SELAMATKAN GENERASI MUSLIM DARI PEMBODOHAN DAN KEBOHONGAN SEJARAH!

Awal Masuk Islam di Indonesia

Sebelum kita mengenal beberapa teori tentang penyebaran Islam di Nusantara, perlu di perhatikan bahwa Politik Luar Negeri Negara Khilafah terdiri dari dua; Da’wah dan Jihad. Awalnya negeri yang di targetkan akan di beri da’wah, ketika menerima maka tidak ada perang di sana. Namun, ketika menolak, maka akan terjadi Jihad dan Futuhat (Pembebasan). Dua hal ini adalah politik Luar Negeri, dimana di setiap perkembangan akan di sampaikan kepada Khalifah.

Itu pula yang terjadi di Indonesia. Jika penyebaran Islam di lakukan oleh pedagang semata, bukan Da’i atau utusan, maka apakah akan ada laporan kepada Khalifah? Lalu, apakah penyebaran lewat jalur perdagangan merupakan Politik Luar Negeri? Apakah penyebaran Islam dengan jalur perdagangan hanya propaganda untuk menutupi bahwa Nusantara pernah menjadi fokus Da’wah Islam dan menjadi bagian dari Khilafah?

Dari teori Islamisasi oleh Arab dan China, Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam Indonesia, mengaitkan dua teori Islamisasi tersebut. Islam datang ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Penyebarannya pun bukan dilakukan oleh para pedagang dari Persia atau India, melainkan dari Arab. Sumber versi ini banyak ditemukan dalam literatur-literatur China yang terkenal, seperti buku sejarah tentang China yang berjudul Chiu Thang Shu.

Menurut buku ini, orang-orang Ta Shih, sebutan bagi orang-orang Arab, pernah mengadakan kunjungan diplomatik ke China pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah. Empat tahun kemudian, dinasti yang sama menerima delegasi dari Tan Mi Mo Ni’, sebutan untuk Amirul Mukminin. Selanjutnya, buku itu menyebutkan, bahwa delegasi Tan Mi Mo Ni’ itu merupakan utusan yang dikirim oleh khalifah yang ketiga. Ini berarti bahwa Amirul Mukminin yang dimaksud adalah Khalifah Utsman bin Affan.

Pada masa berikutnya, delegasi-delegasi muslim yang dikirim ke China semakin bertambah. Pada masa Khilafah Umayyah saja, terdapat sebanyak 17 delegasi yang datang ke China. Kemudian pada masa Dinasti Abbasiyah, ada sekitar 18 delegasi yang pernah dikirim ke China.

Bahkan pada pertengahan abad ke-7 Masehi, sudah terdapat perkampungan-perkampungan muslim di daerah Kanton dan Kanfu. Sumber tentang versi ini juga dapat diperoleh dari catatan-catatan para peziarah Budha-China yang sedang berkunjung ke India. Mereka biasanya menumpang kapal orang-orang Arab yang kerap melakukan kunjungan ke China sejak abad ketujuh. Tentu saja, untuk sampai ke daerah tujuan, kapal-kapal itu melewati jalur pelayaran Nusantara.

Beberapa catatan lain menyebutkan, delegasi-delegasi yang dikirim China itu sempat mengunjungi Zabaj atau Sribuza, sebutan lain dari Sriwijaya. Mereka umumnya mengenal kebudayaan Budha Sriwijaya yang sangat dikenal pada masa itu. Kunjungan ini dikisahkan oleh Ibnu Abd al-Rabbih, ia menyebutkan bahwa sejak tahun 100 hijriah atau 718 Masehi, sudah terjalin hubungan diplomatik yang cukup baik antara Raja Sriwijaya, Sri Indravarman dengan Khalifah Umar Ibnu Abdul Aziz.

Lebih jauh, dalam literatur China itu disebutkan bahwa perjalanan para delegasi itu tidak hanya terbatas di Sumatera saja, tetapi sampai pula ke daerah-daerah di Pulau Jawa. Pada tahun 674-675 Masehi, orang-orang Ta Shi (Arab) yang dikirim ke China itu meneruskan perjalanan ke Pulau Jawa. Menurut sumber ini, mereka berkunjung untuk mengadakan pengamatan terhadap Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga, yang terkenal sangat adil itu.

Pada periode berikutnya, proses Islamisasi di Jawa dilanjutkan oleh Wali Songo. Mereka adalah para muballig yang paling berjasa dalam mengislamkan masyarakat Jawa. Dalam Babad Tanah Djawi disebutkan, para Wali Songo itu masing-masing memiliki tugas untuk menyebarkan Islam ke seluruh pelosok Jawa melalui tiga wilayah penting. Wilayah pertama adalah, Surabaya, Gresik, dan Lamongan di Jawa Timur.

Wilayah kedua adalah, Demak, Kudus, dan Muria di Jawa Tengah. Dan wilayah ketiga adalah, Cirebon di Jawa Barat. Dalam berdakwah, para Wali Songo itu menggunakan jalur-jalur tradisi yang sudah dikenal oleh orang-orang Indonesia kuno. Yakni melekatkan nilai-nilai Islam pada praktik dan kebiasaan tradisi setempat. Dengan demikian, tampak bahwa ajaran Islam sangat luwes, mudah dan memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa.

