Beranda » Uncategorized » SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

OM Swastiastu,

——————————————–

Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.

Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang didaerah Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan iInternasional-nya waktu itu adalah Gresik.

Agama resmi Negara adalah Hindhu aliran Shiwa dan Buddha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama kebesaran dari sebuah Emperor di Jawa. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta. Vilva: Pohon Maja, Tikta : Pahit ). Sehingga, selain Majapahit ( baca : Mojopait) orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta (Wilwotikto).

Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang!

Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. ( Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo = Bangsawan, Marcuet = Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka = Perjaka, Umbaran = Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak = Bangsawan, Jingga = Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri.)

Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, Malahan Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah. Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. (Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana = Mutiara, Wungu = Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar = Pelita, Wulan = Sang Rembulan).

Kondisi Majapahit stabil lagi. Hingga pada tahun 1453 Masehi, tahta Majapahit dipegang oleh Raden Kertabhumi yang lantas terkenal dengan gelar Prabhu Brawijaya ( Bhre Wijaya). Pada jaman pemerintahan beliau inilah, Islamisasi mulai merambah wilayah kekuasaan Majapahit, dimulai dari Malaka. Dan kemudian, mulai masuk menuju ke pusat kerajaan, ke pulau Jawa.

Dan kisahnya adalah sebagai berikut :

Diwilayah Kamboja selatan, dulu terdapat Kerajaan kecil yang masuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Champa namanya. ( Sekarang hanya menjadi perkampungan Champa ). Kerajaan ini berubah menjadi Kerajaan Islam semenjak Raja Champa memeluk agama baru itu. Keputusan ini diambil setelah seorang ulama Islam datang dari Samarqand, Bukhara. ( Sekarang didaerah Rusia Selatan). Ulama ini bernama Syeh Ibrahim As-Samarqand. Selain berpindah agama, Raja Champa bahkan mengambil Syeh Ibrahim As-Samarqand sebagai menantu.

Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati. Dari hasil pernikahan ini, lahirlah dua orang putra, yang sulung bernama Sayyid ‘Ali Murtadlo, dan yang bungsu bernama Sayyid ‘Ali Rahmad. Karena berkebangsaan Champa ( Indo-china ), Sayyid ‘Ali Rahmad juga dikenal dengan nama Bong Swie Hoo. (Nama Champa dari Sayyid ‘Ali Murtadlo, Raja Champa, Dewi Candrawulan dan Dewi Anarawati, saya belum mengetahuinya : Damar Shashangka).

Kerajaan Champa dibawah kekuasaan Kerajaan Besar Majapahit yang berpusat di Jawa. Pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Raden Kertabhumi atau Prabhu Brawijaya semenjak tahun 1453 Masehi. Beliau didampingi oleh adiknya Raden Purwawisesha sebagai Mahapatih. Pada tahun 1466, Raden Purwawisesha mengundurkan diri dari jabatannya, dan sebagai penggantinya diangkatlah Bhre Pandhansalas. Namun dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1468 Masehi, Bhre Pandhansalas juga mengundurkan diri.

Praktis semenjak tahun 1468 Masehi, Prabhu Brawijaya memerintah Majapahit tanpa didampingi oleh seorang Mahapatih. Apakah gerangan dalam masa pemerintahan Prabhu Brawijaya terjadi dua kali pengunduran diri dari seorang Mahapatih? Sebabnya tak lain dan tak bukan karena Prabhu Brawijaya terlalu lunak dengan etnis China dan orang-orang muslim.

Diceritakan, begitu Prabhu Brawijaya naik tahta, Kekaisaran Tiongkok mengirimkan seorang putri China yang sangat cantik sebagai persembahan kepada Prabhu Brawijaya untuk dinikahi. Ini dimaksudkan sebagai tali penyambung kekerabatan dengan Kekaisaran Tiongkok. Putri ini bernama Tan Eng Kian. Sangat cantik. Tiada bercacat. Karena kecantikannya, setelah Prabhu Brawijaya menikahi putri ini, praktis beliau hampi-hampir melupakan istri-istrinya yang lain. (Prabhu Brawijaya banyak memiliki istri, dari berbagai istri beliau, lahirlah tokoh-tokoh besar. Pada kesempatan lain, saya akan menceritakannya : Damar Shashangka).

Ketika putri Tan Eng Kian tengah hamil tua, rombongan dari Kerajaan Champa datang menghadap. Raja Champa sendiri yang datang. Diiringi oleh para pembesar Kerajaan dan ikut juga dalam rombongan, Dewi Anarawati. Raja Champa banyak membawa upeti sebagai tanda takluk. Dan salah satu upeti yang sangat berharga adalah, Dewi Anarawati sendiri.

Melihat kecantikan putri berdarah indo-china ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan begitu Dewi Anarawati telah beliau peristri, Tan Eng Kian, putri China yang tengah hamil tua itu, seakan-akan sudah tidak ada lagi di istana. Perhatian Prabhu Brawijaya kini beralih kepada Dewi Anarawati.

Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta agar Tan Eng Kian disingkirkan dari istana, Prabhu Brawijaya menurutinya. Tan Eng Kian diceraikan. Lantas putri China yang malang ini diserahkan kepada Adipati Palembang Arya Damar untuk diperistri. Adipati Arya Damar sesungguhnya juga peranakan China. Dia adalah putra selir Prabhu Wikramawardhana, Raja Majapahit yang sudah wafat yang memerintah pada tahun 1389-1429 Masehi, dengan seorang putri China pula.

Nama China Adipati Arya Damar adalah Swan Liong. Menerima pemberian seorang janda dari Raja adalah suatu kehormatan besar. Perlu dicatat, Swan Liong adalah China muslim. Dia masuk Islam setelah berinteraksi dengan etnis China di Palembang, keturunan pengikut Laksamana Cheng Ho yang sudah tinggal lebih dahulu di Palembang. Oleh karena itulah, Palembang waktu itu adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Majapahit yang bercorak Islam.

Arya Damar menunggu kelahiran putra yang dikandung Tan Eng Kian sebelum ia menikahinya. Begitu putri China ini selesai melahirkan, dinikahilah dia oleh Arya Damar.

Anak yang lahir dari rahim Tan Eng Kian, hasil dari pernikahannya dengan Prabhu Brawijaya, adalah seorang anak lelaki. Diberi nama Tan Eng Hwat. Karena ayah tirinya muslim, dia juga diberi nama Hassan. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Raden Patah!

Dari hasil perkawinan Arya Damar dengan Tan Eng Kian, lahirlah juga seorang putra. Diberinama Kin Shan. Nama muslimnya adalah Hussein. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Adipati Pecattandha, atau Adipati Terung yang terkenal itu!

Kembali ke Jawa. Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana selanjutnya setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya, Tan Eng Kian. Dewi Anarawati meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha.

Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Namun yang menjadi masalah, siapakah yang akan mengisi jabatan sebagai seorang Guru layaknya padepokan Shiva atau Mahawiku layaknya padepokan Buddha? Pucuk dicinta ulam tiba, Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.

Para Pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah melihat gelagat yang tidak baik. Mereka dengan halus memperingatkan Prabhu Brawijaya, agar selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan penting.

Tak kurang-kurang, Sabdo Palon dan Nayagenggong, punakawan terdekat Prabhu Brawijaya juga sudah memperingatkan agar momongan mereka ini berhati-hati, tidak gegabah. Namun, Prabhu Brawijaya, bagaikan orang mabuk, tak satupun nasehat orang-orang terdekatnya beliau dengarkan.

Perekonomian Majapahit sudah hamper didominasi oleh etnis China semenjak putri Tan Eng Kian di peristri oleh Prabhu Brawijaya, dan memang itulah misi dari Kekaisaran Tiongkok. Kini, dengan masuknya Dewi Anarawati, orang-orang muslim-pun mendepat kesempatan besar. Apalagi, pada waktu itu, banyak juga orang China yang muslim. Semua masukan bagi Prabhu Brawijaya tersebut, tidak satupun yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Para Pejabat daerah mengirimkan surat khusus kepada Sang Prabhu yang isinya mengeluhkan tingkah laku para pendatang baru ini. Namun, tetap saja, ditanggapi acuh tak acuh.

Hingga pada suatu ketika, manakala ada acara rutin tahunan dimana para pejabat daerah harus menghadap ke ibukota Majapahit sebagai tanda kesetiaan, Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker ( Ponorogo sekarang), mempersembahkan tarian khusus buat Sang Prabhu. Tarian ini masih baru. Belum pernah ditampilkan dimanapun. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piranti tari bernama Dhadhak Merak. Yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak diatasnya. Dhadhak Merak ini dimainkan oleh satu orang pemain, dengan diiringi oleh para prajurid yang bertingkah polah seperti banci. ( Sekarang dimainkan oleh wanita tulen). Ditambah satu tokoh yang bernama Pujangganom dan satu orang Jathilan. Sang Pujangganom tampak menari-nari acuh tak acuh, sedangkan Jathilan, melompat-lompat seperti orang gila.

Sang Prabhu takjub melihat tarian baru ini. Manakala beliau menanyakan makna dari suguhan tarian tersebut, Ki Ageng Kutu, Adipati dari Wengker yang terkenal berani itu, tanpa sungkan-sungkan lagi menjelaskan, bahwa Dhadhak Merak adalah symbol dari Kerajaan Majapahit sendiri. Kepala Harimau adalah symbol dari Sang Prabhu. Bulu-bulu merak yang indah adalah symbol permaisuri sang Prabhu yang terkenal sangat cantik, yaitu Dewi Anarawati. Pasukan banci adalah pasukan Majapahit. Pujangganom adalah symbol dari Pejabat teras, dan Jathilan adalah symbol dari Pejabat daerah.

Arti sesungguhnya adalah, Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung Merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya dibawah selangkangan sang burung Merak. Para Prajurid Majapahit sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci, sangat memalukan! Para pejabat teras acuh tak acuh dan pejabat daerah dibuat kebingungan menghadapi invasi halus, imperialisasi halus yang kini tengah terjadi. Dan terang-terangan Ki Ageng Kutu memperingatkan agar Prabhu Brawijaya berhati-hati dengan orang-orang Islam!

Kesenian sindiran ini kemudian hari dikenal dengan nama REOG PONOROGO!

Mendengar kelancangan Ki Ageng Kutu, Prabhu Brawijaya murka! Dan Ki Ageng Kutu, bersama para pengikutnya segera meninggalkan Majapahit. Sesampainya di Wengker, beliau mamaklumatkan perang dengan Majapahit!

Prabhu Brawijaya mengutus putra selirnya, Raden Bathara Katong untuk memimpin pasukan Majapahit, menggempur Kadipaten Wengker! (Akan saya ceritakan pada bagian kedua : Damar Shashangka).

Prabhu Brawijaya, menjanjikan daerah ‘perdikan’. Daerah perdikan adalah daerah otonom. Beliau menjanjikannya kepada Dewi Anarawati. Dan Dewi Anarawati meminta daerah Ampeldhenta ( didaerah Surabaya sekarang ) agar dijadikan daerah otonom bagi orang-orang Islam. Dan disana, rencananya akan dibangun sebuah Ashrama besar, pusat pendidikan bagi kaum muslim.

Begitu Prabhu Brawijaya menyetujui hal ini, maka Dewi Anarawati, atas nama Negara, mengirim utusan ke Champa. Meminta kesediaan Syeh Ibrahim As-Samarqand untuk tinggal di Majapahit dan menjadi Guru dari Padepokan yang hendak dibangun.

Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad.

Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.

Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha (Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.: Damar Shashangka).

Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.

Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan.

Bahkan, Sayyid ‘Ali Rahmad dan Sayyid ‘Ali Murtadlo mendapat gelar kebangsawanan Majapahit, yaitu Rahadyan atau Raden. Jadilah mereka dikenal dengan nama Raden Rahmad dan Raden Murtolo ( Orang Jawa tidak bisa mengucapkan huruf ‘dlo’. Huruf ‘dlo’ berubah menjadi ‘lo’. Seperti Ridlo, jadi Rilo, Ramadlan jadi Ramelan, Riyadloh jadi Riyalat, dll). Namun lama kelamaan, Raden Murtolo dikenal dengan nama Raden Santri, makamnya juga ada di Gresik sekarang.

Raden Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Raden Santri, mengembara ke Bima, menyebarkan Islam disana, hingga ketika sudah tua, ia kembali ke Jawa dan meniggal di Gresik.

Para pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah memperingatkan Prabhu Brawijaya. Sebab sudah terdengar kabar dimana-mana, kaum baru ini adalah kaum missioner. Kaum yang punya misi tertentu. Malaka sudah berubah menjadi Kadipaten Islam, Pasai juga, Palembang juga, dan kini gerakan itu sudah semakin dekat dengan pusat kerajaan.

Semua telah memperingatkan Sang Prabhu. Tak ketinggalan pula Sabdo Palon dan Naya Genggong. Namun, bagaikan berlalunya angin, Prabhu Brawijaya tetap tidak mendengarkannya.Raja Majapahit yang ditakuti ini, kini bagaikan harimau yang takluk dibawah kangkangan burung Merak, Dewi Anarawati.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Ki Ageng Kutu dari Wengker dulu.

R U N T U H N Y A   M A J A P A H I T

Berdirinya Giri Kedhaton

Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara.

Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, Dewi Sekardhadhu, jatuh sakit. Ditengah wabah yang melanda, datanglah seorang ulama dari Samudera Pasai ( Aceh sekarang ), yang masih berkerabat dekat dengan Syeh Ibrahim As-Samarqand, bernama Syeh Maulana Ishaq. Dia ahli pengobatan. Mendengar Sang Adipati mengadakan sayembara, dia serta merta mengikutinya. Dan berkat keahlian pengobatan yang dia dapat dari Champa, sang putri berangsur-angsur sembuh.

Adipati Menak Sembuyu menepati janji. Sesuai isi sayembara, barangsiapa yang mampu menyembuhkan sang putri, jika lelaki akan dinikahkan jika perempuan akan diangkat sebagai saudara, maka, Syeh Maulana Ishaq dinikahkan dengan Dewi Sekardhadhu.

Namun pada perjalanan waktu selanjutnya, ketegangan mulai timbul. Ini disebabkan, Syeh Maulana Ishaq, mengajak Adipati beserta seluruh keluarga untuk memeluk agama Islam.

Ketegangan ini lama-lama berbuntut pengusiran Syeh Maulana Ishaq dari Blambangan. Perceraian terjadi. Dan waktu itu, Dewi Sekardhadhu tengah hamil tua. Keputusan untuk menceraikan Dewi Sekardhadhu dengan Syeh Maulana Ishaq ini diambil oleh Sang Adipati karena melihat stabilitas Kadipaten Blambangan yang semula tenang, lama-lama terpecah menjadi dua kubu. Kubu yang mengidolakan Syeh Maulana Ishaq dan kubu yang tetap menolak infiltrasi asing ke wilayah mereka. Kubu pertama tertarik pada ajaran Islam, sedangkan kubu kedua tetap tidak menyetujui masuknya Islam karena terlalu diskriminatif menurut mereka. Antar kerabat jadi terpecah belah, saling curiga dan tegang. Ini yang tidak mereka sukai.

Sepeninggal Syeh Maulana Ishaq, ternyata masalah belum usai. Kubu yang pro ulama Pasai ini, kini menantikan kelahiran putra sang Syeh yang tengah dikandung Dewi Sekardhadhu. Sosok Syeh Maulana Ishaq, kini menjadi laten bagi stabilitas Blambangan. Mendapati situasi ketegangan belum juga bisa diredakan, maka mau tak mau, Adipati Blambangan, dengan sangat terpaksa, memberikan anak Syeh Maulana Ishaq, cucunya sendiri kepada saudagar muslim dari Gresik. Anak itu terlahir laki-laki.

Dalam cerita rakyat dari sumber Islam, konon dikisahkan anak itu dilarung ketengah laut (meniru cerita Nabi Musa) dengan menggunakan peti. Konon ada saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar. Kapal dagangnya tiba-tiba tidak bisa bergerak karena menabrak peti itu. Dan peti itu akhirnya dibawa naik ke geladak oleh anak buah sang saudagar. Isinya ternyata seorang bayi.

Sesungguhnya itu hanya cerita kiasan. Yang terjadi, saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar di Blambangan diperintahkan untuk menghadap ke Kadipaten menjelang mereka hendak balik ke Gresik. Inilah maksudnya kapal tidak bisa bergerak. Para saudagar bertanya-tanya, ada kesalahan apa yang mereka buat sehingga mereka disuruh menghadap ke Kadipaten? Ternyata, di Kadipaten, Adipati Menak Sembuyu, dengan diam-diam telah mengatur pertemuan itu. Sang Adipati memberikan seorang anak bayi, cucunya sendiri, yang lahir dari ayah seorang muslim. Anak itu dititipkan kepada para saudagar anak buah saudagar kaya di Gresik yang bernama Nyi Ageng Pinatih, yang seorang muslim. Adipati Menak Sembuyu tahu telah menitipkan cucunya kepada siapa. Beliau yakin, cucunya akan aman bersama Nyi Ageng Pinatih. Hanya dengan jalan inilah, Blambangan dapat kembali tenang.

Putra Syeh Maulana Ishaq ini, lahir pada tahun 1452 Masehi.

Sekembalinya dari Blambangan, para saudagar ini menghadap kepada majikan mereka, Nyi Ageng Pinatih sembari memberikan oleh-oleh yang sangat berharga. Seorang anak bayi keturunan bangsawan Blambangan. Bahkan dia adalah putra Syeh Maulana Ishaq, sosok yang disegani oleh orang-orang muslim. Nyi Ageng Pinatih tidak berani menolak sebuah anugerah itu. Diambillah bayi itu, dianggap anak sendiri. Karena bayi itu hadir seiring kapal selesai berlayar dari samudera, maka bayi itu dinamakan Jaka Samudera oleh Nyi Ageng Pinatih.

Jaka Samudera dibawa menghadap ke Ampeldhenta menjelang usia tujuh tahun. Dia tinggal disana. Belajar agama dari Sunan Ampel.

Sunan Ampel yang tahu siapa Jaka Samudera yang sebenarnya dari Nyi Ageng Pinatih, maka sosok anak ini sangat dia perhatikan dan diistimewakan. Sunan Ampel menganggapnya anak sendiri.

Sunan Ampel, dari hasil perkawinannya dengan kakak kandung Adipati Tuban Arya Teja, memiliki delapan putra dan putri. Yang penting untuk diketahui adalah Makdum Ibrahim ( Nama Champa-nya : Bong- Ang : kelak terkenal dengan sebutan Sunan Benang. Lama-lama pengucapannya berubah menjadi Sunan Bonang). Yang kedua Abdul Qasim, terkenal kemudian dengan nama Sunan Derajat. Yang ketiga Maulana Ahmad, yang terkenal dengan nama Sunan Lamongan, yang keempat bernama Siti Murtasi’ah, kelak dijodohkan dengan Jaka Samudera, yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton (Sunan Giri), yang kelima putri bernama Siti Asyiqah, kelak dijodohkan dengan Raden Patah ( Tan Eng Hwat ), putra Tan Eng Kian, janda Prabhu Brawijaya yang ada di Palembang itu.

Kekuatan Islam dibangun melalui tali pernikahan. Jaka Samudera, diberi nama lain oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Paku. Kelak dia dikenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton. Dia adalah santri senior. Sunan Ampel bahkan telah mencalonkan, mengkaderkan dia sebagai penggantinya kelak bila sudah meninggal.

Sunan Giri sangat radikal dalam pemahaman keagamannya. Setamat berguru dari Ampeldhenta, dia pulang ke Gresik. Di Gresik, dia menyatukan komunitas muslim disana. Dia mendirikan Pesantren. Terkenal dengan nama Pesantren Giri.

Namun dalam perkembangannya, Pesantren Giri memaklumatkan lepas dari kekuasaan Majapahit yang dia pandang Negara kafir. Pesantren Giri berubah menjadi pusat pemerintahan. Maka dikenal dengan nama Giri Kedhaton ( Kerajaan Giri ). Sunan Giri, mengangkat dirinya sebagi khalifah Islam dengan gelar Prabhu Satmata ( Penguasa Bermata Enam. Gelar sindiran kepada Deva Shiva yang cuma bermata tiga ).

Mendengar Gresik melepaskan diri dari pusat kekuasan, Prabhu Brawijaya, sebagai Raja Diraja Nusantara yang sah, segera mengirimkan pasukan tempur untuk menjebol Giri Kedhaton. Darah tertumpah. Darah mengalir. Dan akhirnya, Giri Kedhaton bisa ditaklukkan. Kekhalifahan Islam bertama itu tidak berumur lama. Namun kelak, setelah Majapahit hancur oleh serangan Demak Bintara, Giri Kedhaton eksis lagi mulai tahun 1487 Masehi. (Sembilan tahun setelah Majapahit hancur pada tahun 1478 Masehi).

Dari sumber Islam, banyak cerita yang memojokkan pasukan Majapahit. Konon Sunan Giri berhasil mengusir pasukan Majapahit hanya dengan melemparkan sebuah kalam atau penanya. Kalam miliknya ini katanya berubah menjadi lebah-lebah yang menyengat. Sehingga membuat puyeng atau munyeng para prajurid Majapahit. Maka dikatakan, ‘kalam’ yang bisa membuat ‘munyeng’ inilah senjata andalan Sunan Giri. Maka dikenal dengan nama ‘Kalamunyeng’. Sesungguhnya, ini hanya kiasan belaka. Sunan Giri, melalui tulisan-tulisannya yang mengobarkan semangat ke-Islam-an, mampu mengadakan pemberontakan yang sempat ‘memusingkan’ Majapahit.

Namun, karena Sunan Ampel meminta pengampunan kepada Prabhu Brawijaya, Sunan Giri tidak mendapat hukuman. Tapi gerak-geriknya, selalu diawasi oleh Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit. Inilah kelemahan Prabhu Brawijaya. Terlalu meremehkan bara api kecil yang sebenarnya bisa membahayakan.

Sabdo Palon dan Naya Genggong sudah mengingatkan agar seorang yang bersalah harus mendapatkan sangsi hukuman. Karena itulah kewajiban yang merupakan sebuah janji seorang Raja. Salah satu kewajiban menjalankan janji suci sebagai AGNI atau API, yang harus mengadili siapa saja yang bersalah. Janji ini adalah satu bagian integral dari tujuh janji yang lain, yaitu ANGKASHA (Ruang), Raja harus memberikan ruang untuk mendengarkan suara rakyatnya, VAYU (Angin), Raja harus mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan kepada rakyatnya bagai angin, AGNI (Api), Raja harus memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada yang bersalah tanpa pandang bulu bagai api yang membakar, TIRTA (Air), Raja harus mampu menumbuhkan kesejahteraan perekonomian bagi rakyatnya bagaikan air yang mampu menumbuhkan biji-bijian, PRTIVI (Tanah), Raja harus mampu memberikan tempat yang aman bagi rakyatnya, menampung semuanya, tanpa ada diskriminasi, bagaikan tanah yang mau menampung semua manusia, SURYA (Matahari), Raja harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu seperti Matahari yang memberikan kehidupan kepada mayapada, CHANDRA (Bulan ), Raja harus mampu mengangkat rakyatnya dari keterbelakangan, dari kebodohan, dari kegelapan, bagaikan sang rembulan yang menyinari kegelapan dimalam hari, dan yang terakhir adalah KARTIKA (Bintang), Raja harus mampu memberikan aturan-aturan hukum yang jelas, kepastian hukum bagi rakyat demi kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan, bagaikan bintang gemintang yang mampu menunjukkan arah mata angin dengan pasti dikala malam menjalang. Inilah DELAPAN JANJI RAJA yang disebut ASTHAVRATA (Astobroto ; Jawa ). Dan menurut Sabdo Palon dan Naya Genggong, Prabhu Brawijaya telah lalai menjalankan janji sucinya sebagai AGNI.

Mendapati kondisi memanas seperti itu, Sunan Ampel mengeluarkan sebuah fatwa, Haram hukumnya menyerang Majapahit, karena bagaimanapun juga Prabhu Brawijaya adalah Imam yang wajib dipatuhi. Setelah keluar fatwa dari pemimpin Islam se-Jawa, konflik mulai mereda.

Namun bagaimanapun juga, dikalangan orang-orang Islam diam-diam terbagi menjadi dua kubu. Yaitu kubu yang mencita-citakan berdirinya Kekhalifahan Islam Jawa, dan kubu yang tidak menginginkan berdirinya Kekhalifahan itu. Kubu kedua ini berpendapat, dalam naungan Kerajaan Majapahit, yang notabene Shiva Buddha, ummat Islam diberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadah agamanya. Bahkan, syari’at Islam pun boleh dijalankan didaerah-daerah tertentu.

Kubu pertama dipelopori oleh Sunan Giri, sedangkan kubu kedua dipelopori oleh Sunan Kalijaga, putra Adipati Tuban Arya Teja, keponakan Sunan Ampel. Kubu Sunan Giri mengklaim, bahwa golongan mereka memeluk Islam secara kaffah, secara bulat-bulat, maka pantas disebut PUTIHAN (Kaum Putih). Dan mereka menyebut kubu yang dipimpin Sunan Kalijaga sebagai ABANGAN (Kaum Merah).

Bibit perpecahan didalam orang-orang Islam sendiri mulai muncul. Hal ini hanya bagaikan api dalam sekam ketika Sunan Ampel masih hidup. Kelak, ketika Majapahit berhasil dijebol oleh para militant Islam dan ketika Sunan Ampel sudah wafat, kedua kubu ini terlibat pertikaian frontal yang berdarah-darah ( Yang paling parah dan memakan banyak korban, sampai-sampai para investor dari Portugis melarikan diri ke Malaka dan menceritakan di Jawa tengah terjadi situasi chaos dan anarkhis yang mengerikan, adalah pertikaian antara Arya Penangsang, santri Sunan Kudus, penguasa Jipang Panolan dari kubu Putihan dengan Jaka Tingkir atau Mas Karebet, santri dari Sunan Kalijaga, penguasa Pajang dari kubu Abangan. Nanti akan saya ceritakan : Damar Shashangka ).

Berdirinya Ponorogo.

Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, sebenarnya masih keturunan bangsawan Majapahit. Beliau masih keturunan Raden Kudha Merta, ksatria dari Pajajaran yang melarikan diri bersama Raden Cakradhara. Raden Kudha Merta berhasil menikah dengan Shri Gitarja, putri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Sedangkan Raden Cakradhara berhasil menikahi Tribhuwanatunggadewi, kakak kandung Shri Gitarja.

Dari perkawinan antara Raden Cakradhara dengan Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Prabhu Hayam Wuruk yang terkenal itu. Sedangkan Raden Kudha Merta, menjadi penguasa daerah Wengker, yang sekarang dikenal dengan nama Ponorogo.

Ki Ageng Kutu adalah keturunan dari Raden Kudha Merta dan Shri Gitarja.

Melihat Majapahit, dibawah pemerintahan Prabhu Brawijaya bagaikan harimau yang kehilangan taringnya, Ki Ageng Kutu, memaklumatkan perang dengan Majapahit.

Prabhu Brawijaya atau Prabhu Kertabhumi menjawab tantangan Ki Ageng Kutu dengan mengirimkan sejumlah pasukan tempur Majapahit dibawah pimpinan Raden Bathara Katong, putra selir beliau.

Peperangan terjadi. Pasukan Majapahit terpukul mundur. Hal ini disebabkan, banyak para prajurid Majapahit yang membelot dari kesatuannya dan memperkuat barisan Wengker. Pasukan yang dipimpin Raden Bathara Katong kocar-kacir.

Raden Bathara Katong yang merasa malu karena telah gagal menjalankan tugas Negara, konon tidak mau pulang ke Majapahit. Dia bertekad, bagaimanapun juga, Wengker harus ditundukkan. Inilah sikap seorang Ksatria sejati.

Ada seorang ulama Islam yang tinggal di Wengker yang mengamati gejolak politik itu. Dia bernama Ki Ageng Mirah. Situasi yang tak menentu seperti itu, dimanfaatkan olehnya. Dia mendengar Raden Bathara Katong tidak pulang ke Majapahit, dia berusaha mencari kebenaran berita itu. Dan usahanya menuai hasil. Dia berhasil menemukan tempat persembunyian Raden Bathara Katong.

Dia menawarkan diri bisa memberikan solusi untuk menundukkan Wengker karena dia sudah lama tinggal disana. Raden Bathara Katong tertarik. Namun diam-diam, Ki Ageng Mirah, menanamkan doktrin ke-Islam-an dibenak Raden Bathara Katong. Jika ini berhasil, setidaknya peng-Islam-an Wengker akan semakin mudah, karena Raden Bathara Katong mempunyai akses langsung dengan militer Majapahit. Jika-pun tidak berhasil membuat Raden Bathara Katong memeluk Islam, setidaknya, kelak dia tidak akan melupakan jasanya telah membantu memberitahukan titik kelemahan Wengker. Dan bila itu terjadi, Ki Ageng Mirah pasti akan menduduki kedudukan yang mempunyai akses luas menyebarkan Islam di Wengker.

Dan ternyata, Raden Bathara Katong tertarik dengan agama baru itu.

Selanjutnya, Ki Ageng Mirah mengatur rencana. Raden Bathara Katong harus pura-pura meminta suaka politik di Wengker. Raden Bathara Katong harus mengatakan untuk memohon perlindungan kepada Ki Ageng Kutu. Dia harus pura-pura membelot dari pihak Majapahit.

Ki Ageng Kutu pasti akan menerima pengabdian Raden Bathara Katong. Ki Ageng Kutu pasti akan senang melihat Raden Bathara Katong telah membelot dan kini berada di fihaknya. Manakala rencana itu sudah berhasil, Raden Bathara Katong harus mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, putri sulung Ki Ageng Kutu sebagai istri. Mengingat status Raden Bathara Katong sebagai seorang putra Raja Majapahit, lamaran itu pasti akan disambut gembira oleh Ki Ageng Kutu..

Dan bila semua rencana berjalan mulus, Raden Bathara Katong harus mampu menebarkan pengaruhnya kepada kerabat Wengker. Dia harus jeli dan teliti mengamati titik kelemahan Wengker. Ni Ken Gendhini, putri Ki Ageng Kutu bisa dimanfaatkan untuk tujuan itu.

Bila semua sudah mulus berjalan, dan bila waktunya sudah tepat, maka Raden Bathara Katong harus sesegera mungkin mengirimkan utusan ke Majapahit untuk meminta pasukan tempur tambahan.

Bila semua berjalan lancar, Wengker pasti jatuh!

Raden Bathara Katong melaksanakan semua rencana yang disusun Ki Ageng Mirah. Dan atas kelihaian Raden Bathara Katong, semua berjalan lancar.

Ki Ageng Kutu, yang merasa masih mempunyai hubungan kekerabatan jauh dengan Raden Bathara Katong, dengan suka rela berkenan memberikan suaka politik kepadanya. Ditambah, ketika Raden Bathara Katong mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, Ki Ageng Kutu serta merta menyetujuinya.

Rencana bergulir. Umpan sudah dimakan. Tinggal menunggu waktu.

Ni Ken Gendhini mempunyai dua orang adik laki-laki, Sura Menggala dan Sura Handaka. (Sura Menggala = baca Suromenggolo, sampai sekarang menjadi tokoh kebanggaan masyarakat Ponorogo. Dikenal dengan nama Warok Suromenggolo : Damar Shashangka).

Ni Ken Gendhini dan Sura Menggala berhasil masuk pengaruh Raden Bathara Katong, sedangkan Sura Handaka tidak.

Raden Bathara Katong berhasil mengungkap segala seluk-beluk kelemahan Wengker dari Ni Ken Gendhini. Inilah yang diceritakan secara simbolik dengan dicurinya Keris Pusaka Ki Ageng Kutu, yang bernama Keris Kyai Condhong Rawe oleh Ni Ken Gendhini dan kemudian diserahkan kepada Raden Bathara Katong.

Condhong Rawe hanya metafora. Condhong berarti Melintang (Vertikal) dan Rawe berarti Tegak (Horisontal). Arti sesungguhnya adalah, kekuatan yang tegak dan melintang dari seluruh pasukan Wengker, telah berhasil diketahui secara cermat oleh Raden Bathara Katong atas bantuan Ni Ken Gendhini. Struktur kekuatan militer ini sudah bisa dibaca dan diketahui semuanya.

Dan manakala waktu sudah dirasa tepat, dengan diam-diam, dikirimkannya utusan kepada Ki Ageng Mirah. Utusan ini menyuruh Ki Ageng Mirah, atas nama Raden Bathara Katong, memohon tambahan pasukan tempur ke Majapahit.

Mendapati kabar Raden Bathara Katong masih hidup, Prabhu Brawijaya segera memenuhi permintaan pengiriman pasukan baru.

Majapahit dan Wengker diadu! Majapahit dan Wengker tidak menyadari, ada pihak ketiga bermain disana! Ironis sekali.

Peperangan kembali pecah. Ki Ageng Kutu yang benar-benar merasa kecolongan, dengan marah mengamuk dimedan laga bagai bantheng ketaton, bagai banteng yang terluka. Demi Dharma, dia rela menumpahkan darahnya diatas bumi pertiwi. Walau harus lebur menjadi abu, Ki Ageng Kutu, beserta segenap pasukan Wengker, maju terus pantang mundur!

Namun bagaimanapun, seluruh struktur kekuatan Wengker telah diketahui oleh Raden Bathara Katong. Pasukan Wengker, yang terkenal dengan nama Pasukan Warok itu terdesak hebat! Namun, Ki Ageng Kutu beserta seluruh pasukannya telah siap untuk mati. Siap mati habis-habisan! Siap menumpahkan darahnya diatas hamparan pangkuan ibu pertiwi! Dengan gagh berani, pasukan ksatria ini terus merangsak maju, melawan pasukan Majapahit.

