Beranda » Uncategorized » SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

OM Swastiastu,

——————————————–

Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.

Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang didaerah Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan iInternasional-nya waktu itu adalah Gresik.

Agama resmi Negara adalah Hindhu aliran Shiwa dan Buddha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama kebesaran dari sebuah Emperor di Jawa. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta. Vilva: Pohon Maja, Tikta : Pahit ). Sehingga, selain Majapahit ( baca : Mojopait) orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta (Wilwotikto).

Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang!

Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. ( Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo = Bangsawan, Marcuet = Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka = Perjaka, Umbaran = Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak = Bangsawan, Jingga = Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri.)

Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, Malahan Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah. Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. (Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana = Mutiara, Wungu = Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar = Pelita, Wulan = Sang Rembulan).

Kondisi Majapahit stabil lagi. Hingga pada tahun 1453 Masehi, tahta Majapahit dipegang oleh Raden Kertabhumi yang lantas terkenal dengan gelar Prabhu Brawijaya ( Bhre Wijaya). Pada jaman pemerintahan beliau inilah, Islamisasi mulai merambah wilayah kekuasaan Majapahit, dimulai dari Malaka. Dan kemudian, mulai masuk menuju ke pusat kerajaan, ke pulau Jawa.

Dan kisahnya adalah sebagai berikut :

Diwilayah Kamboja selatan, dulu terdapat Kerajaan kecil yang masuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Champa namanya. ( Sekarang hanya menjadi perkampungan Champa ). Kerajaan ini berubah menjadi Kerajaan Islam semenjak Raja Champa memeluk agama baru itu. Keputusan ini diambil setelah seorang ulama Islam datang dari Samarqand, Bukhara. ( Sekarang didaerah Rusia Selatan). Ulama ini bernama Syeh Ibrahim As-Samarqand. Selain berpindah agama, Raja Champa bahkan mengambil Syeh Ibrahim As-Samarqand sebagai menantu.

Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati. Dari hasil pernikahan ini, lahirlah dua orang putra, yang sulung bernama Sayyid ‘Ali Murtadlo, dan yang bungsu bernama Sayyid ‘Ali Rahmad. Karena berkebangsaan Champa ( Indo-china ), Sayyid ‘Ali Rahmad juga dikenal dengan nama Bong Swie Hoo. (Nama Champa dari Sayyid ‘Ali Murtadlo, Raja Champa, Dewi Candrawulan dan Dewi Anarawati, saya belum mengetahuinya : Damar Shashangka).

Kerajaan Champa dibawah kekuasaan Kerajaan Besar Majapahit yang berpusat di Jawa. Pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Raden Kertabhumi atau Prabhu Brawijaya semenjak tahun 1453 Masehi. Beliau didampingi oleh adiknya Raden Purwawisesha sebagai Mahapatih. Pada tahun 1466, Raden Purwawisesha mengundurkan diri dari jabatannya, dan sebagai penggantinya diangkatlah Bhre Pandhansalas. Namun dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1468 Masehi, Bhre Pandhansalas juga mengundurkan diri.

Praktis semenjak tahun 1468 Masehi, Prabhu Brawijaya memerintah Majapahit tanpa didampingi oleh seorang Mahapatih. Apakah gerangan dalam masa pemerintahan Prabhu Brawijaya terjadi dua kali pengunduran diri dari seorang Mahapatih? Sebabnya tak lain dan tak bukan karena Prabhu Brawijaya terlalu lunak dengan etnis China dan orang-orang muslim.

Diceritakan, begitu Prabhu Brawijaya naik tahta, Kekaisaran Tiongkok mengirimkan seorang putri China yang sangat cantik sebagai persembahan kepada Prabhu Brawijaya untuk dinikahi. Ini dimaksudkan sebagai tali penyambung kekerabatan dengan Kekaisaran Tiongkok. Putri ini bernama Tan Eng Kian. Sangat cantik. Tiada bercacat. Karena kecantikannya, setelah Prabhu Brawijaya menikahi putri ini, praktis beliau hampi-hampir melupakan istri-istrinya yang lain. (Prabhu Brawijaya banyak memiliki istri, dari berbagai istri beliau, lahirlah tokoh-tokoh besar. Pada kesempatan lain, saya akan menceritakannya : Damar Shashangka).

Ketika putri Tan Eng Kian tengah hamil tua, rombongan dari Kerajaan Champa datang menghadap. Raja Champa sendiri yang datang. Diiringi oleh para pembesar Kerajaan dan ikut juga dalam rombongan, Dewi Anarawati. Raja Champa banyak membawa upeti sebagai tanda takluk. Dan salah satu upeti yang sangat berharga adalah, Dewi Anarawati sendiri.

Melihat kecantikan putri berdarah indo-china ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan begitu Dewi Anarawati telah beliau peristri, Tan Eng Kian, putri China yang tengah hamil tua itu, seakan-akan sudah tidak ada lagi di istana. Perhatian Prabhu Brawijaya kini beralih kepada Dewi Anarawati.

Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta agar Tan Eng Kian disingkirkan dari istana, Prabhu Brawijaya menurutinya. Tan Eng Kian diceraikan. Lantas putri China yang malang ini diserahkan kepada Adipati Palembang Arya Damar untuk diperistri. Adipati Arya Damar sesungguhnya juga peranakan China. Dia adalah putra selir Prabhu Wikramawardhana, Raja Majapahit yang sudah wafat yang memerintah pada tahun 1389-1429 Masehi, dengan seorang putri China pula.

Nama China Adipati Arya Damar adalah Swan Liong. Menerima pemberian seorang janda dari Raja adalah suatu kehormatan besar. Perlu dicatat, Swan Liong adalah China muslim. Dia masuk Islam setelah berinteraksi dengan etnis China di Palembang, keturunan pengikut Laksamana Cheng Ho yang sudah tinggal lebih dahulu di Palembang. Oleh karena itulah, Palembang waktu itu adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Majapahit yang bercorak Islam.

Arya Damar menunggu kelahiran putra yang dikandung Tan Eng Kian sebelum ia menikahinya. Begitu putri China ini selesai melahirkan, dinikahilah dia oleh Arya Damar.

Anak yang lahir dari rahim Tan Eng Kian, hasil dari pernikahannya dengan Prabhu Brawijaya, adalah seorang anak lelaki. Diberi nama Tan Eng Hwat. Karena ayah tirinya muslim, dia juga diberi nama Hassan. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Raden Patah!

Dari hasil perkawinan Arya Damar dengan Tan Eng Kian, lahirlah juga seorang putra. Diberinama Kin Shan. Nama muslimnya adalah Hussein. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Adipati Pecattandha, atau Adipati Terung yang terkenal itu!

Kembali ke Jawa. Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana selanjutnya setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya, Tan Eng Kian. Dewi Anarawati meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha.

Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Namun yang menjadi masalah, siapakah yang akan mengisi jabatan sebagai seorang Guru layaknya padepokan Shiva atau Mahawiku layaknya padepokan Buddha? Pucuk dicinta ulam tiba, Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.

Para Pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah melihat gelagat yang tidak baik. Mereka dengan halus memperingatkan Prabhu Brawijaya, agar selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan penting.

Tak kurang-kurang, Sabdo Palon dan Nayagenggong, punakawan terdekat Prabhu Brawijaya juga sudah memperingatkan agar momongan mereka ini berhati-hati, tidak gegabah. Namun, Prabhu Brawijaya, bagaikan orang mabuk, tak satupun nasehat orang-orang terdekatnya beliau dengarkan.

Perekonomian Majapahit sudah hamper didominasi oleh etnis China semenjak putri Tan Eng Kian di peristri oleh Prabhu Brawijaya, dan memang itulah misi dari Kekaisaran Tiongkok. Kini, dengan masuknya Dewi Anarawati, orang-orang muslim-pun mendepat kesempatan besar. Apalagi, pada waktu itu, banyak juga orang China yang muslim. Semua masukan bagi Prabhu Brawijaya tersebut, tidak satupun yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Para Pejabat daerah mengirimkan surat khusus kepada Sang Prabhu yang isinya mengeluhkan tingkah laku para pendatang baru ini. Namun, tetap saja, ditanggapi acuh tak acuh.

Hingga pada suatu ketika, manakala ada acara rutin tahunan dimana para pejabat daerah harus menghadap ke ibukota Majapahit sebagai tanda kesetiaan, Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker ( Ponorogo sekarang), mempersembahkan tarian khusus buat Sang Prabhu. Tarian ini masih baru. Belum pernah ditampilkan dimanapun. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piranti tari bernama Dhadhak Merak. Yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak diatasnya. Dhadhak Merak ini dimainkan oleh satu orang pemain, dengan diiringi oleh para prajurid yang bertingkah polah seperti banci. ( Sekarang dimainkan oleh wanita tulen). Ditambah satu tokoh yang bernama Pujangganom dan satu orang Jathilan. Sang Pujangganom tampak menari-nari acuh tak acuh, sedangkan Jathilan, melompat-lompat seperti orang gila.

Sang Prabhu takjub melihat tarian baru ini. Manakala beliau menanyakan makna dari suguhan tarian tersebut, Ki Ageng Kutu, Adipati dari Wengker yang terkenal berani itu, tanpa sungkan-sungkan lagi menjelaskan, bahwa Dhadhak Merak adalah symbol dari Kerajaan Majapahit sendiri. Kepala Harimau adalah symbol dari Sang Prabhu. Bulu-bulu merak yang indah adalah symbol permaisuri sang Prabhu yang terkenal sangat cantik, yaitu Dewi Anarawati. Pasukan banci adalah pasukan Majapahit. Pujangganom adalah symbol dari Pejabat teras, dan Jathilan adalah symbol dari Pejabat daerah.

Arti sesungguhnya adalah, Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung Merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya dibawah selangkangan sang burung Merak. Para Prajurid Majapahit sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci, sangat memalukan! Para pejabat teras acuh tak acuh dan pejabat daerah dibuat kebingungan menghadapi invasi halus, imperialisasi halus yang kini tengah terjadi. Dan terang-terangan Ki Ageng Kutu memperingatkan agar Prabhu Brawijaya berhati-hati dengan orang-orang Islam!

Kesenian sindiran ini kemudian hari dikenal dengan nama REOG PONOROGO!

Mendengar kelancangan Ki Ageng Kutu, Prabhu Brawijaya murka! Dan Ki Ageng Kutu, bersama para pengikutnya segera meninggalkan Majapahit. Sesampainya di Wengker, beliau mamaklumatkan perang dengan Majapahit!

Prabhu Brawijaya mengutus putra selirnya, Raden Bathara Katong untuk memimpin pasukan Majapahit, menggempur Kadipaten Wengker! (Akan saya ceritakan pada bagian kedua : Damar Shashangka).

Prabhu Brawijaya, menjanjikan daerah ‘perdikan’. Daerah perdikan adalah daerah otonom. Beliau menjanjikannya kepada Dewi Anarawati. Dan Dewi Anarawati meminta daerah Ampeldhenta ( didaerah Surabaya sekarang ) agar dijadikan daerah otonom bagi orang-orang Islam. Dan disana, rencananya akan dibangun sebuah Ashrama besar, pusat pendidikan bagi kaum muslim.

Begitu Prabhu Brawijaya menyetujui hal ini, maka Dewi Anarawati, atas nama Negara, mengirim utusan ke Champa. Meminta kesediaan Syeh Ibrahim As-Samarqand untuk tinggal di Majapahit dan menjadi Guru dari Padepokan yang hendak dibangun.

Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad.

Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.

Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha (Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.: Damar Shashangka).

Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.

Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan.

Bahkan, Sayyid ‘Ali Rahmad dan Sayyid ‘Ali Murtadlo mendapat gelar kebangsawanan Majapahit, yaitu Rahadyan atau Raden. Jadilah mereka dikenal dengan nama Raden Rahmad dan Raden Murtolo ( Orang Jawa tidak bisa mengucapkan huruf ‘dlo’. Huruf ‘dlo’ berubah menjadi ‘lo’. Seperti Ridlo, jadi Rilo, Ramadlan jadi Ramelan, Riyadloh jadi Riyalat, dll). Namun lama kelamaan, Raden Murtolo dikenal dengan nama Raden Santri, makamnya juga ada di Gresik sekarang.

Raden Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Raden Santri, mengembara ke Bima, menyebarkan Islam disana, hingga ketika sudah tua, ia kembali ke Jawa dan meniggal di Gresik.

Para pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah memperingatkan Prabhu Brawijaya. Sebab sudah terdengar kabar dimana-mana, kaum baru ini adalah kaum missioner. Kaum yang punya misi tertentu. Malaka sudah berubah menjadi Kadipaten Islam, Pasai juga, Palembang juga, dan kini gerakan itu sudah semakin dekat dengan pusat kerajaan.

Semua telah memperingatkan Sang Prabhu. Tak ketinggalan pula Sabdo Palon dan Naya Genggong. Namun, bagaikan berlalunya angin, Prabhu Brawijaya tetap tidak mendengarkannya.Raja Majapahit yang ditakuti ini, kini bagaikan harimau yang takluk dibawah kangkangan burung Merak, Dewi Anarawati.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Ki Ageng Kutu dari Wengker dulu.

R U N T U H N Y A   M A J A P A H I T

Berdirinya Giri Kedhaton

Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara.

Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, Dewi Sekardhadhu, jatuh sakit. Ditengah wabah yang melanda, datanglah seorang ulama dari Samudera Pasai ( Aceh sekarang ), yang masih berkerabat dekat dengan Syeh Ibrahim As-Samarqand, bernama Syeh Maulana Ishaq. Dia ahli pengobatan. Mendengar Sang Adipati mengadakan sayembara, dia serta merta mengikutinya. Dan berkat keahlian pengobatan yang dia dapat dari Champa, sang putri berangsur-angsur sembuh.

Adipati Menak Sembuyu menepati janji. Sesuai isi sayembara, barangsiapa yang mampu menyembuhkan sang putri, jika lelaki akan dinikahkan jika perempuan akan diangkat sebagai saudara, maka, Syeh Maulana Ishaq dinikahkan dengan Dewi Sekardhadhu.

Namun pada perjalanan waktu selanjutnya, ketegangan mulai timbul. Ini disebabkan, Syeh Maulana Ishaq, mengajak Adipati beserta seluruh keluarga untuk memeluk agama Islam.

Ketegangan ini lama-lama berbuntut pengusiran Syeh Maulana Ishaq dari Blambangan. Perceraian terjadi. Dan waktu itu, Dewi Sekardhadhu tengah hamil tua. Keputusan untuk menceraikan Dewi Sekardhadhu dengan Syeh Maulana Ishaq ini diambil oleh Sang Adipati karena melihat stabilitas Kadipaten Blambangan yang semula tenang, lama-lama terpecah menjadi dua kubu. Kubu yang mengidolakan Syeh Maulana Ishaq dan kubu yang tetap menolak infiltrasi asing ke wilayah mereka. Kubu pertama tertarik pada ajaran Islam, sedangkan kubu kedua tetap tidak menyetujui masuknya Islam karena terlalu diskriminatif menurut mereka. Antar kerabat jadi terpecah belah, saling curiga dan tegang. Ini yang tidak mereka sukai.

Sepeninggal Syeh Maulana Ishaq, ternyata masalah belum usai. Kubu yang pro ulama Pasai ini, kini menantikan kelahiran putra sang Syeh yang tengah dikandung Dewi Sekardhadhu. Sosok Syeh Maulana Ishaq, kini menjadi laten bagi stabilitas Blambangan. Mendapati situasi ketegangan belum juga bisa diredakan, maka mau tak mau, Adipati Blambangan, dengan sangat terpaksa, memberikan anak Syeh Maulana Ishaq, cucunya sendiri kepada saudagar muslim dari Gresik. Anak itu terlahir laki-laki.

Dalam cerita rakyat dari sumber Islam, konon dikisahkan anak itu dilarung ketengah laut (meniru cerita Nabi Musa) dengan menggunakan peti. Konon ada saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar. Kapal dagangnya tiba-tiba tidak bisa bergerak karena menabrak peti itu. Dan peti itu akhirnya dibawa naik ke geladak oleh anak buah sang saudagar. Isinya ternyata seorang bayi.

Sesungguhnya itu hanya cerita kiasan. Yang terjadi, saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar di Blambangan diperintahkan untuk menghadap ke Kadipaten menjelang mereka hendak balik ke Gresik. Inilah maksudnya kapal tidak bisa bergerak. Para saudagar bertanya-tanya, ada kesalahan apa yang mereka buat sehingga mereka disuruh menghadap ke Kadipaten? Ternyata, di Kadipaten, Adipati Menak Sembuyu, dengan diam-diam telah mengatur pertemuan itu. Sang Adipati memberikan seorang anak bayi, cucunya sendiri, yang lahir dari ayah seorang muslim. Anak itu dititipkan kepada para saudagar anak buah saudagar kaya di Gresik yang bernama Nyi Ageng Pinatih, yang seorang muslim. Adipati Menak Sembuyu tahu telah menitipkan cucunya kepada siapa. Beliau yakin, cucunya akan aman bersama Nyi Ageng Pinatih. Hanya dengan jalan inilah, Blambangan dapat kembali tenang.

Putra Syeh Maulana Ishaq ini, lahir pada tahun 1452 Masehi.

Sekembalinya dari Blambangan, para saudagar ini menghadap kepada majikan mereka, Nyi Ageng Pinatih sembari memberikan oleh-oleh yang sangat berharga. Seorang anak bayi keturunan bangsawan Blambangan. Bahkan dia adalah putra Syeh Maulana Ishaq, sosok yang disegani oleh orang-orang muslim. Nyi Ageng Pinatih tidak berani menolak sebuah anugerah itu. Diambillah bayi itu, dianggap anak sendiri. Karena bayi itu hadir seiring kapal selesai berlayar dari samudera, maka bayi itu dinamakan Jaka Samudera oleh Nyi Ageng Pinatih.

Jaka Samudera dibawa menghadap ke Ampeldhenta menjelang usia tujuh tahun. Dia tinggal disana. Belajar agama dari Sunan Ampel.

Sunan Ampel yang tahu siapa Jaka Samudera yang sebenarnya dari Nyi Ageng Pinatih, maka sosok anak ini sangat dia perhatikan dan diistimewakan. Sunan Ampel menganggapnya anak sendiri.

Sunan Ampel, dari hasil perkawinannya dengan kakak kandung Adipati Tuban Arya Teja, memiliki delapan putra dan putri. Yang penting untuk diketahui adalah Makdum Ibrahim ( Nama Champa-nya : Bong- Ang : kelak terkenal dengan sebutan Sunan Benang. Lama-lama pengucapannya berubah menjadi Sunan Bonang). Yang kedua Abdul Qasim, terkenal kemudian dengan nama Sunan Derajat. Yang ketiga Maulana Ahmad, yang terkenal dengan nama Sunan Lamongan, yang keempat bernama Siti Murtasi’ah, kelak dijodohkan dengan Jaka Samudera, yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton (Sunan Giri), yang kelima putri bernama Siti Asyiqah, kelak dijodohkan dengan Raden Patah ( Tan Eng Hwat ), putra Tan Eng Kian, janda Prabhu Brawijaya yang ada di Palembang itu.

Kekuatan Islam dibangun melalui tali pernikahan. Jaka Samudera, diberi nama lain oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Paku. Kelak dia dikenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton. Dia adalah santri senior. Sunan Ampel bahkan telah mencalonkan, mengkaderkan dia sebagai penggantinya kelak bila sudah meninggal.

Sunan Giri sangat radikal dalam pemahaman keagamannya. Setamat berguru dari Ampeldhenta, dia pulang ke Gresik. Di Gresik, dia menyatukan komunitas muslim disana. Dia mendirikan Pesantren. Terkenal dengan nama Pesantren Giri.

Namun dalam perkembangannya, Pesantren Giri memaklumatkan lepas dari kekuasaan Majapahit yang dia pandang Negara kafir. Pesantren Giri berubah menjadi pusat pemerintahan. Maka dikenal dengan nama Giri Kedhaton ( Kerajaan Giri ). Sunan Giri, mengangkat dirinya sebagi khalifah Islam dengan gelar Prabhu Satmata ( Penguasa Bermata Enam. Gelar sindiran kepada Deva Shiva yang cuma bermata tiga ).

Mendengar Gresik melepaskan diri dari pusat kekuasan, Prabhu Brawijaya, sebagai Raja Diraja Nusantara yang sah, segera mengirimkan pasukan tempur untuk menjebol Giri Kedhaton. Darah tertumpah. Darah mengalir. Dan akhirnya, Giri Kedhaton bisa ditaklukkan. Kekhalifahan Islam bertama itu tidak berumur lama. Namun kelak, setelah Majapahit hancur oleh serangan Demak Bintara, Giri Kedhaton eksis lagi mulai tahun 1487 Masehi. (Sembilan tahun setelah Majapahit hancur pada tahun 1478 Masehi).

Dari sumber Islam, banyak cerita yang memojokkan pasukan Majapahit. Konon Sunan Giri berhasil mengusir pasukan Majapahit hanya dengan melemparkan sebuah kalam atau penanya. Kalam miliknya ini katanya berubah menjadi lebah-lebah yang menyengat. Sehingga membuat puyeng atau munyeng para prajurid Majapahit. Maka dikatakan, ‘kalam’ yang bisa membuat ‘munyeng’ inilah senjata andalan Sunan Giri. Maka dikenal dengan nama ‘Kalamunyeng’. Sesungguhnya, ini hanya kiasan belaka. Sunan Giri, melalui tulisan-tulisannya yang mengobarkan semangat ke-Islam-an, mampu mengadakan pemberontakan yang sempat ‘memusingkan’ Majapahit.

Namun, karena Sunan Ampel meminta pengampunan kepada Prabhu Brawijaya, Sunan Giri tidak mendapat hukuman. Tapi gerak-geriknya, selalu diawasi oleh Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit. Inilah kelemahan Prabhu Brawijaya. Terlalu meremehkan bara api kecil yang sebenarnya bisa membahayakan.

Sabdo Palon dan Naya Genggong sudah mengingatkan agar seorang yang bersalah harus mendapatkan sangsi hukuman. Karena itulah kewajiban yang merupakan sebuah janji seorang Raja. Salah satu kewajiban menjalankan janji suci sebagai AGNI atau API, yang harus mengadili siapa saja yang bersalah. Janji ini adalah satu bagian integral dari tujuh janji yang lain, yaitu ANGKASHA (Ruang), Raja harus memberikan ruang untuk mendengarkan suara rakyatnya, VAYU (Angin), Raja harus mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan kepada rakyatnya bagai angin, AGNI (Api), Raja harus memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada yang bersalah tanpa pandang bulu bagai api yang membakar, TIRTA (Air), Raja harus mampu menumbuhkan kesejahteraan perekonomian bagi rakyatnya bagaikan air yang mampu menumbuhkan biji-bijian, PRTIVI (Tanah), Raja harus mampu memberikan tempat yang aman bagi rakyatnya, menampung semuanya, tanpa ada diskriminasi, bagaikan tanah yang mau menampung semua manusia, SURYA (Matahari), Raja harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu seperti Matahari yang memberikan kehidupan kepada mayapada, CHANDRA (Bulan ), Raja harus mampu mengangkat rakyatnya dari keterbelakangan, dari kebodohan, dari kegelapan, bagaikan sang rembulan yang menyinari kegelapan dimalam hari, dan yang terakhir adalah KARTIKA (Bintang), Raja harus mampu memberikan aturan-aturan hukum yang jelas, kepastian hukum bagi rakyat demi kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan, bagaikan bintang gemintang yang mampu menunjukkan arah mata angin dengan pasti dikala malam menjalang. Inilah DELAPAN JANJI RAJA yang disebut ASTHAVRATA (Astobroto ; Jawa ). Dan menurut Sabdo Palon dan Naya Genggong, Prabhu Brawijaya telah lalai menjalankan janji sucinya sebagai AGNI.

Mendapati kondisi memanas seperti itu, Sunan Ampel mengeluarkan sebuah fatwa, Haram hukumnya menyerang Majapahit, karena bagaimanapun juga Prabhu Brawijaya adalah Imam yang wajib dipatuhi. Setelah keluar fatwa dari pemimpin Islam se-Jawa, konflik mulai mereda.

Namun bagaimanapun juga, dikalangan orang-orang Islam diam-diam terbagi menjadi dua kubu. Yaitu kubu yang mencita-citakan berdirinya Kekhalifahan Islam Jawa, dan kubu yang tidak menginginkan berdirinya Kekhalifahan itu. Kubu kedua ini berpendapat, dalam naungan Kerajaan Majapahit, yang notabene Shiva Buddha, ummat Islam diberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadah agamanya. Bahkan, syari’at Islam pun boleh dijalankan didaerah-daerah tertentu.

Kubu pertama dipelopori oleh Sunan Giri, sedangkan kubu kedua dipelopori oleh Sunan Kalijaga, putra Adipati Tuban Arya Teja, keponakan Sunan Ampel. Kubu Sunan Giri mengklaim, bahwa golongan mereka memeluk Islam secara kaffah, secara bulat-bulat, maka pantas disebut PUTIHAN (Kaum Putih). Dan mereka menyebut kubu yang dipimpin Sunan Kalijaga sebagai ABANGAN (Kaum Merah).

Bibit perpecahan didalam orang-orang Islam sendiri mulai muncul. Hal ini hanya bagaikan api dalam sekam ketika Sunan Ampel masih hidup. Kelak, ketika Majapahit berhasil dijebol oleh para militant Islam dan ketika Sunan Ampel sudah wafat, kedua kubu ini terlibat pertikaian frontal yang berdarah-darah ( Yang paling parah dan memakan banyak korban, sampai-sampai para investor dari Portugis melarikan diri ke Malaka dan menceritakan di Jawa tengah terjadi situasi chaos dan anarkhis yang mengerikan, adalah pertikaian antara Arya Penangsang, santri Sunan Kudus, penguasa Jipang Panolan dari kubu Putihan dengan Jaka Tingkir atau Mas Karebet, santri dari Sunan Kalijaga, penguasa Pajang dari kubu Abangan. Nanti akan saya ceritakan : Damar Shashangka ).

Berdirinya Ponorogo.

Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, sebenarnya masih keturunan bangsawan Majapahit. Beliau masih keturunan Raden Kudha Merta, ksatria dari Pajajaran yang melarikan diri bersama Raden Cakradhara. Raden Kudha Merta berhasil menikah dengan Shri Gitarja, putri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Sedangkan Raden Cakradhara berhasil menikahi Tribhuwanatunggadewi, kakak kandung Shri Gitarja.

Dari perkawinan antara Raden Cakradhara dengan Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Prabhu Hayam Wuruk yang terkenal itu. Sedangkan Raden Kudha Merta, menjadi penguasa daerah Wengker, yang sekarang dikenal dengan nama Ponorogo.

Ki Ageng Kutu adalah keturunan dari Raden Kudha Merta dan Shri Gitarja.

Melihat Majapahit, dibawah pemerintahan Prabhu Brawijaya bagaikan harimau yang kehilangan taringnya, Ki Ageng Kutu, memaklumatkan perang dengan Majapahit.

Prabhu Brawijaya atau Prabhu Kertabhumi menjawab tantangan Ki Ageng Kutu dengan mengirimkan sejumlah pasukan tempur Majapahit dibawah pimpinan Raden Bathara Katong, putra selir beliau.

Peperangan terjadi. Pasukan Majapahit terpukul mundur. Hal ini disebabkan, banyak para prajurid Majapahit yang membelot dari kesatuannya dan memperkuat barisan Wengker. Pasukan yang dipimpin Raden Bathara Katong kocar-kacir.

Raden Bathara Katong yang merasa malu karena telah gagal menjalankan tugas Negara, konon tidak mau pulang ke Majapahit. Dia bertekad, bagaimanapun juga, Wengker harus ditundukkan. Inilah sikap seorang Ksatria sejati.

Ada seorang ulama Islam yang tinggal di Wengker yang mengamati gejolak politik itu. Dia bernama Ki Ageng Mirah. Situasi yang tak menentu seperti itu, dimanfaatkan olehnya. Dia mendengar Raden Bathara Katong tidak pulang ke Majapahit, dia berusaha mencari kebenaran berita itu. Dan usahanya menuai hasil. Dia berhasil menemukan tempat persembunyian Raden Bathara Katong.

Dia menawarkan diri bisa memberikan solusi untuk menundukkan Wengker karena dia sudah lama tinggal disana. Raden Bathara Katong tertarik. Namun diam-diam, Ki Ageng Mirah, menanamkan doktrin ke-Islam-an dibenak Raden Bathara Katong. Jika ini berhasil, setidaknya peng-Islam-an Wengker akan semakin mudah, karena Raden Bathara Katong mempunyai akses langsung dengan militer Majapahit. Jika-pun tidak berhasil membuat Raden Bathara Katong memeluk Islam, setidaknya, kelak dia tidak akan melupakan jasanya telah membantu memberitahukan titik kelemahan Wengker. Dan bila itu terjadi, Ki Ageng Mirah pasti akan menduduki kedudukan yang mempunyai akses luas menyebarkan Islam di Wengker.

Dan ternyata, Raden Bathara Katong tertarik dengan agama baru itu.

Selanjutnya, Ki Ageng Mirah mengatur rencana. Raden Bathara Katong harus pura-pura meminta suaka politik di Wengker. Raden Bathara Katong harus mengatakan untuk memohon perlindungan kepada Ki Ageng Kutu. Dia harus pura-pura membelot dari pihak Majapahit.

Ki Ageng Kutu pasti akan menerima pengabdian Raden Bathara Katong. Ki Ageng Kutu pasti akan senang melihat Raden Bathara Katong telah membelot dan kini berada di fihaknya. Manakala rencana itu sudah berhasil, Raden Bathara Katong harus mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, putri sulung Ki Ageng Kutu sebagai istri. Mengingat status Raden Bathara Katong sebagai seorang putra Raja Majapahit, lamaran itu pasti akan disambut gembira oleh Ki Ageng Kutu..

Dan bila semua rencana berjalan mulus, Raden Bathara Katong harus mampu menebarkan pengaruhnya kepada kerabat Wengker. Dia harus jeli dan teliti mengamati titik kelemahan Wengker. Ni Ken Gendhini, putri Ki Ageng Kutu bisa dimanfaatkan untuk tujuan itu.

Bila semua sudah mulus berjalan, dan bila waktunya sudah tepat, maka Raden Bathara Katong harus sesegera mungkin mengirimkan utusan ke Majapahit untuk meminta pasukan tempur tambahan.

Bila semua berjalan lancar, Wengker pasti jatuh!

Raden Bathara Katong melaksanakan semua rencana yang disusun Ki Ageng Mirah. Dan atas kelihaian Raden Bathara Katong, semua berjalan lancar.

Ki Ageng Kutu, yang merasa masih mempunyai hubungan kekerabatan jauh dengan Raden Bathara Katong, dengan suka rela berkenan memberikan suaka politik kepadanya. Ditambah, ketika Raden Bathara Katong mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, Ki Ageng Kutu serta merta menyetujuinya.

Rencana bergulir. Umpan sudah dimakan. Tinggal menunggu waktu.

Ni Ken Gendhini mempunyai dua orang adik laki-laki, Sura Menggala dan Sura Handaka. (Sura Menggala = baca Suromenggolo, sampai sekarang menjadi tokoh kebanggaan masyarakat Ponorogo. Dikenal dengan nama Warok Suromenggolo : Damar Shashangka).

Ni Ken Gendhini dan Sura Menggala berhasil masuk pengaruh Raden Bathara Katong, sedangkan Sura Handaka tidak.

Raden Bathara Katong berhasil mengungkap segala seluk-beluk kelemahan Wengker dari Ni Ken Gendhini. Inilah yang diceritakan secara simbolik dengan dicurinya Keris Pusaka Ki Ageng Kutu, yang bernama Keris Kyai Condhong Rawe oleh Ni Ken Gendhini dan kemudian diserahkan kepada Raden Bathara Katong.

Condhong Rawe hanya metafora. Condhong berarti Melintang (Vertikal) dan Rawe berarti Tegak (Horisontal). Arti sesungguhnya adalah, kekuatan yang tegak dan melintang dari seluruh pasukan Wengker, telah berhasil diketahui secara cermat oleh Raden Bathara Katong atas bantuan Ni Ken Gendhini. Struktur kekuatan militer ini sudah bisa dibaca dan diketahui semuanya.