Selain berdakwah dengan tradisi, para Wali Songo itu juga mendirikan pesantren-pesantren, yang digunakan sebagai tempat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam, sekaligus sebagai tempat pengaderan para santri. Pesantren Ampel Denta dan Giri Kedanton, adalah dua lembaga pendidikan yang paling penting di masa itu. Bahkan dalam pesantren Giri di Gresik, Jawa Timur itu, Sunan Giri telah berhasil mendidik ribuan santri yang kemudian dikirim ke beberapa daerah di Nusa Tenggara dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

Penjajah Belanda Menghapuskan Jejak Khilafah

Pada masa penjajahan, Belanda berupaya menghapuskan penerapan syariah Islam oleh hampir seluruh kesultanan Islam di Indonesia. Salah satu langkah penting yang dilakukan Belanda adalah menyusupkan pemikiran dan politik sekular melalui Snouck Hurgronye. Dia menyatakan dengan tegas bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama.

Dari pandangan Snouck tersebut penjajah Belanda kemudian berupaya melemahkan dan menghancurkan Islam dengan 3 cara. Pertama: memberangus politik dan institusi politik/pemerintahan Islam. Dihapuslah kesultanan Islam. Contohnya adalah Banten. Sejak Belanda menguasai Batavia, Kesultanan Islam Banten langsung diserang dan dihancurkan. Seluruh penerapan Islam dicabut, lalu diganti dengan peraturan kolonial.

Kedua: melalui kerjasama raja/sultan dengan penjajah Belanda. Hal ini tampak di Kerajaan Islam Demak. Pelaksanaan syariah Islam bergantung pada sikap sultannya. Di Kerajaan Mataram, misalnya, penerapan Islam mulai menurun sejak Kerajaan Mataram dipimpin Amangkurat I yang bekerjasama dengan Belanda.

Ketiga: dengan menyebar para orientalis yang dipelihara oleh pemerintah penjajah. Pemerintah Belanda membuat Kantoor voor Inlandsche zaken yang lebih terkenal dengan kantor agama (penasihat pemerintah dalam masalah pribumi). Kantor ini bertugas membuat ordonansi (UU) yang mengebiri dan menghancurkan Islam. Salah satu pimpinannya adalah Snouck Hurgronye.

Dikeluarkanlah: Ordonansi Peradilan Agama tahun 1882, yang dimaksudkan agar politik tidak mencampuri urusan agama (sekulerisasi); Ordonansi Pendidikan, yang menempatkan Islam sebagai saingan yang harus dihadapi; Ordonansi Guru tahun 1905 yang mewajibkan setiap guru agama Islam memiliki izin; Ordonansi Sekolah Liar tahun 1880 dan 1923, yang merupakan percobaan untuk membunuh sekolah-sekolah Islam. Sekolah Islam didudukkan sebagai sekolah liar.

Demikianlah, syariah Islam mulai diganti oleh penjajah Belanda dengan hukum-hukum sekuler. Hukum-hukum sekuler ini terus berlangsung hingga sekarang. Walhasil, tidak salah jika dikatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku di negeri ini saat ini merupakan warisan dari penjajah; sesuatu yang justru seharusnya dienyahkan oleh kaum Muslim, sebagaimana mereka dulu berhasil mengenyahkan sang penjajah: Belanda