Banyak kepala pasukan Majapahit yang menangis melihat mereka harus bertempur dengan saudara sendiri. Banyak yang meneteskan air mata, melihat mayat-mayat prajurid Wengker bergelimpangan bermandikan darah. Dan pada akhirnya, Wengker berhasil dijebol. Wengker berhasil dihancurkan!

Darah menetes! Darah membasahi ibu pertiwi. Darah harum para ksatria sejati yang benar-benar tulus menegakkan Dharma! Alam telah mencatatnya! Alam telah merekamnya!

Kabar kemenangan itu sampai di Majapahit. Namun, Prabhu Brawijaya berkabung mendengar kegagahan pasukan Wengker. Mendengar kegagahan Ki Ageng Kutu. Seluruh Pejabat Majapahit berkabung. Sabdo Palon dan Naya Genggong berkabung. Kabar kemenangan itu membuat Majapahit bersedih, bukannya bersuka cita.

Para pejabat Majapahit menagis sedih melihat sesama saudara harus saling menumpahkan darah karena campur tangan pihak ketiga, karena disebabkan adanya pihak ketiga. Ki Ageng Kutu adalah seorang Ksatria yang gagah berani. Ki Ageng Kutu adalah salah satu sendi kekuatan militer Majapahit. Kini, Ki Ageng Kutu harus gugur ditangan pasukan Majapahit sendiri. Betapa tidak memilukan!

Kadipaten Wengker kini dikuasai oleh Raden Bathara Katong. Surat pengukuhan telah diterima dari pusat. Dan Wengker lantas dirubah namanya menjadi Kadipaten Ponorogo. Wengker yang Shiva Buddha, kini telah berhasil menjadi Kadipaten Islam.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Kubu Abangan

Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam.

Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Teja. Adipati Arya Teja adalah keturunan Senopati Agung Majapahit masa lampau, Adipati Arya Ranggalawe yang berhasil memimpin pasukan Majapahit mengalahkan pasukan Tiongkok Mongolia yang hendak menguasai Jawa ( Adipati Arya Ranggalawe adalah salah satu tangan kanan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.)

Adipati Arya Teja berhasil di Islamkan oleh Sunan Ampel. Bahkan kakak kandung beliau dinikahi Sunan Ampel. Dari pernikahan Sunan Ampel dengan kakak kandung Adipati Arya Teja, lahirlah Sunan Bonang, Sunan Derajat, Sunan Lamongan, dan lima putri yang lain (seperti yang telah saya tulis pada bagian pertama : Damar Shashangka).

Para pengikut Sunan Giri yang tidak sepaham dengan para pengikut Sunan Kalijaga, sering terlibat konflik-konflik terselubung. Di pihak Sunan Giri, banyak ulama yang bergabung, seperti Sunan Derajat, Sunan Lamongan, Sunan Majagung ( sekarang dikenal dengan Sunan Bejagung), Sunan Ngundung dan putranya Sunan Kudus, dll.

Dipihak Sunan Kalijaga, ada Sunan Murya (sekarang dikenal dengan nama Sunan Muria), Syeh Jangkung, Syeh Siti Jenar, dll.

Khusus mengenai Syeh Siti Jenar atau juga disebut Sunan Kajenar, beliau adalah ulama murni yang menekuni spiritualitas. Beliau sangat-sangat tidak menyetujui gerakan kaum Putih yang merencanakan berdirinya Negara Islam Jawa.

Pertikaian ini mencapai puncaknya ketika Syeh Siti Jenar, menyatakan keluar dari Dewan Wali Sangha. Syeh Siti Jenar menyatakan terpisah dari Majelis Ulama Jawa itu. Beliau tidak mengakui lagi Sunan Ampel sebagai seorang Mufti.

Didaerah Cirebon, Syeh Siti Jenar banyak memiliki pengikut.

Manakala menjelang awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat dan kedudukan Mufti digantikan oleh Sunan Giri, keberadaan Syeh Siti Jenar dianggap sangat membahayakan Islam.

Semua dinamika ini, terus diamati oleh intelejen Majapahit. Gerakan-gerakan militansi Islam mulai merebak dipesisir utara Jawa. Mulai Gresik, Tuban, Demak, Cirebon dan Banten. Para pejabat daerah telah mengirimkan laporan kepada Prabhu Brawijaya. Tapi Prabhu Brawijaya tetap yakin, semua masih dibawah kontrol beliau.

Keturunan di Pengging

Pernikahan Dewi Anarawati dengan Prabhu Brawijaya semakin dikukuhkan dengan diangkatnya putri Champa ini sebagai permaisuri. Keputusan yang sangat luar biasa ini menuai protes. Kesuksesan besar bagi Dewi Anarawati membuat para pejabat Majapahit resah. Bisa dilihat jelas disini, bila kelak Prabhu Brawijaya wafat, maka yang akan menggantikannya sudah pasti putra dari seorang permaisuri. Dan sang permaisuri beragama Islam. Dapat dipastikan, Majapahit akan berubah menjadi Negara Islam.

Dari luar Istana, Sunan Giri menyusun strategi memperkuat barisan militansi Islam. Dari dalam Istana, Dewi Anarawati mempersiapkan rencana yang brilian. Jika Sunan Giri gagal merebut Majapahit dengan cara pemberontakan, dari dalam istana, Majapahit sudah pasti bisa dikuasai oleh Dewi Anarawati. Bila rencana pertama gagal, rencana kedua masih bisa berjalan.

Tapi ternyata, apa yang diharapkan Dewi Anarawati menuai hambatan. Dari hasil perkawinannya dengan Prabhu Brawijaya, lahirlah tiga orang anak. Yang sulung seorang putri, dinikahkan dengan Adipati Handayaningrat IV, penguasa Kadipaten Pengging ( sekitar daerah Solo, Jawa Tengah sekarang), putra kedua bernama Raden Lembu Peteng, berkuasa di Madura, dan yang ketiga Raden Gugur, masih kecil dan tinggal di Istana. (Kelak, Raden Gugur inilah yang terkenal dengan julukan Sunan Lawu, dipercaya sebagai penguasa mistik Gunung Lawu, yang terletak didaerah Magetan, hingga sekarang : Damar Shashangka).

Hambatan yang dituai Dewi Anarawati adalah, putri sulungnya tidak tertarik memeluk Islam, begitu juga dengan Raden Gugur. Hanya Raden Lembu Peteng yang mau memeluk Islam.

Dari pernikahan putri sulung Dewi Anarawati dengan Adipati Handayaningrat IV, lahirlah dua orang putra, Kebo Kanigara dan Kebo Kenanga. Keduanya juga tidak tertarik memeluk Islam. Si sulung bahkan pergi meninggalkan kemewahan Kadipaten dan menjadi seorang pertapa di Gunung Merapi ( didaerah Jogjakarta sekarang). Sampai sekarang, petilasan bekas pertapaan beliau masih ada dan berubah menjadi sebuah makam yang seringkali diziarahi.

Otomatis, yang kelak menggantikan Adipati Handayaningrat IV sebagai Adipati Pengging, bahkan juga jika Prabhu Brawijaya mangkat, tak lain adalah adik Kebo Kanigara, yaitu Kebo Kenanga. Kelak, dia akan mendapat limpahan tahta Pengging maupun Majapahit! Inilah pewaris sah tahta Majapahit.

Kebo Kenanga lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Pengging.

Ki Ageng Pengging sangat akrab dengan Syeh Siti Jenar. Keduanya, yang satu beragama Shiva Buddha dan yang satu beragama Islam, sama-sama tertarik mendalami spiritual murni. Mereka berdua seringkali berdiskusi tentang ‘Kebenaran Sejati’. Dan hasilnya, tidak ada perbedaan diantara Shiva Buddha dan Islam.

Namun kedekatan mereka ini disalah artikan oleh ulama-ulama radikal yang masih melihat kulit, masih melihat perbedaan. Syeh Siti Jenar dituduh mendekati Ki Ageng Pengging untuk mencari dukungan kekuatan. Dan konyolnya, Ki Ageng Pengging dikatakan sebagai murid Syeh Siti Jenar yang hendak melakukan pemberontakan ke Demak Bintara. Padahal Ki Ageng Pengging tidak tertarik dengan tahta. Walaupun sesungguhnya, memang benar bahwa beliau lah yang lebih berhak menjadi Raja Majapahit kelak ketika Majapahit berhasil dihancurkan oleh Raden Patah Dan juga, Ki Ageng Pengging bukanlah seorang muslim. Beliau dengan Syeh Siti Jenar hanyalah seorang ‘sahabat spiritual’. Hubungan seperti ini, tidak akan bisa dimengerti oleh mereka yang berpandangan dangkal. Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar adalah seorang spiritualis sejati. Kelak, setalah Majapahit berhasil dihancurkan para militant Islam, dua orang sahabat ini menjadi target utama untuk dimusnahkan. Baik Syeh Siti Jenar maupun Ki Ageng Pengging gugur karena korban kepicikan.

Dan, nama Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar dibuat hitam. Sampai sekarang, nama keduanya masih terus dihakimi sebagai dua orang yang sesat dikalangan Islam. Namun bagaimanapun juga, keharuman nama keduanya tetap terjaga dikisi-kisi hati tersembunyi masyarakat Jawa, walaupun tidak ada yang berani menyatakan kekagumannya secara terang-terangan. Ironis.

Dari Ki Ageng Pengging inilah, lahir seorang tokoh terkenal di Jawa. Yaitu Mas Karebat atau Jaka Tngkir. Dan kelak menjadi Sultan Pajang setelah Demak hancur dengan gelar Sultan Adiwijaya.

Keturunan di Tarub

Dikisahkan secara vulgar, suatu ketika Prabhu Brawijaya terserang penyakit Rajasinga atau syphilis. Para Tabib Istana sudah bekerja keras berusaha menyembuhkan beliau, tapi penyakit beliau tetap membandel.

Atas inisiatif beliau sendiri, setiap malam beliau tidur diarel Pura Keraton. Memohon kepada Mahadewa agar diberi kesembuhan. Dan konon, setelah beberapa malam beliau memohon, suatu malam, beliau mendapat petunjuk sangat jelas.

Dalam keheningan meditasinya, lamat-lamat beliau ‘mendengar’ suara.

“Jika engkau ingin sembuh, nikahilah seorang pelayan wanita berdarah Wandhan. Dan, inilah kali terakhir engkau boleh menikah lagi.”

Mendapat ‘wisik’ yang sangat jelas seperti itu, Prabhu Brawijaya termangu-mangu. Dan beliau teringat, di Istana ada beberapa pelayan Istana yang berasal dari daerah Wandhan (Bandha Niera, didaerah Sulawesi).

Keesokan harinya, beliau memanggil para pelayan istana dari daerah Wandhan. Beliau memilih yang paling cantik. Ada seorang pelayan dari Wandhan, bernama Dewi Bondrit Cemara, sangat cantik. Diambillah dia sebagai istri selir. Dikemudian hari, Dewi Bondrit Cemara dikenal dengan nama Dewi Wandhan Kuning.

Begitu menikahi Dewi Wandhan Kuning, dan setelah melakukan senggama beberapa kali, penyakit Sang Prabhu berangsur-angsur sembuh.

Namun Sang Prabhu merasa perkawinannya dengan Dewi Wandhan Kuning harus dirahasiakan. Karena apabila kabar ini terdengar sampai ke daerah Wandhan, pasti para bangsawan Sulawesi merasa terhina oleh sebab Sang Prabhu bukannya mengambil salah seorang putri bangsawan Wandhan, tapi malah mengambil seorang pelayan.

Dewi Wandhan Kuning mengandung, hingga akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki, putra ini lantas dititipkan kepada Kepala Urusan Sawah Istana, Ki Juru Tani. ( Waktu itu, Istana memiliki areal pesawahan khusus yang hasilnya untuk dikonsumsi oleh seluruh kerabat Istana.)

Anak ini diberi nama Raden Bondhan Kejawen (Bondhan perubahan dari kata Wandhan. Kejawen berarti yang telah berdarah Jawa).

Raden Bondhan Kejawen dibesarkan oleh Ki Juru Tani. Dan manakala sudah berangsur dewasa, atas perintah Sang Prabhu, Raden Bondhan Kejawen dikirimkan kepada Ki Ageng Tarub, seorang Pandhita Shiva yang memiliki Ashrama di daerah Tarub ( sekitar Purwodadi, Jawa Tengah sekarang.)

Jika anda pernah mendengar legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan, maka inilah dia. Jaka Tarub yang konon mencuri selendang bidadari Dewi Nawangwulan dan lantas ditinggal oleh sang bidadari setelah sekian lama menjadi istri beliau karena ketahuan bahwa yang menyembunyikan selendang itu adalah Jaka Tarub sendiri. ( Saya tidak akan membedah simbolisasi legenda ini disini, karena tidak sesuai dengan topic yang saya bahas : Damar Shashangka).

Jaka Tarub inilah yang lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Tarub. Menginjak dewasa, Raden Bondhan Kejawen dinikahkan dengan Dewi Nawangsih, putri tunggal Ki Ageng Tarub. Dan kelak Raden Bondhan Kejawen bergelar Ki Ageng Tarub II.

Dari hasil perkawinan Raden Bondhan Kejawen dengan Dewi Nawangsih, lahirlah Raden Getas Pandhawa. Dari Raden Getas Pandhawa, lahirlah Ki Ageng Sela yang hidup sejaman dengan Sultan Trenggana, Sultan Demak ketiga. Ki Ageng Sela inilah tokoh yang konon bisa memegang petir sehingga menggegerkan seluruh Kesultanan Demak (simbolisasi lagi, kapan-kapan saya ulas : Damar Shashangka).

Sampai sekarang nama Ki Ageng Sela terkenal di tengah masyarakat Jawa. Ki Ageng Sela inilah keturunan Tarub yang mulai beralih memeluk Islam. Beliau berguru kepada Sunan Kalijaga. Perpindahan agama ini berjalan dengan damai. Nama Islam beliau adalah Ki Ageng Abdul Rahman.

Dari Ki Ageng Sela, lahirlah Ki Ageng Mangenis Sela. Dari Ki Ageng Mangenis Sela, lahirlah Ki Ageng Pamanahan. Dan dari Ki Ageng Pamanahan lahirlah Panembahan Senopati Ing Ngalaga, tokoh terkenal pendiri dinasti Mataram Islam dikemudian hari. [Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mataram inilah leluhur Para Sultan Kasultanan Jogjakarta, Para Sunan Kasunanan Surakarta (Solo), Pakualaman dan Mangkunegaran sekarang].

Peng-Islam-an keturunan Raden Bondhan Kejawen, berlangsung dengan damai.

Raden Patah.

Ingat putri China Tan Eng Kian yang dinikahi Adipati Arya Damar di Palembang?

Dari hasil pernikahan dengan Prabhu Brawijaya, Tan Eng Kian memiliki seorang putra bernama Tan Eng Hwat. Dikenal juga dengan nama muslim Raden Hassan. Dari perkawinan Tan Eng Kian dengan Arya Damar sendiri, lahirlah seorang putra bernama Kin Shan, dikenal dengan nama muslim Raden Hussein.

Sejak kecil, Raden Hassan dan Raden Hussein dididik secara Islam oleh ayahnya Arya Damar. Menjelang dewasa, Raden Hassan memohon ijin kepada ibunya untuk pergi ke Jawa. Dia berkeinginan untuk bertemu dengan ayah kandungnya, Prabhu Brawijaya.

Tan Eng Kian tidak bisa menghalangi keinginan putranya. Dari Palembang, Raden Hassan bertolak ke Jawa. Sampailah ia di pelabuhan Gresik yang ramai. Melihat keadaan Gresik yang hiruk-pikuk, Raden Hassan kagum. Dia bisa membayangkan bagaimana besarnya kekuasaan Majapahit. Menilik di Gresik banyak orang muslim, Raden Hassan tertarik.

Dan dengar-dengar, ada Pesantren besar disana. Pesantren Giri. Raden Hassan memutuskan untuk bertandang ke Giri. Bertemulah dia dengan Sunan Giri. Sunan Giri senang melihat kedatangan Raden Hassan setelah mengetahui dia adalah putra Prabhu Brawijaya yang lahir di Palembang. Sunan Giri seketika melihat sebuah peluang besar.

Di Giri, Raden Hassan memperdalam ke-Islaman-nya. Disana, Raden Hassan mulai tertarik dengan ide-ide ke-Khalifah-an Islam. Dan militansi Raden Hassan mulai terbentuk.Ada kesepakatan pemahaman antara Raden Hassan dengan Sunan Giri.

Dari Sunan Giri, Raden Hassan memperoleh ide untuk meminta daerah otonomi khusus kepada ayahnya, Prabhu Brawijaya. Bila disetujui, hendaknya Raden Patah memilih daerah di pesisir Jawa bagian tengah. Jika itu terwujud, keberadaan daerah otonomi didaerah pesisir utara Jawa bagian tengah, akan menjadi penghubung pergerakan militant Islam dari Jawa Timur dan Jawa Barat di Cirebon.

Cirebon, kini tumbuh pesat sebagai pusat kegiatan Islam dibawah pimpinan Pangeran Cakrabhuwana, putra kandung Prabhu Siliwangi, Raja Pajajaran. (Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah belum datang dari Mesir ke Cirebon. Dia datang pada tahun 1475 Masehi. Pada bagian selanjutnya akan saya ceritakan : Damar Shashangka).

Setelah dirasa cukup, Raden Hassan melanjutkan perjalanan ke Pesantren Ampel dengan diiringi beberapa santri Sunan Giri. Disana dia disambut suka cita oleh Sunan Ampel. Disana, dia diberi nama baru oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Abdul Fattah yang lantas dikenal masyarakat Jawa dengan nama Raden Patah.

Selesai bertandang di Ampel, Raden Hassan yang kini dikenal dengan nama Raden Patah melanjutkan perjalanan ke ibu kota Negara Majapahit. Dia yang semula hanya berniat untuk bertemu dengan ayahnya, sekarang dia telah membawa misi tertentu.

Betapa suka cita Prabhu Brawijaya mendapati putra kandungnya telah tumbuh dewasa. Dan manakala, Raden Patah memohon anugerah untuk diberikan daerah otonom, Prabhu Brawijaya mengabulkannya. Raden Patah meminta daerah pesisir utara Jawa bagian tengah. Dia memilih daerah yang dikenal dengan nama Glagah Wangi.

Prabhu Brawijaya menyetujui permintaan Raden Patah. Dia mendanai segala keperluan untuk membangun daerah baru. Raden Patah, dengan disokong tenaga dan dana dari Majapahit, berangkat ke Jawa Tengah. Di daerah pesisir utara, didaerah yang dipenuhi tumbuhan pohon Glagah, dia membentuk pusat pemerintahan Kadipaten baru. Begitu pusat Kadipaten dibentuk, dinamailah tempat itu Demak Bintara. Dan Raden Patah, dikukuhkan oleh Sang Prabhu Brawijaya sebagai penguasa wilayah otonom Islam baru disana.

Demak Bintara berkembang pesat. Selain menjadi pusat kegiatan politik, Demak Bintara juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Demak Bintara menjadi jembatan penghubung antara barat dan timur pesisir utara Jawa.

Dipesisir utara Jawa, gerakan-gerakan militant Islam mulai menguat. Sayang, fenomena itu tetap dipandang sepele oleh Prabhu Brawijaya. Beliau tetap yakin, dominasi Majapahit masih mampu mengontrol semuanya. Padahal para pejabat daerah yang dekat dengan pesisir utara sudah melaporkan adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Pasukan Telik Sandhibaya telah memberikan laporan serius tentang adanya kegiatan yang patut dicurigai akan mengancam kedaulatan Majapahit.

Tak lama berselang, Raden Hussein, putra Tan Eng Kian dengan Arya Damar, menyusul ke Majapahit. Dia mengabdikan diri sebagai tentara di Majapahit. Raden Hussein tidak terpengaruh ide-ide pendirian ke-Khalifah-an Islam. Dia diangkat sebagai Adipati didaerah Terung ( Sidoarjo, sekarang ) dengan gelar, Adipati Pecattandha.

Kebaikan Prabhu Brawijaya sangat besar sebenarnya. Tapi kebaikan yang tidak disertai kebijaksanaan bukanlah kebaikan. Dan hal ini pasti akan menuai masalah dikemudian hari. Bibit-bibit itu mulai muncul, tinggal menunggu waktu untuk pecah kepermukaan.

Dan Prabhu Brawijaya tidak akan pernah menyangkanya.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Mendekati detik-detik pemberontakan

Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali.

Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah. Dia datang bersama ibunya Syarifah Muda’im. Syarifah Muda’im adalah putri Pajajaran. Putri dari Prabhu Silihwangi penguasa Kerajaan Pejajaran. (Hanya Kerajaan ini yang tidak masuk wilayah Majapahit. Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat. Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah keadaan Majapahit dan Pajajaran. : Damar Shashangka).

Nama asli Syarifah Muda’im adalah Dewi Rara Santang. Dia bersama kakaknya Pangeran Walangsungsang, tertarik mempelajari Islam. Ketika berada di Makkah, Dewi Rara Santang dipinang oleh bangsawan Mesir, Syarif Abdullah. Menikahlah Dewi Rara Santang dengan bangsawan ini. Dan namanya berganti Syarifah Muda’im. Dari pernikahan ini, lahirlah Syarif Hidayatullah.

Pangeran Walang Sungsang, mendirikan daerah hunian baru di pesisir utara Jawa barat. Dikenal kemudian dengan nama Tegal Alang-Alang. Lantas berubah menjadi Caruban. Berubah lagi menjadi Caruban Larang. Pada akhirnya, dikenal dengan nama Cirebon sampai sekarang.

Pangeran Walang Sungsang, dikenal kemudian dengan nama Pangeran Cakrabhuwana. Oleh ayahandanya, Prabhu Silihwangi diberikan gelar kehormatan Shri Manggana.

Syarif Hidayatullah, keponakan Pangeran Cakrabhuwana lantas dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat. Sunan Giri terpilih sebagai penggantinya. Pusat Majelis Ulama Jawa kini berpindah ke Giri Kedhaton. Dan, pada waktu inilah tragedi Syeh Siti Jenar terjadi. Syeh Siti Jenar dipanggil ke Giri Kedhaton dan disidang oleh Dewan Wali Sangha dibawah pimpinan Sunan Giri. Walau tidak mengakui keberadaan Majelis Ulama Jawa, beliau tetap hadir. Beliau dituduh telah menyebarkan aliran sesat. Adapula yang menuduh sebagai antek-antek Syi’ah. Ada juga yang mengatakan beliau ahli sihir, dan lain sebagainya. (Akan saya buat catatan tersendiri tentang beliau : Damar Shashangka).

Pada sidang pertama para ulama yang tergabung dalam Dewan Wali Sangha tidak bisa menemukan kesalahan Syeh Siti Jenar. Sehingga, beliau lantas dibebaskan dari segala tuduhan. Namun bagaimanapun juga, Syeh Siti Jenar adalah duri didalam daging bagi mereka. Maka sejak saat itu, kesalahan-kesalahan beliau senantiasa dicari-cari.

Konsentrasi Dewan Wali Sangha terpecah pada rencana perebutan kekuasaan. Melalui serangkaian musyawarah yang pelik, maka disimpulkan, kekuatan militansi Islam sudah cukup siap untuk mengadakan perebutan kekuasaan. Raden Patah, Adipati Demak Bintara, terpilih secara mutlak sebagai pemimpin gerakan.

Kubu Abangan, tidak menghadiri musyawarah ini. Apalagi semenjak Dewan Wali Sangha atau Majelis Ulama Jawa dipegang Sunan Giri, hubungan kubu Putihan dan kubu Abangan kian meruncing.

Sunan Kalijaga dan para pengikutnya hanya mau membantu Dewan Wali Sangha merampungkan pembangunan Masjid Demak. Selebihnya, mereka tidak ikut campur.

Persiapan sudah matang. Tinggal memilih hari yang ditentukan. Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit mengendus rencana ini. Prabhu Brawijaya mendapat laporan para pasukan Intelejen yang ada disekitar Demak Bintara. Sayangnya, beliau tidak begitu mempercayainya. Beliau berkeyakinan, tidak mungkin Raden Patah, putra kandungnya sendiri akan nekad berbuat seperti itu. Prabhu Brawijaya tidak memahami betapa militant-nya orang yang sudah terdoktrin!

Dan manakala pergerakan pasukan besar-besaran terdengar, yaitu pasukan orang-orang Islam Putihan, gabungan dari seluruh lasykar yang ada di wilayah pesisir utara Jawa timur sampai Jawa barat mulai bergerak. Keadaan menjadi gempar! Para Pejabat daerah kalang kabut. Mereka tidak menyangka orang-orang Islam sedemikian banyaknya.

Setiap daerah yang dilalui pasukan ini, tidak ada yang bisa membendung. Kekuatan mereka cukup besar. Persiapan mereka cukup tertata. Sedangkan daerah-daerah yang dilalui, tidak mempunyai persiapan sama sekali. Daerah perdaerah yang dilewati, harus melawan sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan pasukan dari daerah satu dengan daerah lain. Semua serba mendadak. Dan tak ada pilihan lain kecuali melawan atau mundur teratur.

Gerakan pasukan ini cukup kuat. Para Adipati yang berhasil mundur segera melarikan diri ke ibu kota Negara. Mereka melaporkan agresi mendadak pasukan pesisir yang terdiri dari orang-orang Islam itu.

Dan dari mereka, Prabhu Brawijaya mendapat laporan yang mencengangkan, yaitu telah terjadi pergerakan pasukan dari Demak Bintara. Pasukan berpakaian putih-putih. Berbendera tulisan asing! Berteriak-teriak dengan bahasa yang tidak dimengerti! Pasukan ini dapat dipastikan adalah pasukan orang-orang Islam. Dan kini, tengah bergerak menuju ibu kota Negara Majapahit.

Percaya tidak percaya Prabhu Brawijaya mendengarnya. Laporan pasukan Telik Sandhibaya selama ini telah menjadi kenyataan.. Namun, Prabhu Brawijaya tetap tidak bisa mengerti, mana mungkin Raden Patah berbuat seperti itu. Mana mungkin orang-orang Islam berani dan tega mengadalan pemberontakan. Selama ini, Majapahit telah memberikan bantuan material yang tidak sedikit bagi mereka. Sesak! Dada Prabhu Brawijaya seketika serasa sesak bagai dihantam palu! Bergemuruh mendidih! Beliau menyebut Nama Mahadeva berkali-kali.

Seluruh pembesar Majapahit tegang. Mereka menantikan komando Sang Prabhu. Waktu berjalan cepat. Sang Prabhu masih belum mengeluarkan titah apapun. Pergerakan pasukan sudah memasuki Madiun, sebentar lagi mencapai wilayah Kadhiri, sudah teramat dekat dengan ibu kota Negara. Pertempuran-pertempuran penghadangan telah terjadi secara otomatis. Dan semua telah masuk menjadi laporan bagi Sang Prabhu.

Bahkan ada laporan yang menyatakan, beberapa daerah yang terpengaruh Islam, malah ikut bergabung dengan pasukan ini.

Adipati Kertosono ( wilayah Kediri sekarang ) mengirinkan utusan khusus kepada Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah perang!

Sang Prabhu masih termangu-mangu. Dan manakala terdengar Adipati Kertosono melakukan perlawanan mati-matian tanpa menunggu komando beliau, barulah Sang Prabhu tersadar! Segera beliau memerintahkan seluruh pasukan Majapahit untuk mempersiapkan sebuah perang besar!

Para Panglima yang telah menanti-nantikan perintah ini menyambut dengan suka cita! Inilah yang mereka nanti-nantikan! Tanpa menunggu waktu lama, seluruh kekuatan Majapahit segera dipersiapkan.

Pasukan Majapahit telah siap sedia menyambut kedatangan pasukan Demak Bintara. Dan sekali lagi, mereka tinggal menunggu perintah untuk MENYERANG!

Dan komando terakhir inipun tidak segera keluar. Pasukan Majapahit resah. Para Panglima cemas. Para kepala pasukan tempur digaris depan terus mendesak kepada Para Panglima masing-masing agar segera mengeluarkan perintah penyerangan!

Para Panglima juga mendesak Sang Senopati Agung, meminta kepada Prabhu Brawijaya untuk segera memberikan komando terakhir. Perlu dicatat, salah satu panglima yang memperkuat barisan Majapahit adalah Adipati Terung, adik tiri Raden Patah.

Dalam hatinya bertanya-tanya, ada apakah dengan kakak tirinya sehingga mengadakan gerakan makar sedemikian rupa? Selama ini, dia tidak melihat ada yang salah dengan pemerintahan Prabhu Brawijaya. Tidak ada diskriminasi dalam hal keagamaan. Dirinya yang muslim-pun, bisa bebas menjalankan ibadah agamanya. Bahkan, bisa dipercaya menjabat sebagai seorang Adipati, yang notabene bukan jabatan main-main.

Adipati Terung tidak bisa memahami pola pikir kakak tirinya.

Dan perintah penyerangan tidak juga segera turun. Seluruh pasukan yang sudah bersiap sedia dibarak masing-masing, dilanda ketegangan yang luar biasa!

Di Istana, Para Mantri resah. Melihat situasi ini, Sabdo Palon dan Naya Genggong meminta Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah. Namun apa jawaban Sang Prabhu? Beliau masih tidak yakin pasukan Demak akan tega menyerang ibu kota Negara Majapahit. Sabdo Palon dan Naga Genggong menandaskan, cara berfikir Raden Patah dan para pasukan ini sudah lain. Sang Prabhu tidak akan bisa memahaminya. Jalan satu-satunya sekarang adalah, menghadapi mereka secara frontal. Pada saat ini, tidak ada cara lain.

Dan manakala kabar terdengar pasukan Demak telah merangsak maju dan memasuki pinggiran ibu kota Majapahit, dan disana mereka mengadakan perusakan hebat. Dengan sangat terpaksa, Sang Prabhu mengeluarkan perintah penyerangan! Tapi, perintah itu sebenarnya telah terlambat!

Begitu keluar perintah penyerangan, ada hal yang tidak terduga, pasukan Ponorogo dan beberapa daerah yang lain membelot! Diketahui kemudian ternyata mereka adalah pasukan dari daerah-daerah yang sudah muslim.

Dan, peperangan pecah sudah!

Peperangan yang besar. Darah tertumpah lagi! Senopati Demak dipimpin oleh Sunan Ngundung. Dan dipihak Majapahit, Senopati dipegang oleh Arya Lembu Pangarsa. Prajurid Majapahit mengamuk dimedan laga. Para prajurid yang sudah berpengalaman tempur ini dan disegani diseluruh Nusantara, sekarang tidak main-main lagi! Adipati Sengguruh, Raden Bondhan Kejawen yang masih belia, Adipati Terung, Adipati Singosari dan yang lain ikut mengamuk dimedan laga!

Sayang, banyak kesatuan-kesatuan Majapahit yang berasal dari daerah muslim, membelot. Namun, pada hari pertama, pasukan Demak Bintara terpukul mundur!

Pada hari kedua, pasukan Demak terpukul lebih telak. Senopati Demak, Sunan Ngundung tewas! (Makamnya masih ada di Trowulan, Mojokerto sampai sekarang.) Pasukan Demak mengundurkan diri. Pasukan cadangan masuk dipimpin oleh putra Sunan Ngundung, Sunan Kudus. Pertempuran kembali pecah!

Namun bagaimanapun juga, pasukan Demak harus mengakui kekuatan pasukan Majapahit. Mereka terpukul mundur keluar dari ibu kota Negara. Kehebatan pasukan Majapahit yang terkenal itu, ternyata terbukti!

Pasukan Demak bertahan. Beberapa minggu kemudian, datang pasukan dari Palembang bergabung dengan pasukan Majapahit. Pasukan Majapahit seolah mendapat suntikan darah segar. Namun ternyata, bergabungnya pasukan Palembang ini hanyalah bagian dari siasat dari orang-orang Demak.

Pasukan Palembang, diam-diam memusnahkan seluruh persediaan bahan makanan tentara Majapahit. Lumbung-lumbung besar dibakar! Semua persediaan bahan pangan ludes! ( Inilah simbolisasi dari didatangkannya peti ajaib milik Adipati Arya Damar dari Palembang yang apabila dibuka, mampu mengeluarkan beribu-ribu tikus dan memakan seluruh beras dan bahan pangan tentara Majapahit. : Damar Shashangka).

Majapahit kebobolan luar dalam. Majapahit benar-benar tidak pernah menyangka akan hal itu. Begitu persediaan bahan pangan menipis, dari hari kehari, pelan namun pasti, pasukan Majapahit terpukul mundur!

Mendengar pasukan Majapahit terdesak, Kepala Pasukan Bhayangkara, yaitu Pasukan Khusus Pengawal Raja, segera mengamankan Prabhu Brawijaya. Keadaan sudah sedemikian genting dan Sang Prabhu, mau tidak mau, harus segera meloloskan diri. Ini harus dilakukan secepatnya, karena untuk menyatukan kembali kekuatan tentara Majapahit kelak, sosok Prabhu Brawijaya, masih dibutuhkan!

Dengan dikawal Pasukan Bhayangkara, Prabhu Brawijaya segera keluar dari Istana. Pasukan Bhayangkara memutuskan agar Sang Prabhu menyelamatkan diri ke Pulau Bali. Pulau yang kondusif untuk saat ini.

Ditengah kekacauan itu, Dewi Anarawati, diam-diam dibawa oleh pasukan Islam ke Gresik. Putra bungsu Dewi Anarawati, Raden Gugur yang masih kecil, diselamatkan oleh pasukan Ponorogo dan dibawa ke Kadipaten Ponorogo.

Dan pada akhirnya, Majapahit bisa dijebol. Seluruh Istana dirusak dan dibakar!. Perusakan terjadi dimana-mana. (Maka jangan heran, sampai sekarang bekas Istana Majapahit yang terkenal di Nusantara itu, musnah tak berbekas. : Damar Shashangka).

