lagipula kejayaan majapahit itu di abad 14 bukan 13).
    Di tiongkok ada dinasti yuan (mongol) yg mengalahkan dinasti jin dan dinasti song selatan, dan digantikan dinasti ming. (Abad 13 itu bs dibilang rise of mongol, invasi dari asia timur sampe eropa barat tanpa terhentikan).
    Di selatannya jg ada kerajaan india yg wilayahnya cukup luas.
    Lebih ke barat ada kekhalifahan abbasiyah (abbasid). Setelah dikalahkan mongol, belakangan naik daun kekhalifahan utsmaniyah (ottoman). Di masa emasnya wilayah kekhalifahan islam sampe ke utara afrika dan sebagian eropa. Aceh setau sy jg berafiliasi ke kekhalifahan utsmani pd zaman itu.
    Lalu kerajaan eropa yg punya wilayah di asia ky romawi timur (byzantine) dan russia.
    Di timur ada kekaisaran jepang yg walaupun perang saudara terus tp kukuh ratusan tahun ga pernah bisa diinvasi asing (cuma jawa dan jepang yg gagal diinvasi mongol di asia).
    http://en.wikipedia.org/wiki/13th_century
    http://en.wikipedia.org/wiki/14th_century

    Balik ke cerita di atas, pertemuan prabu brawijaya dg sabdo palon dan naya genggong di akhir cerita sumbernya darimana ya? Ktnya pertemuan tertutup?

    Anyway, thx for sharing. Sy suka sejarah dan sharing anda memberi gambaran dari sudut pandang berbeda.

  115. saya suka baca, mungkin butuh waktu untuk memahami, bukan maksud membenci atau membela diri, kalau berkenan dari mana saja rujukan tulisan anda, kawan? terima kasih.

  116. Semua berkisah… Alloh telah tetapkan apapun dalam lauhul Mahfud… Jalani dan sayangi manusia. Setiap pemimpin mengambil keputusan penuh alasan dan kita ga tau. Jalani hidup ini dengan Hubungan baik dengan manusia manapun tanpa memandang agama, suku apapun dia. Semua yang ada di cunia Ciptaan TUHAN YANG MAHA ESA

  117. Bagus ceritanya. Tapi tentu tidak boleh khayalan. Referensi dalam sejarah tentu sangat penting. Referensi yg bisa dipertanggungjawabkan. Dan menurut saya, kisah ini merupakan bagian dari kisah lain yang mewarnai negeri ini. Tentu saja akan ada banyak versi. Hanya dengan akal dan pikiran, ilmu dan pengetahuan, serta kabijakan dan kebajikan, semua itu bisa dipahami.

    Soal keberanian kita (semua anak bangsa, agama dan aliran atau ideologi apapun), perlu ditunjukkan dari sekarang. Namun bukan dengan menyudutkan dan menyalahkan pihak2 tertentu didalam tubuh bangsa ini sendiri. Kita adalah kita semua. Kta adalah satu, anak bangsa Indonesia. Tak ada lagi Hindu, Budha, Islam, Majapahit atau Majamanis :D. Semua satu; anak bangsa Indonesia.

    Dan perjuangan kita semua ini adalah mengurangi penduduk miskin, membenahi permukiman penduduk, DLL. Bukan lagi soal siapa yang perlu berkuasa

  118. Janganlah hanya menceritakan runtuhnya Majapahit, tapi ceritakan pula bagaimana Majapahit bisa sebesar itu. Aapakah wilayah2 lain dan kerajaan2 kecil di Nusantara ini berbondong2 dgn sukarela menjadi wilayah kekuasaan Majapahit dan membayar upeti ataukah mereka berhasil ditaklukkan Majapahit? Sebagaimana Imperium Roma yg menguasai separuh dunia. Atau kekhalifahan Islam yg menguasai sebagian Asia, afrika Utara sampai ke Andalusia. Atau Mongolia yang menguasai sebagian besar Asia, Asia Tenggara dan Eropa Tengah. Semuanya melakukan ekspansi dan penaklukan untuk menjadi sebuah Empire/Kemaharajaan. Semua imperium itu pun runtuh begitu sampai pada masanya.

    Semua itu ada masanya. Ada awal dan akhirnya. Sebelum Majapahit pun sudan ada Sriwijaya yg juga besar dan menguasai sebagian Nusantara dan betahan lebih lama dari Majapahit sampai pada akhirnya runtuh jua. Kemudian kebesaran itu diwarisi/dilanjutkan oleh Majapahit sampai pada masa keruntuhannya. Begitu pula dgn kerajaan2 lainnya sebelum Sriwijaya dan Majapahit.

    Ingatlah bahwasanya baik Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong hucu adalah ideologi bangsa asing. Tugas kita bukamlah saling menuding atau menyalahkan satu sama lain. Tapi bersama-sama berupaya menyelaraskan ideologi-ideologi asing di negara yg penuh dengan keragaman ini untuk saling bergandengan tangan, menghormati dan menghargai.
    Pertsatuan dalam kebertagaman. Itulah kodrat bangsa Indonesia. Itulah pancasila.

  119. sejarah bagi dia sang pemenang, fakta adalah yang tersembunyi.
    keagungan sirna oleh kedangkalan, dan yang tersembunyi akan menjadi abu yang menyesakkan.

  120. Sama kaya kota Pakuan/Bogor sekarang, ibu kota Pajajaran yg dihancurkan gabungan kesultanan Banten, Cirebon n Demak. Rata tidak bersisa.

  121. Sejarah itu adalah cerita dan bukti. Cerita itu bisa berupa verbal bisa juga berupa tulisan. Cerita Verbal tentunya dari mulut ke mulut (yg tentu saja tidak bisa di-amin-i sebagai fakta aktual karena penyajiannya benaer-benar berupa “cerita tanpa bukti”. Cerita Tulisan tentunya lebih bisa di-amin-i sebagai fakta yg lebih aktual karena penyajiaannya atas dasar “cerita dan bukti”, walau tetap saja bukti itu toh bisa saja bukti nyata atau bukti palsu.
    Pertanyaan sederhanya adalah: Parameter apa yang bisa digunakan sebagai acuan bagi orang awam untuk memahami bahwa sejarah itu “BENAR” atau “PALSU” ???
    Who knows ? Who should prove it ? Who should believe it ?
    Saya penyuka cerita, saya penyuka sejarah, dan utamanya adalah saya penyaka segala sesuatu yang BENAR dan AKTUAL…
    Alangkah indahnya jika CLAIM yang menyatakan bahwa cerita yang anda sajikan ini adalah disembunyikan, sesuai dngan isi judul, diproses secara ilmu pengetahuan dan dikuatkan secara hukum agar bisa dipahami oleh masyarakat awam seperti saya dengan lebih gamblang…
    Karena toh “keyakinan benar atau tidaknya” sebuah cerita (baca: sejarah) adalah kembali kepada si penerima cerita itu sendiri, tanpa bisa di-intervensi…
    Terima kasih dan salam menyuarakan kebenaran…

  122. ngga aneh sih, jama dulu kan memang saling jajah. yg kuat yg menang. terlepas dr agamanya apa

    majapahit sendiri rajin menjajah daerah sekitarnya, yah ngga aneh kalo suatu saat dijajah juga. sama halnya dengan kekaisaran romawi, persia, mongol dll

  123. ternyata di akhir cerita adalah bersumber dari hindu bali……..menarik memang, hingga kini bali masih tetap mempraktikkan budaya luar berkolaborasi dengan budaya lokal……
    cerita ini mendiskreditkan eksistensi Islam di Nusantara….seolah-olah Islam adalah faktor penghancur Majapahit…padahal penulisnya sendiri mengakui kebodohan raja Majapahit dalam menghadapi kekuatan intelijen Islam….

  124. Judulnya provokatif..
    Tapi saya lihat dari sisi sejarah bukan dari sisi yang lain..
    Sebaiknya disertakan sumbernya..

    Untuk pembaca bisa cari sumber lain seperti babat pacitan, babat gunung kidul bahkan di kampungku sendiri daerah bantul selatan yogyakarta ada cerita yang menyatu dengan babat dari daerah selatan jawa lainnya.

    Di kampungku ada masjid di komplek masjid tersebut ada sumur (bukan seperti sumur kebanyakan) biasa disebut orang setempat sumur tiban yang ditengah tengahnya ada arca. Kata orang2 tua arca ganesha saya sendiri belum pernah melihat langsung walaupun saya keturunan langsung dari pendiri kampung tersebut. (cerita : dahulu ada putri pelarian dari majapahit yang beragama budha sampai ke selatan Jogja (sekarang) dan bertemu dengan pengembara muslim bernama Kyai Pucang dan akhirnya di peristri oleh beliau dan dibukakan daerah (babat hutan) bernama Pucanganom kemudian Putri tersebut menetap di tempat tsb, Kyai Pucang mengembara lagi dan membuka lagi kampung dengan namanya yang sama di gunung kidul dan kulon progo).

    Dalam cerita juga Masjid tersebut di bangun oleh Sultan Agung, beliau tetap melestarikan peninggalan dari nenek moyang kampung tersebut dengan memasukkan sumur dan arca tersebut dalam komplek masjid dan dilestarikan dengan semua sejarah kampung dan masjid tsb.

    Semoga pembaca lebih cerdas dalam menyikapinya, salam Blogger.

  125. Yang pasti setiap dinasti atau emperor akan selalu berakhir . bagaimanapun caranya, masing masing memiliki masa keemasannya, jadi janganlah mencari kambing hitam, lihatlah masa kejayaan mongol + romawi + barbar + ottoman + moghul yang telah punah tanpa mencari kambing hitam bahkan atlantis yang masih misterius penyebabnya bahkan kejayaan mahluk sebelum manusia ada yang telah lenyap entah dilenyapkan oleh Yang Maha Kuasa. Jadi janganlah mencari kambing hitam.

  126. Maha suci Allah yang maha pengasih lagi penyayang, segala sesuatu ada tujuannya, ada maksudnya. Manusia merencana, berkeinginan, tetapi manusia tempat salah dan lemah. RencanaNya selalu lebih baik dari rencana kita. Semoga perioda ini jadi perioda pembersihan untuk mencapai kemampuan dan kesejatian yang sebenarnya.

    Proses perubahan yang mengakhiri kerajaan majapahit boleh saja bercampur antara keinginan berkuasa, pandangan akan keduniawian manusia manusia pelaku sejarah waktu itu. Tetapi terbukti bahwa bukan pengetahuan atau keyakinan belum tentu mewujudkan sesuatu yang benar. Kelamahan manusia membuat tindakan tidak selalu sesuai dengan keyakinannya. Sehingga apapun keyakinannya, selama ia tidak bertindak dengan benar, maka hasilnya tidak akan membawa kebaikan.

    Demikian juga dengan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan kita persempit jadi masalah keyakinan, tapi marilah kita isi dengan tindakan yang baik dan benar. Yang benar benar membawa kemaslahatan, kebaikan bagi orang lain, bagi kita semua bangsa indonesia.
    Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok, Kemarin hanya mimpi, besok belum lagi kita tahu. Tetapi hari ini adalah nyata, hari tempat kita berkarya dan berbakti nyata buat keluarga, lingkungan dan bangsa.

    Marilah kita semua berbuat baik setiap hari, dan tidak curiga, merasa lebih benar, menjelek jelekan apalagi membenci mereka yang tidak sama, tidak segolongan, tidak seagama dengan kita. Karena kita diturunkan ke dunia untuk membawa kebaikan, menjaga kebaikan dan tidak membawa kerusakan bagi bumi ini. Mari kita berbuat nyata buat membangun bangsa dan negara tanpa mempersoalkan hal hal yang tidak sejalan dengan itu.

    Jayalah Negeriku, sejahteralah Bangsaku, damailah Negaraku..
    Semoga keselamatan dan kesejahteraan dilimpahkan Allah swt buat kita semua………

  127. Itulah yg terjadi dengan Majapahit, buah pengkhianatan dan cara2 licik Gajah Mada dan Hayam Wuruh dalam usahanya ingin menundukkan Pajajaran ..akhirnya menimpa mereka. Setelah Majapahit melakukan cara-cara licik pada Kerjaan Pajajaran dengan menghinakan Raja dan Putrinya..pada perang Bubat yang lebih memilih puputan…kutukan itu akhirnya terbukti

  128. Sejarah ditulis oleh pemenang. Ada ribuan versi sejarah..tapi yg dianggap sejarah sebenarnya adalah yg ditulis oleh pemenang.

  129. sejarah penuh dengan manipulasi di sesuaikan dengan selera penulis apalgi klo penulisnya bukan dr profesi yg jelas dlm menilik sejarah..ga bisa d critakan tanpa data yg otentik..apalagi yg mnceritakan bukan dlm posisi yg netral…jd crita di atas menurut saya trlalu bnyk campuran emosi si penulis yg kurang valid dn TIDAK NETRAL

  130. mosok apa iya kok semua perpecahan awal diarahkan ke wanita “islam”……membuat RAJA DIRAJA JAWA….ter’Ngeong-ngeong”……ga kuat lihat gara2 wanita “islam” ngebor” di depan RAJA………. hua hua…kayakne pernah baca yang isinya sama persis deh…. ayo ga kasih llink-nya to…….

  131. Kekuasaan mengemban tanggungjawab & cobaan atas perasaan kuasa itu sendiri. Hanya org2 “sadar” yg dapat bijak dalam menjalankannya

  132. Suatu ulasan yg mantab,
    Membelajari kita utk menyikapi hari ini dan yg akan datang, masalalu adalah pelajaran dr masalalulah masa kini terbentuk spt ini, namun lupakanlah ttg kekerasan, suatu yg pahit hanya akan mendatangkan dendam baru, lbh bijak kita berbenah bersama dgn keadaan yg ada saat ini, yg islam yg kristen, yg bundha, yg hindu dan yg lainya ttplah kita satu indonesia, dgn saling menghormati dan menghargai perbedaan kita akan bersatu, masa lalu memberi kita pelajaran bhw agama bukanlah kekuasaan, agama bila difahami dgn kekuasaan maka pertumpahan darahlah yg terjadi, lbh baik agama tak punya negara namun di adopsi banyak negara drpd ingin bernegara namun di musuhin banyak negara…
    Bukankah agama itu perdamaian dan keikhlasan sdg kekuasaan itu pemaksaan….

  133. jgn trlalu banyak mngambil dr luar apapun itu,koreksi diri sndiri sj dlu.
    apakah slama ini prbuatan kita mnyakiti hati org lain atau hanya utk mnyenangkan hati diri sndiri sj?
    cuma agan & Tuhan yg tau..nusantara yg dulu d pimpin sama org yg brkeyakinan “itu” jg ada baik buruknya,trus nusantara yg skrg yg d pimpin sama org yg brkeyakinan “ini” jg gak jauh beda..so,emang salah agamanya?org2nya aja yg bragama tpi gak brahklak.maaf klo saya trlalu vulgar.
    yuk smua,sy pamit mundur dlu.smoga bsa d jadikan bahan prtimbangan k arah yg lebih baik
    peace

  134. Sumbernya dari mana ya ? Yang perlu kita tarik dari kisah ini yakni bahwa Islam telah masik ke Indonesia secara damai. Para penyebar agama Islam tak punya armada perang untuk memaksa bangsa Indonesia untuk masuk Islam. Itu saja yang perlu kita catat.

  135. Siro diro joyoningrat,lebur dening pangastuti…,Pembaca kebetulan saya adalah trah dari Trunojoyo yang bila ditarik ke atas masih keturunan Raden Fatah.

  136. Daftar pustaka dan sumber data sejarahnya mengapa tidak dicantumkan? Jika tidak dicantumkan asal sumber penelitian data sejarah kemungkinan besar tulisan seperti ini adalah cerita fiksi, bukan fakta sejarah yang sebenarnya. Semoga pembaca lebih bijaksana dan hati-hati dalam menyikapi cerita yang “dikatakan” sejarah. Bisa salah persepsi dan mempengaruhi sudut pandang. Dan seperti biasanya di negara kita ini, “isu” dan “gosip” atau sesuatu yang cenderung fiktif lebih banyak disukai daripada “fakta”..

  137. itu lah alasan mengapa nabi muhammad diturunkan kebumi, yaitu untuk menyempurnah kn akhlaq.

    dan itu semua gambaran jika kita tk mempunyai akhlaq yg baik,.. terima kasih nenek moyangku engkau memberiku banyak pelajaran yg berharga untuk bangsa ini.

  138. satu usaha angan2 dari pihak yg memiliki prasangka buruk kpd umat islam, banyak kepulauan besar indonesia mendapat rahmat tuhan dengan sampainya islam atas usaha gigih pejuang2 agama terdahulu.. tk sepatutnya sejarah mereka diadaptasi dengan cerita sebegini, seolahnya islam menyebar dgn cara kotor.. ini satu versi sejarah yg tidak telus ditulis dari kacamata insan yg berangankan kepercayaan karut kembali mengembang dinusantara..

    • angan2 prasangka buruk? saya rasa tidak, sudah terbukti dari banyak sejarah di dunia setiap kali terjadi perpindahan kekuasan mayoritas juga menggunakan agama untuk alasan. di Indonesia saja sekarang pun parpol berlandas agama banyak kan. tapi apakah agama nya buruk? tidak juga. bagaimanapun agama lahir dari rasa percaya orang terhadap Sang Pencipta nya, tidak ada yg buruk, yang ada adalah orang2 yg memanfaatkan sepenggal ajaran untuk kepentingannya sendiri2

    • Memang buruk bray…
      Kenapa…? malu…?
      Hadapilah, itu jadi nasibmu dan pertanggung jawabkan di akhirat nanti..

    • Ini tulisan sejarah bukan beedasar fakta tp berdasar maunya si penulis,,,
      Ngasal dan keliatan banget niatnya buat ngejelek jelekin islam,,,palanye bau menyan nih sipenulis

      • sebelum masuknya semua agama yang ada paling awal adalah berbagai kepercayan-kepercayaan di nusantara setelah itu masuk agama hindu menyusul budha dan setelah itu baru islam.
        jadi hargailah warisan budaya leluhur sebelumnya.
        boleh diperdebatkan asal damai karena tak kan ada habisnya
        Tuhan menciptkan perbedaan bagaikan air dan api bukan untuk bersatu tetapi saling berjalan di koridor masing masing kalau disatukan malah saling meniadakan

        apa pun agama yang kamu anut bagaikan melihat sebuah uang logam kita tidak bisa melihat kedua sisi sekaligus, sisi yang mana kita lihat itu yang kita anggap benar.
        apa pun agama mu semua percaya pada sang pencipta yang meberikan kehidupan di dunia ini untuk dijaga dalam kedamaian.

        sekian dulu. terima kasih.

    • Terlalu subjective, dan tdk ditunjang data dari sisi yg Hindu Budha saat itu, Dan sisi Islam saat itu,,. Setahu saya, istilah maksa org masuk Islam dgn anarchist gk ada ayat nya., kalau tipu2 dan siasat menohok kawan seiring.,, siapa yg suka begitu..? Kultur etnis atau karakter personal seseorang jg menentukan. Makanya ajaran Islam menerangkan mana yg HAQ dan mana yang BATHIL.. Itu jelas dan keras diterangkan.,

      • Ranggalawe, saya bnyk mendalami sejarah majapahit.. Isinya bnyk Hal tentang tipu2 siasat yg menohok kawan seiring..Sejak zaman Ken Arok, mbah buyut org majapahit.. Khianat dan nusuk dri belakang sdh biasa. Rd.Wijaya dan Jayakatwang.. Jayanegara di Khianati Ra Kuti, kalau tdk ada Gajah Mada, sdh habis lama itu majapahit.,, Sampai perang bubat, teruuss sampai Brawijaya.. Bagaimana tentang adu domba dari Rakyan Mahapati. ? Majapahit penuh dgn Fitnah.. Gajah Mada jga yg beresin,, Lah, gak ada org Islam, yha emang sdh Kultur person nya suka nonjok dari belakang… Gimana donk…

    • Ini urusan sejarah…
      Jangan campur adukan dengan agama, apalagi ideologi..
      Emang apa ideologi?
      Berbanggalah, toh kamu harus pertanggung jawabkan nanti dimatimu

  139. saya sudah tau ini sejarah…dan memang tidak banyak yang tahu, karena versi memutarbalikkan fakta sejarah karena ada yang berpikir mereka yang paling benar dan suci..

    • NOVEL ini KARANGAN BEBAS yang tidak mencantumkan referensi dari berbagai nara sumber dengan hanya didasari Keinginan Kehendak Hati Menafsirkan bahkan MENGARANG Seolah Kondisi nyata, Dan Tanpa Meneliti Membaca Menganalisa Hasil Karangan yang sudah ditulisnya sendiri Hanya Berusaha Kuat membawa Pembacanya HANYUT dalam buaian Tulisannya. Karena Banyak kejanggalan Kontroversial dari hasil tulisannya sendiri SALING BERBENTURAN menunjukkan KELEMAHANNYA DALAM BERPIKIR, BODOH dan atau PEMBODOHAN PENULIS kepada Pembacanya.

      Banyak Keanehan “Novel Karangan Bebas” ini menunjukkan Kejanggalan, sebagai salahsatu contoh Mengutip pada Bab’ BERDIRINYA PONOROGO”, karena saya ada keturunan dari ponorogo maka saya tertarik mengulas Mendalami setiap kalimat, kata, hurup dan tanda baca lainya dengan detail serta teliti.
      “”””””””””””
      Berdirinya Ponorogo.

      Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, sebenarnya masih keturunan bangsawan Majapahit. Beliau masih keturunan Raden Kudha Merta, ksatria dari Pajajaran yang melarikan diri bersama Raden Cakradhara. Raden Kudha Merta berhasil menikah dengan Shri Gitarja, putri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Sedangkan Raden Cakradhara berhasil menikahi Tribhuwanatunggadewi, kakak kandung Shri Gitarja.

      Dari perkawinan antara Raden Cakradhara dengan Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Prabhu Hayam Wuruk yang terkenal itu. Sedangkan Raden Kudha Merta, menjadi penguasa daerah Wengker, yang sekarang dikenal dengan nama Ponorogo.

      Ki Ageng Kutu adalah keturunan dari Raden Kudha Merta dan Shri Gitarja.
      ———
      “Melihat Majapahit, dibawah pemerintahan Prabhu Brawijaya bagaikan harimau yang kehilangan taringnya, Ki Ageng Kutu, memaklumatkan perang dengan Majapahit”.

      “Prabhu Brawijaya atau Prabhu Kertabhumi menjawab tantangan Ki Ageng Kutu dengan mengirimkan sejumlah pasukan tempur Majapahit dibawah pimpinan Raden Bathara Katong, putra selir beliau.
      ———-
      Peperangan terjadi. Pasukan Majapahit terpukul mundur. Hal ini disebabkan, banyak para prajurid Majapahit yang membelot dari kesatuannya dan memperkuat barisan Wengker. Pasukan yang dipimpin Raden Bathara Katong kocar-kacir.

      Raden Bathara Katong yang merasa malu karena telah gagal menjalankan tugas Negara, konon tidak mau pulang ke Majapahit. Dia bertekad, bagaimanapun juga, Wengker harus ditundukkan. INILAH SIKAP SEORANG KSATRIA SEJATI.
      ======
      Sisi diatas yang diberi tanda bahwa SANGAT JELAS AWAL MULA terjadinya Perang Saudara. Ditandai oleh ketidak senangan berlanjut dengan Tantangan lalu Penyerangan dan Kalah, Mengatur Siasat kembali serta Menyerang Kembali dan Menang. “”inilah sikap seorang Ksatria sejati””.
      Tapi apa yang ditulis oleh Pengarang Bebas ini, anda lihat sendiri….
      +++++++
      Mendapati kabar Raden Bathara Katong masih hidup, Prabhu Brawijaya segera memenuhi permintaan pengiriman pasukan baru.