salin dan bagikan kembali dari halaman tetangga

Iklan

NAMA SURAT DAN ARTI SERTA JUMLAH AYAT

1 AL-FATIHAH PEMBUKAAN 7
2 AL-BAQARAH SAPI BETINA 286
3 ALI IMRAN KELUARGA IMRAN 200
4 ANNISA WANITA 176
5 AL-MA`IDAH HIDANGAN 120
6 AL-AN’AM BINATANG TERNAK 165
7 AL-A’RAF TEMPAT TERTINGGI 206
8 AL-ANFAL RAMPASAN PERANG 75
9 ATTAUBAH PENGAMPUNAN 129
10 YUNUS NABI YUNUS 109
11 HUD NABI HUD 123
12 YUSUF NABI YUSUF 111
13 ARRA’DU GURUH 43
14 IBRAHIM NABI IBRAHIM 52
15 AL-HIJRU DAERAH HIJIR 99
16 ANNAHLU LEBAH 128
17 AL-ISRA PERJALANAN DI MALAM HARI 111
18 AL-KAHFI GUA 110
19 MARYAM SITI MARYAM 98
20 TOHA TOHA 135
21 AL-ANBIYA NABI-NABI 112
22 AL-HAJJ HAJI 78
23 AL-MU`MINUN ORANG-ORANG YANG BERIMAN 118
24 ANNUR CAHAYA 64
25 AL-FURQAN PEMBEDA 77
26 ASY-SYU’ARA PENYAIR-PENYAIR 227
27 ANNAMLU SEMUT 93
28 AL-QASHASH KISAH-KISAH 88
29 AL-‘ANKABUT LABA-LABA 69
30 ARRUM BANGSA RUM 60
31 LUQMAN LUQMAN 34
32 ASSAJDAH SUJUD 30
33 AL-AHZAB GOLONGAN YANG BERSEKUTU 73
34 SABA` NEGERI SABA 54
35 FATHIR PENCIPTA 45
36 YASIN YASIN 83
37 ASH-SHAFFAT YANG BERBARIS 182
38 SHAD SHAD 88
39 AZZUMAR ROMBONGAN-ROMBONGAN 75
40 AL-MU`MIN ORANG BERIMAN 85
41 FUSHSHILAT YANG DIJELASKAN 54
42 ASY-SYURA MUSYAWARAH 53
43 AZZUKHRUF PERHIASAN 89
44 ADDUKHAN KABUT 59
45 AL-JATSIYAH YANG BERLUTUT 37
46 AL-AHQAF BUKIT-BUKIT PASIR 35
47 MUHAMMAD NABI MUHAMMAD 38
48 AL-FATHU KEMENANGAN 29
49 AL-HUJURAT KAMAR-KAMAR 18
50 QAF QAF 45
51 ADZ-DZARIYAT ANGIN YANG MENERBANGKAN 60
52 ATH-THUR BUKIT THUR 49
53 ANNAJMU BINTANG 62
54 AL-QAMAR BULAN 55
55 ARRAHMAN MAHA PEMURAH 78
56 AL-WAQI’AH HARI KIAMAT 96
57 AL-HADID BESI 29
58 AL-MUJADILAH WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN 22
59 AL-HASYR PENGUSIRAN 24
60 AL-MUMTAHANAH PEREMPUAN YANG DIUJI 13
61 ASH-SHAF BARISAN 14
62 AL-JUMU’AH HARI JUM’AT 11
63 AL-MUNAFIQUN ORANG-ORANG MUNAFIK 11
64 ATTAGHABUN HARI DITAMPAKKAN 18
65 ATH-THALAQ TALAQ 12
66 ATTAHRIM MENGAHARAMKAN 12
67 AL-MULKU KERAJAAN 30
68 AL-QALAM QOLAM 52
69 AL-HAQQAH HARI KIAMAT 52
70 AL-MA’ARIJ TEMPAT-TEMPAT NAIK 44
71 NUH NABI NUH 28
72 AL-JINN JIN 28
73 AL-MUZAMMIL ORANG-ORANG BERSELIMUT 20
74 AL-MUDDATS-TSIR ORANG YANG BERKEMUL 56
75 AL-QIYAMAH HARI KIAMAT 40
76 AL-INSAN MANUSIA 31
77 AL-MURSALAT MALAIKAT YANG DIUTUS 50
78 ANNABA` BERITA 40
79 ANNAZI’AT MALAIKAT YANG MENCABUT 46
80 ‘ABASA BERMUKA MASAM 42
81 ATTAKWIR MENGGULUNG 29
82 AL-INFITHAR TERBELAH 19
83 ATTATHFIF KECURANGAN 36
84 AL-INSYIQAQ TERBELAH 25
85 AL-BURUJ GUGUSAN BINTANG 22
86 ATH-THARIQ YANG DATANG DI MALAM HARI 17
87 AL-A’LA YANG PALING TINGGI 19
88 AL-GHASYIYAH HARI PEMBALASAN 26
89 AL-FAJR FAJAR 30
90 AL-BALAD NEGERI 20
91 ASY-SYAMSU MATAHARI 15
92 AL-LAIL MALAM 21
93 ADH-DHUHA WAKTU DUHA 11
94 AL-INSYIRAH KELAPANGAN 8
95 ATTIN BUAH TIN 8
96 AL-‘ALAQ SEGUMPAL DARAH 19
97 AL-QADAR KEMULIAAN 5
98 AL-BAYYINAH BUKTI 8
99 AZZILZAL KEGONCANGAN 8
100 AL-‘ADIYAT KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG 11
101 AL-QARI’AH HARI KIAMAT 11
102 ATTAKATSUR BERMEGAH-MEGAHAN 8
103 AL-‘ASHR WAKTU 3
104 AL-HUMAZAH PENGUMPAT 9
105 AL-FIL GAJAH 5
106 QURAISY SUKU QURAISY 4
107 AL-MA’UN BARANG-BARANG YANG BERGUNA 7
108 AL-KAUTSAR NIKMAT YANG BESAR 3
109 AL-KAFIRUN ORANG-ORANG KAFIR 6
110 ANNASHRU PERTOLONGAN 3
111 ALLAHAB GEJOLAK API 5
112 AL-IKHLASH PEMURNIAN KEESAAN ALLAH 4
113 AL-FALAQ WAKTU SHUBUH 5
114 ANNAS MANUSIA 6
STATISTIK JUMLAH TOTAL AYAT 6236
JUMLAH SURAT DENGAN AYAT LEBIH DARI 120 11
JUMLAH SURAT DENGAN AYAT ANTARA 80 SAMPAI 120 16
JUMLAH SURAT DENGAN AYAT KURANG DARI 80 INILAH JAWABAN NYA

Mengapa Harus Menghirup Air Saat Berwudhu?

Pintu masuk kotoran ke dalam tubuh, salah satunya adalah melalui lubang hidung. Berbagai kotoran dan debu yang beterbangan dan tak terlihat oleh mata, dapat terhirup masuk ke dalam hidung. Apalagi dengan polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. 

Hal itu dapat menyebabkan kesehatan terganggu. Karena itu, sebaiknya kita senantiasa menjaga kebersihan hidung dengan cara membersihkannya menggunakan air, yaitu memasukkannya (menghirup) ke dalam hidung kemudian dikeluarkan kembali.

 
Dalam wudhu disunatkan menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini adalah penangkal efektif ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan kanker secara dini.
 
Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim, tentang manfaat kesehatan wudhu, dijelaskan, bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar, maka tubuh seseorang akan terhindar dari segala penyakit.

“Sesungguhnya cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan lalu berkumur-kumur, kemudian mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung lalu mengeluarkannya. Langkah ini dilakukan sebanyak tiga kali dan seterusnya.”

 
Dan berdasarkan analisisnya, orang-orang yang tidak berwudhu, maka warna hidung mereka memudar dan berminyak, terdapat banyak kotoran dan debu. 

Ditambahkanya, rongga hidung mereka itu memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, jelas Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.

 
Selain itu, kata dia, jumlah kuman tampak lebih banyak terdapat pada rongga hidung orang yang tidak berwudhu, dan itu menjadi tempat pertumbuhan kuman penyakit. Kondisi tersebut, akan mempercepat pertumbuhan dan penularan kuman penyakit lainnya.
 