Dan pada akhirnya, terjadilah tragedi kemanusiaan yang sampai sekarang ‘ditutupi’. Perang yang semula melibatkan dua kekuatan militer Majapahit dan Demak, kini merembet menjadi perang sipil. Mereka yang merasa diatas angin, kini menjadi sosok malaikat maut. Pertumpahan darah terjadi. Masyarakat Majapahit yang masih memegang keyakinan lama, berhadapan secara frontal dengan mereka yang telah berpindah keyakinan.

Dimana-mana, situasi anarkhis terjadi. Dimana-mana dua kubu ini bentrok. Dimana-mana kekacauan merajalela. Jawa dalam situasi chaos! Ibu pertiwi menangis. Ibu pertiwi terluka. Putra-putranya kini tengah saling menumpahkan darah hanya karena disalah satu pihak tengah dilanda ‘ketidak sadaran’.

Akibat tragedi yang mencerabut segala sendi-sendi masyarakat Majapahit ini, bangunan-bangunan indah dari Kerajaan Agung Majapahit, musnah tak berbekas! Majapahit yang terkenal sebagai Macan Asia, ludes dibabat habis. Di Jawa Timur, Majapahit seolah-olah hanya sebuah mitos belaka, karena banyak peninggalan dari jaman keemasan Nusantara ini, hancur karena kepicikan.

Hanya sedikit yang tersisa. Dan yang sedikit itulah yang masih bisa kita saksikan hingga sekarang.

Eksodus besar-besaran terjadi. Para Agamawan, Para Bangsawan dan rakyat yang tetap memegang teguh keyakinannya, menyingkir ketempat-tempat yang dirasa aman. Kebanyakan menyeberang ke Bali, Kalimantan dan Lombok.

Ada seorang putri selir Prabhu Brawijaya yang melarikan diri bersama sisa-sisa prajurid Majapahit dan beberapa penduduk. Dia bernama Dewi Rara Anteng. Bersama suaminya Raden Jaka Seger, dia menyingkir ke pegunungan Bromo. Sampai sekarang keturunan mereka masih ada disana, dikenal dengan nama suku Tengger. Diambil dari nama Dewi Rara An-TENG dan Raden Jaka Se-GER. Diwilayah pegunungan Bromo, pasukan Demak memang tidak bisa menjangkau. Medannya cukup sulit dan terisolir. (Suku Tengger baru membuka diri pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno. Ketika disensus dan ditanyakan apa agama mereka, mereka menyatakan beragama Budo. Padahal ritual yang mereka jalankan lebih dekat ke agama Hindhu dari pada agama Buddha. Para petugas sensus tidak tahu, istilah Hindhu memang tidak dikenal pada jaman Majapahit. Yang terkenal adalah agomo Siwo Budo atau hanya disebut wong Budo saja. : Damar Shashangka).

Dengan dikawal oleh Pasukan Bhayangkara dan beberapa kesatuan pasukan yang tersisa, Prabhu Brawijaya menyingkir ke arah timur. Dan untuk sementara, beliau tinggal di Blambangan. Adipati Blambangan, memperkuat barisan pasukan ini. Dan tak hanya itu, para penduduk Blambangan-pun dengan suka rela ikut menggabungkan diri. Mereka benar-benar melindungi Prabhu Brawijaya ekstra ketat. Mereka siap tempur di Blambangan. Keadaan darurat diberlakukan.

Selama ada di Blambangan, Prabhu Brawijaya terus terusik batinnya. Raden Patah, yang biasa beliau banggil dengan nama Patah itu, ternyata telah tega melakukan ini semua. Kebaikan beliau selama ini dibalas dengan racun. Sabdo Palon dan Naya Genggong menabahkan hati Sang Prabhu. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak patut disesali lagi.

Kini, saatnya untuk menata kembali yang tersisa. Dan untuk tujuan itu, Prabhu Brawijaya harus menyeberang ke Pulau Bali.

RUNTUHNYA MAJAPAHIT

Sirna Ilang Kerthaning Bhumi

Atas perintah Raden Patah, Senopati Demak Bintara Sunan Kudus menemui Adipati Terung, adik kandung Raden Patah dengan membawa pasukan Demak Bintara. Adipati Terung di ultimatum agar menyerah, atau dihancurkan. Adipati Terung dalam dilema. Pada akhirnya, dia menyatakan ‘menyerah’ kepada Demak Bintara.

Beberapa minggu kemudian, Raden Patah datang dari Demak untuk melihat langsung kemenangan pasukannya. Raden Patah meminta semua laporan dari kepala pasukan Demak. Diketahui kemudian, Prabhu Brawijaya berhasil meloloskan diri. Pasukan Bhayangkara Majapahit atau Pasukan Khusus Pengawal Raja, memang terkenal lihai melindungi junjungan mereka. Tak ada satupun kepala pasukan Demak yang mengetahui bagaimana Pasukan Bhayangkara bisa menerobos kepungan rapat Pasukan Islam dan kearah mana mereka membawa Sang Prabhu pergi.

Raden Patah segera menyebar pasukan mata-mata untuk melacak keberadaan Sang Prabhu. Dan Raden Patah sendiri segera melanjutkan perjalanan untuk bertandang ke Pesantren Ampel di Surabaya. Dia hendak mengabarkan kemenangan besar ini kepada janda Sunan Ampel.

Di Surabaya situasi anarkhis-pun merajalela. Nyi Ageng Ampel, begitu mendengar laporan Raden Patah, marah! Dengan tegas beliau menyatakan, apa yang dilakukan Raden Patah adalah sebuah kesalahan besar. Dia telah berani melanggar wasiat gurunya sendiri, Sunan Ampel, yang mewasiatkan sebelum beliau wafat, melarang orang-orang Islam merebut tahta Majapahit. Dan juga, Raden Patah telah berani melawan seorang Imam yang sah, seorang Umaro’ tidak seharusnya dilawan tanpa ada alasan yang jelas. Dan yang ketiga, Raden Patah telah berani durhaka kepada ayah kandungnya sendiri yang telah melimpahkan segala kebaikan bagi dirinya serta orang-orang Islam.

Nyi Ageng Ampel menangis. Raden Patah terketuk hati nuraninya, dia ikut mencucurkan air mata. Didepan Nyi Ageng Ampel, Raden Patah mencium kaki beliau, menangis, menyesali perbuatannya.

Dengan berurai air mata, Raden Patah meminta solusi kepada Nyi Ageng Ampel. Dan Nyi Ageng Ampel memerintahkan kepadanya untuk segera mencari keberadaan Prabhu Brawijaya. Dan apabila sudah diketemukan, seyogyanya, Prabhu Brawijaya dikukuhkan kembali sebagai seorang Raja.

Mendengar perintah itu, secara emosional Raden Patah berniat mencari ayahandanya sendiri bersama beberapa orang prajurid Demak. Tapi Nyi Ageng Ampel mencegahnya. Dalam situasi anarkhis seperti ini, tidak memungkinkan bagi dia untuk mencari beliau sendiri. Dikhawatirkan, akan terjadi kesalah pahaman. Dan sekarang, dimata Prabhu Brawijaya, dirinya dan seluruh umat Islam yang menyokong pergerakan pasukan Demak, tidak mungkin dipercaya lagi.

Jalan keluar yang terbaik adalah, meminta bantuan Sunan Kalijaga atau Syeh Siti Jenar untuk mewakili dirinya, mencari Prabhu Brawijaya dan apabila sudah bisa ditemukan, memohon kepada Prabhu Brawijaya agar kembali ke Majapahit. Sudah bukan rahasia lagi dikalangan Istana, dua ulama besar ini tidak terlibat dalam penyerangan Majapahit.

Karena Syeh Siti Jenar, baru saja disidang oleh Dewan Wali Sangha yang mengakibatkan hubungan beliau dengan Para Wali sekaligus dengan Raden Patah dalam situasi yang tidak mengenakkan, maka Raden Patah memutuskan untuk mengirim pasukan khusus menemui Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga, dimohon menghadap ke Pesantren Ampel atas permintaan Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah.

Beberapa hari kemudian, Sunan Kalijaga datang ke Surabaya. Beliau waktu itu berada di Demak Bintara, memfokuskan diri memimpin pembangunan Masjid Demak.

Sunan Kalijaga, Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah, terlibat perundingan yang serius. Dan pada akhirnya, Sunan Kalijaga menyetujui untuk mengemban tugas mulia itu.

Beberapa hari kemudian, laporan dari pasukan mata-mata Demak Bintara diterima Raden Patah. Diketahui, ada konsentrasi besar pasukan Majapahit diwilayah Blambangan. Diketahui pula, Prabhu Brawijaya ada disana. Ada kabar terpetik, Prabhu Brawijaya hendak menyeberang ke pulau Bali.

Mendapati informasi yang dapat dipercaya seperti itu, Sunan Kalijaga, diiringi beberapa santrinya, segera berangkat ke Blambangan. Dia siap mengambil segala resiko yang bakal terjadi. Dengan memakai pakaian rakyat sipil yang tidak mencolok mata, demi untuk menghindari kesalah pahaman, dia berangkat. Disetiap daerah yang dilalui, Sunan Kalijaga beserta rombongan melihat pemandangan yang memilukan. Kekacauaan ada dimana-mana. Penduduk yang masih memegang keyakinan lama, bentrok dengan penduduk yang sudah mengganti keyakinannya.Korban berjatuhan. Nyawa melayang karena kepicikan.

Rombongan ini harus pandai-pandai memilih jalan. Kadangkala memutar kalau dirasa perlu. Mereka sengaja menghindari tempat keramaian. Mereka lebih memilih menerobos hutan belantara demi menjaga keamanan.

Dan, manakala mereka sudah tiba di Blambangan, Sunan Kalijaga, menunjukkan statusnya. Dengan mengibarkan bendera putih tanda gencatan senjata, dia memasuki kota Blambangan yang mencekam.

Para prajurid Majapahit terkejut melihat ada serombongan kecil orang-orang muslim memasuki kota Blambangan. Mereka mengibarkan bendera putih. Mereka bukan tentara. Mereka tidak bersenjata. Serta merta, kedatangan mereka dihadang oleh pasukan Majapahit. Dan mereka tidak diperkenankan memasuki kota. Prajurid Majapahit, siap tempur.

Namun, Sunan Kalijaga menunjukkan siapa dirinya. Dia meminta kepada kepala prajurid agar menyampaikan pesan kepada Prabhu Brawijaya, bahwasanya dia, Raden Sahid atau Sunan Kalijaga, datang sebagai duta dan memohon menghadap.

Ketegangan terjadi. Rombongan kecil ini diujung tanduk. Nyawa mereka terancam. Namun mereka yakin, prajurid Majapahit bisa membedakan, mana musuh dalam medan laga dan mana musuh dalam status duta. Mereka tidak akan berani mencelakai seorang duta.

Ketegangan sedikit mencair manakala ada pesan dari Sang Prabhu yang mengabulkan permohonan Sunan Kalijaga untuk menghadap kepada beliau. Prabhu Brawijaya tahu bagaimana menghormati seorang duta. Prabhu Brawijaya-pun tahu dari laporan para pasukan Sandhi (Intelejen) bahwa Sunan Kalijaga bersama para pengikutnya, tidak ikut melakukan penyerangan ke Majapahit.

Sunan Kalijaga beserta rombongan bisa bernafas lega. Mereka segera menghadap Prabhu Brawijaya dengan pengawalan yang sangat ketat sekali. Sembari memegang persenjataan lengkap dan siap digunakan, para prajurid Bhayangkara menyambut kedatangan Sunan Kalijaga. Mereka mengapitnya. Sunan Kalijaga diperkenankan masuk. Beberapa santrinya disuruh menunggu diluar.

Prabhu Brawijaya, didampingi para penasehat beliau yang terdiri dari para Pandhita Shiva dan Wiku Buddha, juga Sabdo Palon dan Naya Genggong, nampak telah menunggu kedatangan Sunan Kalijaga. Begitu ada dihadapan Sang Prabhu, Sunan Kalijaga menghaturkan hormat.

Prabhu Brawijaya menanyakan maksud kedatangan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengatakan bahwa dia adalah duta Raden Patah sekaligus Nyi Ageng Ampel. Sunan Kalijaga menceritakan segalanya dari awal hingga akhir. Bahkan dia menceritakan pula kondisi Majapahit. Prabhu Brawijaya meneteskan air mata mendengar banyak penduduk yang harus meregang nyawa karena kepicikan, mendengar Keraton megah kebanggaan Nusantara dibumi hanguskan, mendengar tempat-tempat suci hancur rata dengan tanah.

Seluruh yang hadir merasa sedih, marah, geram, semua bercampur aduk menjadi satu.

Dan manakala Sunan Kalijaga mengahturkan tujuan sebenarnya dia menjadi duta, yaitu agar Prabhu Brawijaya berkenan kembali memegang tampuk pemerintahan di Majapahit, seketika ssemua yang hadir memincingkan mata.Seolah mendengarkan kalimat yang tidak bisa dicerna.

Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau meminta nasehat. Beberapa penasehat mengusulkan agar hal itu tidak dilakukan, karena sama saja menerima suatu penghinaan. Dinasti Majapahit, bisa kembali berkuasa hanya karena kebaikan hati orang-orang Islam. Tidak hanya itu saja, wibawa Sang Prabhu akan jatuh dimata para pendukungnya. Tidak ada artinya tahta yang diperoleh dari belas kasihan musuh. Masyarakat Majapahit akan memandang rendah pemimpin mereka yang mau menerima tahta seperti itu. Selama ini, Raja-Raja Majapahit, tidak pernah melakukan itu. Bila wibawa Sang Prabhu telah jatuh, dengan sendirinya, para pengikut Sang Prabhu akan berani juga bermain-main dengan Sang Prabhu kelak. Hukum tidak akan dipatuhi. Para pembangkang akan muncul dimana-mana bak jamur tumbuh dimusim penghujan. Dan lagi, apakah Sang Prabhu tidak malu menerima tahta dari anaknya sendiri?

Sebaiknya Sang Prabhu tidak menerima tawaran itu.

Sang Prabhu menghela nafas.

Sunan Kalijaga mohon bicara. Apabila memang Sang Prabhu tidak mau menerima tahta Majapahit dari tangan Raden Patah, maka seyogyanya Sang Prabhu mempertimbangkan kembali jika hendak mendapatkannya dengan jalan merebut. Sebab, bila hal itu sampai terjadi, tidak bisa dibayangkan, tanah Jawa akan banjir darah. Dukungan kekuatan militer bagi Sang Prabhu akan datang dari segenap pelosok Nusantara, tidak bakalan tanggung-tanggung lagi. Jawa akan semakin membara bila seluruh Nusantara akan bangkit. Pembunuhan yang lebih besar dan mengerikan akan terjadi.

Sang Prabhu Brawijaya bagaikan disodori buah simalakama, dimakan mati tidak dimakan pun mati.

Sejenak, Sang Prabhu berunding dengan para penasehat beliau yang terdiri dari para ahli hukum dan agamawan. Sejurus kemudian, beliau menyatakan kepada Sunan Kalijaga hendak merundingkan hal ini dengan para penasehat lebih dalam lagi. Dan Sunan Kalijaga diperbolehkan menghadap esok hari lagi. Sunan Kalijaga dan seluruh rombongannya diberikan tempat bermalam, dengan pengawalan ketat.

Keesokan harinya, Sunan Kalijaga dipanggil menghadap. Prabhu Brawijaya memutuskan, untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih besar lagi, beliau tidak akan mengadakan gerakan perebutan tahta kembali. Lega Sunan Kalijaga mendengarnya.

Namun apa yang akan dilakukan Sang Prabhu agar seluruh putra-putra beliau mau merelakan tahta diduduki Raden Patah? Begitu Sunan Kalijaga meminta kejelasan langkah selanjutnya. Sang Prabhu mengatakan, beliau akan mengeluarkan maklumat kepada seluruh putra-putra beliau untuk bersikap sama seperti dirinya. Untuk berjiwa besar memberikan kesempatan bagi Raden Patah memegang tampuk kekuasaan. Terutama kepada keturunan beliau di Pengging, maklumat ini benar-benar harus dipatuhi. Semua sudah paham, yang berhak mewarisi tahta Majapahit sebenarnya adalah keturunan di Pengging.

Kini, Sang Prabhu yang mempertanyakan jaminan kebebasan beragama kepada Sunan Kalijaga, apakah Demak Bintara bisa memberikan wilayah-wilayah otonomi khusus bagi para penguasa daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak beragama Islam? Bisakah Demak Bintara sebijak Majapahit dulu? Bukankah keyakinan yang dianut Raden Patah menganggap semua yang diluar keyakinan mereka adalah musuh?

Sunan Kalijaga terdiam. Dan setelah berfikir barang sejenak, Sunan Kalijaga betjanji akan ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintahan Demak Bintara. Dan itu berarti, mulai saat ini, dia harus ikut terjun kedunia politik. Dunia yang dihindarinya selama ini ( Tahta Kadipaten Tuban yang diserahkan kepadanya, dia berikan kepada Raden Jaka Supa, suami adiknya Dewi Rasa Wulan : Damar Shashangka).

Prabhu Brawijaya bernafas lega. Dia percaya pada sosok Raden Sahid atau Sunan Kalijaga ini.

Sunan Kalijaga menambahkan, Sang Prabhu seyogyanya kembali ke Trowulan. Tidak usah meneruskan menyeberang ke pulau Bali. Sebab dengan adanya Sang Prabhu di Trowulan, para putra dan masyarakat tahu kondisi beliau. Tahu bahwasanya beliau baik-baik saja. Sehingga seluruh pendukung beliau akan merasa tenang.

Kembali Sang Prabhu berunding dengan para penasehat sejenak Kemudian beliau memeberikan jawaban.

Ada beliau di Trowulan ataupun tidak, stabilitas negara sepeninggal beliau tergulingkan dari tahta, mau tidak mau, tetap akan terganggu. Karena para pendukung beliau pasti juga banyak yang belum bisa menerima pemberontakan Raden Patah ini. Namun, jika tidak ada komando khusus dari beliau, hal itu tidak akan menjadi sebuah kekacauan yang besar. Pembangkangan daerah per daerah pasti terjadi. Tapi, Sang Prabhu menjamin, tanpa komando beliau, penyatuan kekuatan Majapahit dari daerah per daerah tidak bakalan terjadi. Dan, beliau tidak perlu pulang ke Trowulan.

Sunan Kalijaga resah. Bila Sang Prabhu ke Bali, Sunan Kalijaga takut beliau akan berubah pikiran begitu melihat betapa militan-nya para pendukung beliau disana. Mau tidak mau, Prabhu Brawijaya harus bisa diusahakan pulang ke Trowulan. Sunan Kalijaga memutar otak.

Sunan Kalijaga tahu, hati Prabhu Brawijaya sangat lembut. Dan kini, Sunan Kalijaga akan berusaha mengetuk kelembutan hati beliau. Sunan Kalijaga memberikan gambaran betapa mengerikannya jika para pendukung beliau benar-benar siap melakukan gerakan besar. Tidak ada jaminan bagi Sang Prabhu sendiri bahwa beliau tidak akan berubah pikiran bila tetap meneruskan perjalanan ke Bali. Sunan Kalijaga memohon, Prabhu Brawijaya harus mengambil jarak dengan para pendukung beliau. Nasib rakyat kecil dalam hal ini dipertaruhkan. Mereka harus lebih diutamakan.

Sunan Kalijaga memberikan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi jika Sang Prabhu tetap hendak ke Bali

Diam-diam, Prabhu Brawijaya berfikir. Diam-diam hati beliau terketuk. Kata-kata Sunan Kalijaga memang ada benarnya. Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau memutuskan pertemuan untuk sementara disudahi. Sunan Kalijaga diminta kembali ketempatnya untuk sementara waktu.

Dan, Prabhu Brawijaya ingin menyendiri. Ingin merenung tanpa mau diganggu oleh siapapun. Ketika malam menjelang, Sang Prabhu memanggil Sabdo Palon dan Naya Genggong. Bertiga bersama-sama membahas langkah selanjutnya.

Dan, ketika malam menjelang puncak, Sabdo Palon dan Naya Genggong berterus terang, Mereka berdua menunjukkan siapa sebenarnya jati dirinya. Diiringi semburat cahaya lembut, Sabdo Palon dan Naya Genggong ‘menampakkan wujudnya yang asli’ kepada Prabhu Brawijaya.

Prabhu Brawijaya terperanjat. Serta merta beliau menghaturkan hormat, bersembah. Kini, malam ini, untuk pertama kalinya, Sang Prabhu Brawijaya bersimpuh. ( Siapa mereka? Masih rahasia : Damar Shashangka).

Sabdo Palon dan Naya Genggong memberikan gambaran apa yang bakal terjadi kelak di Nusantara. Semenjak hari kehancuran Majapahit, ‘kesadaran’ masyarakat Nusantara akan jatuh ketitik yang paling rendah. ‘Kulit’ lebih diagung-agungkan dari pada ‘Isi’. ‘Kebenaran Yang Mutlak’ dianggap sebagai milik golongan tertentu. Dharma diputar balikkan. Sampah-sampah seperti ini akan terus tertumpuk sampai lima ratus tahun kedepan. Dan bila sudah saatnya, Alam akan memuntahkannya. Alam akan membersihkannya.

Nusantara akan terguncang. Gempa Bumi, banjir bandang, angin puting beliung, ombak samudera naik ke daratan, gunung berapi memuntahkan laharnya berganti-gantian, musibah silih berganti, datang dan pergi. Bila waktu itu tiba, Alam telah melakukan penyeleksian. Alam akan memilih mereka-mereka yang ‘berkesadaran tinggi’. Yang ‘kesadarannya masih rendah’, untuk sementara waktu disisihkan dahulu atau akan dilahirkan ditempat lain diluar Nusantara. Bila saat itu sudah terjadi, Sabdo Palon dan Naya Genggong akan muncul lagi, kembali ke Nusantara. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan ‘merawat tumbuhan kesadaran’ dari mereka-mereka yang terpilih. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan menjaga ‘tumbuhan Buddhi’ yang mulai bersemi itu. Itulah saatnya, agama Buddhi, agama Kesadaran akan berkembang biak di Nusantara. Dan Nusantara, pelan tapi pasti, akan dapat meraih kejayaannya kembali.

Memang sudah menjadi garis karma, kehendak Hyang Widdhi Wasa, mereka-mereka saat ini berkuasa di Nusantara. Prabhu Brawijaya tidak ada gunanya mempertahankan Shiva Buddha. Prabhu Brawijaya lebih baik menuruti kehendak mereka-mereka yang tengah berkuasa. Kelak, Prabhu Brawijaya juga akan lahir lagi, lima ratus tahun kemudian, untuk ikut menyaksikan berseminya agama Buddhi.

Menangislah Prabhu Brawijaya. Semalaman beliau menangis. Semua rahasia masa depan Nusantara, dijabarkan oleh Sabdo Palon dan Naya Genggong.

Keesokan harinya, beliau memanggil Sunan Kalijaga. Dihadapan seluruh yang hadir, beliau menyatakan hendak kembali ke Trowulan. Dan yang lebih mengagetkan, beliau menyatakan masuk Islam demi menjaga stabilitas negara.

Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir terperangah mendengar keputusan Sang Prabhu. Beberapa penasehat, pejabat dan kepala pasukan Bhayangkara, bersujud sambil menangis haru. Mereka memohon agar Sang Prabhu mencabut kembali sabda yang telah beliau keluarkan. Situasi tegang, sedih, bingung…

Sabdo Palon dan Naya Genggong angkat bicara. Dihadapan Prabhu Brawijaya, Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir, mereka mengucapkan sebuah sumpah, bahwasanya lima ratus tahun kemudian, mereka berdua akan kembali. ( Inilah yang lantas dikenal dengan JANGKA SABDO PALON NAYA GENGGONG oleh masyarakat Jawa sampai sekarang. Baca catatan saya tentang SERAT SABDO PALON. : Damar Shashangka).

Selesai mengucapkan sumpah mereka, Sabdo Palon dan Naya Genggong mencium tangan Sang Prabhu Brawijaya. Sabdo Palon berbisik :

“Lima ratus tahun lagi, ananda akan bertemu dengan kami kembali. Sekarang sudah saatnya kita berpisah. Selamat tinggal ananda.”

Sabdo Palon dan Naya Genggong menyembah hormat, lalu bergegas keluar dari ruang pertemuan. Semua yang hadir masih bingung melihat peristiwa ini. Diantara mereka, ada beberapa yang ikut menyembah, melepas lencana mereka dan memohon maaf kepada Sang Prabhu untuk undur diri.

Bagaikan tugu dari batu, Sang Prabhu Brawijaya diam tak bergerak. Tinggal beberapa orang yang ada didepan beliau. Beberapa pasukan Bhayangkara yang memutuskan untuk setia mengiringi Sang Prabhu. Juga ada Sunan Kalijaga, yang masih pula ada di sana.

Setelah kediaman beliau yang lama, Sunan Kalijaga memberanikan diri menanyakan keputusan Sang Prabhu tersebut. Sang Prabhu menjawab, semua memang harus terjadi. Mendengar sabda Sang Prabhu, Sunan Kalijaga segera mendekat kepada beliau.

Sunan Kalijaga memohon dengan segala hormat, apabila Sang Prabhu benar-benar ikhlas menyerahkan tahta kepada Raden Patah, maka beliau harus rela melepaskan mahkota beserta pakaian kebesaran beliau sebagai Raja Diraja. Sejenak Sang Prabhu masih ragu, namun ketika sekali lagi Sunan Kalijaga memohon keikhlasan beliau, maka Sang Prabhu menyetujuinya. ( Inilah simbolisasi rambut beliau dipotong oleh Sunan Kalijaga. Pada kali pertama, rambut beliau tidak bisa putus. Dan pada kali kedua, barulah bisa putus : Damar Shashangka.)

Tidak menunggu waktu lama, berangkatlah rombongan Prabhu Brawijaya yang terdiri dari sedikit pasukan Bhayangkara dan Sunan Kalijaga beserta para santri menuju Trowulan. Sesampainya di Trowulan, masyarakat Majapahit menyambut dengan penuh suka cita. Keadaan mulai berangsur membaik ketika Sang Prabhu Brawijaya mengeluarkan maklumat agar semua pertikaian dihentikan. Disusul kemudian, keluar maklumat serupa dari Demak Bintara yang memfatwakan, peperangan sudah berhenti, diharamkan membunuh mereka yang telah kalah perang. Kondisi anarkhisme, berangsur-angsur menjadi kondusif. Stabilitas untuk sementara waktu kembali normal. Stabilitas yang dibawa dari Blambangan ini, membuat Sunan Kalijaga, sebagai suatu kenangan keberhasilan mendamaikan kedua belah pihak, memberikan nama baru kepada Blambangan, yaitu Banyuwangi. ( Disimbolkan, Sunan Kalijaga membawa sepotong bambu kemudian dia mengisinya dengan air kotor waktu masih di Blambangan. Begitu sesampainya di Trowulan, air dalam bambu itu berubah menjadi jernih dan wangi. Bambu adalah lambang dari sebuah negara, air kotor yang diambil Sunan Kalijaga adalah masalah yang dibuat oleh orang-orang yang sekeyakinan dengan Sunan Kalijaga sendiri. Air yang berubah jernih setibanya di Trowulan melambangkan kembalinya stabilitas negara.: Damar Shashangka).

Bergiliran, para putra Prabhu Brawijaya datang ke Trowulan. Adipati Handayaningrat dari Pengging beserta Ki Ageng Pengging putranya. Raden Bondhan Kejawen dari Tarub. Raden Bathara Katong dari Ponorogo. Raden Lembu Peteng dari Madura, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan Raden Patah sendiri.

Dihadapan seluruh putra-putra beliau, Sunan Kalijaga menyampaikan amanat Sang Prabhu agar pertikaian dihentikan. Dan agar Raden Patah, diikhlaskan menduduki tahta Demak Bintara. Seluruh putra-putra beliau, wajib menerima dan mentaati keputusan ini.

Kepada Sunan Kalijaga, Sang Prabhu Brawijaya memberikan amanat untuk mendampingi keturunan beliau yang ada di Tarub yaitu Raden Bondhan Kejawen dan keturunan beliau yang ada di Pengging. Terutama kepada Raden Bondhan Kejawen, Prabhu Brawijaya telah mengetahuinya dari Sabdo Palon dan Naya Genggong, bahwa kelak, dari keturunannya, akan lahir Raja-Raja besar di Jawa. Dinasti Raden Patah dan dinasti dari Pengging, tidak akan bertahan lama.

Prabhu Brawijaya bahkan membisikkan kepada Sunan Kalijaga, bahwa Demak hanya akan dipimpin oleh tiga orang Raja. Setelah itu akan digantikan oleh keturunan dari Pengging, cuma satu orang Raja. Lantas digantikan oleh keturunan dari Tarub. Banyak Raja akan terlahir dari keturunan dari Tarub.

(Ramalan ini terbukti, Demak hanya diperintah oleh tiga orang Sultan. Yaitu Raden Patah, Sultan Yunus lalu Sultan Trenggana. Setelah itu terjadi pertumpahan darah antara Kubu Abangan dengan Kubu Putihan. Dan Jaka Tingkir tampil kemuka. Jaka Tingkir adalah keturunan dari Pengging. Tapi tidak lama, keturunan dari Tarub, yaitu Danang Sutawijaya, yang kelak dikenal dengan gelar Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mentaram, akan tampil kemuka menggantikan keturunan Pengging. Panembahan Senopati inilah pendiri Kesultanan Mataram Islam, yang sekarang terpecah menjadi Jogjakarta, Surakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman :Damar Shashangka).

Tidak berapa lama kemudian, Prabhu Brawijaya jatuh sakit. Dalam kondisi akhir hidupnya, Sunan Kalijaga dengan setia mendampingi beliau. Kepada Sunan Kalijaga, Prabhu Brawijaya berwasiat agar dipusara makam beliau kelak apabila beliau wafat, jangan dituliskan nama beliau atau gelar beliau sebagai Raja terakhir Majapahit. Melainkan beliau meminta agar dituliskan nama Putri Champa saja. Ini sebagai penanda kisah akhir hidup beliau, juga kisah akhir Kerajaan Majapahit yang terkenal dipelosok Nusantara. Bahwasanya, beliau telah ditikam dari belakang oleh permaisurinya sendiri Dewi Anarawati atau Putri Champa dan beliau diperlakukan dan tidak dihargai lagi sebagai seorang laki-laki oleh Raden Patah, putranya sendiri.

Sunan Kalijaga sedih mendapat wasiat seperti itu. Namun begitu beliau wafat, wasiat itu-pun dijalankan.

Seluruh masyarakat berkabung. Seluruh putra dan putri beliau berkabung.

Dan kehancuran Majapahit. Kehancuran Kerajaan Besar ini dikenang oleh masyarakat Jawa dengan kalimat sandhi yang menyiratkan angka-angka tahun sebuah kejadian (Surya Sengkala), yaitu SIRNA ILANG KERTANING BHUMI. SIRNA berarti angka ‘0’. ILANG berarti angka ‘0’. KERTA berarti angka ‘4’ dan BHUMI berarti angka ‘1’. Dan apabila dibalik, akan terbaca 1400 Saka atau 1478 Masehi. Kalimat KERTAning BHUMI diambil dari nama asli Prabhu Brawijaya, yaitu Raden Kertabhumi. Inilah kebiasaan masyarakat Jawa yang sangat indah dalam mengenang sebuah kejadian penting.

Dan Raden Patah, memindahkan pusat pemerintahan ke Demak Bintara. Dia dikukuhkan oleh Dewan Wali Sangha sebagai Sultan dengan gelar Sultan Syah ‘Alam Akbar Jim-Bun-ningrat.

Keinginan orang-orang Islam terwujud. Demak Bintara menjadi ke-Khalifah-an Islam pertama di Jawa. Tapi, pemberontakan dari berbagai daerah, tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan Demak. Wilayah Majapahit yang dulu luas, kini terkikis habis. Praktis, wilayah Demak Bintara hanya sebatas Jawa Tengah saja. Kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian seolah menjauh dari Demak Bintara. Darah terus tertumpah tiada habisnya. Perebutan kekuasaan silih berganti. Nusantara semakin terpuruk. Semakin tenggelam dipeta perpolitikan dunia.

Disusul kemudian, pada tahun 1596 Masehi, Belanda datang ke Jawa. Nusantara semakin menjadi bangsa tempe! Semenjak Majapahit hancur, hingga sekarang, kemakmuran hanya menjadi mimpi belaka.

Kapan Majapahit bangkit lagi? Kapan Nusantara akan disegani sebagai Macan lagi?

Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.

—————————

OM Shanti, Shanti, Shanti OM

by Hindu Bali (Notes) on Thursday, July 12, 2012 at 10:43am

Iklan

809 thoughts on “SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH

  1. Courtesy or source’nya ngga dicantumin min? Apa hp’ku yg ngga support utk liatnya.
    Bacaan bagus, tp bukannya ideologi nusantara jg bukan hindu (india) atau budha (china) ya?
    Tp kalo mbahas meedekanya Indonesia, maka tdk akan bs melepaskan peran islam, dan mungkin ini bentuk karma yg lain.

  2. Saya kok mencium aroma mendiskreditkan agama islam dlm artikel ini. Disini digambarkan seolah-olah agama islam adalah penyebab utama keruntuhan majapahit yang dilakukan dengan sebuah konspirasi. selain itu ada kesan dari penulis bahwa ada dua ulama besar yang berseberangan sampai2 terjadi pertumpahan darah. dari salam pembuka dan penutup saya berkeyakinan bahwa penulis adl seorang hindu yg tentu saja akan berusaha membela agamanya. Semoga artikel ini benar2 disusun dgn didasari data & fakta sejarah secara objektif tanpa didasari rasa anti islam. Hanya penulis dan Allah saja yang tahu niat dibalik penulisan artikel ini. Wallahu ‘alam

    • Saya setuju. Saya berpikir seperti itu pula
      Penulis harus berhati-hati juga ketika menuliskan tentang itu
      suka atau tidak, setiap hal ada perannya.