      MAJAPAHIT dan WENGKER DIADU! Majapahit dan Wengker tidak menyadari, ada pihak ketiga bermain disana! Ironis sekali.
      ++++++++
      Kontroversial dan Kontradiktif sebagai Pembohong yang sulit dimengerti bahasanya, Ironis Sekali..!!
      Memfitnah Teriak Difitnah, Melaga diri sendiri Teriak Penyebabnya yang lain, Maling Teriak Maling, Pembohong Teriak Dibohongi dsb nya.
      Coba Simak Karangan tersebut agar anda juga punya wawasan yang baik dalam Penilaian bukan asal bunyi menunjukkan kebodohan sendiri berawal dari kebodohan sendiri dan Apakah semua hal ini yang diajarkan oleh Keyakinan atau Agama Anda…?? (Harus Dijawab)
      Sebenarnya bagus narasi Karangannya karena mengingatkan akan sejarah jika ditambahi dengan referensi yang jelas, tapi TIDAK MEMBENTURKAN AGAMA menganggap benar sepihak.

      Bahkan jika ditelusuri lebih jauh maka terlihat hampir seluruh Unsur Kerajaan Pindah Agama termasuk Prabu Brawijaya atau KhertaBumi serta si Sabda Palon dan Naya Genggong. INI DISALAHKAN SIAPA LAGI YAA..?? TUHANNYA YANG SALAH YAA..? KARENA KALAH ATAU TIDAK BENAR AJARANNYA…!! Memfitnah, mengadu domba, menghasut, maling teriak kemalingan, menuduh disembunyikan TANPA FAKTA AKURAT & REFERENSI YANG JELAS.

      Lain kali jangan Membenturkan jika tidak mampu Menyempurnakan Tulisannya Sendiri”, Berusahalah menulis sejarah yang benar Jika Anda Masih Bisa Menulis, karena “jika sampai hayatmu maka tiada seorangpun yang tahu Tentang bagaimana Sulitnya diri anda menghadapi seekor cacing tanah, kala jengking, belatung dan binatang melata didalam tanah lainnya apalagi beribu ekor yang akhirnya harus menyatukan anda dengan tanah”.

      Ubah pola pikir ala Komunis yang bersifat Melegalkan segala cara PEMBENARAN Menghabisi Lawannya, dengan MEMFITNAH DIRI SENDIRI (untuk memulai berbuat salah) & JIKA PADA AKHIRNYA BERSALAH (kesalahan yang sengaja dibuat diketahui umum) MAKA BERTERIAK DIFITNAH”.
      Trims
      by, Shinta Shanti

      referensi : https://susiyanto.wordpress.com/2009/04/26/senja-kala-majapahit-dan-fitnah-terhadap-islam/

    • Yup setuju, jadi yg buruk apa/siapa? Tentuin sendiri yg pasti agama (apapun) menurut saya gak ada yg buruk, tp sifat dr manusia itu sendiri.

    • WASPADA….!!! SEJARAH BISA BERBICARA APA SAJA, TAPI HARI INI DAN SELANJUTNYA KITA HARUS TETAP BERSATU WALAUPUN BERBEDA. UPAYA2 PENYATUAN LAH YG HARUSNYA KITA SEBAR. ALAM SEMESTA INI SAJA DIBENTUK OLEH YANG MAHA KUASA DARI UNSUR YG BERBEDA2, UTK MENJADI SEBUAH TEMPAT TINGGAL YG LAYAK HUNI BAGI MAHLUKNYA. SUDAH MARI KITA BERSATU, BUKAN MEMPERBESAR PERBEDAAN,KITA CARI PERSAMAAN DIANTARA KITA. KITA SAMA2 MENGINGINKAN KEHIDUPAN YANG DAMAI, TENTRAN SEJAHTERA. SEKIAN

    • animesme dan dinamisme adalah sebutan orang belanda terhadap Budaya dan agama asli milik nenek moyang kita yaitu KAPITAYAN …. agama ini sudah ada di Nusantara jauh sebelum Islam masuk ke Nusantara …. dan Islam pernah mengalamin ‘stuck ‘ selama 800 tahun tidak di terima di nusantara …( baca dan cari sejarahnya … )

    • Hindu, Budha, bahkan sebagian org di jawa, apa bukan datang dari India..? Knp gak dibilang picik.? Asli org sini sih nyembah pohon beringin dan danyang hutan.,,

    • Memang dari planet mana keluargamu..?
      Islam dan Muhammad lebih dulu mana? Siapa yang pribumi siapa yang asing?
      Kalau dangkal gak usah komen, memalukan bray..

    • tergantung bagaimana melihat animisme itu sendiri, Nusantara pada awalnya berasal dari Pakem, pola dari segala pola yang tetap bersujud pada Sumber Ketuhanan yang Absolut.. yang menjadi wacana sebenarnya bukan bangsa asing ya, tapi melembeknya moral karena sudah keenakan…..plonga-plongo, eh *Jedeng!

    • Ini sejarah om … fitnah gimana ada data artefak yg bisa sebagai bukti kongkrit …ini sejarah leluhur kita …kok fitnah …apa kau mau mengingkari sejarah leluhurmu sendiri …kau lahir di mana ..besar di mana ….dan siapa Bapak Ibumu …itukan ada silsilahnya …kok fitnah ….aneh cara berfikitmu …terhadap sejarah leluhur …

      • Jelas sekali ini subjektif…..sebuah tulisan yg tdk didukung hasil penelitian….karena tdk disebutkan sumber2nya….

    • Animesme dinamisme adalah sebutan dari bangsa eropa ( belanda ) untuk mendeskreditkan kearifan budaya lokal pada saat itu ….lebih ke kepentingan politik ….lebih detil baca sejarah om …..

    • super sekali asli nya aliran aliran kepercayaan yang sudah ada sebelum masuk nya agama agama lain di nusantara

  140. Kalau penulis mengatakn keyakinan Raden Fattah adalah ideologi asing, lalu bgmn dg ideologi/keyskinan sang raja yg jg produk asing(India). Jujur sajalah bhwa dr dulu-skrg ‘kita’ lbih mnyukai produk impor. Ini bs trjd krn produk lokal dinilai kurang bs mnjwb kebutuhan msyrkatblokal..!!

  141. Hmmmm skrg zaman modern juga ada kok yg mau bikin negara agama sendiri, ISIS. Agama tertentu emang sangat mengerikan. Mengharamkan yg tidak sependapat dgn mrk & menghalalkan everything yg sejalan dgn paham mrk. Kurang toleransi & kurang berani mempertanyakan kebenaran.

  142. Hati2 menyampaikan sejarah.. Sumber harus dipastikan kebenarannya. Memupuk kebencian tiadalah berguna. Nama Patah sendiri berasal dari kata al-Fatah, yang artinya “Sang Pembuka”, karena ia memang pembuka kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.

    Pada tahun 1479 ia meresmikan Masjid Agung Demak sebagi pusat pemerintahan. Ia juga memperkenalkan pemakaian Salokantara sebagai kitab undang-undang kerajaan. Kepada umat beragama lain, sikap Raden Patah sangat toleran. Kuil Sam Po Kong di Semarang tidak dipaksa kembali menjadi masjid, sebagaimana dulu saat didirikan oleh Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam.

    Raden Patah juga tidak mau memerangi umat Hindu dan Buddha sebagaimana wasiat Sunan Ampel, gurunya. Meskipun naskah babad dan serat memberitakan ia menyerang Majapahit, hal itu dilatarbelakangi persaingan politik memperebutkan kekuasaan pulau Jawa, bukan karena sentimen agama. Lagi pula, naskah babad dan serat juga memberitakan kalau pihak Majapahit lebih dulu menyerang Giri Kedaton, sekutu Demak di Gresik.

    Tome Pires dalam Suma Oriental memberitakan pada tahun 1507 Pate Rodin alias Raden Patah meresmikan Masjid Agung Demak yang baru diperbaiki. Lalu pada tahun 1512 menantunya yang bernama Pate Unus bupati Jepara menyerang Portugis di Malaka.

    Tokoh Pate Unus ini identik dengan Yat Sun dalam kronik Cina yang diberitakan menyerang bangsa asing di Moa-lok-sa tahun 1512. Perbedaannya ialah, Pate Unus adalah menantu Pate Rodin, sedangkan Yat Sun adalah putra Jin Bun. Kedua berita, baik dari sumber Portugis ataupun sumber Cina, sama-sama menyebutkan armada Demak hancur dalam pertempuran ini.

  143. ada beberapa point penting yang dapat diambil dari cerita ini;
    1. bahwa manusia adalah makhluk sosial, berhubungan dengan bangsa dan ras lain adalah sesuatu yang wajar. interaksi ini menghasilkan transformasi keyakinan, kebiasaan dan lain sebagainya dengan penuh kesadaran.
    2. bahwa tidak bisa mengklaim bahwa agama budha atau hindu adalah agama asli bangsa nusantara, karena awal mulanya adalah animisme atau bisa jadi atheis.
    3. jika menilik cerita, Islam putih disematkan pada para tokoh yang menginginkan khilafah dan kaum abangan disematkan pada para tokoh yang lebih moderat. dan itu terus terjadi sampai dengan saat ini.
    dan satu hal yang pasti, perebutan kekuasaan atas nama keyakinan (baca : agama) akan terus terjadi sampai dunia ini berakhir.

  144. Bisa jadi secara umum benar, tapi kita juga tidak bisa menolak kenyataan bahwa Islam yang adalah agama dari luar majapahit, telah menawarkan sesuatu yang ‘lain’ dan tidak ditawarkan dari agama majapahit sebelumnya, yaitu kesetaraan:

    ‘..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al Hujurat 13)’.

    Saya yakin pada saat itu konsep ini sangat ‘mengejutkan’ dan lebih mudah diterima (disukai) dan memberi sebuah harapan individu yang setara oleh rakyat terutama yang mempunyai kelas yang rendah dalam suatu komunitas yang berkelas-kelas. Allahu ‘alam..

  145. Setidaknya ada yang mengungkap kebenaran keruntuhan kerajaan Majapahit. Tidak banyak orang yang tahu, segala silsilah dan turun temurunnya. Padahal tinggal di daerah tersebut, termasuk saya sendiri. Bersyukur dan bersungguh2 menjalankan kepercayaan kita masing2. Raja Brawijaya tidak pernah mendiskriminasikan kepercayaan tertentu yang diutamakan adalah persatuan dan kemakmuran masyarakatnya. Semoga cerita ini dapat menginspirasi kita dan lebih menghargai sejarah sebagai pelajaran yang berharga bagi kita yang hidup sekarang dan yang akan datang. Amiiin.

  146. Allah itu esa
    padaNya semua urusan bergantung
    Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
    dan tidak ada yang serupa denganNya.

  147. Tulisan ini terlalu detail, sehingga akurasi data masih dipertanyakan, saya tidak pernah melihat referensi sedetail ini, dan menurut saya tulisan ini sangat subjektif sekali. Hal yg saya apresiasi adalah rasionalisasi simbol2 bagus sekali. Mohon maaf sekedar penilaian saya seorang outsider.. Trimakasih

  148. Sejarah yg udah dibolakbalik, yg paling jelas bahwa syarif hidayatullah bukan dari mesir tapi dari Aceh yg belajar di Al Azhar mesir. Dan tahukah anda dimana matinya gajah mada….? Gajah mada itu mati saat mencoba menaklukkan Kerajaan Peureulak yg masuk wilayah kekuasaan Aceh yg saat dipimpin oleh Iskandar Muda. Tempat matinya gajahmada itu kemudian disebut Manyak Payet penyebutan orang Aceh untuk Maja Pahit.

  149. Mari kita tunggu 500 tahun k depan,,, itupun jika kita msih bisa melihat dunia yg baru dan damai itu,, agama buddhi

  150. Ini sih bukan cerita sejarah.. serasa dengar sandiwara radio…. mana mungkin putri champa yg ISLAM kawin sm Prabu Brawijaya yg non muslim… klu pun terjadi pernikahan.. artinya putri champa bukan ISLAM… aneh banget… atau prabu brawijaya sebelum nikah.. masuk islam dulu..ITU UDAH ATURANnya… ini bukan cerita sejarah yg ditutupi…TAPI CERITA HAYALAN akibat terlalu sering dengar sandiwara radio DAMAR WULAN.. dan Baca novel JOKO TINGKIR… kok gak ad sibuta dr gua hantu ya… atau brama kumbara yg ditaksir sm lasmini..smpi2 adiknya mantili marah2…

  151. Versi yg berbeda dr kurikulum sekolah. Salut dgn risetnya yg detail. Second opinion yg sangat menarik, masuk akal dan membuka mata.

    Sebuah tulisan yang harus dibaca dengan pikiran terbuka. Orang yang berpikiran sempit akan langsung memvonis dan melewatkan pelajaran penting yang bertebaran di kisah ini.

    Saya Muslim krn keturunan, mungkin saya Budha/Hindu jika saya lahir di jaman majapahit.

    Ditunggu tulisan berikutnya!

  152. Sejarah yang menarik, meskipun yang terkandung tidak ada yg menjamin keaslian dan kebenarannya, dan tentu saja beda pencerita beda pula kata2 yang digunakan, dan selalu ada yg di ‘kambing hitam’kan dari sebuah kesalahan. Mengenang kejayaan masa lalu tidaklah membuat kita makin maju.
    Andai para penjajah dr tanah eropa lebih dahulu masuk sebelum Islam, apakah Majapahit akan tetap jaya ? apakah nasib Nusantara akan lebih baik ? Semua sudah ada takdirnya.
    Islam yang dulu pernah mencapai puncak kejayaan d masanya juga runtuh oleh jaman.
    Wallahu A’lam.

  153. kisah cerita yg mengharukan namun terlalu fokus pd 1 titik mengkambinghitamkan keyakinan suatu agama semata,,, peradaban sudah berubah, jangan di adu domba dgn suatu cerita tsb… ***Sri Mulawarman Nala Dewa***

  154. Penuturan yg apik,kisah yg sulit di abaikan begitu saja.kejadian seperti ini pun pernah terjadi (bani umaiyah&abasyiah).tidak semua orang islam benar,tp semua orang bisa bersikap bijak.

  155. Nggak usah bertanya apa agama kamu kepada orang lain. Tanyalah pada diri sendiri apakah kita sudah benar beragama sesuai yg kita anut… Peace….

  156. Air kotor yang dibawa dalam bambu oleh Sunan Kalijaga dari Blambangan dan menjadi bersih sesampainya di Trowulan seharusnya diartikan sebagai..Nusantara yang tadinya kotor dari penyembuhan berhala-berhala kemudian menjadi bersih dengan takluknya Majapahit dan masuknya raja Majapahit Prabhu Brawijaya ke agama Islam..

  157. Pada saat itu banyak penduduk pribumi yang beralih memeluk agama Islam, karena Islam mengajarkan Rahmatan Lil Alamin (rahmat seluruh alam).

  158. Sayang juga kerajaan yg sangat besar harus runtuh. Padahal bila bisa bertahan mungkin belanda tdk pernah menjajah Indonesia. Namun ada sedikit catatan hitam untuk Gajah Mada. Dia pernah bertindak sangat kejam. Membantai rombongan keluarga raja Sunda yg berkunjung dgn misi damai. Seluruh rombongan dibantai habis di kampung Bubat, Majapahit. Padahal rombongan tdk dilengkapi dgn perlengkapan tempur.

  159. Anda tahu dari mana bos?? tulisannya kayak ngarang aja, sangat2 memojokkan islam, haduwh… gmana mau bilang objektif, wong anda saja subjektif gitu, tanpa di dukung bukti bukti… semua perbuatan akan di pertanggungjawabkan, termasuk tulisan ini

  160. Di dunia ini tidak ada yang kekal. Kekuasaan akan selalu berganti. Masing2 dengan ideologinya sendiri. Tapi menarik bahwa agama selalu terkait di dalamnya.
    Manusia pun tidak sempurna. Ketidaksempurnaan itu selalu bisa menjadi alasan untuk menyalahkan yang lain.
    Yang saya pelajari di sini, kebesaran hati untuk menerima perbedaan bisa memperluas & mengokohkan kekuasaan. Juga kerendahan hati menerima kekalahan dapat meredakan perpecahan.
    Nusantara ini dapat bangkit kalau ada lebih banyak orang yang berbesar hati menerima perbedaan, mau berjuang demi perdamaian, & mau mengusahakan kesejahteraan untuk banyak orang.

  161. Dongeng yg hebat, kemegahan Majapahit hanya dongeng belaka dari sejarahwan Jawa, tidak ada bukti, bahkan budaya yg tidak mudah dihancurkan secara fisik.Mau bukti?Silahkan lihat budaya Melayu saat ini.Jika kita mau fair,budaya Melayu adlyg terbesar di Asia tenggara.Mulai dari kamboja.Laos, Semannjung malaya,Filiphinam, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Tidore.Bahkan Jawa ( betawi ).Jadi kesimpulannya, bullshit ttg kebesaran Majapahit ( Jawa-Budha ).Dan ingat hanya agama Budha yg pemuka agamanya jago bela diri ( terlihat sekali sebagai agama yg suka kekerasan )