Sementara itu, orang-orang yang senantiasa mengerjakan wudhu, maka hidung mereka tampak bersih dari kuman. Bahkan, lanjut Salim, tempat pertumbuhan kuman relatif tidak ada.
 
Penelitian Muhammad Salim ini juga menjelaskan, bahwa orang yang berwudhu dengan memasukkan air ke dalam rongga hidungnya, kendati hanya sekali, maka hal itu dapat membersihkan hidung dari separoh penyakit.
 
Selanjutnya, bila memasukkan air ke dalam rongga hidung sebanyak dua kali, maka dapat menambah sepertiga kebersihan. Kemudian, jika memasukkan air sebanyak tiga kali, maka hidung benar-benar bersih dari kuman.
 
Dari hal yang tampaknya kecil dan bahkan disepelekan, ternyata wudhu mengandung hikmah yang sangat besar manfaatnya bagi kesehatan seseorang. Rasul SAW bersabda:
“Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq, yaitu memasukkan air ke dalam lubang hidung, kecuali jika kamu berpuasa.”
 
Secara ilmiah telah dibuktikan, besarnya manfaat yang bisa dipetik dari wudhu, terutama dalam hal membersihkan lubang hidung. Logikanya, apabila sekali berwudhu dan melakukan istinsyaq, maka hal itu dapat menjaga kebersihan hidung hingga 3-5 jam. Dan bila kotor lagi, maka dapat dibersihkan dengan wudhu berikutnya.
 
Lebih tegas lagi, Muhammad Salim menjelaskan, orang yang rajin berwudhu dengan melakukan istinsyaq dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung),kemudian melanjutkannya dengan mendirikan shalat, maka hal itu dapat menghilangkan 11 kuman penyakit membahayakan yang ada di dalam lubang hidung, terutama dalam hal gangguan pernafasan, radang paru-paru, panas rumatik, penyakit rongga hidung, dan lain-lain. Sebaliknya, orang yang tidak berwudhu, akan lebih mudah terkena penyakit gangguan pernafasan.
 
Prof Hembing menambahkan, hidung merupakan reseptor penciuman (sel-sel olfaktoris) yang lebih peka daripada reseptor pengecap (lidah) . Disebutkan, hidung mampu membedakan lebih dari 10 ribu macam bau-bauan.
 
Saluran nafas atau indera penciuman terdapat di hidung pada lapisan selaput lendir. Indera ini dapat menerima rangsangan berupa bau atau oflaksi oleh sel pembau. Sel pembau mempunyai ujung-ujung berupa rambut halus, yang dihubungkan dengan urat syaraf melalui tulang saringan dan bersatu menjadi urat syaraf elfektori menuju pusat pencium bau di otak. Indera ini dapat membantu indera pengecap (lidah) menaikkan selera makan.
 
Dan bila seseorang terkena influenza (pilek dan flu), maka indera penciuman akan mengalami gangguan dan akan kurang mampu dalam menerima rangsangan bau. Selain itu, akan berkurang pula selera makannya.
 
Hembing menambahkan, hidung bisa menjadi alat penyaringan. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut yang berfungsi menyaring debu-debu yang akan masuk ke dalam hidung bersama dengan udara. Adanya indera pembau dalam rongga hidung dapat menyebabkan gas yang tidak enak baunya dan tidak berguna bagi tubuh akan dapat dihindari.
 
Selain itu, tambahnya, hidung juga berfungsi sebagai alat penghangatan. Adanya konka yang permukaannya banyak mempunyai kapiler darah yang menyebabkan udara masuk lewat rongga hidung akan dihangatkan.
 
Ia menambahkan, banyak manfaat yang dapat dipetik dari ber-istinsyaq danistintsar ini. Setiap kali orang membersihkan dan membasuh hidung, maka kuman penyakit seperti sinusitis, influenza (pilek dan flu), bronchitis, dan lainnya akan hilang. Dan faedah yang bisa diambil dari membasuh hidung ini memiliki makna ganda, yakni untuk kesehatan fisik dan kesehatan jiwa. (eramuslim)

Meteor dan Keajaiban Al Quran

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit 
bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, 
sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang? 
Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah 
yang (berkuasa) di langit 
bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. 
Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana 
(akibat mendustakan) peringatan-Ku?” 
(QS. Al-Mulk: 16-18).

♦♦♦

 
Dalam susunan tata surya bumi tidak beraktivitas sendiri banyak susunan benda-benda planet yang juga berpendar dan bukan tidak mungkin bakal menabrak satu sama lain.
 
Dalam susunan tata surya bumi tidaklah beraktivitas sendiri, namun masih banyak lagi susunan benda-benda planet  lainnya, dan bukan tidak mungkin bakal menabrak satu sama lain.
 
Jika terjadi tabrakan sebuah benda langit, maka hal itu dapat membuat pecahan dan serpihannya menyebar, dan jangan bayangkan serpihan- serpihan itu seperti debu, ukuran bisa sangat besar bahkan sampai berton-ton. Hujan meteor di Rusia pada Februari lalu misalnya.
 
Badan Antariksa Amerika Serikat mengatakan tak ada kaitan jatuhnya meteor itu dengan asteroid 2012 DA14 yang diprediksi akan melintasi Bumi.
 
Lalu dengan meteor atau bintang berekor  yang jatuh ke bumi, sesungguhnya fenomena itu sudah jauh-jauh hari dirincikan al-quran, yakni 1400 tahun lalu!
 
