Gambar/Foto Palsu maqam Rasulullah SAW

TERSEBARNYA GAMBAR PALSU MAKAM RASULULLAH SAW

Beberapa gambar palsu makam Rasulullah SAW telah beredar di internet sejak sekian lama. Siapakah yang mula-mula menghantar dan menyebarkan gambar-gambar palsu ini di internet tidaklah diketahui.

Penipuan tersebut telah menimbulkan banyak kekeliruan bertujuan untuk mempermain-mainkan umat Islam dan bisa merusak akidah umat Islam. Ada pula orang yang mengambil kesempatan menjual gambar palsu itu dalam bentuk poster dan bisa dibeli di toko buku atau kaset. Individu Muslim yang kurang usul-periksa juga telah membeli poster palsu itu, lantas memajang bingkai gambar yang besar lagi cantik untuk diletakkan di dinding rumah. Bila ditanya, dia bilang itulah makam Rasulullah, tanpa mengetahui dia telah tertipu.

Gambar:1. dikatakan makam Nabi Muhammad(saw).Cuba baca apa yang di tulis dalam gambar ini

Gambar:1. dikatakan makam Nabi Muhammad(saw).Cuba baca apa yang di tulis dalam gambar ini

Gambar:2 Keratan dari sebuah akhbar

Gambar:2 Keratan dari sebuah akhbar

Di jadikan dalam bentuk poster

Di jadikan dalam bentuk poster

Gambar pertama yang dikatakan makam Nabi sebenarnya…

Ini adalah gambar makam Maulana Jalaluddin Ar-Rumi, seorang ahli sufi.

Ini adalah gambar makam Maulana Jalaluddin Ar-Rumi, seorang ahli sufi.

Makam kedua yang dikatakan makam Nabi sebenarnya…

Inilah gambar makam Uthman Ghazi, iaitu Sultan pertama Empayar Uthmaniah.

Inilah gambar makam Uthman Ghazi, iaitu Sultan pertama Empayar Uthmaniah.

MAKAM RASULULLAH SAW

Makam (pusara) Rasullullah SAW terletak di sebelah Timur Masjid Nabawi. Di tempat ini dahulu terdapat dua rumah, iaitu rumah Rasulullah SAW bersama Aisyah dan rumah Ali dengan Fatimah. Sejak Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 H (632 M), rumah Rasullullah SAW terbagi dua. Bahagian Selatan untuk makam Rasulullah SAW dan bahagian Utara untuk tempat tinggal Aisyah. Sejak tahun 678 H. (1279 M) di atasnya dipasang Kubah Hijau (Green Dome). Dan sampai sekarang Kubah Hijau tersebut tetap ada. Jadi tepat di bawah Kubah Hijau itulah lokasi bernama hujrah al-musyarrafah atau kamar yang dimuliakan di mana jasad Rasullullah SAW dimakamkan oleh keluarga Baginda. Di situ juga dimakamkan kedua sahabat, Abu Bakar (Khalifah Pertama) dan Umar (Khalifah Kedua) yang dimakamkan berdampingan dengan makam Rasulullah SAW.

Satu-satunya kubah yang bewarna hijau di Masjid Nabawi,Madinah(di masjid ini terdapat banyak kubah).Disitulah tapak asal rumah Nabi dan disitu jugalah terletaknya makam Nabi Muhammad (s.a.w).

Satu-satunya kubah yang bewarna hijau di Masjid Nabawi,Madinah(di masjid ini terdapat banyak kubah).Disitulah tapak asal rumah Nabi dan disitu jugalah terletaknya makam Nabi Muhammad (s.a.w).

Ini adalah gambar sebenar pintu ke makam Rasulullah SAW.

 Pintu makam Nabi yang disaluti emas

Pintu makam Nabi yang disaluti emas

HUKUM ZIARAH KE MAKAM RASULULLAH SAW

Saat melaksanakan haji merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah sebanyak-banyaknya. Beribadah di Haramain (Makkah dan Madinah) mempunyai keutaman yang lebih dari tempat-tempat lainnya. Maka para jamaah haji menyempatkan diri berziarah ke makah Rasulullah SAW.