Dan manakala waktu sudah dirasa tepat, dengan diam-diam, dikirimkannya utusan kepada Ki Ageng Mirah. Utusan ini menyuruh Ki Ageng Mirah, atas nama Raden Bathara Katong, memohon tambahan pasukan tempur ke Majapahit.

Mendapati kabar Raden Bathara Katong masih hidup, Prabhu Brawijaya segera memenuhi permintaan pengiriman pasukan baru.

Majapahit dan Wengker diadu! Majapahit dan Wengker tidak menyadari, ada pihak ketiga bermain disana! Ironis sekali.

Peperangan kembali pecah. Ki Ageng Kutu yang benar-benar merasa kecolongan, dengan marah mengamuk dimedan laga bagai bantheng ketaton, bagai banteng yang terluka. Demi Dharma, dia rela menumpahkan darahnya diatas bumi pertiwi. Walau harus lebur menjadi abu, Ki Ageng Kutu, beserta segenap pasukan Wengker, maju terus pantang mundur!

Namun bagaimanapun, seluruh struktur kekuatan Wengker telah diketahui oleh Raden Bathara Katong. Pasukan Wengker, yang terkenal dengan nama Pasukan Warok itu terdesak hebat! Namun, Ki Ageng Kutu beserta seluruh pasukannya telah siap untuk mati. Siap mati habis-habisan! Siap menumpahkan darahnya diatas hamparan pangkuan ibu pertiwi! Dengan gagh berani, pasukan ksatria ini terus merangsak maju, melawan pasukan Majapahit.

Banyak kepala pasukan Majapahit yang menangis melihat mereka harus bertempur dengan saudara sendiri. Banyak yang meneteskan air mata, melihat mayat-mayat prajurid Wengker bergelimpangan bermandikan darah. Dan pada akhirnya, Wengker berhasil dijebol. Wengker berhasil dihancurkan!

Darah menetes! Darah membasahi ibu pertiwi. Darah harum para ksatria sejati yang benar-benar tulus menegakkan Dharma! Alam telah mencatatnya! Alam telah merekamnya!

Kabar kemenangan itu sampai di Majapahit. Namun, Prabhu Brawijaya berkabung mendengar kegagahan pasukan Wengker. Mendengar kegagahan Ki Ageng Kutu. Seluruh Pejabat Majapahit berkabung. Sabdo Palon dan Naya Genggong berkabung. Kabar kemenangan itu membuat Majapahit bersedih, bukannya bersuka cita.

Para pejabat Majapahit menagis sedih melihat sesama saudara harus saling menumpahkan darah karena campur tangan pihak ketiga, karena disebabkan adanya pihak ketiga. Ki Ageng Kutu adalah seorang Ksatria yang gagah berani. Ki Ageng Kutu adalah salah satu sendi kekuatan militer Majapahit. Kini, Ki Ageng Kutu harus gugur ditangan pasukan Majapahit sendiri. Betapa tidak memilukan!

Kadipaten Wengker kini dikuasai oleh Raden Bathara Katong. Surat pengukuhan telah diterima dari pusat. Dan Wengker lantas dirubah namanya menjadi Kadipaten Ponorogo. Wengker yang Shiva Buddha, kini telah berhasil menjadi Kadipaten Islam.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Kubu Abangan

Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam.

Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Teja. Adipati Arya Teja adalah keturunan Senopati Agung Majapahit masa lampau, Adipati Arya Ranggalawe yang berhasil memimpin pasukan Majapahit mengalahkan pasukan Tiongkok Mongolia yang hendak menguasai Jawa ( Adipati Arya Ranggalawe adalah salah satu tangan kanan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.)

Adipati Arya Teja berhasil di Islamkan oleh Sunan Ampel. Bahkan kakak kandung beliau dinikahi Sunan Ampel. Dari pernikahan Sunan Ampel dengan kakak kandung Adipati Arya Teja, lahirlah Sunan Bonang, Sunan Derajat, Sunan Lamongan, dan lima putri yang lain (seperti yang telah saya tulis pada bagian pertama : Damar Shashangka).

Para pengikut Sunan Giri yang tidak sepaham dengan para pengikut Sunan Kalijaga, sering terlibat konflik-konflik terselubung. Di pihak Sunan Giri, banyak ulama yang bergabung, seperti Sunan Derajat, Sunan Lamongan, Sunan Majagung ( sekarang dikenal dengan Sunan Bejagung), Sunan Ngundung dan putranya Sunan Kudus, dll.

Dipihak Sunan Kalijaga, ada Sunan Murya (sekarang dikenal dengan nama Sunan Muria), Syeh Jangkung, Syeh Siti Jenar, dll.

Khusus mengenai Syeh Siti Jenar atau juga disebut Sunan Kajenar, beliau adalah ulama murni yang menekuni spiritualitas. Beliau sangat-sangat tidak menyetujui gerakan kaum Putih yang merencanakan berdirinya Negara Islam Jawa.

Pertikaian ini mencapai puncaknya ketika Syeh Siti Jenar, menyatakan keluar dari Dewan Wali Sangha. Syeh Siti Jenar menyatakan terpisah dari Majelis Ulama Jawa itu. Beliau tidak mengakui lagi Sunan Ampel sebagai seorang Mufti.

Didaerah Cirebon, Syeh Siti Jenar banyak memiliki pengikut.

Manakala menjelang awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat dan kedudukan Mufti digantikan oleh Sunan Giri, keberadaan Syeh Siti Jenar dianggap sangat membahayakan Islam.

Semua dinamika ini, terus diamati oleh intelejen Majapahit. Gerakan-gerakan militansi Islam mulai merebak dipesisir utara Jawa. Mulai Gresik, Tuban, Demak, Cirebon dan Banten. Para pejabat daerah telah mengirimkan laporan kepada Prabhu Brawijaya. Tapi Prabhu Brawijaya tetap yakin, semua masih dibawah kontrol beliau.

Keturunan di Pengging

Pernikahan Dewi Anarawati dengan Prabhu Brawijaya semakin dikukuhkan dengan diangkatnya putri Champa ini sebagai permaisuri. Keputusan yang sangat luar biasa ini menuai protes. Kesuksesan besar bagi Dewi Anarawati membuat para pejabat Majapahit resah. Bisa dilihat jelas disini, bila kelak Prabhu Brawijaya wafat, maka yang akan menggantikannya sudah pasti putra dari seorang permaisuri. Dan sang permaisuri beragama Islam. Dapat dipastikan, Majapahit akan berubah menjadi Negara Islam.

Dari luar Istana, Sunan Giri menyusun strategi memperkuat barisan militansi Islam. Dari dalam Istana, Dewi Anarawati mempersiapkan rencana yang brilian. Jika Sunan Giri gagal merebut Majapahit dengan cara pemberontakan, dari dalam istana, Majapahit sudah pasti bisa dikuasai oleh Dewi Anarawati. Bila rencana pertama gagal, rencana kedua masih bisa berjalan.

Tapi ternyata, apa yang diharapkan Dewi Anarawati menuai hambatan. Dari hasil perkawinannya dengan Prabhu Brawijaya, lahirlah tiga orang anak. Yang sulung seorang putri, dinikahkan dengan Adipati Handayaningrat IV, penguasa Kadipaten Pengging ( sekitar daerah Solo, Jawa Tengah sekarang), putra kedua bernama Raden Lembu Peteng, berkuasa di Madura, dan yang ketiga Raden Gugur, masih kecil dan tinggal di Istana. (Kelak, Raden Gugur inilah yang terkenal dengan julukan Sunan Lawu, dipercaya sebagai penguasa mistik Gunung Lawu, yang terletak didaerah Magetan, hingga sekarang : Damar Shashangka).

Hambatan yang dituai Dewi Anarawati adalah, putri sulungnya tidak tertarik memeluk Islam, begitu juga dengan Raden Gugur. Hanya Raden Lembu Peteng yang mau memeluk Islam.

Dari pernikahan putri sulung Dewi Anarawati dengan Adipati Handayaningrat IV, lahirlah dua orang putra, Kebo Kanigara dan Kebo Kenanga. Keduanya juga tidak tertarik memeluk Islam. Si sulung bahkan pergi meninggalkan kemewahan Kadipaten dan menjadi seorang pertapa di Gunung Merapi ( didaerah Jogjakarta sekarang). Sampai sekarang, petilasan bekas pertapaan beliau masih ada dan berubah menjadi sebuah makam yang seringkali diziarahi.

Otomatis, yang kelak menggantikan Adipati Handayaningrat IV sebagai Adipati Pengging, bahkan juga jika Prabhu Brawijaya mangkat, tak lain adalah adik Kebo Kanigara, yaitu Kebo Kenanga. Kelak, dia akan mendapat limpahan tahta Pengging maupun Majapahit! Inilah pewaris sah tahta Majapahit.

Kebo Kenanga lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Pengging.

Ki Ageng Pengging sangat akrab dengan Syeh Siti Jenar. Keduanya, yang satu beragama Shiva Buddha dan yang satu beragama Islam, sama-sama tertarik mendalami spiritual murni. Mereka berdua seringkali berdiskusi tentang ‘Kebenaran Sejati’. Dan hasilnya, tidak ada perbedaan diantara Shiva Buddha dan Islam.

Namun kedekatan mereka ini disalah artikan oleh ulama-ulama radikal yang masih melihat kulit, masih melihat perbedaan. Syeh Siti Jenar dituduh mendekati Ki Ageng Pengging untuk mencari dukungan kekuatan. Dan konyolnya, Ki Ageng Pengging dikatakan sebagai murid Syeh Siti Jenar yang hendak melakukan pemberontakan ke Demak Bintara. Padahal Ki Ageng Pengging tidak tertarik dengan tahta. Walaupun sesungguhnya, memang benar bahwa beliau lah yang lebih berhak menjadi Raja Majapahit kelak ketika Majapahit berhasil dihancurkan oleh Raden Patah Dan juga, Ki Ageng Pengging bukanlah seorang muslim. Beliau dengan Syeh Siti Jenar hanyalah seorang ‘sahabat spiritual’. Hubungan seperti ini, tidak akan bisa dimengerti oleh mereka yang berpandangan dangkal. Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar adalah seorang spiritualis sejati. Kelak, setalah Majapahit berhasil dihancurkan para militant Islam, dua orang sahabat ini menjadi target utama untuk dimusnahkan. Baik Syeh Siti Jenar maupun Ki Ageng Pengging gugur karena korban kepicikan.

Dan, nama Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar dibuat hitam. Sampai sekarang, nama keduanya masih terus dihakimi sebagai dua orang yang sesat dikalangan Islam. Namun bagaimanapun juga, keharuman nama keduanya tetap terjaga dikisi-kisi hati tersembunyi masyarakat Jawa, walaupun tidak ada yang berani menyatakan kekagumannya secara terang-terangan. Ironis.

Dari Ki Ageng Pengging inilah, lahir seorang tokoh terkenal di Jawa. Yaitu Mas Karebat atau Jaka Tngkir. Dan kelak menjadi Sultan Pajang setelah Demak hancur dengan gelar Sultan Adiwijaya.

Keturunan di Tarub

Dikisahkan secara vulgar, suatu ketika Prabhu Brawijaya terserang penyakit Rajasinga atau syphilis. Para Tabib Istana sudah bekerja keras berusaha menyembuhkan beliau, tapi penyakit beliau tetap membandel.

Atas inisiatif beliau sendiri, setiap malam beliau tidur diarel Pura Keraton. Memohon kepada Mahadewa agar diberi kesembuhan. Dan konon, setelah beberapa malam beliau memohon, suatu malam, beliau mendapat petunjuk sangat jelas.

Dalam keheningan meditasinya, lamat-lamat beliau ‘mendengar’ suara.

“Jika engkau ingin sembuh, nikahilah seorang pelayan wanita berdarah Wandhan. Dan, inilah kali terakhir engkau boleh menikah lagi.”

Mendapat ‘wisik’ yang sangat jelas seperti itu, Prabhu Brawijaya termangu-mangu. Dan beliau teringat, di Istana ada beberapa pelayan Istana yang berasal dari daerah Wandhan (Bandha Niera, didaerah Sulawesi).

Keesokan harinya, beliau memanggil para pelayan istana dari daerah Wandhan. Beliau memilih yang paling cantik. Ada seorang pelayan dari Wandhan, bernama Dewi Bondrit Cemara, sangat cantik. Diambillah dia sebagai istri selir. Dikemudian hari, Dewi Bondrit Cemara dikenal dengan nama Dewi Wandhan Kuning.

Begitu menikahi Dewi Wandhan Kuning, dan setelah melakukan senggama beberapa kali, penyakit Sang Prabhu berangsur-angsur sembuh.

Namun Sang Prabhu merasa perkawinannya dengan Dewi Wandhan Kuning harus dirahasiakan. Karena apabila kabar ini terdengar sampai ke daerah Wandhan, pasti para bangsawan Sulawesi merasa terhina oleh sebab Sang Prabhu bukannya mengambil salah seorang putri bangsawan Wandhan, tapi malah mengambil seorang pelayan.

Dewi Wandhan Kuning mengandung, hingga akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki, putra ini lantas dititipkan kepada Kepala Urusan Sawah Istana, Ki Juru Tani. ( Waktu itu, Istana memiliki areal pesawahan khusus yang hasilnya untuk dikonsumsi oleh seluruh kerabat Istana.)

Anak ini diberi nama Raden Bondhan Kejawen (Bondhan perubahan dari kata Wandhan. Kejawen berarti yang telah berdarah Jawa).

Raden Bondhan Kejawen dibesarkan oleh Ki Juru Tani. Dan manakala sudah berangsur dewasa, atas perintah Sang Prabhu, Raden Bondhan Kejawen dikirimkan kepada Ki Ageng Tarub, seorang Pandhita Shiva yang memiliki Ashrama di daerah Tarub ( sekitar Purwodadi, Jawa Tengah sekarang.)

Jika anda pernah mendengar legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan, maka inilah dia. Jaka Tarub yang konon mencuri selendang bidadari Dewi Nawangwulan dan lantas ditinggal oleh sang bidadari setelah sekian lama menjadi istri beliau karena ketahuan bahwa yang menyembunyikan selendang itu adalah Jaka Tarub sendiri. ( Saya tidak akan membedah simbolisasi legenda ini disini, karena tidak sesuai dengan topic yang saya bahas : Damar Shashangka).

Jaka Tarub inilah yang lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Tarub. Menginjak dewasa, Raden Bondhan Kejawen dinikahkan dengan Dewi Nawangsih, putri tunggal Ki Ageng Tarub. Dan kelak Raden Bondhan Kejawen bergelar Ki Ageng Tarub II.

Dari hasil perkawinan Raden Bondhan Kejawen dengan Dewi Nawangsih, lahirlah Raden Getas Pandhawa. Dari Raden Getas Pandhawa, lahirlah Ki Ageng Sela yang hidup sejaman dengan Sultan Trenggana, Sultan Demak ketiga. Ki Ageng Sela inilah tokoh yang konon bisa memegang petir sehingga menggegerkan seluruh Kesultanan Demak (simbolisasi lagi, kapan-kapan saya ulas : Damar Shashangka).

Sampai sekarang nama Ki Ageng Sela terkenal di tengah masyarakat Jawa. Ki Ageng Sela inilah keturunan Tarub yang mulai beralih memeluk Islam. Beliau berguru kepada Sunan Kalijaga. Perpindahan agama ini berjalan dengan damai. Nama Islam beliau adalah Ki Ageng Abdul Rahman.

Dari Ki Ageng Sela, lahirlah Ki Ageng Mangenis Sela. Dari Ki Ageng Mangenis Sela, lahirlah Ki Ageng Pamanahan. Dan dari Ki Ageng Pamanahan lahirlah Panembahan Senopati Ing Ngalaga, tokoh terkenal pendiri dinasti Mataram Islam dikemudian hari. [Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mataram inilah leluhur Para Sultan Kasultanan Jogjakarta, Para Sunan Kasunanan Surakarta (Solo), Pakualaman dan Mangkunegaran sekarang].

Peng-Islam-an keturunan Raden Bondhan Kejawen, berlangsung dengan damai.

Raden Patah.

Ingat putri China Tan Eng Kian yang dinikahi Adipati Arya Damar di Palembang?

Dari hasil pernikahan dengan Prabhu Brawijaya, Tan Eng Kian memiliki seorang putra bernama Tan Eng Hwat. Dikenal juga dengan nama muslim Raden Hassan. Dari perkawinan Tan Eng Kian dengan Arya Damar sendiri, lahirlah seorang putra bernama Kin Shan, dikenal dengan nama muslim Raden Hussein.

Sejak kecil, Raden Hassan dan Raden Hussein dididik secara Islam oleh ayahnya Arya Damar. Menjelang dewasa, Raden Hassan memohon ijin kepada ibunya untuk pergi ke Jawa. Dia berkeinginan untuk bertemu dengan ayah kandungnya, Prabhu Brawijaya.

Tan Eng Kian tidak bisa menghalangi keinginan putranya. Dari Palembang, Raden Hassan bertolak ke Jawa. Sampailah ia di pelabuhan Gresik yang ramai. Melihat keadaan Gresik yang hiruk-pikuk, Raden Hassan kagum. Dia bisa membayangkan bagaimana besarnya kekuasaan Majapahit. Menilik di Gresik banyak orang muslim, Raden Hassan tertarik.

Dan dengar-dengar, ada Pesantren besar disana. Pesantren Giri. Raden Hassan memutuskan untuk bertandang ke Giri. Bertemulah dia dengan Sunan Giri. Sunan Giri senang melihat kedatangan Raden Hassan setelah mengetahui dia adalah putra Prabhu Brawijaya yang lahir di Palembang. Sunan Giri seketika melihat sebuah peluang besar.

Di Giri, Raden Hassan memperdalam ke-Islaman-nya. Disana, Raden Hassan mulai tertarik dengan ide-ide ke-Khalifah-an Islam. Dan militansi Raden Hassan mulai terbentuk.Ada kesepakatan pemahaman antara Raden Hassan dengan Sunan Giri.

Dari Sunan Giri, Raden Hassan memperoleh ide untuk meminta daerah otonomi khusus kepada ayahnya, Prabhu Brawijaya. Bila disetujui, hendaknya Raden Patah memilih daerah di pesisir Jawa bagian tengah. Jika itu terwujud, keberadaan daerah otonomi didaerah pesisir utara Jawa bagian tengah, akan menjadi penghubung pergerakan militant Islam dari Jawa Timur dan Jawa Barat di Cirebon.

Cirebon, kini tumbuh pesat sebagai pusat kegiatan Islam dibawah pimpinan Pangeran Cakrabhuwana, putra kandung Prabhu Siliwangi, Raja Pajajaran. (Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah belum datang dari Mesir ke Cirebon. Dia datang pada tahun 1475 Masehi. Pada bagian selanjutnya akan saya ceritakan : Damar Shashangka).

Setelah dirasa cukup, Raden Hassan melanjutkan perjalanan ke Pesantren Ampel dengan diiringi beberapa santri Sunan Giri. Disana dia disambut suka cita oleh Sunan Ampel. Disana, dia diberi nama baru oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Abdul Fattah yang lantas dikenal masyarakat Jawa dengan nama Raden Patah.

Selesai bertandang di Ampel, Raden Hassan yang kini dikenal dengan nama Raden Patah melanjutkan perjalanan ke ibu kota Negara Majapahit. Dia yang semula hanya berniat untuk bertemu dengan ayahnya, sekarang dia telah membawa misi tertentu.

Betapa suka cita Prabhu Brawijaya mendapati putra kandungnya telah tumbuh dewasa. Dan manakala, Raden Patah memohon anugerah untuk diberikan daerah otonom, Prabhu Brawijaya mengabulkannya. Raden Patah meminta daerah pesisir utara Jawa bagian tengah. Dia memilih daerah yang dikenal dengan nama Glagah Wangi.

Prabhu Brawijaya menyetujui permintaan Raden Patah. Dia mendanai segala keperluan untuk membangun daerah baru. Raden Patah, dengan disokong tenaga dan dana dari Majapahit, berangkat ke Jawa Tengah. Di daerah pesisir utara, didaerah yang dipenuhi tumbuhan pohon Glagah, dia membentuk pusat pemerintahan Kadipaten baru. Begitu pusat Kadipaten dibentuk, dinamailah tempat itu Demak Bintara. Dan Raden Patah, dikukuhkan oleh Sang Prabhu Brawijaya sebagai penguasa wilayah otonom Islam baru disana.

Demak Bintara berkembang pesat. Selain menjadi pusat kegiatan politik, Demak Bintara juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Demak Bintara menjadi jembatan penghubung antara barat dan timur pesisir utara Jawa.

Dipesisir utara Jawa, gerakan-gerakan militant Islam mulai menguat. Sayang, fenomena itu tetap dipandang sepele oleh Prabhu Brawijaya. Beliau tetap yakin, dominasi Majapahit masih mampu mengontrol semuanya. Padahal para pejabat daerah yang dekat dengan pesisir utara sudah melaporkan adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Pasukan Telik Sandhibaya telah memberikan laporan serius tentang adanya kegiatan yang patut dicurigai akan mengancam kedaulatan Majapahit.

Tak lama berselang, Raden Hussein, putra Tan Eng Kian dengan Arya Damar, menyusul ke Majapahit. Dia mengabdikan diri sebagai tentara di Majapahit. Raden Hussein tidak terpengaruh ide-ide pendirian ke-Khalifah-an Islam. Dia diangkat sebagai Adipati didaerah Terung ( Sidoarjo, sekarang ) dengan gelar, Adipati Pecattandha.

Kebaikan Prabhu Brawijaya sangat besar sebenarnya. Tapi kebaikan yang tidak disertai kebijaksanaan bukanlah kebaikan. Dan hal ini pasti akan menuai masalah dikemudian hari. Bibit-bibit itu mulai muncul, tinggal menunggu waktu untuk pecah kepermukaan.

Dan Prabhu Brawijaya tidak akan pernah menyangkanya.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Mendekati detik-detik pemberontakan

Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali.

Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah. Dia datang bersama ibunya Syarifah Muda’im. Syarifah Muda’im adalah putri Pajajaran. Putri dari Prabhu Silihwangi penguasa Kerajaan Pejajaran. (Hanya Kerajaan ini yang tidak masuk wilayah Majapahit. Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat. Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah keadaan Majapahit dan Pajajaran. : Damar Shashangka).

Nama asli Syarifah Muda’im adalah Dewi Rara Santang. Dia bersama kakaknya Pangeran Walangsungsang, tertarik mempelajari Islam. Ketika berada di Makkah, Dewi Rara Santang dipinang oleh bangsawan Mesir, Syarif Abdullah. Menikahlah Dewi Rara Santang dengan bangsawan ini. Dan namanya berganti Syarifah Muda’im. Dari pernikahan ini, lahirlah Syarif Hidayatullah.

Pangeran Walang Sungsang, mendirikan daerah hunian baru di pesisir utara Jawa barat. Dikenal kemudian dengan nama Tegal Alang-Alang. Lantas berubah menjadi Caruban. Berubah lagi menjadi Caruban Larang. Pada akhirnya, dikenal dengan nama Cirebon sampai sekarang.

Pangeran Walang Sungsang, dikenal kemudian dengan nama Pangeran Cakrabhuwana. Oleh ayahandanya, Prabhu Silihwangi diberikan gelar kehormatan Shri Manggana.

Syarif Hidayatullah, keponakan Pangeran Cakrabhuwana lantas dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat. Sunan Giri terpilih sebagai penggantinya. Pusat Majelis Ulama Jawa kini berpindah ke Giri Kedhaton. Dan, pada waktu inilah tragedi Syeh Siti Jenar terjadi. Syeh Siti Jenar dipanggil ke Giri Kedhaton dan disidang oleh Dewan Wali Sangha dibawah pimpinan Sunan Giri. Walau tidak mengakui keberadaan Majelis Ulama Jawa, beliau tetap hadir. Beliau dituduh telah menyebarkan aliran sesat. Adapula yang menuduh sebagai antek-antek Syi’ah. Ada juga yang mengatakan beliau ahli sihir, dan lain sebagainya. (Akan saya buat catatan tersendiri tentang beliau : Damar Shashangka).

Pada sidang pertama para ulama yang tergabung dalam Dewan Wali Sangha tidak bisa menemukan kesalahan Syeh Siti Jenar. Sehingga, beliau lantas dibebaskan dari segala tuduhan. Namun bagaimanapun juga, Syeh Siti Jenar adalah duri didalam daging bagi mereka. Maka sejak saat itu, kesalahan-kesalahan beliau senantiasa dicari-cari.

Konsentrasi Dewan Wali Sangha terpecah pada rencana perebutan kekuasaan. Melalui serangkaian musyawarah yang pelik, maka disimpulkan, kekuatan militansi Islam sudah cukup siap untuk mengadakan perebutan kekuasaan. Raden Patah, Adipati Demak Bintara, terpilih secara mutlak sebagai pemimpin gerakan.

Kubu Abangan, tidak menghadiri musyawarah ini. Apalagi semenjak Dewan Wali Sangha atau Majelis Ulama Jawa dipegang Sunan Giri, hubungan kubu Putihan dan kubu Abangan kian meruncing.

Sunan Kalijaga dan para pengikutnya hanya mau membantu Dewan Wali Sangha merampungkan pembangunan Masjid Demak. Selebihnya, mereka tidak ikut campur.

Persiapan sudah matang. Tinggal memilih hari yang ditentukan. Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit mengendus rencana ini. Prabhu Brawijaya mendapat laporan para pasukan Intelejen yang ada disekitar Demak Bintara. Sayangnya, beliau tidak begitu mempercayainya. Beliau berkeyakinan, tidak mungkin Raden Patah, putra kandungnya sendiri akan nekad berbuat seperti itu. Prabhu Brawijaya tidak memahami betapa militant-nya orang yang sudah terdoktrin!

Dan manakala pergerakan pasukan besar-besaran terdengar, yaitu pasukan orang-orang Islam Putihan, gabungan dari seluruh lasykar yang ada di wilayah pesisir utara Jawa timur sampai Jawa barat mulai bergerak. Keadaan menjadi gempar! Para Pejabat daerah kalang kabut. Mereka tidak menyangka orang-orang Islam sedemikian banyaknya.

Setiap daerah yang dilalui pasukan ini, tidak ada yang bisa membendung. Kekuatan mereka cukup besar. Persiapan mereka cukup tertata. Sedangkan daerah-daerah yang dilalui, tidak mempunyai persiapan sama sekali. Daerah perdaerah yang dilewati, harus melawan sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan pasukan dari daerah satu dengan daerah lain. Semua serba mendadak. Dan tak ada pilihan lain kecuali melawan atau mundur teratur.

Gerakan pasukan ini cukup kuat. Para Adipati yang berhasil mundur segera melarikan diri ke ibu kota Negara. Mereka melaporkan agresi mendadak pasukan pesisir yang terdiri dari orang-orang Islam itu.

Dan dari mereka, Prabhu Brawijaya mendapat laporan yang mencengangkan, yaitu telah terjadi pergerakan pasukan dari Demak Bintara. Pasukan berpakaian putih-putih. Berbendera tulisan asing! Berteriak-teriak dengan bahasa yang tidak dimengerti! Pasukan ini dapat dipastikan adalah pasukan orang-orang Islam. Dan kini, tengah bergerak menuju ibu kota Negara Majapahit.

Percaya tidak percaya Prabhu Brawijaya mendengarnya. Laporan pasukan Telik Sandhibaya selama ini telah menjadi kenyataan.. Namun, Prabhu Brawijaya tetap tidak bisa mengerti, mana mungkin Raden Patah berbuat seperti itu. Mana mungkin orang-orang Islam berani dan tega mengadalan pemberontakan. Selama ini, Majapahit telah memberikan bantuan material yang tidak sedikit bagi mereka. Sesak! Dada Prabhu Brawijaya seketika serasa sesak bagai dihantam palu! Bergemuruh mendidih! Beliau menyebut Nama Mahadeva berkali-kali.

Seluruh pembesar Majapahit tegang. Mereka menantikan komando Sang Prabhu. Waktu berjalan cepat. Sang Prabhu masih belum mengeluarkan titah apapun. Pergerakan pasukan sudah memasuki Madiun, sebentar lagi mencapai wilayah Kadhiri, sudah teramat dekat dengan ibu kota Negara. Pertempuran-pertempuran penghadangan telah terjadi secara otomatis. Dan semua telah masuk menjadi laporan bagi Sang Prabhu.

Bahkan ada laporan yang menyatakan, beberapa daerah yang terpengaruh Islam, malah ikut bergabung dengan pasukan ini.

Adipati Kertosono ( wilayah Kediri sekarang ) mengirinkan utusan khusus kepada Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah perang!

Sang Prabhu masih termangu-mangu. Dan manakala terdengar Adipati Kertosono melakukan perlawanan mati-matian tanpa menunggu komando beliau, barulah Sang Prabhu tersadar! Segera beliau memerintahkan seluruh pasukan Majapahit untuk mempersiapkan sebuah perang besar!

Para Panglima yang telah menanti-nantikan perintah ini menyambut dengan suka cita! Inilah yang mereka nanti-nantikan! Tanpa menunggu waktu lama, seluruh kekuatan Majapahit segera dipersiapkan.

Pasukan Majapahit telah siap sedia menyambut kedatangan pasukan Demak Bintara. Dan sekali lagi, mereka tinggal menunggu perintah untuk MENYERANG!

Dan komando terakhir inipun tidak segera keluar. Pasukan Majapahit resah. Para Panglima cemas. Para kepala pasukan tempur digaris depan terus mendesak kepada Para Panglima masing-masing agar segera mengeluarkan perintah penyerangan!

Para Panglima juga mendesak Sang Senopati Agung, meminta kepada Prabhu Brawijaya untuk segera memberikan komando terakhir. Perlu dicatat, salah satu panglima yang memperkuat barisan Majapahit adalah Adipati Terung, adik tiri Raden Patah.

Dalam hatinya bertanya-tanya, ada apakah dengan kakak tirinya sehingga mengadakan gerakan makar sedemikian rupa? Selama ini, dia tidak melihat ada yang salah dengan pemerintahan Prabhu Brawijaya. Tidak ada diskriminasi dalam hal keagamaan. Dirinya yang muslim-pun, bisa bebas menjalankan ibadah agamanya. Bahkan, bisa dipercaya menjabat sebagai seorang Adipati, yang notabene bukan jabatan main-main.

Adipati Terung tidak bisa memahami pola pikir kakak tirinya.

Dan perintah penyerangan tidak juga segera turun. Seluruh pasukan yang sudah bersiap sedia dibarak masing-masing, dilanda ketegangan yang luar biasa!

Di Istana, Para Mantri resah. Melihat situasi ini, Sabdo Palon dan Naya Genggong meminta Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah. Namun apa jawaban Sang Prabhu? Beliau masih tidak yakin pasukan Demak akan tega menyerang ibu kota Negara Majapahit. Sabdo Palon dan Naga Genggong menandaskan, cara berfikir Raden Patah dan para pasukan ini sudah lain. Sang Prabhu tidak akan bisa memahaminya. Jalan satu-satunya sekarang adalah, menghadapi mereka secara frontal. Pada saat ini, tidak ada cara lain.

Dan manakala kabar terdengar pasukan Demak telah merangsak maju dan memasuki pinggiran ibu kota Majapahit, dan disana mereka mengadakan perusakan hebat. Dengan sangat terpaksa, Sang Prabhu mengeluarkan perintah penyerangan! Tapi, perintah itu sebenarnya telah terlambat!

Begitu keluar perintah penyerangan, ada hal yang tidak terduga, pasukan Ponorogo dan beberapa daerah yang lain membelot! Diketahui kemudian ternyata mereka adalah pasukan dari daerah-daerah yang sudah muslim.

Dan, peperangan pecah sudah!

Peperangan yang besar. Darah tertumpah lagi! Senopati Demak dipimpin oleh Sunan Ngundung. Dan dipihak Majapahit, Senopati dipegang oleh Arya Lembu Pangarsa. Prajurid Majapahit mengamuk dimedan laga. Para prajurid yang sudah berpengalaman tempur ini dan disegani diseluruh Nusantara, sekarang tidak main-main lagi! Adipati Sengguruh, Raden Bondhan Kejawen yang masih belia, Adipati Terung, Adipati Singosari dan yang lain ikut mengamuk dimedan laga!

Sayang, banyak kesatuan-kesatuan Majapahit yang berasal dari daerah muslim, membelot. Namun, pada hari pertama, pasukan Demak Bintara terpukul mundur!