Rasulullah Saw. bersabda, “Pada umat ini akan terjadi (di akhir zaman) penenggelaman bumi, HUJAN BATU, dan pengubahan rupa. Ada seorang dari kaum muslimin yang bertanya, kapankah peristiwa itu akan terjadi? Beliau menjawab, “Apabila musik dan biduanita telah merajalela dan khamr telah dianggap halal. (HR. Tirmidzi (2212) Al-Fitan dari hadits ‘Imran bin Hushain, Ibnu Majah (4060) Al-Fitan dari Sahl bin Sa’d, dan Thabrani dalam Mu’jamu ‘J-Kabfrdzn Mu’jamul-Ausath. Hadits ini shahih.)
 
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dari ‘Abdullah,
“Menjelang terjadinya Kiamat akan terjadi pengubahan rupa, penenggelaman bumi, dan hujan batu.” (HR. Ibnu Majah (4059) dalam Al-Fitan.)
Hujan meteor bahkan terjadi saban hari di pelbagai belahan bumi. Kepala Observatorium Bosscha, Taufik Hidayat, mengatakan, setiap harinya antara seratus sampai seribu ton meteor membombardir bumi, namun tidak sampai membahayakan manusia.
 
Karenanya para astronom melakukan penelitian yang sangat aktif terhadap benda langit terutama kepada asteroid karena ukurannya yang cukup besar. “Jika ukurannya kecil tidak masalah karena akan habis ketika melewati atmosfer bumi, namun jika berukuran besar akan berbeda”, katanya.
 
Namun begitulah Al-Qur’an, kalam Allah yag diturunkan pada masa kerasulan nabi. Karena apakah mungkin Muhammad dari padang pasir Arab yang terpencil dapat membuat buku tentang roket, orbit, astronomi, gas nebula seperti di atas. Apakah ini adalah karya dari seorang yang tidak bisa baca tulis. 

Sungguh… ini adalah firman Allah Swt. Firman terakhir bagi kita manusia modern yang mengangungkan iptek dan fakta ilmiah. Mukjizat terakhir sebelum kiamat. Apa lagi yang membuat kita ragu kebenaran Islam? (islampos/berbagaisumber)

 

 

Sains Modern, Mukjizat dan Keajaiban Al Quran

“Tak ada benturan dan pertentangan antara Islam dengan sains,” cetus Ketua Persatuan Ulama Umat Islam Dunia, Dr Yusuf Al-Qaradhawi, dalam sebuah kesempatan. Alih-alih bertentangan, para saintis modern Barat telah membuktikan bahwa ajaran Islam sangat sejalan dengan ilmu pengetahuan modern. 

 
Alquran sebagai kitab suci dan petunjuk hidup umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada 14 abad silam, secara mengagumkan, mengungkapkan sederet fenomena ilmu pengetahuan yang telah terbukti akurasi dan kebenarannya. Hal itu berbeda dengan Bible–ajaran Kristen yang justru memiliki banyak perbedaan pandangan dengan ilmu pengetahuan. 
 
Munculnya perbedaan pandangan antara Bible dengan sains memang telah mengundang perdebatan di kalangan penganut Kristen. Banyaknya ketidaksesuaian antara Bible dengan sains diungkapkan Robert C Newman dalam sebuah tulisannya bertajuk Conflict between Christianity and Science. Hal itu kerap mengundang keraguan di kalangan Nasrani tentang kebenaran Bible sebagai firman Tuhan. 
 
Setelah melakukan berbagai penelitian ilmiah, para saintis Barat telah membuktikan kebenaran janji Allah SWT tentang isi Alquran. Dalam surah Albaqarah ayat 2, Allah SWT berfirman, “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” 
 
Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto, telah membuktikan kebenaran firman Allah SWT itu. “Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Alquran dan sunah,” papar Moore yang terkagum-kagum dengan kandungan Alquran yang secara akurat menjelaskan perkembangan embrio manusia. 
 
Berikut ini sebagian kecil fakta penting tentang kandungan Alquran yang sejalan dengan temuan dunia sains modern:
 
Pembentukan awan
Para saintis telah mempelajari beragam jenis awan. Selain itu, kalangan ilmuwan juga meneliti proses terbentuknya awan dan bagaimana hujan terjadi. Secara ilmiah, saintis memaparkan proses terjadinya hujan dimulai dari awan yang didorong angin. Awan Cumulonimbus terbentuk ketika angin mendorong sejumlah awan kecil ke wilayah awan itu bergabung hingga kemudian terjadi hujan. 
 
Tentang fenomena pembentukan awan dan hujan itu, Alquran pun menjelaskannya secara akurat.Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Maka, kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan, seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS Annur: ayat 43). 
 
Lautan dan sungai
Ilmu pengetahuan modern telah menemukan adanya batas di tempat pertemuan antara dua lautan yang berbeda. Pembatas itu membagi dua lautan sehingga setiap laut memiliki temperatur, berat jenis, dan kadar garam masing-masing. 

Misalnya, laut Mediterania memiliki air yang hangat serta kadar garam dan berat jenisnya lebih rendah dibandingkan Samudra Atlantik. Temuan sains modern itu sejalan dengan Alquran yang telah mengungkapkannya sejak 14 abad lampau. 

 
Dalam surah Arrahman ayat 19-20, Allah SWT berfirman, ”Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya, ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” 
 
Perbedaan kadar garam kedua lautan yang dipisahkan pembatas itu juga diungkapkan dalam surah Alfurqan ayat 53, “Dan, Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Kebenaran ayat Alquran itulah yang membuat para saintis Barat berdecak kagum. 
 
Pentingnya ASI
Dunia kesehatan modern beberapa tahun ini mulai menggaungkan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI). Anjuran itu mulai digalakkan karena ASI memiliki banyak keunggulan. Secara ilmiah, ASI merupakan makanan bagi bayi yang telah terbukti memiliki keunggulan dibandingkan dengan susu sapi atau susu yang berasal dari sumber lain. 
 