  162. Salam Horamat Kami Sang Maha Raja Di Raja Kerajaan Majapahit Wahyu Utama Brawijaya Nusantara Satu Setelah saya membaca dan mempelajari Sejarah Runtuh Nya Majapahit Yang tealah Di sajikan oleh YM sabat kita Sejarahwan Budayawan agung Kota Yogyakarta – semankin Yakin apa Yang saya Terima dan Apa Yang Saya Jabarkan Sekian puluh tahun saya bertapa ” Topo ngrame Ngemban Dawuh Ndalem Sri Sultan Hamengku Buawaon IX di iSatana Kantor Prapatan Jakarta – Ketika Sekian Waktu Saya bertapa Ngemong GBRAy Kuswarjanti didalem Timoho – hinnga Kundur Ke ndalem Keputren Kraton Ngayokjokarto Hadiningrat – Didalame Timoho itulah SERIAL IiLHAM ILHAM AGUNG ” JUMUDULING WAHYU WAHYU WAHYU WAHYU WAHYU UTAMA WAHYU WAHYU WAHYU WAHYU NING KERATON ” KEDATON KRATON WAHYU UTAMA – LABORATORIUM PESOAN WISATA DUNIA ” NEWSEUM LUKISAN RAJA RAJA – EXPO KEBANGKITAN KEJAYAAN KEMBALI KERATON KERATON KERAJAAN KERAJAN SE NUSNATARA SE DUNIA – Saya Wahyu Utama tulis Sya lukiskan Sejarah Mah Karya Agung Mega Mega Proyek Wahyu Utama Filosofi Geniuus Program ” Saya tuliskam – dan saya kumpulkan – Serial Tulisan san Jumuduling Wahyu wahyu Wahyu Utama Jumuduling Wahhyuning Keraton NewSeum Raja Raja “”Kedaton Kraton Wahyu Utama Laboratorium Pesoan Wisata Dunia “” Awal Tanda tanda Zaman “” Sejarah Tanda Tanda Zaman Ter bangun nya Perkembangan Ke Istimewaan Yogyakarta menkadi ” PUSAT PERADABAN DUNIA ”- PUSAT KOTA RAJA RAJA – PUSAT KOTA ISTANA SINGGAH RAJA RAJA – PUSAT KOTA – PUSAT PERWAKILAN – KEDUTAAN KEDUTAAN AGUNG KEBANGKITAN KEJAYAAN RAJ RAJA DI RAJA NUSANTARA DUNIA – KEBANGKITAN KEJAYAAN KERATON KERATON ISTAN ISTANA KERAJAAN KERAJAAN SE NUSANTRA SE DUNIA ” SEBAGAI KOTA PESONA WISATA RAKYAT SE JAGAT – KOTA PESONA WISTA DUNIA – KOTA -LABORATORIUM PESOAN WISATA DUNIA – KIBLAT FILOSOFI KEHIDUPAN ALAM PSONA WISAT BUDAYA AGUNG KEDAMAIN DUNIA ” KOTA AGUNG KEBUDAYAAN ZAMN DAMI KEKAL ABDI ” seru seluruh Umta Umta Rakyat Semesta Alam raya -Seru Seluruh Rakyat Bangsa Bangsa Negar negara Seluruh Penjuru Dunia Hidup Penuh Budi Biak Ksaih Syang Persahabatan Persaudaraan Pesona budaya aging kehidupan kedamain duni maupun kedamain ahirat – nan indah agung – Bahas saya lukiskan ini harus lah di renungkan denagn ke agungan kebatinan Bahtinan Ke Goiban Roh Suci Bersaih Dgan Jiwa yang berbudi Luhur dab Berbudi Agung Yang sungguh Sangat Mulia dan Tinggi penuh Ke Agungan Jiwa ” – selinatas diadalam tulisan sejarah RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT – TERLUKISLAH LAH KISAH SABDOPALON NOYO GINGGONG NAGIH JANJI – 500TH KEMUDIAN ” PRABU BRAWIJAYA AKAN LAHIR KEMBALI ” DAN LAHIRLAH DIDUNIAINI MEMBAWA AGAMA BUDHI LUHUR ( bial mana saya artinya memabawa Manusia Agung membawa ajaran Filosofi Kehidupan sepiritual Filosofi Budaya Fondamental – Kehidupan Bagi seluruh Umar uymat rakyat semesta alam raya – menuju membangun bersama kehidupan ter agung ter mulia – penuh cinta kasih sayang persahabatan persaudaraan bagi seluruh umat umat rakyat bangsa bangsa negara di seluruh penjuru dunia nan penuh keindahan ke agungan AJARAN SAIR SAIR BUDHI LUHUR PESOAN KEHIDUPAN KEBUDAYAAN AGUNG – KEBUDAYAAN DAMAI KEKAL ABDI BAGI SELURUH UMAT RAKYAT SEMESTA ALAM RAYA – bergema di seluruh penjuru dunia ”HIDUP PENUH KASIH DAN KEDAMAIN DUNIA ” INI / ITU … kini Setelah saya sekian tahun topo ngrame ngemaban dawuh YM Sri Sultan Hamengku buwono IX – ketiak saya Wahyu Utama – menghadap beliau atas saran dan petunjuk serta suport dorongan Putri Ndalem GBRAY Kuswarjanti – ” Bila Mas Wahyu Utama Benar benar berniat membangun Keraton Baru di Yogyakarta -” Keraton Pesoan Wisata Klasik Gaya Baru Klasik Moderent – Kedaton Kraton Wahyu Utama Newseum lukisan Raja raja Senusantara se Dunia – Laboratorium Pesona Wisata Dunia “” Sebaik nya Nyuwun IZIN RESTU LAN PETUNJUK LAKU – LAN PUSOKO SIPAT KANDEL LAKU MUGO MUGI SAGETO DADOS DOYO KEKIATN AGUNG – lehmu biso mangun keraton Enggal Keraton Newseum Raj Raja Kedaton Kraton Wahyu Utama – HING TELATAH DAEREAH KAWASAN KERATON NAGYOGJOKARTO HADININGRAT ” – DAN JANGAN LAH KAMU Wahyu Utama menghadap Romondalem Srisultan HB IX di Kraton Ngayogjokarto – Menghadaplah Di Jakarta Ibukota Negara Republik Indonesia – Di Istana Kantor Prapatan Kantor Ramandalem Sri sultan HB IX di Jakarta “” Oleh sebah Wahyu Wahyu Wahyu UTama W@ahyu Wahyu Ning Keraton Newseum Raja Raja Se Nusantara Sedunia Pusat Peradaban Dunia KIota Raja Raja Kota Pesoan wisata Rakyat Sejagat “”Kedaton Kraton Wahyu Utama _ Laboratorium Pesoan Wisata Dunai “” itu perkembangan frilosofi Programnya merupakan MEGA MEGA PROYEK KEMANUSAIAN KEDAMAIN DUNIA BUDAYA AGUNG YANG SANGAT MULAI DAN SANGAT UNI VERSAL – MELIPUTI KEHIDUPAN SELURUH UMAT SELURUH RAKYAT SEMESTA ALAM RAYA INI – maka menghadapalah Wahyu Utama Ke Jakarta untuk Menghadap Kusus Romondalem SRi Sultan HB IX di Jakarta – Sunnguh Luar biasa Ketika Wahyu Utama kejakarta – Menghadap YM Sri Sultan HB IX – Langsung Diterima denagn Baik beliu ( Sri Sultan HB IX ) – dan Dibaca lah Dengan Saksama SURAT PENGATAR DARI PUTRI NDALEM GBRAAY kuswarjanti – sesui denagn Petunjuk Gusti Kuswarjanti – Wahyu Utama Lanngsung Matur – Bilih Dalem Wahyu Utama Bade Nyuwun IZIN RESTU LAN PITUNJUK LELAKU LAN PUSOKA SIPAT KANDEL DALAEM BADE MBANGUN KERATON ENGGAL – KEDATON KRATON WAHYU UTAMA NEWSEUM LUKISAN RAJA RAJA SE NUSANTAR SE DUNIA – LABORATORIUM PESOAN WISATA DUNIA – WONTEN TELAH DIY – TELATAH KERATON NGAYOGJOKARTO HADININGRAT ” – kanti tulus lahir bathin raosipun beliu SriSultan HB ix KERSO NYALAMI – LAN ATUR DAWUH SABDO PANDITAO RATU – SIK NGER HAYO PODO NGENINGKE CIPTO DISIK – kanti tetep salaman rumaket ngening wedal swakwentawus – Lanjeng Beliu Sri Sultan HB IX gemregah lan dawuh Sabdo Pandito Ratu – ” Yeng Kowe Wahyu Utama Niat tewnan ha bangun Keraton Anyar – KERATON NEWSEUM RAJA RAJA ” KEDATON KRATON WAHYU UTAMA – LABORATORIUM PESOAN WISAT DUNIA – Mulobukaning lelaku gesang ” LANDENO NGGER BAHTIN MU NDISIK NGGER ” mugo titi wancining kawujut cita citamu kang agung agengkuwi mabung Keraton Anyar Newseum Raja Raja Se Nusantara SE dunia ” Lan Enggal Lo Mulih Yo nag Ngayogjokarto – lan balik o nag papan omah wong tuamu meneh – papan pangonmu omah panggon nan mu WAHYU UTAMA DILAHIRKE HING NGALAM NDONYO IKI ” Lan mulo wiwit saiki sampai patimu lelakuo TOPO NGRAME – NGJUT AKE TEKAT MU HABNGUN KERATON ANYAR ” KERATON NEWSEUM RAJ RAJA SE NUSANTARA SE DUNI KEDATON KRATON WAHYU UTAMA – MUGO KAWUJUT LAN WIS DADI TINITAHE GUSTI ALLAH KANG MURBEING DUMADI ” … ( tuliasan ini akan saya sambung beratahab sebagai serial …. ) salam kasih penuh persahabatan penuh budhi luhur cahaya kehidupan Pesoan budaya Agung – Keabudayaan Zaman Dami Kekal aabdi Seru seluruh Umat Umat Rakyat Semesta Alam raya – salam hormat saya RI MAHA RAJA DRAJA KERAJAAN MAJAPAHIT WAHYU UTAMA BRAWIJAYA NUSANTARA SATU – DI BUMI MATARAM – era Membangun Mengemabangkan Ke Istimewaan Yogyakarta – Menjadi kOTA PESOAN WISATA DUNIA – KIBLAT FILOSOFI PESOAN BUDAYA AGUNG KEDAMAIN DUNIA – ” YOGYAKARTA – MENJDI ”KOTA AGUNG KEBUDAYAAN ZAMAN DAMAI KEKAL ABADI – SERU SELURUH UMAT RAKYAT SEMESTA ALAM RAYA – PUSAT TUJUAN WISATA DARI SELURUH PENJURU DUNIA – PUSAT PERDABAN DUNIA KOTA RAJA RAJA – KOTA PESOAN WISATA RAKYAT SE JAGAT – KOTA KEDATON KRATON WAHYU UTAMA – LABORATORIUM PESOAN WAISATA DUNIA – KOAT NEWSEUM RAJA RAJA SE NUSANTARA SE DUNIA – KOTA PUSAT MEDIA EXPO SEKBER KEBANGKITAN KEJAYAAN RAJ RAJA SULTAN PEAMNKU ADAT KEABANGKITAN KEJAYAAN KERATON KERAJAAN SE NUSANTRA SE DUNIA – kusus nya – Pusat Pembangunan Kwasan alam Pesoan Wisata Budaya Agung Cahay Kedamain Dunia Pusat Jumuduling Wahyu Niang Keraton “” Kebangkitan Kejayaan Kerajaan Majapahit Wahyu Utama – Brawijaya nusantara satu – Dunia Satu Nusantar Satu Bhumi mataram Pusat Perdaban Dunia pesoan budaya Agung Budhi luhur Kehidauapan alam semaesta raya nan maha damai kekal abadi ………. ( edit pembenaran tulisan salah ketik dll sebagainya akan kami lakukan bertahab – dan meneruskan lintas sejarah kiasah maha karya agung ini ) salam budaya penuh kasih kedamain dunia rahayu rahyu rahayu …. salam hormatku kepada YM Bp Heru Wahyu Kismoyo dan semua sahabat sahabat sidang pembaca yang sangat saya hormati ) saya mohon dukungan kerelawan lahir bating untuk bersama mendukung mewujutkan mega mega proyek wahyu utama filosofi genius program ini …salam budaya kedamain dunia ahirat –

  163. betul hindu dan budha agama dari luar majapahit…dan tokoh sabdopalon noyogenggong serta kitab darmogandul menurut penelitian adalah hasil penulisan pada masa penjajah belanda

  164. saya berpendapat penulis blog ini asal2an dalam menulis, dan didalam penulisannya juga tidak disertakan referensi atau sumber yang jelas.seharusnya berdasarkan penelitian dan beberapa kajian dari berbagai unsur ilmu sejarah dan kitab2 kuno..

  165. hehehe mau bagai mana pun juga sejarah masa lalu nusantara itu semua pada awalnya adalah dari sebuah “kekosongan” yg kemudian di isi secara perlahan2 dengah hal2 yg bisa diterima oleh masyarakat pada zaman tersebut. jadi menurut saya sah2 saja mau bagai manapun proses masuknya suatu keyakinan dalam hal ini adalah agama, semuanya pasti dengan cara yg rumit dan lama karena ini menyangkut tentang ideologi masyarakat, toh kalo memang ajaranya tidak baik ya pasti tidak akan bisa bertahan selama ini sampai sekarang yg jadi mayoritas di Indonesia adalah Islam.

  166. Begini lah agama yg di bentuk berdasarkan pemikiran2 manusia. Yg tak seharusny terpikir menjadi terpikirkan dan menghasilkan karangan yg negatip. Mungkin sebagian yg d ceritakan benar mungkin jg sebagian yg d ceritakan mengalami perubahan akibat di tambah2i atau d bumbuhi pemikiran itu sendiri sehingga menciptakan kebencian terhadap suatu objek tertentu.

  167. Ngga ada sumbernya booooooooooooooooosssssssssssssssssssssssssssssss…. Gobllllllllloooooooooooooooooooooooookkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk………. Wikipedia jauuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhh lebih baik dengan mencantumkan sumbernya. Lu mendongeng ya?

  168. bagus critanya, tp sayang keliatan profokasinya..,setau saya putri cempa islam yg di maksd itu bukan dari kamboja yang sampai hari ini minoritas dan tertindas, tp dari china. harsnya bersyukur. Radikalisme agama di nusantara itu gak pernah bsa besar di nusantara..

  169. Bukan aninisme, tpi yg asli dri masyrakat kita adalah kapitayan,,,agama kuno, yg oleh orang luar disebut animisme, ,, dinasti berganti itu wajar, karna sudah garis,,, jika majapahit runtuh mungkin sudah karmanya,, krna dulu berdiri juga menghianati orang2 tiongkok,,,,,,

  170. : Ulasan yang enak dibaca, tanggapi secara bijaksana dan jangan melupakan sejarah bangsa kita….!!

  171. Kesimpulannya semua manusia memang selalu d25BE57D7ikuasai oleh rasa haus akan kekuasaan
    Harta tahta wanita
    Kalo org islam blgnya dlm alquran “di buat indah pada pandangan manusia itu wanita anak harta dan kekuasaan”

    Tapi yang harus di mengerti dari sejarah majapahit ini adalah sebelum terjadinya pemberontakan, banyak rakyat indonesia yang memang tulus ikhlas memegang agama islam

    Saya tidak menjudge agama lain itu benar2 salah, setau saya semua agama mengajarkan pada kebaikan. Karena islam juga memiliki bad moslem,muslim yg salah menafsirkan ajaran.

    pertanyaan saya sekarang, kenapa pada saat itu banyak warga indonesia yg bisa terpengaruh mempelajari islam dan memeluknya??

    Wallahu alam bissawaf

  172. Sejarah itu tergantung siapa penulisnya…kalau di artikel ini penulisnya menulis sejarah seperti menulis novel dengan dibumbui kesinisan dan kebencian. Perebutan kekuasaan itu di mana2 juga sudah lazim terjadi mau jaman Singosari, Majapahit atau Demak. Peperangan dengan segala tipu muslihatnya. Siapa kuat dia berkuasa. Yg tidak biasa itu kalau menceritakan sejarah dengan tambahan kesinisan. Sebetulnya tidak masalah juga, karena pihak yg kalah juga biasanya membenci pihak yg menang, dendam. Maka terimalah itu sebagai kenyataan sejarah…

  173. Lanjut lagi donk..
    Klw sejarah kerajaan sriwijaya gimana..??
    ada ngk sejarahnya bs dibaca ??
    Infonya donk thx

  174. Bangsa manapun dan Agama apapun sebenarnya cara memperluas kekuasa’an dan meyebarkan keyakinan mereka kebanyakan dengan cara menjajah dan berperang. Mojopahit dulu memperluas kekuasa’annya jg dg berperang juga,kok.. maka itu sebenarnya Agama dari dulu hanya dipakai sebagai alat politik bagi penguasa, korbannya tetap saja rakyat yg tdk berdosa. Semaua agama sebenarnya mrengajarkan kebaikan, tidak ada agama yg mengajarkan keburukan…. Salam Nusantara , hidup Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

  175. ‘Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”// memangnya hindu budhis asli nusantara….?? ahh mengkhayal.

  176. Kepemimpinan adalah faktor kunci berdirinya negara yg kuat. Ideologi hanyalah pola pikir / cara memandang permasalahan baik sekarang hari esok atau masalalu. Islam, Al Qur’an & Sunah sudah memiliki segalanya tapi tanpa pemimpin yg kuat juga tidak bisa exist ditengah2 kompetisi peradaban. Raden Fatah, Kekaisaran Otoman, Raden Brawijaya dll hanyalah sekelumit bukti sejarah yg perlu direnungkan & dipelajari oleh para generasi penerus.

  177. memang saya blm tau versi mana yg benar. tapi cerita rakyat seperti ini yg seharusnya dibikin film agar bisa mendudik anak2 kita soal sejarah bangsa. dibandingkan kita harus ngimpor film asing semisal mhbrta..

  178. beda antara sejarah dan interpretasi sejarah. sejarah harus ada bukti tanpa bukti adalah fiksi. dan ketika ada bukti tetapi tidak terekonstruksi semestinya maka akan menjadi mis-interpretasi sejarah. makanya sejarah adalah siapa yang buat

  179. Tulisan tanpa sumber dan referensi,bisa dikategorikan fiksi berlatar sejarah.
    Sangat detil dan terperinci, namun mengingat sang penulis tidak hidup di jaman majapahit, maka yg paling mungkin adalah sang penulis merupakan sang sabdo palon itu sendiri, yg sedang mencoba strategi devide et impera terhadap pengikut para wali dgn mengadu domba sunan kalijaga dgn para sunan yg lain.
    Dalam babad tanah bali, kejatuhan majapahit dibaca sebagai “menuntaskan karma majapahit”,atas apa yg sudah dilakukan oleh majapahit terhadap pakwan pajajaran di era pemerintahan raja hayam wuruk,yg merupakan raja majapahit yg termahsyur,buah perselingkuhan gajah mada dgn ratu tribhuwana tunggadewi.(Sumber : Babad Tanah Bali)

  180. Wah,. ngawur bener ceritanya,… yg bikin ini pasti cucunya antek penjajah kompeni belanda,. ini sejarah versi bikinan belanda wkwkwkkw,..

  181. hanya satu agama di dunia ini yaitu ISLAM …agama artinya keperyaaan , makanya bila ada yang cara mempercayai TUHAN lain , jadi membuat suatu nama agama sendiri , seperti agama budha , hindu , kristen , DLL, tapi pada intinya AGAMA hanya SATU yaitu ISLAM ….

  182. Sebuah keniscayaan sejarah. yang penting berfikir utk saat ini dan yang akan datang. perang dan perbutana kekuasaan sdh ada sejak manusia ada, yg berbahaya adalah memutarkan balikkan fakta untuk tujuan fitnah dan agenda tersembunyi.

  183. Salut untuk tulisan yg begitu detil..tp sangat disayangkan tidak menyebutkan referensi2 nya. Karena melibatkan sejarah, tokoh, ideologi yg nyata (bukan fiktif) buat saya wajib hukumnya menyebut sumber referensi nya. Agar terbukti keshahihan cerita di atas.
    Namun apabila penulis menyebut ini fiktif / rekaan penulis, maka itu sah saja sesuai subyektifitas penulis.

  184. Di Pajajaran pengaruh Budha dan Hindu ada, tapi sedikit, karena agama resmi kerajaan dan rakyatnya adalah agama Sunda Wiwitan, penyembah Sang Hyang Kersa atau Tuhan yang mahaesa.Masyarakatnya santun dan toleran terhadap pendatang, semisal : Cina (Konghucu, Budha), India (Hindu, Budha, Islam), Persia (Islam, Syiah), Arab (Islam). Portugis (Katolik), Belanda (Protestan). Awalnya orang Portugis dan Belanda diterima dengan baik, tapi karena kedua bangsa ini datang untuk menjajah, berbeda dengan bangsa-bangsa asing sebelumnya, akhirnya Portugis dan Belanda menjadi bangsa yang tidak disukai begitupula dengan agama yang dibawanya, sehingga bila ada orang Sunda yang beragama Katolik atau Protestan, maka dianggap sebagai pengkhianat.

  185. Laa illaha ilallah, tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah, Allah Tuhan seluruh alam, yang menciptakan langit dan bumi, Dia maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah, Negeri akhirat adalah negeri abadi tempat tujuan semua manusia setelah alam dunia.

  186. hehe ini mmg tulisan yg dapat menyihir.. bagi mrk yg tak punya dasar sejarah yg benar dan berbukti.
    Jg wajar isi tulisan sangat pro Hindu tergantung penulisnya.

    Prasasti JIYU jelas sebutkan bahwa Majapahit geger chaos berat BUKAN karena ISLAM apalagi karena Raden Patah putra raja Majapahit sendiri..
    Tapi surutnya Majapahit adl krn perang dlm negri, wilayah vasal.. terutama dr raja Kediri yg sangat kuat sementara raja Majapahit saat itu lemah shg akhirnya kotaraja berhasil diduduki pasukan Kediri dibawah rajanya: Girindrawardana.
    Nah Pasukan Demak justru menyerbu Majapahit yg dikuasai raja Girindrawardana ini..

    menurut naskah Portman, tulisan warga cina di ibukota majapahit, saat terlemah Majapahit, raja bahkan di selamatkan raden Fatah dgn diasingkan atau mirip tahanan kota.. itu tjd thn 1478M.. jd maksudnya candra sengkala sirna ilang kertaning bumi adl tahun lengsernya raja Majapahit. BUKAN tahun hancurnya Majapahit.

    ketika itu pasukan Kediri sdh mendekati wilayah kotaraja.
    msh dlm naskah yg sama, oleh raden Fatah penguasa Islam Demak, beliau angkat orang cina lokal sbg PJS ibukota..
    namun hanya bertahan 2 tahun krn kerusuhan meluas dan PJS tewas terbunuh.
    Selama itu terjadi terus peperangan antara pasukan Majapahit tersisa dibantu pasukan Demak vs pasukan Kediri.

    Akhirnya kotaraja jatuh ke pasukan Kediri.. raja yg lengser tlah mengungsi.. prasasti Jiyu adl tanda jatuhnya Majaphit ke tangan Kediri, dan tanda keluarnya rmantan raja majaphit .

    Raja Girindrawardana menjadi raja Majapahit teruskan imperium Majapahit raya..
    perang vs Demak terus berlanjut, Raja putuskan pindahkan istana kotaraja ke daerah lain.. tercatat tdp plg tidak 3x perpindahan kotaraja Majapahit selama pertempuran dlm kurun waktu 1478M hingga 1527M..

    pd tahun 1520M Majapahit MASIH EKSIS.. dari bukti naskah laporan pewarta portugis, arab dan cina..

    1527M.. berakhirnya Majapahit.

  187. Kepiawaian penulis cerita ini luar biasa, “sejarah” di tulis seolah2 ala cerita sebuah novel yang mendebar2kan bahkan melebihi film2 action ala holywood. Saking mendebarkan justru mengkaburkan nalar kita untuk menemukan bahwa sajian “cerita sejarah” di atas merupakan sebuah fakta sejarah. Subjectivitas dan diskirimasi jua nampak kental. Setelah membaca sampai selesai cerita ini layaknya membaca cerita fiksi yang di bumbui dengan fakta sejarah yang kurang pas dan cuplikan kalimat luhur jawa yang kadang agak di paksakan.

  188. Sepanjang ini bukan tulisan ilmiah (karena tidak mencantumkan sumber-sumber referensi sebagai catatan kakinya), saya tidak akan menganggapnya sebagai pengoreksian sejarah. Apalagi subjektifitas dalam penulisannya juga sangat kuat. Yah, sekadar sebagai bacaan fiksi-sejarah sajalah. Itu saja.

  189. cerita yg brilian, seperti kejadian setahun yg lalu, hahaha ……… karangan yg bagus tapi ketara hasutannya, sejarah negeri ini dari jaman dahulu kala sudah disamarkan, sekarang siapapun bisa mengarang dengan bebas apapun yg dia inginkan, tapi fakta sejarah perlahan-lahan akan terkuak, terbukti dengan mulai ditemukannya peninggalan-peninggalan sejarah yg bertolak belakang dengan cerita karangan anda ini, semoga Allah mengampuni dosa anda dan kita semua, aamiin.

  190. mereka yang dendam kepada keberhasilan Islam tempo doeloe selalu menyebarkan fitnah” yg tak mendasar,. asal tau aja Majapahit runtuh karna serangan dari kerajaan daha dari kediri. lalu para petinggi majapahit mengungsi ke bali dan ke surabaya dan daerah pesisir ditampung oleh muslimin yg masih berkerabat dengan majapahit. berdirinya kerajaan demak bintoro karna runtuhnya majapahit, maka harus didirikan pemerintahan yg baru. dan rajanya pun diangkat dari keturunan raja majapahit itu sendiri. demak bintoro lah yg sebenarnya menyelamatkan majapahit!! tidak ada serangan dari demak ke majapahit, logikanya majapahit sudah sangat lemah ngapain juga diserang runtuhnya aja sudah tinggal menunggu waktu, lemahnya majapahit sendiri karna bertahun2 dilanda perang saudara perang paregrek dan dimanfaatkan kerajaan daha untuk menyerang majapahit.

  191. Jangan terlalu memojokan agama islam dan perlu diCATAT ISLAM Telah mengauasai 3/4 DUnia Dibawah Kepemimpinan Nabi MUhammad sampai UMAR BIN KHATAB — MEngapa bisa tyerjadi? cari tahu sendiri

  192. Semua kalo mengikuti hati nurani maka tak akan ada namanya pertikaian.baik itu islam kristen yahudi hindu budha kalo semua memegang teguh ajaran mereka pastilah yang utama adalah kesejahteraan. mereka yang haus akan kekuasaan lah yang membuat agama mereka tercoreng. tiada yang salah melainkan hawa nafsu umat manusia itu yang salah. hawa nafsu yang telah di kangkangi oleh iblis yang tidak akan pernah puas dengan manusia. Sejarah kadang ditulis dengan berbagai intrik dan kadang kesucian sejarah tercoreng oleh kepentingan beberapa golongan.Tidak ada yang tau kebenaran sejarah lampau.Bersikap bijak lah..

  193. Semua agama yang di klaim langitan (dari langit) memang penuh darah….. agama nasrani di Eropa juga melakukan gospel-isasi dengan darah di eropa yg dipimpin vatikan, yahudi juga sama menumpahkan darah rakyat palestina………. Jadi, benarkah ini agama ? Sebaiknya tidak ada agama, cukup perikemanusiaan saja yg harusnya mendasari hubungan sesama manusia……….

  194. Setau saya animisme itu masuk kajian metafisik kalo jaman sekarang
    dan orang-orang nusantara rupanya udah menguasai itu dari jaman dulu.

    Bisa dibilang animisme itu ilmu mengenal alam ,beradaptasi dan bersinergi dengan alamnya orang jaman dulu.

    Bisajadi juga jadi salah satu acuan masyarakat nusantara menyerap ,memfilter ,mengadopsi budaya asing yang masuk di jaman itu. (local genius)

    Kalo belajar budaya sebenernya yang penting bukan produk budayanya, tapi proses untuk menghasilkan produk budaya itu.

    Proses berkreasi yang melibatkan daya kreasi dan local genius.

    setiap kita adalah anak dari jaman kita, berproseslah sesuai dengan jamanmu tapi jangan lupakan akar budayamu jangan tanggalkan daya kreatifitasmu jangan tinggalkan local geniusmu.

    gitu mungkin kurang lebih ..

  195. Belajar dr mana mas nulis ini….hati2 termakan fitnah….uruslah diri sendiri utk menjadi orang yg lebih baik…..apapun sejarah telah terjadi…urusan kita skrg adalah menjadi orang yg lebih baik berguna bagi keluarga nusa dan bangsa…..tdk usah mengungkit2 sesuatu yg bisa menjadi perpecahan kalo yg kita tulis tdk benar justru jd fitnah….karena kebenaran sejati hanya Tuhan yg tahu……kita hanya mendapatkan cerita turun temurun yg bisa dirubah oleh yg bercerita sesuai keinginan dan niat dia…..makasih…maap kalo ada kata2 yg salah

  196. NOVEL ini KARANGAN BEBAS yang tidak mencantumkan referensi dari berbagai nara sumber dengan hanya didasari Keinginan Kehendak Hati Menafsirkan bahkan MENGARANG Seolah Kondisi nyata, Dan Tanpa Meneliti Membaca Menganalisa Hasil Karangan yang sudah ditulisnya sendiri Hanya Berusaha Kuat membawa Pembacanya HANYUT dalam buaian Tulisannya. Karena Banyak kejanggalan Kontroversial dari hasil tulisannya sendiri SALING BERBENTURAN menunjukkan KELEMAHANNYA DALAM BERPIKIR, BODOH dan atau PEMBODOHAN PENULIS kepada Pembacanya.