Pada hari kedua, pasukan Demak terpukul lebih telak. Senopati Demak, Sunan Ngundung tewas! (Makamnya masih ada di Trowulan, Mojokerto sampai sekarang.) Pasukan Demak mengundurkan diri. Pasukan cadangan masuk dipimpin oleh putra Sunan Ngundung, Sunan Kudus. Pertempuran kembali pecah!

Namun bagaimanapun juga, pasukan Demak harus mengakui kekuatan pasukan Majapahit. Mereka terpukul mundur keluar dari ibu kota Negara. Kehebatan pasukan Majapahit yang terkenal itu, ternyata terbukti!

Pasukan Demak bertahan. Beberapa minggu kemudian, datang pasukan dari Palembang bergabung dengan pasukan Majapahit. Pasukan Majapahit seolah mendapat suntikan darah segar. Namun ternyata, bergabungnya pasukan Palembang ini hanyalah bagian dari siasat dari orang-orang Demak.

Pasukan Palembang, diam-diam memusnahkan seluruh persediaan bahan makanan tentara Majapahit. Lumbung-lumbung besar dibakar! Semua persediaan bahan pangan ludes! ( Inilah simbolisasi dari didatangkannya peti ajaib milik Adipati Arya Damar dari Palembang yang apabila dibuka, mampu mengeluarkan beribu-ribu tikus dan memakan seluruh beras dan bahan pangan tentara Majapahit. : Damar Shashangka).

Majapahit kebobolan luar dalam. Majapahit benar-benar tidak pernah menyangka akan hal itu. Begitu persediaan bahan pangan menipis, dari hari kehari, pelan namun pasti, pasukan Majapahit terpukul mundur!

Mendengar pasukan Majapahit terdesak, Kepala Pasukan Bhayangkara, yaitu Pasukan Khusus Pengawal Raja, segera mengamankan Prabhu Brawijaya. Keadaan sudah sedemikian genting dan Sang Prabhu, mau tidak mau, harus segera meloloskan diri. Ini harus dilakukan secepatnya, karena untuk menyatukan kembali kekuatan tentara Majapahit kelak, sosok Prabhu Brawijaya, masih dibutuhkan!

Dengan dikawal Pasukan Bhayangkara, Prabhu Brawijaya segera keluar dari Istana. Pasukan Bhayangkara memutuskan agar Sang Prabhu menyelamatkan diri ke Pulau Bali. Pulau yang kondusif untuk saat ini.

Ditengah kekacauan itu, Dewi Anarawati, diam-diam dibawa oleh pasukan Islam ke Gresik. Putra bungsu Dewi Anarawati, Raden Gugur yang masih kecil, diselamatkan oleh pasukan Ponorogo dan dibawa ke Kadipaten Ponorogo.

Dan pada akhirnya, Majapahit bisa dijebol. Seluruh Istana dirusak dan dibakar!. Perusakan terjadi dimana-mana. (Maka jangan heran, sampai sekarang bekas Istana Majapahit yang terkenal di Nusantara itu, musnah tak berbekas. : Damar Shashangka).

Dan pada akhirnya, terjadilah tragedi kemanusiaan yang sampai sekarang ‘ditutupi’. Perang yang semula melibatkan dua kekuatan militer Majapahit dan Demak, kini merembet menjadi perang sipil. Mereka yang merasa diatas angin, kini menjadi sosok malaikat maut. Pertumpahan darah terjadi. Masyarakat Majapahit yang masih memegang keyakinan lama, berhadapan secara frontal dengan mereka yang telah berpindah keyakinan.

Dimana-mana, situasi anarkhis terjadi. Dimana-mana dua kubu ini bentrok. Dimana-mana kekacauan merajalela. Jawa dalam situasi chaos! Ibu pertiwi menangis. Ibu pertiwi terluka. Putra-putranya kini tengah saling menumpahkan darah hanya karena disalah satu pihak tengah dilanda ‘ketidak sadaran’.

Akibat tragedi yang mencerabut segala sendi-sendi masyarakat Majapahit ini, bangunan-bangunan indah dari Kerajaan Agung Majapahit, musnah tak berbekas! Majapahit yang terkenal sebagai Macan Asia, ludes dibabat habis. Di Jawa Timur, Majapahit seolah-olah hanya sebuah mitos belaka, karena banyak peninggalan dari jaman keemasan Nusantara ini, hancur karena kepicikan.

Hanya sedikit yang tersisa. Dan yang sedikit itulah yang masih bisa kita saksikan hingga sekarang.

Eksodus besar-besaran terjadi. Para Agamawan, Para Bangsawan dan rakyat yang tetap memegang teguh keyakinannya, menyingkir ketempat-tempat yang dirasa aman. Kebanyakan menyeberang ke Bali, Kalimantan dan Lombok.

Ada seorang putri selir Prabhu Brawijaya yang melarikan diri bersama sisa-sisa prajurid Majapahit dan beberapa penduduk. Dia bernama Dewi Rara Anteng. Bersama suaminya Raden Jaka Seger, dia menyingkir ke pegunungan Bromo. Sampai sekarang keturunan mereka masih ada disana, dikenal dengan nama suku Tengger. Diambil dari nama Dewi Rara An-TENG dan Raden Jaka Se-GER. Diwilayah pegunungan Bromo, pasukan Demak memang tidak bisa menjangkau. Medannya cukup sulit dan terisolir. (Suku Tengger baru membuka diri pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno. Ketika disensus dan ditanyakan apa agama mereka, mereka menyatakan beragama Budo. Padahal ritual yang mereka jalankan lebih dekat ke agama Hindhu dari pada agama Buddha. Para petugas sensus tidak tahu, istilah Hindhu memang tidak dikenal pada jaman Majapahit. Yang terkenal adalah agomo Siwo Budo atau hanya disebut wong Budo saja. : Damar Shashangka).

Dengan dikawal oleh Pasukan Bhayangkara dan beberapa kesatuan pasukan yang tersisa, Prabhu Brawijaya menyingkir ke arah timur. Dan untuk sementara, beliau tinggal di Blambangan. Adipati Blambangan, memperkuat barisan pasukan ini. Dan tak hanya itu, para penduduk Blambangan-pun dengan suka rela ikut menggabungkan diri. Mereka benar-benar melindungi Prabhu Brawijaya ekstra ketat. Mereka siap tempur di Blambangan. Keadaan darurat diberlakukan.

Selama ada di Blambangan, Prabhu Brawijaya terus terusik batinnya. Raden Patah, yang biasa beliau banggil dengan nama Patah itu, ternyata telah tega melakukan ini semua. Kebaikan beliau selama ini dibalas dengan racun. Sabdo Palon dan Naya Genggong menabahkan hati Sang Prabhu. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak patut disesali lagi.

Kini, saatnya untuk menata kembali yang tersisa. Dan untuk tujuan itu, Prabhu Brawijaya harus menyeberang ke Pulau Bali.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Sirna Ilang Kerthaning Bhumi

Atas perintah Raden Patah, Senopati Demak Bintara Sunan Kudus menemui Adipati Terung, adik kandung Raden Patah dengan membawa pasukan Demak Bintara. Adipati Terung di ultimatum agar menyerah, atau dihancurkan. Adipati Terung dalam dilema. Pada akhirnya, dia menyatakan ‘menyerah’ kepada Demak Bintara.

Beberapa minggu kemudian, Raden Patah datang dari Demak untuk melihat langsung kemenangan pasukannya. Raden Patah meminta semua laporan dari kepala pasukan Demak. Diketahui kemudian, Prabhu Brawijaya berhasil meloloskan diri. Pasukan Bhayangkara Majapahit atau Pasukan Khusus Pengawal Raja, memang terkenal lihai melindungi junjungan mereka. Tak ada satupun kepala pasukan Demak yang mengetahui bagaimana Pasukan Bhayangkara bisa menerobos kepungan rapat Pasukan Islam dan kearah mana mereka membawa Sang Prabhu pergi.

Raden Patah segera menyebar pasukan mata-mata untuk melacak keberadaan Sang Prabhu. Dan Raden Patah sendiri segera melanjutkan perjalanan untuk bertandang ke Pesantren Ampel di Surabaya. Dia hendak mengabarkan kemenangan besar ini kepada janda Sunan Ampel.

Di Surabaya situasi anarkhis-pun merajalela. Nyi Ageng Ampel, begitu mendengar laporan Raden Patah, marah! Dengan tegas beliau menyatakan, apa yang dilakukan Raden Patah adalah sebuah kesalahan besar. Dia telah berani melanggar wasiat gurunya sendiri, Sunan Ampel, yang mewasiatkan sebelum beliau wafat, melarang orang-orang Islam merebut tahta Majapahit. Dan juga, Raden Patah telah berani melawan seorang Imam yang sah, seorang Umaro’ tidak seharusnya dilawan tanpa ada alasan yang jelas. Dan yang ketiga, Raden Patah telah berani durhaka kepada ayah kandungnya sendiri yang telah melimpahkan segala kebaikan bagi dirinya serta orang-orang Islam.

Nyi Ageng Ampel menangis. Raden Patah terketuk hati nuraninya, dia ikut mencucurkan air mata. Didepan Nyi Ageng Ampel, Raden Patah mencium kaki beliau, menangis, menyesali perbuatannya.

Dengan berurai air mata, Raden Patah meminta solusi kepada Nyi Ageng Ampel. Dan Nyi Ageng Ampel memerintahkan kepadanya untuk segera mencari keberadaan Prabhu Brawijaya. Dan apabila sudah diketemukan, seyogyanya, Prabhu Brawijaya dikukuhkan kembali sebagai seorang Raja.

Mendengar perintah itu, secara emosional Raden Patah berniat mencari ayahandanya sendiri bersama beberapa orang prajurid Demak. Tapi Nyi Ageng Ampel mencegahnya. Dalam situasi anarkhis seperti ini, tidak memungkinkan bagi dia untuk mencari beliau sendiri. Dikhawatirkan, akan terjadi kesalah pahaman. Dan sekarang, dimata Prabhu Brawijaya, dirinya dan seluruh umat Islam yang menyokong pergerakan pasukan Demak, tidak mungkin dipercaya lagi.

Jalan keluar yang terbaik adalah, meminta bantuan Sunan Kalijaga atau Syeh Siti Jenar untuk mewakili dirinya, mencari Prabhu Brawijaya dan apabila sudah bisa ditemukan, memohon kepada Prabhu Brawijaya agar kembali ke Majapahit. Sudah bukan rahasia lagi dikalangan Istana, dua ulama besar ini tidak terlibat dalam penyerangan Majapahit.

Karena Syeh Siti Jenar, baru saja disidang oleh Dewan Wali Sangha yang mengakibatkan hubungan beliau dengan Para Wali sekaligus dengan Raden Patah dalam situasi yang tidak mengenakkan, maka Raden Patah memutuskan untuk mengirim pasukan khusus menemui Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga, dimohon menghadap ke Pesantren Ampel atas permintaan Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah.

Beberapa hari kemudian, Sunan Kalijaga datang ke Surabaya. Beliau waktu itu berada di Demak Bintara, memfokuskan diri memimpin pembangunan Masjid Demak.

Sunan Kalijaga, Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah, terlibat perundingan yang serius. Dan pada akhirnya, Sunan Kalijaga menyetujui untuk mengemban tugas mulia itu.

Beberapa hari kemudian, laporan dari pasukan mata-mata Demak Bintara diterima Raden Patah. Diketahui, ada konsentrasi besar pasukan Majapahit diwilayah Blambangan. Diketahui pula, Prabhu Brawijaya ada disana. Ada kabar terpetik, Prabhu Brawijaya hendak menyeberang ke pulau Bali.

Mendapati informasi yang dapat dipercaya seperti itu, Sunan Kalijaga, diiringi beberapa santrinya, segera berangkat ke Blambangan. Dia siap mengambil segala resiko yang bakal terjadi. Dengan memakai pakaian rakyat sipil yang tidak mencolok mata, demi untuk menghindari kesalah pahaman, dia berangkat. Disetiap daerah yang dilalui, Sunan Kalijaga beserta rombongan melihat pemandangan yang memilukan. Kekacauaan ada dimana-mana. Penduduk yang masih memegang keyakinan lama, bentrok dengan penduduk yang sudah mengganti keyakinannya.Korban berjatuhan. Nyawa melayang karena kepicikan.

Rombongan ini harus pandai-pandai memilih jalan. Kadangkala memutar kalau dirasa perlu. Mereka sengaja menghindari tempat keramaian. Mereka lebih memilih menerobos hutan belantara demi menjaga keamanan.

Dan, manakala mereka sudah tiba di Blambangan, Sunan Kalijaga, menunjukkan statusnya. Dengan mengibarkan bendera putih tanda gencatan senjata, dia memasuki kota Blambangan yang mencekam.

Para prajurid Majapahit terkejut melihat ada serombongan kecil orang-orang muslim memasuki kota Blambangan. Mereka mengibarkan bendera putih. Mereka bukan tentara. Mereka tidak bersenjata. Serta merta, kedatangan mereka dihadang oleh pasukan Majapahit. Dan mereka tidak diperkenankan memasuki kota. Prajurid Majapahit, siap tempur.

Namun, Sunan Kalijaga menunjukkan siapa dirinya. Dia meminta kepada kepala prajurid agar menyampaikan pesan kepada Prabhu Brawijaya, bahwasanya dia, Raden Sahid atau Sunan Kalijaga, datang sebagai duta dan memohon menghadap.

Ketegangan terjadi. Rombongan kecil ini diujung tanduk. Nyawa mereka terancam. Namun mereka yakin, prajurid Majapahit bisa membedakan, mana musuh dalam medan laga dan mana musuh dalam status duta. Mereka tidak akan berani mencelakai seorang duta.

Ketegangan sedikit mencair manakala ada pesan dari Sang Prabhu yang mengabulkan permohonan Sunan Kalijaga untuk menghadap kepada beliau. Prabhu Brawijaya tahu bagaimana menghormati seorang duta. Prabhu Brawijaya-pun tahu dari laporan para pasukan Sandhi (Intelejen) bahwa Sunan Kalijaga bersama para pengikutnya, tidak ikut melakukan penyerangan ke Majapahit.

Sunan Kalijaga beserta rombongan bisa bernafas lega. Mereka segera menghadap Prabhu Brawijaya dengan pengawalan yang sangat ketat sekali. Sembari memegang persenjataan lengkap dan siap digunakan, para prajurid Bhayangkara menyambut kedatangan Sunan Kalijaga. Mereka mengapitnya. Sunan Kalijaga diperkenankan masuk. Beberapa santrinya disuruh menunggu diluar.

Prabhu Brawijaya, didampingi para penasehat beliau yang terdiri dari para Pandhita Shiva dan Wiku Buddha, juga Sabdo Palon dan Naya Genggong, nampak telah menunggu kedatangan Sunan Kalijaga. Begitu ada dihadapan Sang Prabhu, Sunan Kalijaga menghaturkan hormat.

Prabhu Brawijaya menanyakan maksud kedatangan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengatakan bahwa dia adalah duta Raden Patah sekaligus Nyi Ageng Ampel. Sunan Kalijaga menceritakan segalanya dari awal hingga akhir. Bahkan dia menceritakan pula kondisi Majapahit. Prabhu Brawijaya meneteskan air mata mendengar banyak penduduk yang harus meregang nyawa karena kepicikan, mendengar Keraton megah kebanggaan Nusantara dibumi hanguskan, mendengar tempat-tempat suci hancur rata dengan tanah.

Seluruh yang hadir merasa sedih, marah, geram, semua bercampur aduk menjadi satu.

Dan manakala Sunan Kalijaga mengahturkan tujuan sebenarnya dia menjadi duta, yaitu agar Prabhu Brawijaya berkenan kembali memegang tampuk pemerintahan di Majapahit, seketika ssemua yang hadir memincingkan mata.Seolah mendengarkan kalimat yang tidak bisa dicerna.

Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau meminta nasehat. Beberapa penasehat mengusulkan agar hal itu tidak dilakukan, karena sama saja menerima suatu penghinaan. Dinasti Majapahit, bisa kembali berkuasa hanya karena kebaikan hati orang-orang Islam. Tidak hanya itu saja, wibawa Sang Prabhu akan jatuh dimata para pendukungnya. Tidak ada artinya tahta yang diperoleh dari belas kasihan musuh. Masyarakat Majapahit akan memandang rendah pemimpin mereka yang mau menerima tahta seperti itu. Selama ini, Raja-Raja Majapahit, tidak pernah melakukan itu. Bila wibawa Sang Prabhu telah jatuh, dengan sendirinya, para pengikut Sang Prabhu akan berani juga bermain-main dengan Sang Prabhu kelak. Hukum tidak akan dipatuhi. Para pembangkang akan muncul dimana-mana bak jamur tumbuh dimusim penghujan. Dan lagi, apakah Sang Prabhu tidak malu menerima tahta dari anaknya sendiri?

Sebaiknya Sang Prabhu tidak menerima tawaran itu.

Sang Prabhu menghela nafas.

Sunan Kalijaga mohon bicara. Apabila memang Sang Prabhu tidak mau menerima tahta Majapahit dari tangan Raden Patah, maka seyogyanya Sang Prabhu mempertimbangkan kembali jika hendak mendapatkannya dengan jalan merebut. Sebab, bila hal itu sampai terjadi, tidak bisa dibayangkan, tanah Jawa akan banjir darah. Dukungan kekuatan militer bagi Sang Prabhu akan datang dari segenap pelosok Nusantara, tidak bakalan tanggung-tanggung lagi. Jawa akan semakin membara bila seluruh Nusantara akan bangkit. Pembunuhan yang lebih besar dan mengerikan akan terjadi.

Sang Prabhu Brawijaya bagaikan disodori buah simalakama, dimakan mati tidak dimakan pun mati.

Sejenak, Sang Prabhu berunding dengan para penasehat beliau yang terdiri dari para ahli hukum dan agamawan. Sejurus kemudian, beliau menyatakan kepada Sunan Kalijaga hendak merundingkan hal ini dengan para penasehat lebih dalam lagi. Dan Sunan Kalijaga diperbolehkan menghadap esok hari lagi. Sunan Kalijaga dan seluruh rombongannya diberikan tempat bermalam, dengan pengawalan ketat.

Keesokan harinya, Sunan Kalijaga dipanggil menghadap. Prabhu Brawijaya memutuskan, untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih besar lagi, beliau tidak akan mengadakan gerakan perebutan tahta kembali. Lega Sunan Kalijaga mendengarnya.

Namun apa yang akan dilakukan Sang Prabhu agar seluruh putra-putra beliau mau merelakan tahta diduduki Raden Patah? Begitu Sunan Kalijaga meminta kejelasan langkah selanjutnya. Sang Prabhu mengatakan, beliau akan mengeluarkan maklumat kepada seluruh putra-putra beliau untuk bersikap sama seperti dirinya. Untuk berjiwa besar memberikan kesempatan bagi Raden Patah memegang tampuk kekuasaan. Terutama kepada keturunan beliau di Pengging, maklumat ini benar-benar harus dipatuhi. Semua sudah paham, yang berhak mewarisi tahta Majapahit sebenarnya adalah keturunan di Pengging.

Kini, Sang Prabhu yang mempertanyakan jaminan kebebasan beragama kepada Sunan Kalijaga, apakah Demak Bintara bisa memberikan wilayah-wilayah otonomi khusus bagi para penguasa daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak beragama Islam? Bisakah Demak Bintara sebijak Majapahit dulu? Bukankah keyakinan yang dianut Raden Patah menganggap semua yang diluar keyakinan mereka adalah musuh?

Sunan Kalijaga terdiam. Dan setelah berfikir barang sejenak, Sunan Kalijaga betjanji akan ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintahan Demak Bintara. Dan itu berarti, mulai saat ini, dia harus ikut terjun kedunia politik. Dunia yang dihindarinya selama ini ( Tahta Kadipaten Tuban yang diserahkan kepadanya, dia berikan kepada Raden Jaka Supa, suami adiknya Dewi Rasa Wulan : Damar Shashangka).

Prabhu Brawijaya bernafas lega. Dia percaya pada sosok Raden Sahid atau Sunan Kalijaga ini.

Sunan Kalijaga menambahkan, Sang Prabhu seyogyanya kembali ke Trowulan. Tidak usah meneruskan menyeberang ke pulau Bali. Sebab dengan adanya Sang Prabhu di Trowulan, para putra dan masyarakat tahu kondisi beliau. Tahu bahwasanya beliau baik-baik saja. Sehingga seluruh pendukung beliau akan merasa tenang.

Kembali Sang Prabhu berunding dengan para penasehat sejenak Kemudian beliau memeberikan jawaban.

Ada beliau di Trowulan ataupun tidak, stabilitas negara sepeninggal beliau tergulingkan dari tahta, mau tidak mau, tetap akan terganggu. Karena para pendukung beliau pasti juga banyak yang belum bisa menerima pemberontakan Raden Patah ini. Namun, jika tidak ada komando khusus dari beliau, hal itu tidak akan menjadi sebuah kekacauan yang besar. Pembangkangan daerah per daerah pasti terjadi. Tapi, Sang Prabhu menjamin, tanpa komando beliau, penyatuan kekuatan Majapahit dari daerah per daerah tidak bakalan terjadi. Dan, beliau tidak perlu pulang ke Trowulan.

Sunan Kalijaga resah. Bila Sang Prabhu ke Bali, Sunan Kalijaga takut beliau akan berubah pikiran begitu melihat betapa militan-nya para pendukung beliau disana. Mau tidak mau, Prabhu Brawijaya harus bisa diusahakan pulang ke Trowulan. Sunan Kalijaga memutar otak.

Sunan Kalijaga tahu, hati Prabhu Brawijaya sangat lembut. Dan kini, Sunan Kalijaga akan berusaha mengetuk kelembutan hati beliau. Sunan Kalijaga memberikan gambaran betapa mengerikannya jika para pendukung beliau benar-benar siap melakukan gerakan besar. Tidak ada jaminan bagi Sang Prabhu sendiri bahwa beliau tidak akan berubah pikiran bila tetap meneruskan perjalanan ke Bali. Sunan Kalijaga memohon, Prabhu Brawijaya harus mengambil jarak dengan para pendukung beliau. Nasib rakyat kecil dalam hal ini dipertaruhkan. Mereka harus lebih diutamakan.

Sunan Kalijaga memberikan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi jika Sang Prabhu tetap hendak ke Bali

Diam-diam, Prabhu Brawijaya berfikir. Diam-diam hati beliau terketuk. Kata-kata Sunan Kalijaga memang ada benarnya. Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau memutuskan pertemuan untuk sementara disudahi. Sunan Kalijaga diminta kembali ketempatnya untuk sementara waktu.

Dan, Prabhu Brawijaya ingin menyendiri. Ingin merenung tanpa mau diganggu oleh siapapun. Ketika malam menjelang, Sang Prabhu memanggil Sabdo Palon dan Naya Genggong. Bertiga bersama-sama membahas langkah selanjutnya.

Dan, ketika malam menjelang puncak, Sabdo Palon dan Naya Genggong berterus terang, Mereka berdua menunjukkan siapa sebenarnya jati dirinya. Diiringi semburat cahaya lembut, Sabdo Palon dan Naya Genggong ‘menampakkan wujudnya yang asli’ kepada Prabhu Brawijaya.

Prabhu Brawijaya terperanjat. Serta merta beliau menghaturkan hormat, bersembah. Kini, malam ini, untuk pertama kalinya, Sang Prabhu Brawijaya bersimpuh. ( Siapa mereka? Masih rahasia : Damar Shashangka).

Sabdo Palon dan Naya Genggong memberikan gambaran apa yang bakal terjadi kelak di Nusantara. Semenjak hari kehancuran Majapahit, ‘kesadaran’ masyarakat Nusantara akan jatuh ketitik yang paling rendah. ‘Kulit’ lebih diagung-agungkan dari pada ‘Isi’. ‘Kebenaran Yang Mutlak’ dianggap sebagai milik golongan tertentu. Dharma diputar balikkan. Sampah-sampah seperti ini akan terus tertumpuk sampai lima ratus tahun kedepan. Dan bila sudah saatnya, Alam akan memuntahkannya. Alam akan membersihkannya.

Nusantara akan terguncang. Gempa Bumi, banjir bandang, angin puting beliung, ombak samudera naik ke daratan, gunung berapi memuntahkan laharnya berganti-gantian, musibah silih berganti, datang dan pergi. Bila waktu itu tiba, Alam telah melakukan penyeleksian. Alam akan memilih mereka-mereka yang ‘berkesadaran tinggi’. Yang ‘kesadarannya masih rendah’, untuk sementara waktu disisihkan dahulu atau akan dilahirkan ditempat lain diluar Nusantara. Bila saat itu sudah terjadi, Sabdo Palon dan Naya Genggong akan muncul lagi, kembali ke Nusantara. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan ‘merawat tumbuhan kesadaran’ dari mereka-mereka yang terpilih. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan menjaga ‘tumbuhan Buddhi’ yang mulai bersemi itu. Itulah saatnya, agama Buddhi, agama Kesadaran akan berkembang biak di Nusantara. Dan Nusantara, pelan tapi pasti, akan dapat meraih kejayaannya kembali.

Memang sudah menjadi garis karma, kehendak Hyang Widdhi Wasa, mereka-mereka saat ini berkuasa di Nusantara. Prabhu Brawijaya tidak ada gunanya mempertahankan Shiva Buddha. Prabhu Brawijaya lebih baik menuruti kehendak mereka-mereka yang tengah berkuasa. Kelak, Prabhu Brawijaya juga akan lahir lagi, lima ratus tahun kemudian, untuk ikut menyaksikan berseminya agama Buddhi.

Menangislah Prabhu Brawijaya. Semalaman beliau menangis. Semua rahasia masa depan Nusantara, dijabarkan oleh Sabdo Palon dan Naya Genggong.

Keesokan harinya, beliau memanggil Sunan Kalijaga. Dihadapan seluruh yang hadir, beliau menyatakan hendak kembali ke Trowulan. Dan yang lebih mengagetkan, beliau menyatakan masuk Islam demi menjaga stabilitas negara.

Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir terperangah mendengar keputusan Sang Prabhu. Beberapa penasehat, pejabat dan kepala pasukan Bhayangkara, bersujud sambil menangis haru. Mereka memohon agar Sang Prabhu mencabut kembali sabda yang telah beliau keluarkan. Situasi tegang, sedih, bingung…

Sabdo Palon dan Naya Genggong angkat bicara. Dihadapan Prabhu Brawijaya, Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir, mereka mengucapkan sebuah sumpah, bahwasanya lima ratus tahun kemudian, mereka berdua akan kembali. ( Inilah yang lantas dikenal dengan JANGKA SABDO PALON NAYA GENGGONG oleh masyarakat Jawa sampai sekarang. Baca catatan saya tentang SERAT SABDO PALON. : Damar Shashangka).

Selesai mengucapkan sumpah mereka, Sabdo Palon dan Naya Genggong mencium tangan Sang Prabhu Brawijaya. Sabdo Palon berbisik :

“Lima ratus tahun lagi, ananda akan bertemu dengan kami kembali. Sekarang sudah saatnya kita berpisah. Selamat tinggal ananda.”

Sabdo Palon dan Naya Genggong menyembah hormat, lalu bergegas keluar dari ruang pertemuan. Semua yang hadir masih bingung melihat peristiwa ini. Diantara mereka, ada beberapa yang ikut menyembah, melepas lencana mereka dan memohon maaf kepada Sang Prabhu untuk undur diri.

Bagaikan tugu dari batu, Sang Prabhu Brawijaya diam tak bergerak. Tinggal beberapa orang yang ada didepan beliau. Beberapa pasukan Bhayangkara yang memutuskan untuk setia mengiringi Sang Prabhu. Juga ada Sunan Kalijaga, yang masih pula ada di sana.

Setelah kediaman beliau yang lama, Sunan Kalijaga memberanikan diri menanyakan keputusan Sang Prabhu tersebut. Sang Prabhu menjawab, semua memang harus terjadi. Mendengar sabda Sang Prabhu, Sunan Kalijaga segera mendekat kepada beliau.

Sunan Kalijaga memohon dengan segala hormat, apabila Sang Prabhu benar-benar ikhlas menyerahkan tahta kepada Raden Patah, maka beliau harus rela melepaskan mahkota beserta pakaian kebesaran beliau sebagai Raja Diraja. Sejenak Sang Prabhu masih ragu, namun ketika sekali lagi Sunan Kalijaga memohon keikhlasan beliau, maka Sang Prabhu menyetujuinya. ( Inilah simbolisasi rambut beliau dipotong oleh Sunan Kalijaga. Pada kali pertama, rambut beliau tidak bisa putus. Dan pada kali kedua, barulah bisa putus : Damar Shashangka.)

Tidak menunggu waktu lama, berangkatlah rombongan Prabhu Brawijaya yang terdiri dari sedikit pasukan Bhayangkara dan Sunan Kalijaga beserta para santri menuju Trowulan. Sesampainya di Trowulan, masyarakat Majapahit menyambut dengan penuh suka cita. Keadaan mulai berangsur membaik ketika Sang Prabhu Brawijaya mengeluarkan maklumat agar semua pertikaian dihentikan. Disusul kemudian, keluar maklumat serupa dari Demak Bintara yang memfatwakan, peperangan sudah berhenti, diharamkan membunuh mereka yang telah kalah perang. Kondisi anarkhisme, berangsur-angsur menjadi kondusif. Stabilitas untuk sementara waktu kembali normal. Stabilitas yang dibawa dari Blambangan ini, membuat Sunan Kalijaga, sebagai suatu kenangan keberhasilan mendamaikan kedua belah pihak, memberikan nama baru kepada Blambangan, yaitu Banyuwangi. ( Disimbolkan, Sunan Kalijaga membawa sepotong bambu kemudian dia mengisinya dengan air kotor waktu masih di Blambangan. Begitu sesampainya di Trowulan, air dalam bambu itu berubah menjadi jernih dan wangi. Bambu adalah lambang dari sebuah negara, air kotor yang diambil Sunan Kalijaga adalah masalah yang dibuat oleh orang-orang yang sekeyakinan dengan Sunan Kalijaga sendiri. Air yang berubah jernih setibanya di Trowulan melambangkan kembalinya stabilitas negara.: Damar Shashangka).

Bergiliran, para putra Prabhu Brawijaya datang ke Trowulan. Adipati Handayaningrat dari Pengging beserta Ki Ageng Pengging putranya. Raden Bondhan Kejawen dari Tarub. Raden Bathara Katong dari Ponorogo. Raden Lembu Peteng dari Madura, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan Raden Patah sendiri.

Dihadapan seluruh putra-putra beliau, Sunan Kalijaga menyampaikan amanat Sang Prabhu agar pertikaian dihentikan. Dan agar Raden Patah, diikhlaskan menduduki tahta Demak Bintara. Seluruh putra-putra beliau, wajib menerima dan mentaati keputusan ini.

Kepada Sunan Kalijaga, Sang Prabhu Brawijaya memberikan amanat untuk mendampingi keturunan beliau yang ada di Tarub yaitu Raden Bondhan Kejawen dan keturunan beliau yang ada di Pengging. Terutama kepada Raden Bondhan Kejawen, Prabhu Brawijaya telah mengetahuinya dari Sabdo Palon dan Naya Genggong, bahwa kelak, dari keturunannya, akan lahir Raja-Raja besar di Jawa. Dinasti Raden Patah dan dinasti dari Pengging, tidak akan bertahan lama.

Prabhu Brawijaya bahkan membisikkan kepada Sunan Kalijaga, bahwa Demak hanya akan dipimpin oleh tiga orang Raja. Setelah itu akan digantikan oleh keturunan dari Pengging, cuma satu orang Raja. Lantas digantikan oleh keturunan dari Tarub. Banyak Raja akan terlahir dari keturunan dari Tarub.

(Ramalan ini terbukti, Demak hanya diperintah oleh tiga orang Sultan. Yaitu Raden Patah, Sultan Yunus lalu Sultan Trenggana. Setelah itu terjadi pertumpahan darah antara Kubu Abangan dengan Kubu Putihan. Dan Jaka Tingkir tampil kemuka. Jaka Tingkir adalah keturunan dari Pengging. Tapi tidak lama, keturunan dari Tarub, yaitu Danang Sutawijaya, yang kelak dikenal dengan gelar Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mentaram, akan tampil kemuka menggantikan keturunan Pengging. Panembahan Senopati inilah pendiri Kesultanan Mataram Islam, yang sekarang terpecah menjadi Jogjakarta, Surakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman :Damar Shashangka).