Alquran telah menyatakan pentingnya pemberian ASI bagi bayi dan batita sejak 14 abad lampau. Dalam surah Albaqarah ayat 233, Allah SWT berfirman, “Para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama 2 tahun penuh. Yaitu, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya. Dan, kewajiban ayah memberikan makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” 
 
Serebrum (otak besar)
Pada surah Al ‘Alaq ayat 15-16, Allah SWT berfirman, “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya. (Yaitu) ubun-ubun orang mendustakan lagi durhaka.” Ubun-ubun inilah yang disebut para saintis sebagai serebrum (otak besar). 
 
Lalu, apa hubungannya dengan kebohongan dan serebrum? Secara psikologi, otak besar ini ternyata bertanggung jawab untuk merencanakan, memotivasi, dan memprakarsai hal yang baik ataupun buruk. Otak besar juga bertanggung jawab atas kebohongan dan kebenaran yang dikatakan seseorang. 
 
Pembentukan embrio manusia 
Alquran secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. “Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ….” (QS Almu’minun: 12-14). 
 
Fakta yang diungkapkan dalam Alquran itu sungguh mencengangkan para saintis modern Barat. “Saya sungguh sangat membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Alquran tentang perkembangan manusia. Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan,” papar Prof Keith L Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi. 

“Sebab, hampir semua pengetahuan itu belum ditemukan hingga beberapa abad kemudian. Ini membuktikan kepada saya bahwa Muhammad adalah seorang Rasul utusan Tuhan,” imbuhnya. 

 

 

Fakta Ilmiah di Balik Sunah Larangan Memelihara Anjing

designboom.com (kompas.com)
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
من اقتنى كلبًا إلا كلب ماشية، أو ضاريًا، نقص من عمله كل يوم قيراطان))، ضاريًا: أي كلب صيد؛ متفق عليه 
 
” Barang siapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga binatang ternak, atau anjing pemburu maka dikurangi dari pahala kebaikannya dua qirath setiap hari.”(HR. al-Bukhari dan Muslim
 
Selalu saja di dalam ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kita temukan faedah, pencegahan dan penjagaan/perlindungan untuk diri kita, karena beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sangat belas kasihan terhadap kita, sebagaimana dalam firman-Nya tentang sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
 
…بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128) 
 
” …(dia) Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (QS. At-Taubah: 128
 
Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan untuk kita kebaikan dan menginginkan untuk kita kesehatan. Oleh karena itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengharamkan memelihara anjing, dan menganggapnya sebagai makhluk yang najis, serta memperingatkan manusia darinya. 
 
Para ilmuwan telah mengungkapkan banyak hal tentang anjing, dan ini adalah hal paling akhir yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Dalam sebuah penelitian terbaru yang pertama, yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Munich terbukti bahwa memelihara anjing di rumah meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara. 

Studi ini menemukan bahwa 80 persen wanita yang menderita kanker payudara ini adalah mereka yang memelihara anjing di rumah mereka dan melakukan kontak secara terus-menerus dengan anjing-anjing tersebut. 

 
Sementara mereka menemukan bahwa orang-orang yang memelihara kucing tidak terinfeksi jenis kanker tersebut! Dan itu disebabkan karena sisi kesamaan yang besar antara kanker payudara pada anjing dan manusia. 

Mereka telah menemukan suatu virus yang menyerang manusia dan anjing secara bersamaan, dan terkadang ia berpindah (menular) dari anjing ke manusia. Virus ini memiliki peran yang utama dalam proses terjangkitnya kanker tersebut. 

 
Mereka menemukan bahwa para wanita di negara-negara Barat lebih besar kemungkinannya untuk terjangkit kanker payudara dibandingkan para wanita di negara-negara Timur. 

Dan ketika mereka mengkaji tentang perbedaan mendasar antara kedua kelompok wanita ini, mereka menemukan bahwa para wanita di Barat terbiasa memelihara anjing “manja” di rumah mereka. Sementara di negeri Timur jarang ditemukan seorang wanita yang memelihara anjing! 

 
Dalam studi lain, para ilmuwan menemukan bahwa anjing menyimpan virus-virus penyebab kanker payudara, yang namanya MMTV (mouse mammary tumour virus). Dan tatkala bersinggungan dan berinteraksi dengan anjing, virus-virus ini akan berpindah ke tubuh manusia dengan mudah. 
 
Ini baru sedikit yang diketahui oleh manusia, sesungguhnya dampak buruk yang disebabkan karena bersinggungan dengan anjing adalah sangat besar. Para ilmuwan telah mengungkapkan “sesuatu” yang banyak di dalam air liur anjing, darah dan bulunya, semuanya adalah sarang bagi bakteri-bakteri dan virus. Dan yang perlu diketahui bahwa di dalam kucing tidak terkandung virus-virus tersebut! 
 
Dari sini, wahai pembaca yang budiman mungkin kita dapat mengetahui mengapa Nabiyurrahmah (Nabi yang penuh kasih sayang) shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ummatnya memelihara anjing di rumah, dan membatasi perannya (peran anjing) hanya pada penjaga di luar rumah. 

Bahkan beliau shallallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ummatnya agar mencuci wadah air tujuh kali, dan salah satunya dengan tanah jika ada seekor anjing yang minum air dari wadah tersebut. Subhanallahu. (Abduddaim Kaheel/alsofwah) 

Menjawab Tuduhan Penginjil : Semua Nabi Berdosa karena Berpoligami?