    Banyak Keanehan “Novel Karangan Bebas” ini menunjukkan Kejanggalan, sebagai salahsatu contoh Mengutip pada Bab’ BERDIRINYA PONOROGO”, karena saya ada keturunan dari ponorogo maka saya tertarik mengulas Mendalami setiap kalimat, kata, hurup dan tanda baca lainya dengan detail serta teliti.
    “”””””””””””
    Berdirinya Ponorogo.

    Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, sebenarnya masih keturunan bangsawan Majapahit. Beliau masih keturunan Raden Kudha Merta, ksatria dari Pajajaran yang melarikan diri bersama Raden Cakradhara. Raden Kudha Merta berhasil menikah dengan Shri Gitarja, putri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Sedangkan Raden Cakradhara berhasil menikahi Tribhuwanatunggadewi, kakak kandung Shri Gitarja.

    Dari perkawinan antara Raden Cakradhara dengan Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Prabhu Hayam Wuruk yang terkenal itu. Sedangkan Raden Kudha Merta, menjadi penguasa daerah Wengker, yang sekarang dikenal dengan nama Ponorogo.

    Ki Ageng Kutu adalah keturunan dari Raden Kudha Merta dan Shri Gitarja.
    ———
    “Melihat Majapahit, dibawah pemerintahan Prabhu Brawijaya bagaikan harimau yang kehilangan taringnya, Ki Ageng Kutu, memaklumatkan perang dengan Majapahit”.

    “Prabhu Brawijaya atau Prabhu Kertabhumi menjawab tantangan Ki Ageng Kutu dengan mengirimkan sejumlah pasukan tempur Majapahit dibawah pimpinan Raden Bathara Katong, putra selir beliau.
    ———-
    Peperangan terjadi. Pasukan Majapahit terpukul mundur. Hal ini disebabkan, banyak para prajurid Majapahit yang membelot dari kesatuannya dan memperkuat barisan Wengker. Pasukan yang dipimpin Raden Bathara Katong kocar-kacir.

    Raden Bathara Katong yang merasa malu karena telah gagal menjalankan tugas Negara, konon tidak mau pulang ke Majapahit. Dia bertekad, bagaimanapun juga, Wengker harus ditundukkan. INILAH SIKAP SEORANG KSATRIA SEJATI.
    ======
    Sisi diatas yang diberi tanda bahwa SANGAT JELAS AWAL MULA terjadinya Perang Saudara. Ditandai oleh ketidak senangan berlanjut dengan Tantangan lalu Penyerangan dan Kalah, Mengatur Siasat kembali serta Menyerang Kembali dan Menang. “”inilah sikap seorang Ksatria sejati””.
    Tapi apa yang ditulis oleh Pengarang Bebas ini, anda lihat sendiri….
    +++++++
    Mendapati kabar Raden Bathara Katong masih hidup, Prabhu Brawijaya segera memenuhi permintaan pengiriman pasukan baru.

    MAJAPAHIT dan WENGKER DIADU! Majapahit dan Wengker tidak menyadari, ada pihak ketiga bermain disana! Ironis sekali.
    ++++++++
    Kontroversial dan Kontradiktif sebagai Pembohong yang sulit dimengerti bahasanya, Ironis Sekali..!!
    Memfitnah Teriak Difitnah, Melaga diri sendiri Teriak Penyebabnya yang lain, Maling Teriak Maling, Pembohong Teriak Dibohongi dsb nya.
    Coba Simak Karangan tersebut agar anda juga punya wawasan yang baik dalam Penilaian bukan asal bunyi menunjukkan kebodohan sendiri berawal dari kebodohan sendiri dan Apakah semua hal ini yang diajarkan oleh Keyakinan atau Agama Anda…?? (Harus Dijawab)
    Sebenarnya bagus narasi Karangannya karena mengingatkan akan sejarah jika ditambahi dengan referensi yang jelas, tapi TIDAK MEMBENTURKAN AGAMA menganggap benar sepihak.

    Bahkan jika ditelusuri lebih jauh maka terlihat hampir seluruh Unsur Kerajaan Pindah Agama termasuk Prabu Brawijaya atau KhertaBumi serta si Sabda Palon dan Naya Genggong. INI DISALAHKAN SIAPA LAGI YAA..?? TUHANNYA YANG SALAH YAA..? KARENA KALAH ATAU TIDAK BENAR AJARANNYA…!! Memfitnah, mengadu domba, menghasut, maling teriak kemalingan, menuduh disembunyikan TANPA FAKTA AKURAT & REFERENSI YANG JELAS.

    Lain kali jangan Membenturkan jika tidak mampu Menyempurnakan Tulisannya Sendiri”, Berusahalah menulis sejarah yang benar Jika Anda Masih Bisa Menulis, karena “jika sampai hayatmu maka tiada seorangpun yang tahu Tentang bagaimana Sulitnya diri anda menghadapi seekor cacing tanah, kala jengking, belatung dan binatang melata didalam tanah lainnya apalagi beribu ekor yang akhirnya harus menyatukan anda dengan tanah”.

    Ubah pola pikir ala Komunis yang bersifat Melegalkan segala cara PEMBENARAN Menghabisi Lawannya, dengan MEMFITNAH DIRI SENDIRI (untuk memulai berbuat salah) & JIKA PADA AKHIRNYA BERSALAH (kesalahan yang sengaja dibuat diketahui umum) MAKA BERTERIAK DIFITNAH”.
    Trims
    by, Shinta Shanti

  197. Tulisannya bagus, fiksi sejarah Majapahit Empire. Kalau disembunyikan pemerintah bukti dan sumber tidak ada. Tapi tidak apa2 selama ini masih fiksi sejarah dan bagus buat dijadikan film.

  198. sejarah atau sekedar tulisan kepentingan kelompok tertentu, menyalahkan ataupun menyudutkan pihak lain memang cara paling mudah untuk menutupi kelemahan diri…

  199. kerajaan majapahit runtuh, bukan karena dihancurkan oleh Islam, akan tetapi Majapahit runtuh karena tidak memperbaharui keyakinan agama mereka… seharusnya Islam yang datang dengan jalan damai ke Nusantara harusnya disikapi dengan bijak.. tidak ortodok dan Konservatif… kalaupun Islam agama yang tidak benar, jelas para pembesar kerajaan/keturunan raja majapahit tidak akan terpengaruh dengan ajara islam dimana mereka yang notabenenya adalah orang2 yang memiliki kepandaian… bukankah hindhu datangnya juga dari india, sementara Islam datangnya dari arab dan telah membawa kemakmuran bagi bangsa arab dan bangsa2 lainnya didunia yang telah berpindah keyakinan kepada Islam…. selain itu sejarah yang ditulis oleh penulis diatas lebih cenderung ke arah provokasi…

  200. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara” … dengan kalimat terakhir itu saya BARU TAHU KALAU AGAMA ASLI NDONESIA ADALAH HINDU DAN BUDHA … sejarah selama ini salah mengatakan bahwa peradaban budaya tertua di dunia adalah CHINA dan INDIA, karena faktanya HINDHU dan BUDHA adalah kepercayaan ASLI INDONESIA yang DIEKSPOR KE INDIA DAN CHINA …. 🙂 😀

  201. Mau jadi negara Hindu, Budha, Islam… gak penting, yang penting adalah akhlak (akhlakul karimah), budi pekerti (attitude). Bila kita berbuat baik, orang gak akan bertanya agama kita tapi siapa diri kita. Mengajak kebaikan adalah baik tapi memaksakan kehendak kepada orang lain yang kita anggap baik adalah tidak baik. Merdeka….

  202. saya sangat kagum terhadap kerajaan majapahit. alangkah sayangnya kerajaan sebegitu besarnya hancur karena penyebab seperti itu. sangat disayangkan.
    oleh karena itu, makanya, jagalah indonesia ini supaya jangan hancur seperti majapahit, hancur karena ideologi dan kepercayaan kelompok tertentu yang memaksa bahwa yang di luar mereka adalah kafir.

  203. Semenjak hari kehancuran Majapahit, ‘kesadaran’ masyarakat Nusantara akan jatuh ketitik yang paling rendah. ‘Kulit’ lebih diagung-agungkan dari pada ‘Isi’. ‘Kebenaran Yang Mutlak’ dianggap sebagai milik golongan tertentu. Dharma diputar balikkan. Sampah-sampah seperti ini akan terus tertumpuk sampai lima ratus tahun kedepan. Dan bila sudah saatnya, Alam akan memuntahkannya. Alam akan membersihkannya.
    Nusantara akan terguncang. Gempa Bumi, banjir bandang, angin puting beliung, ombak samudera naik ke daratan, gunung berapi memuntahkan laharnya berganti-gantian, musibah silih berganti, datang dan pergi. Bila waktu itu tiba, Alam telah melakukan penyeleksian. Alam akan memilih mereka-mereka yang ‘berkesadaran tinggi’.

  204. Dimanakah letak indahnya idiologi si Raden patah, dia rela makar demi idiologinya..dimana2 terjadi pertumpahan darah, penghancuran. setelah makar Hati Raden patah penuh penyesalan..dia tdk sadar telah termakan dokrin jihadis para sunan golongan ekstrimis..

  205. Sedih bacanya. suatu kemakmuran dihancurkan oleh satu ideologi yg ternyata ideologi tsb tidak memberikan kemakmuran dan kesejahtaraan bagi rakyatnya