      Menganjurkan kepada penulis utk lebi bertanggung jawab di dalam menulis dan kita sebagai pembaca untuk melihat dr sisi baik dr perjalanan sejarah dan adanya hal – hal yang kita bisa belajar maka kita tidak jatuh kepada kesalahan yang sama dari jaman dahulu hingga sekarang

      Pepatah mengatakan – kekalahan manusia adalah ketika manusia tidak pernah mau belajar dari sejarah. Dan sejarah adalah guru yang baik dan berhikmat. Maka dr itu belajar lah terus bersama sama, supaya kita makin bijaksana dimasa depan

      Salam

    • Toa keras keras..itu sdh bukti…betapa egoisnya ajaran ini…entah apa maksud pasang Toa keras keras..coba anda jelaskan. Saya sih paham..tapi saya gak mau bilang.nunggu anda yg jelaskan…

  3. Islam adalah rahmad buat segala umat. Islam agama damai, silahkan membuat artikel spt demikian tapi kami umat islam tidak serta merta marah. Sejarah sapa tahu sebenarnya sejarah.

    Jika kita menangis, orang lain disekitar kita mengira kita sedih kan. Padahal mungkin kita menangis karena bahagia. Seperti itulah opini. Itu opini orang, tak selalu benar. Seperti itulah sejarah. Semoga rahmad selalu tercurah kepadamu mbak gelis.

    • ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama goblok, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam

    • Tulisannya bener2 super banget! Saya yakin si sangat cerdas bukan orang sembarang. Kalau saya menilai dari segi emosi yg disisipkan ketulisan misi tulisannya bukan mengungkap kebeneran tapi lebih memecah belah kerukunan umat beragama! Sayang sekali…

    • Sangat bagus sekali…saya senang membacanya, cuma sayang sekali banyak yg dipelintir fakta2 kehebatan luhur leluhur nusantRa ini melalui tulisan2 di buku2 sejarah ( pelajaran sd / smp / smu ) seolah olah jaman keemasan nusantara
      maupun kebudayaannya yg hebat semenjak adanya wali sangha….

    • Ini kisah masa lalu dari Bangsa kita, enak dibaca walau tanpa data dan sumber sejarah, sebuah tulisan yg baik haruslah memuat data dan sumber sejarah, akan tetapi kita patut menghargai karya penulisnya, karena tidak banyak dari kita meluangkan waktu untuk menggali perjalanan kisah hidup nenek moyang kita, budaya kita, dan perjalanan spiritual mereka, Kini Negara kita sudah merdeka dengan NKRI yang harus dipertahankan keutuhannya, karena NKRI sangat mahal harganya, dia harus ditebus dengan darah para syuhada dan pejuang, dengan pengorbanan yang tak terhitung banyaknya, dan dengan linangan air mata, kita harus berwawasan Nasional yang kukuh, tidak lagi berfikir tentang Raja – Raja lokal, karena dapat mengganggu keutuhan NKRI, dalam sejarah bangsa – bangsa sebuah revolusi bisa terjadi atas keinginan masyarakat untuk menjadi bangsa yang lebih maju baik dibidang sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan bahkan keagamaan, dan dalam tulisan ini telah digambarkan kesemuanya itu, tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik – baiknya demi menghormati perjuangan para Pahlawan kita, dan demi mempersiapkan generasi muda kita agar nantinya mereka mampu hidup Bahagia, sejahtera, dan mampu sebagai suatu bangsa yang hebat dan disegani Dunia dibawah Panji – panji bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Amin.

      • Maaf sebelumnya, penulis cuma menggambarkan. Alangkah baiknya bahwa kita mengetahui sejarah n belajar dari kesalahan yang terdahulu untuk jangan terulang lagi karna kekuasaan dan kepentingan orang. Semua sudah tahu bahwa sekarang NKRI. Karna dalam sebuah hal cerita raja maupun tokoh adalah hal yang kita ketahui sebagai bimbingan untuk pelajaran menuju arah yang lebih baik lagi.

      • Pokoknya runtuhnya Majapahit aiau kerajaan non Islam lainnya adalah akibat dari KOLONIAL SPIRITUAL ISLAM yg mempunyai DOKTRIN KOMUNIS untuk mengharuskan manusia dan dunia memeluk agama Islam.Simbul ke Islaman antara lain adalah PEDANG untuk membnunuh semua orang kafir yg bukan beragama Islam .Ada yg membantah dengah BUKTI? Bukan makian menghina agama Islam?

      • syukuri apa yang sudah ada,…sejarah adalah msa lalu yang maseh slalu qta pertanyakan,….ada TUHAN(Penguasa Alam ini) yang telah mengaturnya,…..

      • Cerita yang sangat menarik, tapi sangat mendramatisir, ISLAM ada di Nusantara, hingga terjadi peradaban kemanusiaan, dan ISLAM tidak pernah menumpahkan darah musuh yang menyerah, sangat disayangkan dengan drama Darma yang di khayalkan, mata Dunia telah melihat fakta kekejaman buddhis di myanmar, dan kekejaman pemeluk agama non muslim yang selalu berlaku zolim terhadap umat ISLAM Agama yang rahmatan lilalamin.

    • Saya bangga karena terlahir di bumi nusantara ini, yg pernah jadi sebuah negeri besar dan disegani didunia internasional dijamannya. Sekaligus ada juga rasa risi dg melihat perjalanan kesejarahannya yg penuh dg intrik karena ulah manusia manusia nya yg dipenuhi oleh nafsu keserakahan kefanatikan yg sempit. Achirnya kita harus merelakan perjalanan negeri nusantara tercinta ini yg dulunya begitu megah menjadi negeri yg seperti sekarang ?????? Jamanlah yg akan membuktikan semua kebenaran.

      • Kalau ini memang benar, ada prasastinya.. Girindrawardhana menganugerahkan hadiah kepada pihak2 yg membantu pada perang penaklukan Trowulan tahun 1478 M. Prasasti Petak dan Jiyu

  4. Kami tidak perlu merasa rendah diri karena tdk lg menjadi bangsa penjajah (majapahit),tp kami akan merasa bangga dunia akhirat karena kami punya Tuhan Yang Esa (Allah) dan tidak animisme

    • Kabah bukan batu ya boss? apapun penjelasanmu orang di luar islam melihat itu Batu. Kemudian lobang Ashwar …orang melihatnya seperti lobang….( jangan marah …kita hanya mencoba utk sadar bukan fanatik buta)

    • lu goblok dipiara yah .. sejak kapan Majapahit itu bangsa penjajah .. belajar baca lagi sono .. justru agama yg kamu anut itulah bawaan dan ideologi penjajah yg menghancurkan bumi nusantara hingga menyebabkan manusia2 di Indonesia jadi bersifat kerdil macam kamu.

    • Dari 360 dewa maka ia pilih satu dewa eang dianggap Tuhan yakni I-llah (durga), so bukan anemisme? eta dewa tah, so anemisme selalu identik dengan berkiblat ke patung or batu or rumah God? so anemisme selalu identik dengan tumbal hewan or kurban? so anemisme itu selalu berdoa (memohon/meminta)? kapan puja dan bhakti pada Tuhan seperti ajaran Hindu jika terus tak bersyukur meminta terus seolah Tuhan tidak Maha Tahu. Pahami kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa (Ia yang satu) bisa ada dimana saja menjadi apa saja eang dikehendaki. Situ sape mengkebiri Tuhan, jauh jauh mencari Tuhan yang dekat ada dalam tiap ciptaan-Nya (Tat Twam Asi/Manunggaling Kawula Gusti/Trinitas). Situ Bapaknya Tuhan, tau anaknya cuma I-llah (Durga)? Menganggap dia sebagai Tuhan yang satu beda dengan, Tuhan yang Maha Esa hakikatnya satu tapi ada banyak manifestasi bukti kemahakuasaan-Nya.

    • Pemahaman anda ttg agama sangatlah sempit bapak johan.. seandainya anda membuka wawasan anda, mungkin anda akan tercengang, bahwasanya ka’bah yg anda agung”kan itu adalah simbul dari Hindu, yg anda puja dan hormati selama ini adalah simbul MAHADEWA/ALLAHWUAKBAR/Tuhan yg tertinggi bagi Umat Hindu jg.. bukalah wawasan anda,apabila anda benar”ingin tahu tentang Agama dan Alam semesta ini.. semua ajaran Agama itu adalah mulia, namun banyak manusia yg terpedaya akan kelicikan”manusia,apalagi manusia dari negara ARAB.. suatu saat pasti anda memahami apa yg saya maksud.. (semoga semua mahluk ciptaan Beliau hidup rukun di bumu ini)..

  5. Itulah sifat asli orang Indonesia (Nusantara) dari dulu sampai hari ini, ‘kita’ lebih menerima hal-hal dari luar daripada dari dalam negeri sendiri

    • ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam

    • Maaf… mmg nya ada yg asli dr diri sendiri… krn hindu shiva n budha jg berasal dr luar nusantara yaitu dr India.
      Yg asli diri sendiri ya kepercayaan animisme dll… bukan berupa agama.

    • Bahkan keyakinan kerajaan majapahit pun (hindu dan budha) bukan berasal dari ajaran mereka sendiri. Melainkan dari India. Keyakinan dari masyarakat nusantara menurut sejarah, awalnya adalah dinamisme dan animisme.

  6. Yang namanya syahwat kekuasaan itu siapapun bisa terjangkit, apapun agamanya. Adalah akibat wajar negara itu hancur karena pemimpin yang lemah (dalam hal ini Prabu Brawijaya), Raden Fatah mengambil kekuasaan dengan jalan yang sah, dengan kekuatan.

    Merebut kekuasaan dengan kekuasaan adalah cara turun-temurun yang telah trend sejak zaman dulu kala, sebut saja Ken Arok, Raden Wijaya dan raja-raja perintis lain, selalu merebutnya dengan kekuatan.

    Jika misalnya NKRI merdeka dengan cara diberi oleh Belanda, masih adakah kebanggaan kita hari ini?

    Tidak usah mencari kambing hitam atas kelemahan diri sendiri, karena itu sudah maunya zaman.

    • Iya betul, Brawijaya memang bodoh..
      Harusnya dibantai aja semua golongan (non SHIVA-BUDHA) yang akan menghancurkan peradaban sebuah bangsa, negara, dan pemerintahan. Hukumnya HALAL dalam Islam.
      Salam Tolol dan Bodoh..

      • Coba lihat perkembangan sekarang mas. Lihat yang terakhir di Perancis di pantai yang Indah…mengapa teman2 Muslim tdk protes dan menolak keras segala macam terrorisme yang dilakukan oleh Muslimin juga?

  7. Bagi orang hindu dan Budha, keruntuhan mahatahu memang menyakitkan tapi bagor kami kaum Muslimin ini berkah yang dengan keruntuhan itu penghalang utama da’wah bisa di hilangkan dan perkembangan Islam bisa meliputi seluruh wilayah kekuasaan majapahit. Keruntuhan majapahit menjadi era kemunduran hindu Budha di nusantara dan menjadi bukti kelemahan kedua agama berhadapan dengan Islam. Kelak nusantara ini akan bersatu lagi dibawah Khilaf Islam global dan angan angan hindu Budha untuk kembali ke tampuk kekuasaan akan kembali pupus. Kini Nusantara ini dikuasai para jongos kapitalisme yang sebentar lagi juga akan musnah.

  8. ini namanya artikel misonaris penyebar agama budhis, yang jelas namanya peradaban pasti ada naik turunnya, gak ada hubungannya dengan agama goblok, lagian ini kesannya jelas banget cerita ngarang yang tujuan akhirnya cuma mau menjelek-jelekkan agama islam.

  9. Suatu ulasan yg mantab,
    Membelajari kita utk menyikapi hari ini dan yg akan datang, masalalu adalah pelajaran dr masalalulah masa kini terbentuk spt ini, namun lupakanlah ttg kekerasan, suatu yg pahit hanya akan mendatangkan dendam baru, lbh bijak kita berbenah bersama dgn keadaan yg ada saat ini, yg islam yg kristen, yg bundha, yg hindu dan yg lainya ttplah kita satu indonesia, dgn saling menghormati dan menghargai perbedaan kita akan bersatu, masa lalu memberi kita pelajaran bhw agama bukanlah kekuasaan, agama bila difahami dgn kekuasaan maka pertumpahan darahlah yg terjadi, lbh baik agama tak punya negara namun di adopsi banyak negara drpd ingin bernegara namun di musuhin banyak negara…
    Bukankah agama itu perdamaian dan keikhlasan sdg kekuasaan itu pemaksaan….

  10. satu usaha angan2 dari pihak yg memiliki prasangka buruk kpd umat islam, banyak kepulauan besar indonesia mendapat rahmat tuhan dengan sampainya islam atas usaha gigih pejuang2 agama terdahulu.. tk sepatutnya sejarah mereka diadaptasi dengan cerita sebegini, seolahnya islam menyebar dgn cara kotor.. ini satu versi sejarah yg tidak telus ditulis dari kacamata insan yg berangankan kepercayaan karut kembali mengembang dinusantara..

    • Memang buruk bray…
      Kenapa…? malu…?
      Hadapilah, itu jadi nasibmu dan pertanggung jawabkan di akhirat nanti..

    • Ini tulisan sejarah bukan beedasar fakta tp berdasar maunya si penulis,,,
      Ngasal dan keliatan banget niatnya buat ngejelek jelekin islam,,,palanye bau menyan nih sipenulis

      • sebelum masuknya semua agama yang ada paling awal adalah berbagai kepercayan-kepercayaan di nusantara setelah itu masuk agama hindu menyusul budha dan setelah itu baru islam.
        jadi hargailah warisan budaya leluhur sebelumnya.
        boleh diperdebatkan asal damai karena tak kan ada habisnya
        Tuhan menciptkan perbedaan bagaikan air dan api bukan untuk bersatu tetapi saling berjalan di koridor masing masing kalau disatukan malah saling meniadakan

        apa pun agama yang kamu anut bagaikan melihat sebuah uang logam kita tidak bisa melihat kedua sisi sekaligus, sisi yang mana kita lihat itu yang kita anggap benar.
        apa pun agama mu semua percaya pada sang pencipta yang meberikan kehidupan di dunia ini untuk dijaga dalam kedamaian.

        sekian dulu. terima kasih.

    • Terlalu subjective, dan tdk ditunjang data dari sisi yg Hindu Budha saat itu, Dan sisi Islam saat itu,,. Setahu saya, istilah maksa org masuk Islam dgn anarchist gk ada ayat nya., kalau tipu2 dan siasat menohok kawan seiring.,, siapa yg suka begitu..? Kultur etnis atau karakter personal seseorang jg menentukan. Makanya ajaran Islam menerangkan mana yg HAQ dan mana yang BATHIL.. Itu jelas dan keras diterangkan.,

      • Ranggalawe, saya bnyk mendalami sejarah majapahit.. Isinya bnyk Hal tentang tipu2 siasat yg menohok kawan seiring..Sejak zaman Ken Arok, mbah buyut org majapahit.. Khianat dan nusuk dri belakang sdh biasa. Rd.Wijaya dan Jayakatwang.. Jayanegara di Khianati Ra Kuti, kalau tdk ada Gajah Mada, sdh habis lama itu majapahit.,, Sampai perang bubat, teruuss sampai Brawijaya.. Bagaimana tentang adu domba dari Rakyan Mahapati. ? Majapahit penuh dgn Fitnah.. Gajah Mada jga yg beresin,, Lah, gak ada org Islam, yha emang sdh Kultur person nya suka nonjok dari belakang… Gimana donk…

    • Ini urusan sejarah…
      Jangan campur adukan dengan agama, apalagi ideologi..
      Emang apa ideologi?
      Berbanggalah, toh kamu harus pertanggung jawabkan nanti dimatimu

  11. saya sudah tau ini sejarah…dan memang tidak banyak yang tahu, karena versi memutarbalikkan fakta sejarah karena ada yang berpikir mereka yang paling benar dan suci..

    • Hindu, Budha, bahkan sebagian org di jawa, apa bukan datang dari India..? Knp gak dibilang picik.? Asli org sini sih nyembah pohon beringin dan danyang hutan.,,

    • Memang dari planet mana keluargamu..?
      Islam dan Muhammad lebih dulu mana? Siapa yang pribumi siapa yang asing?
      Kalau dangkal gak usah komen, memalukan bray..

    • tergantung bagaimana melihat animisme itu sendiri, Nusantara pada awalnya berasal dari Pakem, pola dari segala pola yang tetap bersujud pada Sumber Ketuhanan yang Absolut.. yang menjadi wacana sebenarnya bukan bangsa asing ya, tapi melembeknya moral karena sudah keenakan…..plonga-plongo, eh *Jedeng!

    • Ini sejarah om … fitnah gimana ada data artefak yg bisa sebagai bukti kongkrit …ini sejarah leluhur kita …kok fitnah …apa kau mau mengingkari sejarah leluhurmu sendiri …kau lahir di mana ..besar di mana ….dan siapa Bapak Ibumu …itukan ada silsilahnya …kok fitnah ….aneh cara berfikitmu …terhadap sejarah leluhur …

      • Jelas sekali ini subjektif…..sebuah tulisan yg tdk didukung hasil penelitian….karena tdk disebutkan sumber2nya….

    • Animesme dinamisme adalah sebutan dari bangsa eropa ( belanda ) untuk mendeskreditkan kearifan budaya lokal pada saat itu ….lebih ke kepentingan politik ….lebih detil baca sejarah om …..

    • super sekali asli nya aliran aliran kepercayaan yang sudah ada sebelum masuk nya agama agama lain di nusantara

  12. : Ulasan yang enak dibaca, tanggapi secara bijaksana dan jangan melupakan sejarah bangsa kita….!!

  13. hanya satu agama di dunia ini yaitu ISLAM …agama artinya keperyaaan , makanya bila ada yang cara mempercayai TUHAN lain , jadi membuat suatu nama agama sendiri , seperti agama budha , hindu , kristen , DLL, tapi pada intinya AGAMA hanya SATU yaitu ISLAM ….

  14. mungkin ada referensi buku ttg ini… artikel ini sangat bagus .
    bangga karena bangsa juga punya sejarah yang pelik dan komplek dan diceritakan dengan gamblang. walau diceritakan kepicikan dari seorang muslim bukan berarti tidak benar adanya. karena yang sempurna agama islam dan seorang muslim tetaplah manusia yang dapat berbuat salah

  15. andai saja dora emon itu nyata..
    pasti q mo minjem kantong ajaibnya n minta dianter ke lorong waktu dan mliat sbnarnya yg terjadi di nusantara tempo dulu.

    hheee peace..

    Salam damai untuk smua mahluk

  16. Ga ada yg aneh kalo kita sadar itu semua adalah kehendak Tuhan krn seberapa besar manusia berusaha semua akan terpulang pd kehendak Tuhan…& hanya insan bodoh yg tdk pernah mengambil hikmah atas semua pelajaran dari Tuhannya, hikmah atas semua yg selalu berangkat dari visi bagaimana membumikan kedamaian, persaudaraan dalam perbedaan, & memanusiakan manusia… (kami para Nahdliyin sami’na wa atha’na Sunan Ampel & Sunan Kalijaga)

  17. Sebelum membaca tulisan ini saya mendengar tutur dari kawan yang mempelajari ilmu Jawa. Ada beberapa bagian yang sama. Buat saya ini adalah wacana.

    Yang belum terceritakan adalah motivasi Raden Patah menggulingkan Prabu Brawijaya yang notabene ayahnya sendiri.
    Jika alasannya adalah nafsu kekuasaan, berarti doktrin agama baru telah berhasil, lalu apa?

    500 tahun setelah janji Sabdo Palon dan Naya Genggong waktu itu kini sudah berlalu. Saatnya agama disimpan di hati dan bukan jadi komoditi. Itu sangat personal, hubungannya kepada Sang Maha. Lebih baik energi kita disatukan menuju kejayaan dan kemakmuran rakyat saja.

    Dalam cerita diatas, saya salut dengan tokoh Sunan Kalijaga dan Syeh Siti Jenar.

  18. Hindu itu bukan agama tapi orang2 dari daerah Hindi atau India dan sekitarnya , dan runtuhnya Majapahit banyak sebabnya yg paling telak adalah serangan dari kaum Monggol yg ber pusat di Beijing… bagi om,,, om,,, yang memutar balikan sejarah dan fakta belajarlah kebenaran karena kebenaran akan membebaskan kita…

  19. tokok cerita yang disampaikan tampaknya sama dengan versi yang sdh beredar sebelumnya…tetapi jalan ceritanya kentara sekali dipaksakan untuk menempatkan muslim sebagai tertuduh bahwa penyebaran islam dilakukan melulu dengan kekerasan..apalagi kalo merunut waktu terjadinya/kejadian banyak kontradiksi. sangat betul bahwa kebenaran cerita tergantung siapa yang menulisnya…wallau a’lam

  20. Tidak diceritakan secara detail kenapa Raden Patah menyerang Brawijaya, “ujug2” nyerang…secara logika pasti ada sebabnya…entah dari bisikan sengkuni atau apa dan menurut saya overall ceritanya ga balance sih tapi sangat bagus untuk pengetahuan. Trims Penulis…

  21. cukup detil, mungkin saya termasuk keturunan tarub… hal yg janggal adalah sabdo palon nayo genggong itu sendiri… seperti yg anda bilang ketika sunan2 mempunyai ilmu maka anda mengatakan kiasan… maka saya jg mengira bahwa sabdo palon nayo genggong adalah penasihat/pendeta beliau…

  22. menghayal dan memuja kejayaan masa lalu adalah non sens, tokoh sabdo palon, naya genggong dan dhamar sasongko serta hancurnya majapahit karena kedatangan Agama Islam dan dijajah oleh orang2 islam adalah versi penulis sendiri (hindu bali). Majapahit hancur karena rusaknya moral bangsa majahit sendiri, Islam datang bukan sebagai imperalis / penjajah (seperti orang2 eropa dg agama nasrani, bahkan agama hindhu berasal dari India) justru Islam datang memperbaiki dan sebagi rohmatan lil alamin. Kenyataannya sekarang ini telah menjadi NKRI (Nusantara setelah 500th yg pernah dijanjikan oleh sabdo palon naya genggong kepada prabu brawijaya) sudah terwujud. setiap bangsa apapun agama dan kepercayaannya kalau pemimpin dan masyarakat / bangsa nya telah hancur moralnya maka cepat atau lambat negara tsb akan hancur

  23. Betul, Hindu dan Buddha juga paham dari bangsa asing lho. Aneh juga nih logika penulis. Kalo anti paham asing, mestinya kembali ke paham ketika masih jadi homo erectus.

  24. Terlepas dari segala kekaguman saya akan kekuasaan dan kebesaran kerajaan Majapahit pada masa itu, saya ingin memberikan beberapa komentar yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan dari para pembaca cerita tersebut diatas.

    1. Setiap orang yg membaca cerita ini haruslah berfikir dari mana penulis mendapatkan semua informasi yang diceritakan.
    2. Silsilah hidup dari setiap tokoh yang ada dalam cerita mungkin saja benar, tetapi setiap tokoh tersebut belum tentu melakukan hal-hal seperti yang diceritakan oleh penulis. Distorsi sejarah mungkin saja terjadi. Sehingga bisa kita anggap apa yang dilakukan penulis adalah merupakan sebuah karangan saja.
    3. Isi cerita terkesan menyudutkan satu agama tertentu, dan penulis tidak menceritakan mengapa agama yang selalu disudutkan dalam ceritanya berkembang dengan cepat dan dengan mudah dapat diterima secara luas oleh masyarakat jawa.
    4. Menurut saya, penerimaan agama secara luas kurang lebih karena adanya ketidakadilan/kesejahteraan dan bukan karena paksaan atau kelicikan serta nafsu angkara dari penyebar agama tersebut.
    5. Kita bisa membandingkan proses penyebaran agama dari para penjajah eropa di nusantara yang juga telah dimulai dari ratusan tahun yang lalu tetapi tidak pernah mendapatkan tempat yang baik dihati sebagian besar masyarakat jawa.
    6. Dari cerita diatas, penulis kurang lebih ingin menggiring pikiran pembaca bahwa proses penyebaran agama yang disudutkan diatas adalah sama dengan yang dilakukan para penjajah eropa. Yang menjadi pertanyaan kenapa penjajah eropa tidak mengalami kesuksesan di tanah Jawa?
    7. Perlu diketahui bahwa proses pengambil alihan kekuasaan, penyelesaian perselisihan ataupun persaingan politik melalui pertumpahan darah adalah sudah menjadi hal yang biasa terjadi dibelahan bumi ini, walau kita tidak bisa membenarkan tindakan tersebut.
    8. Bukankah proses perluasan kekuasaan Majapahit juga melalui proses pertumpahan darah? Salah satu peristiwa yang pernah tercatat adalah adalah “Perang Bubat” antara Majapahit dan Pajajaran. Terlepas dari benar atau tidaknya akibat distorsi sejarah yang mungkin saja terjadi, tetapi peristiwa tersebut adalah merupakan salah satu contoh proses perluasan pengaruh Majapahit terhadap Pajajaran.
    9. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari cerita diatas, tetapi akan lebih baik jika penulis menuangkannya dalam sebuah novel fiksi.

  25. Dalam tulisan ini seolah olah islam perusak sejarah,padahal tidak begitu pada reality nya. Islam agama kedamaiyan.Cuma kadang manusia sering mengatas namakan agama demi sebuah kekuasaan.

  26. memangnya kita tahu kalau kita berasal dari dalam negeri coba ceritakan asal mula masing2 kita sendiri …. tak usah bicara dulu orang lain atau berbicara asal usul sejarah kita

  27. Kisah yg mengharukan, walaupun sy rasa kisahnya subjektif dg menjelek2an yg lainnya.. Entah benar2 terjadi atau sebagian telah dimodifikasi.. Yg jelas baik agama Islam maupun agama Hindu keduanya datang dari luar.. So, skor 1-1

  28. Saya suka dengan artikel ini dan menikmati membacanya.
    Tapi tidak akan saya anggap sebagai sejarah. Jangan bermain2 dengan mengklaim bahwa ini “sejarah”. Sejarah harus jelas sumbernya, baik didasarkan pada dokumen tertulis, bukti2 baik fisik semisal prasasti, objek sejarah, testimoni karakter yg dimaksud maupun kronologinya secara runut dan ilmiah. Kecuali jika anda secara terbuka mengakui ini adalah karya fiksi yg anda tulis dengan mendramatisir beberapa cerita sejarah, saya akui juga kalau anda berbakat menulis skenario film kolosal.

  29. Majapahit bangkit lagi??? udah gak jaman lagi kebodohan dan penindasan…. Bangga dengan Ajaran Islam yang rasional dengan fitrah manusia….bangga dunia akhirat Allah SWT tuhan yang maha esa.

  30. Ini maksudnya apa? “…..karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara..??”
    maksud loe Islam gitu?? dibawa dari luar (arab) ke Indonesia. Trus gara2 ada Islam Indonesia jadi terupuruk?
    ..loe pikir agama itu loe lebih baik dari Islam? emang loe pikir agama loe datang dari mana? ngaca loe broooo…jangan cari gara-gara. Jangan suka provokasi. Jangan suka main-main, bikin umat Islam marah. Apa loe mau di Indonesia pecah perang agama?? kalo udah kejadian nyesel deh loe.

  31. ‘artikhel ini fastilah hasil konstifasi fara zionis yang bertuzuan unthu’ menzatuhkan citra Islam sebagai agama yang faling benar, faling suci, dan faling haibat.

    ‘antum-antum sekalian mesti harus tahu bahwa Maj’aafahiyd itu sebenarnya adalah kerajaan Islaaaam…. Candi Bhar’abudzur itu juga hasil feninggalan Islaaaaam……

  32. saya kira orang jawa tertarik dengan Islam karena agama ini menjunjung persamaan hak sesama manusia dan hubungan saling menyayangi sesama manusia.

  33. sudah cukup lama ane terakhir kali membaca tulisan tentang Keruntuhan Majapahit 🙂
    meski, yaa… sama seperti sejarah yang kita pelajari di sekolah (tidak tahu pasti kebenaran yang mutlak)
    kita sama tahu; tidak ada kerajaan yang terbentuk tanpa kelicikan (baca; pertempuran dalam cara apa pun) tidak ada 🙂
    meski dalam cerita ini ane nangkepnya ‘memojokkan’ Islam dan etnik China 🙂 namun bagi ane sendiri (jika kita mau berpikir luas) itu tak lepas dari yang namanya pengaruh ‘perubahan alam’. dunia modern sekarang lebih menyebutnya; ‘bersinggungan kultur budaya’
    tidak akan mungkin itu terelakkan.
    plus, biasanya jika ada raja, pasti dan pasti adaaaaa aja pengkhianatnya 🙂 jadi tidak murni juga kesalahan raja (prabu brawijaya) 🙂 sebab pepatah bilang;”Sebanyak-banyaknya yang menyukai kita, akan lebih banyak lagi yang tidak menyukai/memusuhi. entah itu karena iri, dengki dan lain sebagainya.

    dan benar komentar ‘Hindu WEB’ di atas 🙂
    negeri Indonesia ini aslinya animisme dan dinamisme 🙂 Hindu dan Budha juga datang dari luar.

    Salam Damai 🙂

  34. artikel ini sm dengan menyudutkan brey/bro wijaya hehehe..kelihatanya dia ga bs apa2 dan lemah hanya ada wanita dipikirannya?apakah seprti itu?? kata org jawa ini smua “gek jare”(katanya sih). semoga tidak berujung kekonyolan.

  35. Bukankah bagian2 akhir itu disadur dr Serat Dharmogandul? Maaf bila salah. Klo aku pribadi meyakini Serat Dharmogandul itu benar. Contoh nyata-nya adlh kita tdk prnah menemukan satu kitab/catatan brbagai hal ttg keadaan negara Majapahit,hal yg sangat tdk mungkin mengingat Majapahit adlh negara besar. Bgm pndapat anda?

  36. setuju banget. jk qt mendoktrin agama (islam) sbg ideologi bngsa lain. ketahuilah agama sblum islam jg mrupkn adopsi dr bngsa lain. lihatlah peristiwa majapahit bukan dr sudut pndang agama. melainkan dr pribadi,tabiat dan hati manusianya. tidak ada agama yg salah didunia ini. yg salah hanyalah kedangkalan manusia dlm memahami agama mereka sendiri yg membuat perilaku mereka mnjdi busuk

  37. Islam ternyata bullshit! agama damai nyatanya agama penjajah dan penghancur nusantara!

    kapankah islam tersingkir dari negara ini, semoga segera..

  38. Tidak ada agama yang membenarkan kekerasan, tapi seringkali agama dijadikan tameng untuk pembenaran atas perbuatan manusia yang sebenarnya lebih cendrung untuk memuaskan hawa nafsu

  39. Terlepas benar & salah, sejarah itu mengajarkan kita akan hal baik & buruk. Bagaimana kita men-sikapi hal tersebut.

    Bukan suatu kebanggaan kita pernah memiliki kerajaan besar seperti majapahit.
    Kebanggaan lebih terasa apabila kita yang hidup pada zaman sekarang, selalu melakukan hal-hal baik dan selalu memberi untuk ibu pertiwi.

    Jika hanya bangga akan masa lalu, mengapa kita tidak berbuat sesuatu saat masa kita ?
    Apakah jepang bangga akan masa lalu mereka ?
    Jangan hanya berharap melakukan sesuatu, tapi lakukanlah dengan benar.

    Saya bangga dengan diri saya, karena anak saya selalu ranking 1. Bukan bangga karena ayah saya seorang bupati atau anggota dewan.
    Atau saya bangga karena saya menjadi bagian kelompok keagamaan.

    Helooo….
    Apa yang sudah kita lakukan untuk ibu pertiwi ?
    Sudah benar yang kita lakukan ?
    Masih selalu menjelekkan kaum tertentu ? Masih mempermasalahkan perbedaan ?
    Apa yang kita banggakan dengan itu semua ?
    Sangat naif jika membanggakan masa lalu.

    Masa lalu = sejarah
    Masa kini = lakukan yang terbaik
    Masa depan = hasil yang kita lakukan dimasa kini.
    Baru kita bisa bilang bangga, karena kita yang melakukan.

    Sruput kupi dulu …. ahhh….

  40. Kami tidak perlu merasa rendah diri karena tdk lg menjadi bangsa penjajah (majapahit),tp kami akan merasa bangga dunia akhirat karena kami punya Tuhan Yang Esa (Allah) dan tidak animisme,Sejarah memang mempunyai banyak versi, depends on si pembawa Alhamdulillah ,Islam Bisa masuk keindonesia dan sy menjadi muslim, seandainya sy bukan muslim……………? tidak Aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepadaKu firman Allah S.W.T

  41. sebenarnya bukan masalah dari agamanya akan tetapi orang 2 yang serakah akan kekuasaan tanpa melihat asal usul mereka
    serta itulah kelemahan kepemimpinan pada saat itu. dan hindu Islam kejawen masih berkembang di wilayah pusat kerajaan majapahit saat ini…

  42. Mungkin yang dimaksud emperor di awal tulisan itu imperium. emperor itu sebutan untuk pemimpin sebuah imperium. Lalu saya mau minta kejelasan ttg judul yg emang sangat wah ini. di dalam tulisan, saya ga menemukan bagian mana dari sejarah runtuhnya majapahit ini yang ditutupi pemerintah. tolong saya dikasih tunjuk. makasih

  43. Poin nya qt prnah mnjadi bangsa yg besar.. yg d segani.. opini silahkan masing masing.. conclusi nya jgn prnh mngadu domba.. d balik crita ada makna.. yaitu kmbalinya indonesia sbg bangsa yg besar.. yg bkn mnjadi negara boneka dri bangsa lain.. bodohnya penguasa kita di bahasa kiaskan sperti dadak merak.