 

Setelah menuduh Nabi Muhammad mencontek Bibel, website kristenisasi berkedok Islam http://www.####quran.com melecehkan syariat poligami. Dalam artikel berjudul “Apakah Poligami adalah Asli Hukum Tuhan?” Penginjil Suwignyo menuduh Rasulullah SAW mencederai fitrah manusia, kekudusan, hati nurani dan naluri manusiawi dengan mengajarkan poligami. Terhadap surat An-Nisa’ 3, Suwignyo berkomentar:

“Adakah poligami yang terasa mulia dan luhur ke batin terdalam dari manusia? Poligami memang bukan fitrah pernikahan kudus, mulia, saling kasih-setia yang Tuhan design-kan sejak semula bagi kerinduan naluri kemanusiaan, khususnya bagi pasangan suami-istri itu sendiri! Tetapi di luar kenalurian, Muhammad memperkenalkan sesuatu yang berbeda.”

Kepada para mufassir Al-Qur’an yang memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu, Suwignyo melontarkan pertanyaan yang menurutnya tidak bisa dijawab: “Baiklah kita jeli untuk bertanya balik kepada para ulama yang getol poligami, dalam dua hal sederhana: Dikatakan poligami sudah ada sejak dulu. Sejak kapankah itu berawal mula? Sejak Adam? Habil dan Qabil? Nuh? Ibrahim?”

Suwignyo menjawab sendiri pertanyaan itu dengan apologi syakwasangka bahwa ulama Islam tidak ada yang bisa menjawabnya:

“Ternyata tak ada ulama Islam yang mampu menjawab kedua pertanyaan sederhana itu. Dan kalau itu mau dicarikan dari Alkitab, maka tidak akan ditemukan ayat suci di seluruh Taurat, Zabur, Injil dan Kitab segala nabi Israel di mana Tuhan ada menurunkan hukum berpoligami! Juga Nabi Nuh justru selalu hidup dengan seorang istri di sepanjang umurnya yang hampir satu millennium. Jadi sejak kapan ulama Muslim bisa berkata bahwa poligami dilegalkan oleh Tuhan dari surga-Nya?”

Tuduhan ini sangat gegabah dan tidak berdasar, hanya mempermalukan kekristenan dan memamerkan keawamannya terhadap agama.

Pertama, 
Suwignyo bertanya sejak kapankah itu berawal mula? Sejak Adam, Habil dan Qabil, Nuh atau Ibrahim? Pertanyaan ini tidak perlu dilontarkan bila ia memahami kandungan kitab sucinya. Perjanjian Lama secara kasat mata menjelaskan bahwa sejarah poligami pertama kali dalam Bibel dipraktikkan oleh Lamekh (Kejadian 4:17-19). Lamekh adalah keturunan Nabi Adam melalui Kain (Qabil). Adam masih hidup bersama Lamekh sekurang-kurangnya selama 50 tahun. Saat Lamekh berusia 182 tahun, lahirlah Nuh. Lamekh meninggal pada usia 777 tahun saat Nuh berusia 595 tahun.

Jika poligami adalah sebuah dosa, pidana atau maksiat, mestinya Nabi Nuh mengecam poligami ayahnya. Tapi tak ada satu ayat pun yang memuat kecaman Nabi Nuh terhadap poligami ayahnya. 

Kedua, Suwignyo membangga-banggakan Bibel yang menurutnya tidak mentolerir poligami, dan tidak memuat satu ayat pun tentang hukum poligami. Jika bisa membaca dengan baik, mestinya pernyataan ini tidak dilontarkan. Karena kitab Taurat dalam Bibel terang-terangan mengatur hukum poligami hingga ahli warisnya.

Dalam Ulangan 25:5 disebutkan, bila seorang suami meninggal, maka sang istri harus dinikahi oleh saudara laki-laki sang suami. Perkawinan antara janda dengan adik ipar ini disebut Kewajiban Perkawinan Ipar oleh Alkitab. Jika saudara ipar itu sudah mempunyai istri, maka otomatis ia harus memoligami janda iparnya. Jika saudara ipar itu menolak menikahi janda ipar dengan alasan tidak suka, maka dia harus dihukum oleh para tua-tua dengan diludahi mukanya (Ulangan 25:9).

Sebelumnya, dalam kitab Ulangan 21:15-17 dan Keluaran 21:10 dijelaskan beberapa aturan hukum beristri lebih dari satu. Ini adalah bukti nyata bahwa Alkitab tidak melarang poligami, tetapi mengatur hak, kewajiban dan warisan yang berhubungan dengan poligami, sesuai dengan zaman yang berlaku pada masa itu. 

Ketiga, setelah yakin bahwa tidak ada satu nas pun yang menyatakan firman Tuhan tentang poligami, Suwignyo kembali bertanya: sejak kapan ulama Muslim bisa berkata bahwa poligami dilegalkan oleh Tuhan dari surga-Nya?

Umat Islam meyakini syariat poligami sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an dalam surat An-Nisa’ ayat 3 yang secara tegas memuat nas: “…Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…”

Poligami dalam Islam bukan mewajibkan kaum pria untuk menikahi banyak wanita, tapi mengatur poligami agar tidak liar tanpa batasan dan etika. Islam menitikberatkan pada pengaturan batasan jumlah kepemilikan istri lebih dari satu oleh seorang suami.

Islam adalah satu-satunya kitab suci yang berani mengeluarkan perintah “fawahidah!” (maka nikahilah seorang saja). Jadi, Al-Qur’an adalah pahlawan moral yang membebaskan manusia dari poligami tanpa batas dan aturan.