  206. Kesultanan Majapahit SEJARAH YANG DISEMBUNYIKAN Oleh HERMANUS SINUNG JANUTAMA Tim Penulisan Sejarah Islam Era Majapahit Lembaga hikmah dan Kebijakan Publik PDM Kota Yogyakarta SEKAPUR SIRIH Ilustrasi 7 di halaman 21 subbab Hubungan antara sains dan mysticism Religious traditionsSaya bersyukur kehadirat Allah SWT atas karunia kesempatan yang telah dilimpahkan. Dan juga berterimakasih kepada junjungan Gusti Kangjeng Nabi Agung Muhammad SAW yang senantiasa melimpahkan berkah dan syafaat beliau. Juga berterimakasih kepada seluruh sayyid ulama leluhur tanah Jawa dan Nuswantara. Baik yang tercatat dalam sejarah maupun yang tidak. Yang telah rela, tulus dan ikhlas meninggalkan jejak-jejak, petunjuk-petunjuk, maupun riwayat-riwayat sejarah Islam di Nuswantara. Berkat jejak-jejak tersebut kami para anak-cucu ini dapat melacak dan mengeksplorasi. Sekalipun untuk itu, kami harus bekerja ekstra keras. Dan kami juga harus mengikuti laku leluhur untuk bekerja dengan titi, nastiti, lan ngati-ati. Terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh rekan-rekan penulis, peneliti, dan pendukung lainnya. Yang rela melibatkan diri dalam Tim Penulisan Sejarah Islam Majapahit. Terutama kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Lebih khusus lagi kepada Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik atas inspirasi, bantuan, dan dorongannya. Saya akhirnya memberanikan diri menuliskan gagasan-gagasan dan temuan-temuan menarik sepanjang sejarah Islam di Nuswantara, khususnya sejarah Kesultanan Majapahit. Kesultanan, sepanjang pengertiannya memang pantas di kenakan kepada negeri Majapahit. Hal ini disebabkan oleh rajanya yang memang telah muslim sejak awalnya. Di samping itu, Majapahit juga dengan demikian adalah sebuah Darussalam. Mengapa Darussalam? Karena, dalam bahasa Kawi ia setara dengan istilah hadiningrat. Istilah ini sesungguhnya cukup akrab di telinga kita. Mengingat ia masih dipergunakan hingga saat ini terutama di Jawa Tengah. Misalnya Surakarta Hadiningrat dan Ngayogyakarta Hadiningrat. Penulisan sejarah Majapahit Darussalam ini seharusnya didahului dengan penulisan dan penelitian yang seksama di seputar masa awal Islam di Nuswantara. Yakni dari masa Gusti Kangjeng Nabi SAW masih hidup, setidaknya hingga era akhir Singasari (1292). Mungkin tulisan ini akan disusun kemudian setelah buku ini dianggap cukup untuk diterbitkan. Namun untuk memberikan penjelasan singkat mengenai hal ini, saya menyertakan sekelumit singkat tentang sejarah Islam di Nuswantara sebelum Majapahit. Meskipun hanya sekilas, namun diharapkan penjelasan serba singkat itu dapat memberikan latar belakang bagi negeri Majapahit muslim Nuswantara. Kerja keras Tim Penyusun ini sungguh menimbulkan keheranan dan kagum dari pribadi saya. Kemauan dan tekad yang sangat gigih mendorong bapak-bapak ini untuk melakukan ekspedisi-ekspedisi. Ekspedisi yang langsung ke situs-situs peninggalan Majapahit. Misalnya kunjungan ke Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur. Ini adalah kunjungan swadana yang apa adanya. Hingga pengantar ini selesai ditulis, komunitas Lembaga Hikmah telah berkunjung ke Trowulan sebanyak 8 kali, sejak Desember 2008. Bahkan sedang merencanakan ekspedisi ke Museum Nasional “Fatahillah”, Museum Uang, Museum Maritim, dan berkunjung ke Perpustakaan Nasional, serta Pusat Dokumentasi di Jakarta. Di samping itu bapak-bapak Lembaga Hikmah juga melakukan kunjungan kepada para akademisi dan pakar yang terkait. Antara lain berkunjung dan wawancara dengan Prof. Dr. Tulus Warsito (UMY), Prof. Dr. Damardjati Supadjar (F. Filsafat, UGM), Prof. Dr. Timbul Haryono (FIB, UGM), Prof. Dr. Ribut (FIB, UGM), Prof. Dr. Popi Romli, Dr. Andi (FIB, UGM), dll. Semuanya adalah narasumber penting dalam penulisan ini. Namun, melampaui semua itu adalah, tekad, niatan suci, dan keikhlasan dari seluruh rekan-rekan. Dengan begitu –termasuk penulis- berharap agar buku ini dapat menjadi amal saleh dan persembahan suci/ dharmasiksa ke hadirat Allah SWT. Sehingga dengan upaya penulis yang tak seberapa ini dapat memperoleh ampunan serta rahmat dari Allah SWT. Allahumma taqobbal minnaa, yaa arhamarraahimiin. PRAWACANA JALUR SUTRA LAUT YANG MENGAGUMKAN Menyebut Nuswantara berarti mengacu kepada area kepulauan pra-kolonial yang menjadi cikal bakal Indonesia. Efek bola bumi mengijinkan Nuswantara ditinjau sebagai sentrum globe dunia. Menurut laporan Bilveer Singh, konferensi tahunan di Hawaii mengenai Indonesia menyangkut masalah posisinya yang sangat strategis. Nuswantara/Indonesia secara geografis terletak pada jalur perdagangan Internasional. Sekalipun saat ini kargo telah mengalami perkembangan teknologi secara mengagumkan, namun untuk kargo dalam jumlah raksasa hanya dapat dilakukan melalui lautan. Dan jalur transkontinental via lautan dari Amerika ke Eropa-Afrika hanya bisa dilakukan melalui kepulauan Nuswantara. Lintasan transkontinental ini tak mungkin dilakukan melalui selatan Australia atau utara Kanada. Daerah tertutup oleh lautan es. Satu-satunya lintasan hanya melalui Nuswantara. Hal ini telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu, yakni disebut sebagai Jalur Sutra Laut (dari Eropa, Timur Tengah, ke Cina). Sedangkan lintasan darat disebut sebagai Jalur Sutra Darat. Gb. 1. Nuswantara sentrum dunia Gb. 2. Jalur Sutra Darat Ke dua jalur perdagangan purba ini menepis anggapan bahwa masa lalu manusia merupakan peradaban yang statis dan tribalis. Ia adalah peradaban dunia yang mobil dan dinamis. Jalur Sutra Darat menghubungkan Muslim Timur Tengah dengan Muslim China melalui Arab, Persia, Afganistan, melalui Pegunungan Tianshan, terus ke Qinghai, Gansu, Cang An/ Xian. Sedangkan Jalur Sutra Laut menghubungkan Muslim Timur Tengah, Muslim Nuswantara, dan Muslim China. Yakni melalui Teluk Parsi atau Laut Arab, melalui Teluk Bengala, lalu masuk ke Selat Malaka (Gerbang Barat Nuswantara). Dari gerbang barat Nuswantara ini terdapat dua jalur laut. Pertama, melalui Laut China Selatan, Brunai, Ma’man Allah / Manila, tiba di Guangzhou/ Hong Chu, Quanzhou, Hangzhou, Yangzhou, dll, termasuk kota pelabuhan Kanton. Kedua, karena Laut China Selatan termasuk lautn bergelombang besar, pelayaran dunia cenderung ke selatan melalui Palembang, Banten, Cirebon, Tuban (Majapahit), Warugasik/ Gresik (Majapahit), Watugaluh/ Surabaya (Majapahit), Banjarmasin, melalui Selat Makassar atau Perairan Maluku (Gerbang Timur Nuswantara), terus ke Ma’man Allah/ Manila hingga ke Kanton. SEGITIGA EMAS NUSWANTARA KARUNIA TUHAN YME Inilah karunia Tuhan YME kepada muslim di Nuswantara/ Indonesia. Yakni berwujud nuswa (sansekerta) atau nesos (yunani) yang artinya negeri kepulauan, negeri patirtan/ perairan. Negeri-negeri muslim di seluruh Nuswantara berada di ”segitiga emas”. Yakni dari Gerbang Barat (Selat Malaka), ke ujung Selatan di (pojok, ujung) Zawiyah/ Jawa, hingga Gerbang Timur (Perairan Sulawesi-Maluku). Dengan adanya Jalur Sutra Laut, maka seluruh perdagangan dan kargo yang melintasi lautan harus memasuki perairan Nuswantara. Konsekuensinya, setiap kapal dari seluruh dunia harus berlabuh di Nuswantara. Dan mereka harus membayar beaya labuhnya itu (semacam charge). Karenanya muslim Nuswantara merupakan muslim terkaya dan paling makmur di seluruh Islamistand/ negeri-negeri muslim. Baik yang berada di Timur Tengah maupun yang berada di China. Masuk akal bila banyak pedagang asal Timur Tengah maupun asal China memutuskan untuk mukim di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Dan negeri-negeri manapun di Nuswantara adalah negeri yang mensejahterakan rakyat dan kawulanya. Mereka bebas mukim di Nuswantara di bawah raja-raja muslim ahli sufi dan tasawuf, atau imperial cult . Mereka membangun negeri-negeri yang saling bersaudara baik dalam hal agama Islam, maupun dalam arti genetik sesama keturunan Nabi Muhammad SAW. Seluruh pemimpin dan kawula di bumi Nuswantara hanya tinggal beribadah dan berbakti kepada Tuhan YME. Dinamika perdagangan Jalur Sutra Laut telah menjadikan Nuswantara negeri yang tata titi tentrem kertaraharja. Subhanallah. KILASAN SEJARAH ISLAM NUSWANTARA SEBELUM KESULTANAN MAJAPAHIT Tahun 675M, abad 7M, atau sejak 650, telah terbentuk sebuah segitiga silaturrahmi di Nuswantara, yakni antara daulat Ta Jik (Ta Ce di Swarnabhumi/ Sumatera Utara), Ho Ling (Kalingga di pesisir utara Jawadwipa)- Kanton (Kwang Tung di China Selatan). Pada era Ratu Sima bertahta di daulat Kalingga (Jepara sekarang), telah terjadi relasi silaturrahmi antara daulat-daulat muslim di Nuswantara dengan daulat muslim di China. Jaringan ini meliputi berbagai aspek kehidupan dari mulai perdagangan, pemerintahan, hingga pendidikan agama Islam . Inilah salah satu jaringan (network) yang terjalin semenjak Imam Agung Ali bin Abithalib berkelana selama sekitar 23 tahun (632-655) keluar dan di luar pusat kepemimpinan Islam dunia, kota suci Madinah, dan Timur Tengah pada umumnya. Saat itu Timur Tengah, khususnya di kota suci Madinah, kota suci Kuffah, dan markas pembangkang Muawiyah bin Abusufyan di Damaskus, tengah terjadi konflik politik berkepanjangan. Konflik itu telah mengakibatkan beberapa hal penting dalam sejarah muslim dunia. Pertama, berpindahnya pusat kepemimpinan Islam dunia (gingsir kedhaton) dari kota suci Madinah Munawwarah ke kota suci Kuffah di Persia (656M). Gingsir kedhaton ini dilakukan atas titah Baginda Ngali atau Imam Agung Ali bin Abithalib yang jumeneng natapandhita (bertahta sebagai Imam, sebagai sayyidin Panatagama Khalifatullah) selama 6 tahun dari 655-661M. Kelak gingsiring kadhaton Islam ini menjadi “sunnah” atau tradisi yang lazim dilakukan oleh daulat-daulat muslim di Nuswantara. Peristiwa ini terkait dengan peletakkan pondasi kosmologis purba bagi sebaran Islam -yang rahmatan lil ‘alamin- ke seluruh dunia . Lisan Jawa kuno menyebut prinsip ini sebagai “kiblat papat, kalima pancer” untuk makrokosmos. Untuk mikrokosmos, “sedulur papat, kalima pancer”. Pancer artinya sentrum/ pusat, yaitu “khalifatullah” yang memancarkan rahmat Allah ke seluruh penjuru bumi. Kedua, wafatnya Imam Agung Ali bin Abithalib tahun 661 di pusat kepemimpinan Islam, kota suci Kuffah di Persia. Era kepemimpinan Baginda Ali diwarnai dengan pembangkangan beberapa elit Arab terhadap kedhaton Kuffah. Beberapa peperangan internal terjadi. Misalnya perang Jamal, adalah pembangkangan Siti Aisyah bersama Tolhah dan Zubair . Siti Aisyah adalah putri Khalifah Abu Bakar, Khalifah Islam pertama (632-634). Beliau juga termasuk salah seorang janda GK Nabi Muhammad SAW. Peperangan kecil ini berakhir dengan menyerahnya Ibu Aisyah, sehingga terjadi perdamaian. Meskipun demikian dalam peperangan ini putra angkat Ibu Aisyah, Tolhah dan Zubair, wafat. Perang Shiffin, adalah peperangan Imam Agung Ali bin Abi Thalib dengan kaum pembangkang. Mereka dipimpin oleh Muawiyah bin Abusufyan. Muawiyah adalah termasuk salah seorang sahabat GK Nabi Muhammad SAW. Namun karir kepemimpinannya didasari oleh delik-delik politik semata. Bahkan tega melakukan penipuan politik terhadap Imam Agung Baginda Ngali dan sahabat-sahabat GK Nabi SAW lainnya. Kota Damaskus, markas besarnya, menjadi tempat berkumpul para petualang politik. Mereka berambisi untuk menguasai semua asset kepemimpinan Islam –sejak jaman GK Nabi SAW- yang luar biasa kaya. Damaskus juga merupakan kota besar dengan pelabuhan Libanon yang sangat ramai. Pelabuhan ini menghadap ke selat Gibraltar. Sebuah selat yanbg ramai dengan perdagangan sejak jaman kuno. Sementara di kota suci Kuffah berkumpul para sahabat yang ahli ibadah, para sufi, dan para pekerja ilmu. Mereka tetap bekerja dengan ikhlas meskipun dalam kondisi terjepit. Mereka harus bekerja cepat (hanya dalam tempo 6 tahun) dan sistematis, karena serbuan dan penipuan politik yang dilakukan muslim Damaskus (Damsyik). Salah satu amanat ilmiyah daulat Kuffah adalah menata sistem-sistem harakat dalam metode pembacaan Al Quran. Sulit membayangkan Alquran seperti yang dibaca muslim hari ini, tanpa penataan dan kerja keras Imam Agung Baginda Ngali dan para pekerja ilmu di Kuffah saat itu . Mungkin sudah menjadi takdir Allah, kerja-kerja suci dan ilmiyah selalu memperoleh tentangan keras dari para petualang politik muslim. Mereka hanya berpikir seputar kekuasaan dan kelimpahan harta benda. Mereka tak pernah mau memahami betapa penting dan krusialnya penataan ilmiyah yang dilakukan Imam Agung Baginda Ngali bagi masa depan Islam, bahkan bagi masa depan kehidupan dunia secara keseluruhan. Mereka silau dengan gemerlapnya kekuasaan dunia muslim yang terhampar mahaluas ke seantero dunia saat itu . Berturut-turut setelah wafatnya Imam Agung Baginda Ngali tahun 661, adalah wafatnya penerus kepemimpinan Islam dunia. Adalah Imam Hasan putra sulung Baginda Ngali di kota suci Kuffah. Setelah itu adalah wafatnya Imam Husein putra kedua Baginda Ngali di padang suci Karbala, dekat kota suci Kuffah (682M). Ketiga Imam Agung ini terbunuh oleh muslim petualang politik dan pecandu kekuasaan dari Damaskus. Bahkan pembunuhan ini telah terjadi sejak dua khalifah Islam sebelumnya. Mereka adalah Khalifah ke-2 Sayyidina Umar bin Khaththab dan Khalifah ke-3 Sayyidina Utsman bin Affan . Menarik dicermati, orang-orang Yahudi dahulu membunuh nabi-nabi pemimpin agung mereka sendiri. Dan hal yang sama dilakukan muslim Arab saat itu, yaitu membunuh para Khalifah dan Imam (natapandhita dalam lisan Nuswantara), pemimpin agung mereka sendiri. Berikutnya, semenjak tahun 661M, kepemimpinan Islam dunia berbalik sifat dan karakternya. Para Khalifah dan Imam Agung sebelum itu menjadi pemimpin bagi pencerahan moral dan pengetahuan manusia, pembawa rahmat Allah ke seluruh dunia. Sedangkan kepemimpinan kuasa Arab baik Umayyah (661-1492) maupun Abbasiyyah (750-996) adalah kepemimpinan kekaisaran dunia. Capaian-capaian kuasa mereka semata bersifat politik dan penguasaan harta benda. Karakter kuasa politik dan harta benda semata ini, mengakhiri ajaran suci Islam untuk membawa rahmat suci bagi semesta alam raya. Kepemimpinan rahmatan Islam (kasih sayang), menjadi kekuasaan pedang dan kekejaman. Demikianlah karakter kuasa Arab yang berkembang setelah itu di sebagian dunia. Di Nuswantara berkembang kepemimpinan Islam dengan karakter yang sangat berbeda. Islam di Nuswantara sejak awal merupakan Islam yang indah dan santun. Islam yang mengutamakan kezuhudan seperti para pendeta, namun gagah berani seperti kesatriya. Kesatuan sifat jamaliyah Allah dan sifat jalaliyah Allah menyempurna menjadi sifat kamaliyah Allah. Hal ini mengingatkan kita kepada sabda GK Nabi Muhammad SAW. “Siang seperti singa, malam seperti pendeta….” . Karakter Islam demikian ini dikatakan dengan lugas oleh Panembahan Senapati ing Alaga Mataram (1586-1601): hamemangun karyenak tyasing sesama. Islam santun yang rahmatan lil ‘alamin. Islam yang menjadi rumah tempat berteduh bagi semua hati manusia dan kemanusiaan . Ketiga, berakhirnya tradisi ilmiyah di Kuffah. Selama enam tahun di kota suci Kuffah, Imam Agung Baginda Ngali membangun semacam “serikat sahabat pekerja ilmu”. Serikat ini dibentuk demi membangun sistem ilmu pengetahuan dunia. Amanat ilmiyah pekerja ilmu ini menata system tanda harakat bagi aksara Al Quran sebagaimana telah dijelaskan di atas. Di samping itu yang cukup fenomenal, adalah rekonstruksi atas system dan notasi angka-angka dan huruf dari seluruh peradaban ilmiyah dunia saat itu. Kerja ilmiyah ini, membuka peluang bagi terbentuknya suatu system notasi dan angka yang dapat dipahami seluruh peradaban dunia. Tanpa upaya ilmiyah di kota suci Kuffah ini, sulit bagi kita membayangkan sebuah dunia dengan sistem angka dan aksara yang tunggal seperti sekarang. Keempat, penistaan terhadap keluarga dan keturunan Gusti Kangjeng Nabi Muhammad SAW, khususnya terhadap keluarga Sayyidina Baginda Ngali. Delik politik memalukan dan tidak senonoh ini dilakukan oleh kedua rejim Kaisar Arab baik Dinasti Umayyah maupun Abassiyah. Kaisar Umayyah berkuasa di Damaskus selama 89 tahun (661-750), kemudian di Andalusia, Eropa, selama 742 tahun (750-1492). Kaisar Dinasti Abassiyah berkuasa di Baghdad selama 250 tahun (750-1000). Mereka adalah penguasa baru dunia Islam Arab. Hal ini berlangsung hampir selama 1000 tahun di dunia Islam Timur Tengah. Mereka menghina dan mencela Imam Agung Baginda Ngali, istri beliau Sayyidah Fathimah Zahra dan putra-putra beliau seperti Imam Hasan dan Husein. Bahkan wajib menghina Imam Agung Baginda Ngali dan keluarganya serta keturunannya di mimbar-mimbar suci seperti khutbah jum’at, khutbah Idul Fithri, khutbah Idul Adha, dan khutbah-khutbah lainnya. Tentu saja situasi seperti ini membentuk budaya agama dan religiusitas yang tidak sehat. Secara psikologis, hal ini menjadi penyebab terjadinya was-was, histeria kolektif, dan truthphobia (takut kepada kebenaran). Mereka menjadi muslim yang keras, arogan, materialistik, dan menyukai kekejaman. Karakter yang demikian itu masih dapat kita saksikan dalam perilaku muslim di Timur Tengah hingga saat ini. Keempat, terjadinya eksodus duriyah Nabi dan tradisi ilmiyah Kuffah ke China (lewat Jalur Sutra Darat) dan ke perairan Nuswantara (lewat Jalur Sutra Laut). Situasi sosial budaya yang tidak sehat di Timur Tengah seperti dijelaskan di atas, mengakibatkan para durriyah dan pendukungnya harus meninggalkan Timur Tengah. Muslim Nuswantara: Hamemayu Hayuning Rat Durriyah artinya keturunan GK Nabi Muhammad SAW. Terutama perkawinan keluarga Sayyid Baginda Ngali dan Sayyidah Fatimah Az Zahra. Baginda Ngali adalah sepupu GK Nabi SAW. Beliau putra pamanda Abu Thalib pamanda dan pembela GK Nabi SAW. Sementara Sayyidah Fatimah Az Zahra adalah putri bungsu GK Nabi Muhammad SAW. Di Nuswantara, khususnya Jawa, beliau juga disebut sebagai Gusti Ayu Partimah, Ibu Pertimah, Dewi Sri Pertimah, atau Dewi Sri. Budaya nasab resmi dan formalistik orang Arab sesungguhnya bersifat paternalistik. Ia tidak mengijinkan penyebutan nasab dari jalur seorang perempuan. Di Nuswantara, hal ini diijinkan. Nasab tidak ditinjau semata-mata formalisme dan resmi saja. Budaya muslim Nuswantara menghormati perempuan lebih dari budaya dunia manapun. Misalnya dapat disaksikan pelestarian hal ini dalam budaya maternalistik di Minangkabau. Bahkan kepemimpinan perempuan di Nuswantara juga diijinkan. Misalnya kepemimpinan Sri Ratu Sima (Kalingga, 670), Sri Ratu Pramodhawardhani (Sailendra, 833), Sri Ratu Isyanatunggawijaya putri Mpu Sendok (Watugaluh, 947), Sri Putri Nurul A’la (Perlak, 1110), Sri Ratu Galuh Candrakirana (Kediri, 1117), Sri Ratu Ken Dedes (Singasari, 1222), Sri Ratu Gayatri Rajapadni (Majapahit, 1328), Sri Ratu Tribuana Tunggadewi (Dyah Wyat Kahuripan, 1328), Sri Ratu Rajadewi (Breng Daha, 1328), Sri Ratu Pramowardhani (Majapahit, 1389), dan Sri Ratu Suhita (Majapahit, 1429). Panglima-panglima dalam peperangan melawan Kumpeni di Nuswantara, juga lazim dilakukan oleh perempuan. Misalnya Cut Nyak Dien (Aceh), Cut Mutia (Aceh), Martha Tyahahu (Maluku), Nyahi Ageng Serang (Yogyakarta, 1829), Panglima Gusti Ayu Jayaningrat (Madiun, 1829), dan Panglima Gusti Ayu Sri Sumirah (Yogyakarta, 1829). Dunia pergerakan pendidikan Indonesia modern juga dipenuhi oleh kepemimpinan perempuan seperti RA Kartini (Jepara, 1921), dan Ibu Dewi Sartika (Bandung, 1925). Itulah sebabnya, budaya sosial-politik muslim di Nuswantara –sejak awal- sangat berbeda dengan negeri-negeri Timur Tengah. Keluarga GK Nabi Muhammad SAW sangat dihormati, bahkan menjadi semangat dan inspirasi tradisi dan budaya Nuswantara. Hal ini dilakukan sebagai konsekuensi dari penghormatan terhadap GK Nabi Muhammad SAW itu sendiri. Namun penghormatan ini tidak menjulang hingga mengkultuskan mereka. Apalagi sampai menghujat dan melaknat para khulafaur rasidin. Di Timur Tengah respon terhadap penistaan menciptakan masyarakat pemuja Imam Agung Baginda Ngali dan keluarganya . Mereka juga juga balas menghujat tiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, dan Utsman) dan sahabat-sahabat Nabi SAW. Di Nuswantara tidak demikian halnya. Penghormatan terhadap Imam Agung Baginda Ngali dan keluarga beliau tidak disertai penghujatan terhadap tiga khalifah dan para sahabat nabi. Bahkan mereka tetap dihormati dan dimuliakan sebagai suri teladan. Sifat dan karakter muslim Nuswantara karenanya menjadi santun, aristokrat, dan unik. Perhatikan wejangan (dalam pupuh dhandhanggula) Sunan Kalijaga di bawah ini. Beliau adalah seorang ulama besar dan Qadli (hakim syariat agama) di Majapahit, Demak, dan Nuswantara umumnya pada abad ke 16M. Panggupakaning warak sakalir Nadyan arca myang sagara alas Temahan rahayu kabeh Sarwa sarira ayu Ingideran ing widadari Rinekseng malaekat Sakhatahing rusul Pan dadya sarira tunggal Ati Adam, utekku Baginda Esis Pangucapku ya Musa Artinya, bahkan hingga semua bangsa binatang. Ataupun batuan, arca, dan hutan belantara. Semuanya mendapatkan berkah dan salam. Mendapatkan hati yang indah dan suci. Yang dikelilingi para bidadari. Disaksikan para malaikat, serta sebanyak-banyak utusan Allah. Semuanya akan menyatu dalam hati sanubari. Nuraniku seperti Nabi Adam As. Pikiranku seperti Nabi Syits As. Kalamku seperti Nabi Musa As . Napasku Nabi Ngisa linuwih Nabi Yakub pamiyarsaningwang Yusup ing rupaku reke Nabi Dawud swaraku Njeng Suleman kasekten mami Ibrahim kang anyawa Idris ing rambutku Sayyid Ngali kulitingwang Abu Bakar getih daging Ngumar singgih Balung Baginda Ngusman Artinya, jiwaku suci seperti nabi Isa As. Penglihatanku seperti nabi Yakub As. Wajahku rupawan bagaikan Yusuf As. Suaraku indah bagaikan Dawud As. Gagah berani seperti nabi Sulaiman As. Semangat dan jiwaku dari nabi Ibrahim As. Kerapian tatanan hatiku seperti nabi Idris As. Semuanya terbungkus dalam akhlaqku yang seperti Imam Agung Ali bin Abithalib ra. Sifat Sayyidina Abu Bakar mengalir dalam darahku. Ketampanan Sayyidina Umar dalam dagingku. Dan ditopang kokohnya Sayyidina Utsman bin Affan ra. Sungsumku Patimah kang linuwih Aminah kang bebayuning angga Ngayub minangka ususe Sakehe wulu tuwuh Ing sarira tunggalan Nabi Cahyaku ya Muhammad Panduluku rasul Pinayungan adam syara’ Sampun jangkep sakathahing nabi wali Dadya sarira tunggal Artinya, Sayyidah Fathimah Az Zahra bagaikan sumsum hidupku. Sayyidah Siti Aminah adalah penyejuk hati. Tata cara makan sebagai Nabi Ayyub As. Sebanyak apapun bagaikan bulu yang tumbuh di kulit. Menyatu dalam hati sebagai cahaya Nabi Muhammad SAW yang menerangi hidupku. Penglihatanku semoga seperti penglihatan para rasul. Yang dinaungi oleh syariat manusiawi. Telah genap seluruh nabi dan wali. Semoga menyatu dan membentuk sifat mulia dalam diriku . Demikianlah, di Nuswantara, seorang muslim tak perlu memaki para khulafaur rasyidin, apalagi memaki keluarga Nabi Muhammad SAW. Ora elok, kata orang Jawa. Hal itu pantang dilakukan, karena tidak sesuai dengan keindahan budi pekerti, atau akhlak karimah. Karenanya, muslim Nuswantara –sejak awalnya- telah melampaui semua perdebatan, permusuhan, dan persengketaan antara mazhab Sunni-Syiah, maupun aliran-aliran lainnya di Timur Tengah. Islam di Nuswantara sejak awalnya bukan jenis muslim epigon. Meniru dan berpura-pura seperti Timur Tengah, Barat atau China. Ia adalah genre muslim yang unik. Subhanallah wa bihamdih. Secara ekstrapolatif, religiusitas Islam di Nuswantara pantas menjadi agama dunia di masa depan. Agama yang membawa dunia kepada perdamaian dan keluhuran kemanusiaan. Hamemayu hayuning rat, begitu dituliskan dalam bahasa sansekerta dan Kawi/ Jawa Kuno. Tradisi Kuffah di Nuswantara, Mongol, dan China Bencana politik di pusat kepemimpinan dunia Islam di Timur Tengah, mengakibatkan terjadinya eksodus para duriyah Nabi berikut tradisi ilmiyah Kuffah. Melalui Jalur Sutra Laut, para duriyah dan tradisi ilmiyah Kuffah ini melarikan diri ke perairan Nuswantara, lalu ke Kanton (China Selatan). Sedangkan lewat Jalur Sutra Darat mereka melarikan diri ke Xin Jiang (China Barat Laut). Arus eksodus para duriyah dan tradisi ilmiyah Kuffah ke Xin Jiang (China Barat Daya, efek Jalur Sutra Darat) dan sekitarnya ini menjadi cikal bakal bagi Islam di Mongol. Sedangkan arus eksodus duriyah dan tradisi ilmiyah Kuffah ke Nuswantara lalu ke Kanton (China Selatan, efek Jalur Sutra Laut) menjadi cikal bakal Islam di perairan Nuswantara dan China. Perairan Nuswantara ketika itu meliputi Swarnabhumi utara (Pali), Swarnabhumi Selatan (Sriwijaya Malayu), Jawadwipa Kulwan (Sunda), Jawadwipa tengah dan timur (Holing/ Kalingga), dan Bakulapura atau kawasan Indonesia Tengah dan Timur sekarang. Masuknya para durriyah dari Timur Tengah ke Nuswantara ini sering disamakan atau disebut dengan “para pelarian dari India” atau pelarian orang “keeling/ kaling”. Demikian juga dengan para petualang dagang dari Arab sebelum GK Nabi Muhammad SAW lahir. Bangsa Arab termasuk dalam kategori orang Semit, bersama dengan bangsa Yahudi. Sedangkan bangsa India sekarang, termasuk dalam kategori orang Arya, bersama dengan bangsa Jerman, Iran, Afganistan, dll. Namun secara fisiologi umumnya mereka memiliki ciri-ciri yang hampir sama, sebagaimana umumnya orang-orang Timur Tengah. Sejarawan Gerini mencatat bahwa sekitar tahun 606 telah banyak pengikut GK Nabi Muhammad SAW yang mukin di Nuswantara. Mereka masuk melalui Barus dan Aceh di Swarnabumi utara. Dari sana menyebar ke seluruh Nuswantara hingga ke China selatan. Sekitar tahun 615 sahabat GK Nabi Muhammad SAW, Ibnu Mas’ud bersama kabilah Thoiyk, datang dan bermukim di Aceh. Mereka mendirikan kabilah Thoiyk. Catatan China menyebutnya Ta Chi atau Ta Jik. Catatan Nuswantara menyebut mereka sebagai Ta Ce atau Taceh (sekarang Aceh). Sekitar tahun 670 kepemimpinan durriyah di Jawadwipa berdiri dengan munculnya Sri Ratu Sima dari Kalinggawangsa (Jepara, Jawa Tengah). Mereka bisa jadi adalah para duriyah pelarian Timur Tengah yang mukim di Jawadwipa. Mereka juga disebut dari “keling”. Tahun 800, datang rombongan pelarian Timur Tengah ke Taceh. Mereka berjumlah sekitar 100 orang yang dipimpin oleh Nakhoda Khalifah. Semua muslim di Swarnabumi utara ini kemudian membentuk kerajaan Perlak. Yakni dari nama kayu peureula (sejenis kayu jati) yang sangat baik untuk bahan pembuatan kapal waktu itu. Dan mereka menamakan pelabuhan internasional di Perlak waktu itu sebagai Bandar Khalifah. Jadi jika di Timur Tengah berdiri kepemimpinan rejim Arab berupa Dinasti Umayyah dan Abassiyah, maka “Nakoda Khalifah” atau kepemimpinan khalifatullah fil ard, sayyidin panatagama, berdiri kokoh di Nuswantara . Percampuran para durriyah dengan orang-orang Nuswantara melestarikan genetika GK Nabi Muhammad SAW dan keluarga suci beliau. Hampir semua orang Nuswantara sekarang ini keturunan GK Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian mereka juga keturunan keluarga Imam Agung Baginda Ngali dan Sayyidah Fathimah Az Zahra. Di samping itu, dari uraian di atas tradisi Islam di Nuswantara merupakan kelanjutan dari tradisi para sahabat, ahli ibadah, para sufi, dan juga budaya ilmiyah dari kota suci Kuffah. Hanya saja bahasa yang digunakan adalah bahasa dan tradisi sansekerta, kemudian Melayu kuno, dan Jawa kuno. Tradisi ilmiyah Kuffah di Timur Tengah melanjutkan diri dengan menerjemahkan buku-buku dari hampir seluruh budaya dunia ke dalam bahasa Arab. Misalnya menerjemahkan buku-buku karya Plato dari Yunani. Orang-orang Eropa kelak kemudian, memahami bahasa Yunani dari buku-buku terjemahan bahasa Arab ini. Jadi mereka tidak langsung mengenal bahasa Yunani seperti citra yang terjadi sekarang. Di Nuswantara, tradisi Kuffah ini melanjutkan diri juga dengan menerjemahkan buku-buku dari berbagai budaya dunia ke dalam bahasa Jawa Kuno atau Melayu Kuno. Misalnya penerjemahan Kakawin Ramayana karya Walmiki dari bahasa sansekerta ke bahasa Jawa kuno oleh seorang ulama Mdang Poh Pitu bernama Mpu Yogiswara (Sanjayawangsa, 900). Fenomena unik yang khas Islam Nuswantara (kelanjutan dari tradisi ilmiyah di Kuffah) berikutnya adalah berdirinya universitas-universitas agama Islam. Khalifah dan para ulama durriyah di Swarnabhumi utara (Perlak) mendirikan universitas Islam Dyah Bukit de Cerek (840) dan Dyah Cotkala (850). Mereka didirikan untuk mengembangkan ajaran dan tradisi ilmiyah Islam di Nuswantara. Fenomena unik ini terjadi bahkan sebelum muncul tradisi sekolah di Andalusia dan Baghdad. Di Jawadwipa pengajaran dilakukan para ulama dengan membangun monumen-monumen berupa candi yang merupakan teks simbolik ajaran Islam sebagai pembawa rahmat ke seluruh alam raya. Hal ini kemudian juga diajarkan kepada durriyah di Champa sekitar abad 10. Sri Sultan Jayawarman (990) dari Champa ketika muda sempat belajar membuat candi ke kesultanan Sriwijaya, di Malayu, Swarnabumi Selatan. Tahun 730, seluruh Swarnabhumi/ Sumatera telah menjadi daulat-daulat Islam. Sri Sultan Jayawarman juga belajar Islam dan teknologi candi di Jawadwipa selama kurang lebih 2 tahun. Di samping itu di Jawa (Timur) di sekitar Warugasik-Watugaluh kelak kemudian berdiri Madrasah Giri . Struktur budaya sansekerta adalah budaya simbol, maka menjadi penting bagi para ulama durriyah saat itu untuk mempelajari dan menggunakan pranata simbol demi mensosialisasikan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Hal ini harus dilakukan demi menetapi dhawuh atau titah GK Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan risalah Islam secara “bi lisani qoumihi”. Menyesuaikan dengan dinamika tradisi dan budaya sesuai konteks peradabannya. Karenanya sungguh mengherankan jika di kalangan dunia Islam saat sekarang ini, ada upaya-upaya untuk memaksakan Arabisasi sebagai satu-satunya pola pengajaran Islam. Hal ini sudah tentu bertentangan dengan dhawuh GK Nabi Muhammad SAW di atas. Konteks social budaya Islam demikian itu diperburuk dengan upaya-upaya pelarangan penggunaan symbol-simbol, dengan alasan rasionalitas konvensional. Tentu saja hal ini membuat muslim modern di Nuswantara terputus dengan konteks sejarahnya. Mereka tak lagi mampu membaca budayanya sendiri. Mereka menjadi “tuna budaya” dan terjauhkan dari sejarahnya. Sungguh besar efek dari kondisi social budaya Islam modern hari ini. Mereka menjadi masyarakat yang gagal. Gagal menjadi diri mereka sendiri, gagal memahami diri sendiri, gagal melakukan introspeksi, dan gagal merencanakan masa depan. Kegagalan di atas menyudutkan muslim modern kepada pragmatisme akut. Mereka menjadi pemuja keberhasilan material, harta benda, dan kuasa politik. Semua itu menjadi satu-satunya orientasi hidup dan seluruh gerak kehidupannya. Inilah semangat dan inspirasi hidup muslim modern saat ini yang “sama dan identik” dengan orientasi hidup kaum materialis, sekuler, dan tanpa iman. Dalam kebutaan cultural seperti itu maka ruh “amal perjuangan” berubah menjadi radikalisme, terorisme, dan anarkisme. Semua kehilangan aspek kesuciannya karena semata berlandaskan rasa iri, dengki, dan dendam kesumat, lantaran kalah dalam perebutan gemerlapnya dunia. Mongol Di sisi lain, arus eksodus duriyah Nabi SAW dan tradisi ilmiyah dari kota suci Kuffah yang melalui Jalur Sutra Darat, menjadi cikal bakal Islam di Mongol, membentuk tradisi Kerajaan Islam Mongol. Semenjak Jengis Khan, Mongol sudah menjadi imperium Islam di Asia Tengah. Imperium ini memuncak pada abad 10 dan 11. Yakni ketika Hulagu, Pangeran Muslim Mongol, membumihanguskan Baghdad (996). Beliau saat itu menggunakan slogan-slogan sebagai “Pembawa Bencana dari Allah untuk Menghukum Para Pendosa (Baghdad)”. Karena dinasti Kaisar Abassiyah Baghdad, selama 3 abad telah menjadi penguasa (Islam) yang tiran, kejam, dan penista duriyah Nabi SAW. Kesamaan latar sejarah ini juga menjelaskan kepentingan kunjungan utusan Imperium Mongol ke Singasari. Yaitu ketika jaman Sri Sultan Kertanegara (1268-1292) bertahta di Singasari. Kunjungan I Khubilai Khan, Kaisar Mongol, mengutus Meng Chei. Kunjungan II, setahun kemudian, mereka mengutus Shieh Pie, dkk. Namun fenomena histories ini masih memerlukan penelitian lebih jauh. Kelak kemudian tahun 1408 Laksamana Muhammad Ceng Ho meminta maaf atas kesalahpahaman mendiang Kubilai Khan Sultan Mongol, kepada Sri Ratu Suhita di Daha, Majapahit. Nuswantara-China Arus eksodus duriyah dan tradisi ilmiyah Kuffah dari Timur Tengah ini menjadi latar belakang histories terjadinya “segitiga silaturrahmi” Tajik/Taceh-Kalingga-China/ Champa. Dan relasi silaturrahmi ini akan terus terjalin secara harmonis di Nuswantara berabad-abad kemudian. Bahkan jaringan kekerabatan antar durriyah ini membentuk negeri perairan muslim duriyah yang disebut Nuswantara. Penataan, penjagaan, dan pengamanan terhadap kawasan muslim duriyah di segitiga Nuswantara (hingga China) ini sering dan terus menerus dilakukan. Bisa jadi untuk mengantisipasi kedatangan armada kaisar Dinasti Umayyah (Andalusia, Spanyol sekarang) dan kaisar Dinasti Abassiyah (Baghdad). Di jaman Khalifah Utsman (645-655), Muawiyah bin Abusufyan dititahkan Khalifah membentuk Armada Maritim Khalifah Islamiyah di Damaskus. Muawiyah bin Abusufyan diangkat menjadi Al Amirul