  44. Terima kasih artikelnya amat bagus, lakum dinukum waliadin… (Untukmu agamamu, untukku agamaku) tiada ajaran dari agama islam untuk memerangi agama lainnya agar mengikuti agama islam selain mendapatkan hidayah (petunjuk) dari pemilik hati ini.
    Sejarah akan terus ditulis dan bertutur bahwa hidup ini hanya pengulangannya, ada baik dan buruk yang harus kita ambil hikmahnya dan jika hanya kebaikan yang kita jalani dalam hidup ini Insya Allah kita dapat memberikan arti bagi agama, nusantara dan seluruh umat manusia. Amin

  45. kalo boleh tahu ini diambil dari sumber apa ya? sumber tidak harus buku, bisa jadi transkrip wawancara sejarawan, ato sebagainya. Jika ini memang benar adanya maka bisa dipublikasikan secara transparan agar kita lebih paham akan sejarah asal-usul kita. Trims

  46. good read! ulasan sejarah yang menarik dan informatif. akan jauh lebih menarik bila dosis sudut pandang obyektif pada artikel diatas di perbanyak, agar bisa menekan pemikiran sentimen dari satu ke lain golongan.

  47. Semoga dengan keteguhan hati orang-orang ‘baik’ yang terus berupaya akan segera tiba masa di mana kejayaan Bangsa kita akan terwujud. Negara dengan lingkungan Masyarakat berketuhanan, berkemanusiaan, bersatu, mufakat dan berkeadilan sosial.

  48. kaya cerpen, dan banyak yg melenceng dari sejarah yg sebenarnya. tolong ceritakan perang paregreg yg srbenarnya

  49. Betul, sejarah sdh berjalan, dimana mana jga begitu, gk ada yg salah.,, tinggal membaca sejarah nya jgn picik.

  50. Ada yang shirik, ada yang haus kekuasaan, ada yang merusak peradaban sebuah bangsa, ada yang membawa Tuhannya untuk kehancuran..
    Itu terus berjalan hingga sekarang..

  51. Tidak ada yg harus disesalkan dengan sejarah,semua telah terjadi kita tidak bisa memperbaikinya, sudah menjadi sunatulloh kekuasaan silih berganti, siapa yg tidak bisa mengikuti perubahan pasti akan tenggelam begitu juga peradaban hari ini, sejarah cukup dijadikan pelajaran memperbaiki kehidupan dimasa yang akan datang

  52. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau pulau, sembung menyambung menjadi satu itulah INDONESIA, terdiri dari berbagai macam ideologi agama dan budaya, jangan sampai kita dicerai beraikan hanya karena SARA

  53. Detail banget. Jadi ingat Taiko-nya Eiji Yoshikawa. Btw, subyektivitas memang tidak bisa lepas. Namun sebuah usaha merajut untaian cerita sejarah yang sudah sangat lama perlu diapresiasi. Kekurangan dan kelebihannya mari dicerna dengan proporsional.

  54. ingatlah, sebuah tulisan juga dipengaruhi cara pandang penulisnya ,,, cara pandang penulis disini saya fikir lebih ke hidu-budha ,,

  55. Secara tidak langsung anda menyalahkan ajaran agama islam.

    Kalau anda bisa memahami kalimat kalimat itu, bukan ajaran islam yang salah, tapi sifat manusianya yang salah.

    Agama islam bukanlah agama yang mengkafir kafirkan agama lain. Tidak mengajarkan memberontak kepada pemimpinnya sendiri. Itu adalah sifat yang durhaka. Haram hukumnya bagi islam.
    KECUALI, PEMIMPIN YANG TIDAK ADIL BAGI RAKYATNYA WAJIB DIHANCURKAN.

    Dari cerita diatas bahwa yang menghancurkan kekuasaan raja majapahit adalah putranya sendiri, anak dari istri raja yang diceraikannya.
    Dari sini seharusnya anda mencari tau lagi penyebab anak raja majapahit menghancurkan kekuasaan ayahnya sendiri.

    Mungkin ini jawabannya:
    1. Ingin menyebarkan agama islam.

    Kalau memang tujuannya menyebarkan agama islam itu jelas salah besar. Sebab ajaran islam tidak mengajarkan secara memberontak.

    2. Balas dendam

    kemungkinan balas dendam terhadap ayahnya karena sudah menceraikan ibu kandungnya.

    3. Adu domba.

    Disisi lain
    Islam terpecah belah menjadi 73 golongan. Dan hanya satu golongan yang masuk surga. Yaitu golongan ahlulsunnah wal jamaah.

    Belum lagi itu adalah cerita sejarah versi hindu, berbeda pula cerita sejarah versi islam.

  56. Secara tidak langsung anda menyalahkan ajaran agama islam.

    Kalau anda bisa memahami kalimat kalimat itu, bukan ajaran islam yang salah, tapi sifat manusianya yang salah…

    Agama islam bukanlah agama yang mengkafir kafirkan agama lain. Tidak mengajarkan memberontak kepada pemimpinnya sendiri. Itu adalah sifat yang durhaka. Haram hukumnya bagi islam.
    KECUALI, PEMIMPIN YANG TIDAK ADIL BAGI RAKYATNYA WAJIB DIHANCURKAN.

    Dari cerita diatas bahwa yang menghancurkan kekuasaan raja majapahit adalah putranya sendiri, anak dari istri raja yang diceraikannya.
    Dari sini seharusnya anda mencari tau lagi penyebab anak raja majapahit menghancurkan kekuasaan ayahnya sendiri.

    Mungkin ini jawabannya:
    1. Ingin menyebarkan agama islam.

    Kalau memang tujuannya menyebarkan agama islam itu jelas salah besar. Sebab ajaran islam tidak mengajarkan secara memberontak.

    2. Balas dendam

    kemungkinan balas dendam terhadap ayahnya karena sudah menceraikan ibu kandungnya.

    3. Adu domba.

    Disisi lain
    Islam terpecah belah menjadi 73 golongan. Dan hanya satu golongan yang masuk surga. Yaitu golongan ahlulsunnah wal jamaah.

    Belum lagi itu adalah cerita sejarah versi hindu, berbeda pula cerita sejarah versi islam.

  57. Saya org hindhu, dan saya mengagumi kekuasaan kerajaan Majapahit pada masanya serta patih yg terkenal Gajah Mada.
    tetapi saya tidak suka dengan gaya bahasa anda yg terlalu memojokan agama lain.
    bagi saya, apa yg terjadi di masa lampau biarlah pada tempatnya. Dan kita sebagai generasi saat ini, jangan sampai kita terpecah belah oleh sesuatu hal yg tak pasti. Kita harus bisa meyakinkan kpd diri kita bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian harinya, yaitu dgn cara menjunjung tinggi toleransi antar agama agar terjadi kelarasan dalam kehidupan yg kita ajalani sehari-harinya.
    BaNgsa kita sudah cukup menderita oleh banyaknya kejadian2 yg membuat miris diri kita sendiri. Marilah kita mencegahnya dgn cara saling menghormati antar sesama dan juga jgn terlalu mudah trrpancing akan sesuatu yg tak pasti.

    Salam damai indonesiaku 🙂

  58. Menarik ceritanya buat dibikin film. Fakta akan membuktikan. Cerita kakek dari kakek sendiri aja gak tau, trus mau cerita yang berabad lalu?

  59. sejarah milik pemenang perang
    siapa yang menang dalam berperang maka dialah yang bisa menulis sejarah

  60. hadeehhh….ini siapa pula yg nulis sejarah seenaknya saja…?? penuh cerita rakyat, penuh mitos dan sangat subjektif.
    Pelajarilah sejarah dgn baik dan benar tanpa mengandung mitos atauoun subjektif.
    telah disepakati ahli sejarah bahwa kitab2 yg menyebutkan ttg majapahit terutama Kertagama lebih bersifat mitos. Kertagama adalah kumpulan puisi/syair yg menggambarkan keadaan saat itu, jadi tidak bisa dijadikan acuan sejarah.
    Majapahit runtuh lebih dikarenakan perang saudara sehingga semakin mengecil. sesungguhnya perang saudara atau pemberontakan bukan hal aneh bagi kerajaan2 Jawa. Sebagaimana kita tahu, adakah kerajaan Jawa yg berdiri dalam rentang waktu yg lama? tidak ada. semua dikarenakan perang saudara atau pemberontakan.Kerajaan Kadiri diserang Ken Arok dan menjadi Singosari, yg kemudian dihancurkan Kubilai Khan dan kemudian Majapahit. Dan majapahit pun hancur akibat perang saudara dan pemberontakan.

  61. Apa maksud gaya bahasa yang dipakai? Apakah penulis berniat bermain bahasa untuk menyerang logika dan merusak kedamaian umat beragama? Data sejarah yang anda pakai lemah dan lebih banyak bermain bahasa yang menyudutkan salah satu agama, kalau anda benar sebagai penulis, mengapa tidak menggunakan nama pribadi yang nyata. Ini contoh jelas dari kebodohan berpikir dari anda atas dendam tidak berdasar dari kasus peledakan bali oleh kelompok fanatik islam. Mengapa anda tidak membahas sis gelap dari aliran yang ada di agama anda? Atau anda memancing reaksi negatif agar anda lebih mudah memojokkan agama lain? JADILAH MANUSIA YANG PERWIRA SEBAGAIMANA TULISAN ANDA, JANGAN MENULIS SUATU KEGAGAHAN KELOMPOK TETAPI MENUNJUKKAN KEKERDILAN CARA BERPIKIR DEMGAN MENYEMBUNYIKAN JATI DIRI.

  62. Saya telah banyak membaca cerita ini dari berbagai perspektif, Manusia dibekali otak & kecerdasan yg akan selalu berkembang pada situasi kritis, seiring era perubahan dan kulturisasi (karena adanya interaksi sosial serta adaptasi mengingat Indonesia dg banyak pulau)

  63. Selama KTP anda berstatus WNI jagalah keberagaman ini menjadi utuh puspawarna. Tak peduli A,B,C,D,E yang anda peluk, tetaplah utuh agar dapat disebut ALPHABET.

  64. Satu sisi tulisan ini memberikan kebanggaan saya sebagai seorang muslim , apalagi kaum putihan , semakin yakin agama yg berhak untuk hidup makmur di bumi nusantara ini adalah Islam , semoga Allah merahmati wali-waliNya yg terdahulu menyebarkan Islam dengan hikmah, dan memasukkan mrka ke dalam surgaNya, dan satu sisi lagi saya melihat ketidak benaran agama hindu budha dan tidak mungkin Nusantara akan kembali lagi menjadi penganut hindu budha, sebagai contoh ,pelan tapi pasti orang Islam yg berpahaman Putihan semakin tahun semakin banyak, coba lihat acara Tablgh Akbar di masjid Istiqlal 15 Maret lalu, maha suci Allah yg telah memberian hidayahNya kepada mereka, dan semoga saudara-saudaraku setanah air yg masih memeluk hindu budha mempelajari Islam dengan tulus, coba lihat video2nya Dr. Zakir Naik atau Ahmad Deedat, semoga bermanfaat….aamiin

  65. Mengharukan smp menetes air mata saya, apa yg saya tahu mengenai Syeikh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga sama dengan penggambaran yg tertulis diatas .. Mengenai benar tidak nya kronologis kejatuhan Majapahit, saya serah kan dengan sang waktu tapi yg jelas sy berpendapat bahwa apapun motivasi nya kekerasan bahkan pertumpahan darah apalagi dengan yg sedarah sangat tidak manusiawi sekalipun atas nama agama …

  66. Mengharukan smp menetes air mata saya. Mengenai benar tidak nya kronologis kejatuhan Majapahit, saya serah kan pd sang waktu tapi yg jelas sy berpendapat bahwa apapun motivasi nya kekerasan bahkan pertumpahan darah apalagi dengan yg sedarah sangat tidak manusiawi sekalipun atas nama agama …

  67. cerita yg subyektif. apa penulis gak sadar kalo umat budha dari dulu hingga sekarang diberi kebebasan beribadah.. apa tanggapan mereka terhadap suku rohingnya yang ditindas oleh orang2 buda…?

  68. Sebelum membaca artikel ini saya juga menduga karena hal ini …. tapi biarlah ibarat roda kadang di atas dan kadang di bawah … btw saya ttep penasaran apa yg membuat peradaban Hindu India terpuruk seperti sekarang ? Mereka jauh melebihi Majapahit ….

  69. sejarah versi laen.. tp entah kebenarannya. krna kita gk ikut melakoninya. ada bumbu2 di yg dikurangi n ditmbahi penulisnya. yg perlu digaris bawahi rakyat indonesia mendambakan lahirnya kembali kebesaran majapahit dibumi pertiwi. tlah bosan dgan pemimpin yg hanya bermulut manis. mari kita bersatu membangun bumi pertiwi ditengah keragaman kita dgan toleransi. mari bangkit saudaraku…

  70. Kurang otentik. Menurut sy penulis mendapatkan cerita ini dr sumber mana? Anda harus punya perbandingan degan penulis, tokoh2 yg anda sebutkan. Bukti2 dr para ahli/pakar harus anda sebutkan. Ini seperti dogeng yg membawa unsur kebencian kesalah satu agama. Dr zaman nabi, sampai.Islam.masuk ke indonesia tidak pernah degan memberontak. Lihat candi.Borobudur yg terbukti melalui relief dan alquran jika itu peninggalan Nabi Sulaiman. Igat kita punya daerah nama sleman.

  71. Islam adalah agama dunia dan akhirat,, Islam tidak mengajarkan kekerasan dalam hal apapun apalagi hal kepercayaan,, Islam tidak memaksakan Agama kepada siapapun,, jadi jangan penulis memfitnah Islam.. Biarlah sejarah menjadi kisah masa lalu dan menjadi pembelajaran bahwa kesatuan adalah yg utama agar Negara kokoh berdiri,, walau berbeda agama, ras, budaya tapi kita tetap Rakyat/ bangsa Indonesia,,, sekali lagi jangan penulis mengadu domba atas nama agama.. Kalau tidak tau Islam jangan membuat fitnah tentang Islam…

  72. Kenyataannya yaa memang seperti itu penyebaran islam dulu kala.. banyak kok sejarah yang memuat.. jujur saja meskipun cerita ini nyata, tapi memang penulisnya agak subyektif..
    Sah – sah saja bila islam menyebarkan ajarannya bagaimanapun caranya,, itu tergantung rakyat yang menerima dan mengartikan.. Dan perbedaan antara hindu dengan islam adalah dalam hal penyebaran agama,, sangat jarang bahkan hampir tak ada tokoh/ulama tersohor hindu yang menyebarkan agamanya..
    Terus terang pemicu masalah saat ini bukan agama, tapi oknum nya.. semua agama menuju ke Tuhan.. Dan semua ajaran agama menyembah Tuhan (dalam versi yg berbeda2)
    Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya tentang hal-hal buruk kan???
    Saya hindu, tinggal di bali. dan hanya 10% hindu asli berasal dari bali, yang 90% nya keturunan hindu majapahit. termasuk saia. dan sangat senang bisa membaca tulisan ini

  73. Tertarik dgn nara sumber yg mengatakan bila beda keyakinan maka dianggap musuh. Sepertinya nara sumber jg harus belajar sejarah Islam baru bisa jernih.

    Dan satu lagi, yg ditakuti oleh tiongkok bukan Majapahit tetapi mongol. Dan pintarnya raja majapahit, mempersunting adik jenghis khan sehingga memudahkan usaha Gajah mada menyatukan nusantara. Itulah sebabnya majapahit tidak sampai asia karena jatahnya hanya dibatasi sebesar asia tenggara oleh mongol.

  74. Indonesia hrs belajar dr sejarah runtuhnya Kerajaan Majapahit, bahwa yang menentukan masa depan Indonesia adalah kita sendiri masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Kiranya Tuhan YME menjaga negara ini tetap ada selama-lamanya.

  75. Sebenarnya ini kita juga sudah tahu…
    Umumnya sejarah yang ada ditulis dan disesuaikan dengan kebutuhan terutama secara ideologis, politis dan agamis…..

    Makanya saya sering berulang-ulang memberitahu anak bahwa sejarah yang ada ini tidak semuanya benar….. contohnya ada yang dianggap pahlawan sebenarnya dia adalah teroris karena membantai rakyatnya sendiri yang berbeda agama….
    selain itu juga strategi politik pemenang yaitu, melakukan kriminalisasi terhadap lawan politiknya seolah-olah dia adalah yang benar dan lawan politiknya adalah salah…. dsb….

    Makanya harus kritis dalam mempelajari sejarah…. jangan mau didoktrin buta olah sejarah…..

  76. Islam mmg bangsat, muhamad saja wajahnya tidak jelas, ada yg bilang katanya MATI karena sipilis…goblok dia

  77. Orang islam dari dulu selalu buat masalah..
    Dasar BARBAR kutu kopret..tidak tau diri..
    Berjihad konyol berkhalifah tdk jelas..DASAR TERORIS

  78. kita ini bangsa yang punya budaya(baca:ideologi) sendiri, tapi terlena dengan budaya asing yang masuk sehingga keturunan pribumi nusantara lebih condong kepada budaya asing dan malu bahkan melupakan budayanya sendiri (dengar, lihat, dan pahami pake ilmu)
    Nusantara Mercusuar Dunia 🙂

  79. Ping-balik: Mengenang Kerajaan Majapahit | Sentinel Denpasar

  80. sebagai seorang yg lahir di keluarga islam , saat ini saya telah melepaskan keyakinan lama saya yg memalukan itu , apapun bisa org katakan , tapi fakta yg terjadi tdk dapat disangkal .. marilah kawan kita bangkitkan lagi kesadaran kita selaku manusia Nusantara yg adiluhung , semoga nusantara cepat jaya kembali , swaha !

  81. Bukan soal agama, tetapi toleransi akan keberagaman (suku, ras dan agama) yg ternodai oleh oknum2 yg menganggap kelompoknya (agama, ras) adalah yg paling benar, dan yg tidak sesuai dengannya harus dimusuhi dan dimusnahkan. #sangat miris, kejayaan nusantara hancur oleh oknum2 seperti itu.

  82. Budaya islam dari dulu (spt diceritakan diatas), sekarang (isis dg segala kesadisannya), maupun masa depan adalah sama yaitu budaya KEMATIAN. Hati2lah dengan agama satu ini. Setan sangat senang dg kematian. “Dari ‘buah’ nya lah kamu akan mengenal mereka”

  83. Sebagai umat Hindu, lebih baik kita mengurusi agama kita sendiri yang saat ini mulai terkikis oleh perubahan jaman (berapa % umat Hindu Bali yang berpindah keyakinan akibat masalah ekonomi?, Apakah penyebabnya? dan bagaimana solusinya?).
    Tidak perlu menjelek-jelekkan agama lain, yang mungkin nanti menjadi bumerang bagi Bali dan Hindu, yang saat ini sudah sangat stabil. Walaupun kecil, Bali mampu menjadi tumpuan harapan berbagai macam bangsa di dunia untuk memperoleh kebahagiaan.
    Pada dasarnya mencari Tuhan adalah sangat personal, dimana agama adalah kendaraan saja.
    Tulisan di atas sangat mengharu biru bagi pemeluk Agama Hindu, namun membuat kuping panas bagi penganut agama Islam. Hal ini tentu tidak baik, bagi stabilitas kerukunan beragama yang susah payah kita wujudkan bersama.
    Mungkin, biarlah kebenaran itu tersimpan dalam Bumi Pertiwi dan dalam DNA manusia Majapahit yang ada pada kita yang hidup di jaman ini. Mari kita wujudkan perdamaian, mari kita bangun ekonomi yang kuat, kehidupan beragama yang rukun, dan waspada terhadap hasutan yang memecah belah persaudaraan sebagai Bangsa Indonesia (dulu Majapahit).

  84. Saya Bangga dengan Cerita Beginian,
    Tapi kurang Pas Jika di Jaman Majapahit dan Sebelumnya terjadi Perang Saudara, Ingat Semua itu adalah Probaganda Para Barbar (Islam/WaliSongo dan Kristen/Kolonial) Memotong Tali Sejarah Hebat dan Memecah Belah Nusantara Demi Kepentingannya,
    Saya Terlahir Muslim, Tapi Semakin Sadar Seiring Bertambahnya Usia, bahwa Kita Nusantara telah Hancur karena Mereka Para Barbar,
    Saya selalu Berharap Bertemu dan akan Mengabdi kepada Punakawan,
    Salam Restorasi Nusantara,

  85. Sebaiknya kita lebih objektif membaca dan memahami isi bacaan terutama ttg sejarah jangan sampai karena pikiran dangkal kita menjadi terprofokasi melakukan hal-hal yang merugikan banyak orang.

  86. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan berbangsa-bangsa,dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orng yg paling mulia di antaramu disisi Allah ialah orng yg paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.”(Q.S al hujuraat: 13)

  87. Lebih baik diam…
    Karena akan percuma jika ternyata cerita itu benar adanya, dan kamu tidak mampu berbuat apapun. Bahkan hanya bersuara untuk mengakui kesalahan pendahulumu dan meminta maaf. Kalau tidak mampu berketuhanan, setidaknya jadilah manusia yg berkemanusiaan terlebih dulu. Namaste

  88. Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam.

  89. Biarkan sejarah bicara dengan bahasanya sendiri…karena sejarah bukanlah petunjukan layar lebar yang bisa anda nilai salah dan benarkan….kita semua hari ini adalah produk sejarah dan tak seorang pun diantara kita yang hidup saat itu…biarkan sejarah tetap mengarung dan jangan campurkan dengan kepentingan dan golongan anda sendiri…krna jika anda melakukannya maka yang lain juga bisa melakukan itu..lantas siapa yang akan menilai salah benarnya?…Ya Masa Depan….bersabarlah untuk gembira dan bersedih..

  90. Benang merahnya adalah, apa sebab yg membuat mereka semua tertarik pada Islam. Dan bukan cuma para tokoh sejarah yg tertarik pada Islam, sampai detik ini juga semua org tertarik dengan Islam. Demi membendung ini semua dibuatlah stigma negatif atas Islam, dan parahnya sebagian orang dengan ketidak-tahuannya menyebarkan berita yg berdasar dari “katanya” tanpa pernah mencari tahu. So be smart ajalah,

  91. Sejarah ini diceritakan dari perspektif penulis sebagai penganut budha atau hindu, dari awal sampai akhir sangat mendiskreditkan islam seperti islam haus kekuasaan. namun tanpa disadari justru mengangkat proses awal Islamisasi adalah tanpa peperangan yaitu dengan menggunakan cara2 persuasif dan kelembutan. , majapahit justru yang mengintimidasi para muslim untuk kembali ke agama sebelumnya itulah sebab terjadinya peperangan.

  92. Sejarah bukanlah sekedar sesuatu yg pernah terjadi. Lebih dari itu sejarah adalah sesuatu yg pernah terjadi dan dianggap memiliki arti. Tatkala memberikan makna dlm “memiliki arti” tersebut, diperlukan subyektifitas. Disitulah sejarah juga relatif tergantung siapa yg memaknainya….

  93. Harusnya ada buku sejarah majapahit…biar sejarah yg mencatat.biar sejarah yg bicara.masa telah berlalu.ambil hikmah dari kebesaran majapahit

  94. Langkah akhir raja Brawijaya sangat bijaksana dan mulia. Beliau mengambil keputusan untuk keselamatan rakyatnya, tidak untuk kepentingan diri sendiri.

  95. Ini fiksi atau sejarah ???
    Bila ini sejarah, kenapa tidak terdapat bukti-buktinya (seperti berdasarkan prasasti, kitab dll) ???
    Pengungkapan sejarah haruslah menunjukkan (mencantumkan sumber penafsiran) bukti, bila tidak itu hanyalah fiksi semata !!!

  96. Menarik, tp penulis sendiri melakukan pemutarbalikan fakta… Beberapa hal saja saya tulis.
    Kertabumi berkuasa setelah mengkudeta Bhre Pandan Salas. Kertabumi sendiri meninggal di Istana disebabkan dibunuh Ranawijaya (anak Pandan Salas). Jd tulisan diatas yg mengatakan sakit adalah salah besar… Menurut gw Sengkalan Sirna Ilang Kertining Bhumi dipastikan dibuat oleh Ranawijaya setelah bertahta menyingkirkan Kertabumi sebagai pembalasan. Telah disirnakan kertabhumi.!

  97. Saya ambl hikmah dr cerita.ini..
    rasa sayang ayah kepada anaknya
    Dan penengah sunan kalijaga yg begitu bijak dan tidak memaksa utk memelik agama islam
    Mungkin beli sadar perbedaan itu indah

  98. Tulisannya mengalir sendu. Layak untuk dijadikan komik pengantar tidur buat anak yang belum punya akal. Semua serba cerita yang jelas tau asal-usulnya. Selamat meratapi masa lalu dan teruslah terlelap dalam mimpi dan berkubang dengan prasangka. Pretlah..

  99. Dalam sejarah kerajaan LUWU/sul-sel yang sejarahnya terdapat dlam Sureq I LAGA LIGO yang mana merupakan epos terpanjang di dunia melebihi epos maha bharata,,tdk ada tertulis dlam kitap tersebut bahwa kerajaan LUWU pernah di jajah majapahit,,malahan dalam sureq/kitab tersebut kerajaan LUWU yang di pimpin oleh RAJA LUWU yaitu SAWERI GADING malah pernah menyerang majapahit..klw berkrja sma dlm perdagangan itu memang terjadi,tpi kerajaan LUWU tidak pernah terjajah/di taklukan majapahit,,trimakasi

  100. apapun yang terjadi dulu itu adalah sejarah, seperti sabda sri krisna kepada bisma yang agung ketika arjuna menikahi subadra, “wahai bhisma yang agung tradisi akan musnah dan akan timbul tradisi yang baru.. dan seiring musnahx tradisi itu kitapun akan musnah seiring perjalanan waktu”.. tpi jangan berkecil hati bagi yang umat yang masih memegang teguh ajaran weda , Majapahit pasti bangkit kembali…. satyam eva jayate.

  101. teori sejarah mengatakan bahwa sejarah ditulis berdasarkan subjektifitas si penulis sejarah tsb. Termasuk hikayat yang baru kita baca ini. apalagi dari pihak yang kalah tentu harus mencari pembelaan.

  102. Sejarah itu selalu kontemporer….selalu ditulis menurut jamannya….dan selalu berpihak kepada yang menang…..Coba kalau PKI menang di Indonesia th. 1965…pasti juga ORDE BARU akan dikatakan jahat.

  103. Entah cerita ini benar ato tidak emang itulah sifat manusia (terutama indonesia), sejauh ini saya membaca alquran, injil, dll, semua isinya mengajarkan hidup bermasyarakat yg baik, tp manusia itu sendiri yg melakukan hal buruk
    Jadi saya rasa agama bukanlah permasalahannya

  104. hindu pun masuk menggantikan animisme. terima aja. sekarang usaha yg sama sedang dirintis kaum ex penjajah (kristen) via cina2 oportunis pada nusantara. tujuannya: balkanisasi nusantara, supaya bisa dirampas sumberdaya alamnya. beda ketika islam berkuasa, sumberdaya negeri dikuasai dan dinikmati oleh bangsa sendiri. gak ada ceritanya yg diserahkan ke bangsa lain.

  105. agama adalah buatan manusia, membunuh atas nama agama, sang pencipta pun kalah tenarnya di bandingkan agama, hargailah alam yang telah menyediakan semuanya bagi makhluk hidup, karena dengan menghargai alam maka kalian akan paham anugrah sang pencipta

  106. Ping-balik: Sejarah Runtuhnya Kerajaan Majapahit | ReNDezVoUs

  107. benar2 fiksi yang bagus……….salutttttt!!!!!!!
    Telah banyak saya membaca cerita2 fiksi semacam ini. Tapi saya sangat bangga kepada saudara2 sebangsa dari berbagai penganut agama atau ideologi yang menganggap cerita semacam ini hanyalah kerikil yg berusaha memecah kokohnya karang perdamaian dan persatuan. Mari terus berkarya, dengan menghasilkan manfaat bagus yg bisa dirasakan diri sendiri ataupun banyak orang, bukan malah membibit ketidakbaikan kepada orang lain. Bersama tak harus sama. Bersatu dalam beda itu indah. Dengan itulah bangsa yang besar itu ada.

    ……..Shanti…..Shanti……

  108. Ping-balik: @andiordi

  109. Penulis dan sumber tulisan TIDAK JELAS ASAL_USUL NYA.
    Cerita ini seperti dongeng aja yg tidak bisa diverifikasi kebenarannya..

  110. Kurang tahu, manakah versi sejarah yang benar di Indonesia. yang pasti, semua agama memiliki noktah hitam dlm sejarah; baik hindu, budha, yahudi, kristen, islam maupun yg lainnya. Noktah tersebut bs dipastikan dr tindakan pemeluknya, bkn ajaran sejati agama-agama tersebut. oleh karenanya, penting bg kita utk meninjau dan mampu membedakan mana agama fenomenal dan agama subtansial. kejernihan semacam inilah yg begitu penting utk melihat validitas suatu ajaran agama.

  111. Jangankan sejarah Majapahit,……sejarah Indonesia saja di belok-belokkan untuk kepentingan golongan tertentu……yaitu golongan sesat.

  112. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara”….berarti semua harus menangis karena semua idielogi yang ada di Nusantara adalah idiologi asing…Hindu dan Budha dari india..Islam dari Arab..agam Nasrani dari barat…mana yang asli Nusantara?..

  113. Kalo pernah baca buku tuanku rao oleh onggang m parlindungan dan telah ditelaah oleh HJ de Graaf dgn bukunya cina muslim. Dan buku-buku Prof. Mulyana yg pernah dilarang oleh 2 rejim bangsa ini. Isinya mirip dgn tulisan diatas

  114. Kalo pernah baca buku tuanku rao oleh onggang m parlindungan dan telah ditelaah oleh HJ de Graaf dgn bukunya cina muslim. Dan buku-buku Prof. Mulyana yg pernah dilarang oleh 2 rejim bangsa ini. Isinya mirip dgn tulisan diatas. Mungkin perlu diluruskan mengenai sejarah, byk perebutan kekuasaan yg mengatasnamakan agama. Pernyataan2 subyektif diatas perlu dikaji lg lebih dalam

  115. sejarah yang menarik,,

    terimakasih kepada majapahit, lewat patih gadjah mada yang menyatukan nusantara,

    terima kasih kepada para mujahid2, pejuang islam yang tak pernah gentar menyebarkan islam di tanah jawa yang dari jaman majapahit memang sebagai pulau pusat pemerintahan nusantara,,

    di atas semua itu,, terdapat Ketetapan takdir Allah SWT,,
    Alhamdulillah,,,Indonesia dapat terlepas dari ke ‘jahiliyah’-an masa lampau..

    Islam nafasku,, Indonesia Negaraku!!

  116. kembalilah pada hati nurani,jika Muslim,jalani agama sesuai dengan tuntunan.jika Hindu juga demikian,jalani sesuai dengan tuntunan,juga dengan Agama yang lain.itu saja sudah cukup buat saya.hati riang,pikiran sehat,rejeki lancar!!!!!

  117. Ooo seperti itu to..?
    dr dlu emang sifatnya sangat keduniawian…
    pantas Nusantara ini jauh tertinggal dgn bangsa eropa

  118. agama tidak pernah salah ..yg salah adalah yang menjalankan yg di campuri oleh ego diri sendiri …ingatlah pepetah dimana tanah diijak disana langit di jujung.. kalimat yg sederhana tapi sarat dengan makna.. dan sling menghargai itu yg utama..

  119. Daripada meratapi runtuhnya Majapahit, kenapa tidak diceritakan masa sebelumnya, yaitu bagaimana cara kejayaan Majapahit atas Nusantara? Dari situ, anak bangsa akan diajarkan bagaimana cara menjadi bangsa yang besar.

  120. Pantesan orang2 kita dari segi ekonomi tidak bisa maju2, bisanya jadi rampok, begal garong punya uang dikit sudah disumbangkan ke ARAB, maka dari itu saatnya Nusantara ini punya keyakinan sendiri. tidak nebeng sama Negara lain yg belum tentu kebenarannya
    .

  121. sumbernya mana?? pakar sejarahnya mana?? artikel ilmiah maupun sejarah harus ada sumber yang bisa dipertanggung jawabkan baru dapat diteliti lagi kebenarannya…

  122. semua tidak ada yang tau jelas sejarah itu bagaimana, biarlah org masing2 dengan versinya….. yang penting kita slalu menjaga solidaritas dan saling menghormati….

  123. Artikel ini bagus jg, walaupun ada beberapa segmen yg subjektif. Sejauh ini saya cukup tertarik dgn tulisan anda.
    anda punya artikel or ulasan mengenai minangkabwa tdk??
    Jika punya mohon dishare yaa

  124. Ini hanya cerita dongeng, tidak disertai data pendukung yg valid, lebih banyaknya adalah prasangka atau subyektifitas dr penulisnya. Sangat disayangkan cerita ini dg membawa bawa agama, karena agama harus bersumber dr kitab suci nya untuk mendukung kebenarannya( dlm Islam berdasarkan Al Qur an dan hadist) Sehingga si penulis terjebak pada tulisannya sendiri yg lebih melihat kulit daripada isi nya.

  125. kesimpulan yang gw dapat dr cerita ini ada kemiripan antara Raden Brawijaya dan Presiden Sukarno, sm2 doyan cewek cakep, cman pd sman Brawijaya Nusantara sudah lama terbentuk dan makmur sedangkan pada saman sukarno nusantara/indonesia baru terbentuk lagi dan menuju kejayaan tp hancur oleh putra nusantara sendiri begitu juga Nusantara/indonesia saman Raden Brawijaya hancur oleh keturunan atau putra nusantara sendiri. apakah indonesia selamanya akan begitu….???