Tidak berapa lama kemudian, Prabhu Brawijaya jatuh sakit. Dalam kondisi akhir hidupnya, Sunan Kalijaga dengan setia mendampingi beliau. Kepada Sunan Kalijaga, Prabhu Brawijaya berwasiat agar dipusara makam beliau kelak apabila beliau wafat, jangan dituliskan nama beliau atau gelar beliau sebagai Raja terakhir Majapahit. Melainkan beliau meminta agar dituliskan nama Putri Champa saja. Ini sebagai penanda kisah akhir hidup beliau, juga kisah akhir Kerajaan Majapahit yang terkenal dipelosok Nusantara. Bahwasanya, beliau telah ditikam dari belakang oleh permaisurinya sendiri Dewi Anarawati atau Putri Champa dan beliau diperlakukan dan tidak dihargai lagi sebagai seorang laki-laki oleh Raden Patah, putranya sendiri.

Sunan Kalijaga sedih mendapat wasiat seperti itu. Namun begitu beliau wafat, wasiat itu-pun dijalankan.

Seluruh masyarakat berkabung. Seluruh putra dan putri beliau berkabung.

Dan kehancuran Majapahit. Kehancuran Kerajaan Besar ini dikenang oleh masyarakat Jawa dengan kalimat sandhi yang menyiratkan angka-angka tahun sebuah kejadian (Surya Sengkala), yaitu SIRNA ILANG KERTANING BHUMI. SIRNA berarti angka ‘0’. ILANG berarti angka ‘0’. KERTA berarti angka ‘4’ dan BHUMI berarti angka ‘1’. Dan apabila dibalik, akan terbaca 1400 Saka atau 1478 Masehi. Kalimat KERTAning BHUMI diambil dari nama asli Prabhu Brawijaya, yaitu Raden Kertabhumi. Inilah kebiasaan masyarakat Jawa yang sangat indah dalam mengenang sebuah kejadian penting.

Dan Raden Patah, memindahkan pusat pemerintahan ke Demak Bintara. Dia dikukuhkan oleh Dewan Wali Sangha sebagai Sultan dengan gelar Sultan Syah ‘Alam Akbar Jim-Bun-ningrat.

Keinginan orang-orang Islam terwujud. Demak Bintara menjadi ke-Khalifah-an Islam pertama di Jawa. Tapi, pemberontakan dari berbagai daerah, tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan Demak. Wilayah Majapahit yang dulu luas, kini terkikis habis. Praktis, wilayah Demak Bintara hanya sebatas Jawa Tengah saja. Kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian seolah menjauh dari Demak Bintara. Darah terus tertumpah tiada habisnya. Perebutan kekuasaan silih berganti. Nusantara semakin terpuruk. Semakin tenggelam dipeta perpolitikan dunia.

Disusul kemudian, pada tahun 1596 Masehi, Belanda datang ke Jawa. Nusantara semakin menjadi bangsa tempe! Semenjak Majapahit hancur, hingga sekarang, kemakmuran hanya menjadi mimpi belaka.

Kapan Majapahit bangkit lagi? Kapan Nusantara akan disegani sebagai Macan lagi?

Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.

—————————

OM Shanti, Shanti, Shanti OM

by Hindu Bali (Notes) on Thursday, July 12, 2012 at 10:43am

Iklan

409 thoughts on “SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

  1. Courtesy or source’nya ngga dicantumin min? Apa hp’ku yg ngga support utk liatnya.
    Bacaan bagus, tp bukannya ideologi nusantara jg bukan hindu (india) atau budha (china) ya?
    Tp kalo mbahas meedekanya Indonesia, maka tdk akan bs melepaskan peran islam, dan mungkin ini bentuk karma yg lain.

  2. Saya kok mencium aroma mendiskreditkan agama islam dlm artikel ini. Disini digambarkan seolah-olah agama islam adalah penyebab utama keruntuhan majapahit yang dilakukan dengan sebuah konspirasi. selain itu ada kesan dari penulis bahwa ada dua ulama besar yang berseberangan sampai2 terjadi pertumpahan darah. dari salam pembuka dan penutup saya berkeyakinan bahwa penulis adl seorang hindu yg tentu saja akan berusaha membela agamanya. Semoga artikel ini benar2 disusun dgn didasari data & fakta sejarah secara objektif tanpa didasari rasa anti islam. Hanya penulis dan Allah saja yang tahu niat dibalik penulisan artikel ini. Wallahu ‘alam

    • Saya setuju. Saya berpikir seperti itu pula
      Penulis harus berhati-hati juga ketika menuliskan tentang itu
      suka atau tidak, setiap hal ada perannya.

      Menganjurkan kepada penulis utk lebi bertanggung jawab di dalam menulis dan kita sebagai pembaca untuk melihat dr sisi baik dr perjalanan sejarah dan adanya hal – hal yang kita bisa belajar maka kita tidak jatuh kepada kesalahan yang sama dari jaman dahulu hingga sekarang

      Pepatah mengatakan – kekalahan manusia adalah ketika manusia tidak pernah mau belajar dari sejarah. Dan sejarah adalah guru yang baik dan berhikmat. Maka dr itu belajar lah terus bersama sama, supaya kita makin bijaksana dimasa depan

      Salam

  3. Islam adalah rahmad buat segala umat. Islam agama damai, silahkan membuat artikel spt demikian tapi kami umat islam tidak serta merta marah. Sejarah sapa tahu sebenarnya sejarah.

    Jika kita menangis, orang lain disekitar kita mengira kita sedih kan. Padahal mungkin kita menangis karena bahagia. Seperti itulah opini. Itu opini orang, tak selalu benar. Seperti itulah sejarah. Semoga rahmad selalu tercurah kepadamu mbak gelis.

    • ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama goblok, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam

    • Sangat bagus sekali…saya senang membacanya, cuma sayang sekali banyak yg dipelintir fakta2 kehebatan luhur leluhur nusantRa ini melalui tulisan2 di buku2 sejarah ( pelajaran sd / smp / smu ) seolah olah jaman keemasan nusantara
      maupun kebudayaannya yg hebat semenjak adanya wali sangha….

    • Ini kisah masa lalu dari Bangsa kita, enak dibaca walau tanpa data dan sumber sejarah, sebuah tulisan yg baik haruslah memuat data dan sumber sejarah, akan tetapi kita patut menghargai karya penulisnya, karena tidak banyak dari kita meluangkan waktu untuk menggali perjalanan kisah hidup nenek moyang kita, budaya kita, dan perjalanan spiritual mereka, Kini Negara kita sudah merdeka dengan NKRI yang harus dipertahankan keutuhannya, karena NKRI sangat mahal harganya, dia harus ditebus dengan darah para syuhada dan pejuang, dengan pengorbanan yang tak terhitung banyaknya, dan dengan linangan air mata, kita harus berwawasan Nasional yang kukuh, tidak lagi berfikir tentang Raja – Raja lokal, karena dapat mengganggu keutuhan NKRI, dalam sejarah bangsa – bangsa sebuah revolusi bisa terjadi atas keinginan masyarakat untuk menjadi bangsa yang lebih maju baik dibidang sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan bahkan keagamaan, dan dalam tulisan ini telah digambarkan kesemuanya itu, tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik – baiknya demi menghormati perjuangan para Pahlawan kita, dan demi mempersiapkan generasi muda kita agar nantinya mereka mampu hidup Bahagia, sejahtera, dan mampu sebagai suatu bangsa yang hebat dan disegani Dunia dibawah Panji – panji bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Amin.

      • Maaf sebelumnya, penulis cuma menggambarkan. Alangkah baiknya bahwa kita mengetahui sejarah n belajar dari kesalahan yang terdahulu untuk jangan terulang lagi karna kekuasaan dan kepentingan orang. Semua sudah tahu bahwa sekarang NKRI. Karna dalam sebuah hal cerita raja maupun tokoh adalah hal yang kita ketahui sebagai bimbingan untuk pelajaran menuju arah yang lebih baik lagi.

      • Pokoknya runtuhnya Majapahit aiau kerajaan non Islam lainnya adalah akibat dari KOLONIAL SPIRITUAL ISLAM yg mempunyai DOKTRIN KOMUNIS untuk mengharuskan manusia dan dunia memeluk agama Islam.Simbul ke Islaman antara lain adalah PEDANG untuk membnunuh semua orang kafir yg bukan beragama Islam .Ada yg membantah dengah BUKTI? Bukan makian menghina agama Islam?

      • syukuri apa yang sudah ada,…sejarah adalah msa lalu yang maseh slalu qta pertanyakan,….ada TUHAN(Penguasa Alam ini) yang telah mengaturnya,…..

      • Cerita yang sangat menarik, tapi sangat mendramatisir, ISLAM ada di Nusantara, hingga terjadi peradaban kemanusiaan, dan ISLAM tidak pernah menumpahkan darah musuh yang menyerah, sangat disayangkan dengan drama Darma yang di khayalkan, mata Dunia telah melihat fakta kekejaman buddhis di myanmar, dan kekejaman pemeluk agama non muslim yang selalu berlaku zolim terhadap umat ISLAM Agama yang rahmatan lilalamin.

    • Saya bangga karena terlahir di bumi nusantara ini, yg pernah jadi sebuah negeri besar dan disegani didunia internasional dijamannya. Sekaligus ada juga rasa risi dg melihat perjalanan kesejarahannya yg penuh dg intrik karena ulah manusia manusia nya yg dipenuhi oleh nafsu keserakahan kefanatikan yg sempit. Achirnya kita harus merelakan perjalanan negeri nusantara tercinta ini yg dulunya begitu megah menjadi negeri yg seperti sekarang ?????? Jamanlah yg akan membuktikan semua kebenaran.

  4. Kami tidak perlu merasa rendah diri karena tdk lg menjadi bangsa penjajah (majapahit),tp kami akan merasa bangga dunia akhirat karena kami punya Tuhan Yang Esa (Allah) dan tidak animisme

    • Dari 360 dewa maka ia pilih satu dewa eang dianggap Tuhan yakni I-llah (durga), so bukan anemisme? eta dewa tah, so anemisme selalu identik dengan berkiblat ke patung or batu or rumah God? so anemisme selalu identik dengan tumbal hewan or kurban? so anemisme itu selalu berdoa (memohon/meminta)? kapan puja dan bhakti pada Tuhan seperti ajaran Hindu jika terus tak bersyukur meminta terus seolah Tuhan tidak Maha Tahu. Pahami kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa (Ia yang satu) bisa ada dimana saja menjadi apa saja eang dikehendaki. Situ sape mengkebiri Tuhan, jauh jauh mencari Tuhan yang dekat ada dalam tiap ciptaan-Nya (Tat Twam Asi/Manunggaling Kawula Gusti/Trinitas). Situ Bapaknya Tuhan, tau anaknya cuma I-llah (Durga)? Menganggap dia sebagai Tuhan yang satu beda dengan, Tuhan yang Maha Esa hakikatnya satu tapi ada banyak manifestasi bukti kemahakuasaan-Nya.

    • Pemahaman anda ttg agama sangatlah sempit bapak johan.. seandainya anda membuka wawasan anda, mungkin anda akan tercengang, bahwasanya ka’bah yg anda agung”kan itu adalah simbul dari Hindu, yg anda puja dan hormati selama ini adalah simbul MAHADEWA/ALLAHWUAKBAR/Tuhan yg tertinggi bagi Umat Hindu jg.. bukalah wawasan anda,apabila anda benar”ingin tahu tentang Agama dan Alam semesta ini.. semua ajaran Agama itu adalah mulia, namun banyak manusia yg terpedaya akan kelicikan”manusia,apalagi manusia dari negara ARAB.. suatu saat pasti anda memahami apa yg saya maksud.. (semoga semua mahluk ciptaan Beliau hidup rukun di bumu ini)..

  5. Itulah sifat asli orang Indonesia (Nusantara) dari dulu sampai hari ini, ‘kita’ lebih menerima hal-hal dari luar daripada dari dalam negeri sendiri

    • ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam

    • Bahkan keyakinan kerajaan majapahit pun (hindu dan budha) bukan berasal dari ajaran mereka sendiri. Melainkan dari India. Keyakinan dari masyarakat nusantara menurut sejarah, awalnya adalah dinamisme dan animisme.

  6. Yang namanya syahwat kekuasaan itu siapapun bisa terjangkit, apapun agamanya. Adalah akibat wajar negara itu hancur karena pemimpin yang lemah (dalam hal ini Prabu Brawijaya), Raden Fatah mengambil kekuasaan dengan jalan yang sah, dengan kekuatan.

    Merebut kekuasaan dengan kekuasaan adalah cara turun-temurun yang telah trend sejak zaman dulu kala, sebut saja Ken Arok, Raden Wijaya dan raja-raja perintis lain, selalu merebutnya dengan kekuatan.

    Jika misalnya NKRI merdeka dengan cara diberi oleh Belanda, masih adakah kebanggaan kita hari ini?

    Tidak usah mencari kambing hitam atas kelemahan diri sendiri, karena itu sudah maunya zaman.

    • Iya betul, Brawijaya memang bodoh..
      Harusnya dibantai aja semua golongan (non SHIVA-BUDHA) yang akan menghancurkan peradaban sebuah bangsa, negara, dan pemerintahan. Hukumnya HALAL dalam Islam.
      Salam Tolol dan Bodoh..

      • Coba lihat perkembangan sekarang mas. Lihat yang terakhir di Perancis di pantai yang Indah…mengapa teman2 Muslim tdk protes dan menolak keras segala macam terrorisme yang dilakukan oleh Muslimin juga?

  7. Bagi orang hindu dan Budha, keruntuhan mahatahu memang menyakitkan tapi bagor kami kaum Muslimin ini berkah yang dengan keruntuhan itu penghalang utama da’wah bisa di hilangkan dan perkembangan Islam bisa meliputi seluruh wilayah kekuasaan majapahit. Keruntuhan majapahit menjadi era kemunduran hindu Budha di nusantara dan menjadi bukti kelemahan kedua agama berhadapan dengan Islam. Kelak nusantara ini akan bersatu lagi dibawah Khilaf Islam global dan angan angan hindu Budha untuk kembali ke tampuk kekuasaan akan kembali pupus. Kini Nusantara ini dikuasai para jongos kapitalisme yang sebentar lagi juga akan musnah.

  8. ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama goblok, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam.

  9. Suatu ulasan yg mantab,
    Membelajari kita utk menyikapi hari ini dan yg akan datang, masalalu adalah pelajaran dr masalalulah masa kini terbentuk spt ini, namun lupakanlah ttg kekerasan, suatu yg pahit hanya akan mendatangkan dendam baru, lbh bijak kita berbenah bersama dgn keadaan yg ada saat ini, yg islam yg kristen, yg bundha, yg hindu dan yg lainya ttplah kita satu indonesia, dgn saling menghormati dan menghargai perbedaan kita akan bersatu, masa lalu memberi kita pelajaran bhw agama bukanlah kekuasaan, agama bila difahami dgn kekuasaan maka pertumpahan darahlah yg terjadi, lbh baik agama tak punya negara namun di adopsi banyak negara drpd ingin bernegara namun di musuhin banyak negara…
    Bukankah agama itu perdamaian dan keikhlasan sdg kekuasaan itu pemaksaan….

  10. satu usaha angan2 dari pihak yg memiliki prasangka buruk kpd umat islam, banyak kepulauan besar indonesia mendapat rahmat tuhan dengan sampainya islam atas usaha gigih pejuang2 agama terdahulu.. tk sepatutnya sejarah mereka diadaptasi dengan cerita sebegini, seolahnya islam menyebar dgn cara kotor.. ini satu versi sejarah yg tidak telus ditulis dari kacamata insan yg berangankan kepercayaan karut kembali mengembang dinusantara..

    • Memang buruk bray…
      Kenapa…? malu…?
      Hadapilah, itu jadi nasibmu dan pertanggung jawabkan di akhirat nanti..

    • Ini tulisan sejarah bukan beedasar fakta tp berdasar maunya si penulis,,,
      Ngasal dan keliatan banget niatnya buat ngejelek jelekin islam,,,palanye bau menyan nih sipenulis

      • sebelum masuknya semua agama yang ada paling awal adalah berbagai kepercayan-kepercayaan di nusantara setelah itu masuk agama hindu menyusul budha dan setelah itu baru islam.
        jadi hargailah warisan budaya leluhur sebelumnya.
        boleh diperdebatkan asal damai karena tak kan ada habisnya
        Tuhan menciptkan perbedaan bagaikan air dan api bukan untuk bersatu tetapi saling berjalan di koridor masing masing kalau disatukan malah saling meniadakan

        apa pun agama yang kamu anut bagaikan melihat sebuah uang logam kita tidak bisa melihat kedua sisi sekaligus, sisi yang mana kita lihat itu yang kita anggap benar.
        apa pun agama mu semua percaya pada sang pencipta yang meberikan kehidupan di dunia ini untuk dijaga dalam kedamaian.

        sekian dulu. terima kasih.

  11. saya sudah tau ini sejarah…dan memang tidak banyak yang tahu, karena versi memutarbalikkan fakta sejarah karena ada yang berpikir mereka yang paling benar dan suci..

    • Ini sejarah om … fitnah gimana ada data artefak yg bisa sebagai bukti kongkrit …ini sejarah leluhur kita …kok fitnah …apa kau mau mengingkari sejarah leluhurmu sendiri …kau lahir di mana ..besar di mana ….dan siapa Bapak Ibumu …itukan ada silsilahnya …kok fitnah ….aneh cara berfikitmu …terhadap sejarah leluhur …

      • Jelas sekali ini subjektif…..sebuah tulisan yg tdk didukung hasil penelitian….karena tdk disebutkan sumber2nya….

    • Animesme dinamisme adalah sebutan dari bangsa eropa ( belanda ) untuk mendeskreditkan kearifan budaya lokal pada saat itu ….lebih ke kepentingan politik ….lebih detil baca sejarah om …..

    • super sekali asli nya aliran aliran kepercayaan yang sudah ada sebelum masuk nya agama agama lain di nusantara

  12. : Ulasan yang enak dibaca, tanggapi secara bijaksana dan jangan melupakan sejarah bangsa kita….!!

  13. hanya satu agama di dunia ini yaitu ISLAM …agama artinya keperyaaan , makanya bila ada yang cara mempercayai TUHAN lain , jadi membuat suatu nama agama sendiri , seperti agama budha , hindu , kristen , DLL, tapi pada intinya AGAMA hanya SATU yaitu ISLAM ….

  14. mungkin ada referensi buku ttg ini… artikel ini sangat bagus .
    bangga karena bangsa juga punya sejarah yang pelik dan komplek dan diceritakan dengan gamblang. walau diceritakan kepicikan dari seorang muslim bukan berarti tidak benar adanya. karena yang sempurna agama islam dan seorang muslim tetaplah manusia yang dapat berbuat salah

  15. Terlepas dari segala kekaguman saya akan kekuasaan dan kebesaran kerajaan Majapahit pada masa itu, saya ingin memberikan beberapa komentar yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan dari para pembaca cerita tersebut diatas.

    1. Setiap orang yg membaca cerita ini haruslah berfikir dari mana penulis mendapatkan semua informasi yang diceritakan.
    2. Silsilah hidup dari setiap tokoh yang ada dalam cerita mungkin saja benar, tetapi setiap tokoh tersebut belum tentu melakukan hal-hal seperti yang diceritakan oleh penulis. Distorsi sejarah mungkin saja terjadi. Sehingga bisa kita anggap apa yang dilakukan penulis adalah merupakan sebuah karangan saja.
    3. Isi cerita terkesan menyudutkan satu agama tertentu, dan penulis tidak menceritakan mengapa agama yang selalu disudutkan dalam ceritanya berkembang dengan cepat dan dengan mudah dapat diterima secara luas oleh masyarakat jawa.
    4. Menurut saya, penerimaan agama secara luas kurang lebih karena adanya ketidakadilan/kesejahteraan dan bukan karena paksaan atau kelicikan serta nafsu angkara dari penyebar agama tersebut.
    5. Kita bisa membandingkan proses penyebaran agama dari para penjajah eropa di nusantara yang juga telah dimulai dari ratusan tahun yang lalu tetapi tidak pernah mendapatkan tempat yang baik dihati sebagian besar masyarakat jawa.
    6. Dari cerita diatas, penulis kurang lebih ingin menggiring pikiran pembaca bahwa proses penyebaran agama yang disudutkan diatas adalah sama dengan yang dilakukan para penjajah eropa. Yang menjadi pertanyaan kenapa penjajah eropa tidak mengalami kesuksesan di tanah Jawa?
    7. Perlu diketahui bahwa proses pengambil alihan kekuasaan, penyelesaian perselisihan ataupun persaingan politik melalui pertumpahan darah adalah sudah menjadi hal yang biasa terjadi dibelahan bumi ini, walau kita tidak bisa membenarkan tindakan tersebut.
    8. Bukankah proses perluasan kekuasaan Majapahit juga melalui proses pertumpahan darah? Salah satu peristiwa yang pernah tercatat adalah adalah “Perang Bubat” antara Majapahit dan Pajajaran. Terlepas dari benar atau tidaknya akibat distorsi sejarah yang mungkin saja terjadi, tetapi peristiwa tersebut adalah merupakan salah satu contoh proses perluasan pengaruh Majapahit terhadap Pajajaran.
    9. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas, tetapi akan lebih baik jika penulis menuangkannya dalam sebuah novel fiksi.

  16. Dalam tulisan ini seolah olah islam perusak sejarah,padahal tidak begitu pada reality nya. Islam agama kedamaiyan.Cuma kadang manusia sering mengatas namakan agama demi sebuah kekuasaan.

  17. agama adalah buatan manusia, membunuh atas nama agama, sang pencipta pun kalah tenarnya di bandingkan agama, hargailah alam yang telah menyediakan semuanya bagi makhluk hidup, karena dengan menghargai alam maka kalian akan paham anugrah sang pencipta

  18. Ping-balik: @andiordi

  19. Kurang tahu, manakah versi sejarah yang benar di Indonesia. yang pasti, semua agama memiliki noktah hitam dlm sejarah; baik hindu, budha, yahudi, kristen, islam maupun yg lainnya. Noktah tersebut bs dipastikan dr tindakan pemeluknya, bkn ajaran sejati agama-agama tersebut. oleh karenanya, penting bg kita utk meninjau dan mampu membedakan mana agama fenomenal dan agama subtansial. kejernihan semacam inilah yg begitu penting utk melihat validitas suatu ajaran agama.

  20. sejarah yang menarik,,

    terimakasih kepada majapahit, lewat patih gadjah mada yang menyatukan nusantara,

    terima kasih kepada para mujahid2, pejuang islam yang tak pernah gentar menyebarkan islam di tanah jawa yang dari jaman majapahit memang sebagai pulau pusat pemerintahan nusantara,,

    di atas semua itu,, terdapat Ketetapan takdir Allah SWT,,
    Alhamdulillah,,,Indonesia dapat terlepas dari ke ‘jahiliyah’-an masa lampau..

    Islam nafasku,, Indonesia Negaraku!!

  21. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit…bukane kerajaan majapahit berjaya pada era gajah mada sekitar abad ke 14 M pada era gajah mada memimpin tahun 1334 M.. kalau pada abad 13 itu pendiriannya kalau kejayaannya pada abad ke 14 M. mohon penkoreksiannya,, terima kasih 🙂

    • Lage lage percaya hoax, eang ada diramalkan membawa manusa ke zaman kali, itulah alasan mau di kill oleh saudaranya sendiri. But ramalan akan tetap tergenapi, dari 360dewa yang dianggap satu paling benar adalah I-llah (Durga), para abdi setianya sudah dikenal sejak belum masuknya ajaran baru dengan abd-llah (abdi durga). Konyol memang jikalo situ mengatakan sebaliknya, memutar fakta sejarah. Menghallalkan segala hoax dengan dalih untuk kebenaran sebaiknya dihentikan.

    • Bro.. Terbalik.. Justru islam mengikuti ajaran Kitab Hindu, karena kitab Weda sudah ada sebelum Kitab Al Qur-an, bisa dicari refrensinya..

    • Bro.. Malah Terbalik.. Justru islam mengikuti ajaran Kitab Hindu, karena kitab Weda sudah ada sebelum Kitab Al Qur-an, bisa dicari refrensinya…

    • Jauhlah..krn mrk berkembang abad ke enam..Hindu asli made in nusantara berdasarkan penelitian dan fakta terbaru ternyata asli indonesia..Hindu come from western scholar term to discribe believing and the way of live in India..and become the major term to be Religion..Orang tua dahulu kala pengetahuan bukan saja agama (diajarkan/diagemkan/the way/atau kisah orang suci dan nabinya) ..Mereka bahkan tahu nigama,sundarigama dan agama (baru tahu kan ?? Pasti taunya cuma sebatas agama)..Percaya deh Syeik Siti Jenar dan Sunan Kalijaga ngeh dan tahu akan hal itu..Sedangkan yg katanya 100 % murni dari Arab belum tahu mengenai hal tersebut..Berikut ini saya lampirkan artikel penelitian tentang kehidupan leluhur kita ± 74.000 SM (maaf ini jauh sebelum Firaun dan Piramid ada apalagi khalifah..sgt jauhlah jamannya) Silahkan klik link dibawah ini : https://ramanan50.wordpress.com/2014/07/09/hindus-lived-74000-years-ago-survey-finds/

      • Islam itu cirinya hanya percaya pada satu Tuhan sebagai satu satunya tempat bergantung..Percaya dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan dan tidak ada satupun yang serupa dengan Dia (Tuhan).
        dengan bahasa lain monotisme..
        Muslim percaya jika nabi Isa (Allah memberi keselamatan kepadanya) hanya seorang nabi yang berdakwah agar umat dijamannya hanya menyembah SATU TUHAN…bukan mendakwakan dirinya tuhan atau anak tuhan.

    • Hahahaha sakit perut sya tonton vidio to boooss…!! Ustat nte sok tw
      Baru tw baca tilis ajha udh semua d anggap benar

  22. Cerita Sejarah ini tendensius ingin menyebarkan fitnah terhadap umat islam, padaha kita semua berasal dari Nabi adam,sedangkan semua nabi mengajarkan agama tauhid yaitu islam,Insya Alloh propokasi anda gak akan bisa mengalahkan tekad umat islam yg hendak mengembalikan kejayaan islam.yaitu bangkitnya kembali, Khilafah ala minhaj nubuwah.

    • Ini sejarah om … fitnah gimana ada data artefak yg bisa sebagai bukti kongkrit …ini sejarah leluhur kita …kok fitnah …apa kau mau mengingkari sejarah leluhurmu sendiri …kau lahir di mana ..besar di mana ….dan siapa Bapak Ibumu …itukan ada silsilahnya …kok fitnah ….aneh cara berfikitmu …terhadap sejarah leluhur …

    • Mas Panca Pokok, masalah tendensius itu bisa diklarifikasi juga melalui pola, coba anda tarik benang merah dalam sejarah dunia. Pola masuk dan berkuasa baik islam, kristen atau apapun itu selalu mirip sepanjang sejarah. Sebagai sebuah ilustrasi akan saya berikan contoh konkrit yang selalu didengungkan oleh fundamentalis islam bahwa amerika selalu memusuhi Islam, tapi jika dibenturkan dengan bukti sejarah maka akan terbalik, sejak awal berdirinya amerika, mereka telah harus berurusan dengan fundamentalisme Islam. Dan ini saya cantumkan link yang bisa dipertanggung jawabkan :

      https://www.google.com/search?client=opera&q=rtv&sourceid=opera&ie=UTF-8&oe=UTF-8&gfe_rd=cr&ei=jiXGVvKRCcbFvATM_YygCw#q=barbary+wars

      dan saya masih bisa membuktikan berbagai bukti sejarah lain yang polanya mirip sekali dengan pola runtuhnya majapahit. Tulisan ini tidak bermaksud mendeskriditkan sebuah agama, namun untuk menyajikan fakta sejarah yang sering kita lewatkan.

      • Mantap….
        Sayangnya percuma menyertakan bukti.
        Krn sistem percayanya mereka membabi buta dan ga bakal terima kalo ada kejelekannya.

  23. setelah itu….berlalu sudah 500tahun sejak 1478m ……. tepatnya 1978m….. dan sampai kini 2014 …. tp toh mereka berdua Sabdo Palon dan Naya Genggong belum juga datang… ataukah mereka sudah datang dalam lain wujud …???
    🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

  24. ..kalo kalian mau lihat masa keemasan,kemulian peradaban manusia yang hakiki…lihatlah dijaman Rasulullah saw kemudian sampai ke 4 khalifah….kalo kalian mau lihat masyarakat hindu/budha datang aja ke India….

  25. yang nulis orang hindu ya versi hindu..banyak keganjilan cerita..nya..mengggambarkan raja brawjy kena shipilis saja harus nikah dengan pelayan dari wandhan..bisa sembuh.. logika aja yg kena shipilis pasti suka jajan..sebagai pembelaan ya nikahnya dirahasiakan apalagi sampai punya anak..kan malu..raja kok menghamili pelayan.., terus menceritakan tidak ada perintah menyerang..lah posisi diserang kok menunggu perintah menyerang..terus yg dua orang mash rahasia itu sabda palon dan nayagenggong 500 tahun kemudian hadir lagi berupa apa..apa saat ini sudah 500 tahun dari peristiwa itu apa belum hitung sendiri saja..saran saya sebaiknya tidak usah mendiskreditkan agama islam.. karena bagi kami agama kami bagi kamu agama kamu..

    • Trus yg di nikahi juga katanya dari banda naira, daerah sulawesi.. Banda Naira itu di Maluku mas bro.. hehehee..

  26. Sejarah Ini bagus jln ceritanya, cuma yg harus digaris bawahi adalah Validitas dan Realibiltas dri sejarah ini menjadi banyak pertanyaan. Secara Teori penelitian Ilmiah sudah gagal krn bsa saja sejarah ini banyak yg tdk murni dan mengada2. Krn tidak didampingi dgn sumber yg dipercaya dan bukti sejarah yg ada. Sehingga menimbulkan keraguan bagi si Pembaca. Ada kecenderungan merubah keotentikan dari sejarah yg ada dan ada indikasi memprovokasi golongan tertentu serta sangat terkesan ada misi tertentu.

  27. saya merasa itu hanya untuk “sedikit membuka mata”kepada sejarah…mungkin maksud yang ingin di sampaikan adalah… filsafat yang bs menuju kemakmuran di nusantara ini adalah filsafat budha bukan filsafat islam…. dan saya setuju. bukanya suka ber nostalgia tp kalo di lihat kondisi indonesia sekarang???

  28. Syeh Ibrahim As-Samarqand atau Ibrahim Asmoroqodzi adalah ayah dari Raden Rahmad ( Sunan Ampel ), bukannya beliau
    dimakamkan di Desa Gesik Hardjo Kec. Palang Kab.Tuban?…..please Correct !

  29. Saya baca sampai tamat. Sangat sedih karena membelokan dan cenderung memutarbalikan fakta dan menyebar fitnah.

    Sejarah tergantung kepentingan penulisnya, termasuk keyakinannya. Sulit dikatakan objektif dan tak ada jaminan kebenarannya dari tulisan ini.
    Tulisannya seperti sakit hati terhadap Islam.
    Namun demikian, anggap saja hiburan dari mereka yang keliru mengungkap fakta….
    Apalagi banyak fakta belakangan ini yang menyatakan bahwa kekuasaan Majapahit itu hanya sebagian Jateng dan Jatim saja, bukan Nusantara seperti sekarang ini.
    http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/faktanya-nusantara-bukanlah-wilayah-majapahit

    Dikatakan juga Majapahit runtuh bukan karena diserang oleh Demak
    http://majapahit1478.blogspot.com/2013/04/majapahit-runtuh-bukan-sebab-serangan.html?m=1

    Dapat dibaca juga
    https://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/12/13/kesultanan-majapahit-sejarah-yang-disembunyikan/

    Majapahit itu justru Kerajaan Islam sejak awal
    https://ahmadsamantho.wordpress.com/2011/07/11/kerajaan-majapahit-ternyata-kerajaan-islam-sejak-awalnya/

    Itu fitnah sengaja tuk memojokan Islam
    https://susiyanto.wordpress.com/2009/04/26/senja-kala-majapahit-dan-fitnah-terhadap-islam/

  30. MAJAPAHIT RUNTUH BUKAN SEBAB SERANGAN DEMAK

    “Raden Patah dianggap anak durhaka dan tak tahu balas budi. Sudah diberi kekuasaan, malah menikam ayahandanya sendiri dari belakang. Ia menyerang dan hancurkan kerajaan Majapahit. Fakta sejarah ini sebenarnya yang tidak didukung oleh bukti-bukti yang akurat.”