Berziarah ke makam Rasulullah SAW adalah sunat hukumnya. Rasulullah SAW sendiri bersabda:

مَنْ جَائَنِي زَائِرًا لَمْ تَدْعُهُ حَاجَةٌ اِلاَّ زِيَارَتِي كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ تَعَالَى أنْ أكُوْنَ شَفِيْعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Siapa saja yang datang kepadaku untuk berziarah, dan keperluannya hanya untuk berziarah kepadaku maka Allah SWT memberikan jaminan agar aku menjadi orang yang memberi syafa’at (pertolongan) kepadanya di hari kiamat nanti. (Hadis Riwayat Darul Quthni)

Apalagi ziarah itu dilakukan pada saat melakukan ibadah haji. Dalam hadits lain disebutkan:

 عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ مَوْتِي كَانَ كَمَنْ زَارَنِيْ فِي حَيَاتِهِ

Dari Ibn ‘Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang melaksanakan ibadah haji, lalu berziarah ke makamku setelah aku meninggal dunia, maka ia seperti orang yang berziarah kepadaku ketika aku masih hidup.” (Hadis Riwayat Darul Quthni)

 Atas dasar ini, pengarang kitab I’anatut Thalibin menyatakan:

 “Berziarah ke makam Nabi Muhammad merupakan salah satu qurbah (ibadah) yang paling mulia, kerana itu, sudah selayaknya untuk diperhatikan oleh seluruh umat Islam. Dan hendaklah waspada, jangan sampai tidak berziarah padahal dia telah diberi kemampuan oleh Allah SWT, lebih-lebih bagi mereka yang telah melaksanakan ibadah haji. Kerana hak Nabi Muhammad SAW yang harus diberikan oleh umatnya sangat besar. Bahkan jika salah seorang di antara mereka datang dengan kepala dijadikan kaki dari ujung bumi yang terjauh hanya untuk berziarah ke Rasullullah SAW maka itu tidak akan cukup untuk memenuhi hak yang harus diterima oleh Nabi SAW dari umatnya. Mudah-mudahan Allah SWT membalas kebaikan Rasullullah SAW kepada kaum Muslimin dengan sebaik-baik balasan.” (I’anatut Thalibin, juz II, hal 313)

Lalu, bagaimana dengan kebimbangan Rasulullah SAW yang melarang umat Islam menjadikan makam beliau sebagai tempat berpesta, atau sebagai berhala yang disembah? Dalam hadis Rasulullah SAW:

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَتَتَّخِذُوْا قَبْرِي عِيْدًا وَلا تَجْعَلُوا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَصَلُّوْا عَلَيَّ فَاِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي

Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, dan janganlah kamu jadikan rumahmu sebagai kuburan. Maka bacalah selawat kepadaku. Kerana selawat yang kamu baca akan sampai kepadaku di mana saja kamu berada.” (Musnad Ahmad bin Hanbal: 8449)

Menjawab kebimbangan Nabi SAW ini, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Maliki al-Hasani menukil dari beberapa ulama, lalu berpendapat:

“Sebahagian ulama ada yang memahami bahawa yang dimaksud (oleh hadis itu adalah) larangan untuk berbuat tidak sopan ketika berziarah ke makam Rasulullah SAW. Iaitu dengan memainkan alat musik atau permainan lainnya, sebagaimana yang biasa dilakukan ketika ada perayaan. (Yang seharusnya dilakukan adalah) umat Islam berziarah ke makam Rasul hanya untuk menyampaikan salam kepada Rasul, berdo’a di sisinya, mengharap berkat melihat makam Rasul, mendoakan serta menjawab salam Rasulullah SAW. (Itu semua dilakukan) dengan tetap menjaga sopan santun yang sesuai dengan maqam kenabiannya yang mulia.” (Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush bainan Nazhariyyah wat-Tathbiq, 103)

Maka, berziarah ke makam Rasulullah SAW tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan sangat dianjurkan kerana akan mengingatkan kita akan jasa dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi salah satu bukti menunjukkan kecintaan kita kepada beliau.

Iklan

“Mereka Memanggilku Nabi Khidir Sedang yang aku tahu namaku Hamba .. dan aku cuma seorang Hamba Sahaya”

Mencari Khidir, Memburu Ilmu Hikmah

 Siapa yang tidak kenal dengan Nabi Khidir. Setiap orang, khususnya orang islam, pasti akrab dengan nama Khidir. Sesosok nabi yang nyentrik ajarannya dan cara penyampaiannya. Ajaran dan penyampaiannya terkadang membuat muridnya dibuat bertanya-tanya. Bahkan sekaliber Nabi Musa pun dibuat bertanya-tanya dengan tingkah laku Nabi Khidir. Cerita bergurunya Nabi Musa ke Nabi Khidir merupakan media Allah untuk menyadarkan Nabi Musa bahwa ada manusia yang lebih pintar dibanding dirinya.