Bahr (atau Admiral dalam lisan Eropa). Namun setelah Khalifah Utsman wafat, armada ini tidak lagi dipergunakan untuk kepentingan Islam, melainkan untuk kepentingan kuasa politik kaisar Muawiyah. Demikian halnya setelah tahun 750, berdirinya Dinasti kaisar Abbasiyah di Baghdad menjadi pesaing politik dinasti kaisar Umayyah. Secara maritim kaisar Abassiyah juga membangun armada untuk kepentingan kerajaannya. Namun tabiat politiknya sama dengan dinasti Umayyah. Ia juga yaitu menistakan keluarga suci GK Nabi Muhammad SAW, khususnya keluarga Imam Agung Baginda Ngali. Mereka juga menghujat keluarga GK Nabi SAW dan keluarga Baginda Ngali dalam khutbah-khutbahnya. Dua daulat politik ini menjadi ancaman bagi kepemimpinan durriyat di Nuswantara. Namun kepemimpinan durriyat di Nuswantara diuntungkan fakta sejarah, bahwa mereka kemudian lebih direpotkan oleh peperangan menghadapi Eropa dan sekitarnya. Ekspedisi Maritim Internal Meskipun begitu, secara historis tercatat ekspedisi-ekspedisi maritim dari sultan-sultan muslim di Nuswantara/ Jawa. Semuanya bertujuan menjaga silaturrahmi dan keamanan perairan Nuswantara. Hal ini terus berlangsung selama kurun 1000 tahun (sekitar tahun 800 sampai 1800). Tahun 840, abad 9M, berdiri Kesultanan muslim duriyah-Kuffah di Perlak, Aceh sekarang, di sisi barat Selat Malaka. Kerajaan ini merupakan kebangkitan kepemimpinan para duriyah-Kuffah di dunia Islam. Sultan pertama Kerajaan Islam Perlak adalah keturunan duriyah-Kuffah sejak jaman Tajik tahun 650. Gelar “Saiyidin Maulana” secara jelas menunjukkan identitas duriyahnya. Kemudian tahun itu juga Bandar Perlak berganti nama menjadi Bandar Khalifah. Pergantian nama ini seakan mengumumkan kepada dunia Islam bahwa Pelabuhan dan negeri Perlak di Nuswantara adalah kekhalifahan yang sesungguhnya. Kepemimpinan Islam dunia dari para durriyah Nabi SAW yang meneruskan Imamah dan Nubuwah. Di sisi lain, bandar ini sangat strategis karena merupakan gerbang (Selat Malaka) memasuki perairan Nuswantara-China. Kepemimpinan duryah-Kuffah di Nuswantara ini juga membangun Universitas Islam non-Timur Tengah pertama di dunia. Yaitu Universitas Islam Dyah Bukit de Cerek di Perlak Tunong dan Universitas Islam Cotkala di Perlak Baroh. Kepemimpinan muslim di Swarnabhumi utara ini dipegang oleh dua keluarga duriyah-Kuffah, yaitu keluarga Azizah dan Makhdum. Universitas ini –dan juga universitas Islam lainnya di Nuswantara- kelak menjadi tempat menimba ilmu para ulama dan pelajar dari mancanegara. Tahun 947, abad 10M, Sri Baginda Sultan Sendok (Mpu Sendok, duriyah turunan dari Ratu Sima, Kalingga) membentuk kota Watugaluh bersama turunan keluarga duriyah Makhdum dari Perlak. Kolaborasi duriyah Isyana -Makhdum ini mengembangkan pelabuhan Warugasik/ Gresik dan Watugaluh menjadi pelabuhan internasional di Jalur Sutra Laut. Kolaborasi dua keluarga duriyah ini (Isyana-Makhdum) yang juga symbol kekerabatan Jawadwipa-Swarnabhumi kelak menurunkan sultan-sultan yang ulama (satriya pinandhita). Mereka adalah sultan-sultan di Jawadwipa seperti kesultanan Kahuripan, Kadhiri, Singhasari, Majapahit, Demak, Cirebon (dari turunan Sunda), Pajang, Mataram, hingga Yogyakarta dan Surakarta Hadiningrat sekarang. Di samping itu mereka juga menurunkan trah ulama “pangemban praja” (pandhita sinatriya). Keturunan Isyana menjadi para Sunan atau Wali tanah Jawi seperti Sunan Giri. Dan trah Makhdum seperti Kyahi Ageng (Syekh Al akbar) Hibatullah Makhdum, Kyahi Ageng Maimun Makhdum, Kyahi Ageng Abu Kasan (suami Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, wafat 1082), Syekh Ngali Syamsu Zein , bahkan kelak menurunkan para Sunan/ Wali tanah Jawi seperti Sunan Ngampel, Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim), Sunan Drajat, dll. Singkatnya, duriyah Nabi SAW di Nuswantara membentuk pasangan “priyagung/ priyayi agung” tanah Jawa/ Nuswantara, yakni jalur Janandaru atau satriya pinandhita, atau raja-pemerintah ulama. Dan jalur Dewandaru atau ulama pangemban praja . Pasangan priyayi agung demikian inilah yang disebut oleh peneliti anthropolog politik asal USA, Prof. Dr. Mark Read Woodward , sebagai imperial cult. Kelak kepemimpinan sultan dan ulama di nagari Kedhiri (1117-1222) menjadi ahli waris dari imperium Islam besar Isyana-Makhdum dengan aset pelabuhan internasional (Jalur Sutra Laut selatan) Warugasik (Gresik sekarang) dan Watugaluh (Ngampel, Surabaya sekarang). Tahun 996-1006, abad 11M, Sri Sultan Dharmawangsa Teguh penerus duriyah dari Isyanawangsa melakukan ekspedisi ke selat Malaka. Beliau memerintah di Watugaluh, Jawadwipa Timur. Ekspedisi ini bisa jadi untuk pengamanan perairan duriyah-Kuffah Nuswantara. Di samping itu beliau juga memblokade pelabuhan Palembang (Sriwijaya) untuk menyelenggarakan musyawarah perdamaian “sesama duriyah-Kuffah” baik dari Kesultanan Perlak, Kesultanan Sriwijaya, maupun Kesultanan Jawadwipa. Kesultanan di Perlak waktu itu sedang terjadi pertikaian sengit antara Perlak Baroh (keluarga Azizah) dengan Perlak Tunong (keluarga Makhdum). Kedaulatan Sri Sultan Dharmawangsa Teguh di Watugaluh saat itu didukung oleh keluarga besar duriyah dari Gusti Ayu Fatimah binti Maimun dan suami beliau Kyahi Ageng Sayyid Abu Kasan. Paman Fatimah (adik Kyahi Ageng Maimun Makhdum) yang bernama Kyahi Ageng Sayyid Muhammad Saleh adalah menantu Sultan Perlak saat itu, yakni SMAM Ibrahim SJB (976-1012). Sri Sultan Dharmawangsa Teguh sendiri memiliki permaisuri putri Perlak . Bahkan hampir semua sultan di Jawadwipa hampir bisa dipastikan memiliki permaisuri putri keturunan durriyat Malayu dan atau Perlak. Hal itu terdapat dalam catatan-catatan mengenai sultan-sultan Sunda, Medang Poh Pitu (Gresik), Kahuripan, Kediri, Singhasari, Majapahit, bahkan sampai Mataram, Ngayogyakarta, dan Surakarta Hadiningrat sekarang ini. Tahun 1042, Watugaluh pusat pemerintahan Isyanawangsa (Mdang ) berganti nama menjadi kesultanan Kahuripan dengan pusat kepemimpinan di kota Wutan Mas. Yang bertahta saat itu adalah Sri Sultan Airlangga. Beliau membangun Kota Wutan Mas, membangun Pelabuhan Watugaluh, memperbaiki pelabuhan Kambang Putih di Tuban. Singkatnya, Jawadwipa mencapai salah satu masa keemasannya di kala itu. Hal ini kelak juga diwariskan kepada Kadhiri/ Panjalu di Daha/ Dahanapura. Tahun 1117, abad 12M, Sri Sultan Kamesywara (Bamesywara, 1117-1130) cucu Sri Sultan Airlangga di Jenggala/ Wutan Mas, Kahuripan, menikah dengan Putri Candrakirana. Putri Galuh Candrakirana. Gusti Ayu Galuh Candrkirtana ini juga cucu Sri Sultan Airlangga dari Daha/ Dahanapura, Kedhiri Panjalu. Pernikahan ini menyatukan kembali negeri Kedhiri (semula Kahuripan) dari era palihan nagari tahun 1049 (menjadi Jenggala/ Kahuripan dan Daha/ Kedhiri). Kesultanan Islam warisan Sultan Airlangga ini kembali mencapai era kejayaan dan kemakmuran bagi kawula muslim Jawa. Kesultanan ini berpusat di Kedhiri Panjalu dengan pusat kepemimpinan di Daha atau Dahanapura. Kemakmuran Kedhiri Panjalu demikian ini kemudian dilanjutkan oleh Sang Prabu Sri Sultan Jayabaya. Beliau adalah adik dari Sri Sultan Kamesywara atau Bamesywara. Sri Sultan Kamesywara dan Permaisurinya, terkenal sebagai pasangan legendaris dalam cerita Raden Inu Kertapati dan Dewi Galuh Candrakirana. Mereka juga dusebut sebagai Pangeran Panji Semirang Asmarataka dan Putri Galuh Candrakirana dalam Serat Smaradhana. Serat ini dituliskan oleh seorang ulama Kedhiri bernama Mpu Dharmajaya. Adik beliau, Sang Napanji Sri Sultan Jayabhaya ketika jumeneng nata (bertahta) terkenal dengan karya Serat Jangka Jayabaya atau Nubuwwah Al Islamiyyah (dalam bahasa arab). Kemakmuran dan tradisi intelektual Islam seperti ini menjadi latar kejayaan kesultanan Majapahit. Tahun 1270, abad 13M, Sri Sultan Kertanagara dari kesultanan Singasari (semula Kedhiri Jenggala) melakukan pengamanan dan silaturrahmi ke seluruh Nuswantara, terutama sekitar selat Malaka. Ekspedisi itu disebut sebagai Pamalayu. Beliau bersilaturrahmi ke Malayu atau Sriwijaya di Swarnabhumi Selatan (Jambi dan Palembang sekarang) dan Champa (Thailand, Vietnam, dll). Permaisuri Kertanegara adalah duriyat dari Malayu/ Swarnabhumi. Adik perempuan Sri Sultan Kertanegara bahkan diboyong hijrah ke Mekah untuk naik haji dan diperistri Syarif Mekah saat itu . Kejayaan Kesultanan Majapahit Tahun 1328, abad 14M, Mahamantri Gajahmada (Gajah Ahmada?) menjalankan ekspedisi Palapa atas seluruh wilayah kepemimpinan durriyat antara Nuswantara dan China. Ekspedisi silaturrahmi ini atas titah Ratu muslim Majapahit Rajapadni, Sri Ratu Tribhuana WTW, dan Prabu Sri Sultan Hayam Wuruk (hayyun wara’= hidup prihatin, apa adanya, sederhana). Di samping itu Sri Sultan Hayam Wuruk sendiri melakukan silaturrahmi ke wilayah-wilayah internal di Majapahit. Hal mana dicatat dalam Kitab Nagarakertagama. Secara letterlijk Negarakertagama searti dengan madinah dalam bahasa arab. Negarakertagama atau madinah berarti negeri tempat agungnya kemuliaan agama. Era Majapahit ini kepemimpinan durriyah Nabi SAW termasuk mengalami salah satu kejayaannya lagi di Nuswantara. Silaturrahmi dan pengamanan perairan kepemimpinan duriyyah di Nuswantara oleh Mahamantri Gajahmada ini memperoleh banyak dukungan. Dukungan itu antara lain dari Laksamana Hang Tuah (Selat Malaka), dari Adipati Adityawarman (Pelabuhan Palembang), dan dari Mahapatih Mpu Nala (lautan timur Nuswantara). Mereka bersama-sama menjaga gerbang maritim dan lautan Barat Nuswantara. Tahun 1405, abad 15M, giliran Laksamana Muhammad Cheng Ho bersilaturrahmi ke seluruh wilayah durriyah di Nuswantara, bahkan sampai ke Mekkah. Nama lengkapnya dalam lisan arab adalah Muhammad Husen bin Ali (Ma Ho Sen Li). Jadi beliau adalah keturunan Ma atau GK Nabi Muhammad SAW, Nabi dan Rasulullah Agung. Saat itu secara teoritik syarif Mekkah dijabat oleh Syeh Hassan II. Laksamana Haji Muhammad Cheng Ho juga membangun ratusan mesjid di wilayah kepemimpinan para durriyah ini. Termasuk pembangunan masjid-masjid di wilayah Majapahit saat itu. Jadi menurut catatan terdapat banyak sekali masjid di Majapahit. Ia terdapat di hampir setiap kadipaten Majapahit. Semua ini atas prakarsa Kaisar Yung Lo (1403-1424), dan Kaisar Hsuan Te (1425-1436). Mereka adalah para kaisar muslim dari Dinasti Ming di China. Ketika Laksamana Muhammad Cheng Ho wafat, seluruh umat Islam Majapahit/ Nuswantara melakukan shalat ghaib di masjid-masjid yang telah didirikan Cheng Ho, baik di seluruh Majapahit dan di seluruh Nuswantara. Namun ratusan masjid ini bisa jadi telah lapuk dan musnah karena terbuat dari kayu. Atau telah dipugar menjadi bangunan masjid modern. Namun beberapa masjid era Majapahit masih dapat kita jumpai, misalnya di daerah Majenang dan Karanganyar, Jawa Tengah. Tahun 1481, adalah era Sunan Gunung Jati/ Pangeran Syarif Hidayatullah (1448-1578), putra Syarif Mekkah Syeh Barakat I (1425-55) dan Gusti Ayu dari kesultanan Sunda. Beliau bermarga Al Atthas atau Alatas. Beliau dinobatkan tahun itu sebagai Imam Agung bagi kepemimpinan para duriyah di Nuswantara atau bahkan dunia muslim internasional. Beliau bergelar “Gusti Kangjeng Susuhunan Jati Khalifah Rasulullah Senapati Sarjawala Sayyidin Panatagama”. Beliau berkraton di Masjid Ciptarasa, Cirebon. Sementara itu, dunia Islam di seluruh Timur Tengah sudah powerless (tak lagi memeiliki kuasa) akibat Perang Salib (1130) dan runtuhnya Granada di Andalusia (1492). Beliau juga menobatkan Raden Patah, atau Pangeran Jinbun, atau Raden Sayyid Kasan Al Akbar, menjadi Panglima Armada Sabilillah Laut di pelabuhan Majapahit, Demak Bintara. Beliau bergelar Syah Alam Akbar I. Kepemimpinan atas Armada Sabilillah Majapahit di Demak Bintara ini terus bergulir hingga Syah Alam Akbar Tsaniy (II, Sayyid Adipati Yunus Al Idrus). Kemudian berlanjut dengan Syah Alam Akbar III, yaitu Sayyid Raden Trenggana Al Akbar, dan lalu Syah Alam Akbar IV, yaitu Sayyid Sunan Prawata Al Akbar. Khalifah Rasulullah Syarif Hidayatullah juga memprakarsai ekspedisi Perang Sabilillah Armada Majapahit di Demak Bintara ke Selat Malaka (1521). Ekspedisi Selat Malaka abad 16M ini demi menyelamatkan gerbang Maritim Nuswantara dari serbuan Kumpeni Portugis (tahun 1512 mereka berhasil menduduki Malaka). Peperangan sabilillah di Selat Malaka ini, membawa Syah Alam Akbar Tsaniy atau Adipati Yunus Al Idrus ke gerbang syahid. Perang sabilillah ini, kelak terus menerus berlanjut dengan peperangan sabilillah berikutnya di tanah Jawa/ Nuswantara. Bahkan tidak pernah berhenti selama kaum kolonial bercokol di Nuswantara. Buku sederhana ini akan memperjelas diskusi mengenai Majapahit ini. Yakni rentang waktu antara abad 13 sampai 16. Salah satu era keemasan kepemimpinan Islam di Nuswantara. Namun untuk kelengkapan latar belakang, narasi dan deskripsi mengenai kilasan sejarah Islam di Nuswantara akan dilanjutkan terlebih dahulu. Tahun 1613-1645, abad 17M, adalah era kepemimpinan durriyah Nuswantara dibawah Yang Mulia Sultan Agung Hanyakrakusuma. Secara nasab, beliau keturunan durriyat dari Sayyid Abdurrahman atau Kyahi Ageng Selo . Sultan Agung Hanyakrakusuma juga bergelar Maulana Mataram Abdul Muhammad Sultan Matarami. Tahun 1627-1629 beliau menitahkan peperangan sabilillah Mataram menggempur Batavia dari cengkeraman JP Coen. Beliau menggempur Batavia sekaligus untuk mengenang dan memuliakan 100 tahun berdirinya kesultanan Islam Jayakarta (sebelum menjadi Batavia), yaitu tahun 1527. Pasca Majapahit: Peperangan Sabilillah Sejak Andalusia runtuh (1492), daulat-daulat durriyah di Nuswantara menjadi sasaran utama kolonialisme. Dinasti Abassiyah telah lama runtuh (1006). Dinasti-dinasti arab kemudian hanya menjadi kerajaan-kerajaan kecil di Timur Tengah. Mereka mudah ditaklukkan karena mudah sekali tersulut konflik internal dan perpecahan. Sementara daulat-daulat durriyah di Nuswantara terbentengi oleh luasnya perairan laut yang gerbangnya terletak di Selat Malaka. Di atas telah dijelaskan bahwa Khalifah Rasulullah Syarif Hidayatullah memprakarsai ekspedisi Perang Sabilillah Armada Majapahit ke Selat Malaka (1521). Pangkalan armada tempur ini terletak di Demak Bintara. Peperangan armada sabilillah laut Majapahit ini demi menyelamatkan gerbang maritim Nuswantara dari serbuan Kumpeni Portugis (tahun 1512 mereka berhasil menduduki Malaka). Sabilillah laut ini, membawa Adipati Yunus Al Idrus ke gerbang syahid. Perang sabilillah kelak akan terus menerus berlanjut selama kaum kolonial bercokol di Nuswantara. Kumpeni tidak pernah mengakui kekalahannya di selat Malaka ini. Namun fakta sejarah menunjukkan, bahwa berkat perang agung sabilillah lautan ini, kumpeni portugis urung memasuki area selatan perairan Nuswantara. Mereka tidak berani ke perairan Jawa. Mereka meluaskan wilayah jajahannya ke timur, yaitu ke perairan Maluku. Tahun 1613-1645, abad 17M, daulat durriyah Nuswantara dalam kepemimpinan Yang Mulia Sultan Agung Hanyakrakusuma. Secara nasab, beliau keturunan durriyat dari Sayyid Abdurrahman atau Kyahi Ageng Selo . Sultan Agung Hanyakrakusuma juga bergelar Maulana Mataram Abdul Muhammad Sultan Matarami. Tahun 1627-1629 terjadi perang agung sabilillah Mataram Islam. Benteng Batavia dalam cengkeraman JP Coen. Beliau menggempur Batavia sekaligus untuk mengenang dan memuliakan 100 tahun berdirinya kesultanan Islam Jayakarta (sebelum menjadi Batavia), yaitu tahun 1527. Jayakarta didirikan oleh ulama dan sultan-sultan Jawa demi menghadapi Kumpeni Belanda. Raden Tubagus Pasai diangkat menjadi sultan di Jayakarta. Beliau bergelar Sultan Fatahillah. Kumpeni Belanda-VOC juga tak pernah mengakui kekalahan mereka dalam peperangan agung sabilillah ini. Namun faktanya, berkat perang agung sabilillah ini JP Coen tewas tahun 1629. Tubuhnya dimakamkan di Museum wayang, Jakarta. Sedangkan kepalanya dipenggal dan di tanam di makam Imogiri. Yaitu ditanam di salah satu anak tangga naik menuju makam Sultan Agung. Kumpeni-VOC tak berani keluar dari Batavia, setidaknya hingga Sultan Agung wafat tahun 1645. Tahun 1748-1755, abad 18M, adalah era kepemimpinan Pangeran Mangkubumi atau Sayyid Sujana. Beliau juga keturunan Kyahi Ageng Selo/ Sayyid Abdurrahman. Beliau memimpin perang sabilillah Mataram melawan Kumpeni-VOC di Jawa. Beliau dibantu para sayyid dan ulama Jawi/ Nuswantara lainnya. Mereka antara lain Kyahi Ageng Sayyid Mertapura berikut seluruh santri-santrinya di Sukawati (Sragen sekarang). Kemudian Pangeran Garendhi yang sempat bertahta sebagai Amangkurat V di Kartasura. Beliau memimpin laskar Tionghoa muslim pelarian dari Kanton tahun 1644 dan dari Batavia tahun 1712. Kemudian Adipati Kediri, Sayyid Untung Surapati. Beliau didukung laskar Madura dan Makassar yang datang ke Jawadwipa. Pangeran Samber Nyawa (Sayyid Raden Mas Said) juga ikut bergabung dengan angkatan sabilillah ini. Akibat perang sabilillah ini Kumpeni-VOC gagal menguasai seluruh Jawa (Kontrak Ponorogo, 1748) dan Pangeran Mangkubumi berjaya mendirikan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (1755). Tahun 1825-30, abad 19M, peperangan sabilillah melawan Kumpeni Belanda berkobar lagi. Bahkan kali ini lebih dahsyat dan lebih besar. Pangeran Dipanegara, putra Sri Sultan HB III, cucu Sri Sultan HB II, seorang sayyid, ulama, dan pangeran, memimpin perang sabilillah melawan Kumpeni Belanda. Beliau di dukung para sayyid lainnya seperti Pangeran Ngabehi Jayaningrat (putra HB II), Pangeran Mangkubumi sepuh (putra HB I), Pangeran Senthot Alibasah (putra Pangeran Ranggaprawiradirja, Madiun), Kyahi Ageng Maja (Raden Bagus Kholifah, Majasanga), berikut 56 keluarga bangsawan Jawa dan seluruh abdinya, serta 60 ribu muslim sabilillah Jawa. Dukungan juga diperoleh dari angkatan perang Pangeran Surayuda, wedana Malangbong, di Jawa Barat. Sekali lagi historiografi kolonial enggan mengakui kekalahannya. Padahal faktanya mereka mengalami rugi besar sekitar 25.000.000 gulden. Dan Kumpeni-VOC ditutup oleh kerajaan Belanda karena bangkrut. Pemerintah penjajah berganti dari Gubernur Jendral VOC menjadi Gubernur Jendral Kerajaan Belanda. Pasca peperangan sabilillah Jawa, muslim Nuswantara masih terus saja berjuang merebut kemerdekaan negeri Indonesia tercinta dari cengkeraman Belanda , dan juga Jepang setelah itu. Kilasan dinamika sejarah muslim durriyah di Jawa/ Nuswantara merupakan jalan panjang dan penuh liku-liku perjuangan suci. Hal ini yang menyebabkan Islam begitu mendalam dan berurat berakar di Nuswantara, bahkan hingga ke pelosok-pelosok pedesaan dan suku-suku terasing. HISTORIOGRAFI ISLAM YANG ANEH Pada bagian ini penulis hendak menguraikan secara serba singkat dan terbatas beberapa persoalan. Pertama, keheranan-keheranan menyangkut berbagai konsep pendekatan yang terapkan untuk membaca sejarah Orang Nuswantara. Keheranan paradigmatik atau epistemik (secara lebih luas) ini senantiasa menjadi inspirasi yang melatar belakangi penyusunan buku ini. Di antara berbagai keheranan itu adalah mengapa tradisi tua dalam alam kehidupan Orang Nuswantara/ Jawa sulit dicari dalam ruang sejarah? Bahkan dalam sejarah negeri dan bengsanya sendiri? Setiap kali membaca latar sejarah bangsa sepertinya berhadapan dengan sebuah narasi yang bukan masa lalu Orang muslim Nuswantara. Bahkan kadang kala narasinya terkesan naïf dan pandir. Keheranan demikian sepintas seperti melampaui dan atau sudah bukan lagi persoalan rasional atau tidak, ilmiah atau tidak, metodik atau tidak, serta modern atau tidak. Persoalannya, sebagai bagian dari Orang Nuswantara/ Jawa, sering kali menemukan masa lalu yang “berbeda” secara cukup signifikan. Masa lalu yang “bukan saya”, “bukan kami” Orang muslim Nuswantara. Dengan kata lain, masa lalu yang tidak menjelaskan dan tidak korelatif dengan kenyataan sosial-historis yang dialami Orang Nuswantara modern saat ini. Tentu saja ini menimbulkan sebuah “epistemological gap” atau jurang pemutus pemahaman yang mendasar. Seolah tak pernah ada “korelasi logis” antara Orang Nuswantara dahulu dan sekarang. Dan ini jelas-jelas menyalahi asas logika pertama yakni verba volant atau rantai sebab akibat. Harus ada kesinambungan sebab-akibat antara masa lalu Orang muslim Nuswantara dengan realitasnya yang sekarang. Yang kedua adalah mengenai munculnya mekanisme pikiran kolektif Orang Nuswantara yang cenderung melupakan para leluhur dan pendahulu bangsa. Penyebabnya adalah karena mendengar/ membaca/ mengenal para leluhur dan ruang waktu yang melingkupinya tidak menimbulkan rasa bangga dan percaya diri. Malahan sebaliknya, mental kolektif Orang Nuswantara menjadi underconfident, tak percaya diri. Seakan tak ada sama sekali bagian sejarah Nuswantara yang layak dijadikan referensi dan pegangan hidup. Akibatnya, hampir semua Orang muslim Nuswantara melakukan tindakan epistemological suicide. Mereka melakukan “bunuh diri pikiran”. Mengharap terhinggapi amnesia sejarah. Berusaha melupakan sejarah, atau setidaknya berpura-pura lupa terhadap sejarah. Menerapkan lam nafi terhadap sejarah bangsa sendiri, la tarikhu. Sebuah tindakan pikiran untuk menihilkan sejarah bangsa sendiri. Kemudian setelah itu berpijak pada eksepsi afirmatif illa tarikhuhum. Bahwa sejarah “orang lain”/ “mereka” lebih memorable and referrensiable. Tentu saja “tarikhuhum” berkonotasi kepada sejarah modernisme yang cenderung western. Atau kalaupun beroriemtasi kepada sejarah Orang Nuswantara, harus yang western version atau colonial version. Akibat yang paling komprehensif adalah hilangnya kemampuan kolektif kita untuk melakukan ekstrapolasi dan prediksi ke masa depan. Hal ini disebabkan oleh terus menerus mengalami kegagalan setiap kali melakukan rekonstruksi dan atau reformasi diri. Konsekuensinya, Orang Nuswantara menjadi mudah terombang-ambing, rentan, dan hanya mampu berpikir emosional. Nampaknya suatu tindakan epistemik alternative perlu dilakukan di titik ini. Semacam reconstruction Muhammad Iqbal terhadap Orang muslim Pakistan. Atau ihya’ Al Ghazali terhadap Orang muslim Timur Tengah. Atau rerepen Sunan Paku Buwana X, dan sesanti jumenengan Sri Sultan HB X bagi Orang muslim Nuswantara/ Jawa. Namun seperti kita ketahui, tindakan epistemik demikian hanya mungkin dilakukan oleh para pemimpin, tokoh, dan pahlawan dunia. Sulit membayangkan hal itu dalam dunia kawula alit seperti saya. Meskipun begitu, toh saya ingin berbuat sesuatu untuk persoalan epistemology seperti ini. Setidaknya dalam lingkup saya, dunia tradisi, dunia para kawula alit. Dunia yang atmosfernya cenderung pikul dhuwur, pendhem jero. Atmosfer yang andhap asor dan lembah manah. Dalam atmosfer seperti itu, eksplorasi ini cenderung ekstensional bukan intensional. Lebih internal, bahkan eksistensial. Eksplorasi dalam atmosfer seperti itu menjadi sebuah ngudi sangkan paran dan susur leluhur di kedalaman sejarah Nuswantara. Sebuah caos bekti eksistensial se-Orang muslim Nuswantara/ Jawa. Eksplorasi afirmatif, demi keteduhan dan ketentraman epistemology, serta kenyamanan nurani. Agar berbakti dan mengabdi kepada para leluhur menjadi bermakna dan berarti. Inilah ngrukti para leluhur. Beliau-beliau yang agung dan mulia di sisi Tuhan YME. Yang mana gen-gen keagungan dan kemuliaan beliau-beliau itu telah-sedang-akan selalu mengisi rangkaian mitokondria DNA saya dan seluruh Orang (muslim) Nuswantara hingga kelak tumekaning kiyamat kubro. AGAMA BRAHAM/ MILLATU IBRAHIM Jika dicermati dengan seksama religi yang berkembang di Nuswantara adalah agama Abraham atau millatu Ibrahim. Hal ini tertera misalnya dalam Catatan Fa Xian/ Fa Shien sepulang dari India di era tahun ke-7 Kaisar Xiyi (411M) . Fa Xian adalah seorang ulama senior di China saat itu. Ia singgah di Yapoti (Jawa dan atau Sumatra) selama 5 bulan. Ia menulis, “Kami tiba di sebuah negeri bernama Yapoti (Jawa dan atau Sumatra). Di negeri itu Agama Braham sangat berkembang., sedangkan Buddha tidak seberapa pengaruhnya.” Catatan ini menjelaskan agama yang berkembang di era awal sejarah Nuswantara. Tapak kaki Purnawarman (395-434M) pada prasasti Tarumanagara secara langsung menunjukkan korelasi dengan millatu Ibrahim. Tradisi menyematkan tapak kaki pada batu/ prasasti ini juga adalah tradisi simbol Islam pra-Muhammad, yakni Maqam Ibrahim. Atsar Nabi Ibrahim (3500 SM, abad 34 SM) ini menunjukkan prakarsanya dalam membangun dan melestarikan baitullah Ka’bah di Haramain. Menyematkan telapak kaki sebagai tanda juga dilakukan Nabi Muhammad SAW (571-632M). Telapak kaki Beliau SAW terdapat di museum Nasional Turki, di Masjid Jami’ Newdelhi, India, dan di Mesir. Di Nuswantara, di bekas area kerajaan Tidore, Maluku, juga terdapat situs yang dipercayai masyarakat setempat sebagai tapak Nabi Muhammad SAW . Demikian juga dengan ”tapak Rasul” yang dipercayai masyarakat Makassar dan Papua. Gb. 10. (arah jarum jam) Tapak Nabi Ibrahim (3500 SM), tapak Purnawarman (395-434M), tapak Nabi SAW (571-632M) di Mesir, tapak Nabi SAW di Newdelhi, dan tapak Nabi SAW di Museum Turki. Tradisi menyematkan tapak kaki ini juga terdapat di Kutai, Kalimantan Timur. Tradisi millatu Ibrahim lainnya adalah ”memberi hadiah” atau berderma. Salah satunya diwujudkan dalam budaya kuno penyembelihan sapi. Yaitu untuk kemudian dibagikan kepada rakyat dan ulama. Tradisi ini masih dilestarikan hingga oleh umat Islam hingga saat ini. Yaitu dalam Iedul Adha atau Iedul Qurban. Baik Raja Purnawarman (Tarumanagara) maupun Raja Maulawarman (Kutai) melaksanakan ritual ibadah ini. Qurban oleh Purnawarman, Tarumanagara, tertera pada prasasti Tugu, Cilingcing, Jakarta. Sedangkan oleh Maulawarman, Kutai, tertera pada Prasasti Batu Yupa/ Muara Kaman, tepian sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kedua prasasti menceritakan kedua raja agung itu masih melaksanakan adat millatu Ibrahim. Mereka menyembelih 1.000 ekor sapi. Dagingnya dibagikan kepada seluruh rakyat dan ulamanya. Tradisi kurban dengan menyembelih sapi pasti bukan tradisi Hindu. Bagi agama umat Hindu Dharma, sapi merupakan hewan suci dan keramat. Penyembelihan sapi pasti akan dilarang. Oleh karena itu Qurban menyembelih sapi –hingga 1000 ekor- sudah pasti merupakan tradisi millatu Ibrahim. Tradisi ini terus bertahan di kalangan umat Islam sekarang ini. Tarumanagara terletak di tepian sungai Cisedane, Jawa Barat, dan menghadap ke laut Jawa. Sedangkan Kutai di tepian sungai Mahakam, Kalimanatan Timur, menghadap ke Selat Makassar. Kedua kerajaan tersebut sama-sama langsung berhubungan dengan kesibukan lalu lintas perdagangan dunia (Jalur Sutra Laut) saat itu. ASUMSI HINDUISME Damais adalah seorang profesor sejarah antropologi asal Perancis. Peneliti ini keheranan dan mempertanyakan tesis-tesis tentang sejarah Nuswantara. Antara lain adalah terjadinya penaklukan para petualang ”hindu” ke Nuswantara. Mereka lari dari negeri asal mereka ke Nuswantara ini karena ”satu dan lain hal”. Tesis ini tak pernah memiliki argumen secara proporsional. Faktanya, di Nuswantara tidak pernah terdapat peninggalan ”bahasa” kaum hindu. Yang menonjol adalah kosa kata Sansekerta yang memperkaya bahasa-bahasa Melayu Kuno, Jawa Kuno, dan Bali Kuno. Sebagian besar bahkan merupakan bahasa dan istilah teknik. Kata-kata sansekerta ini pun, asalnya bukan dari ”para pendatang Hindu” itu. Melainkan ia berasal dari kitab-kitab kuno yang dibaca orang Nuswantara jaman dahulu. Secara linguistis, jelas tidak terdapat peninggalan bahasa lisan ”orang India kuno” di Nuswantara. Damais juga mengutarakan bahwa para penulis sejarah Nuswantara tidak pernah menjelaskan secara jelas. Yaitu apa yang dimaksud dengan ”koloni-koloni hindu” di jaman dahulu. Damais menyatakan bahwa istilah ”hindu” adalah tidak tepat. Kosekuensinya, kalimat ”Raja-raja Hindu Majapahit” atau ”Pulau Hindu” (untuk Bali) sama sekali tidak benar. Beberapa tokoh di Bali lebih suka jika mereka disebut sebagai penganut agama Syiwa. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mereka sangat berbeda dengan agama Hindu Dharma atau Brahmaisme India. Menurut Damais istilah hindu yang dipergunakan sejarawan Belanda merujuk kepada istilah hindoesch, Indische, Indie, atau Indo . Pengertian kata-kata ini mutlak berarti ”Hindia” Belanda. Hal ini bersesuaian dengan istilah Oost Indische/ Hindia Timur untuk dunia Islam (Islamistand) sebelah timur Granada. Dan West Indische/ Hindia Barat untuk Islamistand di sebelah barat Granada, Spanyol. Dalam peta dunia dapat dilihat bahwa Granada adalah kota yang ditetapkan kaum kolonial sebagai garis bujur bumi 0 derajat. Berdasarkan prasasti-prasasti dan dan dokumen kuno Nuswantara asli, kesan bahwa kebudayaan Nuswantara berhutang budi kepada ”masyarakat Hindu” di jaman dahulu harus dihilangkan. Sebaliknya, justru mereka yang berhutang budi kepada peradaban Nuswantara. Pandangan ini juga dikemukakan oleh Damais. Keanehan tesis-tesis di atas, terdapat misalnya pada buku The Sculpture of Indonesia. Buku tersebut karya Jan Fontein, terbitan Harry N. Abrams, Inc., New York, USA (1990). Dalam buku itu dikatakan bahwa inskripsi Citarum ”berhubungan” dengan Dewa Wisnu. Kemudian dinyatakan bahwa mereka adalah para pengikut Brahmanisme. Padahal telah dijelaskan, bahwa prasasti-prasasti Tarumanegara ataupun Kutai adalah jelas-jelas berlatar belakang tradisi Abrahamik atau millatu Ibrahim. ISLAMLESS SEJARAWAN KOLONIAL Nancy K. Florida , seorang Filolog berkebangsaan Amerika Serikat menarik untuk diperhatikan. Dia mengatakan Filologi kolonial memberi gambaran keliru atas sastra Jawa. Mereka menganggap karya-karya agung para pujangga Jawa abad ke-9 sampai 14, sebagai “puncak dari kebudayaan Hindu-Buddha”.Menurut pandangan itu, zaman emas tersebut diakhiri oleh kedatangan Islam pada akhir abad ke-15. Jadi Islam dipandang sebagai penghancur keindahan Hindu-Budha. Risalah ini bisa dibaca misalnya dalam buku “Membaca Postkolonialitas (di) Indonesia”, editor Budi Susanto, SJ, Penerbit Kanisius, 2008. Nancy kemudian menggulati naskah-naskah Jawa kuna. Ia sampai pada satu titik kesumpulan. Filologi kolonial berada dalam suatu struktur (pikiran) yang disebutnya ”tidak-akan-melihat” kenyataan budaya Jawa yang sesungguhnya. Filologi Barat adalah proyek penjajahan colonial. Karenanya selalu gagal ”melihat signifikansi Islam” dalam teks-teks Jawa (Islamless). Mereka bersikeras mempertahankan struktur (pikiran) ”tidak-akan-melihat-Islam” itu. Dengan demikian Nancy sebenarnya bukan hanya melihat gambaran kebudayaan sastra Jawa. Ia telah menguak sejarah Islam Jawa yang sebenarnya. Struktur pikiran yang “tidak-akan-melihat” seperti di atas, salah satunya tampak dari pernyataan HJ de Graaf dkk. Yaitu dalam buku “China Muslim di Jawa abad XV dan XVI” pengantar Riklefs, dan diterbitkan oleh Tiara Wacana, Yogyakarta. Mereka mengatakan bahwa para penafsir sejarah Indonesia mengenal nama-nama penguasa Majapahit (hanya) dari karya-karya ilmuwan/ sejarawan Belanda. Misalnya Pararaton karya Brandes atau buku-buku yang lebih kemudian. Mereka juga mengatakan bahwa tulisan atau laporan mengenai raja-raja Jawa yang benar adalah yang sesuai dengan sejarah dinasti-dinasti Jawa yang sudah direkonstruksi oleh ilmuwan Belanda. Pernyataan de Graaf ini secara langsung menunjukkan bahwa cara pandang/ pikiran/ yang tidak melalui, meniru, dan menyesuaikan diri, dengan pikiran kolonial mutlak dianggap keliru. Persoalan paradigmatik termasuk persoalan yang sangat aneh dan mengkhawatirkan. Ia telah mengakibatkan fakta-fakta sejarah Jawa/ Nuswantara menjadi menggelikan dan menimbulkan ketidak-nyamanan logis. Lebih jauh lagi, pandangan “tidak-akan-melihat-Islam” telah membawa para pengikutnya kepada suatu awan berpikir yang pandir. Mereka telah menjadi lucu karena terlalu lama berpura-pura. Sesungguhnya berpikir dan berpandangan “apa-adanya” mengenai sejarah Jawa/ Nuswantara merupakan kunci penting. Yakni sebelum kita membahas dan berdiskusi mengenai sejarah dan historiografi Nuswantara lebih lanjut. Sepertinya kita harus menetapi prinsip “Banteng Mataram”. Yaitu kita harus “wani, jujur, lan prasaja” . Prinsip ini memberi sebuah lompatan. Dari pikiran “tidak-akan-melihat-Islam” menjadi “selalu-melihat-Islam”. Kita harus berani melepas beban epistemic/ paradigmatic itu. Hal ini akan membawa kita kepada berpikir yang sehat, prasaja, atau apa-adanya. Atau erleben, kata Immanuel Kant. Sejarawan Eropa yang juga keheranan melihat awan berpikir ini adalah Louis-Charles Damais sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Damais kemudian hidup dan menikah di Batavia. Pernyataan-pernyataannya kontroversif, terutama bagi para sejarawan kolonial. Setiap
  207. ada beberpa kejanggalan dalam sejara / cerita diatas pertama yang menjadi agama asing itu yang mana bukannya Agama Budha dan Hindu juga agama Import (Asing) ? yang sama – sama dari Cina & India ??? Jadi yang bego siapa yang buat cerita atau yang menceritakan kembali cerita dari orang yang bercerita atau mendengar dan menceritakan kembali dari orang dapat cerita dari katanya,…….katanya sih itu…..katanya sih dia…..katanya….katanya……??? Sejarah bisa dijamin bila ada fakta sejarah berupa prasasti, mata uang, kuburan, tempat bersejarah dll bukan dari katanya……katanya dia…..