  126. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit…bukane kerajaan majapahit berjaya pada era gajah mada sekitar abad ke 14 M pada era gajah mada memimpin tahun 1334 M.. kalau pada abad 13 itu pendiriannya kalau kejayaannya pada abad ke 14 M. mohon penkoreksiannya,, terima kasih 🙂

  127. Penulis sejarah diatas bukanlah Tuhan,bukan Dewa ataupun Malaikat yang tau persis seperti apa urutan dari rekaman fenomena alam di dunia ini,tidak seharusnya kita seorang pembaca yang sehat dan berakal normal begitu mudahnya untuk mempercayainya dengan karyanya yg belum tentu benar adanya,,
    Saya pribadi menyatakan mengapresiasikan “kagum” atas karya tersebut,namun disisi lain juga “menyanyangkan” atas pengolahan kata yang seolah justru mendiskriminasi pada golongan tertentu!

  128. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”
    Ini tidak tepat menurut saya,hindu budha juga dari luar jawa/indonesia..!!!
    Yg tepat menurut saya adalah prinsip Sunan Kalijaga,yg diperbaiki akhlaknya,bukan negaranya.

  129. Asslmkm…sebuah pengamatan yang jeli dalam pendalaman sejarah. Benar tidaknya hanya alam sebagai saksi kebenaran. Saya muslim karena kepercayaan yang saya anut dan percaya. Namun jiwa saya saya adalah Jawa, dan selalu saya tanamkan dalam keluarga saya untuk selalu menjunjung budaya jawa apapun agamamu. Bahkan anak2 saya pun saya beri nama jawa. Saya sadar bahwasanya agama adalah pendalaman kepribadian masing2, dan tidak untuk dimaslahatkan dalam urusan duniawi yang akhirnya menimbulkan keinginan menguasai dan terjunjung sebagai sebuah kebenaran hakiki. Mungkin saya adalah ‘abangan’ karena percaya agama adalah cara untuk mendalami ketuhanan dan membentuk kepribadian yang manusiawi tanpa meninggalkan jati diri kita sebagai wong jowo, wong nusantara bukan wong arab, wong cino, atau wong bule. Semakin peihatin karena kita semakin meninggalkan kebudayaan dan jati diri yang bahkan nama sebagai keagungan pribadi dibuat ke-arab2-an, ke-cina-an atau ke-bule2-an. Padahal kita sudah diberi contoh oleh mereka, dimanapun atau beragama apapun, orang arab namanya arab, orang cina namanya cina, orang bule namanya bule. Akankah kita tetap menjadi bangsa pendompleng yang meniru orang lain? Allahu’allam semua kembali ke nurani kita masing2, maukah kita kembali ke jati diri asal kita.
    Wassallam.

  130. Penulisan sejarah tak lepas dari anasir politik.Tafsir sejarah mudah dipengaruhi kepentingan penguasa.Dengan mengetahui versi lain,kita akan lebih arif memandang sejarah & menghargai tafsiran pihak lain.Maka kita akan menjadi adil,adil dalam pikiran & perbuatan.Mohon lebih bijak dalam membaca/menulis kisah sejarah,jangan sampai ada pihak2 yg merasa disudutkan,sejarah memang kaya akan versinya,tapi kita yg membaca jg harus jeli dan obyektif.

  131. catatan ini bagus. hehehehe. salah satu catatan paling detail. hanya saja, persoalan data chaos, saya kok belum menemukannya di buku mana-mana. bisa minta sumbernya?

    karena sebagai bukti sejarah, memang menarik pernah terjadi chaos yang besar, yang bahkan melebihi perang paregreg dan PD 2 sekalipun di nusantara, namun tidak ditulis detail.

    kedua, saya sepakat soal islam sebagai kekuatan politik memang menjalankan misi 3G seperti Eropa, namun datanya kurang lengkap. berdasar versi yg saya dapat, justru bukan Tiongkok atau Campa. tetapi, jelas utusan langsung dari Kekhalifahan Turki Utsmani.

  132. Paragraf ke-10: “Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati.” ..kok tiba2 ada Dewi Candrawati??

  133. penyebab kenapa banyak orang hindu dan lainnya berbondong bondong masuk islam : selain pernikahan…adalah karena islam tidak mengenal adanya diskriminasi golongan semisal brahma arya dll..bahkan hingga kini masih dirasakan mereka yang beragama hindu di komunitas hindu pula seperti india dll..

  134. Sayangnya bahasa yg dipakai sangat subjektif, “picik” “tamak” dsb adalah bahasa subjektif. Coba dan kenapa sabdo palon dan naya genggong berubah wujud dirahasiakan? Apa mungkin mereka berdua adalah wujud para dewa seperti di film film mahadewa (mahabarata)?
    Aku percaya keberadaan mahluk mahluk seperti itu (hakikat sabdo palon dan naya genggong) tapi aku sebagai muslim tidak bisa menyembahnya sebagai dewa.

  135. kita tunggu saja kejayaan Mojopahit yg adiluhung…….. kami sanggup pasang badan demi membela tradisi leluhur kami…!!!!

  136. Ping-balik: RUNTUHNYA MAJAPAHIT | johntir

  137. Ping-balik: KEJATUHAN MAJAPAHIT | johntir

    • Hahaha… ilmu cocokmologi… Nabi Muhammad tidak bisa disamakan dengan Kalki Awatara. yang paling mendasar Nabi muhammad merupakan utusan Tuhan, sedangkan Kalki Awatara merupakan Tuhan itu sendiri… kalau percaya dengan zakir naik berarti seharusnya Islam itu yang merupakan Hindu… karena duluan ada Hindu daripada Islam… qiqiqiqiqi…. menurut saya pribadi biarlah keyakinan setiap orang menjadi urusannya sendiri dengan Tuhannya, jalani saja keyakinan masing2 tanpa harus memaksakan pada orang lain… jika semua orang bisa berpikiran seperti itu niscaya tidak akan ada pertikaian… damai di hati, damai di dunia, damai selamanya… Santih

    • Hindu agama islam? Lol…
      Sudah tidak usah saling memajukan.

      Urus.saja urusan.masing masing kepercayaan masing masing..
      Agar tak ada permusuhan..

    • Lage lage percaya hoax, eang ada diramalkan membawa manusa ke zaman kali, itulah alasan mau di kill oleh saudaranya sendiri. But ramalan akan tetap tergenapi, dari 360dewa yang dianggap satu paling benar adalah I-llah (Durga), para abdi setianya sudah dikenal sejak belum masuknya ajaran baru dengan abd-llah (abdi durga). Konyol memang jikalo situ mengatakan sebaliknya, memutar fakta sejarah. Menghallalkan segala hoax dengan dalih untuk kebenaran sebaiknya dihentikan.

    • Bro.. Terbalik.. Justru islam mengikuti ajaran Kitab Hindu, karena kitab Weda sudah ada sebelum Kitab Al Qur-an, bisa dicari refrensinya..

    • Bro.. Malah Terbalik.. Justru islam mengikuti ajaran Kitab Hindu, karena kitab Weda sudah ada sebelum Kitab Al Qur-an, bisa dicari refrensinya…

    • Jauhlah..krn mrk berkembang abad ke enam..Hindu asli made in nusantara berdasarkan penelitian dan fakta terbaru ternyata asli indonesia..Hindu come from western scholar term to discribe believing and the way of live in India..and become the major term to be Religion..Orang tua dahulu kala pengetahuan bukan saja agama (diajarkan/diagemkan/the way/atau kisah orang suci dan nabinya) ..Mereka bahkan tahu nigama,sundarigama dan agama (baru tahu kan ?? Pasti taunya cuma sebatas agama)..Percaya deh Syeik Siti Jenar dan Sunan Kalijaga ngeh dan tahu akan hal itu..Sedangkan yg katanya 100 % murni dari Arab belum tahu mengenai hal tersebut..Berikut ini saya lampirkan artikel penelitian tentang kehidupan leluhur kita ± 74.000 SM (maaf ini jauh sebelum Firaun dan Piramid ada apalagi khalifah..sgt jauhlah jamannya) Silahkan klik link dibawah ini : https://ramanan50.wordpress.com/2014/07/09/hindus-lived-74000-years-ago-survey-finds/

      • Islam itu cirinya hanya percaya pada satu Tuhan sebagai satu satunya tempat bergantung..Percaya dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan dan tidak ada satupun yang serupa dengan Dia (Tuhan).
        dengan bahasa lain monotisme..
        Muslim percaya jika nabi Isa (Allah memberi keselamatan kepadanya) hanya seorang nabi yang berdakwah agar umat dijamannya hanya menyembah SATU TUHAN…bukan mendakwakan dirinya tuhan atau anak tuhan.

    • Hahahaha sakit perut sya tonton vidio to boooss…!! Ustat nte sok tw
      Baru tw baca tilis ajha udh semua d anggap benar

  138. Cerita Sejarah ini tendensius ingin menyebarkan fitnah terhadap umat islam, padaha kita semua berasal dari Nabi adam,sedangkan semua nabi mengajarkan agama tauhid yaitu islam,Insya Alloh propokasi anda gak akan bisa mengalahkan tekad umat islam yg hendak mengembalikan kejayaan islam.yaitu bangkitnya kembali, Khilafah ala minhaj nubuwah.

    • ehm….smua nabi mengajarkan agama apa.? Hais….belajar sejarah gak disekolah.? Moslem ada 500 tahun setelah Nasrani., mengadopsi kitab Torah/Taurat dan Injil lalu ditambah “wahyu” yg didapat oleh muhhamad “rasul” Allah maaf kalau ada tulisan saya yg salah., tapi saya meng “Quote” sebuah tulisan dari Alquran., mohon diterangkan yah…

      ” IDZ QAALALLAHU YAA ‘IISAA INNII MUTAWAFFIIKA WARAFIUKA ILAYYA WA MUTHAHIRUKA MINALLADZII NAKAFARUU WA JAA’ILUL LADZII NATTABA ‘UUKA FAUQALLADZII NAKAFARUU ILAA YAUMIL QIYAAMAH…”

      “(INGATLAH) KETIKA ALLAH BERFIRMAN: “HAI ISA, SESUNGGUHNYA AKU AKAN MENYAMPAIKAN KAMU KEPADA AKHIR AJALMU DAN MENGANGKAT KAMU KEPADAKU SERTA MEMBERSIHKAN KAMU DARI ORANG-ORANG YANG KAFIR DAN MENJADIKAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI KAMU DI ATAS ORANG-ORANG KAFIR HINGGA HARI KIAMAT” QS. ALI IMRAN 3:55

    • Ini sejarah om … fitnah gimana ada data artefak yg bisa sebagai bukti kongkrit …ini sejarah leluhur kita …kok fitnah …apa kau mau mengingkari sejarah leluhurmu sendiri …kau lahir di mana ..besar di mana ….dan siapa Bapak Ibumu …itukan ada silsilahnya …kok fitnah ….aneh cara berfikitmu …terhadap sejarah leluhur …

    • Mas Panca Pokok, masalah tendensius itu bisa diklarifikasi juga melalui pola, coba anda tarik benang merah dalam sejarah dunia. Pola masuk dan berkuasa baik islam, kristen atau apapun itu selalu mirip sepanjang sejarah. Sebagai sebuah ilustrasi akan saya berikan contoh konkrit yang selalu didengungkan oleh fundamentalis islam bahwa amerika selalu memusuhi Islam, tapi jika dibenturkan dengan bukti sejarah maka akan terbalik, sejak awal berdirinya amerika, mereka telah harus berurusan dengan fundamentalisme Islam. Dan ini saya cantumkan link yang bisa dipertanggung jawabkan :

      https://www.google.com/search?client=opera&q=rtv&sourceid=opera&ie=UTF-8&oe=UTF-8&gfe_rd=cr&ei=jiXGVvKRCcbFvATM_YygCw#q=barbary+wars

      dan saya masih bisa membuktikan berbagai bukti sejarah lain yang polanya mirip sekali dengan pola runtuhnya majapahit. Tulisan ini tidak bermaksud mendeskriditkan sebuah agama, namun untuk menyajikan fakta sejarah yang sering kita lewatkan.

      • Mantap….
        Sayangnya percuma menyertakan bukti.
        Krn sistem percayanya mereka membabi buta dan ga bakal terima kalo ada kejelekannya.

  139. setelah itu….berlalu sudah 500tahun sejak 1478m ……. tepatnya 1978m….. dan sampai kini 2014 …. tp toh mereka berdua Sabdo Palon dan Naya Genggong belum juga datang… ataukah mereka sudah datang dalam lain wujud …???
    🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

    • tunggu  aja  kedatangan  Tuhan Yesus Kristus ..yg ke 2 … ke dunia  ini … Dia  adalah  Juru Selamat Dunia …

      WordPress.com gemlang komentar:”setelah itu….berlalu sudah 500tahun sejak 1478m ……. tepatnya 1978m….. dan sampai kini 2014 …. tp toh mereka berdua Sabdo Palon dan Naya Genggong belum juga datang… ataukah mereka sudah datang dalam lain wujud …???:) 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 :)” | | Tanggapi komentar ini dengan menuliskannya di atas garis ini |

      | | | |

      | Komentar baru pada fv4eva | |

      | | | gemlang mengomentari pada SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN MAJAPAHIT YANG DI SEMBUNYIKAN PEMERINTAH . menanggapi fv4eva: OM Swastiastu, ——————————————– Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat […] setelah itu….berlalu sudah 500tahun sejak 1478m ……. tepatnya 1978m….. dan sampai kini 2014 …. tp toh mereka berdua Sabdo Palon dan Naya Genggong belum juga datang… ataukah mereka sudah datang dalam lain wujud …??? 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 | Balas |    Komentar |

      |

      |

      | Ingin menerima lebih sedikit email? Berhenti berlangganan dari semua komentar lanjutan atau ubah Opsi Berlangganan Anda. |

      |

      | |

      |

      | Terima kasih Anda telah terbang bersama WordPress.com |

      |

    • lha sekarang coba perhatikan keadaan negara, semua kocar kacir berebut kekuasaan terutama para elit-elitnya, ini artinya kejadian mirip 500 tahun yang lalu…..

    • tahun 1966 Adlaah tahun dimana akhirnya agama Hindu dan Buddha DIAKUIN NKRI sebagai agama resmi di Indonesia….sesuai ramalan Sabda Palon…500 tahun ^_^

  140. ..kalo kalian mau lihat masa keemasan,kemulian peradaban manusia yang hakiki…lihatlah dijaman Rasulullah saw kemudian sampai ke 4 khalifah….kalo kalian mau lihat masyarakat hindu/budha datang aja ke India….

    • padahal sejujurnya hanya karena tulisan hampir mirip trus dibilang sama
      padaha ajarannya saja sudah beda dan terdapat banyak hal hal mengajarkan mesum dan membunuh dan tentang harus meminta pertolongan pada setan dan jin dalam tiap sura Al-Quran tapi masih sok suci

    • agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam ya agama islam. Jelas sudah kita harus berubah ke agama yang paling benar. Ingin negara kita maju, terapkan hukum islam sesuai syariat, janji Allah kita akan bahagia dunia akherat. Insha Allah

    • Memangnya Hindu dan Budha bukan ideologi asing??
      Keduanya dari India…
      Sama halnya dengan Islam dari Arab…
      Padti ada bilang bahwa Hindu di Indonesia berbeda dengan di India, ya memang berbeda karena penyesuaian dengan kepercayaan sebelumnya, namun akar kepercayaannya tetap dari India…
      Sama seperti Islam disini dan di Arab juga kan?
      Jadi…
      Sadarlah pula wahai penulis…
      Jika anda berbicara atau menulis soal akademis, maka menulislah dengan objektif, lepaslah subjektifitas agama atau doktein yang melekat pada kepala…
      Entah itu Islam, Buddha, Hindu, Kristen, atau apalah…
      Budaya atau culture selalu dinamis berkembang seiring dengan teknologi, peradaban, dan tekanan budaya sekitar…
      Apa yang selama ini banyak dikira sebagai budaya asli kita sebenarnya juga adalah hasil impir dan penyesuaian dari India bukan?
      Renungkan saja dengan kepala dingin dan objektif…
      email saya gilang.firdauz@gmail.com
      Monggo jika mau berdiskusi…

    • Sebenarnya inti dari sejarah cerita ini dari dlu islam itu seharusnya mempunyai khalifah…diindonesia pun sdh ada kehalifahan atau keamiran….mari kita cari….

    • lah kalo misalnya saya memakai konsep anda yg menyebutkan kalo kalian mau lihat masyarakat hindu/budha datang aja ke India kan bisa saya balikkan juga kalo mau lihat masyarakat Islam datang aja ke mekkah , STOP pemikiran sempit , budayakan budaya toleransi dan pemikiran terbuka sambil menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama di Indonesia

    • kl islam merampas dengan kekerasan itu sah..tp kl kafir yg rampas dgn kekerasan itu ngga sah…liat palestina…israel lebih kuat, itu sah2 saja mustinya kl pake hukum islam…islam mah gitu agamanya…plin plan wkwkwkwkwk

    • ea keren kali sampe karang masih bunuh bunuhan budak budakan, korupsi masal karena menhkonsumsi daging babi oplosan.

  141. untuk teman teman yang anit dengan cerita ini dan komen kontra, coba tnyakan diri kalian sendir atau keluarga kalian, siapa leluhur kalian, tarik garis keturunan smpe akhirnya kalian ada, siapa leluhur kalian ketika nusantara ada? apakah orang arab? atau orang nusantara yang pada saat itu adalah penganut hindu budha,
    kalian tau bhineka tunggal ika, tau pancasila? dari bahasa apa itu berasal? arab?

  142. penulisan cerita disini banyak yg gak benar, tapi disisipi detail-detail hubungan keturunan agar terkesan benar, secara sejarah majapahit itu runtuh karena perebutan kekuasaan, & Raden Patah lah yg mengulurkan pertolongan kepada Prabu Brawijaya dari banyaknya usaha pembunuhan,

    cerita yg ini pasti ditulis oleh orang (atau pendukungnya) yg saat ini sedang mengobarkan permusuhan terhadap umat muslim di Bali, yg saat ini dia mengaku sebagai pewaris atau keturunan langsung dari Raja Mahapahit di masa lalu, & mengklaim dirinya sebagai Raja Majapahit saat ini, kebetulan orang ini terpilih sebagai Anggota DPD-RI dari Provinsi Bali (urutan pertama) utk periode 2014-2019, orang ini berbahaya karena terus memunculkan isu-isu SARA

  143. Begini nasib hidup di Indonesia, setiap mengulas sesuatu, ujung-ujungnya masalah agamaku-agamamu. Saya kok lebih terkesan dengan kisah ketika agama-agama di Majapahit tersebut rukun berdampingan ya. Ketika budi pekerti menjadi landasan hubungan horizontal antar manusia. Jika dulu kita pernah bisa harmoni, kenapa sekarang tidak?

  144. jelas ini bikinan belanda untuk memadamkan kobaran semangat jihad muslim nusantara yang terus tak terpadamkan dengan kekuatan jadi dicitrakan fitnah untuk membangkitkan emosi dan sentimen negatif pd islam. ingin tahu sejarah versi pesantren yang jelas anti penjajah silakan t

  145. zakir naik di dengar
    musyrik, ngaku alim dan agamaisme yaelah
    coba diperiksa kehidupannya sehari hari
    ina ilahi ahaha
    kalau gua di situ, udah gua skak mati setiap ucapan dia tentang agama dan masalahnya dia terlalu jauh dari indonesia , kalau tidak sudah saya datangin dan saya skak mat dengan beberapa pertanyaan mematikan

  146. Mengarang indah sampeyan iki, masak raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati….aneh orang champa anaknya namanya jawa ngawur wae. Namane bapaknya mbahmu aja ga tau, ngarang2 nama leluhur yang jauh dari jangkauanmu…kisanak-kisanak

  147. Cerita yang tendensius. Cerita itu berasal dari pemeluk agama tertentu, dan akan membentuk citra seperti apa nilai Agama yang dianutnya.
    Untuk kebaikan, catat sejarah secara benar bukan direka-reka, utuh menyeluruh, sampaikan saja, bukan menyimpulkan. Tidak ada kapabilitas sejarawan untuk menyimpulkan.
    Kekuasaan itulah yang merusak AGAMA apapun agama itu.
    Dalam sajarah Seorang pemimpin untuk dapat mempertahankan kekuasaan selalu menggunakan simbol2 religi!
    Fir’aun sekalipun dalam ketamakannya dia membangun Piramid.

  148. yang nulis orang hindu ya versi hindu..banyak keganjilan cerita..nya..mengggambarkan raja brawjy kena shipilis saja harus nikah dengan pelayan dari wandhan..bisa sembuh.. logika aja yg kena shipilis pasti suka jajan..sebagai pembelaan ya nikahnya dirahasiakan apalagi sampai punya anak..kan malu..raja kok menghamili pelayan.., terus menceritakan tidak ada perintah menyerang..lah posisi diserang kok menunggu perintah menyerang..terus yg dua orang mash rahasia itu sabda palon dan nayagenggong 500 tahun kemudian hadir lagi berupa apa..apa saat ini sudah 500 tahun dari peristiwa itu apa belum hitung sendiri saja..saran saya sebaiknya tidak usah mendiskreditkan agama islam.. karena bagi kami agama kami bagi kamu agama kamu..

    • Trus yg di nikahi juga katanya dari banda naira, daerah sulawesi.. Banda Naira itu di Maluku mas bro.. hehehee..

  149. untuk kondisi sekarang, tulisan semacam itu bukannya mencerahkan, menyejukkan atau menciptakan kekompakan nasionalisme yg berlaku dan di butuhkan saat ini,….jangan salah lho ya,…bisa jadi penulis itu bukan pemeluk hindu atau budha,..tapi justru agen asing yang mencoba mencangkok kondisi paling ngetrend saat ini ( pertempuran di timteng dan maraknya berita ISIS ) ingin mengadu domba bangsa Indonesia,…..persis versi yang dia tuliskan pada tulisan di atas ,…waspadai ..dan amati mereka,…jangan terpancing,..jangan bodoh sebodoh cerita itu,…..BANGSA INDONESIA SAAT INI SUDAH CERDAS

  150. Ceritera yang sangat detail. Membaca sejarah layaknya sebuah novel. Jadi sebetulnya Majapahit tidak pernah runtuh, kini bermetaforfosa menjadi Kasultanan Jogja dan Kasunanan Solo.

  151. Versi Prof. Dr. N. J. Krom dalam buku “Javaansche Geschiedenis” dan Prof. Moh. Yamin dalam buku “Gajah Mada” mengatakan bahwa bukanlah Demak yg menyerang Majapahit pada masa Prabu Brawijaya V, tetapi adalah Prabu Girindrawardhana. Kemudian pasca serangan Girindrawardhana atas Majapahit pada tahun 1478 M, Girindrawardhana kemudian mengangkat dirinya menjadi raja Majapahit bergelar Prabu Brawijaya VI, Kekuasaan Girindrawardhana tidak begitu lama, karena Patihnya melakukan kudeta dan mengangkat dirinya sebagai Prabu Brawijaya VII. Perang antar Demak dan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya VII bukan pada masa Raden Fatah dan Prabu Brawijaya V. [4]

    Pada tahun 1485 Nyoo Lay Wa mati karena pemberontakan kaum pribumi. Maka, Jin Bun mengangkat seorang pribumi sebagai bupati baru bernama Pa-bu-ta-la, yang juga menantu Kung-ta-bu-mi.

    Tokoh Pa-bu-ta-la ini identik dengan Prabu Natha Girindrawardhana alias Dyah Ranawijaya yang menerbitkan prasasti Jiyu tahun 1486 dan mengaku sebagai penguasa Majapahit, Janggala, dan Kadiri.

    Selain itu, Dyah Ranawijaya juga mengeluarkan prasasti Petak yang berkisah tentang perang melawan Majapahit. Berita ini melahirkan pendapat kalau Majapahit runtuh tahun 1478 bukan karena serangan Demak, melainkan karena serangan keluarga Girindrawardhana.

  152. Menarik…
    Tetapi yg jadi pertanyaan di awal2 kisah apakah brhe wijaya saat menikah dg dewi anarawati sudah masuk islam? Krna jika tidak itu sudah berlawanan dg hukum islam sendiri, dan samarqand pasti tau itu, lalu putri tan eng kian juga masuk islam juga?
    bagaimanapun itu, selain pelaku, kebenaran sejarah akan tetap tinggal sejarah, bagaimana kedepannya yg patut kita pikirkan agar tercipta harmoni…

  153. penilaian secara sepihak yg mengagungkan golonganya sendiri,
    jgn lupa, hindu budha itu impor dari india

  154. Hati2 dengan sejarah, yg d tulis dsni tdk ada sumber valid yg bs jd rujukan. Tulisan yg salah dan hanya bersumber dr pikiran sendri hanya akan memunculkan perpecahan.

    Sepengatahuan saya, dalam ajaran islam tdk maksa org untuk masuk agama “la iqro hafiddin” ini yg jd pegangan umat islam. Klo pun umat islam mengangkat senjata untuk berperang, itu bkn untuk menjajah atau merebut kekuasaan, tp untuk membela diri. Ini yg harus d perjelas, silahkan yg beragama hindu dan menyatakan diri anti islam, baca dulu terjemahan kitab kami yaitu Al Quran, klo ada ajaran atau perintah berperang untuk merebut keluasaan, cantumkan dsni. Jangan sampai membuat perpecahan dr sejarah yg d putar balik

  155. menurut hemat saya dari sejarah tersebut yang bisa saya ambil intinya dari kekurangan ilmu saya adalah: untuk membangun kejayaan masa lalu kita, adalah dengan tidak membawa ajaran Agama dalam pemerintahan, yang bisa kita ambil dari Agama adalah nilai2nya saja. Saya yakin nilai2 semua Agama itu niatnya baik, nilai yang menyangkut kesejahteraan, keadilan, kebebasan beribadah (sesuai dgn norma yg dianut pendahulu kita). Mari saudara2, kita bangun bangsa ini, bangsa yg sudah terlanjur bernama INDONESIA dengan nilai2 luhur semua Agama, Suku, Ras, Etnik dan Budaya. Pendapat saya tersebut hanya pendapat orang bodoh yg gak tau apa2, jangan di bawa serius ya. hehehe 😀

  156. Ternyata sifat ingin menjadi pemimpin dengan cara kotor, merebut kekuasaan, menikam dari belakang, keras kepala, lemah pada perempuan di Indonesia saat ini sudah ada dr zaman Majapahit ya. Hahaha. Tapi, setidaknya kita lihat dari sisi lain, jgn dari sisi penyebaran agama, Indonesia kan Bhinneka Tunggal Ika. Isi ke 3 dari Pancasila juga ” Persatuan Indonesia ” kenapa harus dilihat dari sisi agama? Manusia sudah tinggal di planet bumi ini berapa lama? Sudah ada berapa banyak mulut yang berbicara? TAK TERHITUNG. Begitu juga sejarah-sejarah sudah banyak melewati “mulut manusia”. Saya yakin sih, sejarah yang selama ini kita tahu bukan yang asli ( karena sudah melewati beberapa mulut yang berbicara ) dan setiap orang berbeda-beda, kan? Hihi. Anyway, thanks buat yang menulis sejarah ini. Meskipun tidak pasti kebenarannya, pengetahuan bertambah 🙂

  157. Sepertinya sejarah ini dikarang oleh penulis sendiri. Sepertinya/seolah-olah dia tahu isi otak/pikiran seseorang. jika tidak begitu ya begini jika tidak ini maka akan begitu…. coba baca tulisannya yg saya kopi.””Dia menawarkan diri bisa memberikan solusi untuk menundukkan Wengker karena dia sudah lama tinggal disana. Raden Bathara Katong tertarik. Namun diam-diam, Ki Ageng Mirah, menanamkan doktrin ke-Islam-an dibenak Raden Bathara Katong. Jika ini berhasil, setidaknya peng-Islam-an Wengker akan semakin mudah, karena Raden Bathara Katong mempunyai akses langsung dengan militer Majapahit. Jika-pun tidak berhasil membuat Raden Bathara Katong memeluk Islam, setidaknya, kelak dia tidak akan melupakan jasanya telah membantu memberitahukan titik kelemahan Wengker. Dan bila itu terjadi, Ki Ageng Mirah pasti akan menduduki kedudukan yang mempunyai akses luas menyebarkan Islam di Wengker.””

  158. Sedikit koreksi. Ibrahim asmoroqondi atau samarkhan. Maqom tepatnya di daerah kecamatan palang-di pesisir pantai utara Tuban jatim. Bukan di gresik. Terimakasih

  159. ini sejarah versi org hindu, kalo yg nulis org kristen beda lagi, sama juga klo yg nulis org islam….begitu seterusnya ga ada habisnya………nice bedtime story anyway

  160. sebuah karangan bebas …ngarang and sok tau……penulisnya sangat subjektif dalam membuat karangan…..

  161. menurut saya tidak perlu menyalahkan siapa siapa, tapi kita harus bangga bahwa nenek moyang kita dahulu pernah jaya dan hebat di asia.
    apa yang disampaikan diatas menurut saya ada benarnya ….penggulingan kekuasaaan sudah sejak jaman dahulu bahkan seja nabi adam mempunya 4 orang anak.
    Demikian juga bawah Rasulluah saw, ingin merebut konstantinopel …. namun gagal … baru Al Fatih yang merebutnya
    Jadi apa yang disampaikan kawan kita tidak perlu dipertentangkan, ambil saja hikmahnya.

  162. Setelah dinasti hindu budha, kemudian digantikan org2 islam kejayaan nusantara akan kembali ditangan para ksatria Kristus dgn salib sbg panji2nya membawa nusantara ke era keemasannya immanuel

  163. Ulasan taik kucing hindu budha.tulis sejarah dg angan2 tolol.yg ada masa agama ini akan semakin habis.lihat fakta di india dewasa ini,agama islam tumbuh pesat,bahkan akan menggeser indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia.lihat sejarah dg kacamata intelektual bukan kacamata kuda dan angan2 kosong menjelang tidur.

  164. Al Qur’an – berisi – sebagian kisah tokoh2 YAHUDI dari Perjanjian Lama – yang- di R u b a h & di R e k a y a s a kan – menjadi : ” Perintah2 + Larangan2 + Hukuman2 + Ganjaran2 & Pembalasan2 “……….. se-olah2 – ALLAH – kehilangan – ke *Maha Agung Luhur Mulia* an NYA … dgn. … Menjiplak & Merekayasakan *Sejarah bgs. Yahudi* ( dari Ibrahim hingga Isa ) + m e m a k s a manusia untuk menerima & mempercayainya d e n g a n “ancaman2 a
    kan dihinakan / dilaknatkan”

  165. mengapa – di abad ke 7 Masehi – tsb. – t i d a k – dibuat – Kitab Suci – yang – berisi – 100% Kisah tokoh2 Arab / nabi2 yang 100% orang Arab ? ……….. mengapa h a r u s mengambil alih dari YAHUDI ?

  166. bukan rahasia umum … sejak awal abad ke 7 Masehi (berdirinya Islam) – hingga kini – jihadis2 Islam – Berusaha Keras – untuk Memerangi / Memusnahkan bangsa YAHUDI

  167. Wah ini yang menulis sepertinya ingin menyalakan sentimen keagamaan. Jerat-jerat halus warisan penjajah dari eropa.

  168. Yang ada Hanya sekarang (Kalimat sekarang akan mengikuti si penyebutnya sampai kapanpun dan dimanapun berada). Awal dan Akhirpun adalah sekarang, Masa lalu sudah Punah masa datang belum ada. Baik dan Buruk hanya bisa dilakukan sekarang dan berakibat sekarang juga. sekarang adalah keabadian nyata. Pengaruh2 yag tersirat dari tulisan diatas…bisa dirasakan sekarang sikap dan paradigma berbeda2. Ada penolakan ada meng iyakan ada muncul kebencian ada muncul keharuan. Waspada..!

  169. Tulisannya superr super banget!
    Si penulis sangat cerdas bukan orang sembarang.
    Kalau saya menilai dari segi emosi yg disisipkan ketulisan misi tulisannya bukan mengungkap kebeneran tapi lebih memecah belah kerukunan umat beragama! Sayang sekali…

  170. hahaha.. What another bullshit.. Cerita yg terlalu subjektif. Yg namanya masa jaya naek turun itu biasa, partai (kerajaan versi politik) dr yg td nya dikit skr bisa jd bnyak krn berebut kekuasaan. Btw Drpd baca sejarah majapahit versi blog ini, mending baca sejarah2 nabi2, firaun, dll di Quran lgsung deh, lebih jelas manfaatnya dan terpercaya sumbernya.

  171. Gak tau musti ngomong apa abis baca ini., yah seperti yg sdh diketahui bersama., “mereka” ber “syiar” dgn pedang dari jaman pertama “mereka” ada dimuka bumi ini

  172. Ini versi apa/siapa bukti tertulisnya banyak mendramatisir, tp hebat..? bisa memasukkan unsur sara dengan halus, tinggal lihat siapa yang baca karena didalamnya banyak kejanggalan-kejanggalan, cerita.

  173. Catatan sejarah yg egois, tak jelas sumbernya. Secara keilmuan sangat rendah krn mengedepankan perasaan tdk suka penulisnya pada paham agama lain.