 Konon Nabi Musa pernah ditanya oleh umatnya tentang siapa manusia yang paling pintar di dunia ini. Spontan Nabi Musa mengatakan bahwa dirinyalah yang paling pintar. Sikapnya ini mendapat teguran Allah, Nabi Musa kemudian disuruh berguru kepada seseorang yang ilmunya jauh lebih tinggi dibanding dirinya. Allah menunjukkan dimana orang tersebut tinggal. Nabi Musa dapat menemui Nabi Khidir pada pertemuan dua buah lautan (jama’ al bahrain). Tandanya, apabila ia membawa ikan yang sudah masak, kemudian dengan percikan air ikan tersebut bisa hidup kembali, itulah tempat Nabi Khidir berada.

Singkat cerita, Nabi Musa berhasil bertemu dengan Nabi Khidir. Nabi Musa diterima sebagai murid tetapi sejak awal Nabi Khidir sudah mengatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup menjalani semua persyaratan yang diajukannya. Persyaratan itu tidak lain adalah Nabi Musa dilarang bertanya segala tindakan Nabi Khidir sampai ia sendiri menjelaskan kepada Nabi Musa. Nabi Musa pun menyanggupinya. Namun, tidak disangka-sangka tindak laku Nabi Khidir ternyata di luar dugaan dan mengundang Nabi Musa untuk bertanya dengan segala tindakan yang dilakukan sang guru. Merasa Nabi Musa tak sanggup menjalani persyaratan sebagai murid kemudian Nabi Khidir memutuskan berpisah dengan Nabi Musa setelah menjelaskan maksud dari tindakannya.

 Bagi kita yang akrab dengan teori pembelajaran modern, dengan segala paradigmanya sebagai seorang pembelajar, apa yang dilakukan Nabi Musa merupakan hal yang wajar. Bahkan, sebagai seorang murid sudah selayaknya murid aktif bertanya kepada sang guru. Tetapi inilah kenyataannya, kenyataan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir yang mewedar ilmu. Nabi Musa tak sanggup menangkap hikmah di balik kejadian. Nabi Musa tak bisa membaca “masa datang” kecuali “masa kini” yang dihadapi. Salahkah Nabi Musa? Jelas di sini tidak bisa dihukumi siapa yang salah dan siapa yang benar. Yang jelas Nabi Musa sendiri telah melanggar perjanjian antara murid dan guru, bahasa kerennya sekarang melanggar kontrak belajar yang telah disepakati.

 Lantas siapa Nabi Khidir itu, sampai Allah pun harus menyuruh Nabi Musa untuk berguru kepadanya? Apa kelebihannya? Sosok Nabi Khidir tak hanya terkenal pada cerita Nabi Musa. Menurut cerita, Sunan Kalijaga yang bergelar Syeh Malaya pun pernah bertemu dengan Nabi Khidir di tengah lautan. Saat Sunan Kalijaga hendak menunaikan haji ke Mekkah, beliau bertemu dengan Nabi Khidir dan menyuruhnya Sang Sunan untuk kembali ke tempat tinggalnya sebab yang dicarinya tidak ada, kecuali di hati Sang Sunan sendiri. Sekali lagi, wejangan Nabi Khidir terasa ganjil, namun di balik keganjilannya itu tersimpan berbuku-buku hikmah yang harus direnungkan oleh para muridnya.

 Hal yang paling melekat dengan Nabi Khidir adalah lautan (air) dan keunikan ajarannya. Terkadang Nabi Khidir dijuluki “nabi air”, sebab para pencarinya menemukan atau bertemu dengan di air meski ini tidak selamanya. Sedangkan keunikan, keganjilan cara penyampaian bahkan isinya menjadi ciri khas Nabi Khidir. Sehingga Nabi Khidir dijuluki guru hikmah. Nabi Khidir sendiri dianugerahi ilmu laduni; ilmu yang bersifat langsung dari Allah (QS. 18: 65). Tak pelak, hal inilah yang menjadikan Khidir sebagai ikon guru ruhani dalam tradisi spiritual Islam.