  208. ramalan sabda palon n noyo genggong serta punakawan pasai memang sudah terbukti n karmanya diterima sekarang.makanya qt ga boleh alpaka guru…..

    salut bwt postingannya, n bila mereka masih buta jg liat aj “2 dunia” trans 7 edisi makam bhatara katong…. ketahuan banget mereka pandai memanipulasi….

    love peace, love hindu budha….. jay hanoman jay shri ram…..

  209. Perlu pemahaman dan mesti banyak referensi mengenai hal seperti ini.. salam damai aja lah

  210. Saya pernah ke wilayah, bekas kerajaan champa di vietnam tengah (bukan kamboja) ada bekas retuntuhan candi hindu juga.. relief nya mirip dengan candi prambanan.
    (Bandha Niera, didaerah Sulawesi). Bandaneira … kepulauan banda, maluku. Mesjid tertua di maluku sekitar tahun 1480an.. saat majapahit mulai runtuh.
    Baca sampai tamat, banyak yang kurang akurat, beberapa menyambungkan data/kejadian dengan paksa. Tapi salut atas usahanya merangkai cerita dari fakta2 yang terpecah.

  211. jadi maksud artikel ini, karena Islam masuk nusantara majapahit runtuh?
    dan kalau kita mau makmur lagi mesti balik lagi ke hindu/buddha?

    katanya orang jawa yg kehilangan jawanya karena arab2an?
    lantas agama yg disebut di atas itu bukannya dari luar juga?

    jawa aslinya animisme bukan?

  212. Bagus…… terlepas benar tidaknya…. Kebesaran jiwa sang Prabu itu seperti manusia paripurna……

  213. Sabdo Palon dan Naya Genggong angkat bicara. Dihadapan Prabhu Brawijaya, Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir, mereka mengucapkan sebuah sumpah, bahwasanya lima ratus tahun kemudian, mereka berdua akan kembali. ( Inilah yang lantas dikenal dengan JANGKA SABDO PALON NAYA GENGGONG oleh masyarakat Jawa sampai sekarang.
    SKARANG KAN SUDAH LEBIH DR 500TH.???

  214. Agar lbh mantab. Penulis wajib belajar tentang akherat. Jgn hanya berfikir tentang duniawi. Apa yang dimaksud dgn agama ? Apa pula yg dimaksud dgn samawi ?