    Fakta sejarah ini, terutama dicatat dalam naskah Darmogandul dengan tema Sabdopalon. Dikisahkan, Raden Patah dengan kerajaan barunya, yaitu Kerajaan Demak, menyerang Kerajaan Majapahit yang notabene dipimpin oleh ayah kandungnya sendiri, Bhre Kertabhumi (yang kadang disebut juga dengan Brawijaya V).
    Majapahit 1478
    Pada dasarnya, belumlah ada bukti-bukti konkret tentang kebenaran penyerangan Raden Patah atas Kerajaan Majapahit. Dalam catatan yang ditulis oleh Darmogandul, Raden Patah menyerang Majapahit dan mengakibatkan runtuhnya Majapahit adalah pada tahun 1478.

    Padahal ada argumen lain, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Pararaton, bahwa pada tahun tahun tersebut —yaitu pada tahun 1478— Kerajaan Majapahit justru diserang oleh Samarawijaya dan tiga saudara-saudaranya, karena menganggap raja yang berkuasa di Majapahit, yaitu Raja raja Dyah Suraprahawa, tidak berhak atas tahta. Dyah Suraprahawa merupakan adik bungsu raja sebelumnya, yaitu Rajasawardhana.

    http://majapahit1478.blogspot.com/2013/04/majapahit-runtuh-bukan-sebab-serangan.html?m=1

  31. Bagus juga..buat penambah informasi sejarah..tapi sebagai informasi juga bahwa majapahit tidak hancur karena demak binthara…tapi karena diserang oleh kerajaan kediri…justru demak yg membalaskan dendam majapahit dengan menghancurkan kerajaan kediri…

  32. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”

    Lucu…ngga sadar kalo semua agama/ideologi yg berkembang di nusantara itu asalnya dari luar termasuk hindu buddha. Sudahlah tak perlu cari kambing hitam atas kebodohan sendiri. Jadi, untuk sang penulis sejarah yang terhormat yang harus banyak belajar, : “Tangisilah dirimu sendiri karena kebodohanmu.”

  33. saya pernah mendengar kisah ini dr kakek saya yg kebetulan beliau masih ada 1 garis keturanan dari ki ageng selo. nama kakek saya Salamoen Sela Atmadja. trimakasih cerita sejarahnya ini.

    Tuhan memberkati 🙂

  34. Kita sebagai putra Indonesia khususnya putra putri Jawa,segera hentikan penindasan dan pembodohan saudara setanah air,Cintailah NKRI dan berjuang bersama untuk kemakmuran anak cucu kita….Ammmiiieeenn

  35. Usaha yg bagus dari kelompok yg mau mendeskreditkan umat islam. Sejarah nya terlalu dramatis kayak novel jin yong. Baik untuk di jadikan film serial tivi. Kayak di dunia ini cuma majapahit pahit aja yg punya cerita.

  36. tahun 1978 kurikulum mengajarkan budi pekerti… tepat seperti yang dikatakan oleh sabdo palon dan naya gengong, agama “budhi”. hanya budi (pekerti) yang akan menyelamatkan nusantara.

  37. Sebuah cerita sejarah yg menarik utk dibaca. Tp kok tidak sama dg cerita2 mainstream saat ini??? Banyak perbedaan2 dg cerita sejarah yg ada. Sepertinya jni cerita dr sudut pandang hindu – budha, shg banyak yg mendiskreditkan peran wali songo.
    Lepas dr itu semua, ttp hrs diapresiasi sbg bentuk kayanya sastra nusantara.
    ———+++++——-
    Tahu Pong super higienis, sehat & lembut.

    https://m.youtube.com/watch?v=WS8cUS_v64w

  38. cerita anda sangat subyektif sekali. Masalahnya anda tau dari mana sehingga kebenaran yang anda sampaikan seolah memojokkan agama islam. Mana sumbernya? Valid? Bisa dipercaya?

  39. Bismillah. Saya menangkap kesan tulisan diatas, Islam lah penyebab utama kejatuhan kerajaan Majapahit. Semua peperangan adalah disebabkan oleh nafsu menyebarkan Islam di Nusantara…itulah inti cerita dongeng diatas. Kenapa saya bilang dongeng? Karena tidak didasarkan penelitian ilmiah semua berdasarkan dugaan. Tp itu hak penulis, silahkan anda membuat versi sejarah sesuka anda…tp satu hal…kebesaran Islam adalah sesuatu yg tidak bisa dicegah, silahkan anda periksa data statistik org yg berpindah agama, memeluk Islam diseluruh dunia. Bandingkan dgn org yg berpindah menganut agama anda. Anda akan tercengang. Apakah anda jg akan menulis ulang sejarah penyebaran Islam didunia menurut versi anda dan menyalahkannya? Semoga Allah memberi anda hidayah…aamien.

    • Hebat ceritanya, sampai ada dialog detailnya tokoh-tokohnya. Tapi referensi sejarahnya mana yah..? Kan karya intelektual harus punya referensi yg valid. Klo kaya gini jadi lebih mirip cerpen fiksi.. Di Asia pada abad XIII juga ada Kekhilafahan Abbasiyah kan yg jelas adalah negara super power, jadi di Asia bukan cuma kerajaan tiongkok dan majapahit. Tiongkok segan dengan majapahit..? Masa iya tiongkok tidak segan dengan Khilafah Abbasiyah, wong seluruh eropa saja diladeni dalam perang salib,, tiongkok pasti seganlah.. Ceritanya tambah meragukan nih, fiksinya juga makin kental terasa..

  40. Kok halaman ini setelah sy pelajari memojokkan Islam yg di anggap ideologi baru menggantikan yg lama (Hindu)? Emang Hindu itu agama asli Nusantara? Bodoh kali kau… Hindu kan dr India? Jadi identitas asli manakah yg kau maksud?
    Ini situs arahnya menghasut, bukti di akhirul kalam adalah salam khas Hindu

  41. Sebuah tulisan yang (maunya) ilmiah, seharusnya mencantumkan sumber rujukan (references). Darimana cerita sejarah ini bersumber. Kalau yang ini kelihatan sekali subjektivitasnya, sama sekali tidak sumber rujukan.

  42. No Coment…yg lalu biarlah berlalu,hadapilah masa yg akan datang.Bisa kah kita membawa diri kita / Keluarga kita ke jalan yg Benar,Sadarlah kita hidup di Dunia ini hanya sementara yg abadi telah menanti di liang kubur sana..sampai datang nya Hari Peng Hakiman dari Sang Maha Kuasa….Wassalam…

  43. Sama kayak peristiwa di Papua, kepala sukunya dikasih cewek, lalu satu suku masuk muslim.

    Dari jaman muh jg sdh begitu, baca kisah Maria Alkipti. Cewek yg disodorkan spy masuk muslim.

    Munafik

  44. Tanggapan saya :
    1. Jika ini merupakan cerita sejarah yg benar…alangkah baiknya disertakan sumber2nya….apakah dari kitab2 jaman dulu, serat2 ataukah yg lainnya….tentunya bukan hanya dari satu kitab saja….

    2. Pada bagian terakhir disertakan kalimat ” …ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara”. memangnya ideologi yg sesuai ideologi apa….?
    ataukah merujuk ke salah satu agama….? apakah ada kriterianya…? ataukah ideologi animisme…? bukankah semua agama yg masuk ke wilayah Nusantara asalnya dari luar Nusantara…?

    3. Tapi ngomong2….terimakasih telah menulis ttg hal ini…walaupun masih perlu diuji kebenarannya oleh para ahli sejarah….

  45. Berbagai macam ragam cerita, salah satu catatan dalam versi lain : Adipati Terung (Hussen/Kusen) yg membunuh Sunan Ngudung (dalam perang), kemudian Adipati Terung dibunuh oleh Sunan Kudus (Jaffar Shodiq), dalam versi lain pula : Kertabumi (Raja Majapahit) dibawa ke Demak. Trowulan dipindahkan ke Kediri pasca Trowulan dikuasai Demak. Banyak hal yg bisa diperdebatkan.

  46. Saya masih blm paham.. Ada pertikaian antara kubu putih dengan kubu abangan. Saya cuma heran kenapa sunan kalijaga dari kubu abangan mau membuatkan mesjid dikubu putih. Padahal masing masing kubu mengatakan ajaran nya sesat dan mengklaim ajaran mereka yang benar. Bukannkah dengan membantu membuatkan mesjid dikubu lawan itu sama saja dengan mendukung sarana ajaran lawannya. Kenapa sunan kalijaga tidak membuat mesjid yang monumental untuk kubu atau diri nya sdri dan untuk pengikutnya. Mohon berikan alasannya.

  47. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu ingat akan sejarahbangsanya..bagi saudaraku semua bagi yang muslim maupun yang non muslim janganlah debat kusir yang gak ada pangkal ujungnya. sekarang marilah kita cari jalan kebenaran dunia akherat sesuai dengan keyakinan kita masing masing tanpa harus menjelekan yang lain insya Alloh NKRI akan Kuat Berdiri Sampai akhir zaman.

  48. ngaku2 nya doang majapahit penguasa nusantara, tapi secuil pun bukti dan fakta nya ga ada yg tertinggal di luar jawa.

    beda dengan belanda walau penjajah
    banyak peninggalan sejarah berupa bangunan dan budaya.

    ke anehan yg ke 2
    bahasa yg familiar di nusantara bahkan asean cuma bahasa melayu yang di kenal
    di luar sumtra banyak pulau2 lain yg mengaku orang melayu
    ga satu pun yg mengaku orang majapahit.
    dari segi bahasa justru bahasa melayu yang familiar di nusantara bukan bahasa jawa
    versi majapahit.
    jadi fakta sejarah sudah di belokan orang2 tertentu,
    hanya berdasar catatan angan2 kartagama.
    peta yang di buat mungkin itu peta perjalanan
    yang telah dia lakukan keliling nusantara atau entah apalah
    tapi bukti kekuasaan majapahit di nusantara, sepotong bukti pun tidak ada
    apa kah orang indonesia kekurangan ahli sejarah dan arkeologi,
    apa memang dana untuk menggali fakta sejarah yang autentik itu tidak ada
    sehingga mengaminkan kejanggalan sejarah yg nyata2 jomplang kelihatan di
    tataran budaya dan bahasa indonesia.
    apa memang ahli2 arkeologi indonesia pemalas, utk meneliti sejarah secara tuntas

  49. Ah Rusak..cerita macam apa ini ? ini mah bukan asli dari sejarah tapi curhat dari si pembaca sejarah trus di tulis ulang dengan bahasa sendiri, beda orang beda sudut pandang.

  50. Apa yang kita tanam itu yg akan kita tuai …. apa yg di kita lakukan dulu, sekarang akan kita nikmati hasilnya di hari esok … berfikirlah dengan jernih … kita lahir dari rahim seorang ibu apa bedanya … cuman kita selalu memaksakan kehendak kita serta keyakinan kita kepada orang lain .. dan menganggap kita yg terbaik …

  51. Harta, Tahta, WANITA
    esensinya bukan konflik islam vs hindu-buddha, tapi rapuhnya seorang laki-laki dihadapan wanita cantik. ironis ya, mirip kisah hancurnya kerajaan Troya….
    raja ketemu cwe cakep, trs perang, trs kerajaannya bubar. . . . ..

  52. Jangan mebdiskreditkan islam dalam hal ini kebenaran sesungguhnya juga tidak bisa dibuktikan karena sember2 sejarah tidak autentik hati2 bisa menimbulkan SARA

  53. sabda dari sabdo palon dan naya genggong sudah di rasakan pada saat ini.vidio di atas yg di unggah oleh mas eko budi koen merupakan video penggoyah umat Hindu seharusnya umat Islamlah yg masuk Hindu karena sudah jelas di jelaskan islam tidak mengenal renkarnasi atau avatar kenapa mesti tetap di yakini,perlu di ketahui kalki avatar akan turun pad saat bumi membutuhkannya dimana semua keyakinan dan kepercayaan rapuh maka kalki avatar akan menampakkan dirinya.

  54. Tulisan di atas jangan ditanggapi serius. Karena merupakan karya fiktif yang sekedar berbasis fragmen sejarah. Saya malah curiga, ini merupakan tulisan spekulatif yang bermaksud mengoyak-koyak persatuan dan kesatuan bangsa di bawah konsensus bangsa yang bernama Pancasila. Saya yakin, usaha provokasi ini tidak bakal mencapai hasil apa pun, kecuali justru semakin membuat kita lebih waspada.

  55. Yang menarik diakhir cerita ini penulis menulis..”Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara” berarti yg dianggap budaya asli bangsa Indonesia adalah Hindu dan Budha…ini benar2 sebuah pemahaman sejarah yg ( maaf) tolol bagi saya..karena anak SD pun tahu kalau budaya asli bangsa indonesia adalah animisme dinamisme. Hindu dan Budha adalah budaya India..dan ingat kita bangsa Indonesia totally berbeda ras dengan mereka..( indonesia masuk dalam ras mongoloid dan subras melayu mongoloid sedangkan india adalah terbagi dua ras, yaitu kaukasoid dan ada negroid, subrasnya Hindic). Jadi agama Hindu dan Budha pun merupakan idiologi import (bangsa lain)…pie toh…hahahahaaha

  56. bisa dipertanggung jawabkan keotentikannya?
    apa mungkin ini cuma sebuah fanfiction yang ingin mengusik kedamaian negeri?

  57. Coba seandainya tidak terjadi penghancuran keraton Majapahit yg begitu indah dan luasnya, mungkin jawa timur sudah kaya raya karena menjadi salah satu tempat wisata termegah di Asia..

  58. APAPUN ITU …SEJARAH ADALAH SEJARAH….KITA YANG HIDUP DIJAMAN SEKARANG..YANG TIDAK MENGALAMI SECARA LANGSUNG PERISTIWA DEMI PERISTIWA….ATAU ORANG YG HIDUP DIZAMAN ITUPUN BELUM TENTU TAU SEMUA HAL DETIL TENTANG SELUK BELUK ISTANA DAN POLITIK NEGARA YANG SEBENARNYA….SEBUAH PENULISAN TENTANG SEJARAH BIASANYA DIBUAT ATAU DITULIS ATAS KEPENTINGAN TERTENTU……KITA INI SEKARANG HIDUP DI JAMAN INI…..BAGAI SEBUAH SPION KENDARAAN..KITA TIDAK BOLEH MENENGOK KEBELAKANG TERUS MENERUS…..PANDANGAN BESAR DAN LUAS ADA DIDEPAN MATA KITA…..SESEKALI BOLEH MELIHAT KEBELAKANG UNTUK MENENTUKAN HALUAN KEDEPAN….ARAH KEDEPAN LEBIH PENTING…..MASA LALU ADALAH SEJARAH…MASA DEPAN ADALAH HARAPAN…..

  59. Cerita sejarah yang sangat detail dan akurat ! itulah warna kehidupan dalam masyarakat pada belahan dunia ini dengan membetuk wadah bersama baik secara sukarela maupun paksaan (perang) menjadi organisasi besar berbentuk kerajaan/negara. Namun seperti kata sabda Palon dan Naya Genggong itu adalah kehendak Jaman (sang waktu) yang mengatur semuanya itu. Manusia hanyalah dapat berusaha, akhirnya semuanya ditentukan Oleh Sang Waktu. Tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk Planet Dunia yg kita tempati sekarang ini, akhirnya nanti juga akan musnah (pralaya) pada saatnya nanti yaitu 2 milyard tahun yang akan datang ! (umur Bumi ini diciptakan untuk 4 milyard tahun. saat ini sedang dalam umur 2 milryad) itu kata sang waktu (Sang Pencipta /Sang Hyang brahma).

  60. Coba kalo Islam tidak pernah masuk Indonesia, pasti negara kita akan lebih maju dan makmur. Tidak seperti sekarang, budayanya condong ke onta arab.

  61. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ saya orang islam yg beriman
    Saat saya baca sejarah ini, saya cmn bisa menikmati….. Tp, saat saya baca kitab saya alquran, saya bisa memahami dan slalu ingin blajar serta mengamalkan. Biar smua org tau org masuk k keyakinan yg lain bukan karena paksaan bila benar” beriman, tp karena bisa membedakan mana yg terbaik di antara yg baik

  62. sejarah sulit sekali ditentukan kebenaran absolutnya…maka dari itu beda zaman akan beda cerita…akan menjadi sumber yang valid andai sejarah ditelaah dalam tulisan yang ilmiah dengan reviewer yang valid…sehingga cerita tersebut bermakna..selebihnya adalah pepesan kosong…tambahkanlah referensi lain yang valid….namun demikian cerita ini cukup memberikan wawasan yang menarik dan mungkin perlu divalidasi sebelum menelaahnya lebih lanjut….

  63. Tau apa kamu tentang sejarah,ini saja dapat copy paste.anda belum tau pemutar balikkan naskah-naskah kuno yg dilalkukan oleh kolonial.

  64. Sumber tulisan ini dari mana? Adakah prasasti atau sejenisnya yg bisa membuktikan cerita ini? Klo ga ada sumber yg valid tolong jgan di posting. Ini seolah2 cerita pengantar tidur.. thanx.

  65. Mas maaf.. sekedar koreksi.. sejauh ini, belum ada referensi relevan yang sy dapat bahwa Kerajaan Majapahit pernah menguasai dari pulau sumatra smpai sulawesi .. berdasarkan sejarah yang terjadi di kerajaan sulawesi, khususnya kerajaan sulawesi selatan (kerajaan gowa tallo, bone, mandar dan toraja).. sejauh ini tidak ada cerita atau sejarah yang menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan besar ini pernah takluk atau tunduk dalam kekuasaan majapahit.. hal ini dibuktikan dengan tiadanya candi2 yang terbangun di daerah sulawesi .. adapun pemukiman orang2 jawa di sulawesi, karena mereka mengungsi ke sana dan meminta perlindungan pada raja-raja di sulawesi khussnya kerajaan-kerajaan Mandar… Salam ..:)

  66. bukan agama yang harus di kambing hitamkan… mungkin bnyak yg harus belajar dari ki ageng pengging, syeh sitijenar,dan kubu (abangan)* yang tidak tercermin samasekali dalam jiwa si penulis. lalu… apa bedanya sang penulis yang menggiring opini publik secara halus dngn mngatas namakan sejarah sebagai pijakan (yg ntah itu benar atau tidak) shngga bisa menimbulkan konflik antar umat beragama yg sudah mulai bersatu, damai dan rukun dlm negri ini,… dengan “mereka” yang sudah memberontak, tdk tau trimakasih, beraliran sesat, licik dll (yg coba ingin di sampaikn & di salahkan penulis)…???? jadi… agama tidak ada urusannya dngan ini semua kawan… agama bisa bersanding bersama layaknya KI AGENG PENGGING & SYEH SITI DJENAR, bgitu juga yang di harap kan kubu ABANGAN…. tapi.. manusia licik macam “KAMU” lah yg harus di beri pelajaran agar lebih pintar dalam berkata” agar tidak lagi ada perceraian di negri ini… #bersatu kita teguh, bercerai kita rujuk… bukan begitusaudara…?? 🙂

  67. Yang menyebarkan agama hindu di bali adalah prabu siliwangi… Bukan prabu brawijaya…

    Dan kerajaan majapahit bukan di hancurkan oleh kesultanan demak… Akan tetapi di hancurkan oleh kerajaan mataram… Base agama kedua kerajaan itu adalah Hindu….

    Jangan menyebarkan sejarah yang tidak masuk akal…

  68. Hahaha… penuturan sejarah yg sangat subjektif dan tidak ilmiah.. alur ceritanya sangat kaku dan meragukan.
    Di Ujung timur, tengah dan Barat Indonesia justru Islamlah yang mengangkat harkat dan martabat kerajaannya, di Timur ada kegemilangan kesultanan Ternate yang jarang terekspos, padahal peradaban dan keluasan wilayahnya lebih riil daripada klaim majapahit atas nusantara, begitupun Kesultanan Gowa-Tallo (Makassar) yang menjelma menjadi sebuah imperium sejak islam mereka jadikan agama resmi kerajaan, wilayah mereka membentang luas dari filipina sampai Australiau utara, dari kalimantan sampai kepulauan aru Maluku dan claim ini didukung oleh bukti tertulis dan budaya yg ditinggalkan didaerah tersebut, tidak seperti majapahit yang hanya mengklaim tanpa bukti dan terkesan mirip dongeng.
    Penulis dongeng majapahit diatas hendak mengkambing hitamkan Islam sebagai biang kehancuran majapahit, padahal realitas Sejarah membuktikan bahwa Islamlah yang memajukan peradaban Nusantara dari zaman dulu hingga zaman kemerdekaan, bahkan kemerdekaan indonesia diperoleh dari jutaan nyawa syuhada ummat Islam yang dengan gagah berani melakukan perlawanan terhadap penjajah.. silahkan anda melihat pembukaan UUD 1945 bahwa oemerdekaan Indonesia ini diperoleh atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa.
    Islam adalah Anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada Rakyat Indonesia, oleh karena itu jangan pernah menyia-nyiakan karunia Tersebut.

  69. Koreksi lah diri sendiri jangan hanya memfitnah dan memutar balik kan fakta , islam membawa kedamaian bukan perselisihan . Bijak lah dalm mengambil hikmah di balik sejarah .Sejarah adalh cermin dimana kita bisa menapak masa kini .

  70. Hebat ceritanya, sampai ada dialog detailnya tokoh-tokohnya. Tapi referensi sejarahnya mana yah..? Kan karya intelektual harus punya referensi yg valid. Klo kaya gini jadi lebih mirip novel fiksi.. Di Asia pada abad XIII juga ada Kekhilafahan Abbasiyah kan yg jelas adalah negara super power, jadi bukan cuma kerajaan tiongkok dan majapahit. Tiongkok segan dengan majapahit..? Masa iya tiongkok tidak segan dengan Khilafah Abbasiyah, wong seluruh eropa saja diladeni dalam perang salib,, tiongkok pasti seganlah.. Ceritanya tambah meragukan nih, fiksinya juga kental terasa..

  71. Top.. ada banyak orang yg tidak beragama lebih dermawan sifatnya dari yg beragama.. peduli sesama.. intinya keyakinan masing2.. terserah orang bilang apa.. MERDEKA!!!

  72. Menurut saya, kisah ini bukan menceritakan perang antar agama akan tetapi perang memperebutkan kekuasaan yang sudah sering dilakukan oleh pangeran2 di jaman kerajaan. Hal ini merupakan konsekwensi akibat seorang raja banyak mempunyai istri/selir dan kebanyakan dr istri2 raja tersebut pasti menginginkan anaknya sebagai pewaris tahta. Dan yang dapat diambil hikmahnya adalah ego seorang pemimpin atau tokoh untuk mendapatkan kekuasaannya akan selalu mengorbankan rakyat kecil yang tidak berdosa.

  73. Cerita karangan guthak gathik gathok, yang mendiskreditkan Islam, dan tokoh tokoh wali songo……, nggak percaya ……,

  74. hmmmmmmmm….ada perubahan cerita neeh, tp biarlah untuk apa diributkan…..yg penting kita bisa ambil hikmah dari cerita sejarah ini untuk ke masa depan yang lebih baik….agar kita lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi semua permasalahan….. dunia oh dunia tak pernah berubah…. memang kodratmu demikian adanya ….sepanjang waktu perjalanan begitu adanya ….. semoga berjalan sesuai apa yang direncanakan

  75. menurut history diatas kelakuan Raden Patah seperti “kere munggah bale” karena sudah lulus program study “cuci otak” by Sunan Giri…padahal lho diceritakan diatas Empire of Majapahit tidak pernah menyatakan memerangi keberadaan kaum muslim (khilafah Nubuwwah tdk akan berperang dgn Pemimpin yg tdk memerangi keberadaan Islam, ditambah lagi Mufti saat itu Sunan Ampel mengharamkan hal itu) ,malah dengan toleransi majapahit yg amat tinggi diberi daerah di sekitar gresik n glagahwangi…!! imajinasi saya:
    1.keadaan huru-hara/tragedi bunuh2an saat itu mirip perang di suriah hari ini…saling
    penggal!!
    2.Majapahit is a State “sebuah negara yg tidak berdasarkan agama islam,Hindu,Budha but
    Sebuah Emporium yg menjamin hak2 tiap pemeluk2 agama hidup Rukun,tata,titi.tentrem
    untuk semua penduduk negrinya”.
    3.Sebagai generasi yg hidup di jaman sekarang…wasting time kayanya kalo meributkan
    masa lalu….lakum dinukum waliyaddin…Waallahualam..

  76. Islam, kristen, Hindu, Budha, dll adl sarana/ kendaraan, tujuan y sama yaitu Tuhan. Silakan Anda memilih sesuai dgn keyakinan masing”, kendaraan mana yg bs membawa kita menuju-NYA. Siapa yg bs mencapai tujuan & memilih sarana yg benar silakan dibuktikan nanti selepas kehidupan dunia ini. Jgn saling menyalahkan, amalkan saja tuntunan agamamu. Bagi kami agamaku dan bagimu agamamu, kami akan tetap hargai agamamu meski kami punya keyakinan bahwa agama yg diridhoi-NYA adl Islam.

  77. Sempit sempit ….. semuanya bukan Berawal dari Majapahit dan tidak berakhir di Majapahit …. kami adalah “Pengawal Raja” yg terus mengawal hingga wafat dan tidak melarikan diri …..

  78. Dasar penulisan sejarah runtuhnya Majapahit dalam artikel ini apa …. ? Sepertinya hanya semacam dongeng belaka tanpa disertai fakta-fakta yang jelas semacam prasasti-prasasti …..

  79. Sejarah senantiasa menyediakan pelajaran yg maha luas dan senantiasa dapat dikaji dengan berbagai perspektif.

    Pembelajaran utama dari kisah ini adalah betapa, Agama dan politik itu merupakan senyawa dahsyay menghancurkan sebuah peradaban. Bukankah sudah saatnya kita tidak mensenyawakan keduanya?

    Pancasila dengan Ketuhanan yg maha esa adalah sebuah jawaban yang (masih) terbaik sejak 1945. Akankah kita gantikan lagi?
    TIDAK…. semoga tidak.

  80. banyak sekali keganjilan cerita di atas, lha wong pengarang nya aja org hin*u….
    itulah bukti bahwa orang Islam sangat kuat bila bersatu maka dari itu orang kafir berusaha memecah belah orang Islam.. lha kalo gini yang picik siapa?….

  81. semua orang bisa berkata apapun, punya kebenaran masing2,yang penting carilah hidupmu sendiri sudah bahagiakah anda?hidupmu untuk apa dan untuk siapa….

  82. saya mualaf, ga menangis tuh bacanya, apa yg terjadi atas izinNYA, daun jatuh, ikan berenang atas izinNYA, kalo Sabda palon dan Nayo genggong yg terhormat itu titisan Tuhan kenapa tidak turun tangan, coba ikuti film Mahabharata yg melegenda itu di tv, yg arjunanya si saher sheikh, sang Kresna bilang di mana ada kesewenang2an Aku pasti ada disitu, kenapa harus nunggu, 400 tahun, mending kita kerjasama apapun agama kita saling bahu membahu membangun negara tercinta ini, jangan cari pembnaran aplg kambing hitam, kalo turunan tokoh animisme bikin buku pasti agama buda siva yg disalahkan telah menjajah nusantara ini bro, ok, salam damai, peace…

  83. 500an tahun kemudian lahirlah sosok Prabu Brawijaya yg mampu membawa pergerakan & perubahan besar bagi nusantara. Beliau pun mencetuskan agama budhi berdasarkan 5 darma: Pancasila 😛

  84. Sejarah tetaplah sebuah sejarah, jangan sampai sejarah menghancurkan kita dan kita mengambil hikmahnya dari sejarah. Sejarah bukan untuk membuktikan kita yang paling benar, tapi sejarah akan membuat kita melakukan hal yang benar tanpa memandang agama, suku, ras atau apapun namanya. Saya bangga atas keyakinan/agama yang saya anut, demikian juga harapan saya kepada anda, tapi bukan berarti saya harus memaksakan keyakinan/agama kepada demikian juga sebaliknya. Karena menurut saya agama bukan untuk di paksakan tetapi untuk di Jalankan…

  85. Jangan salah kan sejarah,,tapi salahkan lah sang kala waktu. Namun bagaimana kau dapat menyalahkan sang kala waktu padahal kau hidup dalam kala dan waktu itu sendiri? Kala dan waktu telah membatasi dirimu, kapan kau kaya, kapan kau bangkrut dan kapan kau mati..mereka adalah penguasa jaman.!

  86. ulasan yang direkonstruksi,,sesuai visi misi dan kepentingan penulis diduga kuat,,,dilatarbelakangi kebencian simpatisan dan antek2 biksu myanmar radikal pembantai etnis rohingnya,,

  87. Saya sebagai orang Islam mengucapkan beribu2 trima kasih atas uraian ini.
    Sangat jelas, dan tidak ada unsur memojokkan yg lain. Kalaupun ada, itu adalah sangat² wajar, dan tidak perlu dipermasalahkan.
    Paling tidak, saya jadi tahu kenapa begitu kacaunya Demak ( yg menurut sejarah ) didirikan oleh para wali.
    Meskipun tidak secara langsung mengetahui, saya percaya cerita ini . Karna ada ketersambungan dg kejadian² sesudahnya.
    Sebagai umat Islam, saya mohon maaf yg sebesar²nya pada ummat Hindu -Budha, khususnya yg tinggal di pulau Bali.
    Sekali lagi terima kasih dan izin share

    • Ga perlu minta maaf om, harus nya kita sebagai putra bangsa bisa mengambil pelajaran yg sangat berharga dari sejarah. Tulisan ini menurut saya tidak memojokan Islam, tapi mengungkap kebenaran sejarah bangsa ini, tidak ada yg salah dengan Islam yang masuk ke Nusantara, demikian juga dengan agama2 lain setelahnya.
      Menurt saya, penulis disini ingin menyadarkan para generasi penerus Nusantara ini agar bisa berfikir jernih bahwa kita ini adalah bangsa yg besar dan mempunyai adat istiadat khas sendiri, yg mana kita harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan kita dengan menjunjung tinggi adat istiadat Nusantara, dan tidak menjunjung tinggi adat istiadat asing yg bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa / Nusantara, marilah kita belajar dan mencontoh apa yg telah dilakukan oleh golongan “Islam Abangan”, agar kejayan Bumi Pertiwi ini bisa bangkit kembali. Amin!

  88. Mas, maq0m syech ibrahim as samarqand alias asm0rok0ndi itu sejak kapan pindah ke gresik? Dari dulu juga maqom nya diTUBAN. . . tp trimakasih sejarah anda sangat menarik. . .

  89. majapahit sebesar itu bisa ditaklukkan oleh kecerdikan umat islam, berarti menandakan umat islam hebat. dan paling layak menjadi pemimpin,andaikan masih dipimpin oleh kerajaan dulu, mungkin belanda belum terusir. belanda diusir saat indonesia dipimpin umat islam. dalam kisah itu terjadi banyak kejanggalan!… dalam ajaran islam tidak mungkin seorang ulama’ menyerahkan putrinya kepada orang non muslim hanya karena kekuasaan. karena dasar politik tetap pada ajaran islam.

    • Omong lu doang besar sok tau sejarah,bangsa penjajah datang setelah majapahit hacur kerajaan dinusantara banyak dipimpin oleh kerajaan islam.bandingkan berapa tahun bangsa penjajah ada dinusantara dibandingkan kemerdekaan indonesia,goblok amat.dan sekarang indonesia masih dipimpin sama orang islam,tapi masih dijajah sama dolar.

    • Setelah islam masuklah kemudian belanda dtg menjajah indonesia selama 350th, sebelumnya kerajaan mongol pun ngga brani.

  90. Sejarah yg di ceritakan terkesan memojokan Islam, terlalu tendensius, Saya sudah baca buku-bukunya Damar Shashangka’ ko’ beda ya dengan yg ditulis di blog ini
    Padahal si penulis blog ini sering mencatut nama Damar Shashangka…

  91. Halo writer, bolehkah saya tau darimana sumber artikel ini?
    Saya tertarik mengetahui lebih jauh mengenai sejarah negara kita.