Nabi Khidir merupakan nama julukan, nama kecilnya adalah Balya. Ia mendapat julukan tersebut (Khidir)-berasal dari kata Khudrun artinya hijau- kerena di mana pun ia pernah duduk atau menginjakkan kaki, selalu tumbuh rumput hijau karena tanahnya menjadi subur. Nabi Khidir sendiri merupakan anak seorang raja yang kemudian diasingkan di daerah terpencil bersama ibunya. Setelah dewasa Nabi khidir mengikuti sayembara penulisan suhuf-suhuf firman Allah yang diadakan oleh sang raja (ayahnya) dan berhasil memenangkan sayembara tersebut. Kekaguman sang raja akan keelokan tulisan Nabi Khidir membuat sang raja menelisik asal-usul Nabi Khidir. Setelah diketahui asal-usulnya khidir yang tak lain merupakan putranya sendiri, sang raja berkenan Nabi Khidir agar tetap tinggal di istana untuk meneruskan tahtanya tetapi Nabi Khidir menolaknya dan memilih pulang ke kampung halaman, tinggal bersama ibunya.

 Semasa pemerintah Iskandar Agung, Nabi Khidir diangkat menjadi wazir utama. Konon, Raja Zulkarnain didatangi malaikat, raja menggunakan kesempatan pertemuan tersebut untuk bertanya perihal tentang jalan yang bisa ditempuh manusia supaya tidak mati hingga hari kiamat datang. Malaikat menceritakan bahwa ada ma’ul hayat (air kehidupan). Siapa saja yang dapat meminumnya walaupun sedikit, dia tidak akan mati, kecuali nanti waktu sangkakala ditiup. Raja kesengsem dengan jawaban malaikat. Malaikat pun menceritakan bahwa air tersebut berada di daerah kutub, sangat samar, hampir dikatakan gelap.

 Raja bersama rombongan, tak terkecuali Nabi Khidir, berusaha mencari air kehidupan tersebut. Sayangnya, setelah lama mencarinya tidak kunjung pula air tersebut ditemukan. Hanya Nabi Khidir-lah yang menemukan air tersebut kemudian meminumnya. Itulah mengapa Nabi Khidir tetap hidup hingga saat ini.

 Sosok Nabi Khidir banyak dicari oleh orang. Kehadirannya diyakini dapat membawa berkah dan membukakan pntu hikmah meski pertemuan itu hanya sebentar. Seperti yang dialami dialami Nabi Musa. Tidak diragukan Ilmu Nabi Musa tentunya sangat luas apalagi kapasitasnya sebagai nabi yang melayani umat. Namun, di balik kepintaran tersebut masih ada kekurangan yakni ilmu masa depan alias ilmu kewaskitaan. Hingga akhirnya Allah menyuruh Nabi Musa berguru kepada Nabi Khidir.

 Kedatangan dan pertemuan dengan Nabi Khidir memang tidak bisa dijadwalkan. Ia datang tak diundang, pergi pun sesuka hatinya. Dia hadir jika ada yang membutuhkan dengan niat tulus dan terkadang kedatangannya untuk menyadarkan orang yang didatangi. Seperti yang dialami oleh raja besar di Balkha. Raja ini merupakan raja yang kaya banyak pengawalnya. Suatu malam sang raja dikejutkan oleh suara di atas atap rumah. Ketika ditanya orang yang berada di atas itu menjawab bahwa dia sedang mencari untanya yang hilang. Seketika sang raja mengatakan aneh, sebab mencari unta di atas atap. Tetapi laki-laki itu malah menjawab kelakuan sang raja lebih aneh lagi sebab mencari ridho Allah kok berbalut dengan kemewahan.

Begitu pula saat sang raja mengadakan sidang bersama punggawanya, tiba-tiba datang seorang laki-laki tanpa permisi. Ketika ditanya apa keperluannya, sang laki-laki itu mengatakan bahwa istana ini hanya peristirahatan para kafilah. Tentu saja sang raja marah sebab istana disebut sebagai tempat peristirahatan.

“Ini bukan persinggahan para kafilah yang kelelahan. Ini adalah istanaku, “ bentak sang raja merasa terhina.