  215. sesungguhnya sejarah adalah berulang kejadian jatuhnya majapahit bs jg berulang ke NKRI maka hendaknya di jadikan bahan pelajaran buat para pembesar agar tidak lengah dan mengejar syahwat kekuasaan belaka, tapi tolong diperhatikan nasib wong cilik,

  216. sejarah ditulis dari tangan para pemenang,
    entah itu benar atau kah salah

    yang dapat kita pelajari adalah pengambilan hikmah dari apapun pelajaran itu sendiri

    sifat benci itu sendiri adalah awal dari kejahatan

    semoga ada sejarah yang lengkap dituliskan dengan hati yang tulus dan tanpa kebencian

  217. mungkin ada referensi buku ttg ini… artikel ini sangat bagus .
    bangga karena bangsa juga punya sejarah yang pelik dan komplek dan diceritakan dengan gamblang. walau diceritakan kepicikan dari seorang muslim bukan berarti tidak benar adanya. karena yang sempurna agama islam dan seorang muslim tetaplah manusia yang dapat berbuat salah

  218. Jadikan sejarah sbgai pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi… Bukan jdi sumber perpecahan…

  219. amat patut disayangkan raden fatah keburu nafsu menghajar majapahit apabila dia mw bersabar dan berkordinasi dgn prabu brawijaya untuk menyusun kekuatan demi menghadapi voc belanda yg akan menginvasi tanah nusantara kira2 100 tahun kedepan, maka kt adlh menjadi bangsa yg kuat dan tidak pernah terjajah oleh kekuatan eropa

  220. Serat Darmagandul merupakan kitab kontroversial yang mengambil ide cerita dari Serat Babad Kadhiri. Meskipun merupakan hasil plagiasi dari Babad Kadhiri, namun Serat Darmagandul tampaknya ditulis berdasarkan motif tertentu yaitu keberpihakan pengarangnya terhadap pemerintah kolonialis Belanda dan kecenderungan terhadap keberadaan misi Kristen di tanah Jawa. Unsur Kristen dalam Serat ini boleh dikatakan dominan dengan menggunakan simbolisasi wit katvruh dan berbagai cerita yang berasal dari Bibel
    Serat Babad Kadhiri ditulis berdasarkan perintah Belanda. Sedangkan serat Darmagandul menunjukkan wujud apresiasi yang baik terhadap Belanda, bukan dalam pandangan sebagai musuh atau penjajah namun justru sebagai kawan
    contoh saya kasih bukti, di blog ini ada tulisan sebagai berikut:
    “….Yang paling parah dan memakan banyak korban, sampai-sampai para INVESTOR dari Portugis melarikan diri ke Malaka dan menceritakan di Jawa tengah terjadi situasi chaos dan anarkhis yang mengerikan, adalah pertikaian …….”
    lihat portugis sebagai penjajah di anggap sebagai investor??? sudah paham khn sekarang apa misi dari serat darmogandul yang dibuat /ditulis pada zaman Kerajaan Surakarta antara tahun 1755 dan 1881, atas perintah dan kedekatan hindia belanda guna misi2 kolonialisme nya.
    KEHANCURAN MAJAPAHIT dipicu perpindahan keraton ke daerah lain perang saudara antar keturunan brewijaya yang tidak sah menduduki singgasana
    sangat tidak masuk akal serat darmogandul ini bertentangan dengan literatur yang diakui legalitasnya seperti pararaton yang ditulis di masa majapahit. bagaimana mungkin buku sejarah menulis detail sejarah tapi ditulis 250 tahun setelah majapahit runtuh….kitab darmogandul tidak jelas siapa penulisnya.

  221. Ada Fakta Sejarah dan ada Presepsi Penulis Sejarah. Apa yang tertulis di dalam kisah di atas bercampur baur antara Fakta Sejarah dan Presepsi Penulis Sejarah. Maka dari itulah dalam sejarah selalu ada versi. Kalau dalam versi Islam tidaklah demikian. Sejarah dalam Islam adalah hal penting sehingga dalam Islam penulisan sejarah tidak boleh sembarangan dan bercampur dengan presepsi. Untuk itu harus diteliti dulu track record siapa penulis sejarahnya?, darimana dia memperoleh informasi sejarah tersebut?, bagaimana jalur periwayatannya? dll. Mengapa? karena sejarah hanya berdasarkan pada informasi saja, faktanya kita tidak bisa inderai langsung. Maka dari itu penulisan sejarah sangat bergantung pada siapa perowinya (periwayat) nya. Bila sejarah itu ditulis oleh orang-orang yang memiliki track record yang bagus maka bisa jadi sejarah itu valid. Selain itu kita harus membandingkan dengan jalur-jalur periwayatan yang lain. Dengan membandingkan beberapa jalur periwayatan yang valid kita mendapatkan cerita yang sama, maka sejarah yang sampai ke kita itu valid. Tetapi bila terdapat periwayat yang cacat walau dari satu jalur saja, misalnya periwayatnya memiliki daya ingatnya lemah, suka berbohong, atau pernah berbohong, maka jalur tersebut rusak. Bila jalur periwayatan sejarahnya rusak, maka tidak lagi dilihat isi sejarahnya, karena bisa dipastikan ketidak validannya. Dalam Islam sejarah adalah penting dan harus melalui seleksi yang ketat karena sejarah merupakan aset pengetahuan yang sangat berharga. Maka dari itu umat Islam tidak akan mudah percaya begitu saja sejarah yang sampai ke mereka sebelum melalui proses seleksi sejarah yang ketat dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Wal hasil cerita di atas belum terpisah antara fakta sejarah dan presepsi si penulis. Jadi just info saja tiadalah mengapa, tapi kepastian kebenarannya hmmmmm belum terbukti ilmiah.

  222. Fitnah keji terhadap umat Islam, bahkan Sang.Prabu Brawijaya telah muslim sebelum Raden Fatah putranya beranjak dewasa, sabdopalon noyogenggong pun yg diduga bangsa jin telah bersumpah utk bermusuh dg Sinuhun , baca dalam jangka Jayabaya..

  223. Bukannya raden Patah menyerbu majapahit ketika itu rajanya bukan Brawijaya alias Kertabhumi? karena Brawijaya sudah dikudeta oleh Girindrawardhana tahun 1478 M? dan penyerbuan ke Trowulan oleh pasukan Demak terjadi setelah tahun 1500-an? jadi sah-sah saja dong Raden Patah membalas dendam pada orang yang mengkudeta ayahnya? coba penulis lebih teliti lagi deh membaca sumber2 sejarah…
    dan kalo bicara masalah pertumpahan darah bukannya Majapahit setelah mengkudeta Jayakatwang dari Kediri juga dipenuhi perpecahan dan pemberontakan serta banjir darah? ex: Raden Ranggalawe, Raden Sora, Patih Nambi, Raden Kuti, dll?

  224. Ada kalanya tulisan ini cukup dijadikan bahan pengetahuan, dan terus mencari sumber lain dan cukup skedar “pengetahuan”. tidak menjadikan akar kebencian sesama umat yang tinggal dinusantara. Bukankah tujuan manusia adalah memperoleh sebanyak mungkin pengetahuan (socrates) agar bisa menjadi bijak. Saya sendiri tidak cukup tau seluk beluk-beluk majapahit cuma belajar waktu sekolah dasar dulu dan ceritanya benar” beda.
    Gara” tulisan ini juga saya jadi tertarik membaca akar sejarah perdaban nusantara. Semoga kita bisa lebih bijak dalam melihat prespektif yg berbeda.

  225. maaf mohon pengertiannya, sekarang kita kembali ber angan-angan, seandainya wilayah Indonesia saat ini masih sama dengan wilayah ketika majapahit berkuasa apakah itu cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara adikuasa di jaman seperti sekarang ini? ingat, maju tidaknya sebuah Negara bukan dikarenakan luas wilayahnya melainkan karena pemikiran dari SDM bangsa tersebut. saya rasa wilayah Indonesia saat ini juga termasuk salah satu Negara luas di dunia. tapi jika kita bandingkan dengan negara lain yang luas wilayahnya jauh lebih kecil dibanding Indonesia, akan tetapi jauh lebih maju. karena faktor apa? karena kita yang seperti ini, jadi tolong stop rasisme dan menjelek2an agama lain

  226. kalau boleh saya ikut menyumbangkan pikiran,maka saya mempunyai pendapat lain.Sampai saat ini saya tidak mengerti dgn .apa yg disebut dgn. kerj.Majapahit tsb.Menurut pendapat saya Majapahit tak pernah punah.Kalau ada orang yang mengatakan demikian berarti tidak mengerti dgn. Majapahit.Atau diamengertikan Majapahit yg.lain.Kerajaan Majapahit yg. saya tahu sampai sekarang masih punya keturunan

  227. berarti judulnya kurang tepat ya.. bukan di sembunyikan mestinya, tapi dari sudut pandang mana melihatnya.

  228. penulis tidak netral, banyak fakta yg ditarbalikkan…
    kalo penulis merasa benar busa diuji publik tulisannya….

  229. sekarang orang jawa sangat membenci agama hindu sama gama budha….padahal mereka tidak tahu bhwa agama hindu dan budha adalah agama NENEK MOYANG mereka !!!!

  230. indonesia masih negara besar. kita tetap harus bersyukur. kehidupan beragamanya pun masih tetap terjaga. kita harus bersyukur.

  231. target dari artikel ini yg harus di perjelas.
    membawa tema kisah runtuhnya majapahit tetapi menitik beratkan ke asal usul keturunan.
    Yang saya tangkap dari isi artikel ini,penulis ingin menunjukkan bahwa kerajaan besar majapahit dan pembesar islam (bahkan wali) adalah turunan china.

    saya jg tidak tahu menahu asal usul keturunan majapahit…tetapi jika anda membawa bawa nama wali serta menuliskan nama cinanya,saya mohon anda untuk mengurutkan silisilah wali serta dari mana anda mendapat literaturnya.

    satu lagi yg menjadi ganjalan bagi saya, mungkin penulis bisa menjelaskan kepada saya.
    setau saya raden fatah menimba ilmu agama di kerajaan islam di samudra pasai ( sekaran NAD). yg menjadi pertnyaan saya adalah, apakah majapahit dan samudra pasai dalam era yg sama??

  232. Menarik tuk dianalisa…. pasti nya sejarah punya jalannya sendiri yg harus dilewatiny, dan kt bagian dr perjalannya…. Sejarah akan menemukan kmbali kjayaannya, semoga tuhan berkenan mmberikan kesempatan ikut merasakannya…

  233. banyak orng meragukan eksistensi kekuasaan majapahit terhadap seluruh wilayah di peta tersebut, apakah diperoleh dari hasil mencaplok/menaklukan melalui ekspedisi militer atau dari hasil diplomatik utk sekedar mempersatuakn,,contoh;kerajaan padjajaran yang menguasai jawa barat secara militer tidak pernah tunduk dan takluk secara total dgn majapahit, memang pernah terjadi insiden kecil antara rombongan putri padjajaran dgn tentara majapahit yg menewaskan semua pengawal putri padjajaran termasuk jg putrinya tapi itu bukan berarti pdjajaran telah dikuasai majapahit, faktanya Padjajaran tetap selalu berdaulat sampai majapahit runtuh. lalu bgmn dgn pulau2 lain? prosesnya seperti apa?

  234. ini bukan tentang agama, tetapi tentang budi pekerti, sumpah, dan kewajiban.. saya muslim, yg saya tahu tuhan kita sama, penggambarannya saja berbeda.. ingat “bhineka tungal ika”

  235. Al kafirun …bagiku agamaku bagimu agamaku….kok bisa nyambung ke nabi musa…tahun piro kuwi…terlalu pewrcaya diri…subhanallah..

  236. bnyak yg kita dapat dari ulasan diatas,mngkin juga masih bnyak mkna “kiasan” yg harus kita pahami…
    Majapahit yg luar biasa

  237. andai saja dora emon itu nyata..
    pasti q mo minjem kantong ajaibnya n minta dianter ke lorong waktu dan mliat sbnarnya yg terjadi di nusantara tempo dulu.

    hheee peace..

    Salam damai untuk smua mahluk

  238. Ga ada yg aneh kalo kita sadar itu semua adalah kehendak Tuhan krn seberapa besar manusia berusaha semua akan terpulang pd kehendak Tuhan…& hanya insan bodoh yg tdk pernah mengambil hikmah atas semua pelajaran dari Tuhannya, hikmah atas semua yg selalu berangkat dari visi bagaimana membumikan kedamaian, persaudaraan dalam perbedaan, & memanusiakan manusia… (kami para Nahdliyin sami’na wa atha’na Sunan Ampel & Sunan Kalijaga)

  239. Sebelum membaca tulisan ini saya mendengar tutur dari kawan yang mempelajari ilmu Jawa. Ada beberapa bagian yang sama. Buat saya ini adalah wacana.

    Yang belum terceritakan adalah motivasi Raden Patah menggulingkan Prabu Brawijaya yang notabene ayahnya sendiri.
    Jika alasannya adalah nafsu kekuasaan, berarti doktrin agama baru telah berhasil, lalu apa?

    500 tahun setelah janji Sabdo Palon dan Naya Genggong waktu itu kini sudah berlalu. Saatnya agama disimpan di hati dan bukan jadi komoditi. Itu sangat personal, hubungannya kepada Sang Maha. Lebih baik energi kita disatukan menuju kejayaan dan kemakmuran rakyat saja.

    Dalam cerita diatas, saya salut dengan tokoh Sunan Kalijaga dan Syeh Siti Jenar.

  240. Hindu itu bukan agama tapi orang2 dari daerah Hindi atau India dan sekitarnya , dan runtuhnya Majapahit banyak sebabnya yg paling telak adalah serangan dari kaum Monggol yg ber pusat di Beijing… bagi om,,, om,,, yang memutar balikan sejarah dan fakta belajarlah kebenaran karena kebenaran akan membebaskan kita…

  241. tokok cerita yang disampaikan tampaknya sama dengan versi yang sdh beredar sebelumnya…tetapi jalan ceritanya kentara sekali dipaksakan untuk menempatkan muslim sebagai tertuduh bahwa penyebaran islam dilakukan melulu dengan kekerasan..apalagi kalo merunut waktu terjadinya/kejadian banyak kontradiksi. sangat betul bahwa kebenaran cerita tergantung siapa yang menulisnya…wallau a’lam

  242. Tidak diceritakan secara detail kenapa Raden Patah menyerang Brawijaya, “ujug2” nyerang…secara logika pasti ada sebabnya…entah dari bisikan sengkuni atau apa dan menurut saya overall ceritanya ga balance sih tapi sangat bagus untuk pengetahuan. Trims Penulis…

  243. cukup detil, mungkin saya termasuk keturunan tarub… hal yg janggal adalah sabdo palon nayo genggong itu sendiri… seperti yg anda bilang ketika sunan2 mempunyai ilmu maka anda mengatakan kiasan… maka saya jg mengira bahwa sabdo palon nayo genggong adalah penasihat/pendeta beliau…

  244. menghayal dan memuja kejayaan masa lalu adalah non sens, tokoh sabdo palon, naya genggong dan dhamar sasongko serta hancurnya majapahit karena kedatangan Agama Islam dan dijajah oleh orang2 islam adalah versi penulis sendiri (hindu bali). Majapahit hancur karena rusaknya moral bangsa majahit sendiri, Islam datang bukan sebagai imperalis / penjajah (seperti orang2 eropa dg agama nasrani, bahkan agama hindhu berasal dari India) justru Islam datang memperbaiki dan sebagi rohmatan lil alamin. Kenyataannya sekarang ini telah menjadi NKRI (Nusantara setelah 500th yg pernah dijanjikan oleh sabdo palon naya genggong kepada prabu brawijaya) sudah terwujud. setiap bangsa apapun agama dan kepercayaannya kalau pemimpin dan masyarakat / bangsa nya telah hancur moralnya maka cepat atau lambat negara tsb akan hancur

  245. Betul, Hindu dan Buddha juga paham dari bangsa asing lho. Aneh juga nih logika penulis. Kalo anti paham asing, mestinya kembali ke paham ketika masih jadi homo erectus.

  246. Terlepas dari segala kekaguman saya akan kekuasaan dan kebesaran kerajaan Majapahit pada masa itu, saya ingin memberikan beberapa komentar yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan dari para pembaca cerita tersebut diatas.

    1. Setiap orang yg membaca cerita ini haruslah berfikir dari mana penulis mendapatkan semua informasi yang diceritakan.
    2. Silsilah hidup dari setiap tokoh yang ada dalam cerita mungkin saja benar, tetapi setiap tokoh tersebut belum tentu melakukan hal-hal seperti yang diceritakan oleh penulis. Distorsi sejarah mungkin saja terjadi. Sehingga bisa kita anggap apa yang dilakukan penulis adalah merupakan sebuah karangan saja.
    3. Isi cerita terkesan menyudutkan satu agama tertentu, dan penulis tidak menceritakan mengapa agama yang selalu disudutkan dalam ceritanya berkembang dengan cepat dan dengan mudah dapat diterima secara luas oleh masyarakat jawa.
    4. Menurut saya, penerimaan agama secara luas kurang lebih karena adanya ketidakadilan/kesejahteraan dan bukan karena paksaan atau kelicikan serta nafsu angkara dari penyebar agama tersebut.
    5. Kita bisa membandingkan proses penyebaran agama dari para penjajah eropa di nusantara yang juga telah dimulai dari ratusan tahun yang lalu tetapi tidak pernah mendapatkan tempat yang baik dihati sebagian besar masyarakat jawa.
    6. Dari cerita diatas, penulis kurang lebih ingin menggiring pikiran pembaca bahwa proses penyebaran agama yang disudutkan diatas adalah sama dengan yang dilakukan para penjajah eropa. Yang menjadi pertanyaan kenapa penjajah eropa tidak mengalami kesuksesan di tanah Jawa?
    7. Perlu diketahui bahwa proses pengambil alihan kekuasaan, penyelesaian perselisihan ataupun persaingan politik melalui pertumpahan darah adalah sudah menjadi hal yang biasa terjadi dibelahan bumi ini, walau kita tidak bisa membenarkan tindakan tersebut.
    8. Bukankah proses perluasan kekuasaan Majapahit juga melalui proses pertumpahan darah? Salah satu peristiwa yang pernah tercatat adalah adalah “Perang Bubat” antara Majapahit dan Pajajaran. Terlepas dari benar atau tidaknya akibat distorsi sejarah yang mungkin saja terjadi, tetapi peristiwa tersebut adalah merupakan salah satu contoh proses perluasan pengaruh Majapahit terhadap Pajajaran.
    9. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas, tetapi akan lebih baik jika penulis menuangkannya dalam sebuah novel fiksi.

  247. Dalam tulisan ini seolah olah islam perusak sejarah,padahal tidak begitu pada reality nya. Islam agama kedamaiyan.Cuma kadang manusia sering mengatas namakan agama demi sebuah kekuasaan.

  248. memangnya kita tahu kalau kita berasal dari dalam negeri coba ceritakan asal mula masing2 kita sendiri …. tak usah bicara dulu orang lain atau berbicara asal usul sejarah kita

  249. Kisah yg mengharukan, walaupun sy rasa kisahnya subjektif dg menjelek2an yg lainnya.. Entah benar2 terjadi atau sebagian telah dimodifikasi.. Yg jelas baik agama Islam maupun agama Hindu keduanya datang dari luar.. So, skor 1-1

  250. Saya suka dengan artikel ini dan menikmati membacanya.
    Tapi tidak akan saya anggap sebagai sejarah. Jangan bermain2 dengan mengklaim bahwa ini “sejarah”. Sejarah harus jelas sumbernya, baik didasarkan pada dokumen tertulis, bukti2 baik fisik semisal prasasti, objek sejarah, testimoni karakter yg dimaksud maupun kronologinya secara runut dan ilmiah. Kecuali jika anda secara terbuka mengakui ini adalah karya fiksi yg anda tulis dengan mendramatisir beberapa cerita sejarah, saya akui juga kalau anda berbakat menulis skenario film kolosal.

  251. Majapahit bangkit lagi??? udah gak jaman lagi kebodohan dan penindasan…. Bangga dengan Ajaran Islam yang rasional dengan fitrah manusia….bangga dunia akhirat Allah SWT tuhan yang maha esa.

  252. Ini maksudnya apa? “…..karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara..??”
    maksud loe Islam gitu?? dibawa dari luar (arab) ke Indonesia. Trus gara2 ada Islam Indonesia jadi terupuruk?
    ..loe pikir agama itu loe lebih baik dari Islam? emang loe pikir agama loe datang dari mana? ngaca loe broooo…jangan cari gara-gara. Jangan suka provokasi. Jangan suka main-main, bikin umat Islam marah. Apa loe mau di Indonesia pecah perang agama?? kalo udah kejadian nyesel deh loe.

  253. ‘artikhel ini fastilah hasil konstifasi fara zionis yang bertuzuan unthu’ menzatuhkan citra Islam sebagai agama yang faling benar, faling suci, dan faling haibat.

    ‘antum-antum sekalian mesti harus tahu bahwa Maj’aafahiyd itu sebenarnya adalah kerajaan Islaaaam…. Candi Bhar’abudzur itu juga hasil feninggalan Islaaaaam……

  254. saya kira orang jawa tertarik dengan Islam karena agama ini menjunjung persamaan hak sesama manusia dan hubungan saling menyayangi sesama manusia.

  255. sudah cukup lama ane terakhir kali membaca tulisan tentang Keruntuhan Majapahit 🙂
    meski, yaa… sama seperti sejarah yang kita pelajari di sekolah (tidak tahu pasti kebenaran yang mutlak)
    kita sama tahu; tidak ada kerajaan yang terbentuk tanpa kelicikan (baca; pertempuran dalam cara apa pun) tidak ada 🙂
    meski dalam cerita ini ane nangkepnya ‘memojokkan’ Islam dan etnik China 🙂 namun bagi ane sendiri (jika kita mau berpikir luas) itu tak lepas dari yang namanya pengaruh ‘perubahan alam’. dunia modern sekarang lebih menyebutnya; ‘bersinggungan kultur budaya’
    tidak akan mungkin itu terelakkan.
    plus, biasanya jika ada raja, pasti dan pasti adaaaaa aja pengkhianatnya 🙂 jadi tidak murni juga kesalahan raja (prabu brawijaya) 🙂 sebab pepatah bilang;”Sebanyak-banyaknya yang menyukai kita, akan lebih banyak lagi yang tidak menyukai/memusuhi. entah itu karena iri, dengki dan lain sebagainya.

    dan benar komentar ‘Hindu WEB’ di atas 🙂
    negeri Indonesia ini aslinya animisme dan dinamisme 🙂 Hindu dan Budha juga datang dari luar.

    Salam Damai 🙂

  256. artikel ini sm dengan menyudutkan brey/bro wijaya hehehe..kelihatanya dia ga bs apa2 dan lemah hanya ada wanita dipikirannya?apakah seprti itu?? kata org jawa ini smua “gek jare”(katanya sih). semoga tidak berujung kekonyolan.

  257. Bukankah bagian2 akhir itu disadur dr Serat Dharmogandul? Maaf bila salah. Klo aku pribadi meyakini Serat Dharmogandul itu benar. Contoh nyata-nya adlh kita tdk prnah menemukan satu kitab/catatan brbagai hal ttg keadaan negara Majapahit,hal yg sangat tdk mungkin mengingat Majapahit adlh negara besar. Bgm pndapat anda?

  258. setuju banget. jk qt mendoktrin agama (islam) sbg ideologi bngsa lain. ketahuilah agama sblum islam jg mrupkn adopsi dr bngsa lain. lihatlah peristiwa majapahit bukan dr sudut pndang agama. melainkan dr pribadi,tabiat dan hati manusianya. tidak ada agama yg salah didunia ini. yg salah hanyalah kedangkalan manusia dlm memahami agama mereka sendiri yg membuat perilaku mereka mnjdi busuk

  259. Islam ternyata bullshit! agama damai nyatanya agama penjajah dan penghancur nusantara!

    kapankah islam tersingkir dari negara ini, semoga segera..

  260. Tidak ada agama yang membenarkan kekerasan, tapi seringkali agama dijadikan tameng untuk pembenaran atas perbuatan manusia yang sebenarnya lebih cendrung untuk memuaskan hawa nafsu