  92. Tak perlu menyalahkan Majapahit atau Demak
    Mereka semua satu keluarga yang terpenting mampukah kita menjaga melesatrikan kesejahteraan bangsa Indonesia seperti halnya Majapahit..
    Mampukah kita menyusun strategi mengokohkan iman seperti halnya Demak
    Bukan masalah golongan putihan dan kejawen yang bertikai..
    Karena prinsip setiap orang berbeda tapi 1 tujuan yaitu mentaati perintah Allah dan mrnjauhi larangannya juga menjalankan sunnah Rasulullah Nabi Muhammad SAW

  93. terlepas benar ataupun salah tulisan diatas… ambil positifnya saja…
    kita diberi otak untuk berfikir, tentunya tau mana yg baik dan yg buruk sifat yg harus kita miliki…
    (manusia memang tak ada yg sempurna)

  94. Dapat fakta darimana, literatur dari siapa saja,,,
    BERITA SEJARAH YG MENGADA ADA.
    ITU SEJARAH VERSI EMBAH YG NGARANG MUNGKIN
    Hancurnya majapahit karna perang saudara , berdirinya kerajaan demak. Politik.
    Sabdo palon noyogenggong itu nama satu orang

  95. Dapat fakta darimana, literatur dari siapa saja,,,
    BERITA SEJARAH YG MENGADA ADA.
    ITU SEJARAH VERSI EMBAH YG NGARANG MUNGKIN
    Hancurnya majapahit karna perang saudara , berdirinya kerajaan demak. Politik.
    Sabdo palon noyogenggong itu nama satu orang

    Prabu brAwijayA muksa di candi cetho

  96. Banyak hal baru dan menarik yang saya dapat dari cerita sejarah di atas. Hal itu bisa menambah wawasan saya, namun..maaf, tidak semua cerita saya telan mentah2. Saya butuh me-recheck atau mengkonfirmasinya.

  97. kalian semua yg memperslahkan agama adalah orang” bodoh.
    mahluk yang tak beragama pun bisa lebih baik dari pada kalian!!!

  98. Belajar dari raja ini…tidak akan mau paid bangkung….dan musnahkan duri saat msih kecil…tdk mau beralih agama..dasar raja lemah

  99. Sejarah memang sering ditulis dng kecenderungan subyektif dan atau tendensius. Tapi sy akui bhw sy tertarik dng tulisan ini, dan seolah-olah membangkitkan kembali naluri sy akan “haus sejarah” yg telah lama terabaikan. Dan sejujurnya, menurut naluri sejarah sy, tulisan ini dpt dipakai utk referensi bagi kita akan kebutuhan sejarah. Khususnya diseputar cerita sejarah tentang “Runtuhnya Kerajaan Majapahit”. Terima kasih, dan Merdeka !!

    • ya saya bs d bilang penggemar sejarah.. ingin rasanya mengetahui asal usul negri ini… zamam raja2 begitu takjub rasanya untuk saya dengar ceritanya…
      Kalau ada yg bilang belanda d usir krn kekuatan 2 agama… salah… demak hancur tak lama setelah majapahit hancur.. krn perang saudara…
      Soekarno mampu menyatuksn seluruh kekuatan raja2 di nusantara… lalu mundurlah belanda…

      Ingin rasanya berjumpa dengan ahli2 sejarah nusantara ini… mendengar ceritanya.. seakan2 ikut terbawa ke masa lalu.. masa yg sangat ingin saya saksikan sendiri jatuh bangun nya…

  100. Waktu, masa jaman, era.. Sama seperti mahabrata.. Biarlah berlalu, bila manusia tidak bisa mengendalikan nafsu (serakah, irihati, mabuk) akan diganti dengan era yg baru. Yg penting tujuan diciptakan tuhan itu apa.. Knapa kita ada di bumi.. Knapa manusia itu lahir.. Saya aja pussiiing

  101. Di asia dan eropa juga ada ottoman turki kalau cina waktu itu jaman nya mongol wilayah nya luas di eurasia.subyektif itu jadi majapahit runtuh gara2 muslim dan orang cina ada2 aja.jangan lupa ada kerajaan lain di asia yang besar di india,siam,dll.dan majapahit bukan superpower seperti amerika sekarang masih jauh dari level itu tapi kalau kerajaan terbesar di nusantara itu fakta.dan fakta nya tidak ada agama asli indonesia semua agama yang ada di indonesia asalnya dari luar semua.

    • Benar semua agama di Indonesia berasal dr luar tapi yg mampu memberikan kebanggaan sejarah baik peninggalan budaya dan sosial hanyalah pada masa kerajaan Hindu dan Buddha, tidak pada masa kerajaan Islam.
      Sampai hari ini pun masih dpt kita lihat warisan agung budaya jaman kerajaan Hindu dan Buddha.
      Sedangkan peninggalan masa kerajaan Islam……?. Yg tidak buta nurani yg mampu meniawabnya.

  102. tidak ada yang salah dalam sejarah baik dan buruk itu sudah menjadi KehendakNya.
    Sekarang bagaimana kita menyikapi sejarah itu entah dengan dendam atau memperbaikinya.disinilah kita bisa berbuat adil tidak memihak ke yang salah juga tidak menyannjung yang dianggap benar,siapa tahu yang salah nantinya benar dan yang benar karena merasa paling benar menjadi salah.
    Alam akan menyeleksii

  103. Tulisan yg aneh ,, seakan Sunan Giri memiliki ideologi seperti ISIS skr ,, beda hrs lenyap ,, kraton majapahit dimusnahkan krn beda keyakinan ,, sbg Mufti wali songo yg radikal waktu itu kenapa sampe sekarang masih ada wayang kulit , orang kudus berkorban kebau ,, bangunan bercorak buda di masjid kudus , kenduri ,, sebenarnya KEMANA ARAH TULISAN INI

  104. Dalam catatan china,majapahit tidak sehebat cerita ini.Didiskripsikan dalam catatan pedagang2 china ada sebuah kerajaan yg cukup makmur di tanah jawa.Namun hanya punya pasukan tidak lebih dari 3000.Dengan pasukan segitu lumayan untuk menaklukkan kawasan2 nusantara yg cuma perkampungan nelayan dan petani.Untuk menaklukkan pajajaran yg hanya kerajaan kecil tidak pernah mampu.Bahkan kalau mau waktu itu pasukan laksamana cheng ho bisa menghancurkan dg meriam2 dari kapalnya (majapahit tidak punya meriam) tapi itu tidak dilakukan pasukan muslim karena misi muslim hanya berdagang dan menyebarkan kebenaran.Diceritakan pula istana majapahit yg cukup bagus terbuat dari kayu yg indah,bukan istana seperti kekaisaran china,sehingga dg mudah hancur tak berbekas dimakan usia.

    • Meriam majapahit namanya cetbang,
      Link :
      indosains.net/article/meriam-cetbang-penguasa-nusantara-di-masa-majapahit

    • Betul sekali bro…penulis membuat intrik sejarah dg menyalahkan islam. Mereka ingin bangkit sepertinya. Ga masalah, hidup ini kan berkompetisi untuk survive. Majapahit justru harusnya bersyukur, para penyebar islam mau dakwah dg cara damai dan membaur dg masyarakat. Padahal jika mau, para dai bisa menganeksasi majapahit dan kerajaan lain di indonesia dg mudah karena islam di Arab, india dan china sdg berkuasa. Jika dakwah mereka seperti missionaris kristen, bisa di pastikan, tidak mungkin satupun candi yg masih di sisakan kecuali rata dg tanah dan majapahit bukan di majukan tetapi justru di keruk hartanya dan tetap di biarkan telanjang di hutan sebagaimana pola mereka diberbagai daerah indonesia. Damar berhak menulis sejarah, tp sejarah itu sama sekali tdk berguna bagi bagi kami. Mari kita berkompetisi

    • bang itu candi kira kira dibangun pakai apa ya
      coba baca baca buku sejarah deh sebanyak banyaknya tentang peninggalan sejarah apa saja
      sebanyak banyaknya biar wawasan lebih terbuka
      bagaimana kesaktian orang-orang jaman dulu

  105. Majapahit pernah berkuasa dan menjadi negara setingkat dg adidaya….! Tapi pertanyaan saya…. ilmu pengetahuan apa yg ditinggalkan oleh majapahit jikalau memang benar pernah menjadi negara adidaya….,? Karena kebesaran suatu imperium haruslah ada yg ditinggalkan berupa ilmu pengetahuan sebagai simbol dari swbuahimperium yg pernah berkuasa…..? Atau jangan2 itu hanya menjadi obsesi atas lahirnya suatu kebudayaan baru yg tak mungkin lahir dimasa kini

  106. Cerita yg menarik (walaupun diwarnai dgn opini kepercayaan pribadi penulis).
    Satu hal yg terngiang diingatan saya selama membaca cerita ini adalah ayat Al Qur’an, dimana Allah S.W.T menyatakan akan menggantikan suatu kaum dengan kaum lainnya apabila kaum tadi tidak mau menerima pesan2 kebenaran dari Nya.
    Dan hadist nabi Muhammad S.A.W yg mengatakan, Islam muncul sebagai sesuatu yang asing, kemudian diterima dan pada akhir jaman akan menjadi asing kembali.
    Allahuakbar, Laailahailallah wa muhammadarrasulullah.

    • Saya tertarik dgn pernyataan ini. Bisakah saya dapatkan dibagian mana ayat ini di tuliskan?. Saya mau cross chek dengan ayat lain yang menyatakan..ajaran(agama ini)telah sering di tinggalkan penganutnya, tapi mereka akan sadar oleh waktu…dan menemukan kebenaran sejati.

      • sisanya tinggal menunggu di panggil sang pencipta
        mau nyembah apa pun semua pada akhir akan dipanggil sang pencipta
        sang pencipta tidak peduli apa pun agama mu siapa pun kamu bagaimanapun sakti mu kalau udah dipanggil monggo menghadap kembali kepada sang pencipta

  107. Astungkara,… Hindu bangkit lagi seperti jaman Gajamada. Seperti pepatah mengatakan “Kejujuran yang akan menang, bukan kebohongan..

    • Betul kejujuran yg akan memang. Nah tulisan banyak cerita bohong ya. Dengan didiskreditkan spt ini dan kebohongan tulisan diatas, Islam akan makin Jaya di Nusantara bahkan dunia. Dunia akan dipimpin Islam dan pusat pergerakan bisa jadi dari Bumi Nusantara. Kereen. AllahuAkbar.

  108. SEJARAH itu diungkap,dipelajari serta dikritisi BUKAN utk mengingat hal2 yang INGIN kita ingat & sebaliknya menghilangkan/melupakan hal2 yang INGIN kita lupakan..

    Jika apa yang diungkap Dhamar Sasangka ini mendekati fakta ya terima saja catatan hitam-putih & terang-redup nya perjalanan sejarah bangsa INDONESIA tanpa harus menjadi berjiwa kerdil & pengecut yang sibuk mencari pembenaran karena takut merima kenyataan…

  109. yg comment di atas masih aja pada protes, di asia tengara negara besar yg mandeg itu dimana ??, yg jadi babu2 luar negeri itu negara mana ?? yg hasil alam nya di sedot abis2an sama negara asing tanpa peduli sama masyarakat nya itu negara mana ??
    sudah2 lah akuin saja budaya import timur tengah itu sudah gagal

  110. Ketika membaca artikel ini saya berharap menemukan daftar pustaka di akhir artikel, tanpa adanya daftar pustaka dan riset khusus maka artikel ini kebenarannya tidak bisa diukur & diuji, hanya sebatas asumsi.

  111. WoW..wow…….mncobmnghubung2kan hal2 yg tak terhubungng jelas.menghilangkan faktor2 yg jelas tapi tak masuk dlm sudut pandang sang npengarang,,sip.hebat
    Menjelaskan terlalu detail sejarah bukti kehebatan imajinasi s@ng pengarang.
    Iki novel yoh hehen.nn..

  112. Nice try….

    Menulis sejarah dgn bumbu micin disana sini dgn tujuan utk mendeskreditkan umat Islam…

    Gw baca nya kyk nonton sinetron…eniwei nice try hehehe….

    • bagi kami ummat Islam telah terbebas dari kejahilan ritual dan penyesatan dr sang Tunggal adalah kebahagiaan dan kebebasan sejati….Tuhan km maha kuasa dan gagah perkasa….meminta langsung hanya kepadanya adalah patut disebarkan dan diperjuangkan…hanya Islam Sunni yg otentik bertauhid dan murni dalil keagamaannya saat ini…terimakasih km kepada pejuang tauhid nusantara

  113. err.. bukanya Hindu dan Buddha juga dari luar Nusantara? tidak ada bedanya dengan Islam. keruntuhan Majapahit lebih ke karena hilangnya kesatuan visi di dalam komponen2 pemerintahan. sederhananya ya begutu saja.

  114. Sah2 saja bagi siapapun yg ingin berpendapat dalam menguak sejarah.yg perlu diperhatikan darimana sumber sejarah yg dijadikan pijakan?
    Sudah mashur bahwa sejarah jawa minim sumber primer.yg byk dan bersliweran dimasyarakat adalah sumber sekunder(getok tular/mulut ke mulut).
    Di satu sisi sejarah yg diatas sudah terlihat tertulis dari persepsi agama yg terdzolimi(siwa boja)
    Sdangkan di sisi lain tertulis sejarah dari pemenang perang(islam).
    Apapun isinya,sejarah tak akan bs akurat dari tendensi mana yg benar dan mana yg salah.dogma dan doktrin penulisnya tak akan lepas dari kesubyektifan karyanya,penggiringan opini,dst.
    dan itu sudah lazim.

  115. Gajah Mada adalah keturunan MONGOL, sisa Laskar Kublai Khan yg gagal berdiplomasi terhadap Raja Kediri…
    Itulah yg menjelaskan Gajah Mada berkelakuan Imperium dan suka menjajah…
    Juga mengadu domba antara Pajajaran dg Majapahit…
    Di NUSANTARA sejak dulu menganut Federasi, bukan IMPERIUM-Kerajaan…

  116. Ini bkan mencari kmbing hitam tapi hanya membenarkan sejarah yang selama ini kita tau telah di pudarkan

    Netral

  117. Saya tidak terpengaruh sama kesimpulannya, yang menyatakan jangan biarkan pengaruh asing di Nusantara, saya lebih mengagumi cara Raden Fatah dalam menyebar agama Islam di Nusantara

  118. inisih bukan sejarah, tapi lebih pada cerita untuk kepentingan penulis atau pihak-pihak tertentu.Yang jelas Ideologi yang membawa pada kehancuran umat manusia adalah dimana Ideologi tadi lahir dari Akal manusia.

  119. Kapan Majapahit bangkit lagi?……itu pertanyaan yang tidak menarik..Majapahit sudah terkubur dalam sejarah…..saat ini NKRI yang harus dapat diwujudkan menjadi mercusuar dunia..

  120. Ngawur cerita loe…asal jeplak tuh tulisan.. Jangan bikin sejarah bangsa jadi kacau..jangan buat yang awam jadi bingung..

  121. silahkan punya pendapat dan pandangan ini itu..tapi Islam disebarkan atas dasar Rahmatan lil ‘alamin (memberikan rasa aman, damai dan berkehidupan yang adil) terlepas dari berbagai politik dan kepentingan yang menunggangi..Islam adalah agama yang mengenalkan kita pada Sang Pencipta sejati…bukan hayalan atau mitos belaka..

  122. klo yg namanya perebutan kekuasaan itu lumrah terjadi disetiap bangsa dimanapun, jd tdk ada hubungannya dengan agama. klo dari cerita diatas jelas sekali kelemahan shivabudha dan bhudis, dan jelas sekali kekuatan islam. tp penulis memutarbalikan seolah islam datang membawa kehancuran, dengan mendiskreditkan para walisongo seolah mereka haus kekuasaan dan anbisius. dan keinginan penulis tdk akan kesampaian, krn dlm islam tdk ada yg namanya reinkarnasi. jd selamat bermimpi bwt sang penulis…!!!

  123. Setahu saya islam di jawa disebarkan oleh wali songo bukan dengan kekerasan, dan hancurnya majapahit memang karena negara sudah lemah.

  124. Penulisan Sejarah yang didalamnya ada kepentingan utama kebencian dan kepicikan…
    Sejarah hanya bumbu.. maksud utama adalah penistaan dan pencemaran agama Islam…
    Peneliti sejarah tak pernah berpihak seperti penulisan gaya bodoh ini.
    Moga penulis diberikan Hidayah oleh Allah… InsyaAllah.. Amin

  125. agama dan kekuasaan selalu berselingkuh untuk melanggengkan kepentingan…dan itu silih berganti..sepanjang angin zaman berhembus…..dan dipandang sebagai kewajaran takdir …..serta menjadikan darah dan air mata sbg selimut kebutuhan pengorbanan.

  126. Hmm, cerita epic fantasy, bukan sejarah asli..mirip sejarah dagelan??..ini hanya semata-mata imajinasi pengarang, dasar fakta yg ada dicampur aduk dgn fantasy dan asumsi belaka,..bukti dan sumber-sumber data historis tdk ada dilampirkan, baik naskah kuno, testamen, ataupun prasasti, apa namanya?, dimana ditemukan? ataupun disimpan dimana saat ini, bahkan, nara sumber yg terpercaya juga tdk ada dilampirkan,..dan ada beberapa fakta terkesan disembunyikan atau di putarbalikkan, hahahaha..tapi lumayanlah buat hiburan,..siapa tau bs jadi cerita sinetron silat.

  127. Ahli sejarah siapa yg sepakat dengan cerita di atas, dalam Islam ada namanya sanad (periwayat) adakah sanadnya? Isinya tidak berimbang tp gpp wajar karena sulit berbuat adil. Saya muslim setuju dgn cerita di atas tidak meyakini wali sangha sakti itu hanya bualan muslim yg akidahnya menyimpang mereka manusia biasa yg tidak sakti. Adapun tentang syeh siti jelas itu benar, akidahnya rusak sudah tidak sesuai dgn agama islam alias sesat dan sampai sekarang pengikut keyakinannya masih ada dan islam berlepas diri dr mereka. Saya tunggu kisah selanjutnya. Yrims

  128. Siapa aja bisa menulis dengan jurus gathuk kepethuk.. tapi fakta peninggalan sejarah berkata sangat berbeda…jaman sekarang memang banyak hoak bertebaran, jadi kita harus jadi orang pandai untuk memilih yang benar..yang goblok ya ikut aja, ga ada yang nglarang kok he he he he

  129. cuma orang goblok dan orang sinting yang ngurusin agama orang lain ! mending urus diri elo sendiri drpd ngoceh gak jelas..agama itu semuanya mengajarkan yg baik dan itu bersifat keyakinan individual jangan dipaksakan ! apa kalian semua udah pernah liat tuhan ?? kalo mau lihat ,,mati dulu sana !

    • Setuju broo….
      klo mau sholat silakan sholat.. Mau k gereja silakn ke gereja.. Mau ke kuil silakan.. Ke pura silkan ke pura..
      Urus aja hubngan klian ma Tuhan.. Ga usah sibuk ngurusin iman org lain.
      Perilaku lo aja blum tentu bener…

  130. nulisnya dibuat dramatis.
    ada yang aneh disebutkan diatas yang membawa islam orang orang china. aneh sekali. data anda dari mana? kalo ada buku/ babad jawa perlihatkan.
    sangkalan saya
    1. maulana malik ibrahim (sunan gresik) berasal dari persia (bukan champa/tiongkok/china). baca sejarah sunan gresik. tanya ahli warisnya.
    2. cerita ini dibuat buat seperti sinetron/drama. apakah anda ada disana saat prabu brawijaya mengulur ulur waktu? ketahuilah Majapahit runtuh karena perebutan kekuasaan dari keturunan raja rajanya. banyaknya pemberontakan karena prabu brawijaya tidak memperhatikan kerajaan bawahan. bukan mengkambinghitamkan islam.
    3. agama hindu bukan asli bidaya Indonesia. Hindu berasal dari India paham dari bangsa arya setelah menaklukan dravida. silahkan pelajari hindu langsung dari india. di Indonesia saat itu hanya mengenal animisme dan dinamisme. beruntung Indonesia mengenal hindu karena bisa lepas dari jaman prasejarah. sekali lagi bikin cerita sertakan sumbernya dari mana. jangan hanya dari sepihak aja. apalagi anda tidak ada pada jaman itu? ataukah anda reinkarnasi dari brawijaya?

    • critanya asyik tp agk aneh ujung2nya,…..koq agama yg diperdebatkan: klo km ingin kenal sama pencipta km,,km hrs bisa mngenal diri km sndiri…,,,,,islam yng sesungguhnya dimana sih,…(yg posting crita/sejarah ini kreatif,luar biasa,commennya byaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk)

  131. Sudah susah sekarang mengetahui kebenaran sejarah yang asli..

    Karena sudah bnyak yg diputar balikkan sehingga segelintir orang yang BENAR BENAR mengetahui sjarah itu akan disebut PENDUSTA..

    Dan orang banyak yg TIDAK BEGITU TAHU tentang sejarah tersebut akan disebut KEBENARAN..

    Kebohongan yang diceritakan terus menerus dan turun temurun akan menjadi sebuah kebenaran mutlak.. padahal semu

  132. cerita ini sangat menyentuh, penulis melakukan pembenaran akan keyakinan tertentu dan mendifinisikan bahwa agama islamlah yang menyebabkan kehancuran majapahit. yang benar dalam cerita ini hanya silsilah keturunan dan kesimpulan dari sang penulis hanyalah adanya khayalan dan kebencian terhadap budaya dan agama tertentu yang sdh masuk ke nusantara sejak dahulu, terma kasih

  133. 1 permintaan

    Kalau sejarah ini benar “seperti yang tertulis” boleh minta refrensinya

    Kalau penulis tidak bisa bisa menunjukannya berarti ini adalah dibenarkan bahwa penulis pewaris penjajah belanda tukang adu domba,atau punya kepentingan tersendiri

    Saya tidak akan menangis Nusantara digenggam erat oleh suku2 yang berbeda dan berbagai keragaman agama yang berbeda dengan penuh kerukunan

    Justru saya akan menangis kalau genari bangsa masih banyak pola fikirnya seperti penilis

  134. Terima kasih atas informasinya. Bagus juga sudut pandangnya. Semoga niatnya adalah untuk memperbanyak sudut pandang terhadap satu sejarah. Sehingga kita lebih arif dan bijak dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama. Banyak kisah dan sejarah sudah mencatatkan pentingnya kesejahteraan bersama. Di agama manapun, di negara manapun, di dalam kisah apapun, akan dijumpai kisah memperjuangkan kesejahteraan bersama. Mari kita belajar dari masa lalu dan sejarah untuk mempererat memperjuangkan kesejahteraan bersama. Sekali lagi kesejahteraan bersama. Mari kita belajar dari alam semesta, mari kita jaga kelestarian alam, mari kita menjadi manusia yang ber-budhi luhur sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Saling menghormati dan menghargai. Terima kasih.

  135. coba kupas tanpa bawa nama agama… kayaknya lebih asik nih. hawa nafsu musuh semua agama dan itu sifat dasar…

  136. wowwww. . ! ini sejarah apa novel y?kok sy meragukan kbenaran dr novel diatas..merasa aneh stlah membcanya, seperti dibuat2. .penulis kok bs smpe tau emosi2 setiap tokoh, pdhl disebutkan dlam novel itu kalau tidak ada sisa peninggalanya karena dihancurkan dan dirusak dan dibakar..tp kok bs tau perasaan2 tokoh2nya…sy mencium bau provokasi jg. .sepertinya tjuan dr novel ini jelas…hedeh. .mungkin saya lapar..

  137. Adakah sejarawan yang mampu menulis sejarah dengan objektif dan tanpa kepentingan, karena latar belakang penulis akan membawakan tulisan ke jalan yang benar dan sesuai keaslianya atau dibawa ke jalan yang penuh kepentingan.
    Dan ahirnya kami selaku pembaca hanya bisa mengikuti alur yang dibawakan penulis sembari menilai baik buruk suatu tulisan dan menilai objektif ataukah tulisan yang kami baca hanya syarat dengan kepentingan.

  138. Sejarah memang harus digali, untuk mengungkap kebenaran dan menumbuhkan rasa solidaritas kita di nusantara….

    • Setuju…. 🙂
      Sejarah memang harus di gali, di pelajari karena sejarah adalah bagian yang takkan pernah terpisahkan dari sebuah peradaban di seluruh dunia ini. Tujuannya, sebagai pengetahuan juga peninggalan bagi generasi penerus serta kepentingan bangsa dan negara tetapi bukan untuk memecah belah, memicu kebencian dan permusuhan.
      Mari kita semua belajar untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang sesama manusia dan khususnya sebangsa dan senegara.
      Mari kita mulai dari diri sendiri terutama orang terdekat kita, saya percaya DAMAI itu lebih INDAH,
      Salam damai untuk kita semua 🙂

  139. syaih siti jenar dihukum karena paham widatul wujud

    kaum putihan itu sebutan untuk kubu walisongo yang keturunan Arab, mereka kaum konservatif yang sekarang dijuluki Salafiiyah,,smntara dalam paham Salafiyyah haram untuk memberontak dalam proses dakwah,,kecuali ada penindasan fisik

    Ini sumbernya mana?

  140. kecerdasan mana yg anda dapatkan sehingga mampu membeberkan begitu banyak ini. adakah yg bisa. diperbuat lebih sehingga ” kutukan ” ini berhenti atau kita hanya mampu melihat ini. saja

  141. Ketahuilah….tuhan yg engkau sembah adalah sang goyang widhi atau yg maha satu, dan yg saya sembah adalah sang khaliq, yg maha kuasa ALLAH S.W.T sang khaliq menurunkan ajaran agamanya kepada setiap nabi dan rosulnya kepada setiap semua suku dan bangsa, sebagai penutup para nabi dan rosulnya adalah yg membawa agama perdamaian…..yaitu Rasulullah alaihi wassalam….Nabi muhammad s.a.W

  142. Sahabatku.. mari tempatkan sejarah sebagai penguat masa kini dan depan, jangan terlalu detail meyakini sebuah sejarah karena sangat susah mencari ke validan info sejarah tersebut, pelajari esensi positif untuk kemajuan kita kedepan : Indonesia itu majemuk, tidak akan kekal jika dia menganggap dirinya yang paling benar; Negara harus punya kekuatan mengatur melebihi dari kekuatan agama apapun; prinsip hidup manusia itu ingin hidup enak dan bahagia, sedangkan dalam mencari kebahagiaan sering berbenturan satu sama lain yang bahkan membuat orang lainya susah, begitu seterusnya hukum orang hidup, maka negara kita harus kuat untuk jadi wasit antar individu dan kelompok, Para pemimpin negeri ini terdahulu juga pernah mengalami gulanda seperti dalam pembicaraan di tulisan ini maka lahirlah PANCASILA yang merupakan pilihan ideal dlm segala bentuk kemajemukan indonesia, menghargai dan melindungi setiap agama dan bentuk perbedaan yg lain dalam koridor tertentu, seandainya menyimpang maka harus diberi sangksi tegas. mari dukung pemerintah menguatkan pemerintahan yang baik, aparatur negara yang profesional sehingga seluruh rakyat indonesia akan makmur seperti dicita citakan sejarah, makmur dengan segala macam bentuk perbedaan. Hiduplah INDONESIA dengan Idiologi PANCASILA.

    • terima kasih sungguh inspiratif komentarnya.
      semoga negara kita tambah maju tambah sejahtera dan damai selalu

  143. Semua manusia adalah keturunan Nabi Adam. Nabi Adam beragama Islam. Jadi agama asli semua manusia adalah agama Islam. Agama asli orang Indonesia adalah Islam.

  144. Memang benar crita lekuhur sampai ke orang tua 500th berakhir 6-6-2006 inilah nuswantoro kita menunggu titah kembali eyang sabdo palon noyogegong di 2020 jadi prenungan jgn heran nuswantoro masih dibersihkan dgn bencana kita yakin nuswantoro menjadi mercusuar lagi tunggu Palu godam menjadikn negeri ini kencono rukmi kami bagian trah keturunan berdirix mojopahit

  145. Selamat Datang Di Website Kami http://www.MSNpoker.com

    Mainkan Sekarang Menangkan Jackport Jutaan Rupiah Tiap Hari
    Bonus Deposit Perdana 20%
    Minimal Deposit IDR 20.000
    Bonus Rollingan 0.4
    Bonus Referral 20%

    Bonus Deposit Perdana :
    Deposit 50.000 – Bonus 10.000
    Deposit 100.000 – Bonus 20.000
    Deposit 200.000 – Bonus 40.000
    Deposit 300.000 – Bonus 60.000
    Deposit 400.000 – Bonus 80.000
    Deposit 500.000 – Bonus 100.000
    Syarat Withdraw Harus Mencapai Chip x2 Deposit Dan Bonus

    Bonus Turnover :
    – Turnover Diatas Rp 25.000.000 -> Bonus Chip Rp 50.000
    – Turnover Diatas Rp 50.000.000 -> Bonus Chip Rp 100.000
    – Turnover Diatas Rp 100.000.000 -> Bonus Chip Rp 150.000
    – Turnover Diatas Rp 200.000.000 -> Bonus Chip Rp 300.000
    – Turnover Diatas Rp 300.000.000 -> Bonus Chip Rp 500.000

    Jadilah Dewa Dan Raja Poker Bersama Kami

    Hubungi Kami :
    Bbm : 5bfbfd2e
    Line : msnpoker
    Sms : +639052306481

  146. wajar bila manusia berusaha membela mengenai apa yang ada dipikirannya..
    Namun semoga juga tulus dengan apa yang ada dihatinya..
    Karena sepanjang peradaban manusia yang tidak hanya sebatas 2016 tahun,, telah tak terhitung tentang sikap dan perbuatan dari manusia itu sendiri yang mengarah kepada kerugian..
    Prinsip hidup kuno,, yang kuat menguasai yang lemah,, pada aplikasinya bisa diwujudkan melalui banyak aspek,, yang mana dikembalikan kepada sikap dan perbuatan manusia..
    Apapun ajaran kebaikan yang telah diturunkan melalui para utusan pilihan NYA,, pada kurun waktu yang berbeda,, pada wilayah yang berbeda,, berbeda bahasa,, berbeda tradisi,, berbeda daya tangkap.. Namun jangan lupakan bahwa ajaran kebaikan tersebut diberikan untuk manusia pada bumi yang sama..
    Dan tugas manusia lah yang wajib mengalahkan ego nya sendiri,, mengalahkan emosi nya sendiri,, mengalahkan dendam nya sendiri,, mengalahkan godaan nya sendiri..
    Caranya telah tersirat pada semua ajaran kebaikan,, dan bukan sekedar pada yang tersurat..
    Ibarat antara kulit dengan isi,, yang manakah manusia dahulukan..
    Sikap dan perbuatan,, serta siap untuk berjiwa besar,, maka akan mewujudkan siapa manusia itu..
    Namun dikembalikan kepada arah yang mana,, manusia itu memilih..
    Apapun hasilnya,, akan menjadi bentuk pembelajaran..

  147. karna kalian kurang percaya…..sbdo palon udah datang contoh….sunami diaceh….gunung banyak yg meletus…perang saudara /teroris…virus meraja lela…ini mungkin baru awal ….utk mengingatkan semua….mari kta bersatu kita semua saudara…utk kedamain nusantara dan jgn saling menyalahkan …..

    • mosok arep kembali lagi..kembali lagi ke sistem kasta dimana yg terlahir di keluarga kaya dan pembesar akan selamanya menjadi kaya dan berkuasa, dan kalo lahir dari keluarga yg miskin adalah kutukan dan selamnya akan miskin..bahkan firaun yg ngaku tuhan saja tidak punya sistem model kasta seperti jaman majapahit dan agama resmi mereka..contoh kongkrit lihatlah india..

  148. Ini cerita komik karangan aja, tdk ada 1 pun prasasti mjpahit, buktimya orang papua sampe skrg msh telanjang artinya tdk ada peradaban majapahit di nusantara ini

    • Penulisan cerita dilandasi kebencian thd agama tertentu. Dramatisasi sangat kentara dibagian yg berhubungan dg sepak terjang pengikut agama tertentu, tp sepi di bagian lain. Klo dirunut sejarah kerajaan majapahit ke atas mmg penuh intrik politik, dendam dan pembunuhan antar keluarga ken arok vs tunggul ametung, keturunan kertajaya vs rajasa, pengkhianatan ipar dan mantu thd kertanegara, pemberontakan abdi setia ranggalawe dkk, dll. Dimana mana kekuasaan mmg wajar spt itu, nggak usah cengeng hrs dendam dan tendensius thd agama tertentu. Tidak ada kejayaan yg abadi, dlm islam rasul aja sdh menerangkan klo islam akan hancur suatu hari. Dlm kristen, yesus berkata dia harus pergi agar yg akan kemudian bisa datang. Sejarah itu bercerita yg datang dan pergi.