“Istanamu? Sebelum engkau, siapa yang menempatinya?”

“Bapakku”

“Sebelum bapakmu, siapa yang punya?”

“Kakekku”

“Sebelum kakekmu?”

“Bapak dari kakekku.”

“Sekarang mereka berada di mana?”

“Mereka sudah meninggal dunia”

“Berarti tepat benar: tempat ini adalah persinggahan sementara saja. Nanti sebentar lagi engkau juga akan meninggalkannya.” Kemudian orang itu hilang. Ternyata orang itu tidak lain adalah Nabi Khidir yang datang memberi nasehat agar menyadari bahwa kehidupan dunia itu fana belaka, bukan tujuan utama setiap manusia beriman.

Nabi Khidir bak harta karun terpendam yang banyak diburu oleh banyak orang dengan berbagai macam keperluan dan keinginan. Seperti yang dialami oleh tiga bersaudara (Ubai, Ammar dan Khafid) ketiganya merupakan dari keluarga miskin. Tekad mereka adalah ingin bertemu dengan Nabi Khidir, tujuannya tidak lain meminta Nabi Khidir mendoakan agar mereka dapat hidup layak.

 Ketiganya mendatangi Masjidil Haram, sebab pada hari “haji akbar” Nabi Khidir berada di sana. Setiap orang dijabat tangani, menurut keyakinan jempolnya Nabi Khidir itu empuk seperti kapas. Setelah ketemu dengan Nabi Khidir mereka bertega menyampaikan tujuannya masing-masing. Ubai meminta didoakan supaya menjadi orang kaya, Ammar menjadi seorang raja sedangkan Khafid agar menjadi orang alim. Nabi Khidir pun berkenan mendoakan setelah mereka dijanji supaya tidak lupa dengan kewajibannya jika kelak mereka berhasil cita-citanya.

 Bertiganya berhasil sesuai harapan awalnya. Ubai menjadi kaya, Ammar menjadi seorang raja, dan Khafid menjadi Alim yang mempunyai banyak santri. Namun, Ubai menjadi sombong dan congkak terhadap orang-orang miskin. Ammar pun menjadi raja yang sewenang-wenang. Maka Nabi Khidir perlu menyadarkan keduannya, tetapi kedatangannya malah disia-siakan oleh keduanya. Berkat doa’a Nabi Khidir keduanya kembali ke kehidupan semula: menjadi miskin dan sengsara. Hanya Khafid yang lurus dengan janjinya.

 Cerita Nabi Khidir ini menjadi bahan renungan sekaligus tamparan kepada kita di realita kehidupan. Sosok wali, orang yang berkaromah terkadang hanya dimanfaatkan oleh kepentingan duniawi. Doanya hanya dimanfaatkan untuk meraih sesutau yang sementara dan fana. Merangkak-rangkak kita meminta didoakan supaya terkabul segala hajat namun setelah berhasil kita lupa dengan janji semuanya. Inilah realita bagaimana agama, wali, bahkan ayat-ayat Al-Qur’an terkadang hanya dimanfaatkan hanya untuk memburu kemewahan dunia. Padahal kehadirannya (agama, wali, nabi dan kitab suci) tidak lain sebagai pembawa kabar gembira sekalipun peringatan (bashiran wa nadhiran).   Wa’allahu a’lam.

 

DOA NABI KHIDIR AS, DOA KESELAMATAN DAN MEMINTA HAJAT

 دُعَاء الفرَج لِسَيِِدِّنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِدِّنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللطَّفَاءِ وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ

كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَانَتِ وَسَاوسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَ نِيَّة عِنْدَكَ ، وَعَلا نَّيةُ اْلقَوْلِ كَالسَّرِ فِى عِلْمِكَ

، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْء لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والاَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ .

اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجَا وَمَخرَجَا اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوُزُكَ

عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَُكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ،

أَدْعُوكَ اَمِنا وَأَسْألُكَ مُسْتَأنِسَا . وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَّى ، وَأَنَا الْمُسِىُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنَكَ ، تَتَوَدَدُ

إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى وَلَكِنَّ الثَّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسِانِكَ

. عَلَي إِنَّكَ أَنْتَ التَّوِابُ الَّرَحِيم وَصَلَ الله عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

 Terjemahnya

Doa Al Faraj li Sayyidina Al Khidir Alaihissalam

Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa

shahbihi wa sallam,

Allahumma kamaa lathafta fii ‘adhamatika duunalluthafaa, wa ‘alawta bi‘adhamatika

alal ‘udhamaa, wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fauqa ‘arsyika, wa kaanat

wasaawisasshuduuri kal’alaniyyati ‘indaka, wa ‘alaa niyyatilqauli kassirri fii ilmika,

wanqaada kullu syay’in li ‘adhamatika, wa khadha’a kullu dzi sulthaanin li sulthaanika, wa

shaara amruddunya wal akhirati kulluhu biyadika.

Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farajan wa makhrajaa,

Allahumma inna ‘afawaka ‘an dzunuubiy, wa tajaawazaka ‘an khathii’athiy, wa sitraka alaa

qabiihi a’maaliy, athmi’niy ‘an as’aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qashhartu fiihi,

ad’uuka aaminan, wa as;aluka musta;anisaa.

Wa innakalmuhsinu ilayya, wa analmusii’i ilaa nafsiy fiima bayniy wa bainaka, tatawaddaduu

300 kenalilah akidahmu 2

ilayya bini’matika, wa atabagghadhu ilaika bilma’ashiy, walakinnattsiqata bika hamalatniy

alal Jaraa’ati ‘alaika, fa’ud bifadhlika wa ihsaanika alayya. innaka antattawaburrahiim ,wa

shalallahu alaa Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi wa sallim.

 

 DOA MOHON KESELAMATAN NABI KHIDIR AS

 Wahai Allah, Sebagaimana Engkau telah berlemah lembut dalam Keagungan Mu melebih

segenap kelembutan, dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan Mu melebihi semua Keagungan,

Dan Engkau Maha Mengetahui terhadapa apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana Engkau

Maha Mengetahui apa apa yg terjadi Arsy Mu, dan semua yg telah terpendam merisaukan hati

adalah jelas terlihat dihadapan Mu, dan segala yg terang terangan diucapkan adalah Rahasia

Yang terpendam dalam Pengetahuan Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan Mu,

dan tunduk segala penguasa dibawah Kekuasaan Mu, maka jadilah segenap permasalahan

dunia dan akhirat dalam Genggaman Mu, Maka jadikanlah segala permasalahanku dan

kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini, Wahai

Allah kumohon maaf Mu atas dosa dosaku, dan kumohon pengampunan Mu atas kesalahan

kesalahanku, dan kumohon tabir penutup Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku

dan puaskan aku dari permohonanku yg sebenarnya tidak pantas diberikan pada Ku karena

kehinaanku, kumohon pada Mu keamanan, dan kumohon pada Mu Kedamaian bersama Mu,

Sungguh selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku

atas hubunganku dengan Mu, Kau Ulurkan Cinta kasih sayang lembut Mu padaku dengan

kenikmatan kenikmatan Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan Mu dg perbuatan

dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada Mu membawaku untuk memberanikan diri

lancang memohon pada Mu, maka kembalikanlah dengan Anugerah Mud an Kebaikan Mu

padaku, Sungguh Engkau Maha Menerima hamba hamba yg menyesal dan Engkau Maha

Berkasih sayang,

Dan shalawat serta salam atas Sayyidina Muhammad serta keluarga dan limpahan salam, dan

segala puji bagi Allah Pemilik Alam semesta

 

 Sholawat Nabi Khidir AS,

  

 Bismillahirrohmanirrohim

Allahumma Sholli Wa Sallim Wabarik Ala Sayyidina Muhammadin Wa Ala Aalihi Kamala Nihayata Likamalika Wa’adada Kamalihi

Artinya:

Ya Allah Limpahkanlah Rahmat Keselamatan dan berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW dan keluarganya sebagaimana tiada batas akhir atas kesempurnaan-Mudan sebanyak hitungan kesempurnaan-Mu …

Fun.: Some Nights

Some nights I stay up cashing in my bad luck
Some nights I call it a draw
Some nights I wish that my lips could build a castle
Some nights I wish they’d just fall off

But I still wake up, I still see your ghost
Oh, Lord, I’m still not sure what I stand for oh
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Most nights I don’t know anymore…
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh,
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh

This is it, boys, this is war – what are we waiting for?
Why don’t we break the rules already?