  174. suka baca ceritanya.. terlihat realistis… tpi umat hindu memang seharusnya masuk Islam smua… jdi tdk usah bermimpi utk mengembalikan Indonesia ke Hindu..sdh ktinggalan zaman… agama yg realistis itu ya Islam… agama yg toleran, cocok utk manusia dan tdk dipalsukan sprti agama2 org terdahulu…smisal hindhu dan budha

  175. yah jadi kesimpulannya agama islam masuk indonesia dan akhirnya malah bikin kekacauan dan pertumpahan darah secara besar-besaran ya? weleh-weleh ampe sekarang dehhhh jadi ngaco…. coba majapahit tetap bertahan ini semua salah prabu bhrawijaya dahhh akibat perbuatan lu tuh sekarang indonesia jadi kacau! makan tuh selangkangan perempuan dari champa!

  176. Kalau menilai hendaklah dari segi netral.
    tulisan ini cukup rinci dan lengkap.
    jangan salahkan tulisan ini dipengaruhi oleh agama atau golongan manapun,

    Krn percayalh jika kalian yg menulis juga pasti akan kalian pengruhi dengan kata2 emosi dan agama golongan klian.

    Jdi tak perlu menjelkkan nya.

    Ini memang sejarah, siapa yg merebut dari siapa itu sudah biasa, coba tarik mundur darimana Sang Prabhu Majapahit mendapat tahta. Pasti akan beda lagi sudut pandang nya.

    Namun bagi yg tersudutkan dengn tulisan ini jgn emosi dan berkecil hati, krn memang itu sejarah pembawa kalian. Begitu juga bagi yg terebut dan terhancurkan jgn bersedih hati krn memang itu juga se ijin prabhu kalian pada awalnya.

    saya selaku pengamat netral, lebih menilai dari sudut pandang ancient astrounot dan beta-ufo yaitu :

    “Pertanyakanlah siapa itu Sabdo Palon dan Naya Genggong”

  177. Setiap orang bisa memiliki versi tentang sejarah yang ada krn tidak ada satu buktipun yg bisa dikonfirmasi. Yang bisa hanya ditafsirkan, kalau perlu disesuaikan dengan keinginan penulis sejarah supaya seakan-akan “confirm”.
    Kondisi ini persis seperti cerita pewayangan dimana seorang tokoh mngaku anaknya “dewa” di kayangan untuk membuat legitimasi atas sesuatu (misalnya kebangsawanan).
    So kalau saat ini ada yang menulis dan menggunakan konfirmasi yang seakan-akan “logis” adalah cara yg sama karena saat ini budayanya adalah rasional.
    Pembaca gak usah mencela dan menjelekkan sudut pandang ini krn everybody has his/her own perspective…..
    Aja gampang gumunan, aja gampang kagetan…….
    Salam

  178. Kalao mau melihat negeri ini makmur , berkacalah ..! …tanyakan pada diri sendiri apa yg sdh saya perbuat untuk negeri ini yg hakikatnya akan diwarisi oleh anak cucu kita …..

  179. Ini cerita hayal dikemas dengan tokoh2 nyata, seakan2 benar. Padahal hanya utk menebar kebencian terhadap Islam dan kaum muslimin sebagai rahmatan lil alamin. Islam masuk ke Indonesia melalui cara damai, Islam bukanlah agama penebar kebencian dan pertikaian seperti yg digambarkan oleh sohibul hikayah penulis cerita ini. Penulis sangat dangkal pemahamannya atau pengetahuannya tentang Islam, lalu mencoba2 mengkait2kan perkembangan Islam di Dunia dan Nusantara dengan bubarnya Majapahit, seolah2 Islamlah yg jadi penyebab utamanya.

  180. Ceritanya bagus dan menarik. Tapi sangat subjektif dan hanya memandang dari segi Hindu dan Buddha. Jika penulis menyatakan bahwa agama dan ideologi Islam sebagai ideologi asing, lalu apakah Hindu dan Buddha merupakan agama adli nusantara ataukah nerasal dari India. Agama asli nusantara ya animisme dan dinamisme

  181. Ceritanya bagus dan menarik. Tapi sangat subjektif dan hanya memandang dari segi Hindu dan Buddha. Jika penulis menyatakan bahwa agama dan ideologi Islam sebagai ideologi asing, lalu apakah Hindu dan Buddha merupakan agama asli nusantara ataukah berasal dari India. Agama asli nusantara ya animisme dan dinamisme

  182. Sampai sekarang , agama Islam belum mencapai keharmonisan baik dengan agama lain maupun yang sealiran, karena kesalahan pemahaman yang membingungkan. Hanya agamabIslam yang penyebarannya m3lewati peperangan….hal ini yg mebingungkan umatnya, ajarannya penuh kasih tapi perang di halalkan,

  183. Trus gmn sejarahnya sriwijaya bisa digantikan oleh majapahit,semua kembali dri sifat dasar manusia yg tidak pernah puas…agama adalah hal yg baik untuk mengontrol nafsu dri manusia yg tidak terbatas,jadi saya rasa tidak ada yg menggantikan atau digantikan dalam sejarah agama di indonesia,hanya manusia yg sifatnya yg terkadang dikalahkan nafsu

  184. #SERUAN !!!
    Mari kita Perangi ke-ingkar-an, yang mengakibatkan ke-zalim-an, dengan ucapkan:
    “SESUNGGUHNYA ALLAH TUHANKU dan TUHANMU, TUHAN YANG MAHA ESA ”
    Telah datang KEBENARAN, maka lenyaplah KEBHATILAN, Sesungguhnya yang Bhatil-bhatil itu pasti lenyap !!!
    dan sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan atas orang-orang pendusta lagi ingkar.
    sesungguhnya ALLAH TUHAN kami, Hakim Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana, amiiiin.

  185. tulisan blog ini lebih mirip dongeng dan hayalan putus asa penulisnya kerajaan yang lebih hebat dari majapahit saja hancur (Romawi, Persia) mana sekarang ? kok sekarang malah nyaranin balik ke hindu jaman majapahit ngapain balik ke jaman kuno, tahun 1200 an selamat menghayal aja bos

  186. Suatu paparan yg belum sepenuhnya teruji scr akademis, cenderung subyektif, dan amat tendensius.
    Yg paling fatal penulis berasumsi bhw Majapahit identik dgn asli Indonesia dan Islam adl infiltrasi asing (berarti Kristen juga) dan Hindhu-Budha dinyatakan sbg ideologi asli Indonesia.
    Benarkah begitu? Sdh tentu tidak, krn ideologi asli Indonesia adl Pancasila dlm hal ini sila pertama di mana hal tsb menyiratkan spirit bangsa Indonesia sejak zaman dulu utk percaya pd Tuhan dan agamis, dgn sgl perkembangannya. Jadi jangan diliat dr agama apa yg dipeluknya.
    Namun saya ragu dgn identitas penulisnya, jangan2 ada maksud yg terselubung.

  187. Sekiranya jika cerita ini benar, kita wajib bersyukur karena dengan begitu kita tidak lagi menyembah BATU… dan kasih makan lelembut tiap hari dengan memberi sajen

  188. Assalamualaikum Wr.Wb.. Alhamdulillah sudah memberi sudut pandamg yang berwarna. Sebagai umat muslim sebaiknya kita instrospeksi diri. Islam saat ini banyak dilaksanakan sebagai ibadah ritual saja. Dihafal ayat Al Qur’an nya tapi tidak diselami diamalkan semangat isi ajaran Rasulullahnya itu sendiri. Dimana seorang pribadi muslim berada seharusnya menyejukkan membawa kedamaian keamanan keindahan, rahmat untuk semua mahluk ciptaan Allah SWT.
    Itu sesungguhnya yg menjadikan Islam besar dan dicintai. Islam saat ini diterjemahkan sempit sekelompok orang menjadikannya Islam yg buruk rupa, menakutkan, kejam, tidak adil, kelompok Islam tertentu
    merasa paling benar sendiri bahkan terhadap umat Islam yang lain. Semoga kita mampu amalkan Islam sebaik baik bentuk seindah Rasulullah membawanya sehingga menjadi da’wah cermin kecintaan kita pada Baginda Rasul dan kerendahan kita dihadapan Allah SWT. Penguasa alam seisinya. Amin YRA.

  189. Mari kita umat muslim bercermin dan meneladani kekhalifahan Abubakar, Umar, Usman dan Ali. Jangan lupa lihat juga sejarahkenapa berakhir. Jangan terlewat isi perjanjian Hudaibiyah. Jangan lupa baca sejarah kota Madinah yg notabene percontohan negara kota Islam yg dibangun Rasulullah sesudah kekhalifahan sempat menjadi kota yg tidak aman dan menakutkan sehingga ditinggalkan penghuni kotanya. Buku sejarah Madinah Al Munawarah dijual di toko sekitar Masjidil Haram mekah. Juga di Madinah sendiri. Insyaalah memperluas cakrawala sejarah Islam itu sendiri.

  190. sebernya tdk ada stupun yg tau persis akan sejarah nusantara karna tdk stpun manusia yg memiliki kesempurnaan untuk mngetahui sgla hal pada jaman majapagit…sekalipun itu orang yg hidup pada jaman itu apalagi orang yg hidup pada jaman sekarang yg mngetahui sejarah dari hanya beberapa peninggalan saja…yang jelas islam bukan suatu agama anarkisme seperti cerita ini

  191. sebernya tdk ada stupun yg tau persis akan sejarah nusantara karna tdk stpun manusia yg memiliki kesempurnaan untuk mngetahui sgla hal pada jaman majapahit…sekalipun itu orang yg hidup pada jaman itu apalagi orang yg hidup pada jaman sekarang yg mngetahui sejarah dari hanya beberapa peninggalan saja…yang jelas islam bukan suatu agama anarkisme seperti cerita ini

  192. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Sedikit kisah pengalaman pribadi.
    – Sehabis sholat di masjid Sunda Kelapa Menteng di parkiran saya menyaksikan seorang Ibu berhijab melempar cangkang nasi bungkus dari jendela mobil VW Caravelnya. Saya ketok jendelanya saya bilang malu bu orang muslim koq begitu.
    – Lewat jl. Pasar.Minggu jaksel ketemu serombongan anak muda pulang Majlis “aaa” mengendarai bersarung berpeci putih tanpa helm. Apakah itu bentuk syukur kepada Allah atas nikmat kepala yg sempurna tapi dibiarkan tidak dijaga. Apakah ini bukan bentuk kezaliman pada diri sendiri.
    Itulah beberapa contoh sederhana bagaimana sebagian kita umat muslim berakhlak tidak Islami.
    Demikian juga sebagian sejarah penyebaran Islam termasuk juga dakwah Islam di lingkungan kita sehari hari yang kadang tidak sejiwa dengan ajaran Islam itu sendiri.

  193. tendensius sekali, tanpa dilengkapi bukti. Pertanyaan buat penulis: kalau memang wilayah majapahit meliputi seluruh wilayah Indonesia + beberapa negara asia tenggara lain, tolong diberikan bukti peninggalan budaya majapahit diwilayah selain jawa tengah dan jawa timur. adakah peninggalan di kalimantan, sulawesi, maluku dan papua? kalau tidak ada, berarti cerita majapahit dan hindu budhanya tak lain cuma MITOS

  194. MASIH BELUM JELAS? baca lagi yg ini.
    Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.
    Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia.[2] Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.[3] Hanya terdapat sedikit bukti fisik dari sisa-sisa Kerajaan Majapahit,[4] dan sejarahnya tidak jelas.[5] Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (‘Kitab Raja-raja’) dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama[6] dalam bahasa Jawa Kuno.[7] Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Kakawin Nagarakretagama pada tahun 2008 diakui sebagai bagian dalam Daftar Ingatan Dunia (Memory of the World Programme) oleh UNESCO.[8] Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas.[9] Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.[9]
    Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos.
    sumber: wikipedia

  195. saya seorang Muslim. Bagaimanapun, artikel sejarah yang anda tuliskan, super sekali. Terimakasih.
    Namun penutupnya,(mohon maaf) terkesan picik sekali. Pemikiran anda masih kontraproduktif dengan pemikiran Prabu Brawijaya sendiri yang sangat menghargai perbedaan keyakinan.
    Terimakasih postingan nya. Sejarah akan bermanfaat jika disikapi dengan arif untuk menempuh kehidupan di masa depan, sebaliknya akan menjadi racun peradaban jika tidak ada kebesaran hati dalam memahami dan mengambil nilai positif dari apa yang dilahirkan oleh sejarah itu sendiri.

  196. Kok aneh, Kalau batasannya demikian, maka bukan hanya Islam Hindu dan Budha kan apa sih definisi “bangsa lain” ? Emang orang Jawa itu asli Jawa?

  197. Kok aneh, Kalau batasannya demikian, maka bukan hanya Islam tetapi Hindu dan Budha kan juga ideologi bangsa lain, apa sih definisi “bangsa lain” ? Emang orang Jawa itu asli Jawa?

  198. sampai skrg yg satu itu tetap berusaha dgn berbagai cara utk menaklukkan dunia dgn kebenarannya sendiri……

  199. 5 agama sah di negara kita tercinta ini sama2 agama pendatang, agama asli orang2 nuswantara bukanlah penganut animisme atau dinamisme. tapi penganut spiritual yang tinggi, seperti kalau di jawa adl kejawen, di jawabarat adl sunda wiwitan & msh bnyk lagi. sebuah aliran kepercayaan yg mengagungkan Sang pencipta alam semesta yg disebut Gusti yang larut & melingkupi seluruh ciptaanNya. dgn laku samadhi (meditasi), menjaga harmony, keseimbangan alam semesta dlm setiap tindakan agar selaras.
    kembali lagi ke : Runtuhnya Majapahait,
    kembalinya kejayaan Nuswantara bukanlah ditentukan dgn, apa agama org2 didalamnya, tapi kualitas spiritual & kesadaran akan kebersatuan kita dgn sesama manusia diseluruh nuswantara, dunia dan jagad semesta raya. sementara saat ini, sebagian dari kita masih lekat dgn yg namanya sekat / tembok perbedaan. runtuhnya suatu kekuatan atau kejayaan juga tdk lepas dari pengaruh nafsu duniawi(angkara murka) yg tdk dikendalikan. apa yg sudah terjadi, anggap lah sbg pelajaran agar lebih berhati-hati melangkah di masa depan. karena manusia punya kehendak bebas utk menjadi & melakukan apa saja yg diingankan tapi dengan konsekuensi. yaitu hukum SEBAB AKIBAT.

  200. tulisan ini lebih seperti novel, bukan sejarah, menggabungkan cerita-cerita /mitos yg ada di masyarakat ditambahi imajinasi pengarangnya, tapi enak dibaca 😀
    cuma kalimat terakhir itu tidak lah tepat, agama Islam dibawa orang asing, Arab termasuk membawa budaya arab, tapi agama Hindu dan Buddha juga dibawa oleh orang asing yaitu orang India dan membawa Budaya India, walau agama Buddha kemudian lebih berkembang di Srilangka dan dataran China. yang asli Indonesia ya mungkin ajaran animisme (samanisme) 😀

  201. Tulisan yang bagus dan cukup ilmiah, tapi sangat sayang ditutup oleh statemen akhir yang subyektif. Kalo mau jujur, bentuk kerajaan dan agama2 yang ada saat ini semuanya bukanlah ideologi nusantara, tapi ideologi bangsa lain.

  202. …kalau orang Islam yang memimpin orang Hindu Budha aman dan terlindungi. kalau orang Hinda budha yang memimpin orang muslim dibakar hidup2 dan terusir seperti Rohingya…!

  203. Bodohnya manusia saja ngributin mana yg bener, semua agama dalam sejarah selalu ingin berkuasa melalui penguasa yg ada, dimana ada mayoritas selalu menindas minoritas. yg minoritas selalu jadi pemberontak kaum mayoritas. Sejarah direka karena kita gak tau yg sebenarnya… cuma mengira … menghayal..digabung2.. kira2 jadi..ok lahhh hahaha

  204. emang hindu budha asli nusantara ya kan sama-sama ideologi luar?
    kalo soal cocok enggak cocok kok banyakan yang enggak cocok ya?
    Indonesia enggak maju-maju itu kayaknya bukan masalah ideologi deh, tapi masalahnya kita tidak mau berbhineka dalam persatuan Indonesia dan kita larut pada euforia sejarah.

  205. perhatian masyarakat ttg kerajaan majapahit sangat besar. Kita ucapkan banyak terima kasih. Dalam fb saya saya menulis cukup panjang lebar mengenai Hayam Wuruk Yg dianggap raja majapahit.Sebenarnya raja2 di eropa bnyak yang keturunan majapahit. Misal ratu belanda , raja polandia , raja tzar yang bernama raja nikolas dst nya adalah orang 2 yg. ada kaitannya dengan kerajaan hindia di bali , yang berarti adalah kerajaan majapahit. Dalam kerajaan majapahit ada yang disebut dengan sumpah PALAPA. Pemegang sumpah tsb adalah Kalagemet.Nusantara ingin dipersatukan oleh Gajah mada sbg pelaksana dari sumpah tsb.Caranya adalah dengan mengawinkan seluruh keturunan hawayam wuruk kedalam garis ida pedanda sakti yang dianggap sebagai raja hindia. Berarti kerajaan majapahit dibawah kerajaan Hindia.Kerajaan Batavia adalah keturunan hhayam wuruk, masuk pula kedalam kedalam kerajaan hindia.Ikuti fb saya ,sudah dijelaskan secara luas.

  206. http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/faktanya-nusantara-bukanlah-wilayah-majapahit
    dicek dulu fakta2 sejarahnya pak, keturunan Majapahit (termasuk saya) harus banyak terima kasih sama bapak M. Yamin wilayahnya jadi berkali2 lipat. Banyak orang2 yg suka terjebak masa lalu yg belom jelas kebenarannya, kalau suka belajar sejarah monggoh cek siapa yang membangun situs Gunung Padang Cianjur yang menurut umur batu2annya lebih tua dari Piramida Mesir, nah itu bisa bikin sejarah dunia ditulis ulang. Terima kasih sudah mau baca komentar sederhana saya.

  207. yang saya amat sesalkan adalah pengrusakan peninggalan mojopahit, (bangunan fisiknya), sepertinya pihak pemenang perang adalah paling digdaya/benar seperti ” Tuhan” saja. sehingga berhak merusak bangunan yang telah dibuat dengan susah payah. dari segi ideologi juga, seakan pihak pemenang perang ingin menghapus sejarah kerajaan yang dikalahkannya dengan merahasiakan dan pemutar balikkan fakta, sehingga kita nggak punya sejarah yang autentik lagi, semua hanya palsu demi kemenangan golongannya saja. Dengan demikian di suatu hari nanti sejarah akan terulang lagi, pertumpahan darah akan terjadi lagi, membuat semakin khusuk aku berdoa, “ya Tuhan ampunilah dosa dosa mereka sebab mereka tidak mengerti, tidak paham dengan apa yang mereka lakukannya”. (Saudara sendiri dibunuh, ayah sendiri dimusuhi,). Sepertinya bangsa ini harus mengalami kiamat.)

  208. sejarah pun mencatat dari dulu sampai sekarang ya itu itu aja yang selalu bikin masalah di nusantara ini … dari dulu sampai sekarang kelakuan nya selalu anarkis

  209. intinya dari cerita di atas adalah bagaimana kita menyikapi suatu ajaran dari suatu kitab suci, karena pemahaman semua orang tidaklah sama, saya setuju jika ada beberapa agama yang memaksa memeluk suatu agama melewati pernikahan, saya kira ini salah satu yg tidak benar, karena Tuhan itu yang memilih kita (umat manusia) bukan Kita (umat manusia) yang mencari2 Tuhan ada dimana..Tuhan yang membela umatnya, bukan Manusia yang membela Umatnya, ini peringatan saja bagi mayoritas janganlah bersombong diri, tunjukan ketoleransian, mengayomi semua kaum minoritas, begitu pula kaum minoritas janganlah iri hati atau dengki, jadikanlah mayoritas menjadi sodara yg raket, sodara dekat yang membantu bergandengan tangan membangun negri ini, jika kita masih berperang hanya karena keyakinan untuk apa kita hidup?..untuk apa Indonesia ini dibangun?..bukankah kita ingat kata NUSANTARA..Bhineka Tunggal Ika…walaupun berbeda2 tetapi kita tetap satu..mungkin orang-orang dulu juga sama munafiknya, atau khilaf terhadap janji atau nilai2 luhur sebuah budaya…tapi kita yang sudah belajar dari sejarah mestinya kita lebih paham dan lebih mengerti apa arti INDONESIA..

  210. saya melihat infiltrasi ‘pihak asing’ atau setidaknya yang dianggap asing baik dari segi budaya atau kepercayaan (agama) telah menggunakan cara-cara yang pada zamannya lebih halus dan diplomatis. Baik secara politik perdagangan, perkawinan, dsb yang mengedepankan komunikasi dan dialog serta menghindari sebisa mungkin konfilik terbuka dan peperangan (perang saudara). Hanya saja saya melihat kearifan lokal seperti ini dimana toleransi sedikit memudar tatkala itu bersinggungan dengan hal2 yang berbau keyakinan. Toh pada mulanya keyakinan masuk pada Nusantara melalui cara-cara damai. Jadi kalau mau kita bertanya apakah dengan adanya suatu inti kepercayaan dalam agama apapun itu bentuknya harus turut pula merubah kearifan nyata yang sudah tetanan sedari lama itu? singkat katanya baik itu Hindu, Budha, Islam, Kristen ya mau tidak mau mereka itu seorang Hindu, Budha, Islam dan Kristen Indonesia lah… ^_^

  211. Semua yang terjadi atas izin dan kehendakNya jangankan peristiwa besar yang terjadi dan kita alami lalu itu, selembar daun yang jatuhpun atas Kehendak dan idzinNya Yang Esa dan lagi Maha Kuasa

  212. Kita hanya masayarakat zaman sekarang.. masa lalu kita tidak tau 100%.. pun itu benar pasti ada yg belum di jelaskan secara utuh.. kanjeng nabi tidak memaksakan keyakinanya,, pun ada perang karena mereka memaksa.. yg perlu di ingat adalah adanya sekarang karena ada dahulu, adanya dahulu adanya terdahulu.. kita cari kebenaran yg hakiki dan menghormati satu sama lain akan lebih bermanfaat bagi kta,,

  213. Tan Eng Kian di asingkan oleh pb untuk melindungi putranya karena pb merasa kelahiran putranya tidak aman karena akan menjadi penerus pb kelak, dan arya damar di utus oleh pb untuk menikah denang Tan Eng Kian dan boleh tidur bareng :v setelah anak PB lahir,.

    ternyata Banyak juga ya versinya,.

  214. Saya pernah bertempat tinggal di Desa nDaleman Mojokerto, dan sering-kali saya mengunjungi Trowulan yang jaraknya cukup dekat dengan Rumah Keluarga Kami. Ber-tahun2, apa lagi ketika musim buah, kami pun sering memakan Buah Maja… Buah Maja itu rasanya justru manis, gurih, dan mengenyangkan… ! Ketika “Kerajaan Majapahit” belum ada, buah Maja begitu banyak tumbuh di tlatah Trowulan dan sekitarnya. Buah berbentuk seperti Buah Kiwi tapi sebesar Buah Siwalan (Lontar) dan berkulit keras itu sering dimakan orang untuk mengenyangkan perut! Nah, kenapa Kerajaan Besar ber Ibu Kota di Trowulan itu disebut Majapahit??? Yang benar begini ceritanya… Ketika Raden Wijaya & rombongan beristirahat di tlatah Trowulan, kemudian menginginkan makan Buah Maja, maka diutuslah wadya-balanya mengambil Buah kesukaan banyak orang yang pohonnya besar2 dan tinggi itu… Tapi, begitu di makan, Raden Wijaya berulang kali ketanggor Buah Maja yang pahit rasanya… Maka, komentarnya: “Lho, buah Maja ini kok pahit???” Begitu juga yang dirasakan anggota rombongan lain… Kemudian, Raden Wijaya bersabda: “Nek ana rejaning jaman, ing tlatah kene arep tak dadek’ke Kraton Majapahit!” (Apa bila muncul kesempatan yang disesuaikan oleh jaman, maka di tlatah ini akan ku bangun Kerajaan Majapahit!) Karena orang2 dulu manjur perkataannya (sabda Pandhita Ratu), maka terbukti & terwujudlah Kerajaan Majapahit yang luar biasa itu…

  215. yaa begitulah, dari dulunya emang udah radikal ampe sekarang jg tetep radikal, kecuali cara yang dibawakan oleh sunan kalijaga, makanya ampe sekarang pun saya islam, tetapi saya islam-kejawen, islam abangan, karna islam yang murni, islam yang mutihan, yang murni dari arab tanpa disaring dulu justru bertentangan dengan keyakinan saya sendiri sebagai masyarakat jawa yang beradab tinggi

  216. dari cerita di atas sangat kurang pas dengan karakteristik islam yang berlandaskan al-quran yangsudah terjamin kebenaranya selama 1500 tahun yang lalu hingga sekarang.
    Dan Jangan pernah percaya dengan yang namanya ramalan,ramalan hanyalah tipu daya penyihir yang bersumber dari setan .ketika nabi muhamad lahir Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menutup pintu2 langit agar tidak bisa dimasuki setan untuk mencuri informasi,jadi ramalan yang diberikan oleh peramal hanyalah karangan setan2

  217. dari cerita di atas sangat kurang pas dengan karakteristik islam yang berlandaskan al-quran yangsudah terjamin kebenaranya selama 1500 tahun yang lalu hingga sekarang.
    Dan Jangan pernah percaya dengan yang namanya ramalan,ramalan hanyalah tipu daya penyihir yang bersumber dari setan .ketika nabi muhamad lahir Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menutup pintu2 langit agar tidak bisa dimasuki setan untuk mencuri informasi,jadi ramalan yang diberikan oleh peramal hanyalah karangan setan2.

  218. kamu punya sumber dari mana…. sejarah nya panjang amat punya mesin waktu ya…. untung kerajaan sunda dulu gak kejajah sama majapahit…. jadi gak kena fitnah ini orang…..

  219. kalau kalian ingin hidup seperti Rasulullah SAW Indonesia/Nusantara bukan tempatnya. Kembali lah ke Timur Tengah yang AMAN & DAMAI !!!
    Dijamin kehidupan Anda akan sejahtera dan pada saat mati langsung masuk Surga yang dijanjikan

  220. Panembahan Senopati inilah pendiri Kesultanan Mataram Islam, yang sekarang terpecah menjadi Jogjakarta, Surakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman => bener banget, akhirnya pada rebutan kekuasaan sendiri.

  221. Sejarah yg dipaparkan oleh manusia rata-2 berasal dari kitab yg bernama “JARENE” . Tetapi Alhamdulillahi Rabbul Alamin… Klau Sejarah yg anda paparkan benar, berarti saya wajib berterima kasih pada Waliyullah-2 dari Champa, karena klau tdk ada mereka pasti saya skrg menganut Agama Musyrik Penyembah Iblis (meskipun saat ini praktek-2 kemusyrikan jg masih ada dan melekat pada sbagian penduduk negeri ini yg “Ngaku” Islam juga) Smoga Rahmat Allah smakin tercurah di negeri ini, agar nilai-2 islam yg Sahih yg bersumber dari Al Quran dan Sunnah smakin mewarnai keseharian penduduk negeri ini.. Amiin.

  222. Intinya jika bukan karena sehebat apa iman mu dan sehebat apa kekuasaanmu.. kamu akan jatuh ketika berhadapan dengan si penmilik turukencono…
    So guys ilang sirna ning kerthaning bhumi nua itu harua terjadi agar hilang semua jejak majapahit… mana ubahnya saat ini negara ora maju2 lah katanya teguh beriman.. kanan kiri depan belakang rumah aloh.. toh ga berpengaruh apa2 kecuali tinhkat natalitas.. cheef guys.

  223. Intinya jika bukan karena sehebat apa iman mu dan sehebat apa kekuasaanmu.. kamu akan jatuh ketika berhadapan dengan si pemilik turukencono…
    So guys ilang sirna ning kerthaning bhumi nua itu harus terjadi agar hilang semua jejak majapahit… mana ubahnya saat ini negara ora maju2, lah katanya teguh beriman.. kanan kiri depan belakang rumah aloh.. toh ga berpengaruh apa2 kecuali tingkat natalitas..

  224. ada benarnya jika banyak budaya hilang akibat penjajahan budaya..
    Contoh: pada masa kolonialisme, satu-satunya negara yang tidak dijajah oleh eropa adalah Thailand, sehingga terbukti penggunaan huruf saja masih menggunakan huruf dari kerajaan Siam hingga sekarang..
    Indonesia yang telah dijajah oleh Eropa, dipaksa untuk menggunakan “Alphabetical” dan dipaksa melupakan “Sanskrit” dan negara negara asia tenggara lainnya..

    memang penjajahan budaya menghilangkan identitas jati diri bangsa..

    tapi…..

    bukan berarti hindu itu berasal dari nusantara kan?
    Hindu pun disetujui oleh para sejarawan lahir di daerah India
    (konon katanya pada peradaban sungai Indus “Indus Valley” yang saat ini telah menjadi negara Pakistan akibat perpecahan agama juga antara Hindu vs Islam Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Partition_of_India)
    yang bisa juga berarti, Hindu pun adalah ” Ideologi Bangsa Lain” yang berasal dari India.

    *Bubble Though: konon katanya, Indonesia berasal dari kata Indo- dan -nesia dimana Indo- berasal dari kata Indus yang saat ini menjadi India, dan -nesia yang artinya “kepulauan, jadi Indonesia itu konon artinya adalah Kepulauan India, dan itu juga jadi alasan mengapa dulu Belanda menyebut nusantara ini dengan sebutan Hindia-Belanda atau Dutch-Indies*

    bukan berarti dengan agama Hindu akan memakmurkan negeri Nusantara ini,
    India & Sri Lanka yang mayoritas beragama Hindu saat ini pun tidak menjadi negara yang mendominasi, malah saat ini China yang berprinsip pada ajaran “Confucianism” sedang menjuarai keadaan Global.

    maju atau tidaknya nusantara ini, mungkin lebih baik dilihat dari pandangan sisi pemerintahan, jangan dilihat dari sisi kepercayaannya.
    dilihat dari kepempimpinannya.

    bagaimana dulu Majapahit dapat berjaya di Nusantara pada zamannya.. bagaimana kepempimpinannya.. dsb dsb….

    opini aja sih..

    makasiiih..

  225. Tulisan ini begitu detil dan memberikan gambaran yang “hampir-hampir” lengkap. TAPI ada beberapa kejanggalan. Begini kejanggalannya :
    1. Jika Prabu Brawijaya Masuk Islam hanya di Akhir kekuasaannya. Mengapa Koin (mata uang) Majapahit bertuliskan La illaha illallah. (tidak ada pencipta selain Tuhan).
    2. Maulana Malik Ibrahim itu jika wafat begitu sampai di Tanah Majapahit, Kenapa Sempat diangkat menjadi Penasihat Spiritual Prabu. dan Kerajaan. Sebelum kemudian digantikan anaknya? lah kok bisa?
    3. Buah Maja, Itu banyak dimana? Nama Mahapahit berasal dari mana? dan Perpindahan Pusat kekuasaan Majapahit itu sangat penting untuk menandakan nama Majapahit. Termasuk Sejarah Alutsista pada masa itu dsb. Pertanyaanya Kenapa ada di Punden Sanguran? biasa disebut Prasasti Malang.
    4. Tidak ada literatur satupun yng mengatakan “borobudur” pusat Ibadah Majapahit. Ini penting mengingat Buah Maja itu tumbuh di sekitar Adanya Borobudur. Artinya Borobudur memang masih tersimpan didalam tanah. Jadi masa kejayaan Budha Majapahit Awal justru tidak menggunakan Borobudur sih?? artinya Borobudur sendiri bukan peninggalan Majapahit. mengingat Runtuhnya baru 500an tahun lalu kan???
    5. Sabdo Palon Noyo Genggong Serat nya (sabda) mengikuti Ki Joyoboyo atau Joyo Boyo yg mengikuti Sabdo Palon Noyo Genggong hayo?? Mereka hidupnya siapa duluan???
    6. Tutur tinular ini menyisakan abad keemasan 500 tahunsetelah 1476 Masehi nah siapa yang menjadi penguasa tanah jawa pada tahun 1976. Budha, Hindu atau Islam?
    7. Yang bener itu Sabdo Palon dan Naya Genggong itu dua orang atau cuma satu Sabdo Palon Naya Genggong (nah loh). (ini kayak kesatuan Homooisius Roh Kudus, Allah dan Daging dalam diri Yesus?)
    8. Agama Awal Brawijaya itu Hindu atau Budha mengingat Penuhanan pada Shiva Dewata dan diliteratur lain Shiva Budha. Sementara Suku sisa2 Majapahit awal adalah suku Tenger itu Hindu?
    9. Nah satu yang tak bisa dibantah. Lambang Majapahit adalah Lingkaran Bulat Segi lapan biasa di sebut PENTAGRAM? dan Coba anda Google Pentagram itu lebih mengacu dan dikenal oleh simbol2 mana? Hindukah? Budha? atau Islam??? Coba anda lihat Borobudur? Sama kan? Semua mengacu pada simbol Kesempurnaan. Artinya Agama Tauhid. Borobudur pun yg bangun agama Tauhid.

    Nah Sumber informasi Penting layak di baca.

    https://groups.google.com/forum/#!msg/ikm-sanmina/L4A_PpGozf4/x-ewk_xpfs4J

    Ini penting mengingat kita harus membedakan antara Fakta, Legenda dan Ilusi ataupun tutur Tinular yang terlanjut salah kepradah. Meski sayapun berterimakasih mendapatkan sebuah tulisan yang hampir mendetil ini. banyak sih nanti lanjutin deh kejanggalannya yaa

  226. Belum tentu benar sejarah diatas terlalu subyektif dan ga dilampiri sumber setiap kekuasaan atau ceritanya,lebih terdengar seperti sebuah cerita yg sengaja disusun untuk menghancurkan kerukunan antar umat,apalagi cerita ini dimunculkan lagi pd saat terjadi berita muslim rogingya vs budha,,,tulisan diatas jls bukan sejarah tp terlihat seperti sipenulis membenci islam dg bukti tulisan sepihak tanpa fakta yg jelas,,

  227. di timur tengah islam memang menyebar dengan darah dan pedang. di indonesia islam menyebar dengan siasal licik. 9 wali memang ada tetapi siasat licik yang mereka mainkan tidak pernah diceritakan, karena yang bagus-bagusnya saja yang angkat yang jelek-jeleknya dikubur dalam-dalam. memang seperti itulah perintah si dzat

  228. Hanya Sebuah dongeng yg tidak didukung bukti2 sejarah yang ilmiah.

    Silahkan ditampilkan sumber referensi: prasasti or kitab2 kuno ..