  149. Sejarah memang harus di gali, di pelajari karena sejarah adalah bagian yang takkan pernah terpisahkan dari sebuah peradaban di seluruh dunia ini. Tujuannya, sebagai pengetahuan juga peninggalan bagi generasi penerus serta kepentingan bangsa dan negara tetapi bukan untuk memecah belah, memicu kebencian dan permusuhan.
    Mari kita semua belajar untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang sesama manusia dan khususnya se-bangsa dan se-negara.
    Mari kita mulai dari diri sendiri terutama orang terdekat kita, saya percaya DAMAI itu lebih INDAH,
    Salam damai untuk kita semua 🙂

  150. Sejarah kerajaan majapahit dan Bukti Kerajaan sudah mulai ditemukan..!!! Semoga kebaikan dan kebenaran dinusantara bangkit kembali,,!!!!

  151. Eh ternyata orang bali yang nulis cerita ini, ya pantes ceritanya beda sama yang lain, majapahit itu dskitar surabaya/kota pahlawan, bukan di di denpasar, pantesan aja critanya beda, ternyata yang nulis orang jauh,,,,, mending kao ceritain arak aja deh

  152. percaya ga percaya biarlah waktu yg menjawabnya, 500 thn saka yg dsebut dlm sumpah dari saat itu tinggal sebentar lagi, +- 11 thn lg, beberapa kejadian yg berupa musibah mulai dri tsunami, lumpur, longsor, letusan gunung, puting beliung, candi2 hindu budha bermunculan disana sini memang bisa dibilang telah terjadi dan mungkin ada yg blm, tp kita tidak bisa memahami apa arti d balik itu semua. saya sendiri hindu tp sebaiknya kita tetap jalani kehidupan dgn tetap saling menghargai antar umat.

  153. Sejarah tanah jawa memang penuh rahasia / misteri , khususnya kerajan Majapahit dan kekuasaannya serta aset” yg tersimpan [ entah dmn keberadaan aset peninggalan kerajaan Majapahit ] jawa timur ?
    KEBENARAN akan terungkap nanti setelah kemakmuran dunia sdh di awali , benua yg hilang akan terkuak / terbukakekuatan dan kekuasaan terbesar di muka bumi akan muncul kembali di tanah jawa. Sejarah pun akan terungkap jelas !
    Subhnallah , wallahu ‘alam

  154. Apa arti dibalik cerita yg di buat oleh si pengarang,tidak lain dan tidak bukan dgn cara mengubah jalan cerita sejarah nusantara dgn dalih bahwa islam telah menghalalkan segala cara untuk berkuasa,dgn tujuan yang secara tidak langsung menyelipkan cuplikan bahwa sejarah yg dikarang nya ini akan terulang di negeri ini,hanya orang bodoh yg percaya dgn karangan cerita sejarah yang tidak ada tolak ukur kebenaran nya,hati-hati saudaraku jgn dimakan mentah2 daging apalagi daging yang akan menjadi bangkai,jgn mudah tertipu oleh karangan cerita yg mengatasnamakan sejarah

  155. saya senang membaca cerita, sejarah atau tulisan seperti ini, saya sering berfikir.. seberapa besar MAJAPAHIT ketika berdiri, berapa kekuatan yang dimiliki, berapa luas wilayah yg dimiliki… terus BAGAIMANA cara majapahit memperluas wilayahnya? saya dulu sering mendengarkan ketoprak (drama jawa) tentang majapahit, dimana dikisahkan Majapahit menawarkan kepada kerajaan lain utk bergabung secara sukarela, tp bila tidak mau bergabung maka akan ditaklukkan dengan kekuatan PERANG. apakah seperti ini tidak termasuk invasi berupa penaklukan? yg berarti pula merampas wilayah negara lain? karena tentu saja wilayah kerajaan lain mempunyai kedaulatan sendiri… semoga penulis bisa memberikan ulasan..

  156. yang akan bangkit i2 indonesia raya,yg akan mnjdi bangsa adidaya dan dsegani slruh bangsa,yg akan benar2 menerapkan dasar2 pancasila yg suci….
    NKRI harga mati….
    tidak ada lg diskriminatif antar agama…
    dan yang ingin mngadu domba lwt nm sejarah ato apapun,silahkan kalian b’upaya sebisa kalian,tp kejayaan itu psti nyata dan di dlm nya sluruh umat b’agama akan sll bersatu dan b’gandengan tangan….

  157. sejarahmu salah bro,brawijaya moksa d Gunung lawu,keturunannya juga masih ad.coba sowan k Condromowo Ngawi.biar d jelaskan sma keturunannya

  158. Isi nya tidak berdasarkan fakta dan sumber-sumber yang valid, terkesan karangan dan mengada-ada, Nusantara bukan Majapahit, dan Majapahit bukanlah Nusantara. bisa dilihat dari Sumpah Palapa ( “Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, amun kalah ring Gurun, ring seran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo,ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, saman isun amukti palapa”.) Artinya: “Setelah tunduk Nusantara, saya akan beristirahat; Sesudah kalah Gurun seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, barulah saya akan beristirahat”, saya minta kepada penulis agar lebih obyektif penyebutan nusantara itu darimana dan ada dimana, Sangat jelas dari isi sumpah palapa diatas.

  159. Ini pemutaran bolak balik anti klimaks,, hanya bisa dimengerti dan disadari oleh yang paham sejarah saja. sisanya yg belagu pintar padahal ga tau apa2 hanya bisa komen ga mutu alias ” ngawur wae “

  160. Sejarah tetaplah sejarah..dan anehnya kadang kita nggak mau untuk menerima kebenaran ini..
    Sebagian dari sejarah ini sdh sy ketahui sebetulnya…jadi bagi yg baru tahu,ya silahkan gali lagi kebenaran sejarahnya..

  161. setahu saya gajah mada itu bernama gaj al mada, dari irak, seorang muslim sejati,..ada alasan tersendiri bagi beliau untuk menyatukan nusantara, bukan hanya sekedar kekuasaan, dan jawaban dari alasan beliau terjawab di akhir zaman ini, bagi yang terbuka kasyafnya yang benar2 anugerah ilahi akan tahu isyarat ini. apa yang akan kita hadapi di depan. merupakan proses awal kebangkitan dan kejayaan islam di seluruh dunia.

  162. prett, penulis goblok abal-abal… sok objektif pdhl niat provokasi doang. makan tuh ideologi picik, wkekekekkk.

  163. Disini Islam yang dibubuhi nafsu tidak akan menjadi apa apa. Raden fattah tidak mengenal Rasulullah secara baik. Itu yang menyebabkan kerusakan dlm keimanan raden fatah.

    Benar memang Islam harus memimpin. Tapi Islam tidak akan mentolerir pemberontakan pada negara yang santun. Bangun Khalifah Islam itu tanpa perang.

  164. Pantas kalian nggak jadi bangsa besar, kalau hanya menyalahkan masa lampau dan tak terima takdir. Cerita sejarah macam ini hanya memberi penerang bagi kita, kalau Islam lebih hebat dari Hindu and Budhis. Liat malaysia, dengan syariat Islam yg lebih kuat dari kalian, jauh lebih berjaya.

  165. Cerita paling bagus, seumur” inilah cerita cerita sebagai pedoman hidup,dan banyak sekali nilai “yg tak bisa saya katakan hanya astungkara saja, suksme

  166. Silahkan meyakini dgn keyakinan masing2…
    tetapi sejarah yg bisa dipertanggung jawabkan adalah sejarah yg sesuai dgn aspek historis,kronologis,dan fakta kedepannya…
    bhineka tunggal ika agama mana yg tidak menjunjung tinggi nilai2 nya..?
    mungkin dri ulasan sejarah diatas banyak memunculkan pendapat2 lain….
    Mari kita lihat kenyataan sekarang,orang indonesia dari dulu sama mudah diprofokasi,mudah diadu domba,dan gampang dipermainkan padahal sesama orng indonesia sendiri…
    kehancuran sekarang bukan karena faktor agama,tapi memang faktor bangsa kita,orang2 kita ,,,apakah kita akan benar2 hancur atau tidak,jawabannya ad pd diri kita masing2…
    jaya nusantara ku….
    hidup sejarah ku….
    damai indonesia ku..
    thanks leluhur ku..karena kalian,kami masih satu..
    Majapahit sdh tiada,tetapi hikmahnya ad didalam kalbu…

  167. Yang menulis adalah orang Hindu, tentu saja akan membela ke hindu annya, dan saya tuntas membaca artikel, intinya Islam adalah agama penjajah, padahal pada kenyataannya agama Hindu dan Budha juga agama pendatang. Mereka datang duluan, Islam belakangan.
    Penulis artikel ini mengejawantahkan seolah berada di tengah KEMELUT, hingga rinci banget. Ada pesan tersembunyi, Hindu dan Budha akan bangkit kembali. Tapi saya punya keyakinan penuh, bahwa Hindu dan Budha tak mungkin bisa bangkit kembali, karena peran Islam sangat signifikan di Indonesia ! Saat ini, justru Nasrani yang ingin menguasai Indonesia !
    Bhineka Tunggal Ika, berbeda namun kenyataannya SATU. Kita tak usah menulis artikel, yang mainstreamnya akan merusak kedamaian di bumi Nusantara. Berpikirlah secara BIJAK sehingga kita bisa menusia pecinta damai ! Insya’Allah !

  168. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Terima kasih informasinya om admin. Saya awam terhadap sejarah.
    Tetapi setahu saya yang awam ini. Sebuah ideologi, agama, cara hidup, atau apalah namanya tidak akan mudah diterima dan diadopsi oleh masyarakat, di suatu tempat jika hal “baru” tersebut tidak menawarkan sesuatu yang lebih baik daripada kondisi yang mereka alami saat itu. (Bisa terjadi di masa lalu, sekarang, dan masa depan).

    Artinya, ada hal yang “tidak beres” dengan kondisi rakyat, dan kaum penguasa majapahit saat itu.
    Dan di tulisan om admin saya tidak melihat gambaran situasi sosial-ekonomi-religi masyarakat. Serta hubungan antara pemerintah-agamawan-cendikiawan-rakyat saat itu.

    Dalam kondisi yang tidak beres tersebut, secara “kebetulan” Islam datang ke nusantara menawarkan sesuatu yang lebih baik.

    Jadi keywords nya adalah : Majapahit saat itu dalam kondisi yang “tidak beres” sehingga ideologi baru dengan mudahnya masuk dan menghancurkannya.

    Semoga untuk kedepannya kita bangsa Indonesia yang sudah bersepakat dengan ideologi Pancasila bisa berkomitmen untuk menjaga dan terus memperbaiki diri agar sesuatu yang sudah baik supaya semakin baik, dan mana yang belum baik agar segera diperbaiki.

    Demi kepentingan dan kemajuan kita bersama dalam harmoni Bhinneka Tunggal Ika.

    Wassalam.

  169. Brapapun besarnya kerajaan Majapahit, dia tidak akan melampaui kebesaran kekaisaran Roma dan Persia. Dan kedua imperium adikuasa dunia itu takluk kepada tangan kekuasaan Islam. Dan islam pun menguasai dunia lebih lama dari kerajaan Majapahit. Kalau mau dibandingkan.

  170. Assalamualaikum…. saya alang azmi.
    data ADA menyimpan meriam zaman kerajaan majapahit…. usia nya dalam 780 tahun… berat dlm 30 ke 50 kg…..
    kalau ADA yg berminat PM inbox…WhatsApp says….0134271231

  171. HUKUM KARMA PHALA PASTI JALAN,,hanya menunggu SANG WAKTU…Yang jelas bahwa kita skrg hrs tetap waspada krn selalu ada yg mencari dimana kelemahan kita,baik lemah di HARTA,TAHTA atau LAWAN JENIS..Dan juga ”JIKA SUDAH SAMPAI DI PUNCAK,BERARTI tinggal tunggu TURUNNYA..Ini terjadi dlm segaa hal selama di Dunia yg fana ini..SADARILAH BAHWA KEHIDUPAN TIDAK ADA YG ABADI,,Lantas mari kita caritau,APASIH SEBENARNYA TUJUAN HIDUP KITA,,MAU CARI APA,,Kan sdh tau bhw apa yg kita miliki tdk akan dibw MATI..Trus knp masih ada sj yg MENGUMBAR KESERAKAHANNYA ??? Inilah PR BERAT bagi yg sdh mengerti dan memahami ARTI HIDUP..Suksme

    • Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit?
      Simak berbagai mitos yang membayangi keagungan Majapahit dan bagaimana fakta sejatinya menurut tafsir Nagarakertagama.

      Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit?Wilayah Kerajaan Majapahit adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam National Geographic Indonesia edisi September 2012. Ahli arkeologi dan epifrafi Hasan Djafar menyayangkan banyak sejarawan yang menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit. (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)
      Suatu hari pada awal 2012, saya berkesempatan berdiskusi dengan Hasan Djafar, seorang ahli arkeologi, epigrafi dan sejarah kuno. Lelaki dengan tutur dan penampilan bersahaja itu akrab dipanggil dengan sebutan ”Mang Hasan”. Saya menyampaikan kepadanya tentang sesuatu yang telah menjadi panutan umum: bahwa Majapahit mempunyai wilayah Nusantara yang teritorinya seperti Republik Indonesia.

      “Itu omong kosong!” ujar Hasan, “tidak ada sumber yang mengatakan seperti itu.” Dia mengingatkan, kalau sejarah harus berdasarkan sumber berarti semuanya harus kembali ke sumber tertulisnya. “Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa―itu pun hanya― Jawa Timur dan Jawa Tengah.”

      “Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit!” Menurutnya, makna “nusa” adalah “pulau-pulau atau daerah”, sedangkan “antara” adalah “yang lain.” Jadi Nusantara pada masa Majapahit diartikan sebagai “daerah-daerah yang lain” ―karena kenyataannya memang di luar wilayah Majapahit.

      majapahit,surya,lambang kerajaanSurya Majapahit, lambang kerajaan Majapahit. Kejayaan dan kekayaan kerajaan ini meninggalkan banyak bangunan, karya seni, dan harta tak bernilai lainnya. Kisah lengkapnya dalam Metropolitan yang Hilang di NGI September 2012. (Dwi Oblo).
      Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan yang turut bekerja untuk kepentingan bersama untuk keamanan dan perdagangan regional, demikian hemat Hasan. Mereka berkoalisi sebagai “mitra satata”―sahabat atau mitra dalam kedudukan yang sama.

      “Jangan diartikan kepulauan di antara dua benua,” kata Hasan. “Bukan pula nusa yang lokasinya di antara.”

      Sebagai kerajaan adikuasa setelah zaman Sriwijaya berakhir, Majapahit tetap berkepentingan dengan wilayah kerajaan-kerajaan itu sebagai daerah tujuan pemasaran dan sebagai penghasil sumber daya alam yang berpotensi perdagangan. Memang ada jalinan hubungan, namun hubungan ini tidak harus seperti penguasa dan yang dikuasai, bukan kekuasaan dalam artian politik. Ini adalah hubungan kepentingan bersama sehingga Majapahit juga berkepentingan untuk mengamankan dan melindungi wilayah-wilayah itu.

      Namun demikian, sampai hari ini masih saja ada tafsir bahwa kerajaan-kerajaan itu memberikan upetinya setiap tahun kepada Majapahit. Hal ini seolah membuktikan ketundukkan kerajaan-kerajaan Nusantara dibawah supremasi Majapahit.

      “Ini sering ditafsirkan sebagai upeti,” ujar Hasan. “Padahal, tidak ada satu kata pun dalam Nagarakertagama yang bisa diartikan sebagai upeti, apalagi upeti tanda tunduk seolah menjadi negara jajahan Majapahit.”

      Berdasar uraian Nagarakertagama, Majapahit memang punya tradisi mengadakan suatu pesta besar setiap tahunnya. Seluruh penguasa wilayah–wilayah kerajaan itu diundang dan ada yang memberikan hadiah-hadiah kepada raja Majapahit, dan menurut Hasan hadiah itu bukanlah upeti. “Buktinya, sejak Majapahit berkuasa sampai runtuh pun daerah-daerah itu bebas merdeka.”

      majapahit,trowulan,kanal,candi,rumah majapahit,mojokerto,pembuat batu bata,world monument fundReruntuhan tembok batu bata tebal tinggalan Majapahit di sisi timur Trowulan. Pada 9 Oktober 2013, World Monument Fund mengumumkan bahwa Trowulan merupakan situs pusaka yang terancam kehancuran sehingga masuk dalam senarai World Monument Watch 2014. (Mahandis Y. Thamrin/NGI)
      Lalu mengapa sampai ada anggapan bahwa Nusantara itu adalah wilayah Majapahit? “Barangkali karena The Founding Fathers kita ingin menyatukan negara ini,” ujar Hasan lirih. Kemudian “Muhammad Yamin—salah satu tokoh pendiri negara Indonesia—menggunakan gagasan Nusantara sebagai bentuk negara kesatuan.”

      Di sebuah toko buku bekas di Jakarta, saya pernah menemukan karya Yamin yang dimaksud oleh Hasan. Yamin, pernah menulis sebuah buku Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara yang terbit pertama kali pada 1945 dan telah dicetak ulang belasan kali. Buku itu mengisahkan epos kepahlawanan Gajah Mada sebagai Patih Kerajaan Majapahit.

      Dalam lampirannya terdapat secarik peta wilayah Indonesia―terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai ke Talaud―dengan judul Daerah Nusantara dalam Keradjaan Madjapahit. Tentang peta ini Djaffar mengungkapkan bahwa “gagasan persatuan ini oleh para sejarawan telah ditafsirkan sebagai wilayah Majapahit sehingga seolah ada penaklukan. Itu salahnya!”

      Yamin, dalam buku tersebut, juga menampilkan foto sekeping terakota yang mewujudkan sosok wajah lelaki berpipi tembem dan berbibir tebal. Di bawah foto sosok itu, Yamin dengan keyakinan ilmu firasat menuliskan, “Gajah Mada… Rupanya penuh dengan kegiatan yang mahatangkas dan air mukanya menyinarkan keberanian seorang ahli politik yang berpemandangan jauh.” Namun, belakangan saya menyaksikan kepingan terakota itu di Museum Trowulan yang sejatinya bagian dari celengan kuno dan tidak ada kaitannya dengan Gajah Mada.

      Dan, buku Yamin itu―secara tak kita sadari―telah menjadi panutan dari sekolah-sekolah dasar di Indonesia hingga lembaga pemerintahnya. Kini, sebuah patung lelaki bertubuh gempal dengan wajah seperti dalam buku Yamin itu telah berdiri di halaman Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Kebayoran Baru. “Itu skandal ilmiah dalam sejarah,” ujar Hasan.

      (Mahandis Y. Thamrin/NGI. Cuplikan dari “Metropolitan yang Hilang” dalam National Geographic Indonesia edisi September 2012.)

  172. Yang terpenting jangan tingalkan kebudayaan yang di wariskan nenek moyang kita. Silakan perbedaan agama….tapi budaya yang di wariskan adalah sangat memiliki nilai luhur cipta dan karsa……jangan pernah meremehkan budaya ini …..karena dahulu kita yang memiliki nya …..asli buatan nenek moyang bangsa indonesia……bukan barang import……..

  173. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain”.
    . . . . . . . Timbul pertanyaan dari sudut pandang kesejarahan, ideologi apkh yg bisa disebut sbg ideologi asli bangsa Nusantara. Hindu n Budha jg diimport dari bangsa India yang tidak selalu sesuai dengan budaya di tanah Nusantara.
    Majapahit jg ditegakkan dg pertumpahan darah n runtuhnya jg krn pertentangan internal keluarga kerajaan.
    Waktu mmbawa perubahan budaya, budaya lama akan ditinggalkan jk sdh tdk lg dpt mngatasi persoalan dlm khidupan manusia.

  174. tak bisa berkata-kata apapun lagi. karena memang sudah digariskan hukum karma majapahit runtuh, karena bibit yang ditanam prabu brawijaya 5 itu sendiri. namun saya percaya bahwa nusantara atau dalam hal ini adalah Indonesia akan kembali berjaya. tergantung dari seberapa terbuka pikiran manusia dalam memilih agama yang sesuai..

  175. Benar benar rasa persaudaraan yang payah… dan terkutuk, Makanya dek kalo punya raja tu jangan sampek dikasih nama Ayam Buruk, la wong ayamnya saja hobi berantem kog apalagi kalo ayam betina sudah mulai pandai berdehem wah udah ngajakin perang tuh. hehehe

  176. Orang pintar pasti rajin membaca sehingga mempunyai wawasan luas berbalik dengan orang picik yang merasa besar sendiri seperti katak dalam tempurung tidak tau luasnya dunia

  177. Fakta terbukti, bangsa kita mengalami kemunduran peradaban. Nilai kemanusiaan, kecintaan terhadap sejarah nenek moyang, nilai kejujuran, dlsb semakin memburuk, korupsi, nilai saling membenci, sikap kasar dan sadis terhadap sesama, pemarah, kebiasaan mengancam, dlsb, sepertinya telah menjadi bagian inherent dari bangsa kita. Saatnya kembali ke nenek moyang bangsa. Kita selama ini telah durhaka, kemiskinan, kebodohan mendera kita. Kita telah salah memilih kebudayaan yang rendah.

  178. lumayan buat bahan perbandingan buku yang lain. dlm naskah Jawa kuno yang diambil Inggris dan Belanda mungkin ada yang memuat cerita yang benar. sedang diupayakan utk meminta kembali semua naskah kuno yg ada di 2 negara trsebut meski cm dlm bentuk digital. semoga bangsa kita bisa menemukan kembali jati dirinya.

  179. Ternyata benar gak beda jauh dgn kejatuhan persia(iran/irak). Tp superioritas membuat mereka meremehkan pergolakan2 kecil dan terlalu yakin akan kekuatan militernya
    Tentara garonk menggunakan cara2 licik. Tapi salah si Brawijaya goblok benar, krn selangkangan merak jd macan memble.

  180. Alhamdulillah saya dilahirkan bukan di zaman majapahit yg masih menganut animisme sehingga saya bisa mersakan nikmatnya islam di zaman ini. Masya Allah..

  181. Wkwkwkwk…..ini tulisan curhat, sakit hati, dendam, benci, atau apa ya…..
    Yg JELAS semua Agama Islam HIndu Budha Kristen Yahudi Nasrani atau apapun pasti MENGAJARKAN kebaikan…persoalan Penjajahan Kekuasaan Politik itu semua syahwat Personnya untk berkuasa….jadi SEBENARNYA bukan soal AGAMAnya…tetapi orang orangnya…coba dalami ajaran Welas Asih, Kedamaian, Kasih Sayang , Silaturrahim dll….sepertinya EGO ke Sukuan pun muncul untuk Memunculkan Suku/Golongan yg TERBAIK di setiap zaman….sekarang kita harus berpikir ke DePAn….bagaimana hidup bahagia aman tenteram tanpa ada pemaksaan intimidasi pertikaian….saling menghormati dan menghargai jauh lebih bijak dibandingkan daripada melakukan PEMBELAAN dan PENCELAAN kpd yg LAIN….saya salut pada ajaran BUDHA yg penuh welas asih…..

  182. Mangkanya ga usah beragama, yang ada saling jatuh menjatuhkan, kita berTuhan saja apapun sebutannya dialah yang menciptakan kita semua. Mau Allah, alloh, yahwe, sang hyang widi , gusti atau apapun sebutannya tergantung bahasa di setiap daerah pada dasarnya kita mengabdi kepada Tuhan Sang Pencipta yaitu Tuan Semesta Alam.

    Kembali ke Pancasila pasti damai sejahtera. Urut ya bro aplikasinya 1-5. Mulai dr diri kita sampai dunia. Kita tunggu nusantara bangkit ketika kita anak2 nusantara bangkit dan sadar dr PEMBODOHAN BERANTAI. Jgn liat kulit tapi ISI broo.

  183. Terima Kasih atas penulis artikel sejarah ini. Sejarah ini menjelaskan ternyata ada radikalisme islam, diantaranya sejarah syeh siti jenar yg dianggap menyebarkan ajaran sesat.

  184. Dari cerita ini menunjukan bhw sifat manusia terutama diIndonesia sejak dulu adalah tamak dan haus kekuasaan , apapun agamanya.(baik Islam, Kristen maupun Hindu). Agama Islam diturunkan untuk mencegah sifat2 tersebut ,namun malah disalah gunakan untuk mencari pengaruh serta mencapai tujuannya(kekuasaan). Banyak pemimpin hingga saat ini masih menjalan kan ibadah2 Islam hanya untuk pencitraan serta menyebarkan pengaruh, bukan untuk mensejahterakan rakyatnya, yg sesungguhnya bukan ajaran Islam sendiri. Selama masy Indonesia masih berfikir sempit spt ini maka Indonesia akan terus terpuruk bahkan mungkin bernasib seperti Majapahit.

  185. Sebagian benar. Tp ada juga yg subyektif krna penulisnya beragama hindu. Tdk ada agama yg asli nusantara. Hindu dan budha memang dri mana he he he. Mereka juga menaklukkan suku2 di nusantara dg pendekatan pernikahan
    Stlah itu militeristik jg deh. Harus dicatat juga Islam juga tdak bumi hangus kok ke kbudayaan hindu dan budha. Itu buktinya Candi2 masih ada. Bali mayoritas Hindu…..tdk ad sejarah penyerangan kerajaan Islam k sna

  186. Cerita yang keren. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menulis cerita sejarah yang panjang ini. Meski sangat fokus, tendensius dan kurang referensi ilmiah.

    Yang pasti sudah terbukti oleh waktu sekarang adalah ramalan Sabda Palon dan Naya Genggong cuma cerita karut marut saja, alis sekedar ramalan, tidak terbukti oleh waktu. 500 tahun dari semenjak Brawijaya mangkat berarti 1478+500=1978. Sekarang sudah tahun 2016, berarti sudah 38 tahun lewat dan ramalannya belum menunjukkan tanda-tanda akan terbukti. Atau mungkin ramalannya meleset 100 tahun, bisa jadi. Kita tunggu tahun 2078. Masa Sabda Palon dan Naya Genggong meleset 100 tahun ramalannya. Atau penulis yang kurang mampu menyampaikan ramalannya.

    Pada masanya, Kekhilafahan islam (sekitar 7 abad pertengahan) juga merupakan kekuatan terbesar di bumi ini. Silakan cek daerah dan pengaruh Turki Utsmani pada masa jayanya. Hanya ada beberapa kekuasaan kolosal yang bisa sebesar itu sepanjang sejarah modern ini, Romawi, Persia, Mongol dan Uni Sovyet.

    Artikel ini, kalau bukan sebagai fiksi, mungkin adalah sebagai bentuk kekesalan melihat perilaku islam radikal, yang mana sama, saya orang islam juga kesal dengan perilaku islam radikal yang mengatasnamakan islam atas tindakan menyalah mereka. Atau mungkin artikel ini hanya kerinduan akan kejayaan masa lalu yang sulit direngkuh lagi sekarang.

    Hingga salah satu dari tiga motivasi itu, atau semuanya sekaligus, membuat penulis mampu meramu dramatisasi tendensius pada aliran tertentu dalam islam, sebagai kambing hitamnya.

    Saya Islam, dan saya tidak merasa tersinggung dengan artikel ini. Cukup menarik membaca artikel sejarah masa itu, yang diceritakan cukup runtut. Kita tau kan, dalam sebuah cerita pasti ada tokoh utama, tokoh antagonis, tokoh protagonis, dan pemeran pembantu. Di artikel ini cukup lengkap komposisinya. Dan hanya kebetulan saja, salah satu aliran dalam islam menjadi tokoh antagonis. Kita hanya pemeran dari lakon kehidupan, dan cerita fiksi tentu ditulis oleh pengarangnya.

    Dalam politik itu kan hal biasa saja, Tidak aneh lagi. Politik negeri mana sih yang tidak berdarah-darah dan penuh intrik?

  187. PENYAKIT KETURUNAN…..BUAH JATUH TIDAK JAUH DARI POHON…. HAHAHAHAHAHAHA……SOK SUCI SELALU…. ASAL LOE TAU….SEMUA MAKHLUK CIPTAAN BAKAL MASUK SURGA ATAU NERAKA….JADI, LOE JGN TERLALU “PE-DE”…DAN CLAIM, KAMI AJA YANG MASUK SURGA !!!! KAMU GK, KAMU HARAM, KAMI TIDAK (karena kami banyak makan garam, hmmmm….dari hongkong ???!!!)…….. HEHEHEHEHE…..TIDAK SADAR DAN TIDAK AKAN PERNAH SADAR KARENA MEMANG SUDAH “DIKUTUK” KALI YAH ? HEHEHEHEHE….. SELALU BUAT ULAH DARI JAMAN DODOL SAMPE SEKARANG…. MALU DONKKKKKKK !!!!!! INIKAH BUKTINYA “YANG MULIA” ?????? HAHAHAHAHA…..(orang jadi gila dengar bahasa sok sokkanmu !!!!). Emang Allah bisa “disogok”??? atau punya MOYANGMU DOANK…… DASARRRRRR MAKLUK YANG TAK TAU DIRI….. SELALU BENARKAN DIRI DAN SALAHKAN KARANGAN ORANG…. EMANG PEMBENARANMU BUKAN HASIL KARANGANMU JUGA YA MANUSIA EGOOOO ???!!!!

  188. Tulisan yg tidak jelas ( tidak ada sumber yg dicantumkan) dan sangat berpihak alias tidak imbang. Yah, buat dongeng sajalah…

  189. saya suka baca artikel sejarah semacam ini, tapi selalu kembali ke qodar Allah, bahwa islam akan selalu jaya dan terlindungi, sesuai jamannya kekuasaan akan silih berganti, dan yang tetap berpegang teguh pada Tauhid yang akan selamat… silahkan dimuat artikel yang lain…. ( saya bisa mengambil bagian dari cerita ini, bahwa ummat islam jaman dulu juga pernah memiliki kekuatan ) sehingga sabdo palon dan nayagenggongpun tidak kuasa terhadap takdir Allah…

  190. Om swastyastu..cerita ini entah bisa dipercaya atau tidak, tetapi saya bisa belajar banyak hal dari cerita ini..barangkali pola politik kekuasaan persis dalam cerita ini, barangkali karakter saya ada dalam salah satu tokoh disini dan saya bisa bercermin, barangkali saya menjadi tahu ternyata awalnya kita adalah saudara lalu karena ingin saling menguasai akhirnya menjadi bubar..Tetapi endingnya ketika ego bisa saling diturunkan semua kembali bersama..
    Om Shanti.

  191. Dari dongeng ini selain etnis china juga ‘keserakahan’ Islam terkesan yg menghancurkan majapahit?!? Betulkah itu? Ah rasanya penyebaran islam tidak begitu …? Alangkah kasarnya islam demak kala itu?
    500th yg disebutkan berarti sekitar 1978… ada kejadian MALARI kalo gak salah? Apakah ada hubungannya dengan kehadiran sabdo palon dan Naya Genggong? Sayang penulis dongeng tidak menjelaskan siapa mereka!! Sejak awal cerita pertanyaan saya kedua orang ini… siapa dia?!?
    Saya tidak yakin tulisan ini berupa catatan sejarah karena

  192. Dari dongeng ini selain etnis china juga ‘keserakahan’ Islam terkesan yg menghancurkan majapahit?!? Betulkah itu? Ah rasanya penyebaran islam tidak begitu …? Alangkah kasarnya islam demak kala itu?
    500th yg disebutkan berarti sekitar 1978… ada kejadian MALARI kalo gak salah? Apakah ada hubungannya dengan kehadiran sabdo palon dan Naya Genggong? Sayang penulis dongeng tidak menjelaskan siapa mereka!! Sejak awal cerita pertanyaan saya kedua orang ini… siapa dia?!?
    Saya tidak yakin tulisan ini berupa catatan sejarah karena diakhir cerita ada kejadian gaib terhadap 2 org tadi.