I was never one to believe the hype
Save that for the black and white
I try twice as hard and I’m half as liked,
But here they come again to jack my style

That’s alright (that’s alright)
I found a martyr in my bed tonight
She stops my bones from wondering just who I am, who I am, who I am
Oh, who am I? Mmm… Mmm…

Well, some nights I wish that this all would end
‘Cause I could use some friends for a change.
And some nights I’m scared you’ll forget me again
Some nights I always win, I always win…

But I still wake up, I still see your ghost
Oh, Lord, I’m still not sure what I stand for, oh
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Whoa oh oh (What do I stand for?)
Most nights I don’t know… (oh, come on)

So this is it. I sold my soul for this?
Washed my hands of that for this?
I miss my mom and dad for this?

(Come on)

No. When I see stars, when I see, when I see stars, that’s all they are
When I hear songs, they sound like this one, so come on.
Oh, come on. Oh, come on. Oh, come on!

Well, that is it guys, that is all – five minutes in and I’m bored again
Ten years of this, I’m not sure if anybody understands
This one is not for the folks at home;
Sorry to leave, mom, I had to go
Who the fuck wants to die alone all dried up in the desert sun?

My heart is breaking for my sister and the con that she call “love”
When I look into my nephew’s eyes…
Man, you wouldn’t believe the most amazing things that can come from…
Some terrible nights… ah..

Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh,
Oh, whoa, oh, whoa, oh, whoa, oh, oh

The other night you wouldn’t believe the dream I just had about you and me
I called you up but we’d both agree

It’s for the best you didn’t listen
It’s for the best we get our distance… Oh…
It’s for the best you didn’t listen
It’s for the best we get our distance… Oh…

 

Beberapa malam

Beberapa malam aku begadang menguangkan nasib buruk saya
Beberapa malam aku menyebutnya imbang
Beberapa malam aku berharap bahwa bibirku bisa membangun sebuah benteng
Beberapa malam aku berharap mereka hanya akan jatuh

Tapi aku masih bangun , saya masih melihat hantu
Oh , Tuhan , aku masih tidak yakin apa yang saya perjuangkan oh
Whoa oh oh ( Apa yang saya perjuangkan ? )
Whoa oh oh ( Apa yang saya perjuangkan ? )
Hampir setiap malam aku tidak tahu lagi …
Oh , whoa , oh , whoa , oh , whoa , oh, oh ,
Oh , whoa , oh , whoa , oh , whoa , oh, oh

Ini dia , anak-anak , ini adalah perang – apa yang kita tunggu ?
Mengapa kita tidak melanggar aturan yang sudah ?
Aku tidak pernah satu untuk percaya hype
Simpan bahwa untuk hitam dan putih
Saya berusaha dua kali lebih keras dan aku setengah suka ,
Tapi di sini mereka datang lagi untuk jack gaya saya

Itu baik-baik saja ( yang baik-baik saja )
Saya menemukan martir di tempat tidur saya malam ini
Dia berhenti tulang-tulangku dari bertanya-tanya siapa saya , siapa saya , siapa saya
Oh , siapa aku ? Mmm … Mmm …

Nah , beberapa malam aku berharap bahwa semua ini akan berakhir
Karena aku bisa menggunakan beberapa teman untuk perubahan .
Dan beberapa malam aku takut Anda akan lupa lagi
Beberapa malam aku selalu menang , saya selalu menang …

Tapi aku masih bangun , saya masih melihat hantu
Oh , Tuhan , aku masih tidak yakin apa yang saya perjuangkan , oh
Whoa oh oh ( Apa yang saya perjuangkan ? )
Whoa oh oh ( Apa yang saya perjuangkan ? )
Hampir setiap malam aku tidak tahu … ( oh , ayolah )

Jadi ini dia . Saya menjual jiwaku untuk ini ?
Mencuci tangan saya itu untuk ini ?
Aku rindu ibu dan ayah untuk ini ?

( Ayo )

Tidak Ketika saya melihat bintang-bintang , ketika saya melihat , ketika saya melihat bintang-bintang , itu semua mereka
Ketika saya mendengar lagu , mereka terdengar seperti ini , jadi datang pada .
Oh , ayolah . Oh , ayolah . Oh , ayolah !