Dalam praktik di masyarakat, banyak masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan poligami. Misalnya, istri seorang pendeta dilarang berhubungan sebadan dengan sang suami karena pertimbangan medis terkait suatu penyakit dan ketidakmampuan fisik. Jika sang istri melakukan hubungan badan, maka bisa berakibat fatal pada nyawanya.

Dalam kondisi ini, jika poligami diharamkan, maka sang pendeta akan tersiksa seumur hidup, karena sebagai manusia normal ia butuh penyaluran libido. Ia juga mengidam-idamkan anak keturunan untuk penerus generasi. Haruskah sang pendeta menahan gejolak naluri jasmani seumur hidupnya demi menghindari praktik poligami? Maukah sang pendeta harus dikebiri supaya tidak diganggu oleh gejolak penyaluran kebutuhan jasmani? Duh, kasihan sekali!!

Kasus-kasus seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh kitab-kitab suci selain Al-Qur’an. Maka pengaturan dan penghalalan praktik poligami dalam Islam sangat dibutuhkan oleh manusia. Dunia harus berterima kasih kepada Al-Qur’an karena keberaniannya membolehkan, membatasi dan mengatur praktik poligami, demi kemaslahatan manusia. Jadi, syariat poligami sangat sesuai dengan fitrah manusia.

Demi Antipoligami, Penginjil Menghujat Para Nabi 

Dengan dendam antipoligami, Penginjil Suwignyo tidak hanya menghina Nabi Muhammad, tapi juga melecehkan para nabi Bani Israel yang dikisahkan dalam Bibel sendiri. Ia menuduh para nabi Bani Israel itu sebagai pendosa karena melakukan poligami, dengan tulisan sbb:

“Ada sejumlah Nabi yang berpoligami, itu mereka lakukan bukan karena ada ayat pembatalan terhadap design dan fitrah hubungan suami-istri dari Tuhan yang menjadi dasar hukum bagi hidup Monogami, melainkan karena dosa dan kekerasan hati mereka masing-masing yang dipaksakan oleh nafsu kedagingan sendiri. Nabi tetaplah manusia yang lemah dan berdosa. Semuanya ada kekerasan hati, nafsu, kefasikan dan kedegilan.”

Lagi-lagi, Penginjil Suwignyo mempertontonkan kecerobohan teologi, dengan menghakimi para nabi Bani Israel yang berpoligami sebagai pelaku dosa dan fasik yang mengidap penyakit hati dana nafsu angkara.

Begitu bencinya terhadap syariat poligami, sampai-sampai harus menghakimi para nabi leluhur Yesus sebagai manusia pendosa yang fasik. Padahal, logikanya, kalau poligami adalah sesuatu yang dilarang Tuhan, pasti ada ayat yang menyatakan pelarangan sebagaimana larangan-larangan yang lainnya.

Faktanya, Nabi Ibrahim (Abraham) punya dua istri yaitu Sara (Kejadian 11:29-31) dan Hagar (Kejadian 16) serta seorang gundik bernama Kentura (Kejadian 24:1). Semua agama mengakuinya sebagai “bapak rohani” (abul anbiya’) meski berpoligami.

Nabi Yakub memoligami empat wanita yang masih memiliki hubungan darah yaitu Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39). Yakub yang berpoligami dan menghasilkan 12 keturunan bangsa Yahudi ini tidak dibenci Tuhan sebagai pendosa. Bahkan Tuhan menyayangi dan memberkatinya sebagai nabi diberkati yang berada dalam Kerajaan Sorga bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah (Matius 8:11, Lukas 13:28). Semasa hidupnya, Allah telah menampakkan diri kepada Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (Keluaran 6:2) dan menjanjikan untuk memberikan sebuah negeri kepada keturunan Yakub (Keluaran 33:1).
 
Daud kawin dengan banyak perempuan (I Samuel 25:43-44, 27:3, 30:5, II Samuel 3:1-5), di antaranya adalah Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba (II Samuel 16:22). Meski Nabi Daud mengoleksi banyak istri dan gundik, tapi Tuhan dalam Bibel tidak memurkainya sebagai seorang pendosa, bahkan Tuhan memberikan award kepadanya dengan julukan  “nabi yang taat kepada Tuhan dan berkenan di hati-Nya”  (Kisah Para Rasul 13:22).

Salomo alias Sulaiman dikisahkan Bibel sebagai nabi superpoligami yang mengoleksi 700 istri dan 300 gundik (I Raja-raja 11:3). Tapi Tuhan tidak mencelanya sebagai pendosa yang fasik. Bahkan Tuhan menyebut Salomo sebagai orang benar yang dicintai Tuhan dan diberi gelar “anak Tuhan” yang sudah dipilih Tuhan sejak bayi untuk menjadi hamba-Nya yang akan mendiri¬kan Bait Allah (1 Tawarikh 22:9-10).

Nabi Lot (Luth) memoligami dua kakak beradik hingga beranak-pinak, tapi Tuhan tetap memuji Lot sebagai orang yang benar dan taat kepada Tuhan (II Petrus 2:7). 
Nabi Daud, Abraham, Yakub dan Salomo telah memelopori praktik poligami dalam Bibel. Tapi tak satu ayat pun yang mengecam maupun menilai tindakan mereka sebagai dosa. Hanya penginjil Suwignyo cs yang berani melecehkan para nabi sebagai pendosa yang fasik dan berpenyakit hati.

Bukalah hatimu, jangan membabi buta dan menutup hati nurani untuk mengingkari kebenaran yang hakiki. Hanya orang stress atau orang sesat saja yang sangat berani menuduh para nabi yang dimuliakan Tuhan sebagai pendosa. []