  229. ini hanya mitos, yang belum terbukti kebenaranya… dan hanya Allah lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, bintang-bintang, galaksi dan lagit, jauh lebih besar daripada bumi apalagi nusantara… Maha Mewarisi, Raja Diraja Alam Semesta…. pencipta segala sesuatu dan Maha Memelihara serta Maha Kuasa untuk menghancurkanya..

  230. Senang dg detail ceritanya….tapi penilaiannya terlalu subyektif dan tendensius….
    * Merebut kekuasaan dg perang sudah menjadi pola sejak dulu, krn kekuasaan dibangun diatas kemenangan,keagungan,dan ketaklukan…majapahit berdiri jg dg cerita yg tak jauh beda.
    * Shiva budo juga ideologi luar yg masuk ke nusantara….
    * bangsa besar tidak hanya diukur dari keaslian budaya ideologinya…misal tiongkok..sudah jauh berubah juga dr “asli”nya..amerika malah bangsa yg tak jelas “awal/asli”nya…krn dasarnya urban…

    Makanya bangsa kita saat ini membutuhkan sejarah spt ini guna diambil hikmahnya…seperti bagaimana kepatuhan rakyatnya kpd pimpinan, perpecahannya, sifatalami manusia, sikap mulia pemimpin, dan proses perubahan itu sendiri….

  231. Tidak sepantasnya kita semua mencaci, menghujat sebuah sejarah karena kita tidak pernah tahu pasti kebenarannya tapi alangkah bijaknya apabila kita semua mau untuk mengambil makna yang tersirat dari sejarah bahwasanya petaka yang terjadi semua berawal dari ketamakan dan keserakahan akan sebuah kekuasaan serta kunci sebuah kedamaian adalah persatuan dan kesatuan…Kejayaan serta kedamaian suatu bangsa hanya akan bisa diraih saat kita memiliki pemimpin yang tidak haus dan serakah atas sebuah kekuasaan serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan…
    Bersatulah demi nusantara, hentikan saling mencaci menghujat dan jauhkanlah prasangka buruk terhadap sesama…

  232. Ini versi hindu.utk menfitnah islam
    Sabdo palon naya genggong itu fiktif karangan orang belanda.
    Sirno ilang kertaning bumi.lebur dening pangastuti….

  233. ceritanya menarik dan ngelantur.
    g ada sumber sejarah yg jelas seperti referensi buku atau bukti lain yg kuat, ini bukan sejarah tp dongeng. dongeng yg mengandung doktrin untuk membenci islam dan china. dan orang orang tdk betanggung jawab sprt ini bisa merusak atau mengubah sejarah sebenarnya.

  234. hindu itu bukan asli Nusantara, impor juga, kristen juga impor, islam agama taauhid walau bukan asli nuswantara, Namun agama gama ini di sampaikan kepada manusia yang punya rasa, cipta dan karsa (tataran Hamba)

    semua agama menawarkan kebenaran, dengan modal akal rasa karsa dan atribut lainnya yang di titipkan ke manusia maka mereka mampu memilih dan milah mana yang benar dan mana yang batil.. agama yang benar akan banyak pengikutnya yang bathil akan di tinggal walaupun ia datang ke nusantara lebih dulu

  235. yg km tulis itu adalah hasil copas dgn ditambahin kata2 km sendiri. knp copas ya krn km bkn sejarahwan yg meneliti sendiri. itulah knp tiap ada pelajaran sejarah sering ak anggap dongeng.. salah satunya ya krn sprti ini..ditulis sesuai enaknya jidat penulis..bayangkan, jaman soeharto aja pelajaran dipelintir apalagi yg jan jebot kyk majapahit kyk gini..

  236. Ambil sisi baiknya jangan ambil buruknya… di liat dari coment di atas malah pada sensi…
    Klo menurut kepercayaan anda sekalian benar, tunjukan bahwa kepercayaan kalian itu baik !! Walau pun sekarang kita mempunyai keyakinan berbeda-beda dan nusantara tidak sebesar pada zaman Majapahit tapi kita masih bisa hidup berdampingan jadi tunjukan sikap beragama kalian baik itu hindu/budha/islam/kristen…
    Tunjukan pada bangsa – bangsa di luar sana kalau NUSANTARA KITA ITU MASIH BERJAYA SAMPAI SEKARANG walau pun sekarang kita masih dalam kondisi yg memprihatinkan.

  237. islam dinilai identik di tegakam dengan kucuran darah dan nyawa, kebanyakan pendapat anti islam ngetakan demikian baik di tempat asalnya maupun di nusantara. Namun bila kita kaji ulang dai sejarah manapun di dunia, bila sesuatu itu teradapat kentingan politik, sudah pasti nyawa dan darah men jadi tumbal, dan bukan saja kepentingan agama. Namun yang berfifat ideologi pasti membutuhkanm korban

    Sperti hal nya faham komunis, cina, korea, vitnam, juga penjajahan belanda di indonesia lebih banyak lagi memakan korban. Namun karena islam adalah ideologi dalam sebuah agama dan keyakinan, maka banyak menumbuhkan sentimenisme diantara fanatismenya, bahkan islam di sebut kaum fundamentalime . Lain hal nya masyarakat indonesia sepertinya tidak ada yang mengecam belanda yang telah memporak porandakan Nusantara selama 350 tahun, walaupun penjajah membawa pula misi agama.

    Di lain pihak islam dengan islam pun masih suka memelihara perpecahan yang bersumber dari dalam islam sendiri ataupun pengaruh di luar islam. Akhirnya semua apapaun masalah aspek kehidupan baik sosial ekonomi, politik dan agama, tidak lepas dari korban dan pengorbanan, karena kehidupan dunia adalah nganuit system HOM,O HOMINI LUPUS ( manusia adalah srigala bagi manusia lain nya )

  238. terus dai nippon taroh di mana ooii, mereka lho malah gak pernah dijajah, terus kerajaan cola mandala di india? terus khalifah usmani bukankah di asia juga

  239. makam syeikh Ibrahim samarkand /Asmorokondi itu diantara perbatasan Lamongan dan Tuban,bukan di Gresik…mbokyao Riset dulu kang,kalo mau nulis sejarah/meluruskan..dan jangan dengan nafsu amarah….^_^

  240. kalau tulisannya tidak bisa dibuktikan dgn sumber referensi yg jelas, ini akan menjadi sekedar dongeng belaka

  241. waktu aku sd entah lupa kelas berapa,, nama majapahit katanya karna pernah ada yg memakan buah maja terus mati,, terpakssa makan karna kelaparan,, entah lah,, aku hanya anak sd yg poolos waktu itu,,

  242. history of majapahit…buat anak cucu kita tidak bingung akan nenek moyangkan…tidak mendeskreditkan agama tertentu…bukan agamanya yang salah tapi mentalnya yang harus di rubah…bahwa kebaikan harus disertai kebijakasanaan itu akan menghasilkan kebaikan yang hakiki..just for indonesia yang berbhinneka tunggal ika( bahasa sansekerta)

  243. Menarik untuk dibaca sebagai bekal informasi sejarah nusantara. Tetapi ada sedikit kesan pemojokan agama tertentu, sehingga terlihat agak subjektif

  244. Sejarah Ini bagus jln ceritanya, cuma yg harus digaris bawahi adalah Validitas dan Realibiltas dri sejarah ini menjadi banyak pertanyaan. Secara Teori penelitian Ilmiah sudah gagal krn bsa saja sejarah ini banyak yg tdk murni dan mengada2. Krn tidak didampingi dgn sumber yg dipercaya dan bukti sejarah yg ada. Sehingga menimbulkan keraguan bagi si Pembaca. Ada kecenderungan merubah keotentikan dari sejarah yg ada dan ada indikasi memprovokasi golongan tertentu serta sangat terkesan ada misi tertentu.

  245. Tulisan yang bagus. Memang seharusnya bangsa ini belajar tentang sejarah bangsanya sendiri. Bahwa agama yang dijadikan alat politik kekuasaan bukan malah membuat kemakmuran bangsanya. Tapi malah mendatangkan kesengsaraan.

    Baik Majapahit maupun Kerajaan Sriwijaya adalah Kerajaan2 yang berlandaskan pada budaya bangsa, bukan pada agama. Bahkan banyak yang tidak mengetahui bahwa Sriwijaya pernah dipimpin raja beragama Islam Iskandar Tani. Tidak perlu lagi orang Indonesia mengulang sejarah yang sama. Belajar dari Sunan Kalijaga dan Ajaran Syeh Siti Jenar bahwa yang diutamakan dalam agama adalah bagaimana sebuah agama mengubah akhlak maupun budi pekerti penganut. Walaupun apapun itu agamanya. Bukan dengan meningkatkan kuantitas pengikutnya tapi kualitas akhlak dan budi pekerti tidak pernah menjadi perhatian sama sekali. Sehingga sampai2 seorang anak pun bisa tega membunuh orang tuanya sendiri hanya untuk merebut kekuasaan. Semoga bisa direnungkan oleh seluruh bangsa Indonesia

  246. Sejarah yg anda ceritakan memang sangat detail, namun banyak hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Tapi saya paham karena anda tidak mengerti ajaran Islam. Islam tidak pernah dipaksakan kpd siapapun, hanya hidayah dari Allah yg membuat kita beruntung masuk Islam. Banyak cerita versi anda yg sudah jelas ngawur, yg bisa dibuktikan skrg yaitu makam Syeh Ibrahim Asmaraqandhi, menurut anda makamnya di Gresik padahal sebenarnya makamnya ada di Palang wil Tuban.

  247. tulisan ini pasti sumberx dua kitab yaitu Gatoloco n darmogandul, yg semua ditulis oleh ngabdullah orng murtad islam yg digunakan belanda untu mnyusun 2 serat itu pada abad 18 M. Itu dilakukan oleh belanda untuk memecah belah orng nusantara. Anehx tokoh fiktif sabdo palon n nayagenggong kok bisa di percaya, lebih parax pra petinggi Negeri ini juga percaya serangan Demak itu, padhal maja pahit Runtuh akibat perang saudara, n catatan sejarah menunjukkan bahwa skitar abad 13 M islam masih masih belum menjadi kaum yg berpengaruh dlam istana. Bgaimna mungkin kaum yg tdak punya posisi kuat n hanya lahir dri para selir mampu merebut pengaruh. Kisah syeh siti jenar yg di eksekusi itu juga cerita bohong. Itu crita orng2 tengger yg resisten pada perkembangan Islam di Jawa. Yg benar Justru Syekh Siti jennar lah yg mengkonsolidasi terbentuknya wali songo. mengenai data dlam Darmogandul dan Gagoloco telah dikonfrontir dengan data2 sejarah jawa di Belanda oleh ahli Sejarah Islam Indonesia Agus Sunyoto. N hasilnya cerita dlam 2 serat itu adlah fiktif, murni buatan belanda untuk memecah belah kekuatan perlawan kepada benalanda.

  248. Tulisan ini tidak memojokkkan umat Islam…ini tentang penyalahgunaan Islam dalam rangka merebut kekuasaan…Islam yang benar,tidak pernah mengajarkan membunuh untuk menyebarkan agama,bukankah Islam tidak pernah memaksa??? jadi apa tujuan mereka membantai….KEKUASAAN…Bukan Jihad

  249. Si penulis nampakny lebih memahami internal Islam dibandingkan muslim sendiri. Bahkan mengenai wali songo dan syech siti jenar. Satu lagi, nilai2 kearifan apa yg ingin diteladani dr majahit ketika perang bubat? Sampai2 orang sunda sampai sekarang tidak mau disebut orang jawa

  250. saya merasa itu hanya untuk “sedikit membuka mata”kepada sejarah…mungkin maksud yang ingin di sampaikan adalah… filsafat yang bs menuju kemakmuran di nusantara ini adalah filsafat budha bukan filsafat islam…. dan saya setuju. bukanya suka ber nostalgia tp kalo di lihat kondisi indonesia sekarang???

  251. yaa…kita tunggu aja perjalanan waktu yang menjawab islam akan terpecah belah dengan banyaknya aliran semoga kita masih diberikan umur panjang agar bisa melihat keajaiban alam ini

  252. Penulisnya kebanyakan baca komik karangan KHO PING HOO.
    Sejarah tdk boleh dipengaruhi oleh pendpt/perasaan penulisnya.
    Disini sangat jelas perasaan kebencian penulis thdp golongan islam, semestinya harus bersifat NETRAL.
    History NEVER lie.

  253. “Kulit’ lebih diagung-agungkan dari pada ‘Isi’. ‘Kebenaran Yang Mutlak’ dianggap sebagai milik golongan tertentu. Dharma diputar balikkan”. Sumpah kata-kata itu yg saya rasakan sekarang di indonesia ini. Menangis di dalam hati, Bagi yg merasa mempunyai agama yg paling sempurna. Yg merasa bangga akan agamanya, apakah kalian merasa setiap langkah kehidupan kalian sudah berpijak pada dasar yg benar? Kalau memang itu benar. Kenapa masyarakan indonesia ini masih jauh dari kata sejahtera? Korupsi dimana”, demo dimana” itu pun kalian ngelakukan atas nama agama. Sampai kapan pun, klok memang kulit yg di agung”kan, maka indonesia bersatu itu hanya mitos belaka. Dan kemajuan indonesia hanyalah mimpi di atas mimpi. Seperti apa yg terjadi di indoneaia sekarang ini. Yang bagaikan Singa kehilangan taringnya….

  254. Pembahasan yang sangat His Story, dari buku Babat Tanah Jawa, tapi dengan visi sakit hati terhadap Islam… Karena agama Hindu, adalah agama penulis, itu pun bukan asli dari Nusantara, tapi tidak usah jadi perdebatan.
    Kalau saya lihat, tidak perlu penjajah untuk membuat kita saling memperbudak, sudah bisa dibaca dari sejarah bagaimana pembagian perbedaan level dalam masyarakat membentuk perbudakan. Perlu dipertanyalan saat ini, adalah sanggupkah kita hidup dalam pedoman hidup masing2 tanpa menilai kepercayaan orang lain, kembali ke tahap merayakan perbedaan. Atau kita mau seperti Myanmar dalam versi lain? Mulailah mengurus diri sendiri, meninjau dari diri, memperbaiki diri, mulai dari hal sederhana… atau kita maubmenjadi bagian yang saling menghancurkan, maka jangan salahkan asing sebagaib penjajah kalau mereka kembali mengambil keuntungan!

  255. Ajaran itu baik semua,sayang perang suku Arab yang barbar menyeret kita semua…..bukan salah Tuhan tapi RAMPOK berkedok agama seperti ISIS menjalar membodohi umat muslim membunuh saudara sendiri 😦

  256. aku hanya mau tanya sama para komentator diatas, yang merasa agamanya (Islam) paling benar khusus untuk orang INDONESIA

    1. darimana asal agama kamu itu ???
    2. sebagai orang Islam, apakah kalian tau sejarah Islam itu sendiri ???
    3. jika kalian tau sejarah Islam, saya mau tanya, dari mana asal lambang bintang dan bulan sabit, yang ada di atas kubah tempat peribadatanmu ???
    4. apa hubungannya batu hitam (hajar aswad) yang sering diciumi oleh para haji dan Rasullulah sendiri dengan Allah yang kalian sembah ???
    5. apakah dengan menyembah menghadap ke ka’bah (kotak hitam) yang disana juga terdapat sebuah batu hitam, itu bukan sesuatu yang syirik, musyrik DLL

    jika kalian mempunyai penjelasan atas pertanyaan saya nomor 5, penganut keyakinan yang lain juga mempunyai penjelasan, hanya kalian buru2x menjudge animisme dinamisme, syirik musrik kafir DLL, sepertinya ajaran kalian tidak melakukan hal yang sama, saya hanya ingin mengajak, marilah introspeksi diri, untuk tidak mudah menjudge keyakinan lain, dan membangga-banggakan keyakinan import yang sebenarnya tidak lebih baik, bahkan cenderung merusak dan cenderung licik,yang selama ini jelas 2x memutar balikan sejarah, jika kalian belum bisa menjawab pertanyaan2x saya diatas, maka janganlah terlalu yakin dengan keyakinan kalian, karena masih ada keyakinan yang lebih baik.

  257. Kenapa ada yg berpikir ini tendensius, memfitnah umat Islam, Wong yg menang kaum Islam kok dibilang memfitnah umat Islam. Kita semua sedih karena Majapahit kalah dan dihancurkan, Apa fakta harus ditutupi?? Saya sendiri Islam, dan sejarah ini fakta. Kekalahan Majapahit adalah kekalahan budaya, yg tercermin dalam strategi perang. Strategi perang ultra modern juga bukan perang senjata, bukan perangfisik, tapi perang cyber, perang komunikasi adalah perang budaya, yg lebih tinggi budayanya ya pasti menang. Data kita yang kita tulis ini, disimpan dimana? di WordPress, bukan di server kita. Jadi data kita ada disana SEMUA.
    Bahwa penulisnya beragama Budha, tentu lebih sedih. Mungkin juga ada terselip “kekecewaan pribadi/kolektif” Tapi fakta adalah fakta.

  258. Syeh Ibrahim As-Samarqand atau Ibrahim Asmoroqodzi adalah ayah dari Raden Rahmad ( Sunan Ampel ), bukannya beliau
    dimakamkan di Desa Gesik Hardjo Kec. Palang Kab.Tuban?…..please Correct !

  259. Kalau penulis atau pengarang tulisan ini mau konsekwen, agama Hindu dan Budha pun sebenarnya agama ekspor, agama asli bangsa Indonesia adalah anisme dan percaya kepada roh-roh yang telah meninggal, selain itu kisah ini hanya reka-reka saja dan sengaja ingin menytakan bahwa Islam disebarkan ke Pulau Jawa dengan pemberontakan dan pertumpahan darah, padahal Islam itu sendiri datang dan disebarkan ke Pulau Jawa dan Nusantara secara damai oleh para pedagang bukan oleh para pemberontak. Untuk itu kepada umat Islam perlu menelusuri lagi kisah ini dan mengadakan cek and balance untuk kebenaran sesungguhnya dari cerita ini, agar orang-orang Islam yang bodoh tidak mudah diperdayakan. Salah satu bukti ketidak benaran kisah ini adalah tidak terjadinya JANGKA SABDO PALON NAYA GENGGONG yang seharusnya terjadi pada tahun 1979.

  260. mengapa harus ada kasta,semua manusia dilahirkan dalam keadaan merdeka, tanpa hirarki sosial, lalu kenapa banyak yg tertarik agama baru, mungkin karena agama lama tak bisa mewakili semua tingkatan kelas manusia, yang mempertahankan agama yang tidak universal adalah mereka yang kedudukan kelasnya tidak ingin tergantikan. Menilai dirinya kelas yang suci sementara memandang yang lainnya sebagai budak.

  261. dibawah kepemimpinan majapahit, nusantara luar biasa disegani oleh bangsa lain..tp dibawah kepemimpinan yg slnjtnya, bangsa ini bahkan sampe sekarang slalu susah utk majunya…knp yah

  262. Papua tidak termasuk, jangan menghayal…kalau disebut sejarah harus ada bukti peninggalan saman kerajaan Majapahit di Papua / fakta sejarah..tolong tunjukan apa buktinya..?

  263. Saya baca sampai tamat. Sangat sedih karena membelokan dan cenderung memutarbalikan fakta dan menyebar fitnah.

    Sejarah tergantung kepentingan penulisnya, termasuk keyakinannya. Sulit dikatakan objektif dan tak ada jaminan kebenarannya dari tulisan ini.
    Tulisannya seperti sakit hati terhadap Islam.
    Namun demikian, anggap saja hiburan dari mereka yang keliru mengungkap fakta….
    Apalagi banyak fakta belakangan ini yang menyatakan bahwa kekuasaan Majapahit itu hanya sebagian Jateng dan Jatim saja, bukan Nusantara seperti sekarang ini.
    http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/faktanya-nusantara-bukanlah-wilayah-majapahit

    Dikatakan juga Majapahit runtuh bukan karena diserang oleh Demak
    http://majapahit1478.blogspot.com/2013/04/majapahit-runtuh-bukan-sebab-serangan.html?m=1

    Dapat dibaca juga
    https://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/12/13/kesultanan-majapahit-sejarah-yang-disembunyikan/

    Majapahit itu justru Kerajaan Islam sejak awal
    https://ahmadsamantho.wordpress.com/2011/07/11/kerajaan-majapahit-ternyata-kerajaan-islam-sejak-awalnya/

    Itu fitnah sengaja tuk memojokan Islam
    https://susiyanto.wordpress.com/2009/04/26/senja-kala-majapahit-dan-fitnah-terhadap-islam/

  264. MAJAPAHIT RUNTUH BUKAN SEBAB SERANGAN DEMAK

    “Raden Patah dianggap anak durhaka dan tak tahu balas budi. Sudah diberi kekuasaan, malah menikam ayahandanya sendiri dari belakang. Ia menyerang dan hancurkan kerajaan Majapahit. Fakta sejarah ini sebenarnya yang tidak didukung oleh bukti-bukti yang akurat.”

    Fakta sejarah ini, terutama dicatat dalam naskah Darmogandul dengan tema Sabdopalon. Dikisahkan, Raden Patah dengan kerajaan barunya, yaitu Kerajaan Demak, menyerang Kerajaan Majapahit yang notabene dipimpin oleh ayah kandungnya sendiri, Bhre Kertabhumi (yang kadang disebut juga dengan Brawijaya V).
    Majapahit 1478
    Pada dasarnya, belumlah ada bukti-bukti konkret tentang kebenaran penyerangan Raden Patah atas Kerajaan Majapahit. Dalam catatan yang ditulis oleh Darmogandul, Raden Patah menyerang Majapahit dan mengakibatkan runtuhnya Majapahit adalah pada tahun 1478.

    Padahal ada argumen lain, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Pararaton, bahwa pada tahun tahun tersebut —yaitu pada tahun 1478— Kerajaan Majapahit justru diserang oleh Samarawijaya dan tiga saudara-saudaranya, karena menganggap raja yang berkuasa di Majapahit, yaitu Raja raja Dyah Suraprahawa, tidak berhak atas tahta. Dyah Suraprahawa merupakan adik bungsu raja sebelumnya, yaitu Rajasawardhana.

    http://majapahit1478.blogspot.com/2013/04/majapahit-runtuh-bukan-sebab-serangan.html?m=1

  265. Bagus juga..buat penambah informasi sejarah..tapi sebagai informasi juga bahwa majapahit tidak hancur karena demak binthara…tapi karena diserang oleh kerajaan kediri…justru demak yg membalaskan dendam majapahit dengan menghancurkan kerajaan kediri…

  266. “Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.”

    Lucu…ngga sadar kalo semua agama/ideologi yg berkembang di nusantara itu asalnya dari luar termasuk hindu buddha. Sudahlah tak perlu cari kambing hitam atas kebodohan sendiri. Jadi, untuk sang penulis sejarah yang terhormat yang harus banyak belajar, : “Tangisilah dirimu sendiri karena kebodohanmu.”

  267. saya pernah mendengar kisah ini dr kakek saya yg kebetulan beliau masih ada 1 garis keturanan dari ki ageng selo. nama kakek saya Salamoen Sela Atmadja. trimakasih cerita sejarahnya ini.

    Tuhan memberkati 🙂

  268. Kita sebagai putra Indonesia khususnya putra putri Jawa,segera hentikan penindasan dan pembodohan saudara setanah air,Cintailah NKRI dan berjuang bersama untuk kemakmuran anak cucu kita….Ammmiiieeenn

  269. Usaha yg bagus dari kelompok yg mau mendeskreditkan umat islam. Sejarah nya terlalu dramatis kayak novel jin yong. Baik untuk di jadikan film serial tivi. Kayak di dunia ini cuma majapahit pahit aja yg punya cerita.

  270. tahun 1978 kurikulum mengajarkan budi pekerti… tepat seperti yang dikatakan oleh sabdo palon dan naya gengong, agama “budhi”. hanya budi (pekerti) yang akan menyelamatkan nusantara.

  271. Sebuah cerita sejarah yg menarik utk dibaca. Tp kok tidak sama dg cerita2 mainstream saat ini??? Banyak perbedaan2 dg cerita sejarah yg ada. Sepertinya jni cerita dr sudut pandang hindu – budha, shg banyak yg mendiskreditkan peran wali songo.
    Lepas dr itu semua, ttp hrs diapresiasi sbg bentuk kayanya sastra nusantara.
    ———+++++——-
    Tahu Pong super higienis, sehat & lembut.

    https://m.youtube.com/watch?v=WS8cUS_v64w

  272. Percuma ngetik panjang2 sampe jari keriting…. cerita sejarahmu itu sepertinya hanya ungkapan rasa terpuruk dan benci oleh suatu golongan, dan terlalu banyak hal provokatif yg mengandung SARA.

    Dasar nya tidak ada, landasannya angan angan, tujuan pengarang mengajak orang membenci suatu kalangan.

    Buka mata, telinga, hati, dan pikiran.
    Kamu itu hidup di era sekarang, waktu berjalan maju. Sejarah adalah untuk pelajaran bukan untuk saling menyalahkan.

    Fanatik hak masing2, tapi tidak dibenarkan menyelipkan kebencian kepada orang lain untuk membenci suatu golongan.

    Sekarang apa yang sudah kamu berikan pada negara ini ???? Apa yg bisa dibanggakan.

    Be smart, negara ini Bhineka Tunggal Ika saya kasih tau klo km gak pernah belajar PMP.

  273. cerita anda sangat subyektif sekali. Masalahnya anda tau dari mana sehingga kebenaran yang anda sampaikan seolah memojokkan agama islam. Mana sumbernya? Valid? Bisa dipercaya?

  274. Bismillah. Saya menangkap kesan tulisan diatas, Islam lah penyebab utama kejatuhan kerajaan Majapahit. Semua peperangan adalah disebabkan oleh nafsu menyebarkan Islam di Nusantara…itulah inti cerita dongeng diatas. Kenapa saya bilang dongeng? Karena tidak didasarkan penelitian ilmiah semua berdasarkan dugaan. Tp itu hak penulis, silahkan anda membuat versi sejarah sesuka anda…tp satu hal…kebesaran Islam adalah sesuatu yg tidak bisa dicegah, silahkan anda periksa data statistik org yg berpindah agama, memeluk Islam diseluruh dunia. Bandingkan dgn org yg berpindah menganut agama anda. Anda akan tercengang. Apakah anda jg akan menulis ulang sejarah penyebaran Islam didunia menurut versi anda dan menyalahkannya? Semoga Allah memberi anda hidayah…aamien.

    • Hebat ceritanya, sampai ada dialog detailnya tokoh-tokohnya. Tapi referensi sejarahnya mana yah..? Kan karya intelektual harus punya referensi yg valid. Klo kaya gini jadi lebih mirip cerpen fiksi.. Di Asia pada abad XIII juga ada Kekhilafahan Abbasiyah kan yg jelas adalah negara super power, jadi di Asia bukan cuma kerajaan tiongkok dan majapahit. Tiongkok segan dengan majapahit..? Masa iya tiongkok tidak segan dengan Khilafah Abbasiyah, wong seluruh eropa saja diladeni dalam perang salib,, tiongkok pasti seganlah.. Ceritanya tambah meragukan nih, fiksinya juga makin kental terasa..

  275. Kok halaman ini setelah sy pelajari memojokkan Islam yg di anggap ideologi baru menggantikan yg lama (Hindu)? Emang Hindu itu agama asli Nusantara? Bodoh kali kau… Hindu kan dr India? Jadi identitas asli manakah yg kau maksud?
    Ini situs arahnya menghasut, bukti di akhirul kalam adalah salam khas Hindu

  276. Sebuah tulisan yang (maunya) ilmiah, seharusnya mencantumkan sumber rujukan (references). Darimana cerita sejarah ini bersumber. Kalau yang ini kelihatan sekali subjektivitasnya, sama sekali tidak sumber rujukan.

  277. No Coment…yg lalu biarlah berlalu,hadapilah masa yg akan datang.Bisa kah kita membawa diri kita / Keluarga kita ke jalan yg Benar,Sadarlah kita hidup di Dunia ini hanya sementara yg abadi telah menanti di liang kubur sana..sampai datang nya Hari Peng Hakiman dari Sang Maha Kuasa….Wassalam…

  278. Sama kayak peristiwa di Papua, kepala sukunya dikasih cewek, lalu satu suku masuk muslim.

    Dari jaman muh jg sdh begitu, baca kisah Maria Alkipti. Cewek yg disodorkan spy masuk muslim.

    Munafik

  279. Tanggapan saya :
    1. Jika ini merupakan cerita sejarah yg benar…alangkah baiknya disertakan sumber2nya….apakah dari kitab2 jaman dulu, serat2 ataukah yg lainnya….tentunya bukan hanya dari satu kitab saja….

    2. Pada bagian terakhir disertakan kalimat ” …ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara”. memangnya ideologi yg sesuai ideologi apa….?
    ataukah merujuk ke salah satu agama….? apakah ada kriterianya…? ataukah ideologi animisme…? bukankah semua agama yg masuk ke wilayah Nusantara asalnya dari luar Nusantara…?

    3. Tapi ngomong2….terimakasih telah menulis ttg hal ini…walaupun masih perlu diuji kebenarannya oleh para ahli sejarah….

  280. Berbagai macam ragam cerita, salah satu catatan dalam versi lain : Adipati Terung (Hussen/Kusen) yg membunuh Sunan Ngudung (dalam perang), kemudian Adipati Terung dibunuh oleh Sunan Kudus (Jaffar Shodiq), dalam versi lain pula : Kertabumi (Raja Majapahit) dibawa ke Demak. Trowulan dipindahkan ke Kediri pasca Trowulan dikuasai Demak. Banyak hal yg bisa diperdebatkan.

  281. Saya masih blm paham.. Ada pertikaian antara kubu putih dengan kubu abangan. Saya cuma heran kenapa sunan kalijaga dari kubu abangan mau membuatkan mesjid dikubu putih. Padahal masing masing kubu mengatakan ajaran nya sesat dan mengklaim ajaran mereka yang benar. Bukannkah dengan membantu membuatkan mesjid dikubu lawan itu sama saja dengan mendukung sarana ajaran lawannya. Kenapa sunan kalijaga tidak membuat mesjid yang monumental untuk kubu atau diri nya sdri dan untuk pengikutnya. Mohon berikan alasannya.

  282. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu ingat akan sejarahbangsanya..bagi saudaraku semua bagi yang muslim maupun yang non muslim janganlah debat kusir yang gak ada pangkal ujungnya. sekarang marilah kita cari jalan kebenaran dunia akherat sesuai dengan keyakinan kita masing masing tanpa harus menjelekan yang lain insya Alloh NKRI akan Kuat Berdiri Sampai akhir zaman.

  283. ngaku2 nya doang majapahit penguasa nusantara, tapi secuil pun bukti dan fakta nya ga ada yg tertinggal di luar jawa.

    beda dengan belanda walau penjajah
    banyak peninggalan sejarah berupa bangunan dan budaya.

    ke anehan yg ke 2
    bahasa yg familiar di nusantara bahkan asean cuma bahasa melayu yang di kenal
    di luar sumtra banyak pulau2 lain yg mengaku orang melayu
    ga satu pun yg mengaku orang majapahit.
    dari segi bahasa justru bahasa melayu yang familiar di nusantara bukan bahasa jawa
    versi majapahit.
    jadi fakta sejarah sudah di belokan orang2 tertentu,
    hanya berdasar catatan angan2 kartagama.
    peta yang di buat mungkin itu peta perjalanan
    yang telah dia lakukan keliling nusantara atau entah apalah
    tapi bukti kekuasaan majapahit di nusantara, sepotong bukti pun tidak ada
    apa kah orang indonesia kekurangan ahli sejarah dan arkeologi,
    apa memang dana untuk menggali fakta sejarah yang autentik itu tidak ada
    sehingga mengaminkan kejanggalan sejarah yg nyata2 jomplang kelihatan di
    tataran budaya dan bahasa indonesia.
    apa memang ahli2 arkeologi indonesia pemalas, utk meneliti sejarah secara tuntas

  284. Ah Rusak..cerita macam apa ini ? ini mah bukan asli dari sejarah tapi curhat dari si pembaca sejarah trus di tulis ulang dengan bahasa sendiri, beda orang beda sudut pandang.

  285. Apa yang kita tanam itu yg akan kita tuai …. apa yg di kita lakukan dulu, sekarang akan kita nikmati hasilnya di hari esok … berfikirlah dengan jernih … kita lahir dari rahim seorang ibu apa bedanya … cuman kita selalu memaksakan kehendak kita serta keyakinan kita kepada orang lain .. dan menganggap kita yg terbaik …

  286. Harta, Tahta, WANITA
    esensinya bukan konflik islam vs hindu-buddha, tapi rapuhnya seorang laki-laki dihadapan wanita cantik. ironis ya, mirip kisah hancurnya kerajaan Troya….
    raja ketemu cwe cakep, trs perang, trs kerajaannya bubar. . . . ..

  287. Jangan mebdiskreditkan islam dalam hal ini kebenaran sesungguhnya juga tidak bisa dibuktikan karena sember2 sejarah tidak autentik hati2 bisa menimbulkan SARA