Nah , yang itu guys, itu semua – lima menit dan aku bosan lagi
Sepuluh tahun ini , saya tidak yakin apakah ada memahami
Yang satu ini bukan untuk orang-orang di rumah ;
Maaf untuk pergi, ibu , aku harus pergi
Siapa ingin mati saja semua kering di bawah sinar matahari padang pasir ?

Hati saya hancur untuk adikku dan kontra yang dia sebut ” cinta “
Ketika saya melihat ke mata keponakan saya …
Man , Anda tidak akan percaya hal yang paling menakjubkan yang bisa datang dari …
Beberapa malam yang mengerikan … ah ..

Oh , whoa , oh , whoa , oh , whoa , oh, oh ,
Oh , whoa , oh , whoa , oh , whoa , oh, oh

Malam itu Anda tidak akan percaya mimpi saya hanya memiliki sekitar Anda dan saya
Aku menelepon Anda tapi kami berdua setuju

Ini untuk yang terbaik Anda tidak mendengarkan
Ini untuk yang terbaik yang kita mendapatkan jarak kami … Oh …
Ini untuk yang terbaik Anda tidak mendengarkan
Ini untuk yang terbaik yang kita mendapatkan jarak kami … Oh …

Hai Ma ~ W.S. Rendra

Ma,
bukan maut yang menggetarkan hatiku
Tetapi hidup yang tidak hidup
karena kehilangan daya dan kehilangan fitrahnya

Ada malam-malam aku menjalani
lorong panjang tanpa tujuan kemana-mana
Hawa dingin masuk ke badanku yang hampa
padahal angin tidak ada
Bintang-bintang menjadi kunang-kunang
yang lebih menekankan kehadiran kegelapan
Tidak ada pikiran, tidak ada perasaan,
tidak ada suatu apa…..

Hidup memang fana Ma,
Tetapi keadaan tak berdaya
membuat diriku tidak ada
Kadang-kadang aku merasa terbuang ke belantara,
dijauhi ayah bunda dan ditolak para tetangga
Atau aku terlantar di pasar, aku berbicara
tetapi orang-orang tidak mendengar
Mereka merobek-robek buku
dan menertawakan cita-cita
Aku marah, aku takut, aku gemetar,
namun gagal menyusun bahasa

Hidup memang fana Ma,
itu gampang aku terima
Tetapi duduk memeluk lutut sendirian di savanna
membuat hidupku tak ada harganya
Kadang-kadang aku merasa
ditarik-tarik orang kesana-kemari,
mulut berbusa sekedar karena tertawa
Hidup cemar oleh basa-basi dan
orang-orang mengisi waktu dengan pertengkaran edan
yang tanpa persoalan, atau percintaan tanpa asmara,
dan senggama yang tidak selesai

Hidup memang fana, tentu saja Ma
Tetapi akrobat pemikiran dan kepalsuan yang dikelola
mengacaukan isi perutku
lalu mendorong aku menjerit-jerit sambil tak tahu kenapa

Rasanya setelah mati berulang kali
tak ada lagi yang mengagetkan dalam hidup ini
Tetapi Ma,
setiap kali menyadari adanya kamu di dalam hidupku ini
aku merasa jalannya arus darah di sekujur tubuhku
Kelenjar-kelenjarku bekerja, sukmaku menyanyi,
dunia hadir, cicak di tembok berbunyi,
tukang kebun kedengaran berbicara kepada putranya
Hidup menjadi nyata, fitrahku kembali

Mengingat kamu Ma
adalah mengingat kewajiban sehari-hari
Kesederhanaan bahasa prosa, keindahan isi puisi
Kita selalu asyik bertukar pikiran ya Ma
Masing-masing pihak punya cita-cita,
masing-masing pihak punya kewajiban yang nyata

Hai Ma,
apakah kamu ingat aku peluk kamu di atas perahu
Ketika perutmu sakit dan aku tenangkan kamu
dengan ciuman-ciuman di lehermu
Masya Allah, aku selalu kesengsam dengan bau kulitmu
Ingatkah waktu itu aku berkata :
Kiamat boleh tiba, hidupku penuh makna
Wuah aku memang tidak rugi ketemu kamu di hidup ini

Dan apabila aku menulis sajak
aku juga merasa bahwa
Kemaren dan esok adalah hari ini
Bencana dan keberuntungan sama saja
Langit di luar langit di badan bersatu dalam jiwa

Sudah ya Ma…

Jakarta, Juli 1992