  193. Penulis terlalu banyak tahu tentang emosi2 dalam hati para orang Islam, orang China, orang Arab, orang hindu/budha pada waktu itu. Harusnya disebutkan sumber/prasasti yg telah menceritakan emosi2 itu. Saya menangkap dlm cerita ini bahwa orang2 hindu/budha telah dizolimi oleh orang Islam/China/Arab.
    Saya sbg orang Indonesia bangga dg Majapahit sbg sebuah kerajaan yg berpengaruh pd wilayah yg sangat luas. Seandainya saat itu orang2 Majapahit tdk fanatik dg agama hindu/budha mungkin sekarang Majapahit masih ada. Buktinya majapahit runtuh karena rajanya tdk mau pindah agama, padahal yg menyuruhnya adalah turunannya sendiri (rd Patah). Padahal yg menyerang Majapahit motifnya bukan mau merebut wilayah atau menguras kekayaan alam seperti yg dilakukan oleh bangsa Eropa waktu menjajah Nusantara.

  194. MANUSIA TIDAK PERNAH MEMILKI MASALAH DENGAN APAPUN DAN SIAPAPUN DILUAR SANA… KITA HANYA BERMASALAH DENGAN APA YANG ADA DALAM DIRI KITA : KESERAKAHAN, KETAKUTAN, KEMARAHAN DAN EGO KITA………

  195. MANUSIA TIDAK PERNAH BERMASALAH DENGAN SIAPAPUN DAN APAPUN DILUAR SANA,……
    KITA HANYA BERASALAH DENGAN APA YANG ADA DALAM DIRI KITA : KESERAKAHAN, KETAKUTAN, KEKUASAAN DAN EGO KITA

  196. Tulisan dalam blog ini, secara tendensius, Menyalahkan islam sebagai penyebab runtuhnya majapahit.. padahal, pasukan elite majapahit di bawah gajah mada/bhayangkara, adalah prajurit2 yg menganut islam… bahkan gajah mada sendiri di sinyalir sebagai seorang muslim yg taat.. demikian menurut sejarawan yg jujur, karena di situs trowulan, banyak ditemukan artifak2 bernusansa islam yg berdasarkan huruf-huruf arab kuno.. islam dan hindu sudah hidup berdampingan secara damai pada zaman keemasan majapahit..

  197. Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit?
    Simak berbagai mitos yang membayangi keagungan Majapahit dan bagaimana fakta sejatinya menurut tafsir Nagarakertagama.

    Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit?Wilayah Kerajaan Majapahit adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam National Geographic Indonesia edisi September 2012. Ahli arkeologi dan epifrafi Hasan Djafar menyayangkan banyak sejarawan yang menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit. (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)
    Suatu hari pada awal 2012, saya berkesempatan berdiskusi dengan Hasan Djafar, seorang ahli arkeologi, epigrafi dan sejarah kuno. Lelaki dengan tutur dan penampilan bersahaja itu akrab dipanggil dengan sebutan ”Mang Hasan”. Saya menyampaikan kepadanya tentang sesuatu yang telah menjadi panutan umum: bahwa Majapahit mempunyai wilayah Nusantara yang teritorinya seperti Republik Indonesia.

    “Itu omong kosong!” ujar Hasan, “tidak ada sumber yang mengatakan seperti itu.” Dia mengingatkan, kalau sejarah harus berdasarkan sumber berarti semuanya harus kembali ke sumber tertulisnya. “Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa―itu pun hanya― Jawa Timur dan Jawa Tengah.”

    “Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit!” Menurutnya, makna “nusa” adalah “pulau-pulau atau daerah”, sedangkan “antara” adalah “yang lain.” Jadi Nusantara pada masa Majapahit diartikan sebagai “daerah-daerah yang lain” ―karena kenyataannya memang di luar wilayah Majapahit.

    majapahit,surya,lambang kerajaanSurya Majapahit, lambang kerajaan Majapahit. Kejayaan dan kekayaan kerajaan ini meninggalkan banyak bangunan, karya seni, dan harta tak bernilai lainnya. Kisah lengkapnya dalam Metropolitan yang Hilang di NGI September 2012. (Dwi Oblo).
    Nusantara merupakan koalisi antara kerajaan-kerajaan yang turut bekerja untuk kepentingan bersama untuk keamanan dan perdagangan regional, demikian hemat Hasan. Mereka berkoalisi sebagai “mitra satata”―sahabat atau mitra dalam kedudukan yang sama.

    “Jangan diartikan kepulauan di antara dua benua,” kata Hasan. “Bukan pula nusa yang lokasinya di antara.”

    Sebagai kerajaan adikuasa setelah zaman Sriwijaya berakhir, Majapahit tetap berkepentingan dengan wilayah kerajaan-kerajaan itu sebagai daerah tujuan pemasaran dan sebagai penghasil sumber daya alam yang berpotensi perdagangan. Memang ada jalinan hubungan, namun hubungan ini tidak harus seperti penguasa dan yang dikuasai, bukan kekuasaan dalam artian politik. Ini adalah hubungan kepentingan bersama sehingga Majapahit juga berkepentingan untuk mengamankan dan melindungi wilayah-wilayah itu.

    Namun demikian, sampai hari ini masih saja ada tafsir bahwa kerajaan-kerajaan itu memberikan upetinya setiap tahun kepada Majapahit. Hal ini seolah membuktikan ketundukkan kerajaan-kerajaan Nusantara dibawah supremasi Majapahit.

    “Ini sering ditafsirkan sebagai upeti,” ujar Hasan. “Padahal, tidak ada satu kata pun dalam Nagarakertagama yang bisa diartikan sebagai upeti, apalagi upeti tanda tunduk seolah menjadi negara jajahan Majapahit.”

    Berdasar uraian Nagarakertagama, Majapahit memang punya tradisi mengadakan suatu pesta besar setiap tahunnya. Seluruh penguasa wilayah–wilayah kerajaan itu diundang dan ada yang memberikan hadiah-hadiah kepada raja Majapahit, dan menurut Hasan hadiah itu bukanlah upeti. “Buktinya, sejak Majapahit berkuasa sampai runtuh pun daerah-daerah itu bebas merdeka.”

    majapahit,trowulan,kanal,candi,rumah majapahit,mojokerto,pembuat batu bata,world monument fundReruntuhan tembok batu bata tebal tinggalan Majapahit di sisi timur Trowulan. Pada 9 Oktober 2013, World Monument Fund mengumumkan bahwa Trowulan merupakan situs pusaka yang terancam kehancuran sehingga masuk dalam senarai World Monument Watch 2014. (Mahandis Y. Thamrin/NGI)
    Lalu mengapa sampai ada anggapan bahwa Nusantara itu adalah wilayah Majapahit? “Barangkali karena The Founding Fathers kita ingin menyatukan negara ini,” ujar Hasan lirih. Kemudian “Muhammad Yamin—salah satu tokoh pendiri negara Indonesia—menggunakan gagasan Nusantara sebagai bentuk negara kesatuan.”

    Di sebuah toko buku bekas di Jakarta, saya pernah menemukan karya Yamin yang dimaksud oleh Hasan. Yamin, pernah menulis sebuah buku Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara yang terbit pertama kali pada 1945 dan telah dicetak ulang belasan kali. Buku itu mengisahkan epos kepahlawanan Gajah Mada sebagai Patih Kerajaan Majapahit.

    Dalam lampirannya terdapat secarik peta wilayah Indonesia―terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai ke Talaud―dengan judul Daerah Nusantara dalam Keradjaan Madjapahit. Tentang peta ini Djaffar mengungkapkan bahwa “gagasan persatuan ini oleh para sejarawan telah ditafsirkan sebagai wilayah Majapahit sehingga seolah ada penaklukan. Itu salahnya!”

    Yamin, dalam buku tersebut, juga menampilkan foto sekeping terakota yang mewujudkan sosok wajah lelaki berpipi tembem dan berbibir tebal. Di bawah foto sosok itu, Yamin dengan keyakinan ilmu firasat menuliskan, “Gajah Mada… Rupanya penuh dengan kegiatan yang mahatangkas dan air mukanya menyinarkan keberanian seorang ahli politik yang berpemandangan jauh.” Namun, belakangan saya menyaksikan kepingan terakota itu di Museum Trowulan yang sejatinya bagian dari celengan kuno dan tidak ada kaitannya dengan Gajah Mada.

    Dan, buku Yamin itu―secara tak kita sadari―telah menjadi panutan dari sekolah-sekolah dasar di Indonesia hingga lembaga pemerintahnya. Kini, sebuah patung lelaki bertubuh gempal dengan wajah seperti dalam buku Yamin itu telah berdiri di halaman Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Kebayoran Baru. “Itu skandal ilmiah dalam sejarah,” ujar Hasan.

    (Mahandis Y. Thamrin/NGI. Cuplikan dari “Metropolitan yang Hilang” dalam National Geographic Indonesia edisi September 2012.)

  198. Bahasan yang menarik dan gak perlu emosi menanggapi tulisan diatas, ambil hikmahnya saja, sebagai orang beragama harus arif, bijak..

  199. Cerita atau artikel atau tulisan ini Mengada-ada atau Ngawur Besar. Hati-hati Fitnah Dajjal dan Adu Domba antar Ummat Beragama di Negara Kita.

  200. Sangat Memilukan dan mengenaskan. Bangsa yang besar tercabik2 akibat mabuk WANITA. dan akibat yg harus ditanggung…,menjadi bangsa terjajah & terbelakang.

  201. kok bisa hampir sama seperti yg diceritakan eyang buyut dan kakek saya, ya begitulah jawa (kalahe yen dipangku) ,sama satu lagi “Sopo sing nerak angger-angger NOTONOGORO bakale noto goro-goro”artinya Siapa yang melanggar NOTONOGORO akan menuai kekacauan.

  202. Ajaran yang paling awal di Jawa atau Nusantara juga bukan Hindu atau Budha, jadi Hindu dan Budha adalah ajaran asing bagi orang pada awalnya

  203. yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa yang jelas kita ini orang indonesia, kalau suatu saat pecah, ya kita jadi orang medan kek orang batak kek, orang sunda kek, dll. dan yg jelas harus di ingat 90 % lebih saudara saudara muslim di indonesia leluhurnya orang HINDU DAN BUDHA kok. simpel amat kok. ingat secara individu manusia sering berubah, society juga bisa berubah bangsapun bisa berubah, kan katanya perubahan yg abadi, jangan rumit rumit amatlah. sekarang jargon NKRI lagi trendy di dengungkan oleh pejabat pejabat. tapi kalau suatu saat negara ini pisah pisah ya wisss terima gitu loh. kan perubahan katanya yg abadi, kalau masih NKRI ya gak pa pa, kalau pecah juga gak pa pa, orang jawa bilang dengan ekspresi yg indah NRIMO gituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

  204. he..he..ada aja…itu semua sudah perputaran kehidupan peradaban dunia saling berhganti ada masanya masing, begitupun dinegara2 lain pernah ada kejayaanya masing2 masing, anda bisa baca lagi emperium kekuasan romawi yang jauh lebih besar dari majapahit, tapi sekarang sudah musnah seiring pergantian masa , harus ar – rasyhid dengan ke khalifaanya ( seribu satu malam / bahgdad sendiri sekarang hancur lebur ), kekuasaan mogolia juga begitu….dan masih banyak lagi kisa2 emperium kejayaan kisah suatu bangsa, semua datang silih berganti. akhirnya bagi kita yang hidup pada peradapan abad ke 21…Harus berjuang menguasai teknologi sebaik mungkin, dunia sekarang sudah tampa batas batas negara hanya ada dalam pemerintahan, tetapi pergaulan antara sesama manusai sudah tidak ada batasnya….dunia cyber sudah mulai….. semuga bangsaku indonesia tetap maju…NKRI Harga mati..

  205. Hampir sama dng yg saya baca dan saya pelajari dari trah kakek moyang saya.. tapi mungkin masih banyak yg blm diungkap… dari trah pengging..

  206. sangat sedih membaca artikel ini, perasaan saya campur aduk. seandaianya sang raja lebih bijak melihat keadaan, maka raksasa majapahit pasti kokoh berdiri.

    • artikel ini ndak akan pernah nyebutin kondisi sosial politik di masa hindu majapahit..sistem kasta, rendahnya moral rata2 penduduk majapahit?pembesar majapahit yg suka sewenang2, kalo mau disalahin islam coba mas pikir apa bisa orang pindah keyakinan tanpa suatu sebab yg luar biasa?..raja bhrewira bumi pasti punya pertimbangan akan kondisi saat itu kalo tidak bisa2 etnis cina lenyap..

  207. TERNYATA HANYA TULISAN DONGENG, DAGELAN, KOMIK KELAS TK.
    PEMBOHONG, semua orang yang tau sejarah pasti KETAWA tulisan ini. ternyata HANYA TULISAN SEJARAH YANG DI IMAJINASI untuk MEMECAH BELAH.

  208. Koreksi mind, Kertosono bukan wilayah kediri, tapi masuk Kabupaten Nganjuk.
    Memang kec. Kertosono berbatasan dengan Kec. Purwoasri yg merupakan bagian Kabupaten Kediri.

  209. Kita mesti sadar tidak ada yang abadi di dunia semua ada masanya, demak hanyalah jalan bagi keruntuhan majapahit seperti halnya kediri di gantikan singasari dan selanjut nya singasari di gantikan majapahit. Kalau kita amati proses runtuhnya singasari sama persis dengan majapahit, saat singasari diserang jayakatwang hingga raja nya terbunuh maka munantu sang raja membalas dendam yang akhirnya berhasil mengalahkan jayakatwang tapi tidak melanjutkan kerajaan singasari melainkan membuat negara baru yaitu majapahit. Nah sejarah ini yang kemudian berulang saat peralihan majapahit ke demak, jadi gak pelu disesalkan. Kalau saya lebih menyesalkan kenapa lembu sora tidak dijadikan mahapatih majapahit, hingga banyak orang yang sangat berjasa terhadap bedirinya majapahit tidak sempat berlama-lama menikmati malah mati sebagai pemberontak.

  210. Sepatutnya belajar dari sejarah. Yaitu mengambil bagian2 yang baik untuk ditrpakan di era 21, merenungkan bagian2 buruk untuk tidak dilakukan ( sikap intoleran, perang, karena perang adalah sikap tolol dsb). Tuhan dari semua agama : memberikan kepintaran kepada umatnya, sebaiknya orang2 yang hidup di era 21; menggunakan kepintaran tersebut untuk saling mengasihi sesama manusia apapun agama mereka. Bukan agama yang salah tetapi manusianya yang salah, mereka lebih suka mengambil bagian2 yang tidak begitu jelas didalam “Kitab suci” daripada mengambil bagian2 baik yang sangat jelas. Misalnya menurut ajaran Nabi Muhammad : bersaudara didalam agama, tetapi juga bersaudara didalam kemanusiaan (you are sister and brother in faith, and you are sister and brother in humanity). Golongan Islam yang fanatic lebih suka mengambil bagian2 yang tidak toleran didalam Kitab Suci Islam. Setiap kitab suci agama ada bagian2 yang tidak toleran, sebaiknya bagian tersebut jangan diikuti, demi kedamaian diantara bangsa, humanity dimanapun kita berada mohon gunakan pikiran terang, hati yang damai dsb.

  211. Beranikah kita membuka pikiran untuk menerima kebenaran? “Tidak”. Itulah kesalahan utama kita sebagai manusia (bangsa). Well, Agama yang kita anut (yang diakui negara smpai saat ini) semua import. Ini fakta. Bahkan bagi saya “kebenaran” (agama) yang disampaikannyapun baru sebatas “berita”, sebuah khabar tentang kebaikan yang tak jarang dibungkus dengan doktrin, dogma bahkan ancaman tentang sorga dan neraka, lalu kita “dipaksa” percaya. Sialnya kita “mau” dan mengabaikan begitu saja karunia Tuhan yang paling berharga berupa “nurani”. Coba, seandainya semua khabar itu adalah kebenaran hakiki, perlukah lagi Tuhan membekali kita dengan hati nurani? Ingat, sangat meragukan bagi saya bahwa ada manusia (siapapun dia) mampu menggambarkan /menuliskan kebenaran Tuhan. Kemampuan manusia sangat-sangat terbatas dan kebenaran hakiki Tuhan maha tak terbatas. Bukankah kitab suci adalah “tulisan” manusia?
    Oke, taruhlah kitab suci itu sebuah kebenaran tentang Tuhan (berarti maha tak terbatas). Pertanyaannya, mampukah dengan segala keterbatasan kita sebagai manusia untuk “benar-benar” mamahaminya. Berilah nurani kita kesempatan untuk sedikit meragukan, setidaknya meragukan kemampuan kita sendiri, bukankah kebenaran hanya bisa didapat dengan cara meragukannya lebih dulu? Lalu buka pintu hati, dan mulai mencari. Diluar sana masih banyak tekateki yang belum terjawab. Coba tarik kebelakang sebelum NKRI, sebelum Islam, sebelum Yesus, sebelum Hindu Budha, Ramayana Mahabarata dan jejak-jejak nuklir ribuan tahun, Sanskerta, sampai ke Atlantis, Lemuria, bahkan sampai ketika awal penciptaan. Pandang sekitar, berbagai fenomena alam, Gunung Padang, Batu Batiang, belum lagi fenomena lokal genius Nusantara bidang sosial, budaya, politik. Lihat jauh kedepan tentang, kuantum, boson, brainware, microvita, hasil penjelajahan antariksa, TOE dan seterusnya, banyak penemuan baru dibidang sain. Ketika kita berdiri disuasana ini, berdebat dan mencari pembenar atas keyakinan sendiri adalah sikap premitif.
    Kalaupun harus mulai mempercayai, maka saya percaya Tuhan hanya Satu, Maha Tunggal, Tuhan bagi semua agama, semua manusia, bahkan mereka yang tidak beragama sekalipun, bahkan Tuhan bagi semua mahkluk, Tuhan bagi semesta (maaf bung Erianto Rahkman /Human Earth.com, saya pinjam istilah anda). dan kalaupun harus bicara tentang NKRI saya mulai bisa menerima bahwa kalau sampai tahun 2020 Indonesia belum berganti nama menjdi Nusantara maka saya harus menyampaikan Selamat Berpisah (hormat untuk DR ARKAND di Arkand.com ~~~Baba Nam Kevalam)
    Begitu.

  212. Ping-balik: SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH | fv4eva | oyikk

  213. Sepertinya kita tetap menelitikan kembali kebenarannya di dalm artikel ini ,
    Karena semua orang ingin tahu , tapi tiadah mudah untuk menyatakn sesuatu yg belum kita tahu di zaman dulu ,,,
    Karena kita belumpun lahir ,waktu itu ,,
    Terimkasih buat pemilik blog ini

  214. Saya pernah baca kalo R Fatah ( raja pertama Demak bernama Pangeran Jin Bun), manakah yg benar ? Trims

  215. artikel yg bagus..sayang selalu disebutin sabdo palon naya genggong..semua orang jawa ngerti kalo itu tokoh fiktif yg asli jawa..dan orang hindu dan budha tidak pernah mengakui dan menyebutkan tokoh itu..apalagi orang hindu bali mereka tidak akan tahu siapa mereka..
    masalah cina di jawa sya sudah tahu koq kalo orang jawa ini sudah berhubungan dengan etnis cina semenjak dulu kala dan sangat absurd klo pada masa itu cina selalu bikin ulah..kaum abangan itu tidak di asosiasikan dengan kubu sunan kalijaga tidak pernah ada yg nyebutin begitu..kaum abangan itu disebutin untuk mantan2 hindu yg ngaku islam tapi ndak melaksanakan syariat..

  216. cerita yg menarik….
    setidaknya bisa bikin aku baca ampe akhir..

    terlepas dari menyudutkan agamaku atau tidak, yg penting skg jaga NKRI.
    JAGA NKRI yang didlmnya ada
    agamaku,
    agamamu,
    kepercayaan kita masing-masing…

    NKRI bukan masalah agama, tapi kita…
    kita pondasi kuat didalamnya dengan berbagai kepercayaan, budaya serta adat istiadat..

    NKRI ada karna kamu, aku, kita smua…….

    cerita2 picisan, adu domba, pengikis faham…. cuekin aja, lumayan dpt bacaan.

  217. Sebuah drama yang panjang dan pilu, subjektivitas sejarah ditulis berdasar prespektif si penulisnya.
    Anyway umat islam perlu berterimakasih sama raden brawijaya ini kalo ngga ada beliau ngga ada islam. Dan kepribadian raja yang agung ini bisa menjadi cermin bagi kita agar dapat menghargai orang lain, khusus nya yang berkenyakinan lain dengan memberi ruang beribadah serta berpikiran positif terhadap mereka.

  218. “Dan suatu bangsa mempunyai suatu masa” ( Al-Quran ). Dulu Nusantara jaya , dan sekarang Nusantara ( Indonesia ) terpuruk. Bangsa Indonesia telah 500 tahun kerja bakti mengusir SETAN di Arab , memuja -muja batu di Arab. Tapi nanti setelah bangsa Indonesia mau berbasis Indonesia ( bukan Arab ) dan mengamalkan jimat ADAMMAKNA ( ADAM , DAUD, AYUB, MUSA, MUHAMMAD , AHMAD , KARJANAGA, NURCAHYO ,ALBERT) yang berbunyi, ” SAYA PERCAYA ADA TUHAN YAITU ……(sesuai agamanya ) DI SURGA” , maka Indonesia nanti akan JAYA.

  219. masih ada saja umat yg berpikir egois……tanpa penghianatan majapahit takkan runtuh…HINDU BUDHA TAKKAN PERNAH LEMAH MENGHADAPI MUSLIM ….KARAMA AKAN BERULANG……bukti kelemahan muslim ketika portugis dan Vioc memeasuki indonesia….350 thn anda dijajah.NUSANTARA INDONESIA LEBIH MAJU TANPA BUDAYA IMPORT

  220. kalau g30s pki berarti benar seperti yg ada di film nya dulu ya ?? nah semua di tutupi pasti ada tujuanya . hanya orang asli jawa (yang masih mempertahankan adat istiadat & tradisi nya ) lah yang tau , dan itu pun dari leluhur / kakek nenek kita . pendapat saya “mungkin” aja ini ada beberapa yang bener dan mungkin ada beberapa juga yang salah . bisa juga , jadi lebih bagus nya di telusuri semua aja semua yang berhubungan dengan artikel ini . kalaupun bener/salah ya ntar buat konsumsi pribadi aja . saya warga majapahit dari kakek nenek ku dan dengan ini mungkin lumayan buat bahan riset pencarian fakta di masa yang akan datang , tetep positive thinking dan netral aja dalam menanggapi segala sesuatu . ingat kalau cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat , artinya kalau sudah cinta salah pun di anggap benar dan sebaliknya benar bisa di anggap salah . orang bijak akan selalu netral ” always see the truth behind every single lies” . ngopi dulu kang… bli…. biar nggak ngantuk hahhahahahahahha……..

  221. Menurut saya sebelum ada agama hindu budha masyarakat bangsa kita itu memeluk kepercayaan animisme atau dinamisme , seperti manusia jaman purba dulu percaya roh eoh nenek moyang dan benda benda yang dianggap gaib ^^ jadi bisa jadi yang bikin pecah nya ya manusia itu sendiri .. positive nya ya artikel ini bisa jadi contoh kalo perpecahan itu gak enak , gak bikin kita nyaman , makanya kita harus bhineka tunggal ika , seiring perkembangan zaman , ga perlu lah menghakini suatu masalah yang sudah berlalu .. yang lalu biarlah berlalu , pandang kedepan , kegagalan , perpecahan yang pernah terjadi sebagai contoh atau guru bagi kita membangun bangsa ini .. sekarang tinggal kita penerus bangsa harus lebih baik dari mereka !! SALAM PERDAMAIAN !!! AYO BANGUN BANGSA MENJADI LEBIH BAIK DENGAN PERSATUAN DAN KESATUAN !!!! KASIH , SUKACITA, DAMAI SEJAHTERA ITU INDAH !!! 🙂

  222. Hello…. kisah ini bersumber dr kitab dhamagandul, isinya memang mendeskreditkan Islam.

    Kitab dharmagandul tdk jelas siapa yg mengarang, tp yg jelas ia diperkenalkan pertama kali oleh pemerintah kolonial belanda, pasca perang diponegoro

    Tujuannya jelas utk memecah belah, dr sudut pandang sejarah, dharmagandul tdk bs dijadikan referensi…..

    Hancurnya majapahit karena serangan dr raja bawahan dr kediri Girindrawardhana, Raden Patah kemudian melakukan serangan balasan.. Wali Songo menyebarkan Islam dg metode budaya bukan melalui ekspansi militer, karena itu Islam berkembang dg pesat.

    Sumber : kitab dhamagandul, atlas wali songo, Masa Akhir Majapahit :Girindrawardhana dan Masalahnya

  223. Cermati saja ceritanya tarik benang merahnya yg tertulis tak selalu salah yg yg terukir tak selalu benar
    Mendiskreditkan agama menjadi hal yg aneh saat kau ungkap kebencian di dalam kebenaran

  224. Tulisan ini sebenarnya konyol Dan kasar. Mencoba mencampur aduk antars fakta, dan khayalan. Tapi penulis tidak sadar bahwa waktu 500 thn sdh lewat. Sehingga tulisan ini bumerang bagi penulis Dan Buddha. Karena fakta yang dibangun berakhir dgn kebohongan.

  225. Alhamdulillah akhirnya sy bs tau sejarah, tdk bs d pungkiri itulah agama nenek moyang kita, begitupula islam. konflik pasti ada krn mempertahankn ideologi dan kepercayaan masing”, itulah kenyataan dan harus d pahami bersama. biarlah smua itu menjadi sejarah bangsa ini. yg pasti bangsa ini dibangun dari berbagai pondasi agama dan keyakinan. jadi biarlah kebinekaan ini tetap ada, jangan dipermasalahkn. tetaplah hidup dengan keyakinan masing” dan hargai orng yg memiliki kepercayaan yg beda dgn kita.

  226. Bukan krena ideologi baru yg menghancurkan majapahit, tp dr kelemahan pemimpinny lah yg menghancurkan majapahit itu sendiri. Tp penulis disini berusaha utk memojokkan ideologi baru yg dtg ke nusantara. Takdir itu nyata

  227. Kepada Yth.:
    Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta dan atau
    Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yang mengadili perkara
    Nomor 125/PDT.G/2015/PN.SMN pada Tingkat Banding
    Jalan Lingkar Selatan, Wojo, Bangunharjo, Bantul
    D.I Yogyakarta.

    Perihal : DUKUNGAN KEPADA PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA dan atau Majelis Hakim Yang Mengadili Perkara Nomor 125/Pdt.G/2015/PN.SMN pada tingkat banding.

    Bersama dan melalui surat ini, kami yang bertandatangan pada bagian akhir surat selaku RAKYAT INDONESIA yang merupakan BANGSA INDONESIA Pemilik Yang Berdaulat atas Negeri (Tanah Air) Indonesia dan Negara Indonesia yang juga merupakan Warga Negara Indonesia MEMBERI DUKUNGAN PENUH kepada Ketua Pengadilan Tinggi dan atau Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta yang mengadili perkara Nomor 125/Pdt.G/2015/PN.Smn pada tingkat banding beserta seluruh Pejabat yang melakukan Kekuasaan Kehakiman disebut dan dimaksud Pasal 24 UUD 1945 untuk mengabulkan dan melaksanakan tuntutan dimaksud dalam perkara tersebut.

    Demi tegaknya Hukum dan terwujudnya Keadilan serta keselamatan Bangsa, Rakyat, Negeri dan Negara Indonesia apabila Pejabat pada Pengadilan Tinggi Yogyakarta dan Mahkamah Agung sebagai Pejabat dan Institusi yang melakukan KEKUASAAN KEHAKIMAN tidak melakukan tindakan HUKUM SEBAGAIMANA MESTINYA sehubungan dengan perkara tersebut, maka kami akan membawa perkara tersebut ke Mahkamah Internasional agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berserta perlengkapannya melakukan tindakan Hukum demi terwujudnya perdamaian dunia sebagaimana mestinya.

    Demikian kami sampaikan dengan harapan baik kiranya berkenan menjadi perhatian dan bahan pertimbangan. Terimakasih.

    Hormat kami,
    Bangsa dan Rakyat Indonesia,

    ……………… …………….. ……………………
    Nama/ttd/NIK Nama/ttd/NIK Nama/ttd/NIK

    Tembusan :

    1. Ketua Mahakamah Agung RI
    JL. MEDAN MERDEKA UTARA NO. 9 -13.
    Jakarta 10110

    2. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)
    Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta 13870

    3. H.E Ban Ki moon
    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
    Manhattan, New York City

    Melalui :

    Kantor Perwakilan PBB di Jakarta.
    Menara Thamrin, 8th Floor
    Jl. MH. Thamrin, Kav. 3
    Jakarta Pusat, 10250

    4. Lembaga Kedaulatan Rakyat Indonesia (LKRI)
    Jln.Pucang Anom V No.1 Pucang Gading, Batursari, Mranggen Demak
    Prov.Jawa Tengah.

    5. Adv.Syarifuddin Simbolon, SH.
    Jln.Pucang Anom V No.40 Pucang Gading, Batursari, Mranggen Demak
    Prov.Jawa Tengah.

    Catatan :
    – Dukungan dan surat yang diantar langsung ke Pengadilan Tinggi Yogyakarta jangan lupa menerima tanda terima surat.

    -Surat dukungan yg dikirim melalui pos usahakan tercatat supaya ada tanda bukti pengiriman.

    -Untuk menghemat biaya tembusan kepada kami Adv.Syarifuddin Simbolon silahkan di posting di akun fesbuk kami atau kirim inbox.

    -Mari penuhi gedung MAHKAMAH AGUNG, MABES TNI dan PBB dengan surat dukungan seraya mempersiapkan PERANGKAT UNTUK MELAKSANAKAN UUD 1945 ITU.

    -SEBARKAN agar SEMAKIN BANYAK RAKYAT INDONESIA YANG BANGKIT MELAKSANAKAN KEKUASAAN TERTINGGI (KEDAULATAN) YANG ADA DITANGANNYA.

  228. 🇲🇨UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959 itulah Wujud NEGARA INDONESIA ( NKRI). 🇲🇨

    TINDAKAN MENURUT DAN SESUAI HUKUM BELA NEGARA atau MENUNTUT atau MEKANISME KEMBALI KE UUD 1945 tgl.18 Agustus 1945 Jo.Keppres No.150/1959 (UUD 1945 berlaku lagi secara defakto) ================================================================.

    RAKYAT INDONESIA MENGGUGAT (PMH) KEMBALI KE UUD 1945.

    TATA CARA MENURUT HUKUM KEMBALI dan atau MENGEMBALIKAN atau KEMBALI KE UUD 1945 tgl.18-8-1945 jo Keppres No.150 / 1959 sesuai SISTIM NEGARA BERDASAR ATAS HUKUM (Rechtsstaat, Kerakyatan YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN, Ahlusunnah, Rule of Law) yang DIANUT oleh NEGARA INDONESIA (UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959).

    Tatacara menurut Hukum menuntut agar UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959 (NKRI) dikembalikan dan diserahkan kepada Rakyat Indonesia selaku Bangsa Indonesia Pendiri dan Pemilik Yang Sah dan Berdaulat atas NKRI.

    TATA CARA MENURUT HUKUM MENGHAPUSKAN rejim illegal, penjajah dan penjajahan, Neo kolonialis komunis imperialis DALAM SEGALA BENTUK dan CARA dari INDONESIA.

    TATA CARA MENURUT HUKUM MEMASUKI SUASANA/ALAM KEMERDEKAAN melalui PINTU GERBANG KEMERDEKAAN NEGARA INDONESIA AGAR RAKYAT INDONESIA YANG MERDEKA, BERSATU DAN BERDAULAT HIDUP ADIL dan MAKMUR DALAM SUASANA MERDEKA.

    UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959 adalah HUKUM yg berlaku bagi segenap Bangsa Indonesia seluruh Negeri Indonesia, seluruh Rakyat Indonesia dan tiap-tiap Warga Negara Indonesia.

    Meski langit runtuh HUKUM pasti TEGAK dan atau diTEGAKkan.

    Barangsiapa memperolok-olok atau mempermainkan atau mengabaikan atau tidak patuh atau tidak taat atau melawan HUKUM niscaya hancur.

    Oleh karena itu mari patuh atau taat atau menegakkan HUKUM sebab demikianlah mewujudkan KEADILAN.

    MERDEKA ADIL DAN MAKMUR UNTUK SELAMA-LAMANYA!!!!!!

    Adv.Syarifuddin Simbolon, SH. ================================================================================== https://www.youtube.com/watch?v=_O8b1pXumFM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s